BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perancangan pilar pada penambangan bawah tanah batubara terdapat lima
faktor penting yang perlu diperhatikan, yaitu tegangan insitu, sifat fisik dan sifat
mekanik batuan utuh (intack rock), serta karakteristik massa batuan, ukuran pilar
(scale effect) dan bentuk pilar (shape effect) yang terdiri dari dimensi dan bentuk.
Kenyataan di alam bahwa batuan memiliki sifat yang heterogen, anisotrop dan
diskontinyu sehingga dengan adanya sifat tersebut perlu dilakukan pendekatan
kekuatan massa batuan dengan memperhatikan pengaruh ukuran (scale effect) dan
bentuk (shape effect) terhadap pilar batubara. Pilar batubara merupakan bagian
dari batubara tersisa yang digunakan untuk menyangga overburden dan menjaga
kestabilan suatu bukaan baik dengan metode penambangan batubara room and
pillar, longwall, maupun shortwall. Selain dari faktor yang telah disebutkan
diatas, ada beberapa hal yang juga sebagai pertimbangan yaitu beban yang bekerja
pada pilar sebelum terjadi penambangan dan sebagai akibat penambangan,
distribusi tegangan pada pilar, kekuatan pilar dan hubungan antara roof, pillar dan
floor.
Sebelum penggalian, tegangan massa batuan berada dalam kondisi setimbang
dan setelah dilakukan penggalian kesetimbangan tersebut menjadi terganggu serta
mengubah distribusi tegangan awal. Hsiung dan Peng (1985) menjelaskan bahwa
besarnya tegangan insitu horisontal tidak berpengaruh pada lebar pilar, tetapi
berpengaruh pada perubahan tegangan yang terjadi secara signifikan pada
keruntuhan di roof. Hsiung dan Peng juga menjelaskan bahwa nilai modulus
young batubara menjadi perameter penting dan apabila tidak diketahui maka Ei/Ec
dan Em/Ec diasumsikan nol sedangkan Ef/Ec diasumsikan satu.
Gaddy (1956) dalam memprediksi kekuatan pilar dengan menggunakan
sampel batubara berbentuk kubus dari lima lapisan yang berbeda dengan ukuran
conto dari 2 inchi hingga 64 inchi. Dari pengujian tersebut didapatkan hubungan
1
antara nilai kekuatan conto batubara pada pengujian laboratorium dengan nilai
kekuatan pilar sebenarnya. Hasil hubungan tersebut didapatkan pula bahwa nilai
kekuatan conto akan menurun dengan menaikkan ukuran conto batubara.
Selanjutnya Holland & Gaddy (1964) mengembangkan penelitian sebelumnya
dengan ukuran conto berbeda yakni dengan rasio lebar dan tinggi berkisar 2 – 8.
Salamon & Munro (1967) juga melakukan prediksi mengenai kekuatan pilar
dengan menggunakan 98 conto intack dan 27 conto pilar yang telah runtuh. Rasio
w/h yang digunakan untuk conto intack 1,2 – 8,8 dan untuk pilar 0,9 – 3,6.
Dari hasil pengujian tersebut didapatkan persamaan kekuatan pilar yang
banyak diaplikasikan karena data yang digunakan merupakan nilai rata-rata pilar.
Selain itu persamaan tersebut lebih sesuai untuk pilar dengan ukuran w/h lebih
besar. Selanjutnya Bieniawski (1983) melakukan pengujian insitu pada pilar
batubara dengan jumlah 66 conto dengan ratio w/h 0,5 – 3,4 dan didapatkan
hubungan bahwa semakin besar rasio w/h semakin besar nilai kekuatan pilar.
Peneliti seperti Holland & Gaddy (1956), Holland (1964), Bieniawski dan
Van Heeden (1975), Bieniawski (1969 & 1983), Hustrulid (1976), Obert &
Duvall (1967), Salamon & Munro (1967), mengemukakan bahwa besarnya nilai
kekuatan pilar (pillar strenght) dipengaruhi oleh ukuran dan bentuk pilar. Pada
penelitian tersebut mempelajari properties massa batuan antara lain, kohesi dan
sudut gesek dalam batuan utuh, serta kohesi dan sudut gesek dalam pilar yang
mempengaruhi bentuk dan ukuran pilar. Penelitian-penelitian sebelumnya
menghasilkan pendapat bahwa terdapat ukuran kritikal yang menjadi dasar dalam
penentuan dimensi pilar. Dari penelitian tersebut pula dapat diketahui ukuran
kritikal suatu contoh pilar dapat dilihat bahwa nilai kekuatan kritikal massa
batuan apabila lebih dari ukuran kritikal tersebut menunjukkan tidak ada
perubahan kekuatan yang signifikan sehingga tidak berlaku konsep scale effect
karena dianggap sebagai massa batuan.
Selain penjelasan penentuan pilar batubara berdasarkan bentuk dan ukuran,
penentuan pilar batubara dapat dilakukan dengan pendekatan keruntuhan yaitu
pendekatan Ultimate Strength dan Progressive Failure (Cutinho, 1949).
Pendekatan ultimate strength, bahwa pilar akan runtuh ketika beban yang diterima
2
mencapai nilai kuat tekan pilar tersebut. Pendekatan ini memperkirakan bahwa
load bearing capacity dari pilar menurun sampai nol dan melewati kondisi
ultimate strength dan distribusi tegangan pada pilar dianggap sama atau seragam.
Pendekatan Progressive failure lebih ditekankan pada distribusi tegangan karena
adanya fraktur pada stuktur pilar sehingga tegangan yang dihasilkan tidak
seragam kemudian menyebar secara bertahap hingga terjadinya keruntuhan.
Namun secara keseluruhan kestabilan pilar dapat dipertahankan meskipun
terdapat beberapa keruntuhan pada bagian tertentu. Keruntuhan ini dikarenakan
kekuatan dan tegangan pada pilar bervariasi dan pada kondisi sebenarnya di
lapangan lebih representatif.
PT. Bukit Asam (Persero), Tbk merupakan salah satu perusahaan
pertambangan batubara di Indonesia yang direncanakan akan menggunakan
metode penambangan batubara bawah tanah. Dilihat dari hasil penelitian
terdahulu yang telah dijelaskan diatas bahwa pentingnya suatu pilar dalam suatu
penambangan batubara bawah tanah. Sebagai pertimbangan dalam penentuan
desain pilar perlu adanya kajian mengenai perkiraan kekuatan pilar. Dalam
penentuan ini akan dilakukan analisa menggunakan lima persamaan kekuatan
pilar diantaranya; Persamaan Obert-Duvall (1967), Persamaan Holland (1964),
Persamaan Holland-Gaddy (1956), Persamaan Salamon-Munro (1967) dan
Bieniawski (1983) dengan memperhatikan faktor tegangan, sifat fisik dan sifat
mekanik batuan utuh (intack rock), karakteristik massa batuan, ukuran pilar (scale
effect) dan bentuk pilar (shape effect) serta kondisi batubara (kedalaman,
kemiringan dan ketebalan batubara).Hasil penentuan tersebut akan divalidasi
dengan menggunakan metode numerik finite element (FEM) dan dimodelkan
menggunakan piranti lunak Phase2 (Rocscience) sehingga hasil tersebut
digunakan pada penentuan dimensi pilar pada penambangan batubara bawah
tanah.
1.2 Rumusan Masalah
Penentuan ukuran pilar pada tambang batubara longwall berbeda-beda sesuai
dengan kedalaman lapisan batubara dan tegangan yang terjadi sangat bervariasi
3
sehingga perlu dilakukan analisis untuk mendapatkan ukuran pilar yang sesuai
untuk tambang batubara di Air Laya.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Menentukan ukuran pilar yang sesuai untuk kondisi tambang batubara Air
Laya berdasarkan kedalaman batubara.
2. Mendapatkan hubungan antara lebar pilar dan kedalaman batubara serta SF
(Strength Factor) dilihat dari tebal lapisan batubara.
3. Menganalisa tegangan yang bekerja, distribution displacement dan kekuatan
pada pilar.
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah sebgai berikut :
1. Wilayah studi dilakukan di area Tambang Air Laya PT. Bukit Asam
(Persero), Tbk yang rencananya akan dilakukan tambang bawah tanah.
2. Lapisan batubara yang akan dianalisis adalah dua seam batubara yaitu seam D
dan seam E yang akan dilakukan penambangan bawah tanah.
3. Depth cover yang akan dianalisa sampai dengan kedalaman 485 m (-421
mdpl) hingga menembus seam E.
4. Hasil analisa jenis batuan, sifat fisik dan mekanik batuan dan batubara
didapatkan dari informasi perusahaan.
5. Mengabaikan kondisi air tanah.
6. Kemiringan lapisan batubara diasumsikan datar.
1.5 Hipotesis Penelitian
Penentuan ukuran pilar dipengaruhi dengan depth cover dan besaran dimensi
lebar. Semakin dalam depth cover makan semakin besar pula lebar pilar. Hal ini
dipengaruhi oleh karakteristik batuan, tegangan yang bekerja pada pilar, sifat fisik
dan sifat mekanik batuan utuh (intack rock).
4
1.6 Metode Penelitian
Metode penelitian terlebih dahulu dilakukan dengan melakukan kajian studi
pustaka, kemudian dilanjutkan dengan penelitan dilapangan. Adapun kegiatan
penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Studi Pustaka (text book, jurnal, paper, tesis serta disertasi yang mendukung,
antara lain:
Desain pilar
Metode penambangan bawah tanah longwall
Kekuatan pilar batubara
Desain pilar batubara
Mine Ground Control
2. Penelitian lapangan
Observasi jenis batuan yang terdapat di area Tambang Air Laya PT.
Bukit Asam (Persero),Tbk
Pengumpulan data-data yang mendukung penelitian antara lain: data
geoteknik setiap jenis batuan dan batubara, data curah hujan dan referensi
keadaan sekitar daera penelitian.
3. Pengolahan dan analisis data.
Mendapatkan parameter input define materials untuk setiap batuan dan
batubara daerah Tambang Air Laya
Mendapatkan ukuran pilar yang sesuai dengan beberapa metode.
Mensimulasikan tegangan yang bekerja pada setiap desain pilar.
Melakukan perhitungan analisis secara numeric menggunakan finite
element sebagai validasi.
Mendapatkan grafik hubungan ukuran pilar dengan depth cover untuk
daerah Tambang Air Laya.
Menghitung besaran SF (strength factor) pada pilar.
Mendapatkan besaran nilai distribution displacement pada pilar.
Tahapan dari metode diatas, dapat dilihat pada diagram alir penelitian dibawah ini
(Gambar 1.1):
5
Latar Belakang Rumusan Masalah
1. Perancangan pilar pada penambangan Penentuan ukuran pilar pada tambang
bawah tanah batubara terdapat lima batubara longwall berbeda-beda sesuai
faktor penting yang perlu diperhatikan, dengan kedalaman lapisan batubara dan
yaitu tegangan insitu, sifat fisik dan sifat tegangan yang terjadi sangat bervariasi
mekanik batuan utuh (intack rock), serta sehingga perlu dilakukan analisis untuk
karakteristik massa batuan, ukuran pilar mendapatkan ukuran barrier pillar yang
(scale effect) dan bentuk pilar (shape sesuai untuk tambang batubara di Air Laya.
effect) yang terdiri dari dimensi dan
bentuk.
2. Penentuan suatu ukuran pilar batubara
disesuaikan dengan beban yang Hipotesis
diharapkan dan kekuatan lapisan Penentuan ukuran pilar dipengaruhi dengan
batubara. Perlu dipertimbangkan depth cover dan besaran dimensi lebar.
beberapa faktor seperti beban pilar Semakin dalam depth cover makan semakin
(tegangan dalam pilar), kekuatan pilar besar pula lebar pilar. Hal ini dipengaruhi
dan faktor keamanaan. oleh karakteristik batuan, tegangan yang
3. Keruntuhan ini dikarenakan kekuatan bekerja pada pilar, sifat fisik dan sifat
dan tegangan pada pilar bervariasi dan mekanik batuan utuh (intack rock).
pada kondisi sebenarnya dilapangan
lebih representatif daripada konsidi
insitu.
Tujuan Penelitian
1. Menentukan ukuran pilar yang sesuai
untuk kondisi tambang batubara Air
Laya berdasarkan kedalaman batubara.
2. Mendapatkan hubungan antara lebar
Metodelogi Penyelesaian Masalah pilar dan kedalaman batubara serta SF
(Strength Factor) dilihat dari tebal
lapisan batubara.
3. Menganalisa tegangan yang bekerja,
distribution displacement dan kekuatan
pada pilar.
Studi Pustaka Lapangan
1. Desain barrier pillar Observasi jenis batuan yang terdapat di
2. Metode penambangan bawah tanah area Tambang Air Laya PT. Bukit Asam
longwall (Persero),Tbk
3. Kekuatan pilar batubara Pengumpulan data-data yang
4. Desain pilar batubara mendukung penelitian antara lain: data
5. Mine Ground Control geoteknik setiap jenis batuan dan
6. Metode Elemen Hingga batubara, data curah hujan dan referensi
7. Underground Engineering keadaan sekitar daerah penelitian.
A1
Gambar 1.1A
Lanjutan Diagram Alir Penelitian
6
A1
Pengumpulan data penelitian
Analisa Data
Mendapatkan parameter input define materials untuk setiap
batuan dan batubara daerah Tambang Air Laya
Mendapatkan ukuran pilar berdasarkan beberapa metode.
Mensimulasikan tegangan yang bekerja pada setiap desain
pilar.
Melakukan perhitungan analisis secara numerik
menggunakan finite element sebagai validasi.
Mendapatkan grafik hubungan ukuran pilar dengan depth
cover untuk daerah Tambang Air Laya.
Menghitung besaran SF (strength factor) pada pilar
Mendapatkan besaran nilai distribution displacement pada
pilar.
Ukuran lebar
barrier pillar
Tidak
Ya
Hasil Penelitian
1. Hasil ukuran barrier pillar yang sesuai untuk kondisi tambang batubara Air Laya
berdasarkan kedalaman batubara.
2. Hubungan antara lebar barrier pillar dan kedalaman batubara dilihat dari tebal
lapisan batubara.
3. Nilai kekuatan barrier pillar yang telah ditentukan.
4. Besaran tegangan yang bekerja pada barrier pillar.
5. Nilai SF (Strength Factor) pada barrier pillar berdasarkan kedalaman batubara.
6. Besaran distribution displacement pada barrier pillar.
Kesimpulan dan Saran
Gambar 1.1B
Lanjutan Diagram Alir Penelitia
7
1.7 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Sebagai acuan dalam penentuan rancangan barrier pillar PT. Bukit Asam
(Persero), Tbk dalam rencana penambangan tambang bawah tanah.
2. Sebagai informasi bagaimana memprediksi desain barrier pillar sesuai
kedalaman lapisan batubara
3. Sebagai refenrensi mengenai ground control pada PT. Bukit Asam
(Persero), Tbk