0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
279 tayangan36 halaman

Pemodelan Keutuhan Pondasi Tiang PIT

Penelitian ini akan menguji keutuhan tiang fondasi bore pile dengan menggunakan teknik non-destruktif Pile Integrity Test (PIT) untuk berbagai diameter tiang. Tahapan penelitian meliputi investigasi geoteknik lapangan, pembuatan campuran beton dan pengecoran tiang, perawatan beton, dan pengujian integritas tiang menggunakan PIT. Hasil pengujian akan menunjukkan keutuhan tiang dan dapat mencegah kegagalan struk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
279 tayangan36 halaman

Pemodelan Keutuhan Pondasi Tiang PIT

Penelitian ini akan menguji keutuhan tiang fondasi bore pile dengan menggunakan teknik non-destruktif Pile Integrity Test (PIT) untuk berbagai diameter tiang. Tahapan penelitian meliputi investigasi geoteknik lapangan, pembuatan campuran beton dan pengecoran tiang, perawatan beton, dan pengujian integritas tiang menggunakan PIT. Hasil pengujian akan menunjukkan keutuhan tiang dan dapat mencegah kegagalan struk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMODELAN KEUTUHAN DAN KERUSAKAN PONDASI TIANG

DENGAN PIT UNTUK BERAGAM DIAMETER TIANG

USULAN PENELITIAN TERAPAN

USULAN PENELITIAN TERAPAN


Oleh :
Ketua: Mulyadi Y., Drs., Dipl. Ing. HTL., MT. (19600313 198603 1 004)
Anggota : Hendry, [Link]., MT. (19630606 199512 1 001)
Geni Firuliadhim., Ir., MT. (19640114 198803 1 002)
Drs. Djuwadi.,
USULANMT (19571107 198403
PENELITIAN 1 001)
TERAPAN

USULAN PENELITIAN TERAPAN

USULAN PENELITIAN TERAPAN

REKAYASA INFRASTRUKTUR/ TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
USULANMARET
PENELITIAN
2018 TERAPAN
HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PENELITIAN TERAPAN

USULAN PENELITIAN TERAPAN


HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PENELITIAN TERAPAN

1. a. Judul Penelitian : Pemodelan Keutuhan dan Kerusakan Pondasi

Tiang Dengan PIT Untuk Beragam Diameter

Tiang

b. Bidang Ilmu : Teknik Sipil/ Geoteknik

2. Ketua Peneliti :

a. Nama Lengkap dan Gelar : Mulyadi Y., Drs., Dipl. Ing. HTL., MT.

b. Jenis Kelamin : L/P

c. Golongan/Pangkat dan NIP : III-D/ 19600313 198603 1 004

d. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

e. Jabatan Struktural : Pembantu Direktur IV

f. Program Studi : Konstruksi Sipil

3. Alamat Ketua Peneliti :

a. Alamat Kantor/Telp/Fax/e-mail: Jl. Gegerkalong Hilir, Ds. Ciwaruga, Bandung

40012, Kotak Pos 1234/ 022-2013789/ 022-

2013889

b. Alamat Rumah/Telp/Fax/e-mail: Jalan Sari Asih 2 No.40, Sarijadi, Bandung/

022-2012240/ yuswandono@[Link]

4. Jumlah Anggota Peneliti :

a. Nama Anggota Peneliti I : Hendry, [Link]., MT.

b. Nama Anggota Peneliti II : Geni Firuliadhim., Ir., MT.

c. Nama Anggota Peneliti III : Drs. Djuwadi., MT


5. Teknisi Laboratorium : Sri Widadi, ST.

6. Lokasi Penelitian : Bandung

7. Lama Penelitian : 6 bulan

8. Biaya yang diperlukan :

a. Sumber dari DIPA : Rp. 40.000.000,00

Jumlah : Rp. 40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Rupiah)

Bandung, 23 Maret 2018

Mengetahui,

Ketua Jurusan Teknik Sipil Ketua Peneliti

Hendry, [Link]., MT. Mulyadi Y., Drs., Dipl. Ing. HTL., MT.

NIP. 19630606 199512 1 001 NIP. 19600313 198603 1 004

Menyetujui,

Ketua UPPM

Dr. Ir. Ediana Sutjiredjeki, [Link].

NIP. 19550228 198403 2 001


PEMODELAN KEUTUHAN DAN KERUSAKAN PONDASI TIANG
DENGAN PIT UNTUK BERAGAM DIAMETER TIANG

USULAN PENELITIAN TERAPAN

USULAN PENELITIAN TERAPAN


Oleh :
Ketua: Mulyadi Y., Drs., Dipl. Ing. HTL., MT. (19600313 198603 1 004)
Anggota : Hendry, [Link]., MT. (19630606 199512 1 001)
Geni Firuliadhim., Ir., MT. (19640114 198803 1 002)
Drs. Djuwadi.,
USULANMT (19571107 198403
PENELITIAN 1 001)
TERAPAN

USULAN PENELITIAN TERAPAN

USULAN PENELITIAN TERAPAN

REKAYASA INFRASTRUKTUR/ TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
USULANMARET
PENELITIAN
2018 TERAPAN
HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PENELITIAN TERAPAN

USULAN PENELITIAN TERAPAN


RINGKASAN

Sebelum melakukan pembangunan, konstruksi yang paling awal dilakukan


adalah pekerjaan fondasi. Fondasi bangunan merupakan konstruksi yang paling
penting pada suatu bangunan. Karena fondasi bertugas meletakkan bangunan dan
meneruskan beban bangunan dari atas ke tanah dasar yang cukup kuat mendukungnya.
Untuk itu fondasi harus diperhitungkan dapat menahan beban bangunan yang ada
diatasnya serta tidak boleh terjadi penurunan fondasi setempat atau penurunan fondasi
merata lebih dari batas tertentu.
Keutuhan tiang pondasi sangatlah penting untuk meyakinkan dalam menahan
beban dari struktur diatasnya. Fenomena seperti pembersihan beton, penyempitan,
rongga dan retak sangatlah sering di tiang bor. Maka dari itu, harus ada usaha untuk
memastikan setiap tiang harus bebas dari cacat selama pelaksanaan sebelum pekerjaan
konstruksi atas dilanjutkan. Untuk itu dikembangkanlah suatu alat yang dapat
menghemat biaya dan waktu serta pengujian tidak merusak pile. Diperkenalkanlah alat
pengujian keutuhan tiang beton non destruktif yaitu teknik pengujian integritas tiang
atau Pile Integrity Testing (PIT).
Tahapan pengujian yang akan dilakukan yaitu, melakukan investigasi
geoteknik di lapangan dan laboratorium untuk mendapatkan parameter tanah
eksistingnya. Kemudian, membuat campuran adonan beton sebagai bahan pengecoran
fondasi bore pile dimana adonan tersebut telah dilakukan pengujian slump.
Selanjutnya akan dilakukan pengeboran di lapangan ± 15 meter untuk pembuatan
tiang bor dan diteruskan dengan penulangan dan pengecoran bore pile. Kemudian,
dilakukan perawatan beton selama 28 hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengujian
Pile Integrity Test (PIT) terhadap tiang bor tersebut.
Pengujian dengan alat PIT ini dapat mengetahui keutuhan dari suatu tiang
yang sudah didirikan sehingga dapat menghindari kegagalan struktur fondasi dalam
mendukung beban yang ada diatasnya. Selain itu, hasil pengujian ini dapat menjadi
acuan untuk pengujian skala penuh sebagai implementasi di lapangan.
DAFTAR ISI

RINGKASAN ............................................................................................

DAFTAR ISI ...............................................................................................

DAFTAR GAMBAR .................................................................................

DAFTAR TABEL ......................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................

1.1 Latar Belakang .............................................................................


1.2 Rumusan Masalah ........................................................................
1.3 Tujuan ..........................................................................................
1.4 Ruang Lingkup .............................................................................
1.5 Luaran Penelitian .........................................................................
1.6 Manfaat Penelitian .......................................................................
1.7 Road Map Penelitian .....................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................

2.1 Fondasi Bore Pile .........................................................................

2.2 Pile Integrity Test (PIT) ................................................................

2.3 Penelitian Terdahulu .....................................................................

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................

3.1 Diagram Alir Penelitian ...............................................................

3.2 Penjelasan Diagram Alir Penelitian .............................................

BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ......................................

4.1 Rencana Anggaran .......................................................................

4.2 Jadwal Kegiatan ...........................................................................

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebelum melakukan pembangunan, konstruksi yang paling awal dilakukan
adalah pekerjaan fondasi. Fondasi bangunan merupakan konstruksi yang paling
penting pada suatu bangunan. Karena fondasi bertugas meletakkan bangunan dan
meneruskan beban bangunan dari atas ke tanah dasar yang cukup kuat mendukungnya.
Untuk itu fondasi harus diperhitungkan dapat menahan beban bangunan yang ada
diatasnya baik terhadap beban sendiri ataupun akibat beban rencana, tekanan angin,
gempa bumi dan lain-lain serta tidak boleh terjadi penurunan fondasi setempat atau
penurunan fondasi merata lebih dari batas tertentu.
Fondasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah fondasi bore pile
dengan beragam diameter tiang. Fondasi bore pile ini merupakan fondasi dalam yang
dibangun didalam permukaan tanah dengan cara melakukan pengeboran untuk
membuat lobang yang kemudian dilanjutkan dengan pengecoran. Fondasi bore pile
biasanya digunakan jika lokasi tersebut padat penduduk, lokasi proyek terhadap pabrik
pancang jauh, dan diameter tiang yang dibutuhkan besar.
Keutuhan tiang pondasi sangatlah penting untuk meyakinkan dalam menahan
beban dari struktur diatasnya. Fenomena seperti pembersihan beton, penyempitan,
rongga dan retak sangatlah sering di tiang bor. Maka dari itu, harus ada usaha untuk
memastikan setiap tiang harus bebas dari cacat selama pelaksanaan sebelum pekerjaan
konstruksi atas dilanjutkan.
Untuk mengetahui hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan coring.
Namun pengujian dengan coring tersebut memakan biaya yang cukup banyak, waktu
yang tidak efisien, hanya dapat dilakukan untuk menguji bore pile dan dapat
menimbulkan kerusakan pada tiang yang diuji. Untuk itu dikembangkanlah suatu alat
yang dapat menghemat biaya dan waktu serta pengujian tidak merusak pile.
Diperkenalkanlah alat pengujian keutuhan tiang beton non destruktif yaitu teknik
pengujian integritas tiang atau Pile Integrity Testing (Tjie-Liong, 2011).
Pile Integrity Testing (PIT) adalah test tidak merusak dengan persamaan
gelombang dikenal sebagai beban kejut atau test pantula gelombang sonic atau
regangan rendah dinamik test. Pengujian ini menggunakan satu atau dua
accelerometers, dan menggunakan palu kecil untuk memukulnya. PIT akan
menimbulkan kurva yang menunjukkan perubahan signifikan dalam penampang yang
mungkin ada sepanjang tiang.
Program PIT-W digunakan untuk memproses data dan menghasilkan laporan,
sementara program PIT-S mensimulasikan hasil PIT dan melakukan persamaan signal
untuk menghasilkan bentuk tiang.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah pada penelitian ini antara lain untuk menguji keutuhan atau
kerusakan bore pile dengan alat Pile Integrity Test. Hasil dari pembacaan grafik pada
alat PIT dianalisis dan hasilnya disesuaikan dengan keadaan bore pile yang telah diuji.
Dengan mengetahui keutuhan tiang maka dapat diperkirakan sisa daya dukung bore
pile tersebut dalam memikul beban diatasnya.

1.3 Tujuan
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganilisis keutuhan tiang dengan
cara melakukan pengujian integritas tiang (Pile Integrity Test – PIT).

1.4 Ruang Lingkup


Ruang lingkup penelitian ini terbagi atas:
1. Melakukan investigasi tanah di lapangan
2. Persiapan material untuk pembuatan tiang
3. Pembuatan benda uji yaitu fondasi bore pile sebanyak 3 benda uji di lapangan
pada kedalaman 5-6 meter.
4. Melakukan pengujian integritas atau keutuhan terhadap tiang tersebut dengan
Pile Integrity Test.

1.5 Luaran Penelitian


Luaran penelitian yang wajib dipenuhi adalah laporan penelitian serta SOP
alat Pile Integrity Test (PIT).
1.6 Manfaat Penelitian
Manfaat dari pengujian ini sebagaimana dijelaskan pada latar belakang
adalah untuk mengetahui keutuhan dari suatu tiang yang sudah didirikan sehingga
dapat menghindari kegagalan struktur fondasi dalam mendukung beban diatasnya.

1.7 Road Map Penelitian


Usulan penelitian mempunyai road map penelitian 2018 sampai 2021 seperti
pada Gambar 1.2, yaitu pada tahap awal di tahun 2018, diantaranya adalah
pemodelan keutuhan pondasi tiang dengan PIT untuk beragam diameter dan
kerusakan tiang.

Gambar 1.1 Road Map Penelitian Terapan KBK Geoteknik

Penelitian terapan tahap awal ini tertuang dalam Road Map Penelitian KBK
Geoteknik, Jurusan Teknik Sipil, POLBAN, yaitu Technology, penelitian sebagai
dasar pembentuk metode pengujian pondasi tiang, konstruksi bawah tanah, dan
pengawasan kebencanaan geoteknik, seperti terlihat pada gambar 1.2 di bawah ini.
2018 2020-2021

Gambar 1. 2 Road Map Penelitian KBK Geoteknik Jurusan Teknik Sipil POLBAN
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Fondasi Bore Pile

Fondasi bore pile adalah fondasi tiang yang pemasangannya dilakukan


dengan mengebor tanah lebih dahulu (Hardiyatmo, 2010). Pemasangan fondasi bore
pile ke dalam tanah dilakukan dengan cara mengebor tanah terlebih dahulu, yang
kemudian diisi tulangan yang telah dirangkai dan dicor beton. Apabila tanah
mengandung air, maka dibutuhkan pipa besi atau yang biasa disebut dengan temporary
casing untuk menahan dinding lubang agar tidak terjadi kelongsoran, dan pipa ini akan
dikeluarkan pada waktu pengecoran beton.

A. Metode Pelaksanaan Bored Pile


Pada dasarnya pelaksanaan bore pile pada tanah yang tidak mudah longsor
adalah:
1. Tanah digali dengan mesin bor sampai kedalaman yang dikehendaki.

2. Dasar lubang bor dibersihkan.

3. Tulangan yang telah dirakit dimasukkan ke dalam lubang bor.

4. Lubang bor diisi atau dicor beton.

B. Tanah

Tanah didefinisikan sebagai material yang terdirir dari agregat (butiran)


mineral-mineral padat yang tidak tersementasi (terikat secara kimia) satu sama lain
dan dari bahan-bahan organik yang telah melapuk (yang berpartikel padat) disertai
dengan zat cair dan gas yang mengisi ruang-ruang kosong di antara partikel-partikel
padat tersebut (Das, 1995)

C. Pengujian Tanah

Pelaksanaan pekerjaan bored pile dimulai dengan pengujian tanah (soil


investigation). Pengujian tanah (soil investigation) yaitu penyelidikan tahap awal
sebelum desain struktur bawah ditetapkan. Dengan mengetahui daya dukung tanah
akan bisa merencanakan struktur yang akan dibangun di atasnya.
1. Pengujian dengan Bor Mesin

Pengujian dengan alat bor mesin ini dilaksanakan dengan menggunakan mata
bor tungsteen yang menghasilkan inti tanah atau batuan berdiameter 76 mm apabila
dipakai single core barrel dan 50 mm apabila dipakai double core barrel. Tujuan
dilakukan pengujian dengan bor mesin ini adalah untuk mengetahui kondisi lapisan
tanah. Pengujian sampel tanah tak terganggu (undisturbed sample) dengan parameter
pengujian kadar air, berat jenis, berat volume, atterberg limits, grainsize analysis,
triaxial test, serta uji konsolidasi dilakukan di laboratorium.

2. Pengujian dengan Alat SPT (Standard Penetration Test)

Pengujian Standard Penetration Test (SPT) dilaksanakan bersamaan dengan


pengujian Bor Mesin. Pengujian SPT ini dilakukan untuk setiap interval kedalaman 2
meter. SPT test menggunakan palu pemukul dengan berat 63,5 kg dan tinggi jatuh 75
cm. Pengujian ini dilakukan dengan cara menghitung jumlah pukulan palu pemukul
yang diperlukan untuk mendesak tabung contoh Split Barrel Sampler ke dalam tanah.
Penghitungan jumlah pukulan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu setiap penetrasi 15 cm.
Nilai SPT didapatkan dengan menjumlahkan jumlah pukulan yang diperlukan pada 15
cm penetrasi kedua dan ketiga. Hasil pengujian Standrad Penetration Test (SPT)
disajikan dalam bentuk grafik pada Boring Log (Laporan Investigasi Geoteknik
Tanah, 2011).

Berikut adalah Tabel standar deskripsi kekuatan tanah dengan penetrasi


standar:

Tabel 1. Standar Penetrasi Tanah Tak Berkohesi Tingkat Kepadatan Dr N Ф (Ralph,


1973)
Tingkat
Dr N Ф
Kepadatan
Sangat lepas < 0,2 <4 < 30
Lepas 0,2 – 0,4 4 – 10 30 – 35
Sedang 0,4 – 0,6 10 – 30 35 – 40
Padat 0,6 – 0,8 30 – 50 40 – 45
Sangat Padat 0,8 – 1,0 > 50 45
Tabel 2. Standar Penetrasi Tanah Berkohesi (Punmia, 1981)
Penetrasi Standar (N) Deskripsi
0–2 Sangat lunak
2–4 Lunak
4–8 Sedang
8-16 Kenyal
16-32 Sangat Kenyal
32-40 Keras

3. Pengujian Sample Tanah di Laboratorium

Pengujian ini dilakukan setelah tahap uji lapangan (in situ test) dengan cara
menguji sample tanah dari hasil uji penetrasi standar (Standard Penetration Test /
SPT). Uji laboratorium ini digunakan untuk mengetahui sifat fisis dan karakteristik
tanah tersebut. Kemudian hasil pengujian tersebut dikorelasikan dengan hasil uji
lapangan sehingga dapat didesain struktur pondasi yang aman dan efisien. Uji
laboratorium yang dilakukan yaitu pengujian indeks tanah, kuat geser tanag,
kompresibilitas, dan permeabilitas.

D. Pemasangan Bore Pile

1. Pelaksanaan bore pile dimulai dengan mempersiapkan alat bore pile


2. Persiapan alat bor dengan memasang mata bor dan silinder ke alat berat
3. Metode pengeboran ada 3 yaitu dry method, casing method, slury method
(Bowles, 2001), jadi pemilihan metode yang akan digunakan disesuaikan
dengan tanah di lapangan.
4. Mengebor titik yang telah ditentukan
5. Hasil pengeboran berupa tanah yang dibor dibuang ke area yang tidak
mengganggu pengeboran. Jika selama pengeboran terjadi longsor di sekitar
yang sudah di bor maka digunakan casing penahan tanah dipasang untuk
pencegahannya dan waterpump memompa air dalam proses pengeboran.
6. Setelah mencapai tanah keras atau kedalaman yang telah ditentukan, maka
dilakukan pembersihan dasar lubang.
7. Memasukkan rangka tulangan yang sudah dipabrikasi.
8. Memasukkan besi pada casing yang berguna sebagai pengait casing. Jika
pondasi telah tercetak casing dapat diangkat oleh arat berat dengan
menggunakan pengait tersebut.
9. Setelah besi tulangan terpasang dengan baik, maka dapat dilakukan tahap
proses pengecoran dengan memasukkan pipa tremie pada lubang yang telah
dibor sebagai sarana pembantu proses pengecoran.
10. Setelah pipa tremie dimasukkan ke dalam lobang telah di bor, kemudian
dimasukkan corong untuk membantu cor dimasukkan ke dalam lobang
[Link] proses pengecoran dilakukan pengujian slump pencetakan
benda uji untuk kuat tekan terhadap kualitas beton yang dipakai untuk bore
pile tersebut.

2.2 Pile Integrity Test (PIT)

Sebuah test integritas PIT (juga dikenal sebagai uji rendah ketegangan dinamis,
uji gema sonic, dan uji integritas strain rendah) merupakan salah satu metode untuk
menilai kondisi poros dan untuk mengetahui keutuhan/integritas luas dan volume
pondasi tiang dengan menganalisa kemungkinan adanya retakan atau necking yang
terjadi pada tiang pancang atau bor. Biaya efektif dan tidak terlalu memakan waktu.
Tes ini didasarkan pada teori perambatan gelombang. Nama “low strain dynamic test”
berasal dari kenyataan bahwa ketika impact diterapkan untuk pile menghasilkan strain
rendah. Dampaknya menghasilkan gelombang kompresi yang bergerak ke bawah pile
pada kecepatan gelombang konstan. Perubahan luas penampang seperti pengurangan
diameter atau material dalam beton menghasilkan refleksi gelombang.

Pengujian dilakukan dengan menginterpretasikan gelombang satu dimensi


yang merambat pada media yang diuji. Gelombang ini didapat dengan memberikan
pukulan pada tiang uji sehingga menghasilkan gelombang yang sesuai dengan
kebutuhan pengujian. Untuk pengujian dinamis tiang bor ditumbuk dengan hammer
450 gram, 900 gram, atau yang lebih besar. Jumlah pukulan >10 kali.
Adapun langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut :

1. Bore pile yang akan diuji PIT harus dalam keadaan kering. Permukaan bore pile
harus 2 m diatas permukaan tanahnya. Setelah itu dilakukan pembersihan pada
permukaan bore pile agar alat dapat merekat sehingga kekuatan bore pile dapat
terbaca.
2. Melakukan pengukuran kedalaman bore pile yang akan diuji.
3. Siapkan peralatan untuk pengujian yang berupa alat uji PIT, palu karet besar dengan
berat 900 gr dan pal karet kecil dengan ukuran 450 gr serta karet pengantar
gelombang.
4. Tahap ini dilakukan dengan tangan memegang palu untuk menghasilkan dampak,
accelerometer atau geophone diletakkan di atas permukaan bore pile yang akan
diuji untuk mengukur respon terhadap dampak palu, dan akuisisi data dan
interpretasi alat elektronik. Dan ujung accelerometer dihubungkan ke monitor PIT.
5. Kemudian melakukan penumbukan dengan palu kecil dengan berat 450 gr terhadap
penampang bore pile hingga ditemukan gelombang reaksi akibat tumbukan
tersebut. Apabila bore pile tidak menimbulkan reaksi, bore pile tersebut haruslah
ditumbuk tulang dengan palu yang besar dengan berat 900 gr.

Gambar 3.1 Pengujian Bore Pile (Morissa, 2016)


6. Setelah permukaan bore pile diberi tumbukan , maka akan terlihat bacaan pada
monitor PIT. Dari bacaan tersebutlah akan diketahui berapa kedalaman struktur
bore pile tertanam ke dalam tanah.
Gambar 3.2 Hasil yang tergambar pada alat PIT berupa rambatan gelombang
(Morissa, 2016)

2.3 Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian yang telah dilakukan tentang menganalisis keutuhan tiang


bore pile menggunakan alat Pile Integrity Test adalah sebagai berikut :
1) Gouw Tjie-Liong, 2011: Uji non destruktif pondasi tiang dapat dibagi dalam
dua kategori utama. Ketegori pertama adalah untuk mendeteksi mutu pondasi
tiang, yaitu uji integritas tiang (PIT) dan sonic logging. Kategori kedua untuk
mencari daya dukung tiang, misalnya: uji beban dinamis/analisis
pemancangan. Sejak tahun 1990an, aplikasi dari kedua pengujian di atas telah
banyak dipakai dan semakin hari semakin populer. Namun demikan, teori
dasar dan permasalahan dari sistem pengujian diatas belum banyak diketahui
oleh para engineer. Artikel ini mencoba membahas dan menguraikan
permasalahan uji mutu pondasi tiang, yaitu uji integritas tiang (PIT) dan sonic
logging, mulai dari dasar teori, aplikasi,keuntungan dan kelemahan, hingga
interpretasi dari kedua jenis uji. Studi perbandingan dari kedua sistem
pengujian juga disajikan.
2) Yue Choong Kog, 2009 : Bleeding diketahui terjadi pada bore pile. Pandangan
yang diterima secara umum adalah bahwa bleeding di tiang terbatas pada
bagian atas tiang saja. Dalam kondisi tertentu selama bleeding, penyaluran
mungkin terjadi. Para insinyur percaya bahwa masalah yang terkait dengan
bleeding dan penyaluran pada bore pile dapat diatasi dengan menimpa tiang.
Sebuah studi kasus tentang uji integritas menyeluruh yang terdiri dari tes
logging sonik dan uji beban dinamis pada tiang bor, serta kombinasi terus
menerus dari atas ke bawah tiang yang dilakukan, mengungkapkan bahwa
beberapa tiang bor memiliki penyaluran beton pada berbagai kedalaman .
Kebanyakan dari mereka adalah bore pile dengan diameter yang lebih besar.
Temuan bahwa bleeding dan penyaluran tidak terbatas pada bagian atas
tumpukan bertentangan dengan pandangan yang diterima secara umum.
Tulisan ini mencoba mengembangkan teori bleeding dan penyaluran beton
untuk menjelaskan mekanika terjadinya penyaluran pada bore pile. Teori yang
diusulkan diverifikasi oleh korelasi erat prediksi teori dengan pengamatan
lapangan terhadap studi kasus. Berdasarkan usulan teori tersebut, rekomendasi
mengenai kualitas beton akan dilakukan untuk menghindari terjadinya
penyaluran beton pada tiang bor berdiameter besar. Implikasi pada kinerja
struktural yang berkaitan dengan kapasitas aksial, kompresibilitas dan daya
tahan tiang bor dengan saluran akan diselidiki.
3) Tri Handayani, Sudarmadi, 2013 : aplikasi cara tidak merusak untuk
pengukuran kedalaman tiang pancang beton pada suatu bangunan turap.
Metode yang digunakan adalah ultrasonic impact echo (pile integrity tester).
Pengukuran dilakukan terhadap komponen tiang pancang dan turap pada
lokasi-lokasi yang bisa terjangkau mengingat medan yang sulit di lapangan.
Jumlah komponen tiang pancang yang diukur adalah 20 sampel dan jumlah
komponen turap yang diukur adalah 7 sampel. Setiap pengukuran dilakukan
minimal lima kali. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa komponen tiang
pancang kedalaman berkisar 4.4 – 13 m sedangkan komponen turap kedalaman
berkisar 9.9 – 12.1 m. Hal ini berarti tidak ada sambungan baik pada komponen
tiang pancang maupun turap akan tetapi terjadi retak.
4) Ramli Bin Nazir, Osman El Hussien, 2015 : Efek dari tanah di sekitarnya pada
hasil uji integritas tiang masih belum tepat diukur kendati pengaruhnya pada
keluaran uji. Biasanya sulit untuk menilai integritas tiang yang tersumbat pada
kelas tanah keras karena efek redaman tanah. Suatu metode untuk menghitung
efek redaman tanah pada gaya gelombang tegangan dan nilai kecepatan selama
uji integritas tiang disajikan. Model teoritis berdasarkan solusi numerik
persamaan gelombang diformulasikan. Model ini menggabungkan efek
resistensi tanah pada perambatan gelombang pada tumpukan. Hasil yang
dihasilkan dari model yang diusulkan dibandingkan dengan perangkat lunak
PIT-S, yang mensimulasikan propagasi gelombang regangan rendah pada
tumpukan, dengan asumsi tiang pancang di tanah granular yang sangat padat.
Kurva Gaya-Velocity yang dihasilkan ternyata sama membandingkan kedua
metode tersebut; Namun, beberapa variasi diamati pada ujung kaki pancang
karena perbedaan prosedur yang digunakan untuk estimasi reaksi tanah.
Selanjutnya, model yang dihasilkan hasilnya dibandingkan dengan uji
integritas tumpukan in-situ nyata dan hasil PIT-S. Model tersebut telah
menunjukkan prediksi yang lebih baik terhadap sinyal tolok ukur yang diterima
dibandingkan perangkat lunak PIT-S.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Diagram Alir Penelitian


Gambar 3.1 di bawah ini merupakan diagram alir metodologi penelitian
secara umum yang akan dilakukan. Pada diagram alir ini diurai tahapan-tahapan dalam
menyelesaikan penelitian hingga menghasilkan output yang diharapkan.

Gambar 3. 1 Diagram Alir Umum Metodologi Penelitian Umum

3.2 Penjelasan Diagram Alir Penelitian


1. Studi Literatur
Studi literatur sangat dibutuhkan untuk penyusunan rencana pelaksanaan
penelitian juga sebagai referensi apabila ditemukan permasalahan di lapangan atau saat
proses analisis. Studi literatur yang digunakan adalah buku, jurnal, dan artikel yang
terkait dengan ruang lingkup penelitian.
2. Investigasi di Lapangan dan Laboratorium
A. Investigasi di Lapangan
Tahapan investigasi yang akan dilakukan dilapangan dimulai dengan
melakukan pengeboran pada tanah eksisting untuk mengambil sample tanah tidak
terganggu dengan mengikuti prosedur ASTM D-1587-83 :” Standard Practice for
Thin-Walled Tube Sampling of Soils”. Kemudian melakukan uji penetrasi atau SPT
dengan standard yang digunakan adalah ASTM D 1586-84 : “Standard Method for
Penetration Test and Split Barrel Sampling of Soils”.

Gambar 3. 2 Diagram Alir Umum Metodologi Penelitian di Lapangan

B. Pengujian Tanah di Laboratorium Mekanika Tanah


Setelah mendapat sample tanah pada pengujian SPT di lapangan, maka
dilanjutkan dengan pengujian di laboratorium. Sampel tanah tidak terganggu diambil
dari kedalaman tertentu sesuai spesifikasi dengan menggunakan shelby tube sampler.
Sampel tanah yang telah diambil dari lubang pengeboran disimpan dan dilindungi
terhadap benturan, getaran, dan perubahan kelembapan air, dengan tujuan untuk
menjaga struktur tanag dan komposisi fisik sesuai dengan kondisi aslinya sampai
dikeluarkan dari tabung untuk ditest di laboratorium tanah.

Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis dan fisik
tanah. Pengujian fisik tanah alami yang dilakukan antara lain klasifikasi dan Index
Properties, kadar kelembaban dan berat jenis (kepadatan), kepadatan partikel,
distribusi ukuran partikel (uji saringan dan hydrometer), berat jenis kering dan
hubungan kadar kelembaban, atterberg limits (batas cair, batas plastis, dan batas
susut). Sedangkan untuk pengujian sifat teknis tanah yang akan dilakakukan antara
lain Unconsolidated Undrained (UU), Direct Shear, Unconfined Compression Test.

Gambar 3. 3 Diagram Alir Umum Metodologi Penelitian di Laboratorium Mekanika


Tanah
C. Pengujian Beton di Laboratorium Beton
Setelah hasil analisa kapasitas daya dukung pada tanah didapatkan maka
dapat direncakan fondasi yang akan digunakan dan bagaima perlakuan terhadap tanah
eksisting tersbut. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan adonan beton untuk
pengecoran fondasi.
Pekerjaan yang dilakukan berupa persiapan dan pembuatan adonan beton
untuk pembuatan benda uji. Terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan didalam
pelaksanaan pengecoran beton, yaitu :
1. Faktor Kekuatan : hal ini merupakan kekuatan tekan karakteristik dari beton
itu sendiri (fc’)
2. Faktor Kelecakan : merupakan faktor yang terkait dengan kemudahan didalam
pelaksanaan pekerjaan dan parameternya adalah slump.

Pengukuran slump dilakukan dengan mengacu pada aturan yang ditetapkan


dalam peraturan standar yaitu : SNI 1972-2008 (Cara Uji Slump Beton), SNI 03-2834-
2000, ACI Committe 211, nilai slump yang disaranakan untuk berbagai jenis pekerjaan
konstruksi dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut ini.
Tabel 3.1 Nilai Slump untuk Berbagai Jenis Pekerjaan Konstruksi (ACI
Committe 211)
Slump (mm)
Jenis Konstruksi
Maks Min
Dinding fondasi, footing, sumuran, dinding basemen 75 25
Dinding dan Balok 100 25
Kolom 100 25
Perkerasan dan Lantai 75 25
Beton dalam jumlah yang besar (seperti dam) 50 25

Gambar 3. 4 Diagram Alir Umum Metodologi Penelitian di Laboratorium Beton


3. Persiapan Material
Jika data dari investigasi lapangan dan laboratorium telah mencukupi, maka
dilanjutkan dengan persiapan material. Persiapan material yang dilakukan adalah
dengan menyiapkan bahan adonan beton untuk pengecoran fondasi beton.
Adapun standard yag digunakan adalah SNI 03-2834-2000 : Tata Cara
Pembuatan Campuran Beton Normal. Bahan yang dibutuhkan berupa agregat kasar
(kerikil), agregat halus (pasir), semen, dan air dengan perbandingan yang sudah
ditentukan hingga mencapai mutu beton K-225. Untuk mutu beton K-225 komposisi
berat semen, pasir, kerikil, serta volume air yang dibutuhkan untuk membuat 1 m3
beton yaitu : 371 kg, 698 kg, 1047 kg, dan 215 liter.

4. Pengeboran di Lapangan
Pengeboran di lapangan dilakukan untuk membuat benda uji yaitu fondasi
bore pile. Fondasi bore pile akan dibuat dengan keadaan yang berbeda-beda. Ada
fondasi dengan keadaan utuh dan bagus dan ada fondasi yang akan dibuat dibuat cacat
atau [Link] 3.2 berikut merupakan fondasi yang akan dibuat dilapangan.

Gambar 3. 2 Fondasi Bore Pile yang akan dibangun


5. Pengujian PIT
Setelah fondasi bore pile yang telah dicor mengering dan keras, maka
dilakukan pengujian Pile Integrty Test (PIT). Pengujian PIT ini tercakup dalam ASTM
D 5882-00 tentang Metode Uji Standar untuk Pengujian Regangan Rendah Integritas
Tumpukan. Pile Integrity Test dilakukan dengan menggunakan 2 buah acceleromter
dan hammer seberat 450 gram. Adapun hasil akhir dari pengujian ini berupa grafik
yang akan menunjukan ada atau tidaknya kerusakan yang terjadi pada bore pile.
BAB 1V
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Rencana Anggaran


Rencana anggaran atau perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam penelitian
ini dapat dilihat pada Tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4. 1 Rencana Anggaran Penelitian


10, Jenis Pengeluaran Vol Satuan Harga Satuan Jumlah Harga Total Harga

I Komponen Honor (Maks. 30%)


a Ketua Peneliti 1 orang Rp 3.750.000,00 Rp 3.750.000,00

b Anggota Peneliti 3 orang Rp 2.750.000,00 Rp 8.250.000,00

Jumlah Rp 12.000.000,00

II Alat dan Bahan (50%)


Pekerjaan Penyelidikan
a Tanah dan Laboratorim 15 m Rp 500.000,00 Rp 7.500.000,00

Pekerjaan Pembuatan Bore


b Pile

- Pengeboran 18 m Rp 500.000,00 Rp 9.000.000,00

- Pembetonan dan
Penulangan 2 m3 Rp 2.500.000,00 Rp 5.000.000,00

Alat Pembuat Gelembung


c pada Lubang Bor 1 alat Rp 2.000.000,00 Rp 2.000.000,00

Alat Pembuat Keropos pada


d Tiang Bor 1 alat Rp 2.000.000,00 Rp 2.000.000,00

e Instrumentasi Pengujian 1 alat Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00

Jumlah Rp 27.000.000,00

IV Lain-Lain (Maks. 10%)


a Laporan Penelitian

- Penggandaan Laporan 12 set Rp 50.000,00 Rp 600.000,00


- Penjilidan Laporan 12 set Rp 25.000,00 Rp 300.000,00

b Materai 12 buah Rp 8.000,00 Rp 100.000,00

Jumlah Rp 100.000,00

TOTAL Rp 40.000.000,00
4.2 Jadwal Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan diuraikan pada jadwal
pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini.

Bulan ke
No Jenis Kegiatan
1 2 3 4 5 6

1 Studi Literatur

2 Investigasi di Lapangan

Pengujian Tanah dan Beton di


3
Laboratorium

4 Persiapan Material

Pengeboran di Lapangan, Penulangan


5
serta Pengecoran Bore Pile

6 Perawatan Beton

7 Pengujian Pile Integrity Test (PIT)

7 Hasil dan Evaluasi Pengujian

8 Penyusunan Laporan
DAFTAR PUSTAKA
Tjie-Liong, G. (2011). Sonic Logging VS PIT Untuk Mendeteksi Integritas Pondasi Tiang.
Comtech Vol. 2 no. 2 Desember, 1031-1045.
Lampiran

I. Personalia Peneliti dan Pembagian Tugas


II. Perhitungan Kebutuhan Material
III. Detail Rencana Anggaran Biaya (RAB)
. PERSONALIA PENELITI DAN PEMBAGIAN TUGAS
BIODATA KETUA PENELITI

1. Nama Lengkap dan Gelar : Mulyadi Y., Drs., Dipl. Ing. HTL., M.T.

2. Golongan dan NIP : III-D/ 19600313 198603 1 004

3. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

4. Program Studi : Konstruksi Sipil

5. Alamat : Jalan Sari Asih 2 No.40, Sarijadi, Bandung

6. Telepon : +62 22 2012240; +62 81 122 965 8

7. Tempat/ Tanggal Lahir : Yogyakarta, 13 Maret 1960

8. Kewarganegaraan : Indonesia

9. Jenis Kelamin : Laki-laki

10. E-mail : yuswandono@[Link]

11. Riwayat Pendidikan :

1982-1985 : DIII/ Ahli Madya Bidang Teknik Sipil, STKIP


Yogyakarta

1988-1991 : DIV/ Dipl. Ing. HTL. bidang Teknik Sipil,


Ingenieurschelu Beider Basel (HTL), Muttenz,
Basel, Swiss

1995-1998 : S2/ Magister Teknik bidang Teknik Sipil


(Geoteknik), Institut Teknologi Bandung

12. Riwayat Pekerjaan :

1986 – 1996 : Pusat Pengembangan Politeknik

1996 – sekarang : Staf Pengajar Politeknik Negeri Bandung

2007 – 2010 : Ketua Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri


Bandung
2014 – sekarang : Pembantu Direktur IV Bidang Perencanaan dan
Kerjasama Politeknik Negeri Bandung

13. Publikasi :

 Peningkatan Daya Dukung Tanah Gede Bage dengan Enzim Nolase


Terfermentase
 Pengaruh Penambahan Bahan Tambah Renolith Pada Tanah Gede Bage
Bandung

14. Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat :

 Pemetaan Zona Rawan Longsor dan Sosialisai di Kecamatan Parongpong,


Kabupaten Bandung Barat.
 Identifikasi Daerah-Daerah Rawan Longsor, Studi Kasus Desa Cihanjuang
Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat
 Penelitian Terapan “Penggunaan Vermikulit dan Semen sebagai Bahan
Campuran untuk Meningkatkan Daya Dukung Tanah Lempung”

Semua data yang diisikan da tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, maka Saya sanggup diberikan sanksi. Demikian
biodata ini Saya dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam
pengajuan penelitian terapan.

Bandung, 23 Maret 2018


Ketua Peneliti,

Mulyadi Y., Drs., Dipl. Ing. HTL., M.T.


BIODATA ANGGOTA PENELITI I

1. Nama Lengkap dan Gelar : Hendry, [Link]., MT.

2. Golongan dan NIP : IV-B/19630606 199512 1 001

3. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

4. Program Studi : Teknik Konstruksi Gedung

5. Alamat : Tirta Kencana D-03, Cimahi 40513

6. Telepon : +62 22 6611976; +81 320359554

7. Tempat/ Tanggal Lahir : Padang Panjang, 6 Juni 1963

8. Kewarganegaraan : Indonesia

9. Jenis Kelamin : Laki-laki

10. E-mail : hendrytkd3@[Link]

11. Riwayat Pendidikan :

1982 – 1985 : Diploma III/Ahi Madya, Teknik Sipil Politeknik


– ITB (POLBAN), Bandung

1988 – 1991 : Diploma IV/[Link], Teknik Sipil, HTL


Muttenz – Basel, Swiss

1995 – 1998 : Magister Teknik/S2, Teknik Sipil – Rekayasa


Geoteknik, ITB

12. Riwayat Mengajar :

1993 – sekarang : Dosen Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung


(POLBAN) untuk mata kuliah:

- Mekanika Tanah
- Rekayasa Fondasi
- Laboratorium Uji Tanah
- Kewirausahaan
13. Penelitian dan Publikasi :

1999 - Pengaruh Siklus Basah Kering Terhadap Plastisitas dan Aktivitas


Tanah Ekspansif

2000 - Tinjauan Kekuatan Tekan Bebas (UCS) Tanah Gambut Hasil


Stabilisasi Dengan Semen-Renolith. Jurnal Potensi Teknik Sipil
POLBAN

2001 - Analisa Perkuatan Tanah Lunak dengan Menggunakan Cerucuk


Matras Beton (Cermaton) Pada Kasus Kelongsoran Oprit Jembatan
Kali Sentiong - Ancol, Jakarta Utara. Prosiding Geoteknik

2006 - Perambatan Gelombang Dalam Pemancangan Tiang Dengan Program


Fadwave. Jurnal Potensi Teknil Sipil POLBAN

2006 - Stabilisasi Tanah Lempung Padalarang sebagai Subgrade Jalan. Jurnal


Spektrum POLBAN

2006 - Tinjauan Nilai CBR Tanah Gambut Hasil Stabilisasi dengan Semen –
Renolith. Jurnal Potensi Teknik Sipil POLBAN

2011 - Evaluasi Perilaku Pemadatan dan Plastisitas Tanah Wayang Windu


Pangalengan Sebagai Bahan Timbunan.

2012 - Perubahan Perilaku Komposisi dan Plastisitas Tanah Wayang Windu


Pangalengan. Jurnal Potensi Teknik Sipil POLBAN

2012 - Perilaku Pemadatan Tanah Wayang Windu Pangalengan (Behaviour of


Soil Wayang Windu Pangalengan). Prosiding IRWNS POLBAN

2013 - Kajian Peningkatan Nilai CBR Tanah Lempung Padalarang yang


Distabilisasi dengan Vermikulit dan Semen

2014 - Stabilisasi Tanah Lempung Padalarang Menggunakan Vermikulit dan


Semen Untuk Meningkatkan Daya Dukung (UCS) Tanah. PROKONS
Jurnal Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang
Semua data yang diisikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, maka saya sanggup diberikan sanksi. Demikian
biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan penelitian terapan.

Bandung, 23 Maret 2018

Anggota Peneliti I,

Hendry, [Link]., MT.


BIODATA ANGGOTA PENELITI II

1. Nama Lengkap dan Gelar : Geni Firuliadhim, Ir., MT.

2. Golongan dan NIP : III-C/19640114 198803 1 002

3. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

4. Program Studi : Konstruksi Gedung

5. Alamat : Komplek Perum. Sarijadi Blok D/II, No.15,


Bandung

6. Telepon : +62 22 2007702; +81 224 698 14

7. Tempat/ Tanggal Lahir : Padang Panjang, 14 Januari 1964

8. Kewarganegaraan : Indonesia

9. Jenis Kelamin : Laki-laki

10. E-mail : genifirdh@[Link]

11. Riwayat Pendidikan :

1983 – 1986 : Diploma III/Ahi Madya, Teknik Sipil Politeknik

1993 – 1996 : S1/Insinyur bidang Teknik Sipil , Politeknim


Negeri Bandung

1998 – 2001 : S2/Magister Teknik bidang Teknik Sipil


(Geoteknik), Institut Teknologi Bandung

12. Riwayat Pekerjaan :

1986 – sekarang : Staf Pengajar Politeknik Negeri Bandung

1997 – 2000 : Kepala Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan


Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung

13. Publikasi :

 Strap Footing, Combined Footing, and Mat Footing.


 Program Komputer untuk Mengontrol Stabilisasi Pondasi Kaison
 Prosedur Menentukan Potensi Liquefaksi
 Studi Eksperimentasi Kekuatan Tarik Pondasi Tiang Alas Lebar
 Kasus Gerakan Tanah di Stasiun Pipa Gas Bojonegara
 Analisis Internal Damping
 Menentukan Korelasi Parameter Konsolidasi Horisontal terhadap Konsolidasi
Vertikal Tanah Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat
 Penanggulangan Lereng Sungai Mahakam di Kota Bangun\
 Disain Penggalian Dalam Areal Waduk Krenceng
 Tinjauan Geoteknik Pengamanan Pipa Gas Dapur 12 Pulau Batam
 Tinjauan Geoteknik untuk Pengamanan Pipa Gas di Sungai Nilo
 Perhitungan Stabilisasi dan Struktur Pondasi Rig Base Lokasi PM-3 & PM-4
untuk Kapasitas 400 Ton
 Liquefaction Analysis Report for Development Industrial Area in Cilegon
City

Semua data yang diisikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, maka saya sanggup diberikan sanksi. Demikian
biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan penelitian terapan.

Bandung, Maret 2018


Anggota Peneliti II,

Geni Firuliadhim, Ir., MT.


PEMBAGIAN TUGAS

Personalia tim peneliti dapat dilihat pada Tabel 3 berikut.


No Nama NIDN Jabatan Tugas
Mulyadi Y., Drs., Dipl. Ing. 19600313 198603 1
1 Ketua Mencakup seluruh pekerjaan
HTL., MT. 004
Hendry, [Link]., 19630606 199512 1
2 Anggota Pembuatan Benda Uji
MT. 001
19640114 198803 1
3 Geni Firuliadhim., Ir., MT. Anggota Instrumentasi Pengujian
002
19571107 198403 1 Analisi Hasil Pengujian
4 Drs. Djuwadi., MT Anggota
001 Laboratorium dan Lapangan

Anda mungkin juga menyukai