Terapi Berpakaian Rapi untuk Klien DPD
Terapi Berpakaian Rapi untuk Klien DPD
OLEH
KELOMPOK IV
1. FITRIANI
2. HESTI OKTARI
3. RANDI RADESKI
4. SINGGIH ELVA PUTRA
2019
PROPOSAL TAK
A. TUJUAN
1. TujuanUmum
Klien mampu melakukan perawatan diri secara mandiri khususnya
berpakaian rapi
2. TujuanKhusus
a. Klien mampu memahami manfaat berpakaian rapi
b. Klien mampu mengelola pakaian bekas pakai
c. Klien mampu memilih pakaian yang sesuai
d. Klien mampu menggunakan pakaian yang sesuai
B. LANDASAN TEORI
World Health Organization (2018), mendefinisikan kesehatansebagai
keadaan sehat fisik, mental, dan sosial, bukan keadaan semata-mata keadaan
tanpa penyakit atau kelemahan. Definisi ini menekankankesehatan sebagai
suatu keadaan sejahtera yang positif, bukan sekadarkeadaan tanpa penyakit.
Orang yang memiliki kesejahteraan emosional,fisik, dan sosial dapat
memenuhi tanggung jawab kehidupan, berfungsidenganefektif, dalam
kehidupan sehari-hari, dan puas dengan hubunganinterpersonal dan diri
mereka sendiri. (Sheila, 2018).
Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sehat emosional, psikologis,dan sosial
yang terlihat dari hubungan interpersonal, yang memuaskan,perilaku dan
koping yang efektif, konsep diri yang positif, dan kestabilanemosional
(Sheila, 2018).
Gangguan jiwa adalah suatu sindrom atau pola psikologis atau perilaku
yang penting secara klinis yang terjadi pada seseorang dan dikaitkan dengan
adanya distres atau disabilitas (kerusakan pada satu atau lebih area fungsi
yang penting) atau disertai peningkatan risiko kematian yang menyakitkan,
nyeri, disabilitas, atau sangat kehilangan kebebasan (Sheila, 2018).
Keperawatan jiwa mempelajari berbagai macam kasus yang berhubungan
dengan gangguan jiwa sesorang. Salah satunya adalah Defisit Perawatan Diri
(Personal Hygiene). Kurang perawatan diri pada klien dengan gangguan jiwa
merupakan :suatu keadaan dimana seseorang mengalami kerusakan
kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan (kegiatan hidup sendiri).
Defisit perawatan diri merupakan akibat dari ketidakmampuan seseorang
dalam perawatan dirinya karena lupa akan caranya maupun ketidaktahuan
dalam perawatan diri. Kurang perawatan diri tampak dari ketidakmampuan
merawat kebersihan diri, makan secara mandiri, berhias diri secara mandiri,
dan toileting secara mandiri(Damaiyanti, 2018).
Penatalaksanaan keperawatan dengan klien gangguan jiwa adalah
pemberian terapi modalitas yang salah satunya adalah Terapi Aktivitas
Kelompok (TAK). Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi
modalitas yang dilakukan perawat pada sekelompok klien yang mempunyai
masalah keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan
kelompok digunakan sebagai target asuhan (Fortinash & Worret, 2004).
TAK merupakan bagian terpenting dari keterampilan teraupetik dalam
keperawatan yaitu sebagai metode efektif da efisien untuk menyelesaikan
masalah. Keuntungan lain yaitu meningkatkan kemampuan memecahkan
masalah, mendapatkan dukungan/support, pendidikan/meningkatkan
pengetahuan klien tentang realitas, dengan adanya kelompok dalam praktik
jiwa akan memberikan dampak positif dalam pencegahan, pengobatan, dan
terapi pemulihan melalui terapi aktivitas kelompok. Perawat sebagai
pimpinan kelompok dapat menggunakan kelompok untuk mendorong
individu mengungkapkan masalah dan pemecahan masalah dari kelompok.
C. KRITERIA ANGGOTA KELOMPOK
1. Klien dengan riwayat gangguan jiwa disertai dengan gangguan
perawatan diri.
2. klien yang mengikuti TAK ini adalah tidak mengalami perilaku agresif
atau mengamuk, dalam keadaan tenang.
3. Klien yang mengikuti TAK ini adalah klien yang tidak dalam keadaan
sakit, terinfus dan terpasang alat medis lainnya.
4. Klien yang dapat diajak bekerjasama (kooperatif).
5. Klien yang sudah mengikuti TAK Defisit Perawatan Diri sesi IA-ID
D. PROSES SELEKSI
1. Mengobservasi klien yang masuk kriteria
2. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria
3. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria
4. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok.
2 25 c) Kerja
menit 1) Hidupkan kaset/CD pada tape Mendengarkan dan
recorder/handphone dan minta memperhatikan
klien mengedarkan bola berlawanan
dengan arah jarum jam
2) Pada saat musik dihentikan,anggota Mengikuti aktivitas dan
kelompok yang memegang bola ikut berinteraksi
mendapat giliran untuk melakukan
perawatan diri dengan berpakaian
rapi dengan cara:
Siapkan pakaian bersih
Pakai pakaian dalam
Pakai pakaian luar
Bercermin, pastikan sudah rapi
Simpan pakaian kotor di tempat Memperhatikan dan
yang disediakan mengikuti kegiatan
Dimulai oleh terapis sebagai Memperhatikan dan
contoh. mengikuti kegiatan
3) Ulangi 1 dan 2 sampai semua
anggota kelompok mendapat
giliran
Hidupkan musik dan minta klien
mengedarkan bola. Pada saat
musik dihentikan, minta pada
anggota kelompok yang Memperhatikan dan
memegang bola untuk mengikuti kegiatan
melakukan perawatan diri Bertepuk tangan
dengan cara berpakaian rapi
yaitu : Siapkan pakaian bersih,
pakai pakaian dalam, pakai
pakaian luar, bercermin,
pastikan sudah rapi, simpan
pakaian kotor di tempat yang
disediakan
4) Ulangi 4 sampai semua anggota
mendapat giliran
5) Beri pujian untuk setiap
keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan
3 10 d) Terminasi
menit 1) Evaluasi
- Terapis menanyakan perasaan Memberikan pendapat
klien setelah mengikuti TAK
- Terapis memberikan pujian atas Bertepuk tangan
keberhasilan kelompok
2) Rencana Tindak Lanjut
- Terapis menganjurkan tiap Mendengarkan
anggota kelompok latihan cara
berpakaian rapi
- Memasukkan kegiatan latihan Mendengarkandanmenyet
berpakaian rapi pada jadwal ujuikontrak
kegiatan harian
3) Kontrak yang akan datang
- Terapis membuat kesepakatan Mendengarkan dan
dengan klien untuk TAK menyetujui kontrak
berikutnya, yaitu dengan cara
berdandan
- Terapis membuat kesepakatan
waktu 45 menit dan tempat di
ruang merpati
G. PENGORGANISASIAN KELOMPOK
Leader : Randi Randeski
Co-Leader : Fitriani
Observer : Hesti oktari
Fasilisator : Singgih Elva Putra
Perilaku pemimpin/terapis yang diharapkan :
Perilaku yang ditampilkan oleh leader (peran leader) :
1. Memimpin kegiatan TAK dari awal sampai akhir
2. Mengatur jalannya kegiatan TAK sampai selesai
3. Memfasilitasisemuaanggotauntukmengekspresikanperasaan,
mengajukanpendapat, danumpanbalik
4. Sebagai role model
5. Menutup kegiatan TAK
Perilaku yang ditampilkan oleh Co-leader(peran Co-Leader) :
1. Membantu leader untuk mengorganisasi anggota kelompok
2. Mengingatkan leader tentangwaktu
3. Mengingatkan leader bila menyimpang dari topik
4. Menjadi role model bersama leader
5. Menulis pendapat klien selama kegiatan pelaksanaan TAK
Perilaku yang ditampilkan oleh observer (peran observer) :
1. Mampu mengobservasi jalannya kegiatan
2. Mengobservasi setiap respon klien (verbal/nonverbal)
3. Mencatat semua proses yang terjadi
4. Mencatat penyimpangan acara terapi aktifitas kelompok
Perilaku yang ditampilkan oleh fasilisator (peran fasilisator) :
1. Memfasilitasi media dan alat serta ansemsi
2. Memotivasi klien untuk berperan aktif selama kegiatan
Keterangan :
: Leader : Fasilisator
: Co-leader : Observer
: Pasien : Pembimbing
J. PROSES EVALUASI
a. Evaluasi Struktur
- Diharapkan jumlah peserta sesuai dengan yang diharapkan
- Diharapkan media dan alat sesuai dengan perencanaan
- Diharapkan waktu dan tempat sesuai dengan perencanaan
- Diharapkan peran dan tugas terapis/mahasiswa sesuai dengan peran
dan tugasnya masing-masing
b. Evaluasi Proses
- Diharapkan peserta tidak meninggalkan tempat selama kegiatan
berlangsung
- Diharapkan peserta dapat mengikuti peraturan permainan yang di
tetapkan
- Diharapkan peserta berperan aktif dalam permainan dan dapat
memberikan tanggapan tentang permainan dan manfaat permainan
c. Evaluasi Hasil
- Diharapkan 80% peserta mampu memahami manfaat berpakaian
rapi
- Diharapkan 80% peserta mampu memahami alat dan bahan
berpakaian rapi
- Diharapkan 80% peserta mampu memahami cara berpakaian rapi
K. PENUTUP
Demikianlah proposal ini kami ajukan dalam rangka memenuhi tugas
kelompok praktik komprehensif di RSJ Prof. HB. Saanin Padang. Atas
perhatian dan kesempatan yang diberikan kami ucapkan terima kasih.
(Randi Randeski)
Disetujui Oleh
Pembimbing Klinik
Nama klien
No Aspek yang dinilai
Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Beri tanda (√) untuk kemampuan yang dapat dilakukan
3. Bila klien tidak mampu, stimulasi/latih sampai klien mampu
4. Klien dianggap mampu jika semua unsur kemampuan tercapai
Lampiran 2
Rapi
10