100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan4 halaman

Elemen dan Tujuan ISM Code Kapal

ISM code bertujuan untuk menjadikan kapal sebagai tempat kerja yang aman dan melindungi lingkungan laut, dengan mendefinisikan tugas dan tanggung jawab secara jelas. ISM code mensyaratkan perusahaan pelayaran untuk mengimplementasikan sistem manajemen keselamatan yang meliputi kebijakan, tanggung jawab personil, rencana darurat, pelaporan insiden, dan dokumentasi. Kepatuhan terhadap ISM code dipersyaratkan oleh konvensi

Diunggah oleh

Marchel Christian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan4 halaman

Elemen dan Tujuan ISM Code Kapal

ISM code bertujuan untuk menjadikan kapal sebagai tempat kerja yang aman dan melindungi lingkungan laut, dengan mendefinisikan tugas dan tanggung jawab secara jelas. ISM code mensyaratkan perusahaan pelayaran untuk mengimplementasikan sistem manajemen keselamatan yang meliputi kebijakan, tanggung jawab personil, rencana darurat, pelaporan insiden, dan dokumentasi. Kepatuhan terhadap ISM code dipersyaratkan oleh konvensi

Diunggah oleh

Marchel Christian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Alasan untuk menjalankan ISM code ?

 ISM code menjadikan kapal sebgai tempat yang aman untuk bekerja.
 ISM code melindungi laut dan lingkungan / wilayah perairan.
 ISM code mendefinisikan tugas secara jelas.
 ISM code adalah Hukum

Kesesuaian dengan ISM code dipersyaratkan pada SOLAS Convention 74 Chapter IX, sehingga hal
tersebut menjadi mandatory.

Elemen ISM code

1. Umum
Pengenalan secara umum terhadap definisi, sasaran dan penerapan ISM code.
2. Kebijakan keselamatan dan perlindungan lingkungan
Perusahaan harus mendokumentasikan (secara tertulis) KEBIJAKAN tentang keselamatan
dan pencegahan pencemaran, dan memastikan bahwa setiap personil di perusahaannya
mengetahui tentang hal tersebut dan menjalankan / mematuhinya.
Umumnya ada 2 kebijakan :
 Kebijakan manajemen keselamatan
 Kebijakan larangan menggunakan narkotik & minuman beralkohol.

3. Tanggung Jawab dan Wewenang Perusahaan

Perusahaan harus mempunyai personil (di kantor maupun di kapal) dalam jumlah yang cukup
dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dengan tanggung jawab dan wewenang yang telah
didefinisikan secara jelas ("siapa" bertanggung jawab terhadap "apa")

· Ada struktur organisasi

· Ada job description untuk semua personil yang terlibat

4. Petugas yang Ditunjuk (DPA-Designated Person Ashore)

Perusahaan harus menunjuk personil di kantor yang bertanggung jawab untuk memonitor
semua hal yang berkaitan dengan keselamatan kapal. Hal-hal yang terkait:

· Kontrol dokumen

· Monitor pelatihan di kapal

· Prosedur

5. Tanggung Jawab dan Wewenang Nakhoda

Nakhoda bertanggung jawab untuk membuat sistem yang telah ditetapkan berjalan di kapal
ybs., membantu awak kapal dalam menjalankan sistem tersebut dan memberikan instruksi/
panduan bagi mereka jika diperlukan.
Nakhoda adalah jabatan tertinggi di kapal yang mempunyai kewenangan yang lebih
(overriding authority) dan tanggung jawab untuk mengambil keputusan yang berkaitan
dengan keselamatan dan pencegahan pencemaran, dan meminta bantuan perusahaan sesuai
keperluan.

6. Sumber Daya dan Tenaga Kerja

Perusahaan harus mempekerjakan personil yang tepat sesuai jabatan yang dibutuhkan di
kantor dan di kapal, dan memastikan bahwa semua personil tersebut :

· Mengetahui tanggung jawab dan wewenangnya.

· Menerima instruksi/ panduan yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya.

· Sudah dilatih (ditraining) sesuai kebutuhannya dan jika diperlukan sesuai tugas dan
tanggung jawabnya.

7. Pengembangan Rencana Pengoperasian Kapal

"Rencanakan hal yang Anda Lakukan dan Lakukan hal yang Anda Rencanakan"

Kita membutuhkan rencana untuk melakukan pekerjaan di kapal dan Kita harus menjalankan
apa yang telah Kita rencanakan tersebut.

Hal-hal terkait:

· Sertifikat kapal

· Rencana pengoperasian kapal (rencana lintasan, koreksi peta, dll)

8. Kesiapan Menghadapi Keadaan Darurat

Perusahaan harus mempersiapkan cara untuk menghadapi keadaan darurat (keadaan yang
tidak diharapkan), yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Perusahaan harus mengembangkan rencana untuk merespons/ menghadapi keadaan darurat di


kapal dan melatih semua personil terkait.

Hal-hal terkait:

· Prosedur keadaan darurat

· Emergency plan

· Monitor dan perawatan alat-alat keselamatan

· Monitor latihan keselamatan

9. Pelaporan dan Analisa Ketidaksesuaian, Kecelakaan dan Kejadian Berbahaya


Tidak ada seorangpun yang sempurna. Hal baik tentang sistem ini adalah memberikan jalan
bagi Kita untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem tersebut. Ketika Kita menemukan
bahwa ada suatu hal yang salah (termasuk adanya kecelakaan dan keadaan berbahaya), Kita
harus melaporkan-nya. Hal tersebut harus dianalisa dan sistem secara keseluruhan akan dapat
ditingkatkan.

Hal-hal terkait:

· Laporan kerusakan/ berita acara kerusakan

· Permintaan perbaikan

10. Pemeliharaan Kapal dan Perlengkapannya

Kapal dan seluruh peralatannya harus dipelihara agar selalu dalam kondisi yang baik. KIta
harus selalu mengikuti aturan dan regulasi yang berlaku.

Selalu memelihara dan secara periodik melakukan pemeriksaan terhadap bagian dari
peralatan tersebut sangat penting untuk keselamatan. Dan simpanlah record/ data hasil
pemeliharaan tersebut.

Hal-hal terkait:

· Perawatan dan hubungan dengan class

· Perawatan terencana

· Kondidi fisik kapal

11. Dokumentasi

Sistem kerja (Sistem Manajemen Keselamatan) harus selalu didokumentasikan secara tertulis
dan dikontrol pendistribusiannya. Dokumen penting harus tersedia di kantor dan di kapal.

Kita juga harus mengontrol semua kertas kerja yang berhubungan dengan sistem tersebut.

12. Verifikasi, Tinjauan dan Evaluasi Perusahaan

Perusahaan harus mempunyai metode internal sendiri untuk memastikan bahwa sistem yang
ada bekerja seperti yang diharapkan dan selalu ditingkatkan/ dikembangkan.

13. Sertifikasi dan Verifikasi

Flag Administration atau organisasi yang ditunjuk oleh Flag Administration adalah yang
berhak mengeluarkan Sertifikat dan menunjuk Auditor
Jika hasil audit tersebut diterima maka Flag Administration atau organisasi yang ditunjuk
oleh Flag Administration akan mengeluarkan sertifikat kesesuaian, yang dibedakan menjadi 2
(dua), yaitu :

· DOC (Document of Compliance), untuk kantor.

· SMC (Safety Management Certificate), untuk setiap kapal yang dioperasikan.

Masing-masing sertifikat berlaku untuk 5 tahun dan Pengesahan ulang/ endorsement


dilakukan:

· Tiap tahun untuk DOC dan

· Antara tahun ke 2 dan ke 3 untuk SMC

Dimana DOC dan SMC tersebut:

· DOC asli ditempatkan di kantor, kapal mendapatkan copy

· SMC asli berada di atas kapal, kantor mendapat copynya

14. Verifikasi

Ada beberapa jenis Verifikasi/ Audit

· Verification for issuing Interim DOC/ SMC (Preaudit)

· Initial Verification (verifikasi awal)

· Annual Verification (verifikasi tahunan)

· Intermediate Verification (verifikasi antara)

· Renewal Verification (verifikasi pembaharuan)

· Additional Verification (verifikasi tambahan)

15. Format Sertifikat

1. Jika sertifikat tidak dalam Bahasa Inggris atau Perancis maka harus ada terjemahan
dalam salah satu dari dua bahasa tersebut

2. Untuk sertifikat sementara harus dicantumkan masa berlaku yang dibatasi

Mungkin itu sedikit tentang ISM Code. Masih banyak yang harus dipelajari. Namun untuk
sementara itu dulu aja deh.

Anda mungkin juga menyukai