TEORI PASAR MODAL
REVIEW ARTIKEL
ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL SAHAM
DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL
(Studi Pada Saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia
Periode Agustus 2009-Juli 2012)
OLEH:
Kelompok 1
Kelas 22C MAKSI
Lestari Suryaningsih Stepanus (1881611070)
Ni Wayan Nova Apsari (1881611072)
Ni Luh Veni Kartika Darmawan (1881611073)
PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2019
i
ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL SAHAM DENGAN
MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL
(Studi Pada Saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia Periode Agustus 2009-Juli 2012)
Susanti1
Syahyunan2
Alumni FE USU Departemen Manajemen1
Staf Pengajar FE USU Departemen Manajemen2
A. Motivasi Penelitian
1. Perbedaan hasil penelitian
Penelitian Prastiwi (2006) membahas mengenai return yang dihasilkan oleh
penentuan portofolio dengan menggunakan model indeks tunggal dengan penentuan
portofolio dengan menggunakan model random menunjukkan tidak ada perbedaan
expected return portofolio dengan menggunakan model indeks tunggal dan model
random.
Hal tersebut berbeda dengan penelitian Wahyudi (2002) yang menyimpulkan bahwa
penentuan portofolio dengan menggunakan model indeks tunggal dapat memberikan
return yang optimal dibandingkan dengan model random
2. Fluktuasi return saham yang cukup tinggi
Fluktuasi return saham yang cukup tinggi yang terjadi terhadap saham- saham liquid dalam
indeks LQ-45 di dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.
B. Perumusan Masalah
1. Saham-saham apa saja yang dapat membentuk portofolio optimal dari saham-saham dalam
indeks LQ-45 dan proporsinya?
2. Berapakah tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dan risiko dari
portofolio yang terbentuk?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk menentukan saham-saham yang dapat membentuk portofolio optimal dari saham-
saham dalam indeks LQ-45 dan proporsinya.
2. Untuk menentukan tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dan risiko
dari portofolio yang terbentuk.
D. Teori
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Return Investasi, Risiko Investasi,
Portofolio, dan Model Indeks Tunggal.
E. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
2. Batasan Operasional Variabel
Perusahaan yang secara berturut-turut terdaftar dalam 6 (enam) periode indeks LQ-45
yaitu Periode Agustus 2009-Januari 2010, Februari 2010-Juli 2010, Agustus 2010-
Januari 2011, Februari 2011- Juli 2011, Agustus 2011-Januari 2012, dan Februari
2012-Juli 2012.
Perusahaan yang tidak melakukan corporate action selama periode pengamatan yang
secara langsung berpengaruh pada harga saham seperti stock split.
3. Jenis Data
Data sekunder kuantitatif yang berasal dari hasil publikasi Bursa Efek Indonesia (BEI),
Bank Indonesia, buku-buku referensi, internet, dan literatur-literatur ilmiah yang berkaitan
dengan topik penelitian
4. Metode Pengumpulan Data
Menggunakan studi dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data dari literatur,
penelitian terdahulu, dan laporan-laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia dan
Bursa Efek Indonesia.
5. Teknik Analisis Data
Metode yang digunakan untuk menentukan portofolio yang optimal adalah metode indeks
tunggal. Langkah-langkah yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Mengumpulkan data-data saham perusahaan yang secara berturut-turut terdaftar
dalam 6 (enam) periode indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia yaitu periode Agustus
2009-Januari 2010, Februari 2010-Juli 2010, Agustus 2010-Januari 2011, Februari
2011-Juli 2011, Agustus 2011-Januari 2012, dan Februari 2012-Juli 2012, yaitu data
harga penutupan pada akhir bulan
b. Menghitung return dari masing-masing saham serta pasar (IHSG)
c. Menghitung expected return dari masing-masing saham serta pasar (IHSG)
d. Menghitung varians dari masing-masing saham serta pasar (IHSG)
e. Menghitung kovarians saham yang mencerminkan hubungan antara return pasar dan
return saham
f. Menghitung Beta dan Alpha masing-masing saham
1
g. Menghitung risiko sistematis dan varians dari kesalahan residu yang merupakan risiko
tidak sistematis yang unik dalam perusahaan masing-masing saham
h. Menghitung Excess Return to Beta (ERB) masing-masing saham
i. Mengurutkan peringkat saham berdasarkan nilai ERB yang terbesar sampai yang
terkecil
j. Menghitung cut-off rate
k. Menentukan cut-off poin
l. Menentukan kandidat portofolio optimal dengan kriteria jika ERB saham ≥ C*
m. Menghitung proporsi masing-masing saham dalam portofolio
n. Menghitung expected return dan varians yang selanjutnya dapat digunakan untuk
mengukur risiko portofolio
F. Hasil dan Simpulan
Berdasarkan hasil Penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka
kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan model indeks tunggal pada saham
perusahaan LQ-45 periode Agustus 2009-Juli 2012, terdapat 6 (enam) saham perusahaan
yang memenuhi kriteria pembentukan portofolio optimal saham, yaitu PT Unilever
Indonesia Tbk. (UNVR), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Kalbe Farma Tbk.
(KLBF), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
(INTP), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR).
2. Besarnya proporsi dana yang layak diinvestasikan pada ke-6 saham tersebut adalah:
a. Pada saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) adalah sebesar 36,473%;
b. Pada saham PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) sebesar 16,12%;
c. Pada saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) sebesar 21,046%;
d. Pada saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) sebesar 25,736%;
e. Pada saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) sebesar 0,412%; dan
f. Pada saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) sebesar 0,212%.
3. Portofolio optimal yang telah terbentuk menjanjikan tingkat pengembalian (expected
return) sebesar 3,737% per bulan dan risiko yang harus dihadapi dari hasil berinvestasi
pada portofolio tersebut adalah sebesar 4,833% per bulan. Hasil penelitian ini masih
relevan selama kondisi pasar belum menunjukkan perubahan besar dari kondisi pasar
Agustus 2009-Juli 2012.
G. Keterbatasan Penelitian
2
1. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data historis yang meskipun dapat
digunakan untuk mengestimasi beta saham, tetap memiliki kekurangan yaitu dapat
berubah jika kondisi pasar berubah. Oleh karena itu, harus dilakukan analisis-analisis
secara berkala sesuai dengan perubahan kondisi pasar.
2. Penelitian ini hanya menggunakan salah satu model pembentukan portofolio optimal, yaitu
model indeks tunggal. Sebaiknya untuk menghasilkan komposisi portofolio yang benar-
benar optimal, perlu dilakukan perbandingan antara model-model pembentukan portofolio
optimal yang ada.
H. Kritik dan Saran penelitian selanjutnya
1. Penelitian ini tidak menyajikan hipotesis, sebaiknya untuk penelitian berikutnya hipotesis
disajikan sesuai dengan permasalahan yang ada.
2. Hanya menggunakan satu model pembentukan portofolio optimal yaitu model indeks
tunggal, sebaiknya menambahkan model lainnya.
3. Bisa menggunakan indeks lainnya selain LQ45.
4. Penggunaan model ditambah untuk melakukan perbandingan pembentukan portofolio
optimal.