0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
225 tayangan17 halaman

Sejarah dan Fungsi DNS dalam Jaringan

DNS adalah sistem penamaan domain yang menyimpan informasi nama host dan domain dalam basis data tersebar di jaringan komputer untuk menyediakan alamat IP berdasarkan nama host atau domain, karena perangkat keras bekerja dengan IP sedangkan manusia lebih mengenal nama. DNS bekerja secara hirarki dengan server root, generik, dan otoritatif untuk mencari alamat IP berdasarkan permintaan resolver.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
225 tayangan17 halaman

Sejarah dan Fungsi DNS dalam Jaringan

DNS adalah sistem penamaan domain yang menyimpan informasi nama host dan domain dalam basis data tersebar di jaringan komputer untuk menyediakan alamat IP berdasarkan nama host atau domain, karena perangkat keras bekerja dengan IP sedangkan manusia lebih mengenal nama. DNS bekerja secara hirarki dengan server root, generik, dan otoritatif untuk mencari alamat IP berdasarkan permintaan resolver.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DNS

DNS (Domain Name System) atau dalam bahasa Indonesia Sistem Penamaan Domain
adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host dan nama domain dalam
bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer baik di jaringan
local maupun internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata
setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima email untuk setiap
domain. DNS sangatlah penting, karena perangkat keras komputer bekerja dengan alamat IP
sedangkan manusia umumnya lebih memilih nama host atau nama domain. Contohnya adalah
URL (Universal Resource Locator) dan alamat email.

Sejarah DNS
Pada jaman ARPANET, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file
bernama [Link] dari SRI (Sekarang SIR International), yang memetakan sebuah
alamat IP ke sebuah nama. Secara teknis, file ini masih ada. Sebagian besar sistem operasi
modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi. Kita dapat melihat
Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum
melakukan pencarian via DNS. Namun sistem tersebut memiliki keterbatasan, setiap saat
sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer
tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.
Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa
dikembangkan. Sebuah sistem yang bisa menggantikan sebuah alamat host hanya di satu
tempat, host lain akan mempelajari perubahan tersebut secara dinamis. Inilah DNS. Paul
Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983. Spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883.
Tahun 1987. Penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS.
Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah
memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.
Cara kerja DNS
DNS terdiri dari 3 komponen, yaitu :
1. DNS Resolver : sebuah client yang bekerja di computer pengguna, yang membuat permintaan
DNS dari program aplikasi.
2. Recursive DNS Server : bertugas melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan
permintaan dari resolver dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut.
3. Authoritative DNS Server: memberikan jawabanterhadap permintaan dari recursor, baik
dalam bentuk sebuah jawaban maupun dalam bentuk delegasi. Misalkan mereferensikan ke
authoritative DNS server lainnya.

Pengertian Beberapa Bagian dari Nama Domain:


Sebuah nama domain terdiri dari dua bagian atau lebih yang secara teknis disebut
label, dipisahkan dengan titik.
Label paling kanan menyatakan top level domain (domain tingkat atas/tinggi). Misalkan
alamat [Link] memiliki top level domain .org.
Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah subdomain atau subdivisi dari domain
yang lebih tinggi. Subdomain menyatakan ketergantungan yang relative bukan absolut.
Contoh : [Link] merupakan subdomain dari domain .org dan [Link] dapat
membentuk subdomain dari domain [Link] (pada prakteknya [Link]
menyatakan nama host). Secara teori pembagian seperti ini dapat mencapai ke dalam 127
level. Setiap level dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain
tidak melebihi panjang 255 karakter. Tetapi secara praktek beberapa pendaftar nama domain
(domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit.
Terakhir, bagian yang paling kiri dari nama domain. Biasanya menyatakan nama host. Sisa
dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasiyang
dibutuhkan. Nama host adalah nama tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat
IP-nya. Contoh : nama domain [Link] memiliki nama host www.
Contoh Teori dari Recursive DNS :
Sebuah contoh mungkin menjelaskan proses ini. Andaikan ada aplikasi yang
memerlukan pencarian alamat IP dari [Link]. aplikasi tersebut bertanya kepada
DNS recursor local.
 Sebelum proses dimulai, recursor harus mengetahui terlebih dahulu di mana
dapat menemukan root namesarver. Administrator dari recursive DNS server
secara manual mengatur dan melakukan update secara berkala sebuah file
dengan nama root hints zone yang menyatakan alamat-alamat IP dari para
server tersebut
 Proses dimulai dari recursor yang bertanya kepada para root server tersebut.
Misalkan server dengan alamat IP [Link]. Pertanyaan apakah alamat IP
dari [Link]?
 Root server menjawab dengan sebuah delegasi “Saya tidak tahu alamat IP dari
[Link], tapi saya tahu bahwa server DNS di [Link]
memiliki informasi tentang domain .org”
 Recursor DNS lokal kemudian bertanya kepada server DNS (yaitu
[Link]) pertanyaan yang sama seperti yang diberikan oleh root server
“Apa alamat IP dari [Link]?” Umumnya akan didapatkan
jawaban yang sejenis, “Saya tidak tahu alamat dari [Link], tetapi
saya tahu bahwa alamat server [Link] memiliki informasi dari
[Link]”
 Akhirnya pertanyaan beralih kepada DNS server ketiga ([Link])
yang menjawab dengan alamat IP yang dibutuhkan.

Aplikasi yang digunakan untuk membangun DNS server adalah bind9 (pada Linux).
Cara menginstall bind9 pada Linux akan dijelaskan pada postingan berikutnya : Konfigurasi
DNS Server.

konsep DNS server


rivaldo ibrahim 05.52.00 No Comments
Domain name server adalah sebuah system yang mengubah alamat sebuah web
menjadi ip pada semua komputer yang terhubung langsung ke internet,nah DNS juga bisa
mengubah ip menjadi nama [Link] bekerja secara hirarki dan bentuknya seperti pohon
.pada bagian atas ada top level domain (tld) seperti .com,.org,.edu,[Link] contoh pada
waktu kita mencari alamat misalnya [Link] pertama-tama DNS ini akan bertanya pada tld
tentang DNS server yang melayani domain .com misalkan di balas dengan [Link],setelah
itu dia menanyakan pada [Link] tentang DNS server yang bertanggung jawab atas .com
kemudian dia bertanya pada [Link] tentang [Link] dan dijawab [Link].
jika kita mengubah ip menjadi nama host melibatkan [Link] domain lainnya
[Link] yang perlu diingat adalah bahwa dalam setting ip di [Link] harus
di [Link] server di linux dijalankan oleh program yang disebut [Link] ini adalah
bagian dari paket bind yang dikoordinasikan oleh paul vixie dari the internet software
[Link] named bisa dijalankan pada setiap booting masukkan named ke daftar server
yang harus distart dengan menggunakan [Link] singkat dengan perkembangan jaringan
komputer,membutuhkan sistem yang bisa [Link] [Link] mockapetris
menemukan DNS di tahun 1983;spesifikasi asli yang muncul di RFC 882 dan [Link]
1987,penelitian RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS.
konfigurasi bind9
dalam membuat membangun sebuah DNS server kita hanya mengkonfigurasi atau mengedit
3 file yaitu :
-.[Link]
-.[Link]
-.[Link]
file [Link] yaitu : file konfigurasi utama dalam bind9 yang secara default sudah
terkonfigurasi sebagai dns cache pada saat instalasi bind9,selain itu juga di konfigurasi untuk
pembangunan sebuah dns server dan juga menjalankan dan menunjukkan file database-data
yang menjadi sebuah file data base yang menjalankan proses jalannya bind9 dalam server
dns.
dan kedua file [Link] dan [Link] adalah file yang dikonfigurasi [Link] maksudnya
adalah file database yang menjalankan program domain name pada system server,dan di situ
ada file [Link] adalah file database yang mengatur suatu domain bekerja dalam suatu
system dan file [Link] adalah file database yang mengatur atau mengkonfigurasu suatu alamat
ip server yang dijadikan domain pada suatu server dns.
Untuk lebih jelasnya nanti [Link] akan seperti ini :

Keterangan :
zone adalah statement yang menyatakan zone,zone yang pertama menunjukkan ip yang kita
buat.
type menunjukkan tipe dari zone kita,ada 2 tipe yang terdapat,yaitu master dan slave,master
yaitu file database langsung dai kita atau dari serve yang kita buat atau kita lah yang server
sebenarnya dan slave adalah server dns yang file databasenya mengambil dari server lain.
file menunjukkan letak file database yang akan mengkonfigurasi pembuatan dns yang akan
kita buat dan [Link] ini menunjukkan dimana letak file yang mentranslitekan domain ke
ip
jika sudah sekarang kita akan mengcopy databasenya seperti ini :

Penjelasannya :
Kita harus membuat file-file tersebut,tapi untuk memudahkan kita copy saja dengan script di
atas .
Setelah itu,kita akan mengonfigurasi [Link] seperti ini :
Penjelasan :
IN = standar untuk internet
A = yang memetakan domain ke alamat ip
NS = menunjukkan host DNS server
PTR = yang memetakan dari alamat ip ke domain
Jika sudah kita coba mengecek [Link] nya untuk mengecek search dan nameserver
kegunaannya adalah :
Search : masukkan domain buatan
Nameserver : masukkan ip server
Langkah selanjutnya adalah kita lihat di hostnya,ketikkan konfigurasinya seperti di
bawah,dan tambahkan ip server dan domainnya :

Jika sudah kita restart agar DNS bisa digunakan,jika belum di restart tidak bisa karena
konfigurasinya belum sinkron sama servernya,seperti ini :

Jika sudah seperti ini kita coba cek DNS kita dengan nslookup seperti ini :
Tujuan di buat ini adalah untuk mengecek apakah DNS bisa digunakan atau tidak,nantinya
DNS akan memberikan error detection dalam artian pesan error,jadi misal jika ada kesalahan
maka DNS akan memberikan pesan error tapi jika berhasil maka akan muncul seperti di atas.

PRINSIP DAN CARA KERJA DNS SERVER A. Pengertian DNS Server. Domain Name
System (DNS) Adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah
domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan
IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS
biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau e-
mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain
digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet.
Domain Name System (DNS) merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan
memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan
sebaliknya. Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan
untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang
terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan
host name sebuah komputer ke IP address. DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku
telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer)
dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan
komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer
anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut
berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda
dengan komputer lainnya. Sistem Penamaan Domain ; SNR (bahasa Inggris: (Domain Name
System; DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun
nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan
komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan
mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email)
untuk setiap domain. Menurut browser Google Chrome, DNS adalah layanan jaringan yang
menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet. DNS menyediakan pelayanan yang
cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan
alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia
pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya
adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan
untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet dimana
saat pengguna mengetikkan [Link] di peramban web maka pengguna akan
diarahkan ke alamat IP [Link] (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6). DNS
adalah singkatan dari Domain Name System, DNS itu adalah nama sebuah sistem database
yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer, layanan atau sumber daya yang terhubung
ke jaringan internet atau jaringan komputer pribadi. Fungsi DNS adalah menerjemahkan
nama domain (contoh: [Link]) menjadi IP address ([Link]), kita tentu
lebih mudah mengingat nama domain suatu situs dibandingkan IP address-nya bukan ? nah
itulah kegunaan DNS. Jadi ketika anda mengetikkan nama domain suatu situs di browser
anda lalu menekan enter, browser anda akan mengecek apakah nama domain tersebut ada di
cache DNS browser anda (pernah anda buka situsnya sebelumnya), jika tidak browser anda
tersebut akan menghubungi name server (server tempat DNS berada) yang digunakan oleh
koneksi internet anda untuk kemudian menerjemahkan nama domain situs tersebut menjadi
IP address, kalau ketemu maka anda akan dibawa ke lokasi server tempat halaman situs
tersebut berada. Analoginya DNS itu seperti buku telepon, kita tahu nama orangnya tapi kita
tidak tahu berapa nomor teleponnya, maka kita menggunakan buku telepon untuk mencari
nomor telepon orang yang kita maksud tersebut, hanya bedanya kalau dalam DNS tidak ada
nama domain (nama orang kalau di buku telepon) yang sama. B. Sejarah DNS Server.
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi
informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara
terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa
dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus
copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini
makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan
fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik.
DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name
ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama
domain, misalnya: [Link] maka akan di petakan ke sebuah IP mis [Link]. Jadi
DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal
berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat
telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan
domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address. C. Struktur DNS Server
1. Root Level Domains Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di
struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root
domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain
adalah (“.”) 2. Top-Level Domains Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level
domains: · com : Organisasi Komersial · edu : Institusi pendidikan atau universitas · org :
Organisasi non-profit · net : Networks (backbone Internet) · gov : Organisasi pemerintah non
militer · mil : Organisasi pemerintah militer · num : No telpon · arpa : Reverse DNS · xx :
dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll) Top-level domains
dapat berisi second-level domains dan hosts. 2.1 Second-Level Domains Second-level
domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh:
Domain Bujangan, [Link] terdapat komputer (host) seperti [Link] dan
subdomain [Link]. Subdomain [Link] juga terdapat komputer
(host) seperti [Link]. 2.2 Host Names Domain name yang digunakan
dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap
komputer. Sebagai contoh, jika terdapat [Link], dimana fileserver1 adalah host
name dan [Link] adalah domain name. D. Prinsip dan Cara Kerja DNS Server. Secara
sederhana cara kerja DNS bisa dilihat pada gambar berikut ini: DNS menggunakan relasi
client – server untuk resolusi nama. Pada saat client mencari satu host, maka ia akan
mengirimkan query ke server DNS. Query adalah satu permintaan untuk resolusi nama yang
dikirimkan ke server DNS. Pada komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http,
meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host
yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server,
yang biasa disebut name server. Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan,
name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan
query tersebut ke name server root server. Terakhir barulah si client bisa secara langsung
menghubungi sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang
diberikan oleh DNS server. Jika permintaan tidak ada pada database, name server akan
menghubungi server root dan server lainnya dengan cara sebagai berikut : Saat kita
mengetikkan sebuah nama domain misalnya [Link] [Link] pada web
browser, maka aplikasi http (resolver) akan mengirimkan query ke Name Server DNS Server
local atau DNS Server Internet Service Provider. Awalnya name server akan menghubungi
server root. Server root tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan
memberikan IP Address server edu. Selanjutnya name server akan bertanya lagi pada server
edu berpa IP Address domain [Link]. Server edu tidak mengetahui IP Address
domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server [Link]. Selanjutnya
name server akan bertanya ke server [Link] tentang IP Address [Link].
Dan server [Link] hanya mengetahui dan memberikan jawaban berupa IP Address
server [Link] Selanjutnya name server akan bertanya ke server [Link]
tentang IP Address [Link]. Dan barulah [Link] mengetahui dan
menjawab berapa IP Address domain [Link]. Terakhir barulah computer client
bisa secara langsung menghubungi domain [Link] dengan menggunakan IP
Address yang diberikan oleh server [Link]. IP Address milik [Link]
kemudian akan disimpan sementara oleh DNS server Anda untuk keperluan nanti. Proses ini
disebut caching, yang berguna untuk mempercepat pencarian nama domain yang telah
dikenalnya. Cara Kerja DNS Server dikutip dari pendapat umum. a) Cara kerja DNS menurut
Helmi’s Blog dalam situs [Link] adalah sebagai berikut : · Ketika kita merequest suatu
alamat, misalnya [Link] dari host kita, maka host kita akan mengontak name
server lokal untuk menanyakan dimanakah [Link] berada. · Name server kita
akan mencari request tersebut di database lokal. Karena tidak ada, maka name server akan
mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk .com. Beberapa daftar
Top Level Domain (TLD) yang ada sekarang adalah: com, net, org, biz, info, name, museum,
dan tv. Sedangkan Country Code Top Level Domain (ccTLD) adalah: us, uk, fr, es, de, it, jp,
ie, dll. · Root server akan memberitahu IP address dari server DNS dari [Link].
Kemudian DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola
[Link]. Kemudian DNS server tersebut akan memberitahu IP address dari
[Link]. baru host kita merequest [Link] dengan IP address
tersebut. b) Cara kerja DNS menurut Lukman_Reza’s Blog dalam situs [Link] adalah
sebagai berikut : · Ketika kita request suatu alamat, misalnya [Link] dari host kita
(misal : [Link]), maka host kita akan mencontact name server lokal untuk
menanyakan dimanakah [Link] berada. · Name server (misal : [Link]),
akan mengirimkan request tersebut di database lokal kita. Karena tidak ada, maka name
server akan mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk (.com) ·
Beberapa daftar Top Level Domain (TLD) yang ada sekarang adalah: com, net, org, biz, info,
name, museum, dan tv. Sedangkan Country Code Top Level Domain (ccTLD) adalah: us, uk,
fr, es, de, it, jp, ie, dll. · Root server akan memberitahu IP address dari server DNS dari
[Link] . Kemudian DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola
[Link] . Kemudian DNS server tersebut akan memberitahu IP address dari
[Link] . baru host (misal : [Link]) akan merequest [Link]
dengan IP address tersebut. E. DNS dalam Praktik Ketika sebuah aplikasi (misalkan web
broswer), hendak mencari alamat IP dari sebuah nama domain, aplikasi tersebut tidak harus
mengikuti seluruh langkah yang disebutkan dalam teori di atas. Kita akan melihat dulu
konsep caching, lalu mengertikan operasi DNS di "dunia nyata". 1. Up Arrow Callout:
Karena jumlah permintaan yang besar dari sistem seperti DNS, perancang DNS
menginginkan penyediaan mekanisme yang bisa mengurangi beban dari masing-masing
server DNS. Rencana mekanisnya menyarankan bahwa ketika sebuah DNS resolver (klien)
menerima sebuah jawaban DNS, informasi tersebut akan di cache untuk jangka waktu
tertentu. Sebuah nilai (yang di-set oleh administrator dari server DNS yang memberikan
jawaban) menyebutnya sebagai time to live (masa hidup), atau TTL yang mendefinisikan
periode [Link] Arrow Callout: Jika seorang administrator telah mengatur TTL selama 6
jam untuk host [Link], kemudian mengganti alamat IP dari [Link]
pada pk 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling tidak) satu
individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada pk 12:00 yang tidak akan
menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00. Periode antara pk 12:00 dan pk 18:00
dalam contoh ini disebut sebagai waktu propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan
sebagai periode waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan
berakhir sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL [Link] and time
to live. 2. Propagation time. F. Oval: Administrative ContactPengguna Legal dari Domain

Cheap Offers: [Link]

Cara Konfigurasi DNS Server pada debian


di VirtualBox
Author - BonPas News Date - 19 Agustus jaringan linux
1. Instal Sistem operasi Debian berbasis Text pada aplikasi Oracle VM VirtualBox
2. Setelah selesai instalasi silahkan login sebagi root, kemudian lakukan
setting IP Address dengan langkah – langkah berikut ini:
masukkan perintah : nano /etc/network/interfaces lalu ENTER.
Lalu rubah lah script menjadi seperti dibawah ini :

Setelah merubah script seperti diatas, save dengan cara tekan CTRL + X, lalu Y lalu
ENTER
Lalu restart dengan perintah /etc/init.d/networking restart
Lalu ketikkan perintah : nano /etc/[Link] lalu enter
Setelah perintah diatas maka editlah seperti berikut ini

Setelah selesai di edit lalu simpan dengan menekan CTRL + X, Y lalu enter
3. Setting DNS Server, dengan perintah berikut ini
Install Paket DNS Server dengan Perintah : apt-get install bind9
Lalu ketikkan : cd /etc/bind enter
Masukkan Perintah : nano /etc/bind/[Link]
Lalu pada barisan paling bawah, tambahkan script di bawah ini :
Setelah menambah script seperti diatas, save dengan cara tekan CTRL + X, lalu Y lalu
ENTER
Masukkan Perintah : cp [Link]
Masukkan Perintah : cp [Link]
Masukkan Perintah : nano [Link]
Rubah semua script menjadi seperti di bawah ini :
Setelah merubah script seperti diatas, save dengan cara tekan CTRL + X, lalu Y lalu ENTER
Masukkan Perintah : nano [Link], kemudian rubah script seperti dibawah ini
Setelah merubah script seperti diatas, save dengan cara tekan CTRL + X, lalu Y lalu ENTER
Lalu restart dengan perintah /etc/init.d/bind9 restart
Kemudian uji alamat localhost dengan perintah
Nslookup [Link]
seperti gambar berikut ini

Anda mungkin juga menyukai