MAKALAH
SEJARAH HYPNOTHERAPY
Tugas Ini Dibuat Untuk Memenuhi Mata Kuliah Hypnotherapy
Dosen Pengampu: Busmayaril, [Link], [Link]
Disusun Oleh :
Kelompok 1
Anjani Damayanti 1611080261
Mairani 1611080268
Nancy Adelia Putri Almega 1611080265
Nurul Nadhifa Rahmani 1611080299
Kelas E/Semester VI
PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
2019
1
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SW, yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya dan atas kehendak-Nya makalah ini dapat terselesaikan.
Sholawat beriring salam, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad
SAW manusia termulia sepanjang jaman.
Dalam penulisan makalah ini penulis banyak sekali mengalami kesulitan.
Namun berkat bimbingan dari berbagai pihak akhirnya makalah ini dapat
diselesaikan. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam penulisan pelaksanaan pembuatan makalah ini agar dapat terwujud
dengan baik, penulis menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari upaya lanjut
untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu, oleh karena itu saran dan kritik yang
membangun dari pembaca saangat diharapkan oleh penulis demi kesempurnaan di
masa yang mendatang, semoga makalah ini memberikan manfaat bagi kita semua.
Bandar Lampung, 27 Februari 2019
Penulis
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.......................................................................................1
C. Tujuan..........................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Hipnoterapi................................................................................... 2
B. Sejarah Hipnoterapi.................................................................................... 3
C. Tahapan Hipnoterapi................................................................................... 7
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN...............................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................11
BAB I
3
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Beberapa tahun terakhir ini hipnotis perlahan namun pasti mulai menjadi ilmu
baru yang tenar di bumi Indonesia. Mulai dari stage of hypnosis yang diramaikan
di dunia televisi maupun hipnoterapi yang digunakan untuk terapi psikis manusia.
Dari penelitian pun ditemukan fakta bahwa sekitar 75% dari semua penyakit yang
diderita banyak orang sebenarnya bersumber dari masalah mental dan emosi.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah klien, seorang Hipnoterapis
mungkin hanya dibutuhkan satu sesi atau beberapa sesi, tergantung permasalahan
yang di hadapai klien. Setelah melakukan sesi hipnoterapi, masalah yang dihadapi
klien akan teratasi, memberikan lebih banyak kontrol terhadap pikiran dan
perasaanya sehingan terjadi perubahan perilaku. Disamping kelebihan hipnoterapi,
kelemahan yang terdapat hipnoterapi yaitu kesembuhan pasien hanya berkisar
sampai dua atau tiga bulan setelah proses treatment. Alasannya karena proses
penyembuhan dengan hipnoterapi dilakukan pada saat kondisi sang pasien dalam
pikiran bawah sadar.
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi hipnoterapi?
2. Bagaimana sejarah hipnoterapi dari masa ke masa?
3. Apa saja tahapan hipnoterapi?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu hipnoterapi.
2. Untuk mengetahui sejarah hipnoterapi.
3. Untuk mengetahui tahapan hipnoterapi.
BAB II
PEMBAHASAN
4
A. Definisi Hipnoterapi
Pada awalnya kata hipnoterapi terdiri dari dua kata benda yang memilik
kedudukan yang cukup jelas. Secara harfiah, kata hipnoterapi terdiri dari dua kata,
yaitu hypno dari hipnotis dan terapi. Keduanya memiliki makna yang utuh, seperti
hipnotis, bahwa hipnotis itu awalnya dari neuro-hypnotism atau tidurnya sistem
saraf. Adapun secara istilah hipnotis adalah suatu keadaan yang muncul secara
alami dimana kesadaran seseorang menjadi lebih mudah untuk menerima sugesti
dari luar. Orang yang ahli dalam menggunakan hipnotis untuk terapi disebut
“hypnotherapist”.
Hipnoterapi adalah suatu rangakain proses yang digunakan seorang
hipnoterapis untuk menyelesaikan masalah klien dengan ilmu hipnosis.
Hypnotherapy adalah suatu metode dimana pasien dibimbing untuk melakukan
relaksasi, dimana setelah kondisi relaksasi dalam ini tercapai maka secara alamiah
gerbang pikiran bawah sadar sesesorang akan terbuka lebar, sehingga yang
bersangkutan cenderung lebih mudah untuk menerima sugesti penyembuhan yang
diberikan. Hipnoterapi menggunakan sugesti atau pengaruh kata-kata yang
disampaikan dengan teknik-teknik tertentu. Satu-satunya kekuatan dalam
hipnoterapi adalah komunikasi.
Jadi dapat disimpulkan, hipnoterapi adalah suatu teknik terapi pikiran dengan
menggunakan hipnotis dan memanfaatkan hipnosis sebagai teknik utama
penyembuhan dengan memasukkan serangkaian sugesti ke pikiran bawah sadar
klien yang sedang dalam kondisi yang sangat-sangat tenang. Hipnotis bisa
diartikan sebagai ilmu untuk memberi sugesti atau perintah kepada pikiran bawah
sadar dimana kesadaran seseorang menjadi lebih mudah untuk menerima sugesti
atau ide dari luar tanpa menerima adanya kritik.
B. Sejarah Hipnoterapi
Pada jaman dahulu, hypnosis ini sering sekali dikaitkan dengan supranatural,
ritual keagamaan, kepercayaan, dll. Banyak "orang pintar" di jaman mesir kuno
dan yunani menggunakan metode hypnosis untuk mengobati orang-orang pada
waktu itu, walaupun pada waktu itu belum ada istilah hypnosis. Catatan sejarah
5
tertua tentang hypnosis yang diketahui saat ini berasa dari Ebers Papyrus yang
menjelaskan teori dan praktek pengobatan bangsa Mesir Kuno pada tahun 1552
SM. Menurut Ebers Papyrus, dituliskan bahwa pada jaman mesir kuno ada kuil
pengobatan yang bernama kuil tidur. Cara pengobatan pada waktu itu, para
pendeta menyembuhkan pasiennya dengan menyentuhkan tangannya pada dahi
pasien sambil mengucapkan mantra atau sugesti untuk menyembuhkan pasiennya.
Kemudian para warga sekitar pada waktu itu mempercayai bahwa pendeta itu
memiliki kekuatan magis.
Seorang Raja Mesir yang bernama Pyrrhus, Kaisar Vespasian, Francis I dari
Prancis dan para bangsawan Prancis lainnya sampai Charles X ternyata juga
mempraktekkan cara pengobatan yang intinya memberi sugesti kepada pasien
untuk sembuh. Pada sebuah dinding kuil di India juga digambarkan suatu proses
pengobatan pada saat pasien dalam kondisi trance yang dicapai melalui suatu
tarian atau gerakan-gerakan monoton dalam acara ritual penyembuhan.
Abad 18 adalah abad munculnya Hypnosis Modern. Diawali oleh kisah
seseorang pendeta katolik bernama Gassner yang tinggal di Klosters sebelah timur
Switzerland. Gassner punya teori "seseorang sakit adalah karena kemasukan
setan". Untuk mencapai kesembuhan, setan itu harus dikeluarkan dari tubuh.
Berbeda dengan para penyembuh waktu dulu yang menutup diri dari tinjauan
medis, Gassner mempersilakan para dokter untuk mengobservasi cara
pengobatannya. Gassner mengobati pasiennya secara bersamaan. Pasien duduk
berjajar secara memanjang seperti barisan kursi gereja. Sebelum Gassner keluar
untuk menemui pasien, seseorang asisten Gassner memberi semacam ceramah
yang salah satu isinya adalah ketika Gassner menyentuhkan tongkat salibnya ke
badan pasien, maka pasien akan langsung tersungkur di lantai dan tidak sadarkan
diri. Dan itulah yang benar-benar terjadi ketika Gassner menyentuhkan tongkat
salibnya ke tubuh pasien satu per satu.
Pasien yang tidak sadarkan diri itu dianggap mati, dan ketika dibangunkan
kembali, pasien dianggap lahir kembali dalam kondisi suci dan terbebas dari
pengaruh setan. Dalam kondisi pasien tidak sadarkan diri, Gassner memberi
6
sugesti bahwa setan telah diusir dari tubuh pasien. Pada tahun 1770-an, Mesmer
termasuk salah satu dokter yang sering menyaksikan cara pengobatan Father
Gassner.
Pada sekitar tahun 1500 Paracelcus memperkenalkan suatu istilah
Magnetisme, yaitu dengan magnet seseorang dapat disembuhkan penyakitnya,
seperti halnya yang dia lakukan kepada pasien-pasiennya. Cara pengobatan inilah
yang kemudian diadopsi oleh Mesmer. Awal perkembangan hipnosis modern yang
dipertimbangkan kaidah-kaidahnya oleh Franz Anton Mesmer (1735-1815) dalam
kegiatan magnetisme pada abad ke-18 pun menitikberatkan pemanfaatannya untuk
penyembuhan manusia.
Setelah magnetisme yang diperkenalkan oleh Mehmer, beberapa ahli
memanfaatkan kondisis tidur untuk kegiatan anesthesia (penghilang rasa nyeri atau
sakit) dan penanganan gangguan saraf, salah satunya dilakukan oleh John
Elliotson (1791-1868), seorang doketr berkebangsaan Inggris dan James Esdaile
(1808-1859), dokter asal Skotlandia. Hingga atas jasa Jean Martin Charcot (1825-
1893), neurolohg asal Prancis, hipnotisme mulai diterima di kalangan profesional
medis.
Saat itu, upaya Charcot dalam mengkaji lebih lanjut tentang fenomena
hipnosis masih bersandarkan pada keterkaitannya terhadap neurologis dan
fisiologis. Karena itulah banyak ahli medis yang menganggap kondisi timbul
sebagai kegiatan histeria yang terjadi karena gangguan fisik atau somatis.
Pemahaman ini tidak lama kemudian dikoreksi oleh Pierre Janet (1859-1947) dan
Sigmund Freud (1856-1939) sebagai kajian psikologis yang tidak berkaitan
dengan fisiologis.
James Braid adalah orang pertama yang mencoba menjelaskan fenomena
mesmerisme dari sudut pandang ilmu psikologi. Ia adalah seorang ahli bedah dan
seorang penulis yang produktif dan andal. Ia juga sangat dihormati oleh British
Medical Associatian. Pada tahun 1841, ia melakukan pemeriksaan medis pertama
terhadap seorang subjek yang berada dalam kondisi trance mesmerisme. Setelah
pemeriksaan pertama, ia memulai eksperimen pribadi dan melibatkan rekan kerja
7
yang ia percaya. Dari hasil penelitian yang ia lakukan, akhirnya hipnoterapi dapat
dijelaskan dalam kerangka ilmiah dan diterima sebagai suatu teknik pengobatan
oleh dunia kedokteran Inggris. Dengan demikian, Braid dipandang sebagai “Bapak
hipnoterapi”.
Di abad 20 Milton H. Erickson (1901-1980), mengembangkan hipnosis untuk
dunia terapi. Dimana Eriskson memanfaatkan hipnosis ini untuk digunakan dalam
menterapi seseorang yang memiliki masalah psikis. Banyak korban psikis pasca
perang dunia ke II yang berhasil diselamatkan oleh Erickson. Metode yang
digunakan oleh Erickson inilah yang kemudian sering disebut dengan Ericksonian
Hypnotherapy. Metode Erickson inilah yang menandai era Hipnoterapi modern.
Di tahun 1973, dari Santa Cruz, dua orang ilmuwan bernama Richard Bandler
dan Professor John Grinder, mengembangkan sebuah ilmu komunikasi yang
diturunkan dari Hipnosis. Ilmu ini selanjutnya dikenal sebagai Neuro Linguistic
Programming yang biasa dikenal dengan NLP. Dengan NLP, ternyata Bandler dan
Grinder tidak saja memperbesar keampuhan hipnoterapi dalam keadaan tidur
semata bahkan mengikuti jejak gurunya Erickson, NLP mampu mempercepat
pemulihan trauma dalam keadaan sadar dan dalam tempo yang sangat singkat.
Selama perang dunia II, hipnosis menjadi alternatif pengobatan bagi para
korban perang yang meliputi mengurangi rasa sakit, mengobati gangguan
kecemasan (neurosis), dan pengalaman yang traumati yang mengganggu. Dari
kegiatan inilah hipnosis menjadi sebuah alternatif penanganan gangguan psikis
yang cukup populer. Hingga akhirnya, setelah perang dunia II, hipnosis untuk
kegiatan terapi diakui secara berturut-turut oleh lembaga medis dan psikologi di
negara Inggris dan Amerika serikat. Pada tahu 1955 diakui penggunaannya oleh
British Medical Association (AMA), dan 1960 oleh American Psyichological
Association (APA).
Untuk memahami Hypnosis atau Hypnotherapy secara mudah dan benar,
sebelumnya kita harus memahami bahwa aktivitas pikiran manusia secara
sederhana dikelompokkan dalam 4 wilayah yang dikenal dengan istilah
Brainwave, yaitu : Beta, Alpha, Theta, dan Delta.
8
1. Beta adalah kondisi pikiran pada saat sesorang sangat aktif dan waspada.
Kondisi ini adalah kondisi umum ketika seseorang tengah beraktivitas normal.
Frekuensi pikiran pada kondisi ini sekitar 14 – 24 Cps (diukur dengan
perangkat EEG).
2. Alpha adalah kondisi ketika seseorang tengah fokus pada suatu hal (belajar,
mengerjakan suatu kegiatan teknis, menonton televisi), atau pada saat
seseorang dalam kondisi relaksasi. Frekuensi pikiran pada kondisi ini sekitar 7
– 14 Cps.
3. Theta adalah kondisi relaksasi yang sangat ekstrim, sehingga seakan-akan
yang bersangkutan merasa “tertidur”, kondisi ini seperti halnya pada saat
seseorang melakukan meditasi yang sangat dalam. Theta juga gelombang
pikiran ketika seseorang tertidur dengan bermimpi, atau kondisi REM (Rapid
Eye Movement). Frekuensi pikiran pada kondisi ini sekitar 3.5 – 7 Cps
4. Delta adalah kondisi tidur normal (tanpa mimpi). Frekuensi pikiran pada
kondisi ini sekitar 0.5 – 3.5 Cps.
Kondisi Hypnosis sangat mirip dengan kondisi gelombang pikiran Alpha dan
Theta. Kondisi Beta, Alpha, dan Theta, merupakan kondisi umum yang
berlangsung secara bergantian dalam diri kita. Suatu saat kita di kondisi Beta,
kemudian sekian detik kita berpindah ke Alpha, sekian detik berpindah ke Theta,
dan kembali lagi ke Beta, dan seterusnya. Pada saat setiap orang menuju proses
tidur alami, maka yang terjadi adalah gelombang pikiran ini secara perlahan-lahan
akan menurun mulai dari Beta, Alpha, Theta, kemudian Delta dimana kita benar-
benar mulai tertidur.
Perpindahan wilayah ini tidak berlangsung dengan cepat, sehingga sebetulnya
walaupun seakan-akan seseorang sudah tampak tertidur, mungkin saja ia masih
berada di wilayah Theta. Pada wilayah Theta seseorang akan merasa tertidur,
suara-suara luar tidak dapat didengarkan dengan baik, tetapi justru suara-suara ini
didengar dengan sngat baik oleh pikiran bawah sadarnya, dan cenderung menjadi
9
nilai yang permanen, karena tidak disadari oleh “pikiran sadar” yang
bersangkutan.
C. Tahapan Hipnoterapi
Berikut proses tahapan hipnoterapi :
1. Pre- Induction (interview)
Pada tahap awal ini hinpnoterapis dan klien untuk pertama kalinya
bertemu, setelah klien mengisi formulir mengenai data dirinya, hipnoterapis
membuka percakapan untuk membangun kepercayaan klien, menghilangkan
rasa takut terhadap hipnoti/hipnoterapi dan menjelaskan mengenai hipnoterapi
dan menjawab semua pertanyaan klien. Sebelumnya hipnoterapis harus
mengenali aspek-aspek psikologis dari klien, antara lain terhadap hipnotis dan
seterusnya.
Pre-Induction dapat berupa percakapan ringan, saling berkenalan, serta
hal-hal lain yang bersifat mendekatkan seorang hipnoterapis secara mental
terhadap klien (rapport building). Hipnoterapis juga akan membangun
penghargaan mental klien terhadap masalah yang dihadapinya (building
mental expectancy).
2. Suggestibility Test
Maksud dan uji sugestibilitas adalah untuk menentukan apakah klien
masuk ke dalam orang yang mudah menerima sugesti atau tidak. Selain itu,
uji sugestibilitas juga berfungsi sebagai pemanasan dan juga untuk
menghilangkan rasa takut terhadap proses hipnoterapi, uji sugestibilitas juga
membantu hipnoterapis untuk menentukan teknik induksi yang terbaik bagi
sang klien.
3. Induction
10
Induksi adalah cara yang digunakan oleh seorang hipnoterapis untuk
membawa pikiran klien berpinah dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar,
dengan menembus apa yang dikenal dengan critical area.
Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks maka frekuensi gelombang
otak dari klien akan turun dari beta, alfa, kemudian theta. Semakin turun
gelombang otak, klien akan semakin rileks, sehingga berada dalam kondisi
trance. Inilah yang dinamakan kondisi ter-hipnotis. Hipnoterapis akan
mengetahui kedalaman trance klien dengan melakukan depth level test
(tingkat kedalaman trance klien).
4. Deepening (Pendalaman Trance)
Jika dianggap perlu, hipnoterapis akan membawa klien ke trance yang
lebih dalam. Proses ini dinamakn deepening.
5. Suggestions/Sugesti
Selanjutnya hipnoterapis akan memberikan sugesti-sugesti positif yang
bersifat mengobati kepada klien. Sugesti-sugesti ini yang diharapkan akan
tertanam di pikiran bawah sadar klien dan menghasilkan perubahan positif
terhadap masalah klien.
Pada saat klien masih berada dalam kondsi trance, hipnoterapis juga akan
memberi post hypnotic suggestion, sugesti yang diberikan kepada klien pada
saat proses hipnotis masih berlangsung dan diharapkan terekam terus oleh
pikiran bawah sadar klien meskipin klien telah keluar dari proses hipnotis.
Post hypnotic suggestion adalah salah satu unsur terpenting dalam proses
hipnoterapi.
6. Termination
11
Akhirnya dengan teknik yang tepat, hipnoterapis secara perlahan-lahan
akan membangunkan klien dari “tidur” hipnotisnya dan membawanya ke
keadaan yang sepenuhnya sadar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hipnoterapi adalah suatu teknik terapi pikiran dengan menggunakan hipnotis dan
memanfaatkan hipnosis sebagai teknik utama penyembuhan dengan memasukkan
serangkaian sugesti ke pikiran bawah sadar.
Beberapa tokoh yang menggunakan dan meneliti tentang hipnosis :
1) Franz Anton Mesmer (1735-1815)
2) Marquis de Puysegur (1751 – 1825)
3) John Elliotson (1791 -1868)
4) James Esdaile (1808 - 1859)
5) James Braid (1795 - 1860)
6) Ambroise Auguste Liebeault (1823 – 1904)
7) Jean Martin Charcot (1825 – 1893
8) Sigmund Freud (1856 – 1939)
9) Carl Gustav Jung (1875-1961)
10) Milton Hyland Erickson (1901-1980)
11) Dave Elman (1900-1967)
12) Ormond McGill (1913-2005)
12
Setelah melalui proses sejarah yang panjang, dengan perjuangan para tokoh-
tokoh yang mengembangkan dan memperkenalkannya kepada umum, sekarang
hypnosis sudah diterima sepenuhnya sebagai alat terapi yang berguna dan aman.
Hypnosis telah diakui sebagai salah satu dari metode terapi yang sah oleh
berbagai lembaga negara, diantaranya British Medical Association pada 1955,
American Medical Association pada 1958, dan American Psychological
Association pada 1960.
Ada enam tahap yang terdapat dalam proses hipnoterapi, yatitu (1) pre-
Induction, (2) suggestibility Test, (3)Induction, (4) deepening (5) suggestion (6)
termination.
DAFTAR PUSTAKA
Wong Willy. 2010. Membongkar Rahasia Hipnosis. Jakarta: Visi Media
[Link] (Diakses pada tanggal 27
Februari 2019 Pukul 21.00 WIB)
[Link]
(Diakses pada tanggal 14 Maret 2010 Pukul 21.00 WIB)
13