TUGAS FISIKA
Oleh :
Kelas : XI MIPA 1
Dewa Komang Bimantara (02)
Gede Yoga Satya Dharma (10)
Jennifer Alexandra Artanto (16)
Ketut Rivan Arya Jaya (23)
Made Candrika Widya Astawa (29)
Interferensi Pada Selaput Tipis
Dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat gelembung air sabun akan terlihat
berwarna, warni. Begitu juga genangan minyak tanah diatas permukaan air, akan terlihat
sama berwarna warni.
Apa yang terjadi dengan peristiwa itu ?
Kesan melihat gelembung air
sabun berwarna-warni disebabkan
terjadinya interferensi yaitu perpaduan
dua gelombang cahaya yang jatuh pada
selaput tipis, seperti selaput air sabun.
Sinar datang (AB) jatuh pada
selaput tipis dengan tebal lapaisan (d),
oleh selaput akan dibiaskan sinar
(BC) dan dua sinar dipantulkan yaitu sinar (BD) dan EF, kedua sinar s1 dan s2 akan
berinterferensi di retina mata, sehingga kita bisa melihat gelembung sabun berwarna warni,
seperti pada gambar berikut.
Jika cahaya yang dijatuhkan pada selaput tipis cahaya monokhromatik, maka pada
gelembung sabun tidak akan terlihat warna pelangi, melainkan warna terang dan gelap.
Rumus untuk menghasilkan pola terang/interferensi maksimum sebagai berikut :
Keterangan :
n. = Indek bias lapisan tipis
d = tebal lapisan
r = sudut bias
m = orde terang ke 1,2,3…dst
Rumus terjadinya pola gelap/interferensi minimum sebagai berikut:
Soal dan pembahasan
Soal :
Suatu lapisan minyak diatas permukaan aiar memantulkan warna merah. ini berarti
warna biru mengalami interferensi dan hilang dari spektrum. jika indekas refraksi (indek
bias) minyak adalah 1,25, sedangkan warn biru mempunyai panjang gelombang λ= 5000 Å,
maka tebal lapisan minimum lapisan minyak adalah
Pembahasan :
Diketahui :
n = 1, 25
λ= 5000 Å
cos r = 1
m=1
Ditanya :
d = ......?
Jawab :
Perhatikan kata "biru mengalami interferensi dan hilang dari spektrum". berarti yang
bisa kita gunakan adalah rumusan gelap "[Link] r = m.λ" . perhatikan pertanyaan "tebal
lapisan minimum lapisan minyak" dari pernyataan ini dapat kita simpulkan yajng dicari d
dengan nilai cos r = 1.
[Link] r = m λ
2.1,25.d.1 = 5000 Å
2,5.d = 5000 Å
d = 2000 Å