ARK –5
Surat Keputusan Direktur
RUJUKAN PASIEN
RUMAH SAKIT IBU & ANAK
“ PONDOK TJANDRA “
Waru – Sidoarjo – Jawa Timur
2019
RUMAH SAKIT IBU & ANAK
“ PONDOK TJANDRA “
Jln. Mangga I E-225 Pondok Tjandra Indah, Waru – Sidoarjo
Telp. (031) 8662206, 8664488 Fax. (031) 8664345
E-mail: rsb_tjandra@[Link]
KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”
NOMOR: 001/SNARS-Ed 1/SKP/RSIA-PT/I/2019
TENTANG
KEBIJAKAN RUJUKAN PASIEN
DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”
Menimbang :
a. bahwa perlu dilakukan rujukan pasien saat pelayanan maupun pengobatan di Rumah Sakit
Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”;
b. bahwa agar rujukan pasien terlaksana dengan baik, perlu diterbitkan kebijakan Direktur
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan dalam a dan b,ditetapkan Keputusan Direktur Rumah
Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.
Mengingat :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3637);.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1995 tentang Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 67, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3609);
4. Keputusan Ketua Yayasan …… Nomor: SK 002/RSBPT/IX/201 (?), Tahun 2013 tentang
Struktur Organisasi Rumah Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.
5. Keputusan Ketua Yayasan …… Nomor: SK 001/YHB/VIII/2012(?)tentang Penetapan
Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
Pertama : KEPUTUSAN DIREKTUR TENTANG IDENTIFIKASI PASIEN DI
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”
Kedua : Kebijakan tentang rujukan pasien Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok
Tjandra”sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
Ketiga : Pembinaan dan pengawasan rujukan pasien pasien dilaksanakan oleh direktur
rumah sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan jika di kemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan dilakukan perbaikan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Sidoarjo
Pada tanggal : Januari2019
Direktur,
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”,
dr. ……………………….
Lampiran
Keputusan Direktur RSIA “Pondok Tjandra”
Nomor:001/SNARS-Ed 1/SKP/RSIA-PT/I/2019
Tanggal: Januari 2019
KEBIJAKAN TENTANG RUJUKAN PASIEN
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”
KEBIJAKAN UMUM:
1. Pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lain didasarkan atas kondisi pasien dan kebutuhaan
untuk memperoleh asuhan [Link] pasien Antara lain untuk
memenuhi kebutuhan pasien atau konsultasi spesialistik dan tindakan, serta penunjang
diagnostic.
2. Diperoleh kepqastian terlebih dahulu dan kesediaan menerima pasien serta peresyaratan
rujukan diuraikan dalam kerjasama formal atau dalam bentuk perjanjian. Ketentuan seperti
ini dapat memastikan adanya kesinambungan asuhan tercapai dan kebutuhan pasien
terpenuhi.
KEBIJAKAN KHUSUS:
1. Ada regulasi tentang rujukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
2. Rujukan pasien dilakukan sesuai dengan kebutuhan kesinambungan asuhan pasien.
3. Rumah sakit yang merujuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan yang menerima dapat
memenuhi kebutuhan pasien yang dirujuk.
4. Ada kerjasama rumah sakit yang merujuk dengan rumah sakit yang menerima rujukan yang
sering dirujuk.
Direktur,
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”,
dr. ………………………
ARK –5
Surat Keputusan Direktur
PANDUAN RUJUKAN
PASIEN
RUMAH SAKIT IBU & ANAK
“ PONDOK TJANDRA “
Waru – Sidoarjo – Jawa Timur
2019
RUMAH SAKIT IBU & ANAK
“ PONDOK TJANDRA “
Jln. Mangga I E-225 Pondok Tjandra Indah, Waru – Sidoarjo
Telp. (031) 8662206, 8664488 Fax. (031) 8664345
E-mail: rsb_tjandra@[Link]
KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”
NOMOR: 001/SNARS-Ed 1/ARK/RSIA-PT/I/2019
TENTANG
KEBIJAKAN PANDUAN RUJUKAN PASIEN
DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”
Menimbang :
a. bahwa perlu dilakukan rujukan pasien saat pelayanan maupun pengobatan di Rumah Sakit
Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”;
b. bahwa agar rujukan pasien terlaksana dengan baik, perlu diterbitkan kebijakan Direktur
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan dalam a dan b,ditetapkan Keputusan Direktur Rumah
Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”..
Mengingat :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3637);.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1995 tentang Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 67, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3609);
4. Keputusan Ketua Yayasan …… Nomor: SK 002/RSBPT/IX/201 (?), Tahun 2013 tentang
Struktur Organisasi Rumah Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.
5. Keputusan Ketua Yayasan …… Nomor: SK 001/YHB/VIII/2012(?)tentang Penetapan
Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
Pertama : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK
TJANDRA” TENTANG PANDUAN RUJUKAN PASIEN.
Kedua : Kebijakan panduan rujukan pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok
Tjandra” sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
Ketiga : Pembinaan dan pengawasan panduan rujukan pasien dilaksanakan oleh
Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila di kemudian hari
ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Sidoarjo
Pada tanggal : Januari2019
Direktur,
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”,
dr. ……………………………..
Lampiran
Keputusan Direktur RSIA “Pondok Tjandra”
Nomor: 001/SNARS-Ed 1/SKP/RSIA-PT/I/2019
Tanggal : Januari 2019
KEBIJAKAN TENTANG PANDUAN RUJUKAN PASIEN
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”
BAB 1
PENDAHULUAN
Konsultasi adalah upaya meminta bantuan profesional penanganan suatu kasus penyakit yang
sedang ditangani oleh seorang dokter kepada dokter lainnya yang lebih ahli. Rujukan adalah
pelimpahan wewenang dantanggung jawab atas masalah kesehatan masyarakat dan kasus-kasus
penyakit yangdilakukan secara timbal balik secara vertikal maupun horizontal meliputi
sarana,rujukan teknologi, rujukan tenaga ahli, rujukan operasional, rujukan kasus, rujukani l m u
pengetahuan dan rujukan bahan pemeriksaan laboratorium (permenkes
922/2008).sistem Rujukan p e l a ya n a n kesehatan merupakan
p e n y e l e n g g a r a a n pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung
jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun [Link]
wewenang dalam sistem rujukan dibagi menjadi :
[Link] referral , pelimpahan wewenang dan tanggungjawab penderita sepenuhnya kepada
dokter konsultan untuk jangka waktu tertentu, dan selama jangka waktu tersebut dokter tsb tidak
ikut menanganinya.
[Link] referral , menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan penderita hanya
untuk satu masalah kedokteran khusus saja.
[Link] referra, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan penderita sepenuhnya
kepada dokter lain untuk selamanya
[Link] referral , menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan penderita sepenuhnya
kepada beberapa dokter konsultan, dan selama jangka waktu pelimpahan wewenang dan
tanggungjawab tersebut dokter pemberi rujukan tidak ikut campur.
syarat rujukan :
1. R u j u k a n h a r u s d i b u a t o l e h o r a n g ya n g m e m p u n ya i k o m p e t e n s i d a n
w e w e n a n g untuk merujuk, mengetahui kompetensi sasaran"tujuan rujukan dan
mengetahui kondisi serta kebutuhan objek yang dirujuk.
2. Rujukan dan rujukan balik mengacu pada standar rujukan pelayanan medis daerah ag a r
rujukan dapat diselenggarakan tepat dan memadai, maka suatu rujukan
hendaknya memenuhi syarat.
[Link] unit yang mempunyai tanggungjawab dalam rujukan, baik yang merujuk atau yang
menerima rujukan.
[Link] tenaga kesehatan yang kompeten dan mempunyai kewenangan malaksanakan pelayanan
medis dan rujukan medis yang dibutuhkan.
[Link] pencatatan"kartu"dokumen tertentu berupa:
a. formulir rujukan dan rujukan balik sesuai contoh.
b. Kartu 4amkesmas, 4amkesda dan kartu /ssuransi lain.
c. pencatatan dan dokumen hasil pemeriksaan penunjang
7Adanya pengertian timbal balik antara pengirim dan penerima rujukan.
[Link] pengertian petugas tentang sistem rujukan.
9. Rujukan dapat bersifat horizontal dan vertikal, dengan prinsip mengirim ke
arahfasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu dan lengkap.
[Link] menjamin keadaan umum pasien agar tetap dalam kondisi stabil
selama perjalanan menuju ketempat rujukan.
[Link] transportasi yang digunakan harus dilengkapi alat resusitasi, cairan
infus,oksigen dan dapat menjamin pasien sampai ke tempat rujukan tepat waktu
12. pasien didampingi oleh tenaga kesehatan yang mahir tindakan kegawat daruratan
[Link] transportasi"petugas kesehatan pendamping memiliki sistem komunikasi.
BAB 2
TUJUAN
1. Tujuan Umum
Pedoman Sistem Rujukan layanan Kesehatan Primer ini disusun sebagai pedoman
prosedur rujukan layanan primer sesuai standar di semua fasilitas Pelayanan kesehatan.
2. Tujuan Khusus
a. Dapat terlaksananya prosedur operasional pra rujukan dan rujukan pasien,
b. Dapat terlaksananya prosedur operasional memberi rujukan balik pasien,
c. Dapat terlaksananya prosedur operasional menerima rujukan balik pasien.
d. Dapat terlaksananya prosedur operasional rujukan lintas batas
e. Dapat terlaksananya prosedur operasional pengelolaan pasien di ambulance
Dapat terlaksananya Prosedur Merujuk dan Menerima Rujukan Spesimen
BAB 3
MANFAAT
a. Dari sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebijakan :
1. Membantu penghematan dana, karena tidak perlu menyediakan berbagai macam alat kedokteran
pada setiap sarana kesehatan.
2. Memperjelas system pelayanan kesehatan, kemudian terdapat hubungan antara kerja berbagai
sarana kesehatan yang tersedia.
3. Memudahkan pekerjaan administrasi, terutama pada aspek perencanaan
b. Dari sudut masyarakat sebagai pemakai jasa pelayanan :
1. Meringankan biaya pengobatan, karena dapat dihindari pemeriksaan yang sama secara berulang-
ulang
2. Mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, karena telah diketahui dengan jelas
fungsi dan wewenang setiap sarana pelayanan kesehatan
BAB 4
TATA LAKSANA
Tata Cara Pelaksanaan Sistem Rujukan
[Link] dan Menerima Rujukan Pasien
Pasien yang akan dirujuk harus sudah diperiksa dan layak untuk dirujuk. Adapun criteria pasien
yang dirujuk adalah bila memenuhi salah satu dari:
1. Hasil pemeriksaan fisik sudah dapat dipastikan tidak mampu diatasi
2. Hasil pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan penunjang medis ternyata tidak mampu diatasi
3. Memerlukan pemeriksaan penunjang medis yang lebih lengkap, tetapi peeriksaan harus
disertai pasien yang bersangkutan .
4. Apabila telah diobati dan dirawat ternyata memerlukan pemeriksaan, pengobatan
dan perawatan disarana kesehatan yang lebih mampu.
Dalam prosedur merujuk dan menerima rujukan pasien ada dua pihak yang terlibat yaitu pihak
yang merujuk dan pihak yang menerima rujukan dengan rincian beberapa prosedur sebagai
berikut :
1. Prosedur standar merujuk pasien
2. Prosedur standar menerima rujukan pasien
3. Prosedur standar member rujukan balik pasien
4. Prosedur standar menerima rujukan balik pasien
[Link] Standar Merujuk Pasien
[Link] Klinis :
1) Melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang medic untuk
menentukan diagnose utama dan diagnosa sebanding
2) Memberikan tindakan pra rujukan sesuai kasus berdasarkan Standar Prosedur Operasional
(SPO)
3) Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan
4) Untuk pasien gawat darurat harus didampingi petugas Medis/ Paramedis yang kompeten
dibidangnya dan mengetahui kondisi pasien
5) Apabila pasien diantar dengan kendaraan Puskesmas keliling atau ambulans, agar petugas dan
kendaraan tetap menunggu pasien di IGD tujuan sampai ada kepastian pasien tersebut
mendapatkan pelayanan dan kesimpulan dirawat inap atau rawat jalan
b. Prosedur Administratif
1) Dilakukan setelah pasien diberikan tindakan pra-rujukan
2) Membuat catatan rekam medis pasien
3) Memberikan Informed Concert (persetujuan/penolakan rujukan)
4) Membuat surat rujukan pasien pasien rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke tempat rujukan
bersama pasien yang bersangkutan. Lembar kedua disimpan sebagai arsip
5) Mencatat identitas pasien pada buku register rujukan pasien
6) Menyiapkan sarana transportasi dan sedapat mungkin menjalin komunikasi dengan tempat
tujuan rujukan
7) Pengiriman pasien ini sebaiknya dilaksanakan setelah diselesikan administrasi yang
bersangkutan.
2. Prosedur standar menerima rujukan pasien a.
[Link] Klinis
1) Segera menerima dan melakukan stabilisasi pasien rujukan sesuai Strandar Prosedur
Operasional (SPO)
2) Setelah stabil, meneruskan pasien ke ruang perawatan elektif untuk perawatan selanjutnya atau
meneruskan ke sarana kesehatan yang lebih mampu untuk dirujuk lanjut
3) Melakukan monitoring dan evaluasi kemajuan klinis pasien
[Link] Administratif
1)Menerima , meneliti dan menandatangani surat rujuan pasien yang telah diterima untuk ditempel
di kartu status pasien
2)Apabila pasien tersebut dapat diterima kemudian membuat tanda terima pasien sesuai aturan
masing- masing sarana
3)Mengisi hasil pemeriksaan dan pengobtan serta perawatn pada kartu catatan medis dan
diteruskan ke tempat perawatan selanjutnya sesuai kondisi pasien
4)Membuat informed concert (persetujuan tindakan , persetujuan rawat inap atau pulang paksa)
5)Segera memberikan informasi tentang keputusan tindakan/ perawatan yang akan dilakukan
kepada petugas/ keluarga pasien yang mengantar
6)Apabila tidak sanggup menangani (sesuai perlengkapan Puskesmas/ RSUD
yang bersangkutan), maka harus merujuk ke RSU yang lebih mampu dengan membuat surat
rujukan pasien rangkap 2 kemudian surat rujukan yang asli dibawa bersama pasien, prosedur
selanjutnya sama seperti merujuk pasien
7)Mencatat identitas pasien di buku register yang ditentukan 3.
Prosedur standar memberi rujukan balik pasien
[Link] Klinis
1)Rumah Sakit atau Puskesmas yang menerima rujukan pasien wajib mengembalikan pasien
ke RS/ Puskesmas pengirim setelah dilakukan proses antara lain:
a)Sesudah pemeriksaan medis, diobati dan dirawat tetapi penyembuhan selanjuttnya perlu
difollow up oleh Rumah Sakit/ Puskesmas
b)Sesudah pemeriksaan medis, diselesaikan tindakan kegawatan klinis, tetapi pengobatan dan
perawatan selanjutnya dapat dilakukan di Rumah Sakit/ Puskesmas
2)Melakukan pemeriksaan fisik dan mendiagnosa bahwa kondisi pasien sudah memungkinkan
untuk keluar dari perawatan Rumah Sakit/ Puskesmas tersebut dalam keadaan :
a)Sehat atau sembuh
b)Sudah ada kemajuan klinis dan boleh rawat jalan
c)Belum ada kemajuan klinis dan harus dirujuk ke tempat lain
d)Pasien sudah meninggal
3)Rumah Sakit/ Puskesmas yang menerima rujukan pasien harus memberikan laporan/
informasi medis/ balasan rujukan kepada Rumah Sakit/ Puskesmas pengirim pasien mengenai
kondisi klinis terakhir pasien apabila pasien keluar dari Rumah Sakit/ Puskesmas
[Link] Administratif
1)Rumah Sakit/ Puskesmas yang merawat pasien berkewajiban member surat balasan rujukan
untuk setiap pasien rujukan yang pernah diterimanya kepada Rumah Sakit/ Puskesmas yang
mengirim pasien yang bersangkutan
BAB 5
PENUTUP
Sistem Rujukan Layanan Primer ini merupakan pedoman bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam
mengelola rujukan antar RumahSakit, baik secara horizontal maupun vertikal. Pedoman ini
dilengkapi dengan format-format pencatatan dan pelaporan yang akan menyediakan informasi dan
data tentang kasus-kasus rujukan yang bisa menjadi bahan perbaikan pelayanan kesehatan pada
umumnya dan penanganan kasus-kasus rujukan pada masa yang akan [Link] dengan
tersusunnya buku sistem rujukan layanan primer menjadi pedoman penyelenggaraan sistem
rujukan kesehatan layanan primer .
DAFTAR PUSTAKA
-Direktorat Jendral BUK Kemenkes & KARS ,2011, Standar Akreditasi Rumah Sakit
-KARS,2011 Instrumen Akreditasi Rumah Sakit Standar Akreditasi 2012
Direktur,
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”,
dr. …………………….
ARK –5
Standar Prosedur Operasional
RUJUKAN PASIEN
RUMAH SAKIT IBU & ANAK
“ PONDOK TJANDRA “
Waru – Sidoarjo – Jawa Timur
2019
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK
A PONDOK TJANDRA RUJUKAN PASIEN
Jln. Mangga I E-225 Pondok Tjandra Indah,
Waru – Sidoarjo No. Dokumen No. Revisi Halaman
Telp. (031) 8662206, (031) 8664488
Fax. (031) 8664345
E-mail: rsb_tjandra@[Link] 001/SNARS-Ed 0 1 s/d 2
1/SKP/RSIA-
PT/I/2019
STANDAR PROSEDUR Tanggal terbit Ditetapkan Direktur,
OPERASIONAL
Januari 2019
dr. ………………….
Pengertian : Mengirim pasien ke rumah sakit lain untuk dilakukan
perawatan lanjutan karena :
[Link] atau tindakan tertentu yang diperlukan tidak
bisa dilakukan di rumah sakit.
[Link] rawat inap penuh.
[Link] permintaan pasien dan atau keluarga untuk pindah
rawat di rumah sakit yang dituju.
Tujuan : [Link] pasien yaqng dirujuk atau pindah rawat ke
rumah sakit lain secara cepat, cermat dan aman bagi
pasien.
[Link] kerjasama yang baik dan efisien dengan rumah
sakit lain.
Kebijakan : SK Direktur Nomor: 001/SNARS-Ed 1/SKP/RSIA-
PT/I/2019, tanggal Januari 2019, tentang Identifikasi
Pasiendi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pondok Tjandra.
Prosedur : [Link] memberikan informasi kepada pasien dan
keluarga mengenai kondisi pasien bahwa pasien perlu/
dapat ditangani di tempat lain.
[Link] dan keluarga setuju dengan menandatangani
persetujuan perawatan di rumah sakit lain yang menerima
rujukan.
[Link] melengkapi rekam medis pasien dan menyiapkan
berkas penunjang yang akan diperlukan di rumah sakit
rujukan. Resum medis, yang berisi :
[Link] klinis pasien.
[Link] dan pemeriksaan yang telah dilakukan.
[Link] pelayanan lebih lanjut.
[Link] melengkapi resum medis (surat rujukan)/SPOS
dan perawat melengkapi form catatan perpindahan
pasien antar rumah sakit. Dibuat rangkap dua (2).
5. Resum medis dibuat salinannya (asli diberikan ke RS
yang dituju, copy tertinggal).
6. Keluarga pasien menyelesaikan biaya administrasi di
Rumah Sakit ibu dan Anak Pondok Tjandra.
7. Pasien dirujuk menggunakan alat transportasi yang
sesuai dengan kondisinya.
8 .Perawat menghubungi bagian angkutan dan mengisi
formulir permintaan ambulans/buku ekspedisi
permintaan ambulans.
9. Selama proses rujukan kondisi pasien dimonitor terus
menerus. Kondisi pasien dicatat pada lembar obserfasi
ndan disatukan dengan RM pasien.
10. Petugas yang mengantar melakukan timbang terima
setelah sampai di RS rujukan dengan melengkapi form
catatan perpindahan pasien antar rumah sakit. Dibuat
rangkap dua asli tertinggal dan copy dibawa kembali.
11. Menyerahkan resum medis dan lembar pengawasan
pasien selama transportasi kepada RS yang dituju.
Instalasi terkait : Semua unit pelayanan rawat jalan,pelayanan rawat inap,
IGD, Rumah Sakit Ibu dan Anak Pondok Tjandra