1
POLIMER
A. Pengertian Polimer
Polimer atau disebut juga makromolekul merupakan molekul besar yang dibangun oleh
pengulangan kesatuan kimia yang kecil dan sederhana. Polimer berasal dari dua kata, poly yang berarti
banyak dan merose yang berarti bagian-bagian. Penggunaan kata polimer tersebut diusulkan oleh Jons
Jacob Berzillius, yaitu untuk menyebutkan senyawa dengan rumus empiris sama tetapi massa
molekulnya berbeda. Contohnya plastik jenis polimer polistirena/polifeniletena. Polifeniletina
mempunyai harga rata-rata massa molekul mendekati 300.000. Hal ini yang menyebabkan polimer
tinggi mempunyai sifat sangat berbeda dari polimer bermassa molekul rendah, sekalipun kedua jenis
polimer itu sama.
Beberapa senyawa makromolekul mudah kita temukan dalam kehidupan sekitar kita, seperti kayu
yang berupa lignin dan selulosa, bahan makanan, seperti beras dan tepung terigu (mengandung
karbohidrat), daging dan telur (mengandung protein), pakaian yang berupa bahan poliester, peralatan
rumah tangga yang berupa plastik dari bahan polietilena, dan teflon dari bahan polivinilklorida.
B. Klasifikasi Polimer
1. Klasifikasi Polimer menurut Asalnya
A. Polimer Alam
Adalah polimer yang berasal dari makhluk hidup dan terdapat di alam. Polimer alam tidak
mencemari lingkungan, tetapi sifat-sifatnya kurang baik, misalnya: karet alam cepat rusak dan
kurang elastis. Serat pada wol dan sutera juga cepat rusak. Hal ini menyebabkan polimer alam
sukar untuk dikembangkan untuk memperbaiki sifat-sifatnya agar lebih baik dan lebih luas
pemanfaatanya dalam kehidupan manusia.
Berikut contoh beberapa polimer alam:
No Polimer Monomer Polimerisasi Sumbernya
1. Pati/Amilum Glukosa Kondensasi Biji-bijian, umbi
2. Sellulosa Glukosa Kondensasi Kayu, sayuran, kapas.
3. Protein Asam Amino Kondensasi Daging, telur, wol, sutera.
4. Asam Nukleat Nukleotida Kondensasi DNA dan RNA
5. Karet Alam Isoprena Adisi Getah karet
B. Polimer Sintetis ( polimer buatan )
Adalah polimer yang tidak terdapat di alam dan harus dibuat manusia. Keunggulan polimer
sintetis adalah sifatnya dapt dirancang sesuai dengan tujuan dan kegunaan polimer tersebut.
Hal inilah yang menyebabkan munculnya beratus – ratus polimer dengan tujuan yang sangat
luas.
Tabel beberapa contoh polimer sintetis
Asih Winarni, [Link] Untuk kalangan sendiri
2
No. Polimer Monomer Polimerisasi Terdapat pada
Polietena Etena Adisi Kantung,kabel plastik
1.
Polipropena Propena Adisi Tali,karung,botol plastik
2.
Pipa pralon,pelapis lantai, kabel
PVC Vinil klorida Adisi
3. listrik
Polivinil alkohol Vinil alkohol Adisi Bak air
4.
Teflon Tetrafluoro etena Adisi Wajan,panci anti lengket
5.
Metil tereftalat dan Pita rekam magnetik,
Dakron Kondensasi
6. etilen glikol kain,tekstil,wol sintetis
Asam adipat dan
Nilon Kondensasi Tekstil
7. heksametilen diamin
Polibutadiena Butadiena Adisi Ban motor, mobil
8.
2. Klasifikasi Polimer Menurut Reaksi Pembuatannya
A. Polimerisasi Adisi
Polimerisasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan tak jenuh (ikatan rangkap
dengan melakukan reaksi dengan cara membuka ikatan rangkap (reaksi adisi) dan
menghasilkan senyawa polimer dengan ikatan jenuh .
Contoh :
Pembentukan Polietena/Polietilena (sintesis)
Polietena merupakan plastik yang dibuat secara sintesis dari monomer etena (C 2H4)
B. Polimerisasi Kondensasi
Polimerisasi Kondensasi adalah reaksi penggabungan monomer yang disertai dengan
pelepasan zat atau molekul sederhana(kecil).
Contoh :
1. Pembentukan Nylon (sintesis)
Asih Winarni, [Link] Untuk kalangan sendiri
3
Pembuatan nylon dari monomer asam heksanadionat (asam adipat) dengan 1,6-diamino
heksana. Reaksi yang terjadi adalah gugus karboksilat (-COOH) bereaksi dengan gugus
amino (-NH2) melalui ikatan peptida (HNCO) dan mengasilkan nylon serta molekul air.
2. Pembentukan protein (alami)
Protein terbentuk dari asam α amino sebagai monomer. Pembentukannya seperti pada
nylon yaitu reaksi dari gugus karboksilat (-COOH) dengan gugus amino (-NH 2) melalui
ikatan peptida (HNCO) dengan menghasilkan protein dan air.
Contoh lain dari reaksi polimerisasi kondensasi adalah bakelit yang bersifat keras, dan dracon,
yang digunakan sebagai serat pakaian dan karpet, pendukung pada tape – audio dan tape –
video, dan kantong plastik. Monomer yang dapat mengalami reaksi polimerisasi secara
kondensasi adalah monomer-monomer yang mempunyai gugus fungsi, seperti gugus –OH;
-COOH; dan NH2.
3. Klasifikasi Polimer Menurut Sifatnya Terhadap Panas
A. Polimer Termoplas
Yaitu polimer yang tidak tahan panas. Polimer ini akan meleleh (melunak) jika dipanaskan dan
dapat dilebur untuk dicetak kembali (di daur ulang).
Contohnya : Polietena, Polipropena, nilon, perspex, polistrirena dan PVC.
B. Polimer Termosetting
Yaitu polimer yang tahan panas. Polimer ini tidak akan meleleh (sukar melunak) jika
dipanaskan dan sukar di daur ulang. Tetapi polimer ini lebih tahan lama dibandingkan
termoplas. Polimer jenis ini banyak digunakan untuk membuat alat rumah tangga tahan panas
seperti cangkir.
Contohnya : Melamin, Bakelit dan poliester.
4. Klasifikasi Polimer Berdasarkan Jenis Monomernya
A. Homopolimer
Homopolimer adalah polimer yang terdiri dari satu macam jenis monomer atau polimer yang
monomernya sejenis . Contoh : PVC, Polipropilena, Polietillena, PVA, teflon. Homopolimer
mempunyai struktur sebagai berikut:
. . . – A – A – A – A –A – A – A – A – . . .
B. Kopolimer (Heteropolimer)
Kopolimer adalah polimer yang monomernya tidak sejenis (berbeda). Contohnya : Dakron,
Nilon 6.6, Melamin (fenol formaldehid), bakelit. Proses pembentukan polimer berlangsung
dengan suhu dan tekanan tinggi dibantu katalis. Dari susunan monomer yang bergabung,
kopolimer dibagi lagi menjadi :
a. Kopolimer acak : kopolimer dengan susunan monomer yang
terbentuk tidak beraturan.
-[A – B – B – A – A – A – B – A – A – B – B – B] –
Asih Winarni, [Link] Untuk kalangan sendiri
4
b. Kopolimer blok : susunan monomer yang terbentuk secara teratur
dengan jumlah tertentu.
-[A – A – B – B – A – A – B – B – A – A – B – B] -
c. Kopolimer bergantian : susunan monomer yang terbentuk secara
bergantian/selang-seling
-[A – B – A – B – A – B – A – B – A – B – A – B] -
d. Kopolimer bercabang/tempel/grafit : susunan monomer yang merupakan cabang/
menempel pada polimer tulang punggung lurus yang mengandung hanya satu macam
kesatuan berulang.
5. Klasifikasi Polimer Berdasarkan Strukturnya
A. Polimer Linear
Polimer Linear merupakan polimer yang mempunyai struktur dari rantai panjang atom-atom
skeletal yang mengikat gugus [Link] jenis polimer yang mempunyai struktur
polimer linear yaitu diantaranya Polivinilklorida, Poliakrilonitril, Nilon, Poli(metal
metrakilat)PMMA
B. Polimer Bercabang
C. Polimer jaringan tiga dimensi
6. Klasifikasi Polimer Berdasarkan Apilkasinya
A. Polimer komersial
adalah polimer yang disintesis dengan harga murah dan diproduksi secara besar-besaran.
Contoh : polietilena, polipropilena, pilivinil klorida dan polistirena.
B. Polimer teknik
adalah polimer yang mempunyai sifat unggul tetapi harganya mahal.
Contoh : poliamida, polikarbonat, asetal, dan polyester.
C. Polimer dengan tujuan khusus
adalah polimer yang mempunyai sifat spesifik yang unggul dan dibuat untuk keperluan khusus.
Contoh : alat-alat kesehatan seperti thermometer atau timbangan, rompi anti peluru(kevlar)
Asih Winarni, [Link] Untuk kalangan sendiri
5
C. Kegunaan dan Dampak Polimer
Pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, polimer banyak ditemukan dan
bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang merupakan polimer alam, seperti: karet alam,
amilum/pati, selulosa, protein, asam nukleat, dll. Ada pula polimer buatan (sintensis) hasil dari rekayasa
IPTEK, seperti: berbagai jenis plastik, karet buatan, serat buatan, dll. Bahkan dalam perkembangan
berikutnya kedudukan polimer sintetis sangat mendominasi kehidupan manusia. Lihat saja penggunaan
plastik yang hampir mewarnai segala segi kehidupan kita, mulai dari sampul buku, pembungkus
makanan sampai berbagai perabot rumah tangga. Baju yang kita pakai sehari-hari tidak 100% terbuat
dari kapas, tetapi sudah banyak digantikan dengan serat sintesis seperti Tetoron, Nylon, bahkan
dakron. Inilah gambaran begitu banyak kegunaan polimer dalam kehidupan manusia bahkan mungkin
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita.
Beberapa contoh polimer dan kegunaannya dapat dilihat dalam tabel berikut:
No. Polimer Monomer Sifat Kegunaan
Polietena Etena Lentur Botol semprot, tas plastik, kabel, ember,
1. tempat sampah dan film plastik
(pembungkus makanan)
Polipropilena Propena Keras dan titik Karpet, tali, wadah plastik, dan mainan
2. leleh tinggi anak-anak
Polivinil klorida Vinil klorida Kaku dan keras Pipa air dan pipa kabel listrik (paralon)
3. (PVC)
PolistirenaPolifenil Fenil etena Tahan terhadap Plastik pada kendaraan dan pesawat
4. etena tekanan tinggi terbang, genting, cangkir, mangkuk, dan
mainan
Poliamida (nilon) Asam adipat Kuat (tidak cepat Pakaian, peralatan camping, laboratorium,
5. dan rusak) dan halus rumah tangga, dapur, parasut, layar perahu
heksametilen
diamina
PolitetrafluoroEtena Tetrafluoro Keras, kaku, Pelapis anti lengket dan wajan anti lengket
6. (PTFE) atau Teflon etena tahan panas dan
bahan kimia
Bakelit Formaldehid Termoset Peralatan listrik (saklar), perlengkapan
7. dan fenol radio, telepon, kamera, piring, dan gelas
Polivinil Alkohol Vinil alkohol Bak air
8. (PVA)
Orlon Akrilonitril Adisi campuran wol, karpet, dan kaus kaki.
9.
Polimetil Metakrilat Metil Kuat dan jendela pesawat terbang dan lampu
10. (PMMA)/flexiglass metakrilat transparan belakang mobil
Asih Winarni, [Link] Untuk kalangan sendiri
6
Akan tetapi penggunaan polimer yang tidak diimbangi dengan cara menangani limbahnya akan
menimbulkan masalah baru yaitu “PENCEMARAN LINGKUNGAN”, karena polimer sintetis sukar terurai
oleh mikroorganisme. Akibatnya, barang-barang tersebut akan menumpuk dalam bentuk sampah yang
tidak dapat membusuk. Atau menyumbat saluran air yang menyebabkan banjir.
Sampah polimer sintetis jangan dibakar, karena akan menghasilkan senyawa dioksin. Dioksin
adalah suatu senyawa gas yang sangat beracun dan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).
Plastik vinyl chloride tidak berbahaya, tetapi monomer vinyl chloride sangat beracun dan karsinogenik
yang mengakibatkan cacat lahir. Plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan, jika terkena
panas dikhawatirkan monomernya akan terurai dan akan mengkontaminasi makanan.
Untuk mengurangi pencemaran plastik :
1. Kurangi penggunaan plastik.
2. Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik, sehingga dapat didaur ulang.
3. Jangan membuang sampah plastik sembarangan.
4. Sampah plastik jangan dibakar.
Untuk menghindari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik :
1. Gunakan kemasan makanan yang lebih aman, seperti gelas.
2. Gunakan penciuman, jika makanan/minuman bau plastik jangan digunakan.
Soal Latihan 1
1. Proses bergabungnya molekul-molekul kecil menjadi molekul yang besar disebut....
a. kondensasi c. hidrolisis e. adisi
b. polimerisasi d. sintesis
2. Contoh polimer alam yaitu…
a. PET c. bakelit e. poliisoprena
b. teflon d. polistirena
3. Polimer dengan struktur : A-A-A-B-B-A merupakan jenis....
a. homopolimer c. kopolimer bercabang e. kopolimer tidak beraturan
b. kopolimer blok d. kopolimer bergantian
4. Contoh polimer kondensasi yaitu …
a. teflon dan polipropilena c. polistirena dan PVC e. tetoron dan nilon
Asih Winarni, [Link] Untuk kalangan sendiri
7
b. karet alam dan teflon d. polietena dan teflon
5. Wajan anti lengket mengandung polimer yang berasal dari monomer....
a. propena c. kloro etena e. tetrafluoro etena
b. fenil etena d. vinil klorida
6. Pasangan polimer yang biasa digunakan untuk membuat pakaian yaitu…
a. poliamida dan poliester
b. polietena dan poilpropilena
c. polivinil klorida dan polistirena
d. politetrafluoro etena dan bakelit
e. karet sintetis dan polimetil metakrilat
7. Ciri khas monomer yang mengalami polimerisasi adisi yaitu berupa senyawa....
a. jenuh b. alkana c. alkuna d. benzena e. tidak jenuh
8. Polimer yang tidak dapat didaur ulang karena akan meleleh jika dipanaskan kembali yaitu …
a. polipropena b. polistirena c. polietena d. epoksi e. PVC
9. Molekul sederhana yang dilepaskan saat pembentukan dakron yaitu …
a. H2O b. NH3 c. CO2 d. CO e H2
[Link] klorida (PVC) adalah polimer jenis plastik yang banyak digunakan untuk pipa air. Plastik
tersebut tersusun dari monomer-monomer ....
a. CHCl = CHCl c. CH = CCl e. CH3 CH2Cl
b. CH2 = CHCl d. CHCl = CCl2
Soal Latihan 2
1. Apakah yang dimaksud dengan polimer?, Sebutkan dasar-dasar penggolongan polimer?
2. Apakah perbedaan antara polimer alam dan sintetis?
3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam polimer berdasarkan bentuk susunan rantainya?
4. Apakah yang dimaksud dengan polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi?
5. Tuliskan reaksi polimerisasi adisi polipropena?
6. Tuliskan reaksi polimerisasi kondensasi pembentukan nilon dari asam adipat dengan heksametilen
diamina?
7. Sebutkan kegunaan dari beberapa polimer yang kamu ketahui?
8. Sebutkan dampak negatif penggunaan polimer dan jelaskan cara mengatasinya?
Asih Winarni, [Link] Untuk kalangan sendiri