0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan7 halaman

Metode Sampling Batubara yang Efektif

Dokumen tersebut membahas mengenai sampling batubara, termasuk pengertian sampling, metode pengambilan sampel secara manual dan mekanis, serta jenis-jenis sampling yang umum digunakan seperti grab sampling, bulk sampling, chip sampling, dan channel sampling.

Diunggah oleh

Anggraini Entas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan7 halaman

Metode Sampling Batubara yang Efektif

Dokumen tersebut membahas mengenai sampling batubara, termasuk pengertian sampling, metode pengambilan sampel secara manual dan mekanis, serta jenis-jenis sampling yang umum digunakan seperti grab sampling, bulk sampling, chip sampling, dan channel sampling.

Diunggah oleh

Anggraini Entas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIKUM BATUBARA

LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BAB II
SAMPLING

2.1. Pengertian Sampling

Sampling ialah pengambilan sebagian kecil material yang akan


mewakili sifat-sifat keseluruhan material tersebut. Syarat utama adalah
sampel itu harus mewakili bahan yang disampling (representatif).
Contoh tadi menyangkut bahan yang homogen. Bila kita berhadapan
dengan bahan yang heterogen, seperti batubara, pengambilan sampel
sangat sulit. Jika ingin menentukan ash batubara yang ditumpuk seperti
gunung atau stockpile yang banyaknya 10.000 ton, kita hanya mengambil
sebanyak 300 kg sebagai sampel. Dari batubara yang 300kg kemudian
dilakukan pengecilan ukuran butir sampai ratusan mikrometer dan beratnya
sampai ratusan gram, kemudian ditentukan kandungan ash-nya. Dari
kandungan ash dalam sampel batubara yang sedikit ini dapat diketahui
kandungan ash dari stockpile batubara yang banyaknya 10.000 ton tersebut.
Pengambilan sampel batubara harus dilakukan menurut standar yang
telah ditentukan. Karena banyaknya standar batubara yang ada, pemilihan
akan bergantung pada persetujuan antara pembeli dan penjual.
Ada perbedaan antara standar yang satu dengan yang lainnya dalam
hal pengambilan sampel, seperti halnya metode analisis, maka metode
pengambilan sampel pun memiliki perbedaan, tetapi umumnya perbedaan
tersebut tidak terlalu mencolok. Dalam uraian selanjutnya hal tersebut akan
terlihat. Namun, perlu diingat bahwa standar-standar tersebut merupakan
petunjuk terbaik yang akan menentukan prinsip-prinsip untuk menetapkan
skema pengambilan sampel.
Dalam industri batubara, pengambilan sampel digunakan dalam
setiap langkah coal chain yaitu selama eksplorasi, selama perencanaan
tambang dan studi kelayakan sebelum penetapan tambang, dalam
perencanaan penambangan jangka pendek, dalam penilaian dan
pengontrolan pencucian atau preparasi batubara untuk menentukan tingkat
efesiensi masing-masing unit dan dalam jual-beli batubara.

2.2. Metode dan Mekanisme Sampling

Kelompok II
H1C115049
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Suatu sistem pengambilan sampel mengacu pada pelaksanaan


pengambilan sampel, apakah akan dilakukan secara manual atau secara
mekanis karena kedua cara ini berbeda. Setelah penetapan perencanaan
atau skema pengambilan sampel disetujui, kemudian tetapkan sistem
pengambilan sampel. Ada dua cara dalam pengambilan sampel yaitu
sebagai berikut :
1. Pengambilan sampel secara manual
Prosedur untuk menetapkan sistem pengambilan sampel secara
manual yang diajukan oleh standar AS 2646 adalah sebagai berikut :
a) Tentukan nominal top size dari batubara yang akan diambil
sampelnya.
b) Hitung berat minimal dari satu increment.
c) Pilih peralatan pengambilan sampel secara manual yang cocok.
d) Kumpulkan increment pada interval pengambilan sampel yang
diperlukan dan jika perlu bentuk beberapa subsampel atau satu gross
sample.
2. Pengambilan sampel secara mekanis
Prosedur untuk menetapkan suatu sistem pengambilan sampel
secara mekanis seperti yang diajukan oleh standar AS 2646 adalah
sebagai berikut :
a) Pastikan kecepatan alir maksimal, minimal dan rata-rata dari batubara
yang akan diambil sampelnya.
b) Tentukan nominal top size dari batubara.
c) Tentukan luas lubang pemotong (cutter aperture) primary sampler dan
pilih kecepatan pemotong yang cocok.
d) Hitung berat increment primer dari aliran batubara maksimal dan
minimal untuk menentukan apakah mass basis sampling diperlukan.
Periksa apakah berat yang diperoleh pada kecepatan minimal
melampaui berat minimal suatu increment.
e) Tetapkan apakah akan menggunakan mass basis sampling atau time
basis sampling dan apakah diperlukan random stratified sampling.
f) Dengan menggunakan berat increment primer maksimal dan interval
waktu minimal saat pengambilan increment primer pada kecepatan alir
yang maksimal, tentukan perlu tidaknya suatu pemotong sekunder

Kelompok II
H1C115049
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

sebelum langkah penggerusan. Hal ini berkaitan dengan kapasitas


muat dari penggerus yang akan diajukan untuk sistem tersebut.
g) Untuk pemotong sekunder dan tersier dapat dilihat petunjuk dalam
standar AS 2646 Part 2 dan Part 3 Clauses 8.3, 8.4 dan 8.5.
h) Kumpulkan increment-increment primer, sekunder dan tersier pada
interval pengambilan sampel yang diperlukan dan buatlah beberapa
subsampel atau satu gross sample bila diperlukan.
(Muchjidin, 2006)
Adapun metode sampling yang biasa digunakan ketika di lapangan,
yaitu sebagai berikut :
1. Grab sampling
Secara umum, metode grab sampling ini merupakan teknik
sampling dengan cara mengambil bagian (fragmen) yang berukuran
besar dari suatu material (baik di alam maupun dari suatu tumpukan)
yang mengandung mineralisasi secara acak (tanpa seleksi yang
khusus). Tingkat ketelitian sampling pada metode ini relatif mempunyai
bias yang cukup besar. Beberapa kondisi pengambilan conto dengan
teknik grab sampling ini antara lain :
a. Pada tumpukan material hasil pembongkaran untuk mendapatkan
gambaran umum kadar.
b. Pada material di atas dump truck atau belt conveyor pada transportasi
material, dengan tujuan pengecekan kualitas.
c. Pada fragmen material hasil peledakan pada suatu muka kerja untuk
memperoleh kualitas umum dari material yang diledakkan, dll.
2. Bulk Sampling
Bulk sampling (conto ruah) ini merupakan metode sampling
dengan cara mengambil material dalam jumlah (volume) yang besar, dan
umum dilakukan pada semua fase kegiatan (eksplorasi sampai dengan
pengolahan). Pada fase sebelum operasi penambangan, bulk sampling
ini dilakukan untuk mengetahui kadar pada suatu blok atau bidang kerja.
Metode bulk sampling ini juga umum dilakukan untuk uji metalurgi
dengan tujuan mengetahui recovery (perolehan) suatu proses
pengolahan. Sedangkan pada kegiatan eksplorasi, salah satu penerapan

Kelompok II
H1C115049
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

metode bulk sampling ini adalah dalam pengambilan conto dengan


sumur uji.
3. Chip Sampling
Chip sampling (contoh tatahan) adalah salah satu metode
sampling dengan cara mengumpulkan pecahan batuan (rock chip) yang
dipecahkan melalui suatu jalur (dengan lebar 15 cm) yang memotong
zona mineralisasi dengan menggunakan palu atau pahat.
4. Channel Sampling
Channel sampling adalah suatu metode (cara) pengambilan
conto dengan membuat alur (channel) sepanjang permukaan yang
memperlihatkan jejak bijih (mineralisasi). Alur tersebut dibuat secara
teratur dan seragam (lebar 3-10 cm, kedalaman 3-5 cm) secara
horizontal, vertikal, atau tegak lurus kemiringan lapisan.
Adapun jenis-jenis sampling secara garis besar sampling dibagi
menjadi empat golongan dilihat dari tempat pengambilan dimana batubara
berada dan tujuannya yaitu :
1. Exploration sampling
Exploration Sampling dilakukan pada tahap awal pendeteksian
kualitas batubara baik dengan cara channel sampling pada outcrop atau
lebih detail lagi dengan cara pemboran atau drilling. Tujuan dari sampling
pada tahap ini adalah untuk menentukan karakteristik batubara secara
global yang merupakan pendeteksian awal batubara yang akan
dieksploitasi.
2. Pit Sampling
Pit Sampling dilakukan setelah eksplorasi bahkan bisa hampir
bersamaan dengan progres tambang di dalam satu pit atau block
penambangan dengan tujuan lebih mendetailkan data yang sudah ada
pada tahap explorasi. Pit sampling bertujuan untuk mengetahui kualitas
batubara yang segera akan ditambang, jadi lebih ditujukan untuk
mengontrol kualitas batubara yang akan ditambang dalam jangka waktu
pendek.
3. Production Sampling
Production Sampling dilakukan setelah batubara diproses Coal
Processing Plant dimana proses ini dapat merupakan peremukan,

Kelompok II
H1C115049
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

pencucian, pemindahan stock dan lain-lain. Tujuannya adalah mengetahui


secara pasti kualitas batubara yang akan dijual atau dikirim kepada
pembeli agar kualitasnya sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dan
telah disepakati oleh kedua belah pihak.
4. Loading Sampling
Loading Sampling dilakukan pada saat batubara dimuat dan
dikirim kepada pembeli baik menggunakan barge maupun menggunakan
kapal. Tujuannya adalah menentukan secara pasti kualitas batubara yang
dijual yang nantinya akan menentukan harga batubara itu sendiri.

2.3. Kesalahan dalam Sampling


Kesalahan yang biasanya terjadi dalam kegiatan sampling disuatu
wilayah pertambangan ialah :
1. Salting, yaitu peningkatan kadar pada conto yang diambil sebagai akibat
masuknya material lain dengan kadar tinggi ke dalam conto.
2. Dilution, yaitu pengurangan kadar akibatnya masuknya waste ke dalam
conto.
3. Erratic high assay, yaitu kesalahan akibat kekeliruan dalam penentuan
posisi (lokasi) sampling karena tidak memperhatikan kondisi geologi.
4. Kesalahan dalam analisis kimia, akibat conto yang diambil kurang
representatif.
(Akbar, 2015)

Kelompok II
H1C115049
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

2.4. Alat-alat yang Digunakan dalam Sampling


Adapun alat-alat yang digunakan untuk pengambilan conto
(sampling) dilapangan, yaitu :
1. Laddle adalah sendok bertangkai panjang yang digunakan untuk
menyendok atau mengambil suatu bahan material.

Gambar 2.1
Laddle

2. Scoop digunakan untuk memindahkan barang-barang curah seperti pasir,


batubara dan tanah.

Gambar 2.2
Scoop

3. Sampling Frame, kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap


elemen populasi yang bisa diambil sebagai sampel. Elemen populasi bisa
berupa data tentang orang atau binatang, tentang kejadian, tentang
tempat, atau juga tentang benda.

Kelompok II
H1C115049
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Gambar 2.3
Sampling Frame

4. Manual Cutter adalah alat yang digunakan untuk memotong suatu benda.

Gambar 2.4.
Manual Cutter

5. APD adalah alat pelindung diri yang digunakan untuk mengurangi resiko
pada saat pengambilan sampel material.

Gambar 2.5
APD
(Akbar, 2015)

Kelompok II
H1C115049

Anda mungkin juga menyukai