Loss Function Taguchi
Loss merupakan sesuatu yang pasti terjadi saat suatu karakteristik kualitas fungsional produk
menyimpang dari nilai nominalnya (target), sekecil apapun penyimpangan yang terjadi.
Nilai loss akan meningkat saat nilai karakteristik kualitas melebar lebih jauh dari nilai
targetnya. Loss yang terjadi akibat variasi dalam output proses ini nilainya sama dengan
”kerugian terhadap masyarakat”.
Loss function menggambarkan biaya sosial yang timbul di antara produsen dan konsumen akibat
penetapan karakteristik kualitas tertentu pada produk. Loss Function digunakan dalam mengukur
performansi karakteristik kualitas dalam pencapaian target, yaitu seberapa besar adanya variasi
di sekitar target. Berikut merupakan kurva loss function untuk ketiga karakteristik kualitas. Loss
function juga dapat digunakan dalam evaluasi pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu usaha
perbaikan kualitas.
Berdasarkan pendekatan loss function, karakteristik kualitas yang terukur menurut Taguchi dapat
dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1. Nominal is the best: Merupakan karakteristik kualitas dengan nilai yang dapat positif
maupun negatif. Nilai yang diukur berdasarkan nilai target yang telah ditetapkan.
Pencapaian nilai mendekati target yang telah ditetapkan maka kualitas semakin baik.
2. Lower is better: Merupakan karakteristik terukur non negatif dengan nilai ideal nol.
Pencapaian nilai mendekati nol maka kualitas akan semakin baik.
3. Higher is better: Merupakan karakteristik terukur dengan nilai non negatif dengan nilai
ideal tak terhingga. Pencapaian nilai mendekati nilai tak terhingga maka kualitas yang
dihasilkan akan semakin baik.
Perumusan untuk loss function adalah
sebagai berikut:
Loss for an individual Average loss per part in a
Karakteristk Kualitas
part (L) distribution
Higher is Better
Nominal is Best
Lower is Best k(y-m)2 k(S2 +[y- m]2] )
k(y2)
Di mana: L = kerugian m = target
y = hasil pengukuran S2 = variansi distribusi
k = konstanta kerugian y = rata-rata distribusi
Besarnya nilai A0 dihitung dengan menjumlahkan seluruh komponen biaya yang timbul,
misalnya biaya kehilangan waktu, biaya penggantian (perbaikan), transportasi, dan lain-lain.
Sedangkan A0 adalah selisih atau besarnya toleransi yang diberikan.
Sumber : [Link]
Control Chart untuk Variabel
Control chart untuk veriabel adalah x dan untuk range adalah R, digunakan untuk memonitor
proses yang memiliki dimensi kontinyu.
1. X-chart : bagan pengendalian yang mengindikasikan perubahan yang etrtjadi dalam
tendensi sentral dari suatu proses produksi (perubahan dan mean-nya () yang ditunjukkan
dengan garis sentral).
Rumus :
Contoh soal :
Berat kotak dari Oat Flakes dalam suatu produk jumlah besar di jadikan sample setiap jam.
Batasan pengendalian ditetapkan 99.7% dari mean sample yang digunakan. Sampel dari 9 kotak
dipilih secara acak dan ditimbang. Standar deviasi populasi () diketahui sebesar 1 ons. Berikut
adalah hasil dari 12 jam terakhir yang diteliti :
Jam Rata-rata Jam Rata-rata Jam Rata-rata
9 kotak 9 kotak 9 kotak
1 16.1 5 16.5 8 16.3
2 16.8 6 16.4 10 14.8
3 15.5 7 15.2 11 14.2
4 16.5 8 16.4 12 17.3
Rata-rata mean dari 12 sampel adalah 16 ons. Dengan x = 16 ons, = 1 ons dan n = 9 serta z = 3,
maka batas pengendaliannya adalah :
2. R-chart : mengindikasikan gain atau loss dalam dispersi/range yang terjadi.
Rumus :
UCL = D4R
LCL = D3R
Dimana :
UCL = batasan kendali atas untuk suatu skala
LCL = batasan kendali bawah untuk suatu skala
D4 dan D3 = nilai dari table S4.1 (lihat textbook)
Contoh soal :
Skala (range) rata-rata dari suatu proses untuk bongkar muat truk adalah 5.3 pon. Jika jumlah
sample adalah 5, maka tentukan batasan kendali atas dan bawah. Dengan melihat pada Tabel
S4.1 untuk ukuran sample 5, maka D4 = 2115 dan D3 = 0. Maka skala batasan kendalinya adalah
:
UCL = D4R
= (2115) (5.3 pon)
= 11.2 pon
LCL = D3R
= (0) (5.3 pon)
=0
Control Chart untuk Atribut
Digunakan saat sample produk dengan karakteristik atribut yaitu biasanya diklasifikasikan
sebagai cacat atau tidak cacat.
1. P-chart : adalah merupakan bagan kendali kualitas yang digunakan untuk mengontrol
atribut produk.
Contoh soal :
Karyaman ketik data entry pada perusahaan ARCO memasukkan ribuan data asuransi
setiap harinya. Sampel kerja dari 20 orang tenaga ketik dapat dilihat dalam table berikut.
100 data dimasukkan setiap tenaga ketik. Fraksi cacat pada masing-masing sample
kemudian dihitung. Dengan batasan pengendalian 99.7% variasi random dalam poses,
tentukan batas-batas pengendliannya!
Nomor Nomor Fraksi Nomor Nomor Fraksi
Sampel Rusak Rusak Sampel Rusak Rusak
1 6 0.06 11 6 0.06
2 5 0.05 12 1 0.01
3 0 0 13 8 0.08
4 1 0.01 14 7 0.07
5 4 0.04 15 5 0.05
6 2 0.02 16 4 0.04
7 5 0.05 17 11 0.11
8 3 0.03 18 3 0.03
9 3 0.03 19 0 0
10 2 0.02 20 4 0.04
Jawab :
Total jumlah kesalahan 80
P = ---------------------------------------------- = ------------------ = 0.04
Total jumlah record yang diuji ( 100 ) ( 20 )
2. C-chart : adalah merupakan suatu bagan pengendalian kualitas yang digunakan untuk
mengendalikan jumlah rusak/cacat per unit output.
Contoh soal :
Red Top Cab Company menerima sejumlah keluhan setiap hari mengenai perilaku
pengemudi mereka. Lebih dari 9 hari periode waktu (dimana hari adalah merupakan unit
yang diukur), pemilik menerima sejumlah panggilan dari penumpang : 3, 0, 8, 9, 6, 7, 4,
9, 8, untuk total keluhan sebanyak 54 keluhan. Untuk menghitung 99.7% batasan
pengendalian digunakan : C = 54/9 = 6 keluhan per hari.
Maka,
Sumber : [Link]/files/[Link]