LAPORAN D III
Sistem telekomunikasi EC
No. Percobaan : 01
Judul Percobaan : MODULASI AM-FM
Praktikan : WAHYUDI KURNIA
No. BP : 1601042026
Kelas : II B
Pembimbing : ROZA SUSANTI, ST.,MT
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK ELEKTRONIKA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI PADANG
2017-2018
LEMBARAN PENGESAHAN
No. Percobaan : 01
Judul Percobaan : MODULASI AM-FM
Nama Pratikan : WAHYUDI KURNIA
No. BP : 1601042026
Kelas : II B
Pembimbing : ROZA SUSANTI, ST.,MT
Tanggal Pratikum : 23 November 2017
Tanggal Pengesahan : 30 November 2017
Keterangan :
Nilai :
KATA PENGANTAR
بسم هللا الرحمن الرحيم
Puji syukur bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-
Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan laporan mata kuliah Laporan Pratikum
Sistem Mikroprosesordengan judul Modulasi AM-FM.
Shalawat dan salam, semoga dilimpahkan Allah kepada ruh Nabi
Muhammad SAW. Yang telah merubah keadaan manusia dari zaman kebodohan
sampai ke zaman berilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
Dengan selesainya laporan ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang
telah memberi masukan-masukan kepada Penulis. Untuk itu Penulis mengucapkan
banyak terimakasih kepada :
1. Ibu ROZA SUSANTI, ST.,MT selaku dosen mata kuliah Labor Sistem
Komputer yang telah membimbing dan memberi arahan selama praktikum
di Labor sistem komputer.
2. Orang tua Penulis yang telah memberikan do’a, dorongan dan dukungan
baik materil maupun moral kepada Penulis.
3. Rekan kerja dan kelompok yang telah bersedia bertukar pikiran dan berkerja
sama dalam praktikum Labor sistem komputer.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih
ada kekurangan-kekurangan dari segi kualitas maupun ilmu Pengetahuan yang
Peulis kuasai. Oleh karna itu, Penulis mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk penyempurnaan pembuatan laporan dimasa mendatang.
Penulis berharap agar laporan ini dapat bermanfaat dan dapat menambah ilmu
pegetahuan pembaca terutama bagi saya sendiri sebagai Penulis.
Padang, 25 November 2017
PENULIS
WAHYUDI KURNIA
NIM. 1601042026
DAFTAR ISI
LEMBARAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Tujuan Pratikum
B. Landasan Teori
BAB II LATIHAN
A. Soal
B. Jawaban
BAB III PEMBAHASAN
A. Topik yang dibahas
B. Analisa Data
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Tujuan Percobaan
1. Mempelajari proses modulasi amplitudo
2. Mempelajari proses terjadinya frekuensi
3. Membandingkan hasil saat terjadinya redaman
B. Landasan Teori
Proteus adalah sebuah software untuk mendesain PCB yang juga dilengkapi
dengan simulasi pspice pada level skematik sebelum rangkaian skematik diupgrade
ke PCB shingga sebelum PCBnya di cetak kita akan tahu apakah PCB yang akan
kita cetak sudah benar atau tidak. Proteus mengkombinasikan program ISIS untuk
membuat skematik desain rangkaian dengan program ARES untuk membuat layout
PCB dari skematik yang kita buat. Software ini bagus digunakan untuk desain
rangkaian mikrokontroller. Proteus juga bagus untuk belajar elektronika seperti
dasar2 elektronika sampai pada aplikasi mikrokontroller.
Modulasi adalah proses pencampuran dua sinyal menjadi satu sinyal. Biasanya
sinyal yang dicampur adalah sinyal berfrekuensi tinggi dan sinyal berfrekuensi
rendah. Dengan memanfaatkan karakteristik masing-masing sinyal, maka modulasi
dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal informasi pada daerah yang luas
atau jauh. Sebagai contoh Sinyal informasi (suara, gambar, data), agar dapat dikirim
ke tempat lain, sinyal tersebut harus ditumpangkan pada sinyal lain. Dalam konteks
radio siaran, sinyal yang menumpang adalah sinyal suara, sedangkan yang
ditumpangi adalah sinyal radio yang disebut sinyal pembawa (carrier). Jenis dan
cara penumpangan sangat beragam. Yaitu untuk jenis penumpangan sinyal analog
akan berbeda dengan sinyal digital. Penumpangan sinyal suara juga akan berbeda
dengan penumpangan sinyal gambar, sinyal film, atau sinyal lain.
Tujuan Modulasi
Transmisi menjadi efisien atau memudahkan pemancaran.
Masalah perangkat keras menjadi lebih mudah.
Menekan derau atau interferensi.
Untuk memudahkan pengaturan alokasi frekuensi radio.
Untuk multiplexing, proses penggabungan beberapa sinyal informasi untuk
disalurkan secara bersama-sama melalui satu kanal transmisi.
Fungsi Modulasi
Sinyal informasi biasanya memiliki spektrum yang rendah dan rentan untuk
tergangu oleh noise. Sedangakan pada transmisi dibutuhkan sinyal yang memiliki
spektrum tinggi dan dibutuhkan modulasi untuk memindahkan posisi spektrum dari
sinyal data, dari pita spektrum yang rendah ke spektrum yang jauh lebih tinggi. Hal
ini dilakukan pada transmisi data tanpa kabel (dengan antena), dengan
membesarnya data frekuensi yang dikirim maka dimensi antenna yang digunakan
akan mengecil.
Gelombang pembawa berbentuk sinusoidal
c(t) = Ac cos(2π fct + Φc )
Parameter – parameter dari gelombang tersebut yang dapat dimodulasi
adalah :
• Amplitudo, Ac untuk modulasi amplitudo
• Frekuensi, fc atau ωc = 2π fc t untuk modulasi frekuensi
• Phasa, Φc untuk modulasi fasa.
Amplitudo, Frekuensi, Phase
Amplitudo
Nilai maksimum dari besaran elektrik (mis voltage) dari gelombang
Frekuensi
Jumlah cycle yang dihasilkan dalam satu detik (cycles per second atau
Hertz)
Phase
Gelombang A dengan phase 00
Gelombang B dengan selisih phase -900 (lebih lambat) terhadap A
Gelombang C dengan selisih phase +900 (lebih cepat) terhadap A
Jenis-jenis modulasi analog
Amplitude modulation (AM)
Frequency modulation (FM)
Pulse Amplitude Modulation (PAM)
1. Amplitude modulation (AM)
Modulasi jenis ini adalah modulasi yang paling simple, frekwensi pembawa
atau carrier diubah amplitudenya sesuai dengan signal informasi atau message
signal yang akan dikirimkan. Dengan kata lain AM adalah modulasi dalam mana
amplitude dari signal pembawa (carrier) berubah karakteristiknya sesuai dengan
amplitude signal informasi. Modulasi ini disebut juga linear modulation, artimya
bahwa pergeseran frekwensinya bersifat linier mengikuti signal informasi yang
akan ditransmisikan.
2. Frequency modulation (FM)
Modulasi Frekwensi adalah salah satu cara memodifikasi/merubah Sinyal
sehingga memungkinkan untuk membawa dan mentransmisikan informasi
ketempat tujuan. Frekwensi dari Sinyal Pembawa (Carrier Signal) berubah-ubah
menurut besarnya amplitude dari signal informasi. FM ini lebih tahan noise
dibanding AM.
3. Pulse Amplitude Modulation (PAM)
Basic konsep PAM adalah merubah amplitudo signal carrier yang berupa
deretan pulsa (diskrit) yang perubahannya mengikuti bentuk amplitudo dari signal
informasi yang akan dikirimkan ketempat tujuan. Sehingga signal informasi yang
dikirim tidak seluruhnya tapi hanya sampelnya saja (sampling signal).
Modulasi Digital
Teknik modulasi digital pada prinsipnya merupakan variant dari metode
modulasi analog.
Teknik modulasi digital :
Amplitude shift keying (ASK)
Frequency shift keying (FSK)
Phase shift keying (PSK)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Soal
1. Buatlah simulasi modulasi frekuensi AM-FM pada Proteus!
B. Jawaban
FM
Rangkaian
Simulasi
AM
Rangkaian
Simulasi
BAB III
PEMBAHASAN
A. Topik yang Dibahas
Frequency modulation adalah proses modulasi yang terjadi dengan
mengubah-ubah frekuensi gelombang pembawa sesuai dengan perubahan frekuensi
sinyal informasi. Di pemancar radio dengan teknik modulasi FM, frekuensi
gelombang carrier akan berubah seiring perubahan sinyal suara atau informasi
lainnya. Amplitudo gelombang carrier relatif tetap. Setelah dilakukan penguatan
daya sinyal (agar bisa dikirim jauh), gelombang yang telah dimodulasi dipancarkan
melalui antena. Seperti halnya gelombang termodulasi AM, gelombang ini pun
akan mengalami redaman oleh udara dan mendapat interferensi dari frekuensi-
frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Tetapi, karena
gangguan itu umumnya berbentuk variasi amplitudo, kecil kemungkinan dapat
memengaruhi informasi yang menumpang dalam frekuensi gelombang carrier.
Sehingga, mutu informasi yang diterima tetap baik. Dan, kualitas audio yang
diterima juga lebih tinggi daripada kualitas audio yang dimodulasi dengan AM.
Proteus adalah sebuah software untuk mendesain PCB yang juga dilengkapi
dengan simulasi pspice pada level skematik sebelum rangkaian skematik diupgrade
ke PCB shingga sebelum PCBnya di cetak kita akan tahu apakah PCB yang akan
kita cetak sudah benar atau tidak. Proteus mengkombinasikan program ISIS untuk
membuat skematik desain rangkaian dengan program ARES untuk membuat layout
PCB dari skematik yang kita buat. Software ini bagus digunakan untuk desain
rangkaian mikrokontroller. Proteus juga bagus untuk belajar elektronika seperti
dasar2 elektronika sampai pada aplikasi mikrokontroller. Software ini jika di install
menyediakan banyak contoh aplikasi desain yang disertakan sehingga kita bisa
belajar dari contoh2 yang sudah ada.
Fitur-fitur dari PROTEUS adalah sebagai berikut :
1. Memiliki kemampuan untuk mensimulasikan hasil rancangan baik digital
maupun analog maupun gabungan keduanya,Mendukung simulasi yang
menarik dan simulasi secara grafis,
2. Mendukung simulasi berbagai jenis microcontroller seperti PIC, 8051
series.
3. Memiliki model-model peripheral yang interactive seperti LED, tampilan
LCD, RS232, dan berbagai jenis library lainnya,
4. Mendukung instrument-instrument virtual seperti voltmeter, ammeter,
oscciloscope, logic analyser, dll,
5. Memiliki kemampuan menampilkan berbagi jenis analisis secara grafis
seperti transient, frekuensi, noise, distorsi, AC dan DC, dll.
6. Mendukung berbagai jenis komponen-komponen analog,
7. Mendukung open architecture sehingga kita bisa memasukkan program
seperti C++ untuk keperluan simulasi,
8. Mendukung pembuatan PCB yang di-update secara langsung dari program
ISIS ke program pembuat PCB-ARES.
Cara membuat rangkaian simulasi:
a. Jalankan program Proteus ISIS
b. Lalu ambil komponen yang dibutuhkan, dengan cara pada mode component
pilih huruf P (pick from library). Dan komponen yang dibutuhkan yaitu
resistor, battery, dan LED(active)
c. Untuk mengambil komponen pada library ketiklah keyword komponen
pada tempat yang sudah disediakan, kemudian double click komponen
tersebut sampai ada list pada window utama, lalu klik OK.
d. Lalu letakkan komponen tersebut paada area gambar. Cara meletakkannya
yaitu klik kiri (tanpa ditahan)
e. Lalu hubungkan semua komponen menjadi satu rangkaian
f. Lalu pada virtual instrument mode pilih DC V dan DC A
g. Lalu ubahlah nilai besaran dari Amps menjadi MiliAmps
h. Setelah diplay saat diberi DC Voltmeter dan DC Ammeter, lampu menyala
dan mA dan Volts akan berubah
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Proteus adalah sebuah software untuk mendesain PCB yang juga dilengkapi
dengan simulasi pspice pada level skematik sebelum rangkaian skematik diupgrade
ke PCB shingga sebelum PCBnya di cetak kita akan tahu apakah PCB yang akan
kita cetak sudah benar atau tidak. Proteus mengkombinasikan program ISIS untuk
membuat skematik desain rangkaian dengan program ARES untuk membuat layout
PCB dari skematik yang kita buat. Software ini bagus digunakan untuk desain
rangkaian mikrokontroller. Proteus juga bagus untuk belajar elektronika seperti
dasar2 elektronika sampai pada aplikasi mikrokontroller.
Modulasi adalah proses pencampuran dua sinyal menjadi satu sinyal. Biasanya
sinyal yang dicampur adalah sinyal berfrekuensi tinggi dan sinyal berfrekuensi
rendah. Dengan memanfaatkan karakteristik masing-masing sinyal, maka modulasi
dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal informasi pada daerah yang luas
atau jauh. Sebagai contoh Sinyal informasi (suara, gambar, data), agar dapat dikirim
ke tempat lain, sinyal tersebut harus ditumpangkan pada sinyal lain. Dalam konteks
radio siaran, sinyal yang menumpang adalah sinyal suara, sedangkan yang
ditumpangi adalah sinyal radio yang disebut sinyal pembawa (carrier). Jenis dan
cara penumpangan sangat beragam. Yaitu untuk jenis penumpangan sinyal analog
akan berbeda dengan sinyal digital. Penumpangan sinyal suara juga akan berbeda
dengan penumpangan sinyal gambar, sinyal film, atau sinyal lain.
B. Saran
Bagi rekan-rekan yang akan melakukan pratikum pelajari materi pratikum yang
akan dilakukan. Selama proses pratikum berlangsung ikuti arahan dan pedoman
yang ada pada jobsheet dan dosen [Link] patuhi aturan yang ada di
laboratorium. Lakukan proses pratikum dengan hati-hati dan teliti dan catat hasil
pengukuran yang didapatkan.
Pada saat proses pratikum, yang harus diperhatikan yaitu K3 demi keselamatan
saat melakukan proses pratikum berlangsung. Setelah selesai melakuka percobaan
rapikan alat dan bahan dan simpan pada tempat penyimpanan.
DAFTAR PUSTAKA
Sinuraya,[Link] Kuliah Dasar Komputer dan
Pemrograman dan Teknologi Informasi . Semarang:Undip
[Link] Software Proteus sebagai Media Pembelajaran
Berbasis [Link]
Yana,[Link] Penggunaan Software Simulasi Proteus Terhadap
Prestasi Belajar [Link]