BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Praktik Kerja Industri adalah Praktik Keahlian produktif yang
dilaksanakan di pusat penelitian (instansi atau industri), berbentuk
penerapan ilmu-ilmu yang telah dikerjakan di sekolah dengan mengerjakan
pekerjaan yang berbasis penelitian. Dengan adanya Praktek Kerja Industri
(Prakerin) disetiap Sekolah Menengah Kejuruan setidaknya masalah
kualitas sumber daya lulusan sudah dapat dipenuhi, karena para siswa
memberikan pengalaman dengan cara terjun ke lapangan, guna
mengaplikasikan teori secara langsung dan membandingkannya dengan
menggunakan pendekatan latar belakang bidangnya masing-masing.
Siswa/i juga diharapkan turut aktif menanyakan berbagai hal yang kurang
jelas terkait proyek yang sedang berlangsung kepada para pelaku
profesional di lapangan. Berbagai pengetahuan seputar proyek konstruksi
dilapangan yang diperoleh siswa/i selama kegiatan praktek kerja lapangan,
diharapkan menjadi bekal untuk siswa/i untuk berkarya dan berkarier di
dunia konstruksi. (Jurnal SMK Negeri 6 Kota Bekasi)
SMK Negeri 6 adalah salah satu SMK di Bekasi yang memiliki
program studi Teknik Gambar Bangunan yang mendapat akreditasi baik.
Teknik Gambar Bangunan adalah jurusan yang mempelajari tentang
perencanaan bangunan, anggaran biaya bangunan, pelaksanaan pembuatan
bangunan serta memelihara konstruksi bangunan. Dengan akreditasi yang
baik tersebut diharapkan agar siswa lulusan SMK Negeri 6 Jurusan Teknik
Gambar Bangunan dapat segera beradaptasi dengan baik di lingkungan atau
1
di dunia kerja setelah menempuh pendidikan di SMK Negeri 6 Bekasi
Jurusan Teknik Gambar Bangunan.
Selama prakerin, penulis menguasai bagian Administrasi
Kontraktor. Administrasi merupakan kegiatan penunjang proyek dan sangat
diperlukan. Tugas administrasi kontraktor adalah mengurus dan
menyelesaikan proyek yang bersifat administratif, keuangan dan umum,
menyiapkan berita acara lapangan, dan menyusun dokumentasi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu prakerin?
2. Jenis industri seperti apakah yang ada di PT. Yanadito Santosa
Anugrah, KSO?
3. Bagaimanakah pekerjaan Administrasi Kontraktor PT. Yanadito
Santosa Anugrah, KSO?
1.3 Tujuan Prakerin
Tujuan sekolah mengadakan praktek kerja industri atau Prakerin
siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah untuk melatih dan
mengasah keterampilan yang dimiliki oleh siswa sehingga dapat
memudahkan mereka dalam mengenal dan menambah pengetahuan tentang
dunia kerja. Selain untuk mengasah keterampilan mereka, tujuan
dilaksanakannya Prakerin yaitu untuk membentuk mental siswa dan
memotivasi mereka agar mempunyai komitmen dalam pekerjaanya
sehingga pada saat melaksanakan pekerjaanya, diharapkan siswa dapat terus
bersemangat dan penuh tanggung jawab dalam pekerjaannya, dapat
membentuk pola berpikir kreativitas siswa sehingga mereka dapat terus
mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan bidangnya. Selain adanya
2
tujuan diadakannya Prakerin untuk sekolah, Prakerin juga mempunyai
tujuan untuk penulis, yaitu:
1. Melatih dan mengasah keterampilan dalam dunia kerja.
2. Menambah pengetahuan tentang dunia kerja.
3. Membentuk mental dan memberi motivasi agar serius dan
bersemangat dalam mencapai cita-cita.
4. Menambah kreativitas untuk mengembangkan bakat dan minat.
1.4 Manfaat Prakerin
Manfaat prakerin bagi siswa itu sendiri, antara lain:
1. Menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki
keahlian profesional dengan keterampilan, pengetahuan serta etos
kerja yang sesuai dengan tuntutan zaman.
2. Mengasah keterampilan yang diberikan Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK).
3. Menambah keterampilan, pengetahuan, gagasan-gagasan seputar
dunia usaha serta industri yang profesional dan handal.
4. Membentuk pola pikir siswa-siswi agar terkonstruktif baik serta
memberikan pengalaman dalam dunia industri maupun dunia
kerja.
5. Meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam mendidik serta
melatih tenaga kerja yang berkualitas.
6. Meningkatkan, memantapkan, memperluas wawasan, dan
pengetahuan yang sudah diperoleh selama kegiatan belajar di
kelas guna membentuk kemampuan siswa sebagai bekal untuk
memasuki dunia kerja yang sebenarnya sesuai dengan program
keahlian yang dipilihnya.
Selain manfaat praktik kerja industri bagi siswa, terdapat pula
manfaat bagi sekolah, seperti memenuhi syarat standar kelulusan.
3
Pelaksanaan praktik kerja industri juga dapat meningkatkan citra sekolah
dan meningkatkan hubungan kerja sama yang baik antara pihak sekolah
dengan pihak industri. Perusahaan juga mendapat manfaat yang baik, karena
dengan menerima siswa untuk melaksanakan praktik kerja industri,
perusahaan telah berkontribusi dalam mendukung program pendidikan
pemerintah. Selain itu perusahaan mendapatkan tenaga kerja sementara dan
dapat meningkatkan citra perusahaan.
1.5 Tujuan Penulisan Laporan
Tujuan Penulisan Laporan Prakerin adalah sebagai berikut:
1) Sebagai bukti telah melaksanakan Prakerin.
2) Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian nasional.
3) Untuk memenuhi tugas yang diberikan pembimbing produktif.
4) Untuk melatih kemampuan siswa dalam menulis laporan secara
ilmiah.
5) Sebagai laporan dari hasil Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) yang
telah dilaksanakan secara tertulis.
6) Agar para siswa mampu mempelajari, memahami, memantapkan,
dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah diperolehnya
dari sekolah dan dapat menerapkannya langsung di lapangan kerja.
7) Memberikan alternatif pemecahan masalah kejuruan dengan lebih
luas dan mendalam.
8) Untuk menyimpulkan peningkatan wawasan dan pengetahuan siswa
tahun ajaran berikutnya.
9) Untuk melatih dan mengingatkan keterampilan siswa dalam
membuat karya tulis.
10) Mengumpulkan data, guna kepentingan sekolah dan khususnya
penulis sendiri dan juga untuk menunjang peningkatan pengetahuan
siswa tingkat selanjutnya.
4
BAB II
TEORI
2.1 Definisi Prakerin
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah merupakan suatu
sistem pembelajaran yang dilakukan diluar Proses Belajar Mengajar dan
dilaksanakan pada perusahaan atau industri yang relevan. Secara umum
pelaksanaan program Praktek Kerja Industri ditujukan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa, penyesuaian diri
dengan situasi yang sebenarnya, mengumpulkan informasi dan menulis
laporan yang berkaitan langsung dengan tujuan khusus. Setelah siswa
melaksanakan program Praktek Kerja Industri secara khusus siswa
diharapkan memperoleh pengalaman yang mencakup tinjauan tentang
perusahaan. Dan mempersiapkan para siswa/siswi untuk belajar bekerja
secara mandiri, bekerja dalam suatu tim dan mengembangkan potensi dan
keahlian sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Serta menambah
wawasan pengetahuan dan pengalaman dalam kerja sehingga hal ini siswa
dalam pembelajaran di sekolah tidak hanya memahami sebuah teori saja,
namun dapat mengetahui dan memahami seluk beluk dalam kerja di
sebuah perusahaan, sehingga dalam masa yang akan datang, siswa sudah
memasuki dunia kerja dan tidak mengalami keraguan maupun merasa
tidak percaya diri dengan demikian diharapkan dari hasil praktek kerja
industri ini siswa dapat pengalaman kerja yang lebih baik. (DR. Abur
Mustikawanto).
Prakerin bagi siswa SMK adalah untuk mengetahui lebih dini dari
pada lingkungan kerja sesuai dengan bidangnya, tidak hanya kompetensi
yang dibutuhkan, tetapi juga sosial skill- bagaimana berinteraksi dengan
5
sesama teman, anak buah, atasan, menyampaikan pesan dan perintah, dan
lain-lainnya yang tidak diajarkan di sekolah, makin lama dan ikut bekerja
pada saat prakerin, akan menyebabkan peserta prakerin akan lebih mudah
beradaptasi dengan lingkungan kerja pada saat yang bersangkutan sudah
lulus. Hal lainnya adalah bila yang bersangkutan rajin di tempat prakerin,
bila sudah lulus, pada umumnya ditawarkan untuk bekerja di tempat
tersebut. (Direktur Seamolec).
Prakerin adalah salah satu bentuk emplementasi secara sistematis
dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program
penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara
langsung didunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu.
Disamping dunia usaha, Prakerin Dapat memberikan keuntungan
pada pelaksanaan itu sendiri yaitu sekolah, karena keahlian yang tidak
diajarkan di sekolahan bias didapat didunia usaha, sehingga dengan
adanya Prakerin dapat meningkatkan mutu dan relevensi Pendidikan
Menengah Atas yang dapat diarahkan untuk mengembangkan suatu
system yang mantap antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
(Wikipedia).
2.2 Jenis industri yang ada di PT. Yanadito Santosa Anugrah, KSO
PT. Yanadito Santosa Anugrah, KSO adalah suatu perusahaan yang
bergerak di bidang developer yang selalu mengembangkan
pembangunannya, dengan menciptakan hunian yang eksklusif dan
terintegrasi dengan lingkuangan. PT. Yanadito Santosa Anugrah, KSO,
berinovasi menciptakan tempat tinggal dengan design dan konsep arsitektur
bangunan sebagus dan senyaman mungkin. Tidak hanya memberi
kenyamanan dan keamanan, tetapi kesejukkan juga merupakan faktor
penting bagi penghuninya.
6
Macam-macam jenis tipe proyek PT. Yanadito Santosa Anugrah,
KSO tentu saja berasal dari kepercayaan para konsumen kepada reputasi
perusahaan yang dikenal dapat diandalkan, senantiasa memberikan yang
terbaik, dan yang terutama, fokus pada ketepatan waktu untuk
menyelesaikan proyek dengan kualitas tinggi demi kepuasan konsumen.
Tipe proyek yang ditangani:
a. Perumahan Cluster
b. Sport Center
c. Ruko
2.3 Administrasi Kontraktor PT. Yanadito Santosa Anugrah, KSO
Administrasi Kontraktor merupakan hal penting dalam pelaksanaan
proyek. Peran administrasi Kontraktor dimulai dari masa persiapan
pelaksanaan pembangunan sampai dengan pemeliharaan dan penutupan
kotrak kerja. Tugas administrasi kontraktor adalah mengurus dan
menyelesaikan proyek yang bersifat administratif, keuangan dan umum,
menyiapkan berita acara lapangan, dan menyusun dokumentasi.
Peran Administrasi Kontraktor sangatlah penting karena kemajuan fisik
di lapangan harus diimbangi dengan pengelolaan administrasi yang baik dan
benar. Tugas Administrasi Kontraktor adalah sebagai berikut.
1. Melakukan seleksi atau perekrutan pekerja diproyek untuk
pegawai bulanan sampai dengan pegawai harian dengan
spesialisasi keahlian masing-masing sesuai posisi organisasi
proyek yang dibutuhkan.
2. Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek,
laporan pergudangan, laporan bobot prestasi proyek, daftar
hutang, dan lainnya.
3. Membuat dan melakukan verifikasi bukti-bukti pekerjaan yang
akan dibayar oleh owner sebagai pemilik proyek.
7
4. Melayani tamu-tamu intern maupun ekstern perusahaan dan
melakukan tugas umum.
5. Mengisi data-data kepegawaian, pelaksanaan, asuransi tenaga
kerja, menyimpan data-data kepegawaian karyawan dan
pembayaran gaji serta tunjangan karyawan.
6. Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan
perpajakan serta retribusi.
7. Mengurus tagihan kepada pemilik proyek atau jika kontraktor
nasional dengan banyak proyek maka bertugas juga membuat
laporan ke kantor pusat serta menyiapkan dokumen untuk
permintaan dana ke bagian keuangan pusat.
8. Membantu Project Manager terutama dalam hal keuangan dan
sumber daya manusia sehingga kegiatan pelaksanaan proyek
dapat berjalan dengan baik.
9. Membuat laporan ke pemerintah daerah setempat, lurah atau
kepolisian mengenai keberadaan proyek dan karyawan dalam
pelaksanaan pekerjaan pembangunan.
10. Mencatat aktiva proyek meliputi inventaris, kendaraan dinas,
alat-alat proyek dan sejenisnya.
11. Menerima dan memproses tagihan dari sub kontraktor jika
proyek yang dikerjakan berskala besar sehingga melakukan
pemborongan kembali kepada kontraktor spesialis sesuai
dengan item pekerjaan yang dikerjakan.
12. Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi proyek
serta data-data proyek.
8
BAB III
URAIAN PELAKSANAAN PRAKERIN
3.1 Sejarah Perusahaan
Gambar 3.1 Logo Perusahaan
PT. Yanadito Santosa Anugrah KSO adalah perusahaan dibidang
pengembangan dan penyedia lahan serta pembangunan Real Estate.
Perusahaan yang berdiri sejak Mei 2014 ini dikelola oleh 5 orang Direktur
yang berkedudukan dimasing-masing Departemen. Perusahaan gabungan
atau kerja sama ini pertama kali memiliki cabang di daerah Bekasi,
sebelumnya sudah ada beberapa Proyek mulai dari BSO Tangerang, Cinere
Depok, dan saat ini di Bekasi.
Perusahaan PT. Yanadito Santosa Anugrah KSO membangun kurang
lebih 350 Rumah untuk 1 Cluster dan 50 Ruko serta tanah kavling yang di
sewakan untuk Tempat Makan, Rumah Sakit, Pusat Perbelanjaan, dan lain-
lain. Konsep Rumah Tinggal yang kita pasarkan adalah Rumah 2 lantai
dengan desain minimalis untuk keluarga kecil. Dan kami juga menyediakan
Prasarana untuk Area Bermain dan Bersosialisasi penghuni di dalam
Cluster. Contoh Prasarana tersebut adalah Area Jogging Track, Taman
Bermain, Sport Club, dan Swimming Pool untuk penghuni yang tinggal di
Cluster tersebut.
9
3.1 Struktur Organisasi
Berikut ini merupakan struktur organisasi PT. Yanadito Santosa Anugrah, KSO
M. SUKRON
PROJECT MANAGER
PROJECT NURWATY MAKSAM
ESTATE MANAGEMENT
FATIMAH
ADM. TEKNIK
VIRDHA TRISNA AGUS
ADM.
ADM. ESTATE PL
ESTATE
PENGAWAS INFRASTRUKTUR ME
AHMAD EDED FIRASAT
PENGAWAS SPV. 1 SPV. 1
LAPANGAN
AGUNG PARIMAN
PENGAWAS SPV. 2
LAPANGAN
OMAN
OPERATOR ALAT BERAT
GANDI
STAFF
10
3.2 Kepegawaian
Berikut ini adalah kepegawaian di Yanadito Santosa Anugrah KSO, yaitu:
1. Project Manager : M. Sukron
2. Manager Estate Management : Nurwaty Maksam
3. Administrasi Estate Management : Virdha Ulul Azmi
Trisna Sutrisna N. W.
4. Administrasi Teknik : Fatimah
5. Pengawas Lapangan : Ahmad Masuri
Agung Trisno
6. Infrastruktur : Eded Sumadireja
Pariman
7. Mekanikal Elektrikal : Firasatriyadi
8. Operator Alat Berat : Oman Sulaeman
9. Pengawas Lingkungan : Agus Ismadji
10. Staff Teknik : Sugandi
3.3 Tata Tertib / Peraturan
Dalam setiap proyek, masing-masing perusahaan menerapkan berbagai
macam tata tertib atau peraturan, dalam Proyek Golden City Bekasi ini juga
demikan. Berikut adalah tata tertib/peraturan dalam Golden City Bekasi:
1. Harus mematuhi setiap peraturan dan tata tertib yang ada.
2. Datang tepat waktu sesuai jam kerja PT. Yanadito Santosa Anugrah,
KSO, yaitu: 09.00 – 17.00
3. Memiliki surat pengenal diri yang resmi (KTP/SIM).
4. Tidak boleh membawa minuman ber-alkohol.
5. Tidak boleh main judi.
6. Tidak boleh mencuri.
7. Tidak boleh berkelahi.
8. Tidak boleh membuat keributan di lingkungan kantor.
11
9. Tidak boleh merokok kecuali di tempat yang di sediakan.
10. Tidak boleh merusak alat dan material di lingkungan proyek.
11. Tidak boleh meninggalkan tempat/ kantor tanpa mendapatkan izin
melalui prosedur yang ditetapkan.
12. Dilarang membuat keonaran dan keributan.
13. Dilarang melempar benda atau barang apapun yang dapat
mengakibatkan kerugian dan kerusakan pihak lain.
14. Harus menjaga keselamatan dan kesehatan diri sendiri dan lingkungan
di sekitarnya.
15. Mengikuti dan melaksanakan aturan di lingkungan proyek.
3.4 Realisasi Kegiatan/Keterampilan Yang Akan Dikerjakan
3.5.1 Jenis Kegiatan/Keterampilan/Keahlian
Selama menjalani prakerin di Yanadito Santosa Anugrah, KSO,
penulis merealisasikan kegiatan sebagai berikut:
1. Pengenalan lingkungan kerja.
2. Membantu pekerjaan Administrasi Kontraktor.
a) Membuat Surat Perjanjian Kerja (SPK) dari dokumen yang
sudah ada sebelumnya.
b) Membuat Surat Peringatan untuk Kontraktor.
c) Mempersiapkan dokumen yang akan dibawa saat serah terima.
d) Monitoring pekerjaan Recheck/Komplain konsumen.
e) Menginput data konsumen yang sudah serah terima
12
3.5.2 Langkah Kerja
1. Pengenalan Lingkungan Kerja
Saat hari pertama penulis prakerin, yaitu pada 1 Agustus 2017,
penulis diajak pembimbing masuk ke kantor tempat bekerja, penulis
ditempatkan di kantor teknik Yanadito Santosa Anugrah, KSO.
Gambar 3.2 Kantor Teknik
2. Membantu pekerjaan Administrasi Kontraktor.
a) Membuat Surat Perjanjian Kerja (SPK) dari dokumen yang sudah
ada sebelumnya.
- Pengertian Surat Perjanjian Kerja (SPK)
Perjanjian adalah suatu tindakan yang mengikat dua orang
atau lebih. Perjanjian juga bisa dilakukan secara lisan maupun
tulisan. Namun untuk sesuatu yang bisa dibilang serius dan
tidak ingin menimbulkan sengketa (masalah) dikemudian hari,
sebaiknya surat perjanjian dibuat secara tulisan.
Surat Perjanjian Kerja (SPK) adalah Surat perjanjian yang
dibuat antara pemberi kerja dan penerima kerja. Dalam hal ini
objek dalam surat perjanjian kerja adalah jasa kerja atau
pelayanan.
13
Di surat ini terdapat sanksi yang dibuat oleh pihak Golden
City, yang apabila kontraktor tidak melaksanakan tugasnya
dengan baik maka kontraktor bisa mendapatkan sanksi atau
denda sesuai dengan yang tertera di Surat Perjanjian Kerja
(SPK). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat
perjanjian kerja adalah:
1. Lama masa kerja
2. Jenis pekerjaan
3. Besarnya upah atau gaji beserta tunjangan. Pihak
pimpinan biasanya telah mempunyai suatu pegangan
atau standar gaji untuk menentukan gaji yang layak
untuk suatu tingkat keahlian kerja.
4. Jam kerja per hari, jaminan sosial, hak cuti, dan
kemungkinan untuk memperpanjang perjanjian
tersebut, dsb.
- Syarat sah Surat Perjanjian Kerja (SPK)
Dasar hukum dari sahnya suatu perjanjian adalah pasal 1320
Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata).
Disebutkan bahwa sahnya suatu perjanjian diperlukan empat
syarat, yaitu:
1) Kesepakatan dari mereka yang mengikatkan diri.
2) Kecakapan untuk membuat suatu perikatan.
3) Suatu hal tertentu.
4) Suatu sebab yang halal.
Dalam perjanjian kerja, sebagaimana yang disebutkan dalam
pasal 52 (1), syarat sahnya suatu perjanjian secara lebih khusus
mensyaratakan:
1) Kesepakatan kedua belah pihak.
2) Kemampuan atau kecakapan dalam melakukan
perbuatan hukum.
14
3) Adanya pekerjaan yang diperjanjikan.
4) Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan
dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
- Manfaat Surat Perjanjian Kerja (SPK)
Manfaat dari surat penjanjian adalah sebagai berikut:
1) Surat perjanjian dapat memberikan batasan yang jelas
antara hak dan kewajiban untuk kedua belah pihak.
Kedua belah pihak harus melaksanakan hak dan
kewajibanya seperti tercantum dalam surat perjanjian
yang telah di buat.
2) Karena kedua belah pihak tahu hak dan kewajibanya,
maka kedua belah pihak akan merasa tenang dan
nyaman.
3) Surat perjanjian juga bisa di jadikan bahan referensi
apabila ada masalah yang timbul di kemudian hari.
Untuk itu di dalam surat perjanjian biasanya juga di
sebutkan cara dan di mana apabila terjadi perselisihan
di kemudian hari.
15
Gambar 3.3 Surat Perjanjian Kerja (SPK)
16
b) Membuat Surat Peringatan untuk Kontraktor.
Surat peringatan atau bisa juga disebut dengan surat teguran
ini biasanya dikeluarkan setelah adanya peringatan secara lisan.
Surat peringatan ini tidak terpaku hanya dari suatu perusahaan
kepada karyawan yang melanggar aturan, atau dari suatu
kampus ke mahasiswanya yang melanggar tata tertib
perkuliahan, tetapi berlaku juga dari suatu instansi atau
perusahaan kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran
aturan yang berlaku dalam perusahaan atau instansi tersebut,
atau melakukan kelalaian dari komitmen yang telah disepakati
sebelumnya.
Surat peringatan I dikeluarkan apabila teguran secara lisan
tidak digubris oleh kontraktor. Di surat peringatan I tercantum
apabila dalam 3 hari ke depan masih tidak ada progres di rumah
yang sedang dikerjakan, maka akan dikerluarkan surat
peringatan II, dan apabila surat peringatan II sudah dikeluarkan
tetapi masih tetap tidak ada progress maka akan dikeluarkan
surat peringatan III. Terakhir, jika kontraktor masih tetap tidak
ada progres bahkan surat peringatan III sudah dikeluarkan,
maka pihak Developer akan membatalkan Surat Perjanjian
Kerja (SPK) dengan Kontraktor yang bersangkutan.
17
Gambar 3.4 Surat Peringatan
18
c) Mempersiapkan dokumen yang akan dibawa saat serah terima.
Dokumen ini berisi keterangan bahwa rumah sudah selesai
dibangun dan setelah dilakukan pengecekan sesuai dengan yang
diperjanjikan dalam dokumen-dokumen sebelumnya.
Formatnya tidak baku, yang terpenting adalah adanya
keterangan bahwa rumah sudah selesai dibangun dan diserahkan
kepada developer untuk diserahkan lagi kepada konsumen.
Sebelum melakukan serah terima, harus dipastikan unit
sudah siap dihuni dan sudah melewati tahap berbagai macam tes
teknisi. Semua dipastikan sudah siap dan terpasang dengan baik.
Pekerjaan tersebut masuk kedalam tugas Tim Quality Control,
Pengawas Lapangan dan Tim Estate.
Seminggu sebelum serah terima dilakukan, pihak Golden
City harus memberitahukan kepada konsumen bahwa unit sudah
siap. Serah terima dilakukan oleh Project Manajer dari pihak
Developer dengan konsumen yang bersangkutan. Dokumen
yang harus dibawa konsumen saat serah terima yaitu KTP,
NPWP, dan uang IPL.
Supaya lebih jelasnya, berikut adalah dokumen-dokumen
yang harus dipersiapkan saat ingin melakukan serah terima:
a. Berita Acara Serah Terima Tanah dan Bangunan
Saat melakukan penjualan rumah kita perlu bukti
tertulis bahwa telah melakukan penyerahan objek tanah
dan bangunan beserta surat-surat kepemilikan yang kita
jual, ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak
diharapkan dikemudian hari.
Dalam surat ini dibahas luas bangunan, alamat
rumah dan type rumah. Selain itu juga tercantum garansi
sipil atau masa renovasi seperti retak rambut pada
tembok, cat plafond kurang rapih, dan lain lain yang
berhubungan dengan pekerjaan sipil selama 3 bulan.
19
Kemudian garansi kebocoran selama 6 bulan, garansi
kebocoran disini bukan hanya disebabkan oleh hujan
tetapi juga kebocoran instalasi.
Gambar 3.5 BAST Tanah dan Bangunan
20
b. Tanda Terima
Surat berita acara serah terima kunci adalah surat
yang menyatakan tentang penyerahan 14 anak kunci atau
dua set kunci rumah ke pihak konsumen. Tanda terima
kunci dipergunakan sebagai bukti bahwa barang yang
telah diserahkan tersebut sudah diterima oleh konsumen.
Dengan adanya surat ini, kedua belah pihak akan
mempunyai dokumen atau bukti telah terjadinya serah
terima kunci.
Serah terima kunci dilakukan setelah serah terima
tanah dan bangunan selesai. Surat ini berisi keterangan
jumlah buah anak kunci rumah beserta kran untuk di area
carport dan kran untuk sink sebagai syarat, kemudian
tercantum informasi daya listrik.
21
Gambar 3.6 Tanda Terima Kunci
22
c. Permohonan Penyambungan Air Bersih
Surat ini berisi keterangan tentang izin untuk
penyambungan instalasi air bersih.
23
Gambar 3.7 Permohonan Penyambungan Air Bersih
24
d. Permohonan Penyambungan Listrik
Surat ini berisi keterangan tentang izin untuk
penyambungan instalasi listrik.
Gambar 3.8 Permohonan Penyambungan Daya Listrik
25
e. Permohonan Aktifasi Telepon
Surat ini berisi keterangan tentang izin untuk
mengaktifasi sambungan telepon rumah.
Gambar 3.9 Permohonan Aktifasi Telepon
26
f. Tagihan IPL(Iuran Pengelolaan Lingkungan)
Surat ini berisi rincian perhitungan harga IPL
berdasarkan luas tanah. Perumahan Golden City adalah
perumahan dengan sistem cluster, maka sudah dipastikan
ada keamanan yang menjaga lingkungan cluster tersebut
(5 security), kebersihan lingkungan cluster
(pengangkutan sampah rumah tangga setiap tiga kali
dalam seminggu), fasilitas (sport club, swimming pool,
taman bermain, dan jogging track), kemudian PJU, itu
semua sudah mencakup tugas IPL.
27
Gambar 3.10 Tagihan IPL
28
g. Surat Pernyataan Kesanggupan
Surat ini berisi keterangan tentang kesanggupan
konsumen melaksanakan aturan-aturan yang sudah
ditetapkan oleh pihak Golden City.
Gambar 3.11 Surat Pernyataan Kesanggupan
29
d) Monitoring pekerjaan Komplain konsumen.
Surat ini berisi tentang komplain konsumen atas
ketidakpuasannya terhadap hasil pembangunan rumah tersebut.
Gambar 3.12 Form Permohonan Perbaikan Bangunan
30
e) Menginput data konsumen yang sudah serah terima.
Berikut ini data unit yang sudah Serah Terima pada cluster
Greenwood, total rumah yang sudah Serah Terima pada bulan
Agustus ada 265 unit.
Gambar 3.13 Data Serah Terima Konsumen Bulan Agustus
Gambar 3.14 Data Serah Terima Konsumen Bulan Agustus
31
3.5.3 Jenis-Jenis alat Keselamatan Kerja yang digunakan
Alat keselamatan kerja yang digunakan Administrasi Kontraktor di
PT. Yanadito Santosa Anugrah KSO, yaitu :
1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
APAR adalah alat yang digunakan untuk memadamkan api
atau mengendalikan kebakaran kecil.
Gambar 3.15 Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
2. Kotak P3K
Kotak P3K adalah perlengkapan yang sebaiknya selalu ada
dimanapun, baik itu di rumah, kantor ataupun kendaraan
sebagai pertolongan pertama pada kecelakaan.
Gambar 3.16 Kotak P3K
32
3.5.4 Hasil yang diharapkan
Setelah penulis selesai prakerin di PT. Yanadito Santosa Anugrah
KSO, Penulis berharap agar:
a) Dapat memahami semua materi yang telah diberikan oleh
pembimbing.
b) Dapat memahami cara kerja Administrasi Kontraktor dan tanggung
jawabnya.
c) Memberi pengalaman langsung bekerja didunia kerja.
d) Dapat mengaplikasikan ilmu yang telah di berikan dengan baik.
e) Melakukan disiplin waktu dan mentaati peraturan perusahaan.
3.5 Hambatan-hambatan yang di alami dan Cara Penyelesaiannya
A. Hambatan-hambatan
Saat penulis melakukan prakerin di PT. Yanadito Sentosa Anugrah
KSO, penulis mendapati beberapa hambatan yaitu:
1. Penulis tidak terlalu paham mengenai Ms. Excel, sehingga ketika
disuruh menginput data ke dalam Ms. Excel penulis belum terbiasa.
2. Kurangnya bimbingan terhadap siswa/i yang sedang melaksanakan
prakerin.
3. Tidak terlalu paham mengenai Surat Perintah Kerja (SPK).
B. Cara Penyelesaian
Setiap hambatan pasti memiliki cara penyelesaiannya, berikut
adalah cara penyelesaian untuk hambatan yang di alami penulis:
1. Penulis harus lebih aktif bertanya mengenai Surat Perjanjian Kerja
(SPK) kepada pembimbing agar mendapat ilmu seperti yang di
harapkan.
2. Penulis harus lebih rajin belajar mengenai Ms. Excel agar dapat dengan
mudah menggunakan Ms. Excel.
33
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah melaksanakan Praktik Kerja Industri di Yanadito Santosa
Anugrah KSO, maka penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang tidak didapat di sekolah.
2. Dapat terjun langsung ke dunia industri serta mengetahui aktivitas
didalamnya.
3. Memberikan motivasi lebih bagi siswa/i dalam menuntut ilmu.
4. Melatih cara berinteraksi dengan pekerja dengan sikap yang sopan dan
bertutur kata yang baik.
5. Meningkatakan inisiatif saat bekerja.
6. Pengetahuan yang didapat dari hasil Praktik Kerja Industri dapat
dipraktikkan di sekolah.
7. Melatih sikap bertanggung jawab dan disiplin waktu atas pekerjaan yang
diberikan pihak perusahan.
4.2 Saran-Saran
Beberapa saran yang penulis sampaikan untuk memajukan keterampilan
bagi siswa/siswi dan sekolah pada umumnya. Sehingga menciptakan pelajar
yang handal untuk terjun di dunia kerja nanti.
Berikut saran-saran yang penulis sampaikan kepada beberapa pihak antara
lain :
A. Perusahaan
1. Sebaiknya pembimbing memberikan suatu pekerjaan lain disaat waktu
banyak yang kosong, agar waktu yang kosong dapat lebih bermanfaat.
34
2. Sebaiknya sebelum siswa/i memulai Praktik Kerja Industri lebih baik
mereka memulai suatu pekerjaan yang nantinya siswa/siswi dituntut
melakukan pekerjaan tersebut, pembimbing memberikan arahan dan contoh
pekerjaan secara terperinci.
3. Perusahaan lebih memandang siswa/i yang sedang Praktek Kerja Industri
agar siswa/i tersebut tidak menganggur saat Praktek Kerja Industri.
B. Sekolah
Sebaiknya membantu dan mempersiapkan siswa akan melaksanakan
Praktik Kerja Industri di perusahaan, supaya terlaksana dengan baik dalam
melaksanakan Praktik Kerja Industri.
Ada beberapa saran untuk sekolah SMK Negeri 6 Bekasi diantaranya, adalah
sebagai berikut :
1. Peningkatan kebersihan lingkungan sekolah agar dapat menambah
semangat belajar dan terjaganya kesehatan seluruh warga sekolah.
2. Sebelum siswa melakukan Praktik Kerja Industri, sebaiknya diberikan
pelatihan maupun pelajaran tambahan mengenai gambaran pekerjaaan yang
harus dilakukan pada saat siswa/i melaksanakan Praktik Kerja Industri.
3. Pada saat jam pelajaran kosong, sebaiknya diisi dengan pemberian pelajaran
tambahan tentang mekanisme dan tata cara Praktik Kerja Industri serta cara
pembuatan laporannya.
4. Peningkatan kedisiplinan sekolah harus selalu ditingkatkan agar Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dapat berjalan dengan baik.
5. Penambahan peralatan dan sarana di sekolah sangat diharapkan oleh siswa/i,
karena sangat membantu dalam hal pemahaman materi pelajaran yang
diterima.
35
C. Siswa/i
Semoga siswa/i SMK Negeri 6 Bekasi yang melaksanakan Praktik Kerja
Industri di perusahaan manapun, hendaknya selalu menaati peraturan yang
berlaku di perusahaan tersebut dan juga lebih aktif saat melakukan Praktek
Kerja Industri, agar waktu Praktek Kerja Industrinya dimanfaatkan dengan
maksimal. Agar siswa/siswi SMK Negeri 6 Bekasi dapat menjaga nama baik
sekolah.
Demikian saran-saran penulis yang dapat disampaikan, apabila dalam
penulisan laporan ini terdapat kesalahan-kesalahan mohon dibukakan pintu
maaf yang sebesar-besarnya dan apa yang telah penulis sampaikan semoga
bermanfaat bagi yang membacanya termasuk pribadi penulis.
36
DAFTAR PUSTAKA
Dayu Saputra, Habib. 2017. Laporan Prakerin, Bekasi. Teknik Gambar Bangunan,
SMK Negeri 6 Bekasi.
Aji Sagara, Koko. 2016. Laporan Prakerin, Bekasi. Teknik Gambar Bangunan,
SMK Negeri 6 Bekasi.
[Link]
perusahaan (Diakses pada hari kamis, 6 September 2018 pukul 19.04 WIB)
[Link]
(Diakses pada hari selasa, 2 Oktober 2018 pada pukul 21.19 WIB)
[Link]
(Diakses pada hari rabu, 3 Oktober 2018 pukul 23.06 WIB)
[Link] (Diakses
pada hari rabu, 4 Oktober 2018 pukul 22.43 WIB)
[Link]
perjanjian/ (Diakses pada hari kamis, 4 Oktober 2018 pukul 21.56 WIB)
[Link]
(Diakses pada hari rabu, 3 Oktober 2018 pukul 22:47 WIB)
[Link]
kontraktor (Diakses pada hari rabu, 3 Oktober 2018 pukul 22:12 WIB)
[Link]
(Diakses pada hari kamis, 13 September 2018 pukul 22.55 WIB)
[Link]
para-ahli (Diakses pada hari rabu, 5 September 2018 pukul 20:01 WIB)
[Link] (Diakses pada
hari kamis, 6 September 2018 pukul 19.42 WIB)
37