100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
410 tayangan14 halaman

Konsep Dasar Internetworking dan Alatnya

Makalah ini membahas tentang internetworking yang merupakan jaringan besar yang terbentuk dari beberapa jaringan kecil yang saling terhubung menggunakan protokol internet. Piranti yang digunakan untuk menghubungkan jaringan antara lain repeater, bridge, router, switch, dan converter.

Diunggah oleh

Muhammad Iqbal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
410 tayangan14 halaman

Konsep Dasar Internetworking dan Alatnya

Makalah ini membahas tentang internetworking yang merupakan jaringan besar yang terbentuk dari beberapa jaringan kecil yang saling terhubung menggunakan protokol internet. Piranti yang digunakan untuk menghubungkan jaringan antara lain repeater, bridge, router, switch, dan converter.

Diunggah oleh

Muhammad Iqbal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mata Kuliah Nama Dosen

Jaringan Komputer Eki Saputra, S. Kom., M. Kom

MAKALAH
INTERNETWORKING

Kelompok 3 SIF-3A
Adriansyah (11753101028)
Ginta Indah Sari (11750324976)
M. Iqbal (11753100235)
Rahmatul Annisa (11753202097)
Yolanda Afilda (11753202247)

Fakultas Sains dan Teknologi


Jurusan Sistem Informasi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Pelajaran 2017/2018
1
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami
ucapkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah,dan
Inayah kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang
“Internetworking”.

Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Eki Saputra, S. Kom., M.
Kom, selaku Dosen Pengampu Jaringan Komputer yang telah memberikan tugas tentang
materi ini.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih


banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Pekanbaru, 07 Oktober 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

Cover ................................................................................................................................... 1

Kata Pengantar .................................................................................................................. 2

Daftar Isi ............................................................................................................................. 3

Bab I Pendahuluan ............................................................................................................ 4

A. Latar Belakang ....................................................................................................... 4

B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 4

Bab II Pembahasan ............................................................................................................ 5

A. Internetworking ..................................................................................................... 5

1. Repeater ...................................................................................................... 6

2. Bridge .......................................................................................................... 6

3. Router.......................................................................................................... 9

4. Switch .......................................................................................................... 9

5. Converter .................................................................................................... 9

B. Peggunaan Internetworking ................................................................................ 10

a) Internetwork heterogen ............................................................................ 10

Bab III Penutup................................................................................................................. 13

A. Kesimpulan ............................................................................................................ 13

Daftar Pustaka .................................................................................................................. 14

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penerapan sistem informasi manajemen suatu organisasi dapat dilakukan dengan


menerapkan salah bentuk teknologi komunikasi yang sedang berkembang saat ini yang
disebut sebagai [Link] tujuan utama dari internetworking adalah
interoperabilitas yang maksimum, yakni memaksimalkan kemampuan program pada sistem
komputer yang berbeda dan sistem jaringan yang berbeda untuk berkomunikasi secara handal
dan [Link] ini dapat menunjang ketersediaaan informasi pada sistem komputer dan
jaringan yang beragam, baik perangkat lunak, perangkat keras maupun model data dari
informasi tersebut. Dari definisi wikipedia, Internet (singkatan dari interconnected-
networking) adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung
menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di
seluruh [Link] besar dan berkembangnya jumlah pengguna Internet telah
mewujudkan budaya [Link] juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan
pandangan [Link] bantuan mesin pencari seperti Google, Yahoo, para pengguna di
seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam
[Link] dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran
atau pengetahuan informasi dan data secara ekstrem.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang di maksud dengan internetworking ?

2. Cara penggunaan internetworking ?

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Internetworking
Ketika dua atau lebih jaringan bergabung dalam sebuah aplikasi, biasanya kita sebut
ragam kerja antar system seperti ini sebagai sebuah internetworking. Penggunaan istilh
internetwork (atau juga sebuah internet) mengacu pada perpaduan jaringan, misalnya LAN-
WAN-LAN, yang digunakan. Masing-masing jaringan (LAN atau WAN) yang terlibat dalam
internetwork disebut sebagai subnetwork atau subnet.
Internetwork adalah sebuah jaringan besar yang terbangun dari jaringan-jaringan kecil
yang memungkinkan untuk pertukaran data satu sama lain. Setiap internetwork atau yang
biasa kita kenal dengan internet, memiliki sebuah pengalamatan yang disebut internet
protocol. Internet protocol adalah sebuah kunci utama untuk membangun internet dengan
berbagai jenis jaringan computer yang heterogen.
Piranti yang digunakan untuk menghubungkan antara dua jaringan, meminjam istilah
ISO, disebut sebagai intermediate system (IS) atau sebuah internetworking unit (IWU).
Selanjutnya apabila fungsi utama dari sebuah intermediate system adalah melakukan routing,
maka piranti yang dimaksud disebut sebagai router, sedangkan apabila tugas piranti adalah
menghubungkan antara dua tipe jaringan disebut sebagai gateway. Selain menggunakan
gateway dan router, piranti yang digunakan untuk perantara antar segmen jaringan yang
berhubungan adalah repeater dan bridge.
Tujuan utama dari internetworking adalah interoperabilitas yang maksimun, yaitu
memaksimalkan kemampuan program pada sistem komputer yang berbeda dan sistem
jaringan yang berbeda untuk berkomunikasi secara handal dan efisien. Ini akan menunjang
ketersediaaan informasi pada sistem komputer dan jaringan yang beragam, baik perangkat
lunak, perangkat keras maupun model data dari informasi tersebut.
Internetworking umumnya dibangun menggunakan tiga elemen yang berbeda yaitu :
 Hubungan data LAN Biasanya terbatas dalam satu bangunan atau kampus dan
beroperasi menggunakan sistem pengkabelan private.
 Hubungan data WAN Umumnya menggunakan saluran telekomunikasi data public,
seperti X.25 PSDN, Frame Relay, ISDN, ATM.
 Device penghubung jaringan Device ini secara umum dibagi dalam beberapa katagori:
1. repeater

5
2. bridge
3. router
4. switch
5. converter

1. Repeater
Repeater pada dasarnya merupakan alat yang sederhana yang berfungsi untuk
memperbaiki dan memperkuat sinyal yang melewatinya. Dua sub jaringan yang dihubungkan
oleh perangkat ini memiliki protocol yang sama untuk semua lapisan.
Repeater juga berfungsi untuk memperbesar batasan panjang satu segmen. Berikut ini adalah
contoh beberapa jenis system yang menggunakan repeater untuk memperbaiki dan
memperkuat sinyal transmisi data:
1. System baseband bertopologi bus
Media transmisi yang paling popular pada system baseband bertopologi bus adalah
coaxial, yang juga digunakan sebagai standard IEEE 802.3. batasan maksimum
jumlah repeater yang dapat digunakan untuk satu segmen adalah empat. Berikut ini
adalah table jenis kabel coaxialdengan spesifikasi.
2. System baseband bertopologi star
System yang dimaksud disini adalah system yang secara fisik bertopologi star, tetapi
secara logika bertopologi bus, seperti yang terlihat pada gambar. Susunan jaringan
yang tergambar menggunakan kabel twisted pair, dengan protokol Ethernet. Kabel
jenis ini disebut 10 Base T, yang berkecepatan 10 Mbps dan memiliki panjang
segmen maksimum 100 m.
3. System baseband bertopologi ring
Pada system standar IEEE 802.5, repeater digunakan pada setiap simpul (node)
jaringan seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.18.

2. Bridge
Bridge adalah jenis perangkat antara yang menghubungkan dua jaringan yang
protokol lapisan fisiknya berbeda. Hal ini berarti komunikasi terjadi pada level MAC
(lapisan data linkbagian bawah) yang serupa. Sebagai contoh adalah bridge untuk
menghubungkan IEEE 802.3 (Ethernet) dengan IEEE 802.4 (token Bus). Untuk lebih
jelasnya perhatikan gambar 5.19.

6
Bridge memiliki sifat yang tidak mengubah isi maupun bentuk frame yang
diterimanya, disamping itu bridge memiliki buffer yang cukup untuk menghadpi
ketidaksesuaian kecepatan pengiriman dan penerimaan data.
2.1 Alasan penggunaan bridge
Beberapa alasan mengapa bridge digunakan untuk menghubungkan beberapa
LAN adalah sebagai berikut:
 Keterbatasan LAN
Hal iniberkaitan erat dengan :
 Jumlah maksimum stasiun
 Panjang maksimum segmen
 Bentang jaringan (Network span)
 Kehandalan dan keamanan lalu lintas data
Bridge dapat menyaring lalulintas data antar dua segmen jaringan
 Unjuk kerja
Semakin besar LAN (jumlah stasiun maupun jarak),unjuk kerja semakin menurun.
 Keterpisahan geografis
Bila dua system pada tempat yang berjauhan di sambungkan,penggunaan bridge
dengan saluran komunikasi jarak jauh (minsalnya radio atau gelombang mikro ) jauh
lebih masuk akal di bandingkan menghubungkan langsung dua system tadi dengan
kabel coaxial misalnya.

2.2. Pengelompokan Bridge


Dari sudut kelengkapan fungsi ,perangkat ini dapat digolongkan menjadi 3 macam
,yaitu:
1. Bridge sederhana
Bila suatu simpul jaringan mengirimkan data kesimpul jaringan lain,maka bridge
sederhana akan menyebarkan data tersebut kesemua jaringan .
Bridge sederhana ,memiliki urutan kerja sebagai berikut :
 Baca semua paket data yang datang dari suatu jaringan
 Sebarkan kesemua simpul jaringan yang lain.
2. Bridge belajar
Jenis ini memiliki kemampuan memilih paket mana yang di tujukan pada segmen lain
jaringan ,dan meneruskan paket tersebut pada jaringan yang sesuai tersebut . hal ini di

7
mungkinkan karena protokol lapisan MAC memang terdapat field alamat tujuan
paket. kini bridge sederhana juga telah di lengkapi dengan kemampuan belajar
tersebut.
Bridge belajar ,memiliki urutan kerja sebagai berikut :
 Baca semua paket data yang datang dari suatu jaringan
 Pilih dan terima semua paket data yang tidak dialamatkan untuk jaringan
pertama kali
 Kirimkan (teruskan) paket data yang di terima tadi kejaringan lain yang
terhubung pada bridge
3. Bridge dengan kemampuan pencarian jalan (routing)
Jenis ini juga memiliki kemampuan jenis sebelumnya , di tambah dengan kemampuan
pencarian jalan.
Pada bridge yang mempunyai fasilitas pencari jalan, terdapat beberapa strategi yang
digunakan, antara lain:
 Fixed [Link] cara ini dibuat sebuah table yang berisi semua jalur yang
mungkin terjadi antara suatu stasiun pengirim dan penerima . cara ini relative
mudah untuk system jaringan sederhana
 Penggunaan algoritma spanning tree, dengan menganggap LAN sebagai
symbol (node) graph dan bridge sebagai sisi (edge) graph. Dengan algoritma
ini, dibangun bentuk spanning tree dari suau graph, yaitu graph yang tidak
memiliki putaran (closed loop).
 Source routing. Pada cara ini, setiap stasiun yang akan mengirimkan paket,
harus mendefinisikan jalur yang harus ditempuh. Dengan demikian alamat
semua stasiun tujuan harus tercatat pada stasiun sumber. Informasi jalur ini
dimasukkan kedalam protokol lapisan MAC.

Dari sudut jangkauan, perankat ini dapat dikelompokkam menjadi dua bagian, yaitu
sebagai berikut:
1. Bridge setempat (local bridge)
Jenis ini tersambung langsung pada dua jaringan yang dihubungkan. Biasanya
jenis ini digunakan untuk menghubungkan dua jaringan yang letaknya relative
lebih dekat.

8
2. Bridge jarak jauh
Bridge jenis ini, terdapat pada dua buah segmen jaringan. Kedua bridge sejenis ini
dihubungkan dengan saluran komunikasi tertentu. Dengan demikian bridge ini
selalu bekerja berpasangan. Pasangan bridge ini umumnya digunakan untuk
menghubungkan dua jaringan yang letak geografisnya berjauhan. Secara logika,
fungsi pasangan bridge ini sama saja dengan satu bridge setempat.
3. Router
Router merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3 (Network
Layer). Router berfungsi sebagai penghubung/ penerus paket data antara dua segmen jaringan
atau lebih. Semisal pada suatu perusahaan terdapat 10 komputer client yang menggunakan IP
Address [Link] (jaringan A), sedangkan koneksi internet dari ISP dialokasikan IP
Adress [Link] (jaringan B), maka diperlukan sebuah router yang memiliki
setidaknya 2 port. Satu port terhubung dengan jaringan A, dan port yang satunya lagi
terhubung dengan jaringan B.
4. Switch
Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI layer 2 (Data Link
Layer). Switch berfungsi hamper sama dengan hub. Switch mengenal MAC Adress yang
digunakan untuk memilah data mana yang harus ditransmisikan. Switch menampung daftar
MAC Address yang dihubungkan dengan port-port yang digunakan untuk menentukan
kemana harus mengirim paket, sehingga akan mengurangi traffic pada jaringan.
Switch menggunakan tansmisi full duplex dimana memiliki jalur antara receive dan transmit
data yang terpiah. Walaupun collision masih mungkin dapat terjadi, tetapi sudah
diminimalisir.
5. Converter
Converter dapat dianggap sebagai tipe devais yang berbeda daripada repeater, bridge,
router, atau switch dan dapat digunakan bersama-sama. Converter (kadang disebut gateway)
memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan pada suatu sistem berkomunikasi dengan
aplikasi yang berjalan pada sistem lain yang berjalan di atas arsitektur network berbeda
dengan sistem tersebut. Converter bekerja pada lapisan Application pada model OSI dan
bertugas untuk melalukan paket antar jaringan dengan protokol yang berbeda sehingga
perbedaan tersebut tidak tampak pada lapisan aplikasi.

9
B. Penggunaan Internetworking
a) Internetwork heterogen
Sebuah LAN secara data link sebenarnya dapat terdiri atas beberapa arsitektur jaringan
individual yang masingmasing tidak dapat berkomunikasi dengan arsitektur lain. Pada lapisan
Data Link NIC di sebuah sistem masih mampu berkomunikasi dengan NIC di sistem lain.
Software jaringan yang terletak pada lapisan di atas Data Link hanya akan memperhatikan
sistem lain yang kompatibel dengannya dan tidak dapat berkomunikasi dengan sistem yang
berjalan dengan software jaringan yang tidak kompatibel dengannya. Fungsi lapisan
Transport dan Network pada setiap sistem TCP/IP hanya bisa berkomunikasi dengan sistem
TCP/IP lain, NetWare hanya berkomunikasi dengan sistem NetWare lain, begitu pula dengan
sistem jaringan lain. LAN seperti ini disebut sebagai LAN heterogen dan internetwork yang
menghubungkan LAN-LAN seperti ini disebut sebagai internetwork heterogen. Sebuah
sistem dapat saja mempunyai sebuah data link dengan beberapa jenis software (protokol)
jaringan pada lapisan atasnya. Dengan cara ini sebuah system dapat berkomunikasi dengan
beberapa protokol jaringan sehingga misalnya sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan
server TCP/IP dan server [Link] umum dalam dunia jaringan di masa ini adalah
agar pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem komputasi lain di internetwork.

a. Internetwork menggunakan bridge


Bridge yang bekerja pada lapisan Data Link mampu menghubungkan LAN-LAN
yang berbeda protokol. Bridge tidak akan memeriksa jenis protokol setiap frame yang perlu
[Link] internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat berhubungan dengan
sistem TCP/IP lain, demikian pula dengan sistem NetWare.
Keuntungan menggunakan bridge :
1. Biaya lebih [Link] adalah perangkat yang cukup sederhana dan umumnya
lebih murah daripada router.
2. Kemudahan [Link] umumnya lebih mudah dipasang dan dirawat.
3. Kinerja baik. Karena bridge cukup sederhana, overhead pemrosesan lebih kecil
dan cenderung mampu menangani traffic yang lebih tinggi.
Kerugian menggunakan bridge :
1. Volume traffic. Bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume traffic total
yang relatif rendah.

10
2. Broadcast storm. Frame broadcast dilewatkan bridge ke seluruh LAN dan ini
dapat menyebabkan traffic melebihi kapasitas medium jaringan.
3. Loop. Kesalahan mengkonfigurasi bridge dapat menyebabkan frame berputar
melewati bridge tanpa henti.
4. Alamat yang sama. Alamat fisik setiap stasiun dalam jaringan harus berbeda
dengan yang lain.
5. Nama yang sama. Jika nama network yang sama digunakan oleh dua atau lebih
user akan menyebabkan traffic yang berlebihan.

b. Internetwork menggunakan router


Keunggulan utama menggunakan bridge dalam membentuk internetwork adalah tidak
terlihat oleh fungsi lapisan Transport dan Network. Dari sudut pandang lapisan atas jaringan,
extended LAN yang dibangun menggunakan bridge beroperasi sama seperti hubungan data
link LAN biasa. Karakteristik seperti ini bisa menjadi kelemahan jika internetwork tumbuh
menjadi lebih besar. Extended LAN dapat tumbuh menjadi sangat besar sehingga setiap LAN
dapat mengalami saturasi ketika menangani multicast traffic. Dalam hal ini router dapat
digunakan untuk menghubungkan LAN-LAN jika memang diinginkan untuk mengisolasi
multicass traffic. Router bekerja pada lapisan Network dan hanya mampu melewatkan
paketpaket yang bersesuaian dengan protokol yang diimplementasikan padanya. Untuk router
pada internetwork heterogen diperlukan satu buah router untuk setiap jenis protokol pada
internetwork tersebut. Pada internetwork tersebut setiap system TCP/IP dapat saling
berhubungan dengan sistem lain sedangkan sistem NetWare pada sebuah LAN tidak mampu
berhubungan dengan sitem NetWare pada LAN yang lain karena tidak terdapat router
NetWare yang menghubungkan ketiga LAN di internetwork. Untuk dapat menghubungkan
NetWare dalam internetwork ini dapat ditambahkan sebuah router Netware.
Keuntungan menggunakan router :
1. Isolasi traffic broadcast. Kemampuan ini memperkecil beban internetwork karena
traffic jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
2. Fleksibilitas. Router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak
peka terhadap masalah kelambatan waktu yang dialami jika menggunakan bridge.
3. Pengaturan prioritas. Router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan
prioritas antar protocol.
4. Pengaturan konfigurasi. Router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada
Bridge.
11
5. Isolasi masalah. Router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan
masalah yang terjadi disebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut.
6. Pemilihan jalur. Router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat
menentukan jalur optimal antara dua sistem.
Kerugian menggunakan router:
1. Tergantung pada protocol. Router yang beroperasi pada lapisan Network OSI
hanya mampu melalukan traffic yang sesuai dengan protokol yang
diimplementasikan padanya saja.
2. Biaya. Router umunya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead
pemrosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkannya dapat
lebih rendah daripada bridge.
3. Pengalokasian [Link] internetwork yang menggunakan router,
memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berarti
mengubah alamat network pada sistem itu.
4. Sistem tak terjangkau. Penggunaan table routing yang tidak dinamik
menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.

12
BAB III
PENUTUP

[Link]
Kesimpulan dari pembahasan makalah ini yaitu: Internetworking (antar jaringan)
merupakan jaringan komputer dalam skala global yang sangat penting bagi pengguna
komputer, dan memaksimalkan kemampuan dalam bidang jaringan secara handal dan efisien
B. SARAN Setelah membaca makalah ini, saya sebagai penyusun mengharapkan agar
pembaca dapat lebih termotivasi untuk memperdalam ilmu tentang internetworking, sehingga
dapat menggunakan teknologi komputer dengan optimal.

13
DAFTAR PUSTAKA
Kristanto, Andri. Jaringan Komputer (Edisi Pertama). Graha Ilmu, Yogyakarta, 2003
Agung, Leo. Membangun Sistem Jaringan Komputer. CV. ANDI OFFSET, Yogyakarta,
2009
[Link]

14

Common questions

Didukung oleh AI

A network administrator might choose a bridge for several reasons, including cost-effectiveness, as bridges tend to be less expensive and simpler than routers. Bridges can effectively filter traffic and enhance security by isolating sections of a network to manage traffic and reduce collision domains. They are particularly useful for extending network spans without needing complex configurations. However, they are best suited for environments with relatively low traffic volumes and where simple network segmentation is sufficient .

Source routing can be advantageous as it allows the sender to define specific paths for packets, enabling precise control over data flow and potentially optimizing network traffic by avoiding congested routes. However, its disadvantages include greater complexity in configuration and management, as it requires detailed knowledge of network paths and conditions. It can also lead to inefficiencies if routes become outdated or if unexpected network changes occur, necessitating frequent updates and potentially increasing administrative overhead .

A repeater serves to regenerate and amplify signals across network segments, effectively extending the distance over which the signal can be transmitted without degradation. Repeaters are commonly used in baseband networks and can extend the length of a segment. However, they cannot filter traffic or perform any protocol inspections like more advanced devices such as routers or bridges, and the maximum number of repeaters that can be used in certain network architectures, like IEEE 802.3, is limited .

LAN heterogeneity impacts internetworking strategies by requiring systems to be capable of accommodating different network architectures and protocols. This necessitates using devices such as bridges or routers to interconnect heterogeneous LANs, which may have incompatible topologies or data link protocols. Effective internetworking in these environments often involves ensuring compatibility at the data link layer while managing different protocols at higher layers to achieve seamless communication and optimize network performance .

Challenges associated with using bridges in large-scale networks include limitations on traffic volume, as they can lead to broadcast storms or excessive traffic if not managed properly. Bridges are also limited by loop issues, which occur due to misconfigurations that result in data frames circulating endlessly. Additionally, bridges do not segment traffic as effectively as routers, leading to potential network inefficiencies and slower performance in large, complex networks .

A network converter is necessary in scenarios where applications on different system architectures need to communicate with each other despite incompatible network protocols. Its role is to translate protocol data units from one form to another, ensuring that applications can function across diverse network environments. This is particularly crucial in environments where new systems need to integrate with legacy systems, requiring compatibility at the application layer to enable seamless communication and data exchange .

Routers operate at the network layer (Layer 3) of the OSI model and are used to route packets between different networks by determining optimal paths. They can isolate broadcast traffic, provide flexible network topologies, and manage protocol priorities. Bridges, on the other hand, work at the data link layer (Layer 2) and connect networks that use different physical layer protocols by forwarding data frames without inspecting their protocol details. Bridges are typically simpler, cost-effective for low traffic, and less capable of isolation and traffic control compared to routers .

Switches have several advantages over hubs, primarily due to their ability to operate at the data link layer, where they use MAC addresses to forward data only to the intended recipient. This reduces unnecessary traffic and collisions, improving network efficiency. Switches also support full duplex communication, allowing simultaneous data transmission and reception. On the downside, switches are more complex and costly than hubs. Hubs are simpler and cheaper but forward data to all ports, leading to higher collision rates and less efficient traffic management .

Employing internetworking in an organization offers several strategic benefits, including enhanced communication capabilities across different systems and locations, leveraging maximum interoperability to improve data exchange efficiency. This ensures seamless operations across departments and facilitates strategic decision-making by providing real-time data access. It also supports scalable infrastructure growth, enabling organizations to integrate new technologies and platforms more effortlessly, thus maintaining competitive advantage through optimized information systems .

The primary purpose of internetworking is to maximize interoperability, which means enhancing the capability of different programs on diverse computer systems and networks to communicate reliably and efficiently. This aims to support the availability of information across varied systems, whether it involves software, hardware, or data models .

Anda mungkin juga menyukai