0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan4 halaman

Jenis-Jenis Belalang di Kampus Universitas

Penelitian menemukan 20 spesies belalang dari 3 famili, 10 subfamili, dan 16 genus di kampus Universitas Pasir Pengaraian. Belalang-belalang tersebut adalah bagian dari keanekaragaman hayati di kampus universitas.

Diunggah oleh

Joko prakoso
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan4 halaman

Jenis-Jenis Belalang di Kampus Universitas

Penelitian menemukan 20 spesies belalang dari 3 famili, 10 subfamili, dan 16 genus di kampus Universitas Pasir Pengaraian. Belalang-belalang tersebut adalah bagian dari keanekaragaman hayati di kampus universitas.

Diunggah oleh

Joko prakoso
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JENIS-JENIS BELALANG (Orthoptera: Ensifera) DI AREAL KAMPUS

UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN KECAMATAN RAMBAH HILIR


KABUPATEN ROKAN HULU

Ami Rozali(1), Rofiza Yolanda(2), Arief Anthonius Purnama(2)


1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasir Pengaraian
Email : Amirobiologi20@[Link]
2
Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasir Pengaraian
Email : Padangers@[Link]; Ariefanthoniuspurnama@[Link]

ABSTRACT

This research aims to determine the types of grasshoppers (Orthoptera: Ensifera) contained in the Campus location
University of Pasir Pengaraian District of Rambah Hilir Rokan Hulu Regency. This study was conducted from June to
August 2016 with a survey method to the study site directly. Grasshopper obtained was then identified by describing the
types based reference source. Results of the study found a grasshopper with 3 families, 10 subfamily, 16 genera and 20
species. As for the types of grasshoppers that are Aphonoides sp., Conocephalus maculatus, Conocephalus melaenus,
Elbenia sp., Elimaea sp., Euconocephalus nasutus, Euconocephalus sp., Euscyrtus concinnus, Gryllotalpa wallace,
Gryllus bimaculatus, Hexacentrus unicolor, Loxoblemmus parabolicus, Mecopoda elongata, Mecopoda sp., Nisitrus
vittatus, Phaneroptera brevis Sclerogryllus sp., Teleogryllus emma, Teleogryllus sp. dan Velarifictorus sp.

Keywords: Conocephalus maculatus,Grasshoper,Katydid.

1. PENDAHULUAN (Periplaneta americana), dan jangkrik (Gryllus mitratus)


(Erawati dan Kahono, 2010: 101).
Indonesia merupakan Negara Mega Biodi-versity Kampus Universitas Pasir Pengaraian merupakan
yang menghasilkan hutan tropis terbesar ke tiga di dunia satu-satunya Universitas di Rokan Hulu. Di areal Kampus
setelah Brasil dan Republik Demokrasi Kongo. Indonesia Universitas Pasir Pengaraian masih banyak ditumbuhi
juga memiliki sekitar 17.000 pulau yang terbentang berbagai jenis tumbuhan dan rerumputan yang
antara kawasan Indomalaya dan Australasia, serta merupakan habitat dari belalang (Ensifera). Di sekeliling
memiliki hutan mangrove yang terluas di dunia. Di antara kampus juga terdapat perkebunan milik masyarakat
ribuan pulau tersebut, Indonesia memiliki tujuh kawasan sekitar, seperti perkebunan karet dan kelapa sawit. Di
Biogeografi utama dan keanekaragaman tipe-tipe habitat areal kampus Universitas Pasir Pengaraian belum pernah
yang luar biasa serta memiliki kekayaan hayati yang unik dilakukan penelitian tentang jenis-jenis belalang
(FWI/GFW, 2001: 1). (Orthoptera: Ensifera). Penelitian jenis-jenis belalang
Serangga merupakan salah satu kekayaan hayati (Orthoptera: Ensifera) di areal Kampus Universitas Pasir
yang dimiliki Indonesia. Insekta atau serangga Pengaraian Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan
merupakan spesies hewan yang jumlahnya paling Hulu dengan tujuan mengetahui jenis-jenis belalang
dominan diantara hewan dalam filum arthropoda. Insekta (Orthoptera: Ensifera) yang ada pada daerah tersebut.
memiliki lebih banyak spesies dari pada gabungan semua Adanya kajian ini dapat memberikan manfaat terhadap
organisme hewan lainnya. Serangga juga melimpah di masyarakat mengenai jenis-jenis belalang (Orthoptera:
perairan tawar dan udara (Fried dan Hademenos, 2006: Ensifera) yang ada pada daerah ini dan dapat dijadikan
351). Salah satu serangga yang paling mudah dijumpai sebagai referensi para penelitian selanjutnya.
pada setiap lingkungan adalah belalang. Belalang dikenal
dengan serangga bersayap lurus termasuk kedalam ordo 2. METODE PENELITIAN
Orthoptera. Belalang banyak ditemukan pada musim semi
dan musim panas, tetapi paling banyak di musim gugur. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan
Daerah yang banyak terdapat rumput adalah habitat menggunakan metode survei di lokasi penelitian secara
utama belalang dan tempat yang baik untuk memulai langsung. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan
mencarinya (Anwar, 2013: 10). Juni sampai bulan Agustus 2016 di areal kampus
Di dalam suatu ekosistem belalang mempunyai Universitas Pasir Pengaraian Kecamatan Rambah Hilir
peranan yang cukup penting dalam berjalannya rantai Kabupaten Rokan Hulu, identifikasi dilakukan di
makanan, akan tetapi belalang juga dinilai sebagai hama Laboratorium Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas
dalam pertanian (Susilo dan Swibawa, 2001: 49). Salah Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir
satu jenis belalang yang merupakan hama bagi tanaman Pangaraian. Alat yang digunakan dalam penelitian ini
adalah belalang kembara (Locusta migratoria) yang adalah insect net, GPS, caliper meter, kotak penyimpanan
merusak tanaman di berbagai wilayah Indonesia. Jenis- spesimen, papan perentang, jarum serangga, kamera
jenis belalang lainnya yang dikenal di Indonesia adalah digital, pinset, termos dan alat tulis, sedangkan bahan
belalang kayu (Valanga nigricornis), belalang ranting yang digunakan adalah es batu sebagai pengawet.
(Phobaeticus chani), belalang daun (Phyllium Pengambilan sampel dilakukan pada stasiun yang
fulchrifolium), belalang sembah (Hierodula vitrea), kecoa telah ditentukan yang dianggap banyak terdapat

1
belalang. Sebelum pengambilan sampel terlebih dahulu Laboratorium Biologi Program Studi Pendidikan Biologi
menentukan titik koordinat dengan menggunakan GPS. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Pengambilan sampel dilakukan secara langsung dengan Pasir Pangaraian. Sampel yang didapat difoto untuk
menggunakan insect net pada stasiun yang dianggap mengamati karakter morfologi untuk diidentifikasi
terdapat belalang dengan 2 kali pengambilan pada setiap dengan menggunakan referensi Tan (2010, 2011, 2012)
stasiun. Pengambilan sampel dimulai pada pagi hari Tan dkk, (2013), Tan dan Kamaruddin (2014). Setelah
pukul 08.00-10.00 WIB, sore hari pada pukul 14.00- sampel difoto dengan menggunakan kamera digital.
16.00 WIB dan malam hari pada pukul 19.30-21.00 Dilakukan proses pengeringan/pengawetan sampel
WIB. Setelah sampel terkumpul selanjutnya sampel dengan cara menusuk toraks menggunakan jarum
dimasukkan ke dalam termos yang berisi es batu untuk serangga dan disimpan di dalam oven dengan suhu 20-
mencegah sampel agar tidak hancur dan warna tidak 30˚C selama 3 hari. Setelah 3 hari sampel diawetkan di
berubah. dalam oven kemudian dikeluarkan dan disimpan
Semua sampel yang telah dikoleksi pada stasiun- kedalam kotak penyimpanan spesimen.
stasiun yang telah ditentukan kemudian dibawa ke

Gambar 1. Peta lokasi penelitian di areal kampus Universitas Pasir Pengaraian Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten
Rokan Hulu (Sumber: Google Earth, 2016).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN sp., yang diperoleh dari 6 stasiun di areal Kampus
Universitas Pasir Pengaraian Kecamatan Rambah Hilir
3.1 Orthoptera (Ensifera) yang didapatkan pada Kabupaten Rokan Hulu. Famili berikutnya yaitu
lokasi penelitian Tettigonidae yang terdiri dari 4 subfamili, yaitu
Conocephalinae, Hexacentrinae, Mecopodinae dan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan Phaneropterinae. Subfamili Conochepalinae dengan
di areal Kampus Universitas Pasir Pengaraian Kecamatan spesiesnya Conocephalus melaenus, Conocephalus
Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu didapatkan maculatus, Euconocephalus nasutus dan Euconocephalus
Orthoptera (Ensifera) dengan 3 famili, 10 subfamili, 16 sp.
genus dan 20 spesies. Famili Gryllidae terdiri dari 5 Subfamili Hexacentrinae dengan spesiesnya
subfamili, yaitu Eneopterinae, Eucyrtinae, Gryllinae, Hexacentrus unicolor, Subfamili Mecopodinae dengan
Podoscirtinae dan Trigonidinae. Subfamili Eneopterinae spesiesnya Mecopoda elongata dan Mecopoda sp,
dengan spesiesnya Nisitrus vittatus, Subfamili Subfamili Phaneropterinae dengan spesiesnya
Euscyrtinae dengan spesiesnya Euscyrtus concinnus, Phaneroptera brevis, Elbenia sp. dan Elimaea sp.
Subfamili Gryllinae dengan spesiesnya Loxoblemmus Kemudian famili Gryllotalpidae yang terdiri dari
parabolicus, Gryllus bimaculatus, Teleogryllus emma, Subfamili Gryllotalpinae dengan spesiesnya Gryllotalpa
Teleogryllus sp. dan Velarifictorus sp., Subfamili wallace.
Podoscirtinae dengan spesiesnya Aphonoides sp. dan
Subfamili Trigonidinae dengan spesiesnya Sclerogryllus

2
Stasiun
Subordo Famili Sub famili Spesies Jumlah
1 2 3 4 5 6

Eneopterinae Nisitrus vittatus 10 11 8 17 6 0 52

Euscyrtinae Eucyrtus concinnus 8 20 7 18 17 15 85


Gryllinae Loxoblemmus parabolicus 0 0 0 0 4 3 7
Teleogryllus emma 0 3 3 0 0 2 8
Gryllidae Teleogryllus sp. 2 0 0 0 1 0 3
Velarifictorus sp. 10 6 0 0 3 2 21
Gryllus bimaculatus 0 2 0 0 0 0 2
Podoscirtinae Aphonoides sp. 0 0 0 1 0 0 1
Trigonidiinae Sclerogryllus sp. 0 6 0 0 3 0 9
Conochepalinae Conocephalus maculatus 18 14 16 26 19 18 111
Conocephalus melaenus 0 16 7 15 11 11 60
Ensifera
Euconocephalus nasutus 0 3 3 0 0 0 6
Euconocephalus sp. 0 0 0 1 0 0 1

Hexacentrinae Hexacentrus unicolor 3 0 0 3 0 0 6


Tettigonidae
Mecopoda elongata 0 1 1 0 0 0 2
Mecopodinae
Mecopoda sp. 0 0 0 1 0 0 1
Phaneropterinae Elimaea sp. 0 0 1 0 0 0 1
Phaneroptera brevis 9 13 13 37 15 4 91
Elbenia sp. 1 0 0 0 0 0 1
Gryllotalpidae Gryllotalpinae Gryllotalpa wallace 0 1 0 0 0 0 1
Jumlah 61 96 59 119 79 55 469

Berdasarkan Tabel 1 dapat dijelaskan Orthoptera: hal ini karena dipengaruhi oleh waktu serta kondisi pada
Ensifera yang didapatkan selama penelitian berjumlah saat pencuplikan dan habitat padang rumput pada stasiun
469 individu. Spesies yang paling banyak didapatkan di ini rendah dan rerumputannya yang tidak beranekaragam.
lokasi penelitian adalah Conocephalus maculatus dengan Dari sekian banyak jumlah Orthoptera (Ensifera)
jumlah 111 individu dari 6 stasiun penelitian di areal yang ditemukan selama pengamatan, spesies yang paling
kampus Universitas Pasir Pengaraian. banyak adalah Conocephalus maculatus, Phanoptera
brevis, Eucyrtus conncinus, conocephalus melaenus dan
150 119
Nisitrus vittatus. Sedangkan jumlah Orthoptera (Ensifera)
Jumlah individu

96 yang paling sedikit ditemukan adalah Aphonoides sp.,


100 79 Euconocephalus sp., Mecopoda sp., Elimaea sp., Elbenia
61 59 55 sp., dan Gryllotalpa wallace yang masing-masing 1
50 individu didapatkan selama penelitian. Kemudian Gryllus
bimaculatus dan Mecopoda elongata masing-masing 2
0 Individu, selanjutnya Teleogryllus sp., Euconocephalus
1 2 3 4 5 6 nasutus, Hexacentrus unicolor, Loxoblemmus
parabolicus, Teleogryllus emma, Sclerogryllus sp. dan
Stasiun Velarifictorus sp.
Spesies-spesies yang banyak ditemukan selama
penelitian pada umumya bisa beradaptasi pada habitat
3.2 Kelimpahan Orthoptera(Ensifera) di lokasi padang rumput yang berbeda-beda dan kemunculannya di
penelitian alam sangat melimpah sehingga pada saat penelitian
Orthoptera (Ensifera) yang telah didapatkan selama spesies-spesies tersebut banyak ditemukan. Sedangkan
penelitian berjumlah 469 individu, dari sekian banyak spesies-spesies yang sedikit ditemukan karena jumlah dan
spesies yang ditemukan, pada stasiun 1 berjumlah 61, kemunculannya di alam tidak begitu banyak, hanya
stasiun 2 berjumlah 96 , stasiun 3 berjumlah 59, stasiun 4 menyukai habitat tertentu, dan sebagian besar hanya aktif
berjumlah 119, stasiun 5 berjumlah 79 dan stasiun 6 pada malam hari sehingga sulit untuk menangkap dan
berjumlah 55 individu. menemukannya di lokasi penelitian.
Jumlah individu yang paling banyak ditemukan di
lokasi penelitian yaitu pada stasiun 4, stasiun 2 dan
stasiun 5. Hal ini karena bentuk ekosistem padang rumput 4. KESIMPULAN
pada stasiun ini tinggi dan jenis rerumputannya
beranekaragam. Sedangkan pada stasiun 1, stasiun 3 dan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan
stasiun 6 jumlah individu Orthoptera (Ensifera) yang bahwa jenis-jenis belalang yang terdapat di Areal Kampus
didapatkan lebih sedikit dibandingkan stasiun 4, 2, dan 5 Universitas Pasir Pengaraian Kecamatan Rambah Hilir
3
Kabupaten Rokan Hulu dengan 3 famili, 10 subfamili, 16 Tan, M.K., Ngiam, R.W.J., Ismail, M.R.B. dan Ibrahim,
genus dan 20 spesies. Adapun jenis-jenis belalang yang H. 2013. Diversity of Orthoptera From Neo Tiew
didapat yaitu Conocephalus maculatus, Conocephalus Lane 2, Singapore. Nature in Singapore 6: 211-
melaenus, Euconocephalus nasutus, Euconocephalus sp., 222.
Nisitrus vittatus, Euscyrtus concinnus, Aphonoides sp.,
Sclerogryllus sp., Loxoblemmus parabolicus, Teleogryllus Tan, M.K. dan Kamaruddin, K.M. 2014. Orthoptera of
emma, Teleogryllus sp., Velarifictorus sp., Gryllus Fraser’s Hill, Peninsular Malaysia. Singapore:
bimaculatus, Gryllotalpa wallace, Hexacentrus unicolor, Lee Kong Chian Natural History Museum
Mecopoda elongata, Mecopoda sp., Elimaea sp., National University of Singapore.
Phaneoptera brevis dan Elbenia sp. yang diperoleh dari 6
stasiun penelitian.

5. REFERENSI

Anwar, K. 2013. Biodiversity of Grasshoppers in Azad


Nagar, Walgaon, Road, Amravati. International
Journal of Latest Research in Science and
Technology 2(3): 10-12.

Erawati, N.V. dan Kahono, S. 2010. Keanekaragaman dan


Kelimpahan Belalang dan Kerabatnya
(Orthoptera) pada Dua Ekosistem Pegunungan di
Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Jurnal
Entomologi Indonesia 7(2): 100-115.

Fried, G.H. dan Hademenos, G.H. 2005. Schaum’s


Outlines BIOLOGI Edisi Kedua. Jakarta:
Erlangga.

FWI/GFW. 2001. Keadaan Hutan Indonesia. Bogor:


Forest Watch Indonesia dan Washington D.C.
Global Forest Watch.

Tan, M.K. 2010. Orthoptera of the Vacant Lots in Bedok


South. Nature in Singapore 3: 69–81.

2010. Orthoptera in Pulau Ubin. Nature in


Singapore 3: 243-268.

2011. The Copiphorini (Orthoptera:


Tettigoniidae: Conocephalinae) in Singapore.
Nature in Singapore 4: 31-42.

2011. The Species of Asiophlugis Gorochov,


1998 in Singapore (Orthoptera: Tettigoniidae:
Meconematinae). Nature in Singapore 4: 233-
239.

Tan, M.K. 2012. Orthoptera in The Bukit Timah and


Central Catchment Nature Reservers (Part 2):
Subordes Ensifera. Singapore: Raffles Museum
of Biodiversity Research, National University
Singapore.

Tan, M.K. dan Wang, L.K. 2012. The Orthoptera of


Semakau Landfill, Singapore: A Project
Semakau Checklist. Nature in Singapore 5: 309-
318.

Tan, M.K., Ngiam, R.W.J., dan Ismail, M.R.B. 2012. A


Checklist of Orthoptera in Singapore Parks.
Nature in Singapore 5: 61-67.

Anda mungkin juga menyukai