1
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Art Therapy
Sasaran : Lansia
Tempat : Wisma Nusa Indah
Hari/tanggal : Senin, 21 Januari 2019
Waktu : 09.00 Wita
A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penjelasan tentang art therapy lansia dapat
mempraktikan secara mandiri.
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penjelasan art therapy selama 30 menit,
diharapkan :
a. Lansia mengerti tentang art therapy
b. Lansia mengerti tentang jenis - jenis art therapy
c. Lansia mengerti tentang manfaat art therapy
d. Lansia mengerti tentang prosedur art therapy
3. Sasaran
a. Lansia yang berada di panti sosial tresna werdha budi sejahtera
b. Pengelola lansia di wisma teratai panti sosial tresna budi sejahtera.
B. KOMUNIKATOR
Mahasiswa Profesi Ners kelompok 5 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sari
Mulia.
2
C. PENGORGANISASIAN
1. Pembicara : Devi Kharismawati, [Link]
2. Moderator : Nor Diana, [Link]
3. Observer : Anjarwati, [Link]
4. Dokumentasi : Muhammad Afriyaldy, [Link]
5. Pembimbing Akademik : Angga Irawan, [Link]., Ners., [Link]
6. Pembimbing Klinik : Risna, [Link]., Ners
7. Peserta : Lansia di panti sosial tresna werdha budi
sejahtera.
D. METODE
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah, simulasi, dan
tanya jawab.
E. MEDIA
1. Laptop
2. LCD
3. Leaflet
F. MATERI
1. Menjelaskan tentang art therapy
2. Menjelaskan tentang jenis – jenis art therapy
3. Menjelaskan tentang manfaat art therapy
4. Menjelaskan tentang prosedur art therapy
3
G. PELAKSANAAN
Kegiatan Waktu Uraian Kegiatan Kegiatan Peserta Pelaksana
Pembukaan 10 menit 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam Moderator dan
2. Memperkenalkan terapis dan fasilitator 2. Mendengarkan peserta
3. Peserta memperkenalkan diri 3. Menyebutkan nama
4. Menjelaskan tujuan penyuluhan kesehatan 4. Memperhatikan
Pelaksanaan 25 menit A. Menjelaskan materi terkait: Memperhatikan penjelasan dari Pembicara
1. Menjelaskan tentang art therapy pembicara
2. Menjelaskan tentang jenis – jenis art
therapy
3. Menjelaskan tentang manfaat art therapy
4. Menjelaskan tentang prosedur art therapy
Evaluasi 10 menit B. Tanya jawab terkait materi 1. Menjawab pertanyaan Moderator
1. Evaluasi pemahaman peserta tentang 2. Menjawab salam
materi
2. Memberika reinforcement
3. Evaluasi perasaan
4. Mengucapkan terima kasih atas partisipasi
peserta
5. Mengucapkan salam
4
H. SETTING TEMPAT
Keterangan:
: Pembicara
: Peserta
: Fasilitator
: Moderator
: Observer
: Pembimbing Klinik
: Pembimbing Akademik
I. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Pengorganisasian dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan.
b. Kontrak pada hari H.
c. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai satuan acara
penyuluhan
d. Peserta hadir ditempat penyuluhan sesuai kontrak yang
disepakati.
2. Evaluasi Proses
Peserta antusias dalam menyimak uraian materi dan dapat
menjelaskan kembali tentang pembahasan.
3. Evaluasi Hasil
a. Seluruh peserta kooperatif selama proses pemaparan materi
b. Peserta sebanyak 80% mengikuti kegiatan penyuluhan
kesehatan dari awal hingga akhir dan tidak ada yang
meninggalkan tempat sebelum acara selesai.
5
Materi Art Therapy
A. Definisi dari Art Therapy
Art therapy atau terapi seni adalah terapi dengan menggunakan
seni sebagai media [Link] therapy dapat diartikan sebagai seni
yang menjadi media terapi atau melakukan kegiatan seni sebagai
[Link] seni merupakan salah satu jenis dari berbagai jenis terapi
ekspresif melibatkan individu dalam aktivitas kreatif dalam bentuk
penciptaan (karya atau produk) seni. Art therapy merupakan metode
terapeutik yang menggunakan pembuatan seni, hubungan
professional, pada individu yang memiliki pengalaman yang
menyakitkan, trauma, atau individu yang memiliki tantangan dalam
hidupnya. Melalui kesenian dan melakukan refleksi terhadap senidan
prosesnya, individu dapat meningkatkan kesadaran terhadap diri
sendiri dan orang lain, mengatasi gejala-gejala stress, pengalaman
traumatic, meningkatkan kemampuan kognitif, dan dapat menikmati
kehidupan yang menyenangkan dengan membuat kesenian. Melalui
aktifitas seni tersebut individu diasumsikan mendapat media paling
aman untuk memfasilitasi komunikasi melalui eksplorasi pikiran,
persepsi, keyakinan, dan pengalaman, khususnya emosi (Holt &
Kaiser, 2009).
B. Jenis-jenis Art Therapy
Art therapy memiliki 3 jenis menurut geue,dkk, 2010 yaitu :
1) Terapi seni dalam melukis atau menggambar.
Melukis sebagai terapi, berkaitan dengan aspek kontemplatif
atau sublimasi. Kontemplatif atau sublimasi merupakan suatu cara
atau proses yang bersifat menyalurkan atau mengeluarkan segala
sesuatu yang bersifat kejiwaan, seperti perasaan, memori, pada
saat kegiatan berkarya seni berlangsung. Aspek ini merupakan
salah satu fungsi seni yang dimanfaatkan secara optimal pada
setiap sesi terapi. Kontemplatif dalam arti, berbagai endapan batin
yang ditumpuk, baik itu berupa memori, perasaan, dan berbagai
gangguan persepsi visual dan auditorial, diusahakan untuk
dikeluarkan atau disampaikan. Dengan demikian pasien tidak
6
terjebak pada suatu situasi dimana hanya diri sendiri terjebak pada
realitas imajiner yang diciptakan oleh diri sendiri.
Aspek kontemplatif atau sublimasi inilah yang kemudian dikenal
dengan istilah katarsis dalam dunia [Link] tersebut, juga
sekaligus dapat menjadi media untuk mencari pemicu atau akar
permasalahan melalui berbagai visualisasi atau simbol-simbol yang
muncul selama terapi [Link] visualisasi yang
tercurah selama terapi berlangsung, seringkali tampak gambar
beberapa image yang merupakan simbolisasi dari ekspresi bawah
sadar dari [Link] bagi terapis, beragam visualisasi inilah
yang menjadi perangkat untuk menentukan diagnosa sampai sejauh
apakah kerusakan kondisi kejiwaan pasien, dan pengobatan jenis
apakah yang sesuai bagi pasien.
2) Terapi seni dalam dance atau menari
Terapi tari dan gerak merupakan psikoterapeutik dengan
menggunakan tarian dan gerakan dimana setiap orang dapat ikut
serta secara kreatif dalam proses untuk memajukan integritas
emosional, kognitif, fisik, dan social. Terapi tari dan gerak diberikan
untuk individu dan kelompok terapi dalam konteks untuk kesehatan,
pendidikan, social, dan dalam latihan [Link] tari dan gerak
tidak hanya mengajarkan kemampuan menari atau latihan tari,
terapi tari dan gerak mempuanyai dua asumsi pokok yaitu
bagaimana klien dapat mengontrol diri dan mengeskpresikan
perasaan serta merupakan pendekatan holistik yang penting bagi
tubuh, peoses berfikir, dan bekerja mengacu pada integrasi
[Link] selalu mengungkapkan diri dalam gerak dan tari,
mengungkapkan rasa terimakasih.
Perilaku individu yang dikenal dengan baik ini dapat dilihat dari
kerangka teori yang digunakan untuk mendeskripsikan proses dan
hasil akhir terapi tari dan [Link] tari dan gerak berpusat pada
klien, nonverbal dan bottom-up (body-mind) [Link]
merupakan pengalaman secara langsung dan menyertakan
komunikasi nonverbal yang didasarkan pada tubuh. Gerak
memberikan pelepasan fisik terhadap emosi yang dapat dialami
sebagai sebuah aliran seperti proses kreatif dalam interaksi dengan
penerimaan orang lain.
7
3) Terapi seni dalam memainkan alat musik, atau menyanyi
Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan
mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme,
harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa
hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan
mental. Terapi musik adalah terapi yang [Link] memiliki
kekuatan untuk meningkatkan, memulihkan dan memelihara
kesehatan fisik, mental, emosional dan [Link] ini disebabkan
musik memiliki beberapa kelebihan, yaitu karena music bersifat
nyaman, menyenangkan, mempu membuat rileks, berstruktur, dan
universal. Terdapat dua macam terapi musik yaitu :
a) Terapi musik aktif
Dalam terapi music aktif pasien diajak bernyanyi, belajar
memainkan alat music, menirukan nada-nada, bahkan membuat
lagu singkat. Dengan kata lain pasien berinteraksi aktif dengan
dunia musik.
b) Terapi musik pasif
Terapi musik pasif yaitu pasien mendengarkan dan menghayati
suatu alunan musik tertentu yang disesuaikan dengan
[Link] terpenting dalam terapi musik pasif yaitu
pemilihan jenis musik harus tepat dengan kebutuhan pasien.
C. Manfaat dari Art Therapy
Manfaat dari penerapan terapi seni menurut Edward, 2014 yaitu:
a. Menstrimulasi partisipasi yang aktif
b. Mendorong untuk mempelajari hal dan fungsi yang baru
c. Mendorong munculnya kesempatan untuk sukses, menjadi positif
dan menyenangkan di dalam sosialisasi.
d. Meningkatkan motivasi
e. Pengembangan diri
f. Meningkatkan kemandirian dan arah diri.
g. Meningkatkan kesadaran diri dan
h. Memperkuat memori
i. Dapat meningkatkan konsep diri dapat terjadi karena tumbuhnya
percaya diri dalam bersosialisasi, sehingga memudahkan mereka
untuk memandang dirinya lebih positif.
8
j. Mengeksplorasi perasaan klien
k. Mengembangkan keterampilan sosial
l. Mengurangi kecemasan
m. Mampu mengatasi tekanan fisik seperti nyeri.
D. Prosedur yang digunakan dalam melakukan Art Therapy
Prosedur yang digunakan yaitu :
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ART THERAPY
Mata Kuliah : Komplementer
Kompetensi : Pemberian Terapi Seni ( Melukis )
Pengertian : Pemberian terapi seni untuk penyembuhan trauma
kepada orang yang mempunyai kendala dalam
mengekspresikan perasaan melalui bahasa verbal
melalui seni melukis.
Tujuan : Memperbaiki kondisi fisik, emosional, dan kesehatan
spiritual pasien.
Persiapan alat : 1. Kertas gambar
dan bahan 2. Pensil/alat tulis yang berhubungan
3. Alat mewarnai
Prosedur :
9
NO PROSEDUR
Pre interaksi
1 Cek catatan keperawatan atau catatan medis klien (jika ada)
2 Siapkan alat-alat
3 Identifikasi faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan kontra indikasi
4 Cuci tangan
Tahap orientasi
5 Beri salam dan panggil klien dengan namanya. Bina hubungan saling
percaya.
6 Jelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya tindakan pada klien/keluarga
Tahap kerja
7 Berikan kesempatan klien bertanya sebelum kegiatan dilakukan
8 Menanyakan keluhan utama klien / perasaan yang dirasakan saat ini
9 Atur posisi klien sebelum dilakukan terapi melukis. Berikan ruang agar
tidak mengganggu klien yang lainnya
10 Menetapkan ketertarikan klien terhadap melukis
11 Bagikan alat lukis yang diperlukan dan damping klien saat melukis
apabila klien bersedia di damping
12 Identifikasi pilihan/jenis lukisan.
13 Anjurkan klien untuk melukis sesuai dengan keinginan klien.
13 Berdiskusi dengan klien dengan tujuan berbagi pengalaman.
15 Bantu klien untuk memilih posisi yang nyaman.
16 Apabila sudah selesai berikan kesempatan klien untuk menjelaskan
lukisannya
17 Anjurkan klien untuk melukis kembali apabila klien ingin melukis
Terminasi
18 Evaluasi hasil kegiatan (kenyamanan klien)
19 Simpulkan hasil kegiatan
20 Berikan umpan balik positif
21 Kontrak pertemuan selanjutnya
22 Akhiri kegiatan dengan cara yang baik
23 Bereskan alat-alat
10
24 Cuci tangan
Dokumentasi
25 Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan
- Nama Px, Umur, Jenis kelamin, dll
- Keluhan utama
- Tindakan yang dilakukan (terapi melukis)
- Lama tindakan
- Jenis terapi melukis yang diberikan
- Reaksi selama, setelah terapi pemberian terapi melukis
- Respon pasien.
- Nama perawat
- Tanggal pemeriksaan
11
DAFTAR PUSTAKA
Edward David. (2014). Art Therapy 2nd [Link] : SAGE
Holt, E & Kaiser, D.H. (2009). The first step series: art therapy for early
substance abuse treatment. The Arts in Psychotherapy.
Geue, Kristina ., Goetze, Heide., Buttstaedt, Marianne., Kleinert, Evelyn.,
Richter, Diana dan Singer, Susanne. (2010). An overview of art therapy
interventions for cancer patients and the results of research.
Complementary TherapiesinMedicine (2010) 18, 160—170.
doi:10.1016/[Link].2010.04.001