Soal Springback:
1. Jelaskan definisi springback! (teori springback cold-work dan bending)
2. Berikan contoh-contoh produk hasil proses “bending” dengan cold-working process!
3. Bagaimana cara-cara mengatasi fenomena “springback” tersebut?
Jawab:
1. Spring back terdapat pada semua proses pembentukan, tetapi fenomena ini paling mudah
diamati pada pembengkokan. Springback merupakan gaya balik yang ditimbulkan akibat
pengaruh elastisitas bahan plat yang mengalami proses pembentukan. Besarnya gaya balik ini
ditentukan oleh harga modulus elastisitas bahan. Maka dari itu, perhitungan besarnya
springback harus dilakukan untuk dapat menghasilkan sudut pembentukan menjadi sama
dengan <90o.
- Springback – bending
Bending adalah proses deformasi secara plastik dari logam terhadap sumbu linier dengan
hanya sedikit atau hampir tidak mengalami perubahan luas permukaan. Bending menyebabkan
logam pada sisi luar sumbu netral mengalami tarikan, sedangkan pada sisi lainnya mengalami
tekanan. Proses bending ada 6 bagian, yaitu angle bending, roll bending, roll forming, seaming,
straightening, dan flanging.
Gambar 1.1 adalah proses springback pada pembentukan bending. Besarnya perubahan
dimensi pada hasil pembentukan setelah tekanan pembentukan ditiadakan merupakan sifat
bahan logam yang mempunyai elastisitas tersendiri. Perubahan ini terjadi akibat dari perubahan
regangan yang dihasilkan oleh pemilikan elastik. Jika beban dihilangkan, regangan total akan
berkurang yang disebabkan oleh terjadinya pemulihan elastik. Pemulihan elastik berarti balikan
pegas, dimana akan mungkin besar jika tegangan luluh semakin tinggi, atau modulus elastik
lebih rendah dan regangan plastiknya makin besar.
Gambar 1.1 Springback pada plat (Lyman, 1968)
- Springback – Cold-Working Process
Pada cold-working, proses pembentukan logam terjadi secara plastis dengan temperatur
pengerjaan dibawah temperature rekristalisasi. Proses biasanya pada suhu kamar, tetapi penaikkan
suhu ringan biasa digunakan untuk meningkatkan keuletan dan mengurangi kekuatan. Klasifikasi
proses pengerjaan dingin sangat beragam, yaitu squeezing, swaging, riveting, staking, coining,
cold extrusion (impact extrusion), roll extrusion, shearing, shear forming, shearing, slitting, dan
piercing and blanking, serta cold-drawing.
Gambar 1.2 Proses tingkat keuletan dan kekuatan logam pada proses cold-working
Springback terjadi bila:
- logam dideformasi dengan pemberian sejumlah beban, sebagian dari deformasi adalah
elastis.
- Misalnya bila logam ditarik sampai titik X1 pada gambar 1.2 dan beban dilepaskan, maka
logam akan kembali ke bentuk semula karena semua deformasi adalah elastis.
- Bila logam ditarik dengan beban X3, yang berhubungan dengan titik b pada kurva
tegangan-regangan, regangan total terdiri dari dua bagian, satu bagian elastis dan yang
lain plastis. Jika beban deformasi dihilangkan relaksasi tegangan akan mengikuti garis
bX2, dan regangan akhir akan hanya X2.
- Pengurangan regangan, X3 – X2, dikenal sebagai springback
Springback sangat penting, sebab:
- Pada proses cold-working, bila menginginkan ukuran tertentu, deformasi harus
dilebihkan sejumlah yang sama dengan springback
- Setiap material memiliki modulus elastisitas yang berlainan maka pemberian kelebihan
untuk tiap material juga berbeda
- Springback adalah fenomena yang bisa diperkiran dan pada hal yang lebih sulit dicegah
dengan prosedur desain yang lebih layak.
2. Contoh produk hasil bending:
Gambar 1.3 Sheet metal forming
Gambar 1.4 Hasil product bending