0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan98 halaman

Teknik Menjahit Kampuh dan Kerah

Modul ini membahas tentang teknologi menjahit bagian-bagian busana. Materi yang dibahas antara lain macam-macam kampuh, penyelesaian garis leher, pemasangan kerah, membuat belahan, pemasangan lengan, pemasangan ban pinggang pada rok, pembuatan saku dan penyelesaian kelim. Peserta didik diharapkan mampu memilih dan menerapkan teknik menjahit yang sesuai untuk menyelesaikan bagian-bagian busana.

Diunggah oleh

Septilia Mezona R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan98 halaman

Teknik Menjahit Kampuh dan Kerah

Modul ini membahas tentang teknologi menjahit bagian-bagian busana. Materi yang dibahas antara lain macam-macam kampuh, penyelesaian garis leher, pemasangan kerah, membuat belahan, pemasangan lengan, pemasangan ban pinggang pada rok, pembuatan saku dan penyelesaian kelim. Peserta didik diharapkan mampu memilih dan menerapkan teknik menjahit yang sesuai untuk menyelesaikan bagian-bagian busana.

Diunggah oleh

Septilia Mezona R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI

Modul TEKNOLOGI MENJAHIT merupakan salah satu modul dasar utama


dalam mempelajari mata diklat MENJAHIT DENGAN MESIN pada sub kompetensi
4 yaitu Menjahit bagian-bagian [Link] diajarkannya modul ini,agar
peserta diklat memiliki sikap,pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan
busana dengan memilih dan menerapkan prosedur teknologi menjahit bagian-
bagian busana sesuai jenis bahan,model serta kesempatan. Agar tujuan
pemelajaran ini tercapai,ada beberapa materi yang harus dikuasai oleh peserta
diklat melalui modul ini,antara lain adalah; macam-macam kampuh,penyelesaian
garisleher,pemasangan kerah,membuat belahan,pemasangan lengan,pemasangan
ban pinggang pada rok,pembuatan saku dan penyelesaian kelim.

B. PRASYARAT

Untuk mempelajari modul ini prasyarat yang harus dimiliki oleh peserta diklat
adalah telah selesai mempelajari dan menguasai modul : Mengukur tubuh, Pola
busana teknik konstruksi, Pengerjaan dalam lingkungan sosial, Pengepressan dan
mengoperasikan mesin jahit.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Petunjuk Peserta diklat.

a. Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh dalam mempelajari modul ini


adalah sebagai berikut:
1) Baca secara seksama sehingga benar-benar paham dan mengerti isi
modul,kemudian beri tanda atau catatan dengan kata/kalimat yang belum
dimengerti atau dipahami.
2) Jika ada yang kurang jelas atau mengalami kesulitan dalam mempelajari
isi modul,silahkan menghubungi Fasilitator anda.
3) Lakukan kegiatan praktek secara sistimatis menurut langkah-langkah
belajar yang ditulis dalam modul ini.
4) Agar benar-benar terampil dalam melakukan pekerjaan teknologi
menjahit ini,anda perlu melakukan latihan secara berulang-ulang dengan
membuat uji coba menjahit bagian-bagian busana.

Modul [Link].14.a 1
b. Perlengkapan yang perlu disiapkan.
1) Bahan-bahan :
a) kain blacu/katun.
b) Vliselin berperekat.
c) Benang jahit.
d) Zipp / tutup tarik
2) Peralatan praktek:
a) Mesin jahit dan perlengkapannya.
b) Gunting kain dan gun6ting benang.
c) Pita ukur.
d) Pendedel.
e) Rader,karbon jahit,kapur jahit.
f) Jarum pentul.
g) Seterika dan papan lengan.
h) Gunting zig-zag.
i) Jarum tangan.

2. Peran Fasilitator.
a. Menginformasikan langkah-langkah belajar yang harus dilakukan peserta
didik untuk terampil dalam menjahit bagian-bagian busana.
b. Menjelaskan kepada peserta diklat bagian-bagian dari modul yang belum
dapat dipahami oleh peserta diklat.
c. Mendemonstrasikan langkah-langkah yang dipersyaratkan dalam kegiatan
belajar.
d. Membimbing peserta diklat untuk melaksanakan praktek menjahit.
e. Melakukan evaluasi secara komprehensif melalui proses dan produk belajar
yang dicapai peserta didik meliputi: koqnitif, affectif, psikomotorik.

D. TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik mampu:


1. Memahami bagian-bagian busana.
2. Memahami prosedur teknologi menjahit bagian-bagian busana.
3. Terampil dalam memilih teknologi menjahit yang digunakan sesuai dengan
jenis bahan dan desain busana.
Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 50 jam.a 45
menit

E. KOMPETENSI.
Kode : [Link].14.A
1. Kompetensi:
a. Menyiapkan tempat kerja dan alat kerja.

Modul [Link].14.a 2
b. Menyiapkan mesin jahit.
c. Mengoperasikan mesin jahit.
d. Menjahit bagian-bagian busana.

2. Kriteria untuk Kerja:


a. Bagian-bagian busana diperiksa kelengkapannya
sesuai dengan desain.
b. Bagian-bagian busana dijahit sesuai prosedur.
c. Busana diselesaikan sesuai dengan teknik menjahit
yang tepat.
d. Sikap kerja disesuaikan dengan kesehatan dan
keselamatan kerja.

3. Ruang lingkup kompetensi:


a. Kelengkapan bagian-bagian busana.
b. Langkah menjahit bagian busana.
c. Teknologi menjahit.
d. Sikap kerja.

Modul [Link].14.a 3
F. CEK KEMAMPUAN.

NO ASPEK YANG DINILAI BELUM SUDAH


1 Pengetahuan
1.1 Memahami bagian-bagian busana.
1.2 Memahami prosedur menjahit bagian-bagian
busana.
1.3 Memahami teknologi menjahit busana.
1.4 Memahami kesehatan dan keselamatan kerja
dalam menjahit.

2 Sikap
2.1 Teliti dalam memeriksa kelengkapan bagian-
bagian busana.
2.2 Mengikuti prosedur dan teknologi menjahit dalam
menjahit bagian-bagian busana.
2.3 Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan
kerja dalam menjahit busana.

3 Keterampilan.
3.1 Memeriksa kelengkapan bagian-bagian busana.
3.2 Menjahit bagian-bagian busana sesuai prosedur.
3.3 Menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan
kerja dalam menjahit.
3.4 Menyelesaikan busana sesuai dengan teknologi
menjahit busana.
3.4.1 Macam-macam kampuh.
3.4.2 Penyelesaian garis leher.
3.4.3 Pemasangan kerah.
3.4.4 Membuat belahan.
3.4.5 Pemasangan lengan.
3.4.6 Pemasangan ban pinggang pada rok.
3.4.7 Pembuatan saku.
3.4.8 Menjahit kelim.

CATATAN FASILITATOR:

Modul [Link].14.a 4
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
KESIMPULAN:
…………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………….

BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT
Kompetensi : Menjahit dengan Mesin ( sewing ).
Sub kompetensi : Menjahit Bagian-Bagian Busana.
Alokasi Waktu : 50 Jam. a 45 menit

Jenis Hari/ Tempat Alasan Tanda


Kegiatan Tanggal Waktu Belajar perubahan Tangan

[Link],memeriksa Ruang
dan menganalisa bagian- 2 praktek
bagian busana.

[Link],mengikuti Ruang
dan menerapkan praktek
2
prosedur kesehatan dan
keselamatan kerja.

46
[Link] bagian- Ruang
bagian busana sesuai praktek
dengan teknologi
menjahit :

3.1 Macam-macam
kampuh.
3.2 Penyelesaian garis
leher.
3.3 Pemasangan krah.
3.4 Membuat belahan.

Modul [Link].14.a 5
3.5 Pemasangan lengan.
3.6 Pemasangan ban
pinggang pada rok.
3.7 Pembuatan saku.
3.8 Menjahit kelim.

Penjel;asan Rencana Belajar:


Sebelum Anda mulai belajar tentang teknologi menjahit,ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan yaitu:
1. Memahami dan dapat menganalisa desain busana mulai dari garis leher
sampai dengan kelim pakaian [Link] lebih jelasnya lihat pada modul
tentang dasar-dasar menggambar busana.
2. Memahami,mengikuti dan menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan
kerja seperti:
a. Pakailah celemek/busana kerja sebelum mulai praktek.
b. Siapkan alat dan bahan di meja kerja.
c. Atur posisi duduk agar tidak terlalu dekat dengan mesin dan tidak
membungkuk.
d. Bekerjalah dengan penerangan yang cukup.
e. Jagalah kebersihan dan kerapihan tempat kerja.
f. Untuk mengepres hasil jahitan gunakan selalu alas dari kain katun polos
dengan panas seterika yang cukup.
Penjelasan secara rinci dapat dilihat pada modul mengikuti prosedur K3
dibidang busana.

Modul [Link].14.a 6
B. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan Belajar 1:
Macam-Macam kampuh.

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.


Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini,diharapkan peserta didik memiliki
pengetahuan dan keterampilan serta dapat memilih dan menerapakan kampuh
yang sesuai dengan desain busana dan jenis bahan.

b. Uraian materi.

Kegiatan berikut ini adalah tentang pembuatan macam-macam kampuh


Kampuh adalah jahitan untuk menghubungkan dua bagian pakaian yang
lebarnya tergantung dari tempatnya. Misalnya,menghubungkan badan depan
dengan badan belakang,rok bagian depan dan bagian belakang [Link]
bagian yang dihubungkan itu setelah dipentul/dijelujur harus disetik dengan
mesin [Link] macam-macam kampuh adalah:
1. Kampuh terbuka.
2. Kampuh balik.
3. Kampuh pipih.
4. Kampuh perancis.
5. Kampuh kostum.
6. Kampuh sarung.

1. Kampuh Terbuka.

Kampuh terbuka mudah dikecilkan dan dibesarkan. Kampuh terbuka


digunakan untuk menyelesaikan pakaian agar tampak rapih pada bagian baik
tidak terlihat [Link] kampuh untuk jahitan kampuh terbuka
paling sedikit 2 Cm dan selesai jadi 1,5 Cm atau [Link] dipakai untuk
menjahit pakaian luar misalnya gaun,rok,blus,slack dan [Link]-bagian
yang diselesaikan dengan kampuh terbuka ialah: garis bahu,garis badan
sisi,rok,tengah muka,tengah belakang dan sisi lengan.
Sedangkan untuk penyelesaian tiras tepi kampuh terbuka ada beberapa
macam yaitu:
a) Digunting zig-zag.

Modul [Link].14.a 7
b)Dijahit mesin.
c) Diobras.
d)Dijahit zig-zag.
e) Dibisban.
f) Dibalut renggang serong.
g)Difeston renggang.
Gambar 2.1
Langkah kerja pembuatan kampuh terbuka dan penyelesaian tepinya

No Gambar Keterangan

1) Kedua ujung kampuh disemat dengan


1 jarum pentul bagian baik kain saling
berhadapan.

2) Kampuh bagian tengah disemat jarum pentul


2 dengan teratur.

3) Beri tanda dengan kapur jahit dan pita


3 ukur,lebar kampuh untuk jahitan paling sedikit
2 Cm.

4) Jelujur kampuh dengan jarak yang rata.


4

5) Dijahit dengan mesin disebelah jelujur.


Hindari menjahit tepat pada benang
5 jelujur,karena akan sulit mencabut benang
jelujur tersebut.

Modul [Link].14.a 8
7. Setelah kampuh disatukan lalu
dibuka dengan jalan diseterika.
6 8.

Lebar kampuh terbuka setelah selesai harus sama dan rata yaitu 1,5 Cm sampai
2 [Link] tiras kampuh tergantung dari asal dan tebal tipisnya bahan
serta [Link]-macam penyelesaian tiras kampuh terbuka yaitu:

Gambar 2.2

No Gambar Keterangan

1 Tiras digunting zig-zg : untuk bahan yang tidak


bertiras misalnya bahan-bahan stretch.

a) Tepi kampuh digunting zig-zag.

b) Hasil akhir.

Modul [Link].14.a 9
2 Tiras dijahit kemudian digunting lurus atau
digunting [Link] ini berlaku untuk
bahan yang tidak begitu bertiras seprti, katun,
wool, sintetis. Cara penyelesaian nya seperti
berikut:
a) Tiras dilipat 2 – 3 mm dan ditindis dengan
mesin.

b) Rapikan tepi kampuh yang ditindis lalu


digunting.

c) Hasil Akhir dengan guntingan lurus.

No Gambar Keterangan

d) Hasil akhir dengan guntingan zig-zag.

3 Tiras diselesaikan dengan mesin [Link]


penyelesaian yang kini banyak dipilih karena
mudah,murah dan [Link] idak berlaku untuk
jenis pakaian bermutu [Link] bahan yang
tipis dan tebal ( tidak tembus pandang ) contoh :
katun, linen,silk, poliester, wool dan sejenisnya.

Modul [Link].14.a 10
4 Tiras dijahit zig-zag,kegunaannya sama seperti di
atas.

5 Cara membuat bisban Tiras diselesaikan dengan rompok/kumai


serong/[Link] untuk bahan tebal seperti :
wool dengan model pakaian sejenis mantel yang
bagian dalamnya tidak [Link] selesai lebar
kain serong dari bagian luar hanya 0,5 Cm.

a) Untuk menggunting kumai serong bahan dilipat


langkah 1
diagonal,sehingga benang lungsin bertumpuk
searah dengan benang [Link] diagonal
pada kain inilah yang dianggap sebagai tepi
atau tiras kumai.

langkah 2

No Gambar Keterangan

Modul [Link].14.a 11
Langkah 3 b) Untuk menyambungnya,kumai serong disetik
menurut arah benang lungsin dengan benang
kampuh terbuka dan [Link]
kumai serong pada bahan bergaris atau
berkotak harus sedemikian rupa,sehingga
corak bahan bergaris atau berkotak itu
berterusan.

c) Tempelkan kain serong pada tiras

d)

6 Tiras dibalut renggang dengan arah


serong,kampuh tetap terbuka,dapat juga
[Link] ini untuk bahan
sutera,wool juga katun.

Tiras diselesaikan dengan tusuk balut.

No Gambar Keterangan

Modul [Link].14.a 12
7 Tiras [Link] jangan terlalu
[Link] ini memerlukan waktu yang
lama,tapi tahan [Link] bahan yang mudah
bertiras dari sutera,wool, kapas, sintetis.

Kampuh terbuka banyak dipakai untuk penyelesaian pakaian luar,misalnya gaun wanita
dewasa dan mantel,blus dan [Link] kampuh terbuka setelah selesai harus sama dan
rata yaitu 1 Cm sampai 2 Cm

2. Kampuh Balik

Kampuh balik banyak digunakan penyelesaian pakaian luar dari bahan sutera dan
bahan katun yang [Link] digunakan untuk penyelesaian pakaian dalam wanita
dan pakaian anak-anak,karena kuat dan [Link] kampuh yang diperlukan
1 Cm,selesai jadi 0,5 Cm atau lebih kecil [Link] cara membuat kampuh balik
seperti berikut:

Gambar 2.3

No Gambar Keterangan

1 Kain disatukan dengan bagian buruk


berhadapan,disemat dan dijelujur tepat pada garis
rader.

2 Kampuh dijahit dari bagian baik,dengan jarak 0,5


Cm di luar garis jelujuran

No Gambar Keterangan

Modul [Link].14.a 13
3 Tiras kampuh digunting,sisakan 3 mm dari
jahitan pertama tadi.

4 Kampuh dimampat dari bagian buruk kain.

5 Kampuh dilipat ke bagian buruk dan tepi


lipatan dijelujur.

6 Kampuh dijahit untuk kedua kalinya dari


bagian buruk kain dengan jarak 0,5 Cm
dari jahitan pertama.

7 Jelujuran dibuka dan kampuh balik


dimampat dari bagian kain.

Kegunaan kampuh balik:

a) Untuk menjahit kebaya yang terbuat dari bahan yang tipis.


b) Untuk menjahit baju kemeja.
c) Untuk menjahit celana tidur,pakaian anak,pakaian rumah dsb.

3. Kampuh Pipih.

Modul [Link].14.a 14
Kampuh pipih banyak dipergunakan untuk menyelesaikan pakaian
pria,pakaian bayi dan menyambung-nyambung barang [Link]
kampuh yang diperlukan paling sedikit 1 Cm dan selesai jadi ½
[Link] cara membuat kampuh pipih:

Gambar 2.4

No Gambar Keterangan

1 Kampuh disemat dari bagian buruk kain


jahitan berhadapan,kemudian dijelujur
dan dijahit mesin.

2 Kampuh dimampat kesatu arah pada


bagian baik kain.

3 Kampuh bagian bawah digunting sampai


kira-kira 3 mm dan kampuh bagian atas
dilipat kira-kira sebesar 5 mm,kemudian
dijelujur.

4 Tepi kampuh pipih dijahit dari bagian


[Link] dibuka kemudian kampuh
pipih dimampat.

Kegunaan kampuh pipih:


a) Penyelesaian lengan kemeja dan piyama.
b) Penyelesaian badan kemeja dan piyama.
c) Penyelesaian macam-macam celana.
d) Penyelesaian kain sarung,dsb.
4. Menjahit Kampuh Perancis.

Kegunaan kampuh perancis: Hanya untuk menjahit bahan yang tipis.

Modul [Link].14.a 15
Langkah kerja:
a) Satukan 2 tepi bahan yang tidak sama lebarnya.
b) Lipat tambahan kampuh yang lebih besar satukan dengan sisi
lainnya,kemudian jahit dengan lebar kampuh jadi sekitar 3/4 Cm.

Gambar 2.5 : Menjahit Kampuh Perancis

5. Menjahit Kampuh Kostum.

Kegunaan kampuh kostum:


a) Untuk menyelesaikan jahitan lengan
b) Untuk menyelesaikan sambungan pinggang dsb.

Langkah kerja:
a) Tambahan jahitan dijahit seperti kampuh terbuka dahulu.
b) Kedua tepi kampuh sama-sama dilipat ke dalam 0,5 Cm.
c) Diselesaikan dengan tusuk balut.

Gambar 2.6: Menjahit Kampuh Kostum

6. Kampuh Sarung.

Kampuh sarung dipergunakan untuk menyambung sarung,menjahit


keneja pria,juga untuk menjahit kutang wanita atau [Link] jahitan
sama bagian luar maupun bagian [Link] sarung dijahit mulai
dari bagian luar,kemudian dari bagian [Link] cara membuat
kampuh sarung.

Gambar 2.7: Langkah kerja pembuatan kampuh sarung

Modul [Link].14.a 16
No Gambar Keterangan

1 Tambahan kampuh 1,5 Cm,tumpukan pada


garis tambahan jahitan.

2 Masing-masing kampuh dilipat 0,5 Cm


kemudian dijahit 1 dari bagian baik dan 1 lagi
dari bagian buruk kain.

3 Benang jelujur dicabut,kampuh dimampat ke


satu arah pada bagian [Link] pada bagian
buruk [Link] yang terletak di
bawah,gunting menjadi kira-kira 3 mm

4 Kampuh yang terletak di atas dilipat menjadi


kira-kira 5 mm,dijelujur kemudian
[Link] jelujuran dijabut dan kampuh
sarung dimampat.

5 Hasil jahitan kampuh sarung sama dengan


hasil jahitan kedua pada kampuh [Link]
sarung sutera asli jahitan pertama dan kedua
dikerjakan dengan tangan.

Kegunaan kampuh sarung:


a) Untuk menjahit kemeja,piyama dan celana.
b) Untuk menjahit kain sarung

c. Rangkuman.

Modul [Link].14.a 17
Kampuh adalah jahitan untuk menghubungkan dua bagian busana yang
lebarnya tergantung dari [Link]-macam kampuh yaitu : kampuh
Terbuka,Kampuh Balik,Kampuh Pipih,Kampuh Perancis,Kampuh Kostum dan
Kampuh [Link] kampuh-kampuh tersebut disesuaikan dengan jenis
bahan dan desain suatu busana.

Catatan :

d. Tes Formatif.

Modul [Link].14.a 18
1. Apakah yang dimaksud dengan kampuh ?

2. Jelaskan 4 macam kampuh dan penerapannya pada suatu desain pakaian :

1. …………………………………………………
2. …………………………………………………
3. …………………………………………………
4. …………………………………………………

3. Sebutkan 4 dasar langkah pembuatan kampuh terbuka.

1. …………………………………………………
2.
…………………………………………………
3. …………………………………………………
4. …………………………………………………

4. Sebutkan lebar jahitan selesai untuk kampuh :

1. Terbuka ………………… Cm
2. Balik ………………… Cm
3. Pipih ………………… Cm
4. Perancis ………………… Cm
5. Kostum ………………… Cm
6. Sarung ………………… Cm

Modul [Link].14.a 19
e. Lembar Kerja.

Buatlah uji coba macam-macam kampuh sesuai dengan langkah kerja yang
diuraikan di atas pada kain blaco/katun.

Sebelum melanjutkan ke kegiatan pemelajaran 2,cocokan jawaban


Anda dengan kunci jawaban dan instrumen [Link] ada
kompetensi yang belum tercapai,pelajari kembali kegiatan
pemelajaran [Link] latihan sesering mungkin sampai
Anda betul-betul terampil.

Modul [Link].14.a 20
f. Kunci Jawaban Tes Formatif.

1. Kampuh adalah:
Jahitan untuk menghubungkan dua bagian busana yang lebarnya
tergantung dari tempatnya.

1. 4 macam kampuh yang terdapat pada busana


1. Kampuh terbuka.
2. Kampuh balik.
3. Kampuh kostum.
4. Kampuh pipih.

3. Langkah kerja pembuatan kampuh terbuka


1. Siapkan perca kain blacu ukuran 15 x 20 Cm = 2 lembar.
2. Beri tanda jahitan dengan kapur jahit dari tepi kain 2 Cm.
3. Jelujur dengan jarak yang rata dan dijahit mesin.
4. Kampuh dibuka dan dimampatkan dengan seterika,selesaikan tepi
kampuh dengan distik mesin.

4. Lebar jahitan selesai untuk kampuh


1. Terbuka = 2 – 1,5 Cm
2. Balik = 0,5 – 0,75 Cm
3. Pipih = 0,75 – 1 Cm
4. Perancis = 0,75 Cm
5. Kostum = 0,75 – 1 Cm
6. Sarung = 0,75 – 1 Cm

Modul [Link].14.a 21
g. Instrumen Penilaian.

INSTRUMEN PENILAIAN 1
UJI COBA MACAM-MACAM KAMPUH

YA TDK

A Apakah area kerja dan peralatan disusun


menggunakan prosedur K3

B Apakah jumlah kampuh sudah sesuai uraian


dengan materi

C Apakah lebar jahitan selesai kampuh sesuai


prosedur
- Kampuh terbuka 2 – 1,5 cm
- Kampuh balik 0,5 cm
- Kampuh pipih 1 – 0,75 cm
- Kampuh perancis 0,75 cm
- Kampuh kostum 1 – 0,75 cm
- Kampuh sarung 1 – 0,75 cm

D Apakah jahitan sudah lurus,toleransi 1 mm diluar


Garis tanda pola

E Apakah tekanan setelan mesin sesuai bahan

F Apakah hasil jahitan datar setelah pengepresan


tidak ada kerutan dan benang yang lepas

 Kompetensi tercapai

 Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan Penguji ……………………. Tanggal …………………………………...

Modul [Link].14.a 22
Kegiatan Belajar 2:
Penyelesaian Garis Leher,Garis Lengan Penguat Ujung Jahitan dan
Guntingan Dalam.

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.

Setelah mempelajari kegiatan belajar 2 ini,peserta didik diharapkan memiliki


pengetahuan dan keterampilan dalam menyelesaiakan penyelesaian garis
leher,garis lengan,penguat ujung jahitan dan guntingan dalam sesuai
prosedur,bahan dan desain busana.

b. Uraian Materi.

Pada kegiatan belajar 2 ini,adalah menjelaskan tentang teknik penyelesaian garis


leher tanpa kerah dan garis lengan tanpa [Link] yang dipakai adalah:

1. Penyelesaian dengan depun pada garis leher bulat.


2. Penyelesaian dengan serip pada garis lengan.
3. Penyelesaian menggunakan kumai serong.

Selain itu akan dijelaskan juga tentang penguat ujung jahitan,dengan tujuan agar
tidak mudah lepas setikan [Link] cara membuat guntingan dalam untuk
kampuh-kampuh yang terbentuk cekung dan cembung.

1. Penyelesaian Garis Leher Depun.

Depun adalah lapisan yang kelihatan dari bagian [Link] untuk depun
dapat meggunakan lapisan menurut bentuk leher atau kain [Link]
menjahitnya sebagai berikut

Gambar 2.8

a) Sediakan pelapis menurut bentuk leher,badan depan,badan belakang dan


interfacing bentuk leher

Lebar depan 3 cm

Modul [Link].14.a 23
b)

Lapisan diberi viselin

Menyembung lapisan depan dan


belakang

c)
Melekatkan bagian baik lapisan
bertemu dengan bagian baik
badan,kemudian dijahit.

Lapisan bawah diobras


Lebar kampuh 1 cm

Modul [Link].14.a 24
Modul [Link].14.a 25
2. Penyelesaian Garis Lengan Dengan Serip.

Serip adalah penyelesaian garis lengan yang hasilnya tampak pada bagian baik
[Link] yang digunakan dapat dari pelapis menurut bentuk atau dari
bahan [Link]-langkah menjahitnya sama dengan membuat depun
hanya bedanya pada waktu memasang facingnya,yaitu sebagai berikut:

Gambar 2.9: Langkah kerja penyelesaian garis lengan dengan serip

No Gambar Keterangan

1
Lebar serip 3 cm
1. Menyiapkan lapisan kain serong.
2. Gunting kain serong tersebut
menurut bentuk kerung lengan
selebar 5 cm.

1. Lekatkan facing ke lapisan tersebut.


2. Menyambung lapisan depan dan
belakang.

Melekatkan lapisan bagian baik


kebagian buruk badan
1. Jahit dengan lebar kampuh 1 cm.
2. Lapisan bawah diobras.

Modul [Link].14.a 26
4
Kampuh ditipiskan kurang lebih sebesar
0,5 cm.
Buat guntingan dalam pada bagian
yang melengkung kemudian lapisan
dibalik dengan baik.

5
Dijahit/disetik dengan lebar setikan 1
mm.

3. Rompoka/Bisban.
Rompoka dalah penyelesaian leher yang diselesaikan dengan lajur
serong,dengan cara sebagai berikut:

a) Sediakan lajur serong lebar 2 cm sepanjang kerung leher.


b) Pasangkan lajur pada leher.
c) Rapihkan kampuhnya kurang lebih hingga 0,5 cm.
d) Lipatlah rompok pada bagian buruk selebar 0,5 cm.
e) Selesaikan rompok dengan tusuk selip.

Gambar 2.10:Penyelesaian leher tanpa kerah dengan rompok

Modul [Link].14.a 27
4. Penguat Ujung Jahitan.

Pada ujung jahitan harus diberi penguat agar tidak lepas atau terbuka
[Link] memberi penguat ujung jahitan dapat dengan bermacam-macam
cara:

a) Ujung benang jahit mesin disimpul mati,kemudian sisa benang simpul


digunting.

b) Menjahit balik atau menjahit mundur beberapa tusuik mesin.

c) Pada jahitan dengan tangan ,membuat beberapa tusuk bertumpuk pada


permulaan dan akhir jahitan.
d) D ujung belahan bagian luar dapat dibuat penguat berupa kuku belalang
(trens ).
e) Diujung lipat bagian luar diberi alat penguat ( vliegies ).

Gambar 2.11: Langkah kerja membuat penguat ujung jahitan

Modul [Link].14.a 28
5. Gunting Dalam.

Gunting dalam gunanya untuk merapihkan [Link]-kampuh yang


lengkung misalnya kerung leher,garis prinses,kerah dan kelepak,harus diberi
gunting dalam agar jahitan terletak rata dan tidak tertarik setelah dilipat atau
[Link] sebaiknya serong dengan arah jahitan,sampai kira-kira 2 mm
dari setikan mesin,supaya tidak mudah sobek.
Pada kampuh yang berbentuk cekung,digunting lurus atau serong menuju ke
jahitan.

Gambar 2.12: Guntingan dalam cekung

Makin cekung kampuhnya,makin rapat jarak gunting dalam,sekitar ½ cm

Gambar 2.13: Guntingan dalam cembung

Pada bentuk cembung,misalnya kerah rebah bulat,guntingan berbentuk segi tiga


yang harus dipotong.

Kampuh dalam yang lurus,misalnya kampuh lapis lidah penutup


depan,sebaiknya diberi gunting dalam,tetapi dengan jarak yang
jarang,terutama jika kampuh dalam itu dari tepi [Link] guntingan 2 – 3 cm.
Jika tiap tepi kampuh yang akan dibalik,dengan adanya tambahan
kampuh,harus diberi guntingan dalam,demikian juga sudut-sudutnya harus
ditipiskan.

Modul [Link].14.a 29
c. Rangkuman.

Garis leher pada busana ada bermacam-macam berbentuk bulat dan sudut.
Penyelesaian garis leher tanpa menggunakan kerah dapat dibuat dengan
depun,yaitu lapisan yang dibuat sesuai bentuk garis leher dan diselesaikan
dengan cara disoom dari bagian buruk [Link] garis lengan tanpa lengan
dapat dipakai penyelesaian serip yaitu membuat lapisan sesuai garis lengan dan
arahnya ke bagian baik bahan yang dipakai tidak harus dari bahan yang
sama,karena serip dapat berfungsi juga sebagai hiasan.
Sedangkan untuk penyelesaian menggunakan rompok,dibuat dari kain serong
atau [Link] membuat hasil jahitan kuat dan rapih,perlu juga teknik penguat
pada ujung jahitan dan guntingan dalam pada bentuk kampuh yang cekung dan
cembung.

Catatan :

Modul [Link].14.a 30
d. Tes Formatif.

1. Apakah yang dimaksud dengan


a) a. Depun : ……………………………………….
b) b. Serip : ……………………………………….
c) Rompok : ……………………………………….

2. Jelaskan perbedaan penyelesaian akhir antara depun dan serip!

3. Mengapa pada kampuh yang berbentuk melengkung harus menggunakan


guntingan dalam?

4. Apakah fungsi facing pada penyelesaian garis leher dan garis lengan?

5. Jelaskan tujuan membuat teknik penguat pada ujung jahitan?

e. Lembar Kerja.

Buatlah uji coba penyelesaian bentuk garis leher tanpa kerah dengan depun dan
[Link] bentuk garis lengan dengan serip sesuai langkah-langah kerja pada
modul ini.

Sebelum melanjutkan ke kegiatan pemelajaran ke 3,cocokkan


jawaban Anda dengan kunci jawaban dan instrumen [Link]
ada kompetensi yang belum tercapai,pelajari kembali kegiatan
pemelajaran [Link] sesering mungkin sampai Anda
benar-benar terampil.

Modul [Link].14.a 31
f. Kunci Jawaban Tes Formatif.

1. a. Depun : Lapisan menurut bentuk yang kelihatan dari bagian


burukkain,dibuat dari bahan yang sama.
b. Serip : Penyelesaian lapisan menurut bentuk yang hasilnya tampak
pada bagian baik kain.
c. Rompok : Penyelesaian tiras kain yang menggunakan kain serong

2. Perbedaan penyelesaian akhir depun dan serip ialah:


Depun : Penyelesaian akhir disoom dengan jahitan tangan karena
berada dibagian buruk kain,sehingga jahitan tidak terlihat dari
luar.
Serip : Penyelesaian akhir dapat dijahit lurus atau zig-zag,serip dapat
berfungsi sebagai hiasan,karena dapat mengguanakan bahan
lain/kombinasi dari bahan utama.

3. Fungsi guntingan dalam pembuatan kampuh yang melengkung adalah


merapihkan/menipiskan kampuh jahitan agar jahitan terletak rata dan tidak
tertarik setelah dilipat atu [Link] sebaiknya serong dengan arah
jahitan,sampai kiraa-kira 2 mm dari setikan mesin,supaya tidak mudah sobek.

4. Fungsi fliselin pada pembuatan garis leher dan lengan: agar bentuk lapisan
tidak berubah dan mempunyai kedudukan yang baik/berbodi.

5. Tujuan membuat teknik penguat pada ujung jahitan agar tidak lepas atau
terbuka lagi ketika dipakai.

Modul [Link].14.a 32
g. Instrumen Penilaian.
INSTRUMEN PENILAIAN 2
UJI COBA DEPUN,SERIP DAN ROMPOK
PADA GARIS LEHER DAN GARIS LENGAN

YA TIDAK
A Apakah uji coba pada kegiatan 2 lengkap

B Apakah lebar jahitan sesuai prosedur

- Depun = 3 – 2,5 cm

- Serip = 3 – 2,5 cm

- rompok = 0,75 – 0,50 cm


C Apakah jahitan sudah lurus,toleransi 1 mm diluar
garis tanda pola

D Apakah penyelesaian dalam ditipiskan dan diberi


guntingan dalam

E Apakah tekanan setikan mesin sesuai jenis bahan


F Apakah hasil jahitan datar setelah dipres,tidak ada
kerutan dan benang yang lepas
- Depun

- Serip

- Rompok

 Kompetensi tercapai

 Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan Penguji ………………………….. … Tanggal ……………………………..

Modul [Link].14.a 33
Kegiatan Belajar 3: Pemasangan kerah.

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.


Setelah mempelajari kegiatan belajar 3 ini,peserta diklat diharapkan memiliki
pengetahuan,sikap dan keterampilan dalam memasang kerah sesuai prosedur
menjahit dan desain busana.

b. Materi.
Garis leher pada pakaian dapat diselesaikan tanpa kerah atau dengan kerah,yang
terpenting dalam menyelesaikan bentuk leher ialah sebelum diselesaikan
sekeliling leher diberi jahitan penguat dengan setik mesin yang jarang,agar
menjaga bentuk leher tidak berubah dan tetap pada [Link] ukuran
bertambah besar,perbaiki sesuai dengan ukuran pola.

Pada kegiatan belajar 3 ini,dijelaskan langkah-langkah kerja pemasangan kerah:


1. Kerah rebah.
2. Kerah setengah tegak tanpa pelapis.
3. Kerah setengah tegak dengan pelapis.
4. Kerah tegak.
5. Kerah setali.

Penyelesaian leher dengan memasang kerah yang mempunyai banyak


ragamnya kalau dilihat dari cara pemasangan dan desainnya.
Cara memasang kerah menurut penyelesaian:

1. Penyelesaian Kerah Rebah.

Sediakan pola depan dan belakang,kerah rebah interfacing bentuk


kerah,pelapis menurut bentuk.

Gambar 2.14: Cara penyelesaian kerah rebah adalah sebagai berikut :

No Gambar Keterangan

1 Desain kerah rebah

No Gambar Keterangan

Modul [Link].14.a 34
2
Pasanglah interfacing pada kerah lalu
dijelujur dan dijahit kerahnya.

3
Gunting interfacing sampai pada batas
pola dan kampuh kerah kurang lebih
0,5 cm lalu seterika kampuh kerah dan
dibuka.

4
Kerah dibalik dan dijelujur.

Pasanglah kerah di atas leher blus.

6
Gunting dan beri gunting dalam

Modul [Link].14.a 35
7
Balik facing lalu dijelujur dari bagian
buruk dan diselesaikan dengan tusuk
flanel.

Modul [Link].14.a 36
2. Penyelesaian Kerah Setengah Tegak Tanpa
Pelapis.

Gambar 2.15: Cara menjahit kerah setengah rebah tanpa pelapis sebagai
berikut:

No Gambar Keterangan

1 Desain kerah setengah rebah

2 Pasang interfacing pada kerah danm


jelujur.

3
Potong interfacing sampai pada tepi garis
pola dan lebihkan 2 mm lalu disetrika.

4 Kerah dibalik.

5 Pasang TB kerah bagian baik bertemu


dengan TB bagian baik badan kemudian
dijelujur

Jahit leher bersama-sama dengan salah


satu kerah.

Modul [Link].14.a 37
No Gambar Keterangan

7
Rapihkan kampuh dan beri gunting dalam

8 Lipat kampuh kerah yang lain ke bagian


buruk badan dan jelujur kerah tersebut
kemudian diselesaikan dengan tusuk
selip.

3. Memasang kerah setengah tegak

Dengan pelapis menurut bentuk.


Cara menjahitnya sama dengan cara menjahit kerah rebah

No Gambar Keterangan

1 Memasang pelapis depan

2 Kerah yang sudah disiapkan seperti


menjahit kerah rebah,dilekatkan pada
leher dengan jarum pentul.

3 Kerah bagian belakang yang sudah


dipasangkan satu sisi saja.

Modul [Link].14.a 38
No Gambar Keterangan

4 Disetik dengan mesin kerah meja.

5 Kampuh ditipiskan dan dibuat gunting


dalam.

6 Kerah dibalik

7 Hasil kerah setelah dibalik,kerah


bagian belakang dilipat lalu dijelujur.

8 Kerah diselesaikan dengan tusuk selip.

9 Hasil jadi kerah.

Gambar 2.16 : Langkah kerja memasang kerah setengah tegak

Modul [Link].14.a 39
4) Memasang Kerah Tegak.

Cara menjahitnya sama dengan cara menjahit kerah setengah tegak tanpa pelapis menurut bentuk.
No Gambar Keterangan

1 Desain kerah tegak

2 Kerah diberi pengeras dengan jalan


disetrika.

3 Kampuh dirapikan dengan digunting.

4 Kerah dibalik pada bagian baik.

5 Salah satu sisi kerah dipasang pada


leher blus dari bagian baik.

6 Kerah disetik dengan mesin.

7 Kampuh dirapikan.

8 Sisi kerah yang lain/satunya


diselesaikan dengan tusuk selip.

Gambar 2.17 Langkah kerja memasanh kerah tegak


5) Memasang Kerah Setali.

Modul [Link].14.a 40
Gambar 2.18 Langkah kerja memasang kerah setali
a. Sediakan badan depan menjadi satu dengan kerah dan badan
belakang,lapisan depan dan kerah yang menytu.

b. Jahit kerah pada bagian belakang lalu kampuhnya dibuka dan


disetrika.

c. Lekatkan interfacing pada lapisan dan disetrika.


d. Satukan kerah belakang pada lapisan.
e. Pasang kain lapisan pada kerah blus.

Modul [Link].14.a 41
f. Jelujur dari ujung blus sampai ujung blus yang lain.
g. Jahit kerah sampai ujung blus bagian runcing diberi benang.

c. Rangkuman.

Kerah mempunyai banyak ragam desainnya, tetapi dilihat dari cara


penyelesaiannya,pemasangan kerah dibagi menjadi:
a. Kerah yang dipasangkan contoh kerah rebah,setengah tegak dan tegak.
b. Kerah setali contoh pada kebaya kartini.

Sebelum dipasangkan kerah garis leher harus dijahit penguat dengan setelan
mesin renggang agar menjaga bentuk dan [Link] itu setelah kerah
maka penyelesaian dalam harus diberi guntingan dalam dan kampuh ditipiskan
agar ketika dipres tidak terjadi ketebalan jahitan.

d. Tes Formatif.

a. Sebutkan 3 macam bentuk kerah yang dipasangkan.

b. Apakah perbedaan kerah dipasangkan dan kerah setali?

c. Jelaskan hal penting yang diperhatikan sebelum memasang kerah.

d. Mengapa dalam pemasangan kerah,perlu ditambah viselin?

Modul [Link].14.a 42
e. Lembar Kerja.
Buatlah uji coba pemasangan kerah:

1. Rebah.
2. Setengan tegak tanpa lapisan.
3. Setengah tegak dengan lapisan.
4. Tegak.
5. Setali.

Sebelum melanjutkan ke kegiatan pemelajaran ke 4,cocokkan jawaban Anda


dengan kunci jawaban dan instrumen penilaian,jika ada kompetensi yang
belum tercapai,pelajari kembali kegiatan pemelajaran [Link]
latihan sesering mungkin sampai Anda benar-benar terampil.

f. Kunci Jawaban.

1. 3 macam bentuk kerah dipasangkan:


a. Kerah rebah.
b. Kerah setengah tegak.
c. Kerah tegak.

2. Kerah dipasangkan: pola kerah terpisah dengan pola bagian badan sehingga
mempunyai garis kerung leher.
Kerah setali: kerah yang memiliki garis sambungan kerah ditengah belakang
dan bentuk pola kerah tidak terpisah.

3. Beberapa hal yang diperhatikan sebelum memasang kerah:


a. Kerah dilapisi dengan viselin,agar bentuknya tetap.
b. Sebelum dipasang kerah sekeliling garis leher diberi jahitan penguat
dengan setik sekeliling mesin yang jarang,agar menjaga bentuk leher tidak
berubah.
c. Jika ukuran garis leher berubah,bertambah besar,sebelum dipasang kerah
harus diperbaiki sesuai dengan ukuran pola.
d. Mulailah memasang kerah dari bagian tengah belakang,dan cek ulang
bentuk kerah harus simetris.

4. Fungsi viselin pada pemasangan kerah yaitu agar bentuk kerah tetap dan
simetris.

Modul [Link].14.a 43
g. Instrumen Penilaian.

INSTRUMEN PENILAIAN
UJI COBA PEMASANGAN KERAH REBAH,SETENGAH TEGAK, SETENGAH
TEGAK DENGAN PELAPIS,KERAH

YA TDK

1 Apakah lima jenis uji coba pada kegiatan belajar


ini lengkap.

2 Apakah bentuk kera kiri dan kanan simetris dan


sesuai model.

- Kerah rebah.
- Kerah setengah tegak tanpa pelapis.
- Kerah setengan tegak dengan pelapis.
- Kerah tegak.
- Kerah setali.

3 Apakah jahitan sudah lurus,toleransi 1 mm diluar


garis tanda pola.

4 Apakah hasil jahitan datar setelah pengepresan


tidak ada kerutan dan benang yang lepas

- Kerah rebah.
- Kerah setengah tegak tanpa pelapis.
- Kerah setengan tegak dengan pelapis.
- Kerah tegak.
- Kerah setali.

 Kompetensi tercapai

 Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan Penguji …………………………….. Tanggal ……………………………..

Modul [Link].14.a 44
Kegiatan Belajar 4: Membuat Belahan

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.

Setelah mempelajari kegiatan belajar 4 ini,peserta diklat memiliki pengetahuan,


sikap dan ketrampilan dalam membuat belahan tutup tarik sama lebar, tidak sama
lebar, belahan tutup tarik Jepang,belahan passepoille, belahan manset 1 layar,
lapisan belahan dua lajur sesuai prosedur menjahit.

b. Uraian Materi.

Belahan adalah suatu penutup atau guntingan pada pakaian yang dibuat untuk
memudahkan mengenakan dan menanggalkan.
Belahan itu dapat dibuat dari bahan kain yang sama atau bahan kain lain sebagai
hiasan dan penutup.
Macam belahan banyak, tergantung dari penyelesaiannya, dengan masing-masing
namanya.
Dalam modul ini diterangkan belahan-belahan yang umum dipakai dalam jahit
menjahit.

1. Belahan tutup tarik/zipper/ritssluiting.


a) Belahan tutup tarik sama lebar.
b) Belahan tutup tarik tidak sama lebar.
c) Belahan tutup tarik Jepang/tidak terlihat.

2. Belahan kumai serong (passepoille).

3. Belahan manset 1 lajur.

4. Lapisan belahan 2 lajur.

Modul [Link].14.a 45
1) Belahan Tutup Tarik/Zipper/Ritssluiting

a) Belahan tutup tarik sama lebar

Cara pembuatan setikan sama lebar adalah sebagai berikut:

No Gambar Keterangan

1 a. Beri tanda pada tempat yang


akandijahit.
b. Lipat kampuh tutup tarik dan
jelujurbagian tepi lipatan.

2 c. Pasang tutup tarik di bawah lipatan


dengan bantuan jarum pentul,
kemudian jelujur 1 cm dari gigi
tutup tarik.

3
d. Setiklah dengan menggunakan
sepatu tutup tarik dengan setikan
sama lebarnya.

Modul [Link].14.a 46
b) Pembuatan belahan tutup tarik tidak sama lebar.

Setikan tidak sama lebar.


Setikan tidak sama lebar adalah garis setikan yang dibuat pada bagian
kiri gigi tutup tarik lebih kecil dari pada bagian kanan.

Gambar 2.20
Cara pembuatan setikan tidak sama lebar adalah sebagai berikut:

a. Beri tanda pada tempat yang akan dijahit.


b. Lipat kampuh tutup tarik dan jelujur bagian tepi lipatan.

c. Jelujur bagian kiri gigi tutup tarik tidak sama lebarnya dengan bagian kanan

Modul [Link].14.a 47
d. Pasang tutp tarik di bawah lipatan dengan bantuan jarum prntul.

e. Setik jelujuran tutup tarik tersebut dengan mesin.

Modul [Link].14.a 48
c) Belahan tutup tarik Jepang/tidak terlihat

Gambar 2.21
Cara pemasangan zipper Jepang ( tak terlihat )

Modul [Link].14.a 49
Modul [Link].14.a 50
Modul [Link].14.a 51
2. Belahan Kumai Serong (dengan passepoille).

Dipergunakan untuk belahan leher di tengah muka atau ditangah


[Link] belahan setelah selesai 10 cm.

Gambar 2.22 Urutan cara membuat belahan passepoille seperti berikut:

No Gambar Keterangan

1 Tempat belahan diberi tanda dengan


jelujuran,panjang 10 cm dan lebar 1 cm

2 Lajur untuk belahan dipotong dengan arah


benang serong, ukuran lebar lajur 8
cm,panjang lajur sama dengan panjang
belahan ditambah 2 cm.

3 Lajur ditempel pada tempat belahan, bagian


baik dua belahan itu berhadapan, sudut-sudut
disemat dengan jarum pentul.
Dibagian tengah boleh dijelujur.

4 Belahan dijahit dari bagian buruk bahan


jahitan,mengikuti jelujuran yang dibuat pada
tempat [Link] jangan menindih
jelujuran agar benang jelujuran mudah
dicabut.

Modul [Link].14.a 52
No Gambar Keterangan

6 Akhir belahan dikelim halus sekali sampai tidak


kelihatan pada bagian baik.

7 Kemungkinan lain dari belahan kumai


[Link] pada sisi yang jatuh di bawah
dibuat lebar,sehingga rompok menjadi
[Link] belahan jadi tidak terbuka.

Pada bagian bawah,segi tiga pada akhir


belahan disetik pada kumai serong.

9 Belahan Paspoal ( passepoille ).

Modul [Link].14.a 53
3. Belahan Manset 1 lajur.

No Gambar Keterangan

1 Gunting bagian tengah lengan kira-kira 10 cm.

2 Ambil bahan serong 45 derajat dengan lebar 2


cm untuk bis.

3 Jahit bahan serong tersebut ke belahan lengan


dari bagian dalam lengan.

4 Lipat kampuh bahan serong 0,5 cm, kemudian


lipat lagi ke bagian luar menutupi jahitan
gabungan,lalu distik dari atas 0,1 cm.

Lebar bis belahan harus 0,1 cm.

Gambar 2.23 Langkah kerja pembuatan belahan manset 1 lajur

Modul [Link].14.a 54
4. Belahan 2 Lajur Pada Blus.

Gambar 2.24 Langkah kerja pembuatan belahan 2 lajur pada blus


No Gambar Keterangan

1 Memberi tanda pada tengah depan.

Gunting pada bagian tengah sampai batas


sudut puncak.

2 Setrika viselin ke lapisan

Lipat 2 lapisan baik ketemu baik,kemudian


menjahit sisi atas.

Balik lapisan dan disetrika lagi.

3 Menjahit lapisan ke badan depan dan turun 1


cm dari kerung leher,jahit sampai batas titik
sudut.

4 Gunting sudut bagian lembaran badan depan


sampai batas jahitan.

Modul [Link].14.a 55
No Gambar Keterangan
Ratakan kedua lapisan dengan guntingan
5 sudut.

Menjahit sudut lembut ke lapisan.

6 Mengobras lapisan.

7 Menyetik lapisan pada bagian badan depan.

Menyelesaikan lingkar kerung leher.

Ada yang pakai lapisan dan pakai kerah.

Modul [Link].14.a 56
c. Rangkuman.
Belahan pada pakaian sangat diperlukan karena memudahkan kita dalam
membuka dan memakai pakaian,selain itu dapat pula berfungsi sebagai
[Link] yang umum dipakai sebagai hiasan busana hiasan adalah :
belahan tutup tarik,belahan passepoille,belahan manset 1 lajur dan belahan
lapisan 2 lajur.

Catatan :

d. Tes Formatif.

1. Apakah yang dimaksud dengan belahan ?

2. Sebutkan 3 macam belahan yang dapat dibuat untuk rok.

3. Buatlah 6 model desain busana yang menggunakan belahan.

4. Mengapa belahan passpoille menggunakan kain serong ?

e. Lembar Kerja.

Buatlah uji coba macam-macam belahan sesuai prosedur yang telah diajarkan :

1. Belahan tutup tarik:


a. sama lebar.
b. Tidak sama lebar.
c. Jepang/tidak terlihat.

2. Belahan passepoille.
3. Belahan 1 lajur.

Modul [Link].14.a 57
4. Belahan 2 lajur pada tengah muka blus.

Sebelum melanjutkan ke kegiatan pemelajaran ke 5,cocokkan jawaban


Anda dengan kunci jawaban dan instrumen penilaian,jika ada kompetensi
yang belum tercapai,pelajari kembali kegiatan pemelajaran tersebut,
Lakukan latihan sesering mungkin sampai Anda benar-benar terampil.

f. Kunci Jawaban Tes Formatif.


1. Belahan adalah suatu penutup atau guntingan pada pakaian yang dibuat untuk
memudahkan mengenakan dan menanggalkan pakaian.

2. Tiga macam belahan untuk rok:


a. Belahan tutup tarik sama lebar.
b. Belahan tutup tarik tidak sama lebar.
c. Belahan tutup tarik jepang/tidak terlihat.

3. Belahan passepoille menggunakan kain serong karena dapat mengikuti bentuk


belahan dan dapat juga sebagai hiasan.

Modul [Link].14.a 58
g. Insterumen penilaian.

INSTRUMEN PENILAIAN
UJI COBA MEMBUAT BELAHAN TUTUP TARIK,PASSEPOILLE,
MANSET 1 LAJUR DAN BELAHAN 2 LAJUR

YA TDK

1 Apakah Anda telah menyelesaikan 6 macam uji


coba pada kegiatan belajar ke 4.

2 Apakah komponen uji coba telah dipres,tanpa


kerutan atau benang yang dilepas.

3 Apakah letak dan bentuk belahan sesuai model :


- Belahan tutup tarik sama lebar.
- Belahan tutup tarik tidak sama lebar.
- Belahan tutup tarik jepang.
- Belahan 1 lajur.
- Belahan 2 lajur.

4 Apakah jahitan lurus dengan toleransi 1 mm dari


posisi garis tanda pola.
- Belahan tutup tarik sama lebar.
- Belahan tutup tarik tidak sama lebar.
- Belahan tutup tarik jepang.
- Belahan 1 lajur.
- Belahan 2 lajur.

 Kompetensi tercapai

 Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan Penguji ………………………….. Tanggal ……………………………..

Modul [Link].14.a 59
Kegiatan belajar 5: Pemasangan Lengan

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.

Setelah mempelajari materi kegiatan belajar 5,peserta diklat diharapkan memiliki


pengethuan,sikap dan keterampilan dalam memasang lengan licin,lengan setali
dan lengan rangkap dengan tepat dan rapih sesuai langkah-langkah kerja yang
disampaikan.

b. Uraian Materi.

Lengan termasuk bagian pakaian yang paling sulit [Link] mendapatkan


hasil pemasangan lengan yang jatuhnya pada badan terasa enak dan terlihat
rapih,diperlukan keterampilan yang melebihi keterampilan untuk menyelesaikan
bagian-bagian [Link] melihat jahitan dan pas lengannya ,dapat diketahui
sejauh mana mutu jahitan dan keterampilan si pembuat pakaian itu.
Ada dua tipe dasar lengan yaitu lengan setali dan lengan yang dipasang. Lengan
setali ialah lengan yang dipotong menjadi satu dengan badan, jadi tidak
mempunyai sambungan pada kerung [Link] yang dipasang ada yang
terdiri dari satu bagian dan ada yang terdiri dari dua [Link] terdiri dari satu
bagian misalnya lengan licin dan lengan [Link] yang terdiri dari dua
bagian misalnya lengan [Link] lengan yang dipasang tidak pada kerung lengan
yang biasa,tetapi pada tempat yang dibentuk khusus,misalnya lengan setali
dengan pas bahu. Ada lengan-lengan dengan kerung lebih ke dalam atau lebih ke
luar dari garis kerung aslinya sebagai variasi,misalnya lengan raglan,lengan
dolman dan lengan [Link] kimono ada yang dipotong setali dengan
[Link] lengan licin,dikerjakan setelah mengepas bahu dan menentukan
garis kerung lengan muka dan belakang pada badan.

Penyelesaian kerung lengan.

Lengan dapat diselesaikan dengan pemasangan lengan dan tanpa lengan.


1) Penyelesaian tanpa lengan:
Penyelesaian tanpa lengan dapat diselesaikan dengan cara dirompok, didepun
dan [Link] lengan sama dengan penyelesaian leher tanpa kerah.
2) Penyelesaian dengan lengan :
1. Pemasangan lengan licin.
2. Pemasangan lengan setali.
3. Pemasangan lengan raglan.

Modul [Link].14.a 60
1) Pemasangan lengan licinn.
Gambar 2.25 Cara memasang lenganlicin:

(1)

Stik besar 0,5 cm dari atas garis pola dan 0,5 cm di bawah garis pola
disetik kasar.

( 2)

Tarik kedua benang yang berada di bawah lalu ratakan.

(3)

Cara memasang lengan pada kerunglengan dengan disemat jarum


[Link] kampuh lengan 1 cm di depan kampuh sisi badan. Waktu
menyemat pakaian dipegang sedemikian rupa sehingga kampuh kepala
lengan berada di atas kerung [Link] jarum pentul tegak lurus garis
[Link] dijelujur agak rapat dengan jarak jelujuran lebih kurang
0,25 cm.

Modul [Link].14.a 61
(4)

Setelah jarum pentul dilepas,kampuh dimampat dari bagian dalam


lengan.

(5)

Kerung lengan disetik dari bagian dalam lengan,arah setikan lengan


kanan dan lengan kiri harus sama.

(6)

Sebaiknya kerung lengan diberi jahitan kedua untuk merapihkan


penyelesaiannya [Link] setikan kedua dengan jarak 1 cm dari
setikan [Link] tiras kerung lengan digunting dengan jarak 1
– 2 mm dari setikan [Link] kampuh kerung lengan dapat
dikerjakan dengan : diobras,difeston,dijahit zig-zag,digunting zig-zag,
ditusuk balut [Link] akan diselesaikan dengan tusuk balut jarang
dengan hasil seperti kampuh balik,tak usah diberi jahitan kedua.

Modul [Link].14.a 62
2) Pemasangan lengan setali

Gambar 2.26 Cara memasang lengan setali

1.

a. Sediakan pola badan depan dan pola badan belakang yang sudah
menyatu dengan lengannya.
b. Jelujur lengan dan jahit.

2.

a. Bukalah kampuhnya dan seterika.


b. Jahit sisi badan dan lengan lalu rapihkan kampuhnya.
c. Guntinglah bagian melengkung dari sisi lengan.
d. Dari sini ada 2 macam penyelesaian yaitu :
1. Setelah digunting dalam bagian yang melengkung diberi ban
petar/peter band selebar 1 cm dan panjangnya 10 – 12 cm,lalu
dijahit pada sisi garis pola.
2. Selesaikan gunting dalam dengan tusuk feston.

Modul [Link].14.a 63
3) Pemasangan lengan raglan

Gambar 2.27 Cara memasang lengan raglan

No Gambar Keterangan

1 Pola lengan raglan,bagian sudut adalah garis


bahu.

2 Garis bahu dijahit dan dipres untuk jadi


kampuh terbuka.

3 Jahitkan lengan dan badan belakang sehingga


menjadi kampuh terbuka.

4 Satukan garis sisi depan dan garis sisi


belakang sehingga membentuk garis sisi
lengan.

Penyelesaian kampuhnya,diberi guntingan


dalam dapat diselesaikan dengan cara distik
mesin.

Modul [Link].14.a 64
c. Rangkuman.

Pemasangan lengan adalah pekerjaan yang paling sulit,oleh sebab itu


memerlukan ketelitian dan ketepatan dalam pemasangannya,agar hasilnya terasa
enak dibadan dan [Link] melihat jahitan dan pas lengannya dapat
diketahui sejauh mana mutu jahitan dan keterampilan si pembuat pakaian.
Menurut bentuknya lengan terbagi menjadi dua yaitu lengan yang dipasangkan
dan lengan [Link]-masing pemasangan dari lengan tersebut memiliki
tingkat kesulitan yang [Link] memperoleh hasil pemasangan lengan yang
sempurna diperlukan latihan secara berulang-ulang.

Catatan :

d. Tes Formatif.

1. Apakah yang dimaksud dengan lengan.

2. Sebutkan dua teknik pemasangan lengan.

3. Mengapa dalam pemasangan lengan licin,lengan harus menggunakan jahitan


renggang dahulu?

4. Sebutkan penyelesaian akhir dari kampuh lengan yang Anda ketahui.

Modul [Link].14.a 65
e. Lembar Kerja.

Buatlah uji coba pemasangan lengan:


b. Licin.
c. Setali.
d. Raglan.

Gunakan pola dengan skala 1 : 5

Sebelum melanjutkan ke kegiatan pemelajaran ke 6,cocokkan jawaban Anda


dengan kunci jawaban dan instrumen [Link] ada kompetensi yang
belum tercapai,pelajari kembali kegiatan pemelajaran [Link] latihan
sesering mungkin sampai Anda benar-benar terampil.

f. Kunci Jawaban Tes Formatif.

1. Lengan adalah salah satub bagian busana yang menutupi garis kerung lengan
sampai dengan panjang lengan disesuaikan dengan modelnya.

2. Dua teknik pemasangan lengan:


a. Setali: lengan dipotong menjadi satu dengan badan,sehingga tidak
mempunyai sambungan pada kerung lengan.
b. Lengan dipasangkan: Pola lengan terpisah dengan pola badan sehingga
terdapat garis kerung lengan.

3. Fungsi jahitan renggang pada pemasangan lengan licin : agar keduduka


lengan menjadi baik dan terjadi jahitan licin tanpa kerutan.

4. Penyelesaian kampuh akhir pada lengan yaitu:

a. Diobras.
b. Dijahit zig-zag.
c. Denmgan tusuk balit jarang.
d. Kampuh kostum.
e. Bisban.

Modul [Link].14.a 66
g. Instrumen Penilaian.

INSTRUMEN PENILAIAN
PEMASANGAN LENGAN LICIN,LENGAN SETALI DAN RAGLAN

YA TDK

1 Apakah Anda telah membuat 3 uji coba yang


terdapat pada kegiatan belajar 5

2 Apakah komponen uji coba telah dipres tanpa


kerutan atau benang yang dilepas.

3 Apakah letak dan bentuk lengan sesuai model :


- Lengan licin.
- Lengan setali.
- Lengan raglan.

4 Apakah jahitan lurus dengan toleransi 1 mm dari


posisi garis tanda pola.
- Lengan licin.
- Lengan setali.
- Lengan raglan.

5 Apakah penyelesaian akhir jahitan rapih dan


bersih.
- Lengan licin.
- Lengan setali.
- Lengan raglan.

 Kompetensi tercapai

 Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan Penguji ……………………………. Tanggal ……………………………..

Modul [Link].14.a 67
Kegiatan Belajar 6: Pemasangan Ban Pinggang Rok.

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.

Setelah mempelajari materi kegiatan belajar 6 ini, peserta diklat diharapkan


memiliki pengetahuan,sikap dan keterampilan dalam memasang ban pinggang
pada rok sesuai langkah kerja yang diberikan.

b. Uraian Materi.

Ban pinggang adalah salah satu komponen busana yang terdapat dalam rok atau
celana [Link] ban pinggang adalah: Ban pinggang pas,menjepit garis
pinggang suatu pakaian,sehingga rapih dan enak [Link] menentukan
panjang ban pinggang,yaitu panjang lingkar pinggang + 3 – 4 cm untuk tempat
kancing kait dan ditambah 2 x 1,5 cm untuk kampuh [Link] lebar ban
pinggang sesuai dengan model yangdiinginkan,pada umumnya lebar ban
pinggang antara 3 – 4 cm.

Cara pembuatan ban pinggang ada2 macam yaitu:


a. Menurut bentuk,seperti membuat depun (lihat kegiatan belajar 2 pembuatan
garis lengan dengan depun).
b. Menggunakan bahan pengeras/trubeneys.

Pada kegiatan belajar 6 ini dijelaskan cara pemasangan ban pinggang dengan
kain pengeras pada rok suai.

1) Penyelesaian ban pinggang dengan kain keras.

Modul [Link].14.a 68
No Gambar Keterangan

1 Setrika kain keras pada ban pinggang.

2 Bagian rok dengan ban pinggang dijahit pas


kain keras dari bagian baik.

3 Jahit bagian ujung ban pinggang kanan dan


kiri.

4 Ujung ban pinggang dibalik.

5 Ban pinggang dijahit dari bagian baik.

Gambar 2.28. Langkah kerja penyelesaian ban pinggang dengan kain keras

c. Rangkuman.
Ban pinggang adalah salah satu komponen busana yang menjepit garis pinggang
suatu pakaian sehingga terlihat rapih dan enak dipakai. Pemasangan ban

Modul [Link].14.a 69
pinggang ada 2 macam menurut bentuk dan menggunakan kain [Link]
ban pinggang umumnya adalah selesai antara 3 – 4 cm.

Catatan :

d. Tes Formatif.

1. Apakah fungsi ban pinggang pada rok?

2. Jelaskan 2 cara pemasangan ban pinggang pada rok.

3. Sebutkan langkah kerja pemasangan ban pinggang pada rok suai.

e. Lembar Kerja.

Buatlah uji coba pemasangan ban pinggang menggunakan kain keras.

Sebelum melanjutkan ke kegiatan pemelajaran ke 7,cocokkan jawaban


Anda dengan kunci jawaban dan instrumen penilaian,jika ada
kompetensi yang belum tercapai,pelajari kembali kegiatan
pemelajaran [Link] latihan sesering mungkin
sampai Anda benar-benar terampil.

f. Kunci Jawaban Tes Formaif.

Modul [Link].14.a 70
1. Fungsi ban pinggang adalah menjepit garis pinggang pada suatu pakaian
sehingga rapih dan enak dipakai.

2. Dua cara pemasangan ban pinggang pada rok:


a. Membuat bentuk seperti membuat depun.
b. Menggunakan kain pengeras/trubeneys.

3. Langkah kerja pemasangan ban pinggang pada rok kerut:


a. Kerut bagian pinggang rok dengan 2 setikan renggang.
b. Siapkan ban pinggang dan lapis dengan kain keras.
c. Gabungkan kampuh ban pinggang dan kampuh lingkar pinggang, jelujur
dan jahit.
d. Ban pinggang yang terletak di bagian dalam diselesaikan dengan
menggunakan stik mesin atau tusuk kelim.

g. Instrumen Penilaian.

Modul [Link].14.a 71
UJI COBA PEMASANGAN BAN PINGGANG PADA ROK KERUT

YA TDK

1 Apakah komponen uji coba telah dipres tanpa


kerutan atau benang yang dilepas.

2 Apakah jahitan lurus dengan toleransi 1 mm dari


posisi garis tanda pola.

Apakah jarak setikan mesin sesuai jenis bahan.


3
Apakah penyelesaian akhir jahitan rapih dan
4
bersih.

 Kompetensi tercapai

 Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan Penguji …………………………... Tanggal ……………………………..

Kegiatan Belajar 7: Pembuatan Saku.

Modul [Link].14.a 72
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.

Setelah mempelajari materi kegiatan belajar 7,peserta diklat diharapkan memiliki


pengetahuan,sikap dan keterampilan dalam pembuatan saku sesuai prosdur dan
desain.

b. Uraian Materi.

Saku merupakan salah satu komponen busana yang mempunyai fungsi


[Link] sebagai model juga dapat dipakai untuk menyimpan [Link]
dasarnya saku terbagi menjadi 2 yaitu:

1. Saku tempel : saku yang dijahit langsung pada bahan utama dan
kantong saku terlihat utuh dari bagian baik.
2. Saku dalam : Saku yang penyelesaiannya lebih rumit dari saku
[Link] saku tidak terlihat dari bagian baik
Contoh : a) saku dalam sisi rok atau celana.
b) saku passepolle.
c) Saku klep,saku vest,dll.

Pada modul ini diterangkan tentang langkah kerja pembuatan saku tempel dan
saku sisi dalam rok.

1. PemasanganSaku tempel

No Gambar Keterangan

1 Menyiapkan saku tempel.

2 Bagian atas saku dilipat dan diselesaikan


dengan tusuk selip.

No Gambar Keterangan

Modul [Link].14.a 73
3 Kampuh saku dilipat ke bagian buruk.

4 Kampuh dijelujur.

5 Kampuh dirapihkan.

6 Digunting rata.

7 Dijahit pada badan.

8 Hasil jadi.

Gambar 2.29 Langkah kerja pemasangan saku tempel

Modul [Link].14.a 74
2. Saku dalam sisi lurus

Gambar 2.30 Langkah kerja pembuatan saku dalam sisi lurus

Modul [Link].14.a 75
Modul [Link].14.a 76
c. Rangkuman.

Saku pada suatu desain busana memiliki fungsi ganda,selain sebagai hiasan
berfungsi pula untuk menyimpan [Link] saku ada 2 macam,saku tempel
dan saku [Link] saku dalam lebih rumit karena memerlukan ketepatan
dan ketelitian ukuran.

Catatan :

d. Tes Formatif.

1. Apakah yang dimaksud dengan saku?

2. Jelaskan perbedaan saku tempel dan saku dalam.

3. Berilah contoh macam saku dalam.

e. Lembar Kerja
Buatlah uji coba pembuatan saku tempel dan saku dalam isi.

Sebelum melanjutkan ke kegiatan pemelajaran ke 8,cocokkan jawaban Anda


dengan kunci jawaban dan instrumen penilaian,jika ada kompetensi yang belum
tercapai ,pelajari kembali kegiatan pemelajaran [Link] latihan sesering
mungkin sampai Anda benar-benar terampil.

Modul [Link].14.a 77
f. Kunci Jawaban Tes Formatif.

1. Saku ialah merupakan salah satu komponen busana yang mempunyai fungsi
ganda,selain sebagai model juga dapat dipakai untuk menyimpan sesuatu.

2. Saku tempel : saku yang dijahit langsung pada bahan utama dan
kantong saku terlihat utuh dari bagian baik.
Saku dalam : Saku yang penyelesaiannya lebih rumit dari saku
[Link] saku tidak terlihat dari bagian baik
Contoh : saku dalam passepoille,saku klip.

3. Contoh macam-macam saku:


a. Saku passepoille.
b. Saku vest.
c. Saku klep.
d. Saku dalam sisi.

Modul [Link].14.a 78
g. Instrumen Penilaian.

PEMBUATAN SAKU TEMPEL DAN SAKU DALAM SISI

YA TDK

1 Apakah komponen uji coba telah dipres tanpa


kerutan atau benang yang dilepas.

2 Apakah jahitan lurus dengan toleransi 1 mm dari


posisi garis tanda pola.

3 Apakah bentuk dan letak saku sesuai


model/simetris.
- Saku tempel.
- Saku dalam sisi.

4 Apakah penyelesaian akhir jahitan rapih dan


bersih.
- Saku tempel.
- Saku dalam sisi.

 Kompetensi tercapai

 Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan Penguji …………………………… Tanggal ……………………………

Modul [Link].14.a 79
Kegiatan Belajar 8:

Menjahit Kelim dan Rumah Kancing Sengkelit.

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.

Setelah mempelajari kegiatan belajar 8,peserta diklat diharapkan memiliki


pengetahuan,sikap dan keterampilan dalam penyelesaian kelim dan pembuatan
rumah kancing sengkelit sesuai prosedur dan desain.

b. Uraian Materi.

Menjahit kelim.
Kelim adalah penyelesaian tiras agar tepi-tepi jahitan mempunyai bentuk yang
[Link] kelim bermacam-macam tergantung dari penempatannya. Dalam
pembuatan pakaian,kelim bawah dikerjakan paling [Link] mengukur
panjang rok,sebaiknya gaun atau rok digantung dulu paling sedikit 24
jam,terutama untuk bahan yang diperkirakan mulur dan rok lingkaran. Dengan
menggantung itu,berat bahan pada bagian yang digunting serong akan meregang
ke posisi normal dan mencegah tepi bawah rok bergelombang dan tidak sama
panjang lagi setelah dipakai beberapa lama atau setelah dicuci.
Mengukur panjang rok dilakukan pada waktu mengepas,sebaiknya dikerjakan oleh
orang [Link] panjang rok tersebut dapat dikerjakan dengan bantuan
jarum pentul,kapur jahit dan mistar yang diletakkan tegak lurus dengan lantai
bawah [Link] perlahan-lahan mistar tersebut mengelilingi rok sambil
menyemat dengan jarak lebih kurang 7 cm.

Gambar 2.31 Cara mengukur panjang rok

Setelah batas kelim selesai ditandai,pakaian dibuka hati-hati agar jarum pentul
tidak [Link] kelim dilipat ke dalam/ bagian buruk [Link] langkah kerja
berikut ini:

Modul [Link].14.a 80
Gambar 2.32 Langkah kerja menjahit kelim rok dengan mesin

No Gambar Keterangan

1 Lipat dalam kelim,bahan dsemat jarum pentul


tegak lurus dengan tepi lipatan,kemudian
[Link] pada lipatanatas kelim
dibagi [Link] gelombang kelonggaran juga
tegak lurus dengan tepi bawah rok,demikian
juga arah garis pias dan garis sisi rok.

2 Jarum pentul dilepas dan tepi lipatan


dimampat.

3 Diratakan dengan penggaris bentuk dengan


lebar yang sama sekeliling rok.

4 Kemudian batas lebar kampuh digunting.

Modul [Link].14.a 81
No Gambar Keterangan

5 Kelim kemudian dimampat dengan setrika uap


atau setrika biasa,tetapi kelim ditekan-tekan
dulu dengan lap lembab agar kelonggaran
kelim tidak bergelombang Waktu memampat
kelim,jepitkan kerttas diantara lipatan
kelim,agar tekanan setrika pada kelim tidak
membekas ada rok.

6 Kemudian kelim diselesaikan dengan


penyelesaian:
a. Tusuk kelim/soom.

7 b. Penyelesaian kelim dengan jahitan zig- zag/


stik mesin jahit lurus.

8 c. Penyelesaian kelim dengan rompok.

9 d. Penyelesaian kelim dengan obras.

Modul [Link].14.a 82
Rumah kancing sengkelit

Lubang kancing sengkelit yaitu lubang kancing yang terbuat dari bahan
serong kemudian dijahit.

Gambar 2.33 Cara membuat kancing lis/kancing sengkelit.

No Gambar Keterangan

1 Buatlah sengkelit dari kain serong lalu dijahit.


Lebar serong selebar 4 – 5 cm dilipat dua kali,
dengan bagian buruk diluar,lalu ditindas.

2 Pada ujung yang satu diikatkan benang,


sebagai penarik untuk membalik kampuh
serong tadi.

3 Dengan bantuan jarum balik sengkelitnya.

Modul [Link].14.a 83
No Gambar Keterangan

4 Potong sengkelit sepanjang diameter kancing.


Lengkungan dan pasang pada tempat kancing.
Pemasangan sengkelit dapat berjarak atau
tidak, tergantung model.

c. Rangkuman.

Penyelesaian kelim bertujuan agar tepi-tepi jahitan mempunyai bentuk yang


[Link] kelim bermacam-macam tergantung dari penempatan dan jenis bahan
dan [Link] penyelesaian rumah kancing sengkelit diperlukan kain serong
dan cara membaliknya menggunakan jarum [Link] kancing sengkelit
umumnya digunakan untuk blus dan kebaya.

Catatan:

Modul [Link].14.a 84
d. Tes Formatif.

1. Apakah yang dimaksud dengan kelim?

2. Bagaimana mengukur panjang rok lingkaran?

3. Sebutkan 4 macam penyelesaian akhir untuk kelim?

4. Jelaskan 4 langkah kerja membuat rumah kancing sengkelit?

e. Lembar Kerja.

Buatlah uji coba penyelesaian kelim pada bahan katun dan dan bahan tipis
dan rumah kancing sengkelit.

Sebelum melanjutkan kemodul lain,cocokkan jawaban Anda dengan kunci


jawaban dan instrumen penilaian,jika ada kompetensi yang belum
tercapai,pelajari kembali kegiatan pemelajaran [Link] latihan
sesering mungkin sampai Anda benar-benar terampil.

f. Kunci Jawaban Tes Formatif.

1. Kelim adalah penyelesaian tiras agar tepi-tepi jahitan mempunyai bentuk


yang rapi.

2. Mengukur panjang rok lingkaran dilakukan pada waktu mengepas, sebaiknya


dikerjakan oleh orang [Link] panjang rok dapat dikerjakan dengan
bantuan jarum pentul,kapur jahit dan mistar yang diletakkan tegak lurus
dengan lantai di bawah [Link] perlahan mistar tersebut mengelilingi
rok sambil menyemat dengan jarak lebih kurang 7 cm.

3. 4 Macam penyelesaian akhir kelim:


a. Dijahit zig-zag.
b. Diselesaikan dengan tusuk kelim.
c. Diselesaikan dengan menggunakan kumai serong/rompok.
d. Diobras.

Modul [Link].14.a 85
4. Langkah kerja pembuatan rumah kancing sengkelit:
a. Buat kain serong dengan ukuran selebar 4 – 5 cm,lipat dua kali,dan dijahit
pada bagian buruk.
b. Pada ujung satu diikatkan benang,sebagai penarik untuk membalik kain
serong tersebut.
c. Potong sengkelit sepanjang diameter kancing lengkungan dan pasang pada
tempat kancing.

Modul [Link].14.a 86
g. Instrumen Penilaian.

MENJAHIT KELIM DAN RUMAH KANCING SENGKELIT

YA TDK

1 Apakah Anda telah membuat 2 macam uji coba


pada kegiatan belajar 8

2 Apakah komponen uji coba telah dipres tanpa


kerutan atau benang yang dilepas.

3 Apakah jahitan lurus dengan toleransi 1 mm dari


posisi garis tanda pola.
- Penyelesaian kelim.
- Rumah kancing sengkelit.

4 Apakah lebar kain serong sengkelit sama.

5 Apakah lebar kelim sama.

6 Apakah penyelesaian akhir jahitan rapih dan


bersih.
- Penyelesaian kelim.
- Rumah kancing sengkelit.

 Kompetensi tercapai

 Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan Penguji ………………………. Tanggal ……………………………..

Modul [Link].14.a 87
BAB III
EVALUASI
A. TES TERTULIS

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas.

1. Apakah yang dimaksud dengan:


a. kampuh
b. depun.
c. serip.
d. belahan.

2. Sebutkan 6 macam jenis kampuh pada penyelesaian busana!

3. Jelaskan perbedaan lengan setali dan lengan yang dipasangkan!

4. Jelaskan fungsi dari:


a. Jahitan renggang pada pemasangan lengan.
b. Guntingan dalam pada kampuh berbentuk cekung atau cembung.

5. Jelaskan perbedaan saku tempel dan saku dalam!

Modul [Link].14.a 88
B. TES PRAKTI

1. Pengetahuan Dasar

Peserta diklat akan diuji berdasarkan penyelesaian kegiatan belajar yang


memuaskan.

2. Pengujian Praktik.

Pengujian ini menggunakan pendekatan terpadu yang mengkombinasikan


demonstrasi kinerja dengan sejumlah tugas/hasil belajar.

Pengujian:

Buatlah sebuah rok dengan saku sisi dalam lurus dari potongan bahan yang
sesuai dengan sketsa dan lembar spesifikasi yang telah disediakan.

Tugas 1 : Menyiapkan area kerja untuk pembuatan berbagai komponen


dengan menggunakan prosedur keamanan dan persyaratan
ergonomis yang benar.

Tugas 2 : Membuat sebuah busana yang sesuai dengan persyaratan lembar


kerja.

Tugas 3 : Menentukan urutan pembuatan untuk busana tersebut.

Tugas 4 : Melaksanakan pemeriksaan kualitas selama proses penjahitan dan


pada busana yang telah selesai.

Tugas 5 : Memberi nama/kode pada busana yang telah selesai dengan


melampirkan sketsa serta lembar spesifikasinya.

Modul [Link].14.a 89
3. Lembar spesifikasi pengujian praktek.

Deskripsi desain : Rok dengan 2 saku dalam sisi lurus,tutup tarik,belahan, ban
pinggang.

Ukuran contoh : Medium.

Waktu : 10 jam a 45 menit.

Gambar 2.34 Desain rok suai

depan

Ban dengan lebar 3 cm

Dari garis pinggang 3 cm


dibuat saku dalam sisi lurus

Batas panjang saku 13 cm

Setikan di atas saku


1.5 mm

Kupnat 11,7 cm

Lebar kelim 3 cm
disoom

Modul [Link].14.a 90
Tampak belakang

Lebar ban pinggang 3 cm

Kupnat 10 cm
Panjang risleting 17 cm
lebar jahitan 1 cm

Dijahit 5 cm dari atas

Panjang belahan 37 cm

Lebar kelim 3 cm
disoom

Modul [Link].14.a 91
C. KUNCI JAWABAN TES TERTULIS.

1. a. Kampuh ialah:
jahitan yang menghubungkan 2 bagian pakaian yang lebarnya
tergantung dari tempatnya.
b. Depun ialah:
Lapisan menurut bentuk yang kelihatan dari bagian buruk kain.
c. Serip ialah:
penyelesaian lapisan menurut bentuk yang hasilnya terlihat dari bagian
baik [Link] dibuat dari bahan yang berbeda dengan bahan utamanya.
d. Belahan ialah:
suatu penutup atau guntingan pada pakaian yang dibuat untuk
memudahakan mengenakan dan menanggalkan pakaian.
2. 6 macam kampuh:
a. Kampuh terbuka.
b. Kampuh balik.
c. Kampuh pipih.
d. Kampuh perancis.
e. Kampuh sarung.
f. Kampuh kostuum.

3. Lengan setali ialah: pola lengan bersatu dengan bagian badan sehingga tidak
memiliki sambungan pada kerung lengan.
Lengan yang dipasangkan ialah:
Pola lengan terpisah dengan bagian badan dan memiliki jahitan/garis kerung
lengan.

4. a. Fungsi jahitan renggang pada pemasangan lengan ialah: agar kedudukan


lengan menjadi baik dan tidak terjadi kerutan pada garis kerung lengan.
b. Fungsi guntingan dalam ialah: agar kampuh jahitan menjadi rapih dan pres
sehingga kedudukan pakaian menjadi baik.

5. Saku tempel ialah: Saku yang dijahit langsung pada bahan utama dan
kantong saku terlihat utuh dari bagian baik.
Saku dalam ialah: Saku yang penyelesaiannya lebih rumit dari saku
[Link] saku tidak terlihat dari bagian baik.
Contoh: Saku dalam klep,passepoille.

Modul [Link].14.a 92
4. PEDOMAN PENILAIAN TES PRAKTEK

YA TDK

Persiapan:

Apakah area kerja dan peralatan disusun menggunakan


prosedur ergonomis dan keamanan ?

Apakah komponen dibangun sesuai dengan spesifikasi ?

Apakah komponen dibangun dalam urutan yang benar ?

Kampuh dan penyelesaian lampuh:

Apakah panjang jahitan sudah benar, 10 – 12 jahitan per


25 mm ?

Apakah jahitan sudah lurus, toleransi 1 mm di luar garis


keliman ?

Apakah tekanan mesin sesuai untuk berat bahan/kain ?

Apakah keliman terbentuk datar setelah pengepresan, tidak


ada kerutan pada keliman ?

Zipper :

Apakah zipper telah diletakkan dengan benar sesuai dengan

Modul [Link].14.a 93
ban pinggang, maksimum 5 mm dari ban pinggang ?

Apakah zipper tersembunyi ? (tak terlihat)

Apakah jahitan lurus,dalam arti parallel dengan lipatan tengah


atau sisi yang disusun?

Penutup–kancing dan lubang kancing/pengikat

Apakah kancing dan lubang-lubang kancing ditempatkan


dengan benar pada kedua sisi manset, tidak ada tekuk atau
pemunculan manset?

Apakah lubang kancing telah diselesaikan dengan benar?

Apakah kancing telah disematkan dengan benar dan


ditambahkan dengan aman?

Jahitan tindas atas/Topstitch (jika diperlukan)

Apakah jahitan lurus, dengan toleransi 1 mm dari posisi


parallel?

Apakah jahitan-jahitan mempunyai panjang yang sesuai dan


sama?

Apakah posisi jahitan atas mempunyai lebar yang sesuai dari


garis kelim untuk menciptakan efek yang ditimbulkan?

Apakah komponen telah diidentifikasi dengan benar?

Modul [Link].14.a 94
Penyelesaian

Apakah komponen telah dipres, tanpa kerutan atau benang


yang lepas?

Apakah pengawasan mutu telah dilakukan pada komponen


tersebut?

Pengetahuan pendukung Diseleseaikan dengan memuaskan

Kompetensi tercapai

Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan Penguji : ………………………. Tanggal : …………………

Modul [Link].14.a 95
BAB IV
PENUTUP

Dalam pembuatan busana, pemilihan teknik penyelesaian menentukan mutu


busana itu. Penyelesaian yang dipilih hendaknya sesuai dengan macam busana,
bahan dan disain. Dalam menjahit suatu pakaian diperlukan teknik menjahit
campuran yaitu dengan mesin dan dengan tangan. Untuk pakaian yang bermutu
tinggi jahitan mesin terlihat sedikit, kecuali kalau jahitan mesin merupakan hiasan
sesuai model dan penyelesaian tiras kampuh, garis leher, kerah, belahan, lengan, ban
pinggang, saku dan penyelesaian kelim tergantung dari mutu jahitan yang diinginkan.

Modul [Link].14.a 96
DAFTAR PUSTAKA

Arm Strong Helen Joseph, Patern Marking, Fashion, Unema


Astaviani Anita, 2003, Teknik Jahit Bagian Bagian Busana, Unema
Budihardjo, Konstruksi Pola Busana Wanita Tingkat Pemula
Departemen Pendidikan Nasional, Proyek Pengembangan Sistem dan Standar
Pengolahan SMK, Direktorat
Harlow Eve, The Basic Book Of Sewing
HI Roeswato, 1986, Pelajaran Menjahit Pakaian Wanita dan Anak Tingkat Dasar ,
Gunung Jati, Jakarta
HI Roeswoto, Menjahit Pakaian Wanita dan Anakan Tingkat Dasar . PT Carina
Miles Cecile, 1975, Making And Desiging Clothes
Muliawarman Porrie, 2001, Konstruksi Pola Busana Wanita I, Gunung Jati, Jakarta
Paket Pelatihan, 2002, Pengkonstruksian Komponen, Spesialisasi Produksi Garmen,
Paket GP 007
Saleh Radias, Jafar, Teknik Dasar Pembuatan Busanam Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, CV Sira Ska and Sonsm Jakarta
Wancik MH, Pelajaran Menjahit Pakaian Wanita , Bina Busana, PT Gramedia, Pustaka
Utama, Jakarta

Modul [Link].14.a 97
Modul [Link].14.a 98

Anda mungkin juga menyukai