Teknik Menjahit Kampuh dan Kerah
Teknik Menjahit Kampuh dan Kerah
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI
B. PRASYARAT
Untuk mempelajari modul ini prasyarat yang harus dimiliki oleh peserta diklat
adalah telah selesai mempelajari dan menguasai modul : Mengukur tubuh, Pola
busana teknik konstruksi, Pengerjaan dalam lingkungan sosial, Pengepressan dan
mengoperasikan mesin jahit.
Modul [Link].14.a 1
b. Perlengkapan yang perlu disiapkan.
1) Bahan-bahan :
a) kain blacu/katun.
b) Vliselin berperekat.
c) Benang jahit.
d) Zipp / tutup tarik
2) Peralatan praktek:
a) Mesin jahit dan perlengkapannya.
b) Gunting kain dan gun6ting benang.
c) Pita ukur.
d) Pendedel.
e) Rader,karbon jahit,kapur jahit.
f) Jarum pentul.
g) Seterika dan papan lengan.
h) Gunting zig-zag.
i) Jarum tangan.
2. Peran Fasilitator.
a. Menginformasikan langkah-langkah belajar yang harus dilakukan peserta
didik untuk terampil dalam menjahit bagian-bagian busana.
b. Menjelaskan kepada peserta diklat bagian-bagian dari modul yang belum
dapat dipahami oleh peserta diklat.
c. Mendemonstrasikan langkah-langkah yang dipersyaratkan dalam kegiatan
belajar.
d. Membimbing peserta diklat untuk melaksanakan praktek menjahit.
e. Melakukan evaluasi secara komprehensif melalui proses dan produk belajar
yang dicapai peserta didik meliputi: koqnitif, affectif, psikomotorik.
D. TUJUAN AKHIR
E. KOMPETENSI.
Kode : [Link].14.A
1. Kompetensi:
a. Menyiapkan tempat kerja dan alat kerja.
Modul [Link].14.a 2
b. Menyiapkan mesin jahit.
c. Mengoperasikan mesin jahit.
d. Menjahit bagian-bagian busana.
Modul [Link].14.a 3
F. CEK KEMAMPUAN.
2 Sikap
2.1 Teliti dalam memeriksa kelengkapan bagian-
bagian busana.
2.2 Mengikuti prosedur dan teknologi menjahit dalam
menjahit bagian-bagian busana.
2.3 Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan
kerja dalam menjahit busana.
3 Keterampilan.
3.1 Memeriksa kelengkapan bagian-bagian busana.
3.2 Menjahit bagian-bagian busana sesuai prosedur.
3.3 Menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan
kerja dalam menjahit.
3.4 Menyelesaikan busana sesuai dengan teknologi
menjahit busana.
3.4.1 Macam-macam kampuh.
3.4.2 Penyelesaian garis leher.
3.4.3 Pemasangan kerah.
3.4.4 Membuat belahan.
3.4.5 Pemasangan lengan.
3.4.6 Pemasangan ban pinggang pada rok.
3.4.7 Pembuatan saku.
3.4.8 Menjahit kelim.
CATATAN FASILITATOR:
Modul [Link].14.a 4
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
KESIMPULAN:
…………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………….
BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT
Kompetensi : Menjahit dengan Mesin ( sewing ).
Sub kompetensi : Menjahit Bagian-Bagian Busana.
Alokasi Waktu : 50 Jam. a 45 menit
[Link],memeriksa Ruang
dan menganalisa bagian- 2 praktek
bagian busana.
[Link],mengikuti Ruang
dan menerapkan praktek
2
prosedur kesehatan dan
keselamatan kerja.
46
[Link] bagian- Ruang
bagian busana sesuai praktek
dengan teknologi
menjahit :
3.1 Macam-macam
kampuh.
3.2 Penyelesaian garis
leher.
3.3 Pemasangan krah.
3.4 Membuat belahan.
Modul [Link].14.a 5
3.5 Pemasangan lengan.
3.6 Pemasangan ban
pinggang pada rok.
3.7 Pembuatan saku.
3.8 Menjahit kelim.
Modul [Link].14.a 6
B. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan Belajar 1:
Macam-Macam kampuh.
b. Uraian materi.
1. Kampuh Terbuka.
Modul [Link].14.a 7
b)Dijahit mesin.
c) Diobras.
d)Dijahit zig-zag.
e) Dibisban.
f) Dibalut renggang serong.
g)Difeston renggang.
Gambar 2.1
Langkah kerja pembuatan kampuh terbuka dan penyelesaian tepinya
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 8
7. Setelah kampuh disatukan lalu
dibuka dengan jalan diseterika.
6 8.
Lebar kampuh terbuka setelah selesai harus sama dan rata yaitu 1,5 Cm sampai
2 [Link] tiras kampuh tergantung dari asal dan tebal tipisnya bahan
serta [Link]-macam penyelesaian tiras kampuh terbuka yaitu:
Gambar 2.2
No Gambar Keterangan
b) Hasil akhir.
Modul [Link].14.a 9
2 Tiras dijahit kemudian digunting lurus atau
digunting [Link] ini berlaku untuk
bahan yang tidak begitu bertiras seprti, katun,
wool, sintetis. Cara penyelesaian nya seperti
berikut:
a) Tiras dilipat 2 – 3 mm dan ditindis dengan
mesin.
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 10
4 Tiras dijahit zig-zag,kegunaannya sama seperti di
atas.
langkah 2
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 11
Langkah 3 b) Untuk menyambungnya,kumai serong disetik
menurut arah benang lungsin dengan benang
kampuh terbuka dan [Link]
kumai serong pada bahan bergaris atau
berkotak harus sedemikian rupa,sehingga
corak bahan bergaris atau berkotak itu
berterusan.
d)
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 12
7 Tiras [Link] jangan terlalu
[Link] ini memerlukan waktu yang
lama,tapi tahan [Link] bahan yang mudah
bertiras dari sutera,wool, kapas, sintetis.
Kampuh terbuka banyak dipakai untuk penyelesaian pakaian luar,misalnya gaun wanita
dewasa dan mantel,blus dan [Link] kampuh terbuka setelah selesai harus sama dan
rata yaitu 1 Cm sampai 2 Cm
2. Kampuh Balik
Kampuh balik banyak digunakan penyelesaian pakaian luar dari bahan sutera dan
bahan katun yang [Link] digunakan untuk penyelesaian pakaian dalam wanita
dan pakaian anak-anak,karena kuat dan [Link] kampuh yang diperlukan
1 Cm,selesai jadi 0,5 Cm atau lebih kecil [Link] cara membuat kampuh balik
seperti berikut:
Gambar 2.3
No Gambar Keterangan
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 13
3 Tiras kampuh digunting,sisakan 3 mm dari
jahitan pertama tadi.
3. Kampuh Pipih.
Modul [Link].14.a 14
Kampuh pipih banyak dipergunakan untuk menyelesaikan pakaian
pria,pakaian bayi dan menyambung-nyambung barang [Link]
kampuh yang diperlukan paling sedikit 1 Cm dan selesai jadi ½
[Link] cara membuat kampuh pipih:
Gambar 2.4
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 15
Langkah kerja:
a) Satukan 2 tepi bahan yang tidak sama lebarnya.
b) Lipat tambahan kampuh yang lebih besar satukan dengan sisi
lainnya,kemudian jahit dengan lebar kampuh jadi sekitar 3/4 Cm.
Langkah kerja:
a) Tambahan jahitan dijahit seperti kampuh terbuka dahulu.
b) Kedua tepi kampuh sama-sama dilipat ke dalam 0,5 Cm.
c) Diselesaikan dengan tusuk balut.
6. Kampuh Sarung.
Modul [Link].14.a 16
No Gambar Keterangan
c. Rangkuman.
Modul [Link].14.a 17
Kampuh adalah jahitan untuk menghubungkan dua bagian busana yang
lebarnya tergantung dari [Link]-macam kampuh yaitu : kampuh
Terbuka,Kampuh Balik,Kampuh Pipih,Kampuh Perancis,Kampuh Kostum dan
Kampuh [Link] kampuh-kampuh tersebut disesuaikan dengan jenis
bahan dan desain suatu busana.
Catatan :
d. Tes Formatif.
Modul [Link].14.a 18
1. Apakah yang dimaksud dengan kampuh ?
1. …………………………………………………
2. …………………………………………………
3. …………………………………………………
4. …………………………………………………
1. …………………………………………………
2.
…………………………………………………
3. …………………………………………………
4. …………………………………………………
1. Terbuka ………………… Cm
2. Balik ………………… Cm
3. Pipih ………………… Cm
4. Perancis ………………… Cm
5. Kostum ………………… Cm
6. Sarung ………………… Cm
Modul [Link].14.a 19
e. Lembar Kerja.
Buatlah uji coba macam-macam kampuh sesuai dengan langkah kerja yang
diuraikan di atas pada kain blaco/katun.
Modul [Link].14.a 20
f. Kunci Jawaban Tes Formatif.
1. Kampuh adalah:
Jahitan untuk menghubungkan dua bagian busana yang lebarnya
tergantung dari tempatnya.
Modul [Link].14.a 21
g. Instrumen Penilaian.
INSTRUMEN PENILAIAN 1
UJI COBA MACAM-MACAM KAMPUH
YA TDK
Kompetensi tercapai
Modul [Link].14.a 22
Kegiatan Belajar 2:
Penyelesaian Garis Leher,Garis Lengan Penguat Ujung Jahitan dan
Guntingan Dalam.
b. Uraian Materi.
Selain itu akan dijelaskan juga tentang penguat ujung jahitan,dengan tujuan agar
tidak mudah lepas setikan [Link] cara membuat guntingan dalam untuk
kampuh-kampuh yang terbentuk cekung dan cembung.
Depun adalah lapisan yang kelihatan dari bagian [Link] untuk depun
dapat meggunakan lapisan menurut bentuk leher atau kain [Link]
menjahitnya sebagai berikut
Gambar 2.8
Lebar depan 3 cm
Modul [Link].14.a 23
b)
c)
Melekatkan bagian baik lapisan
bertemu dengan bagian baik
badan,kemudian dijahit.
Modul [Link].14.a 24
Modul [Link].14.a 25
2. Penyelesaian Garis Lengan Dengan Serip.
Serip adalah penyelesaian garis lengan yang hasilnya tampak pada bagian baik
[Link] yang digunakan dapat dari pelapis menurut bentuk atau dari
bahan [Link]-langkah menjahitnya sama dengan membuat depun
hanya bedanya pada waktu memasang facingnya,yaitu sebagai berikut:
No Gambar Keterangan
1
Lebar serip 3 cm
1. Menyiapkan lapisan kain serong.
2. Gunting kain serong tersebut
menurut bentuk kerung lengan
selebar 5 cm.
Modul [Link].14.a 26
4
Kampuh ditipiskan kurang lebih sebesar
0,5 cm.
Buat guntingan dalam pada bagian
yang melengkung kemudian lapisan
dibalik dengan baik.
5
Dijahit/disetik dengan lebar setikan 1
mm.
3. Rompoka/Bisban.
Rompoka dalah penyelesaian leher yang diselesaikan dengan lajur
serong,dengan cara sebagai berikut:
Modul [Link].14.a 27
4. Penguat Ujung Jahitan.
Pada ujung jahitan harus diberi penguat agar tidak lepas atau terbuka
[Link] memberi penguat ujung jahitan dapat dengan bermacam-macam
cara:
Modul [Link].14.a 28
5. Gunting Dalam.
Modul [Link].14.a 29
c. Rangkuman.
Garis leher pada busana ada bermacam-macam berbentuk bulat dan sudut.
Penyelesaian garis leher tanpa menggunakan kerah dapat dibuat dengan
depun,yaitu lapisan yang dibuat sesuai bentuk garis leher dan diselesaikan
dengan cara disoom dari bagian buruk [Link] garis lengan tanpa lengan
dapat dipakai penyelesaian serip yaitu membuat lapisan sesuai garis lengan dan
arahnya ke bagian baik bahan yang dipakai tidak harus dari bahan yang
sama,karena serip dapat berfungsi juga sebagai hiasan.
Sedangkan untuk penyelesaian menggunakan rompok,dibuat dari kain serong
atau [Link] membuat hasil jahitan kuat dan rapih,perlu juga teknik penguat
pada ujung jahitan dan guntingan dalam pada bentuk kampuh yang cekung dan
cembung.
Catatan :
Modul [Link].14.a 30
d. Tes Formatif.
4. Apakah fungsi facing pada penyelesaian garis leher dan garis lengan?
e. Lembar Kerja.
Buatlah uji coba penyelesaian bentuk garis leher tanpa kerah dengan depun dan
[Link] bentuk garis lengan dengan serip sesuai langkah-langah kerja pada
modul ini.
Modul [Link].14.a 31
f. Kunci Jawaban Tes Formatif.
4. Fungsi fliselin pada pembuatan garis leher dan lengan: agar bentuk lapisan
tidak berubah dan mempunyai kedudukan yang baik/berbodi.
5. Tujuan membuat teknik penguat pada ujung jahitan agar tidak lepas atau
terbuka lagi ketika dipakai.
Modul [Link].14.a 32
g. Instrumen Penilaian.
INSTRUMEN PENILAIAN 2
UJI COBA DEPUN,SERIP DAN ROMPOK
PADA GARIS LEHER DAN GARIS LENGAN
YA TIDAK
A Apakah uji coba pada kegiatan 2 lengkap
- Depun = 3 – 2,5 cm
- Serip = 3 – 2,5 cm
- Serip
- Rompok
Kompetensi tercapai
Modul [Link].14.a 33
Kegiatan Belajar 3: Pemasangan kerah.
b. Materi.
Garis leher pada pakaian dapat diselesaikan tanpa kerah atau dengan kerah,yang
terpenting dalam menyelesaikan bentuk leher ialah sebelum diselesaikan
sekeliling leher diberi jahitan penguat dengan setik mesin yang jarang,agar
menjaga bentuk leher tidak berubah dan tetap pada [Link] ukuran
bertambah besar,perbaiki sesuai dengan ukuran pola.
No Gambar Keterangan
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 34
2
Pasanglah interfacing pada kerah lalu
dijelujur dan dijahit kerahnya.
3
Gunting interfacing sampai pada batas
pola dan kampuh kerah kurang lebih
0,5 cm lalu seterika kampuh kerah dan
dibuka.
4
Kerah dibalik dan dijelujur.
6
Gunting dan beri gunting dalam
Modul [Link].14.a 35
7
Balik facing lalu dijelujur dari bagian
buruk dan diselesaikan dengan tusuk
flanel.
Modul [Link].14.a 36
2. Penyelesaian Kerah Setengah Tegak Tanpa
Pelapis.
Gambar 2.15: Cara menjahit kerah setengah rebah tanpa pelapis sebagai
berikut:
No Gambar Keterangan
3
Potong interfacing sampai pada tepi garis
pola dan lebihkan 2 mm lalu disetrika.
4 Kerah dibalik.
Modul [Link].14.a 37
No Gambar Keterangan
7
Rapihkan kampuh dan beri gunting dalam
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 38
No Gambar Keterangan
6 Kerah dibalik
Modul [Link].14.a 39
4) Memasang Kerah Tegak.
Cara menjahitnya sama dengan cara menjahit kerah setengah tegak tanpa pelapis menurut bentuk.
No Gambar Keterangan
7 Kampuh dirapikan.
Modul [Link].14.a 40
Gambar 2.18 Langkah kerja memasang kerah setali
a. Sediakan badan depan menjadi satu dengan kerah dan badan
belakang,lapisan depan dan kerah yang menytu.
Modul [Link].14.a 41
f. Jelujur dari ujung blus sampai ujung blus yang lain.
g. Jahit kerah sampai ujung blus bagian runcing diberi benang.
c. Rangkuman.
Sebelum dipasangkan kerah garis leher harus dijahit penguat dengan setelan
mesin renggang agar menjaga bentuk dan [Link] itu setelah kerah
maka penyelesaian dalam harus diberi guntingan dalam dan kampuh ditipiskan
agar ketika dipres tidak terjadi ketebalan jahitan.
d. Tes Formatif.
Modul [Link].14.a 42
e. Lembar Kerja.
Buatlah uji coba pemasangan kerah:
1. Rebah.
2. Setengan tegak tanpa lapisan.
3. Setengah tegak dengan lapisan.
4. Tegak.
5. Setali.
f. Kunci Jawaban.
2. Kerah dipasangkan: pola kerah terpisah dengan pola bagian badan sehingga
mempunyai garis kerung leher.
Kerah setali: kerah yang memiliki garis sambungan kerah ditengah belakang
dan bentuk pola kerah tidak terpisah.
4. Fungsi viselin pada pemasangan kerah yaitu agar bentuk kerah tetap dan
simetris.
Modul [Link].14.a 43
g. Instrumen Penilaian.
INSTRUMEN PENILAIAN
UJI COBA PEMASANGAN KERAH REBAH,SETENGAH TEGAK, SETENGAH
TEGAK DENGAN PELAPIS,KERAH
YA TDK
- Kerah rebah.
- Kerah setengah tegak tanpa pelapis.
- Kerah setengan tegak dengan pelapis.
- Kerah tegak.
- Kerah setali.
- Kerah rebah.
- Kerah setengah tegak tanpa pelapis.
- Kerah setengan tegak dengan pelapis.
- Kerah tegak.
- Kerah setali.
Kompetensi tercapai
Modul [Link].14.a 44
Kegiatan Belajar 4: Membuat Belahan
b. Uraian Materi.
Belahan adalah suatu penutup atau guntingan pada pakaian yang dibuat untuk
memudahkan mengenakan dan menanggalkan.
Belahan itu dapat dibuat dari bahan kain yang sama atau bahan kain lain sebagai
hiasan dan penutup.
Macam belahan banyak, tergantung dari penyelesaiannya, dengan masing-masing
namanya.
Dalam modul ini diterangkan belahan-belahan yang umum dipakai dalam jahit
menjahit.
Modul [Link].14.a 45
1) Belahan Tutup Tarik/Zipper/Ritssluiting
No Gambar Keterangan
3
d. Setiklah dengan menggunakan
sepatu tutup tarik dengan setikan
sama lebarnya.
Modul [Link].14.a 46
b) Pembuatan belahan tutup tarik tidak sama lebar.
Gambar 2.20
Cara pembuatan setikan tidak sama lebar adalah sebagai berikut:
c. Jelujur bagian kiri gigi tutup tarik tidak sama lebarnya dengan bagian kanan
Modul [Link].14.a 47
d. Pasang tutp tarik di bawah lipatan dengan bantuan jarum prntul.
Modul [Link].14.a 48
c) Belahan tutup tarik Jepang/tidak terlihat
Gambar 2.21
Cara pemasangan zipper Jepang ( tak terlihat )
Modul [Link].14.a 49
Modul [Link].14.a 50
Modul [Link].14.a 51
2. Belahan Kumai Serong (dengan passepoille).
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 52
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 53
3. Belahan Manset 1 lajur.
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 54
4. Belahan 2 Lajur Pada Blus.
Modul [Link].14.a 55
No Gambar Keterangan
Ratakan kedua lapisan dengan guntingan
5 sudut.
6 Mengobras lapisan.
Modul [Link].14.a 56
c. Rangkuman.
Belahan pada pakaian sangat diperlukan karena memudahkan kita dalam
membuka dan memakai pakaian,selain itu dapat pula berfungsi sebagai
[Link] yang umum dipakai sebagai hiasan busana hiasan adalah :
belahan tutup tarik,belahan passepoille,belahan manset 1 lajur dan belahan
lapisan 2 lajur.
Catatan :
d. Tes Formatif.
e. Lembar Kerja.
Buatlah uji coba macam-macam belahan sesuai prosedur yang telah diajarkan :
2. Belahan passepoille.
3. Belahan 1 lajur.
Modul [Link].14.a 57
4. Belahan 2 lajur pada tengah muka blus.
Modul [Link].14.a 58
g. Insterumen penilaian.
INSTRUMEN PENILAIAN
UJI COBA MEMBUAT BELAHAN TUTUP TARIK,PASSEPOILLE,
MANSET 1 LAJUR DAN BELAHAN 2 LAJUR
YA TDK
Kompetensi tercapai
Modul [Link].14.a 59
Kegiatan belajar 5: Pemasangan Lengan
b. Uraian Materi.
Modul [Link].14.a 60
1) Pemasangan lengan licinn.
Gambar 2.25 Cara memasang lenganlicin:
(1)
Stik besar 0,5 cm dari atas garis pola dan 0,5 cm di bawah garis pola
disetik kasar.
( 2)
(3)
Modul [Link].14.a 61
(4)
(5)
(6)
Modul [Link].14.a 62
2) Pemasangan lengan setali
1.
a. Sediakan pola badan depan dan pola badan belakang yang sudah
menyatu dengan lengannya.
b. Jelujur lengan dan jahit.
2.
Modul [Link].14.a 63
3) Pemasangan lengan raglan
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 64
c. Rangkuman.
Catatan :
d. Tes Formatif.
Modul [Link].14.a 65
e. Lembar Kerja.
1. Lengan adalah salah satub bagian busana yang menutupi garis kerung lengan
sampai dengan panjang lengan disesuaikan dengan modelnya.
a. Diobras.
b. Dijahit zig-zag.
c. Denmgan tusuk balit jarang.
d. Kampuh kostum.
e. Bisban.
Modul [Link].14.a 66
g. Instrumen Penilaian.
INSTRUMEN PENILAIAN
PEMASANGAN LENGAN LICIN,LENGAN SETALI DAN RAGLAN
YA TDK
Kompetensi tercapai
Modul [Link].14.a 67
Kegiatan Belajar 6: Pemasangan Ban Pinggang Rok.
b. Uraian Materi.
Ban pinggang adalah salah satu komponen busana yang terdapat dalam rok atau
celana [Link] ban pinggang adalah: Ban pinggang pas,menjepit garis
pinggang suatu pakaian,sehingga rapih dan enak [Link] menentukan
panjang ban pinggang,yaitu panjang lingkar pinggang + 3 – 4 cm untuk tempat
kancing kait dan ditambah 2 x 1,5 cm untuk kampuh [Link] lebar ban
pinggang sesuai dengan model yangdiinginkan,pada umumnya lebar ban
pinggang antara 3 – 4 cm.
Pada kegiatan belajar 6 ini dijelaskan cara pemasangan ban pinggang dengan
kain pengeras pada rok suai.
Modul [Link].14.a 68
No Gambar Keterangan
Gambar 2.28. Langkah kerja penyelesaian ban pinggang dengan kain keras
c. Rangkuman.
Ban pinggang adalah salah satu komponen busana yang menjepit garis pinggang
suatu pakaian sehingga terlihat rapih dan enak dipakai. Pemasangan ban
Modul [Link].14.a 69
pinggang ada 2 macam menurut bentuk dan menggunakan kain [Link]
ban pinggang umumnya adalah selesai antara 3 – 4 cm.
Catatan :
d. Tes Formatif.
e. Lembar Kerja.
Modul [Link].14.a 70
1. Fungsi ban pinggang adalah menjepit garis pinggang pada suatu pakaian
sehingga rapih dan enak dipakai.
g. Instrumen Penilaian.
Modul [Link].14.a 71
UJI COBA PEMASANGAN BAN PINGGANG PADA ROK KERUT
YA TDK
Kompetensi tercapai
Modul [Link].14.a 72
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.
b. Uraian Materi.
1. Saku tempel : saku yang dijahit langsung pada bahan utama dan
kantong saku terlihat utuh dari bagian baik.
2. Saku dalam : Saku yang penyelesaiannya lebih rumit dari saku
[Link] saku tidak terlihat dari bagian baik
Contoh : a) saku dalam sisi rok atau celana.
b) saku passepolle.
c) Saku klep,saku vest,dll.
Pada modul ini diterangkan tentang langkah kerja pembuatan saku tempel dan
saku sisi dalam rok.
1. PemasanganSaku tempel
No Gambar Keterangan
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 73
3 Kampuh saku dilipat ke bagian buruk.
4 Kampuh dijelujur.
5 Kampuh dirapihkan.
6 Digunting rata.
8 Hasil jadi.
Modul [Link].14.a 74
2. Saku dalam sisi lurus
Modul [Link].14.a 75
Modul [Link].14.a 76
c. Rangkuman.
Saku pada suatu desain busana memiliki fungsi ganda,selain sebagai hiasan
berfungsi pula untuk menyimpan [Link] saku ada 2 macam,saku tempel
dan saku [Link] saku dalam lebih rumit karena memerlukan ketepatan
dan ketelitian ukuran.
Catatan :
d. Tes Formatif.
e. Lembar Kerja
Buatlah uji coba pembuatan saku tempel dan saku dalam isi.
Modul [Link].14.a 77
f. Kunci Jawaban Tes Formatif.
1. Saku ialah merupakan salah satu komponen busana yang mempunyai fungsi
ganda,selain sebagai model juga dapat dipakai untuk menyimpan sesuatu.
2. Saku tempel : saku yang dijahit langsung pada bahan utama dan
kantong saku terlihat utuh dari bagian baik.
Saku dalam : Saku yang penyelesaiannya lebih rumit dari saku
[Link] saku tidak terlihat dari bagian baik
Contoh : saku dalam passepoille,saku klip.
Modul [Link].14.a 78
g. Instrumen Penilaian.
YA TDK
Kompetensi tercapai
Modul [Link].14.a 79
Kegiatan Belajar 8:
b. Uraian Materi.
Menjahit kelim.
Kelim adalah penyelesaian tiras agar tepi-tepi jahitan mempunyai bentuk yang
[Link] kelim bermacam-macam tergantung dari penempatannya. Dalam
pembuatan pakaian,kelim bawah dikerjakan paling [Link] mengukur
panjang rok,sebaiknya gaun atau rok digantung dulu paling sedikit 24
jam,terutama untuk bahan yang diperkirakan mulur dan rok lingkaran. Dengan
menggantung itu,berat bahan pada bagian yang digunting serong akan meregang
ke posisi normal dan mencegah tepi bawah rok bergelombang dan tidak sama
panjang lagi setelah dipakai beberapa lama atau setelah dicuci.
Mengukur panjang rok dilakukan pada waktu mengepas,sebaiknya dikerjakan oleh
orang [Link] panjang rok tersebut dapat dikerjakan dengan bantuan
jarum pentul,kapur jahit dan mistar yang diletakkan tegak lurus dengan lantai
bawah [Link] perlahan-lahan mistar tersebut mengelilingi rok sambil
menyemat dengan jarak lebih kurang 7 cm.
Setelah batas kelim selesai ditandai,pakaian dibuka hati-hati agar jarum pentul
tidak [Link] kelim dilipat ke dalam/ bagian buruk [Link] langkah kerja
berikut ini:
Modul [Link].14.a 80
Gambar 2.32 Langkah kerja menjahit kelim rok dengan mesin
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 81
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 82
Rumah kancing sengkelit
Lubang kancing sengkelit yaitu lubang kancing yang terbuat dari bahan
serong kemudian dijahit.
No Gambar Keterangan
Modul [Link].14.a 83
No Gambar Keterangan
c. Rangkuman.
Catatan:
Modul [Link].14.a 84
d. Tes Formatif.
e. Lembar Kerja.
Buatlah uji coba penyelesaian kelim pada bahan katun dan dan bahan tipis
dan rumah kancing sengkelit.
Modul [Link].14.a 85
4. Langkah kerja pembuatan rumah kancing sengkelit:
a. Buat kain serong dengan ukuran selebar 4 – 5 cm,lipat dua kali,dan dijahit
pada bagian buruk.
b. Pada ujung satu diikatkan benang,sebagai penarik untuk membalik kain
serong tersebut.
c. Potong sengkelit sepanjang diameter kancing lengkungan dan pasang pada
tempat kancing.
Modul [Link].14.a 86
g. Instrumen Penilaian.
YA TDK
Kompetensi tercapai
Modul [Link].14.a 87
BAB III
EVALUASI
A. TES TERTULIS
Modul [Link].14.a 88
B. TES PRAKTI
1. Pengetahuan Dasar
2. Pengujian Praktik.
Pengujian:
Buatlah sebuah rok dengan saku sisi dalam lurus dari potongan bahan yang
sesuai dengan sketsa dan lembar spesifikasi yang telah disediakan.
Modul [Link].14.a 89
3. Lembar spesifikasi pengujian praktek.
Deskripsi desain : Rok dengan 2 saku dalam sisi lurus,tutup tarik,belahan, ban
pinggang.
depan
Kupnat 11,7 cm
Lebar kelim 3 cm
disoom
Modul [Link].14.a 90
Tampak belakang
Kupnat 10 cm
Panjang risleting 17 cm
lebar jahitan 1 cm
Panjang belahan 37 cm
Lebar kelim 3 cm
disoom
Modul [Link].14.a 91
C. KUNCI JAWABAN TES TERTULIS.
1. a. Kampuh ialah:
jahitan yang menghubungkan 2 bagian pakaian yang lebarnya
tergantung dari tempatnya.
b. Depun ialah:
Lapisan menurut bentuk yang kelihatan dari bagian buruk kain.
c. Serip ialah:
penyelesaian lapisan menurut bentuk yang hasilnya terlihat dari bagian
baik [Link] dibuat dari bahan yang berbeda dengan bahan utamanya.
d. Belahan ialah:
suatu penutup atau guntingan pada pakaian yang dibuat untuk
memudahakan mengenakan dan menanggalkan pakaian.
2. 6 macam kampuh:
a. Kampuh terbuka.
b. Kampuh balik.
c. Kampuh pipih.
d. Kampuh perancis.
e. Kampuh sarung.
f. Kampuh kostuum.
3. Lengan setali ialah: pola lengan bersatu dengan bagian badan sehingga tidak
memiliki sambungan pada kerung lengan.
Lengan yang dipasangkan ialah:
Pola lengan terpisah dengan bagian badan dan memiliki jahitan/garis kerung
lengan.
5. Saku tempel ialah: Saku yang dijahit langsung pada bahan utama dan
kantong saku terlihat utuh dari bagian baik.
Saku dalam ialah: Saku yang penyelesaiannya lebih rumit dari saku
[Link] saku tidak terlihat dari bagian baik.
Contoh: Saku dalam klep,passepoille.
Modul [Link].14.a 92
4. PEDOMAN PENILAIAN TES PRAKTEK
YA TDK
Persiapan:
Zipper :
Modul [Link].14.a 93
ban pinggang, maksimum 5 mm dari ban pinggang ?
Modul [Link].14.a 94
Penyelesaian
Kompetensi tercapai
Modul [Link].14.a 95
BAB IV
PENUTUP
Modul [Link].14.a 96
DAFTAR PUSTAKA
Modul [Link].14.a 97
Modul [Link].14.a 98