0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan15 halaman

Pembelajaran TIK dan E-Learning Efektif

Makalah ini membahas tentang pembelajaran berbasis TIK dan E-learning, mencakup pengertian TIK dan E-learning, metode pembelajaran berbasis TIK dan E-learning, serta manfaatnya bagi pendidikan."

Diunggah oleh

sarwan hamid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan15 halaman

Pembelajaran TIK dan E-Learning Efektif

Makalah ini membahas tentang pembelajaran berbasis TIK dan E-learning, mencakup pengertian TIK dan E-learning, metode pembelajaran berbasis TIK dan E-learning, serta manfaatnya bagi pendidikan."

Diunggah oleh

sarwan hamid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DAN E-LEARNING

DOSEN PENGAPU MATA KULIAH :[Link], S.T, [Link].

DISUSUN OLEH

Sarwan (5162122003)

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017

1
KATAPENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah
tentang pembelajaran berbasis TIK dan E-learning

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk
masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Medan, November 2017

Penulis,

2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................................... 2
Daftar isi ........................................................................................................... 3
BAB 1 PENDAHULUAN
1. Latar belakang............................................................................................ 4
2. Rumusan masalah....................................................................................... 5
3. Tujuan......................................................................................................... 6
BAB II PEMBAHASAN
1. pengertian basis TIK.................................................................................... 7
2. penbertian E-learning.................................................................................... 8
3. metode pembelajaran berbasis tik dan E-Learning....................................... 9
4. manfaat dan sasaran pembelajaran berbasis TIK dan E-Learning............... 10
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan.................................................................................................. 11
2. Saran............................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 13

3
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi dan E-Learning

Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan


memperoleh pendidikan, peningkatan mutu atau kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan.
Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar
hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas. Salah satu upaya untuk mengatasi
permasalahan ini adalah melalui pendekatan teknologi pendidikan. Ada tiga prinsip dasar
dalam teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu
pendekatan sistem pemanfaatan pada sumber belajar.
Prinsip pendekatan sistem berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan dan
pembelajaran perlu didisain atau dirancang dengan menggunakan pendekatan sistem. Dalam
merancang pembelajaran diperlukan langkah-langkah prosedural meliputi: identifikasi
masalah, analisis keadaan, identifikasi tujuan, pengelolaan pembelajaran, penetapan metode,
penetapan media, dan evaluasi pembelajar-an. Prinsip berorientasi pada sumber belajar
berarti bahwa dalam pembelajaran hendaknya memusatkan perhatiannya pada peserta didik
dengan memperhatikan karakteristik, minat, potensi Prinsip pemanfaatan sumber belajar
berarti dalam pembelajaran, hendaknya dapat memanfaatkan sumber belajar untuk
mengakses pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya. Satu hal lagi bahwa
teknologi pendidikan adalah satu bidang yang menekankan pada aspek belajar.
Teknologi dalam pembelajaran diartikan sebagai mekanisme untuk mendistribusikan
pesan, termasuk sistem pos, siaran radio dan televisi, telepon, satelit dan jaringan komputer.
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran mengarah pada penggunaan internet atau jaringan
komputer. Pada umumnya yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi dalam
pembelajaran ialah penggunaan internet untuk pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran
yang dilakukan dalam satu kegiatan pendidikan adalah bagaimana siswa dapat belajar dengan
cara mengidentifikasi, mengembangkan, mengorganisasi, serta menggunakan segala macam
sumber belajar. Upaya pemecahan masalah dalam pendekatan teknologi pendidikan adalah
dengan mendayagunakan sumber belajar. Hal ini ditandai dengan pengubahan istilah dari
teknologi pendidikan menjadi teknologi pembelajaran.

4
Teknologi dalam pembelajaran telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda
dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara
pendidik an peserta didik baik di kelas maupun di luar kelas sehingga teknologi dalam
pembelajaran diartikan sebagai media untuk mendistribusikan pesan, termasuk sistem pos,
siaran radio, televisi, telepon, satelit dan jaringan komputer. Dengan demikian teknologi yang
secara langsung relevan dengan pembelajaran adalah disesuaikan dengan makna
pembelajaran itu sendiri. Pendidikan telah mengalami kemajuan pesat seiring dengan
kemajuan Teknologi Informasi. Akibatnya, metode pendidikan lama atau konvensional
dirasakan menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang dan waktu. Dan Teknologi
Informasi menawarkan metode pendidikan baru yang dinamakan metode E-Learning.
Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning
disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan
dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan
e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas
untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat
mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang
harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
E-learning merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang dipersepsikan
bersifat student centered. Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan
kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta
komunikasi antara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa.

Tujuan

 Agar mengetahui berbagai aspek pembelajran dengan konsep tik dan e-learning
 Menentukn model daalam pembelajaran
 Untuk mendapatkan ssaran utaama dalam desain pembelajaran yanng interakfif
,efektif dan efeien
 Memudahkan dalam pengembaangan model pembelajaran sesuai kuriulum
 Mengetahui metode yang akan di gunakan dalam proses pembelajaran dengaan
memanfaatkan sarana dan rasaarana dalam media pembelajaraan

5
Rumusan Masalah

 Agar mahasiswa mengetahui prosedur pembelaajaran dengan metode TIK dan E-


LEARNING ?
 Memudahkan bagi setiap calon pendidik dalam menepatkan kurikulum dan teknologi
?
 Memberi informsi aakan perkembangan yang sedang di lakukan dalam sekolah ?
 Membuat mahasiswa leebih leluasa menguaasai media pembelajaraan ?

Manfaat

 Mengetahui modelisasi dalam pembelajaran.


 Mengetahui mediaa dalam pembelajaran yang berbasis teknologi.
 Sebgai acuan dalam pembelajaran baik di tingkat menengah maupun atas.

6
BAB II

PEMBAHASAN

Macam Model Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah payung besar terminologi yang


mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK
mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi
informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala
sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data
dari perangkat yang satu ke lainnya.

Pengertian E-Learning

E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi
informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari
berbagai sumber:

1. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau


komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).
2. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses
pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
3. Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar
yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan
siswa (Ardiansyah, 2013).

Manfaat E-learning

Manfaat E-learning adalah:

1. Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk
mengakses perjalanan.

7
2. Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri
memegang kendali atas keberhasilan belajar.
3. Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara,
efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi
pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.

Kekurangan E-learning

Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan


model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor,
keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai
berikut :

1. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya
membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
4. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran
konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan
ICT (information, communication, dan technology).
5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan
masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
6. Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
7. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

1. Blended Learning
2. Konsep Blended Learning

Secara etimologi istilah Blended Learning terdiri dari dua kata yaitu blended dan
learning. Kata blend berarti campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah

8
baik (Collins Dictionary) atau formula suatu penyelarasan kombinasi atau perpaduan (Oxford
English Dictionary) (Heinze and Procter,2006:236). Sedangkan learning memiliki makna
umum yakni belajar , jadi Blended Learning mengandung makna model pembelajaran yang
mengandung unsur percampuran atau penggabungan antara satu pola dengan pola lainnya.
Menurut Ahmed, [Link] blended learning adalah penggabungan beberapa aspek e-learning
seperti pembelajaran berbasis web, streaming video, audio dengan pembelajaran tradisional
secara tatap muka, menurut Elenena Mosa (2006) pola yang dicampurkan dalam blended
learning adalah dua unsur utama yaitu pembelajaran dikelas dengan online learning.

Gambar : Blended Learning

Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa blended learning merupakan model
pembelajaran yang menggabungkan dua metode pendekatan untuk mencapai tujuan
pembelajaran, yaitu kombinasi penggunaan pembelajaran berbasis web dan penggunaan
metode tatap muka. Blended Learning sebagai kombinasi karakteristik pembelajaran
tradisional dan lingkungan pembelajaran elektronik atau e-learning yang menggabungkan
beberapa aspek seperti pembelajaran berbasis web, streaming video, komunikasi audio
synkronous (tidak terikat dengan waktu tetap) dan asynkronous dengan pembelajaran
tradisional tatap muka (terikat dengan waktu dan terjadi secara bersamaan). Menurut Bhonk
dan Graham (2006) menjelaskan bahwa blended learning adalah gabungan dari dua sejarah
model perpisahan mengajar dan belajar sistem pembelajaran tradisional dan sistem
penyebaran pembelajaran, yang menekankan peran pusat teknologi berbasis komputer.

9
2. Karakteristik Blended Learning

Karakteristik dari Blended Learning adalah :

1. Pembelajaran secara tradisional (tatap muka) dapat mendukung lingkungan belajar


virtual
2. Proses pembelajaran didukung oleh penjelasan materi secara mendalam
3. Menggunakan semua jenis teknologi untuk mendukung proses pembelajarannya.

Teori Belajar Yang Mendasari Blended Learning

Teori belajar yang mendasari model pembelajaran Blended Learning adalah teori belajar
konstruktivisme (pembelajaran individual) yang dapat mendorong siswa untuk aktif
menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya dan membangun pengetahuan mereka
sendiri berdasarkan pengalaman individu dan mengaplikasikannya secara langsung pada
lingkungan mereka. Peran guru hanya berfungsi sebagai mediator, fasilitator yang membuat
situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri siswa. Karakteristik
teori belajar konstruktivisme untuk blended learning (Hasibuan,2006:4) sebagai berikut :

1. Siswa aktif
2. Siswa membangun sendiri pengetahuannya
3. Subjektif, dinamis dan berkembang
4. Pengolahan dan pemahaman informasi
5. Siswa belajar secara mandiri / pembelajaran individual

Pembelajaran individual / individual learning dalam teori konstruktivisme yaitu siswa


yang aktif mencari dan membangun pengetahuan nya berdasarkan pengalaman yang dialami
dan kemudian memahami menjadi suatu informasi.

Pendidikan Jarak Jauh Sebagai Penerapan Model Blended Learning

Pendidikan Jarak Jauh adalah sekumpulan metode pengajaran dimana aktivitas


pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Sarana penunjang dari
pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan
komunikasi sangat membantu program pendidikan jarak jauh. Pendekatan sistem pengajaran

10
yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time)
ataupun dengan cara menggunakan sistem online sebagai tempat pemusatan pengetahuan.

Pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut :
(Hamzah [Link]; 2012)

1. Pusat kegiatan siswa, sebagai suatu komunitas web base distance learning harus
mampu menjadikan program web ini sebagai sarana menambah kemampuan,
membaca materi dan mencari informasi
2. Interaksi dalam grup, siswa dapat saling berdiskusi membahas materi yang diberikan.
Pendidik hadir untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang dipelajari
3. Pendalaman materi dan ujian
4. Perpustakaan digital, pada bagian ini terdapat informasi tidak terbatas hanya buku,
tetapi juga suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini hanya bersifat sebagai
penunjang dan berbentuk data base.
5. Sistem administrasi peserta pendidik dimana siswa dapat melihat informasi mengenai
status dan prestasi belajarnya.

Pembelajaran Berbasis Komputer

1. Konsep Pembelajaran Berbasis Komputer

Pembelajaran berbasis komputer merupakan program pembelajaran dengan menggunakan


software komputer berupa program komputer yang berisi tentang muatan pembelajaran
meliputi : judul, tujuan, materi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Menurut Robert
Heinich Molenda dan James D. Russel (1985:226) dalam Rusman:2012 Sistem komputer
dapat menyampaikan pembelajaran secara individual dan langsung kepada para siswa dengan
cara berinteraksi dengan mata pelajaran yang diprogramkan ke dalam sistem komputer, inilah
yang disebut dengan pembelajaran berbasis komputer.

Secara konsep pembelajaran berbasis komputer berfungsi sebagai sistem pembelajaran


individual, maka perangkat lunak pembelajaran berbasis komputer bisa memfasilitasi belajar
kepada individu yang memanfaatkannya. Pada pembelajaran berbasis komputer siswa
berinteraksi langsung dengan media interaktif berbasis komputer, sementara guru bertindak
sebagai desainer dan programer pembelajaran. Kontrol pembelajaran dalam pembelajaran

11
berbasis komputer ini sepenuhnya ada di tangan siswa karena menerapkan pola pembelajaran
bermedia yaitu secara utuh sejak awal hingga akhir menggunakan piranti sistem komputer
(CD Interaktif).

2. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Komputer

Pembelajaran berbasis komputer mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Berorientasi pada tujuan pembelajaran

Dalam mengembangkan pembelajaran berbasis komputer harus berorientasi pada tujuan


pembelajaran baik kepada standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang harus
dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran.

2. Berorientasi pada pembelajaran individual

Hal ini sangat memberikan keleluasaan pada siswa untuk menggunakan waktu sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuannya.

3. Berorientasi pada pembelajaran mandiri

Dalam pelaksanaan nya pembelajaran berbasis komputer dilakukan secara mandiri


dimana guru hanya berperan sebagai fasilitator.

Pengembangan pembelajaran e-learning

Pendapat haughey (1998) tentang pengembangan e-learning. Menurutnya ada tiga


kemungkinan dalam pengembangan system pembelajaranberbasis internet, yaitu web course,
web centric course,dan web enchaced course.
Web course dalah pengunaan internet untuk keperluan pendidikam, yang man
mahasiswa dan dosen sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap [Link]
bahan ajar,diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya
sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini mengunakan jarak
jauh.
Web centric course adalah pengunaan internet yang memadukan antara belajar jarak
jauh dan tetap muka (konversional).sebagian materi di sampaikan melalui internet ,dan

12
sebagian lagi melalui tatap [Link] saling [Link] model ini dosen bisa
memberi kan petunjuk pada mahasiswa untuk memmahasiswai materi perkuliahan melalui
web yang telah dibuatnya.
Web enhanced course adalah pemamfaatan internet untuk penunjang peningkatan
kualitas pembeajaran yang dilakukan dikelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan
pengayaan dan komunikasi antara mahasiswa dengan dosen, sesame mahasiswa, anggota
kelompok, atau mahasiswa dengan nara sumber lainya.

Tekhnologi Pendukung E-Learning


Dalam pembelajaran yang memanfaatkan e-learning dibutuhkan berbagai komponen
pendukung, yaitu:

a. Perangkat keras (hardware): komputer, laptop, netbook, maupun tablet.


b. Perangkat lunak (software): Learning Management System (LMS), Learning Content
Management System (LCMS), Social Learning Network (SLN).
c. Infrastruktur: Jaringan intranet maupun internet.
d. Konten pembelajaran.
e. Strategi interaksi/komunikasi pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran.

13
BAB II

PENUTUP

Simpulan

Model pembelajaran dn pengembangan e-learning dan tik merupakan salah satu


model yang menggunaka media luas atau di sebut interet,dengan media interenet dapat
memudahkan ssetiap siswa maupupn pendidik dalam belajar,namun adanya dampak juga
postif dan negatif yaang di timbulkan dengan media yaang amat luas ini ,oleh dari itu guru
ataau sang pendidik harus mampu mengontrl sikap siswaa dalaam penggunaan media sebagai
sumber belajar agar mendapat pegetahuan yang sesuai dengan perkembangan teknologi

Saran

Bagi penulis

Mendapat berbagai saran dan dapat meneraapkan model pengajaarann TIK dan E-
learning dengan sesuai kurikulum,dan mengembangkan penggunaan media informasi pada
penempatan yang benar

Bagi pembaca

Sebagai sumber waawassan yang terkaait dengan model pembelajaran berbasis TIK
dan E-learning serata sebagai acuan pula untuk mendapat informasi dan pengetahuan.

14
DAFTAR PUSTAKKA

Rusman,dkk, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi,Rajawali Pers,


Jakarta, 2012.

Uno, Hamzah B, Model Pembelajaran (Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif
Dan Efektif), Bumi Aksara, Jakarta, 2012.

Munadi Yudhi, Media Pembelajaran (Sebuah Pendekatan Baru),Gaung Persada, Jakarta,


2010

[Link]

[Link]

15

Anda mungkin juga menyukai