0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
75 tayangan4 halaman

Metodologi Pengembangan Sistem Dinamis

1. Dokumen tersebut membahas beberapa metodologi pengembangan perangkat lunak yaitu DSDM, JAD, IE, RAD, RUP, SAD, dan XP. 2. Metodologi-metodologi tersebut mencakup pendekatan iterative, incremental, serta keterlibatan pengguna untuk memperoleh persyaratan yang jelas. 3. Setiap metodologi memiliki karakteristik dan prinsip kunci masing-masing dalam pengembangan perangkat lunak.

Diunggah oleh

fityah bestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
75 tayangan4 halaman

Metodologi Pengembangan Sistem Dinamis

1. Dokumen tersebut membahas beberapa metodologi pengembangan perangkat lunak yaitu DSDM, JAD, IE, RAD, RUP, SAD, dan XP. 2. Metodologi-metodologi tersebut mencakup pendekatan iterative, incremental, serta keterlibatan pengguna untuk memperoleh persyaratan yang jelas. 3. Setiap metodologi memiliki karakteristik dan prinsip kunci masing-masing dalam pengembangan perangkat lunak.

Diunggah oleh

fityah bestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Dynamic System Development Methodology (DSDM)


1. Definisi DSDM
Dynamic System Development Method (DSDM) adalah suatu kerangka dalam
pengembangan suatu project terutama digunakan sebagai metode pengembangan
perangkat lunak, DSDM ini merupakan iterative (perulangan) dan incremental
(pengembangan secara bertahap) pendekatan yang mencakup prinsip-prinsip
pembangunan Agile, termasuk keterlibatan pengguna/pelanggan terus-menerus, jadi
intinya DSDM ini termasuk dalam metodologi DSDM ini mendekati dari metode
Incremental dan Agile Alliance.
2. Karakteristik DSDM
a. Menyajikan kerangka kerja (framework) untuk membangun dan memelihara sistem
dalam waktu yang terbatas melalui penggunaan prototyping yang incremental dalam
lingkungan yang terkondisikan.
b. Membangun software dengan cepat : 80% dari proyek diserahkan dalam 20% dari
waktu total untuk menyerahkan proyek secara utuh.
c. Aktifitas Feasibility Study : Siapkan requirement, dan batasan, lalu uji apakah sesuai
gunakan proses DSDM
2. Prinsip Kunci DSDM
Membangun sistem yang benar, bukan membangun sistem dengan benar. Ada 9
(Sembilan) prinsip yang mendasari DSDM:
a. Keterlibatan pemakai secara aktif dalam proses perancangan dan pengembangan;
b. Tim diberdayakan untuk mengambil keputusan;
c. Fokus adalah penyerahan produk yang sering;
d. Kriteria esensial dalam menerima sebuah tugas adalah kesesuaiannya dengan tujuan
bisnis;
e. Bekerja atas prinsip pengembangan iteratif dan inkremental yang memungkinkan
umpan balik dari pemakai;
B. Joint Aplication Development (JAD)
1. Definisi JAD
Joint Application Development (JAD) dimulai oleh Chuck Morris & Tony
Crawford di IBM pada 1977. Crawford mendefinisikan JAD sebagai konsep perancangan
sistem interaktif yang melibatkan kelompok-kelompok diskusi yang dipertemukan dalam
suatu workshop yang produktif dan kreatif untuk memperoleh persyaratan (requirements)
dan spesifikasi (functional & technical specs) yang berkualitas. JAD telah menjadi
metoda pendekatan yang diterima dibanyak perusahaan. Sekarang JAD menjadi acuan
untuk memfasilitasi proses yang dirancang untuk mengidentifikasi strategi,
mendefinisikan proses, dan memecahkan masalah.
Kelebihan dan Kekurangan JAD
a. Kelebihan
1) Hemat waktu, jika dibandingkan dengan interview secara tradisional.
2) Kecepatan pengembangan sistem.
3) Meningkatkan kepemilikan pengguna sistem.
4) Pembuatan ide yang kreatif dapat ditingkatkan.
b. Kekurangan
1) JAD memerlukan blok waktu yang besar untuk menjadi tersedia bagi semua
partisipan sesi.
2) Jika persiapan tidak lengkap, sesi tidak akan berjalan dengan baik.
3) Jika tidak lanjut laporan tidak lengkap, sesi bisa jadi tidak sukses.
4) Budaya dan keahlian organisasi bisa jadi tidak kondusif terhadap sesi JAD.
C. Information Engineering (IE)
Engineering Informasi ini adalah metodologi rekayasa informasi (IEM) adalah
sebuah pendekatan untuk merancanakan dan mengembangakn sistem informasi. hal ini
juga di anggap sebagai generasi, distribusi, analisis dan penggunaan informasi dalam
sistem.
Teknik yang di gunakan proyek IE adalah :
a. Analisis Badan
b. Analisi fungsi dan proses ketrgantungan
c. Proses Logika Analisis
d. Jenis Entitas Analisis siklus hidup Matrik Silang
e. Normalisi
f. Aliran data dan analisis data
D. Rapid Application Development (RAD)
1. Definisi RAD
RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD
menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan
kebutuhan user dan perancangan sistem informasi. Tahapnya:
a. Bussiness Modelling
Fase ini untuk mencari aliran informasi seperti: informasi mengendalikan
proses bisnis, di mana informasi digunakan, siapa yang memprosenya, dan
informasi apa yang dimunculkan.
b. Testing and Turnover
Karena menggunakan kembali komponen yang telah ada, maka akan
mengurangi waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus diuji dan semua
interface harus dilatih secara penuh..
c. Aplication Generation
Selain menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga, RAD juga memakai
komponen program yang telah ada atau menciptakan komponen yang bisa dipakai
lagi. Alat-alat baantu bisa dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.
d. Process Modelling
Aliran informasi pada fase data modelling ditransformasikan untuk
mendapatkan aliran informasi yang diperlukan pada implementasi fungsi bisnis.
Pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atu
mendapatkan kembali objek data tertentu
e. Data Modelling
Fase ini menjelaskan objek data yang dibutuhkan dalam proyek. Karakteristik
(atribut) masing-masing data diidentifikasikan dan hubungan antar objek
didefinisikan.
E. Model Pengembangan Sistem Rational Unified Process (RUP)
RUP, singkatan dari Rational Unified Process, adalah suatu kerangka kerja proses
pengembangan perangkat lunak iteratif yang dibuat oleh Rational Software, suatu divisi
dari IBM sejak 2003. RUP bukanlah suatu proses tunggal dengan aturan yang konkrit,
melainkan suatu kerangka proses yang dapat diadaptasi dan dimaksudkan untuk
disesuaikan oleh organisasi pengembang dan tim proyek perangkat lunak yang akan
memilih elemen proses sesuai dengan kebutuhan mereka.
Rational Unified Process (RUP) merupakan suatu metode rekayasa perangkat lunak
yang dikembangkan dengan mengumpulkan berbagai best practises yang terdapat dalam
industri pengembangan perangkat lunak. Ciri utama metode ini adalah menggunakan use-
case driven dan pendekatan iteratif untuk siklus pengembangan perankat lunak.
F. Structured Analysis and Design (SAD)
Structural Analysis and Design Development adalah strategi pengembangan sistem yang
menekankan pada penggambaran model sistem untuk membantu memvisualisasikan dan
menganalisis problem, mendefinisikan keperluan bisnis, dan mendesain sistem informasi.
Metode ini adalah metode yang paling lama diantara modern yang ada dan merupakan
pendekatan umum yang digunakan untuk menganalisis dan mendesain sistem informasi
berdasarkan kepada modeling
G. Programing (XP)
Extreme Programming adalah salah satu metodologi dalam rekayasa pengembangan
perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan dalam proses
pengembangan tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan fleksibel. XP bukan hanya
berfokus pada coding tetapi meliputi seluruh area pengembangan perangkat lunak.
Sasaran Extreme Programming adalah tim yang dibentuk berukuran antara kecil
sampai medium saja, tidak perlu menggunakan sebuah tim yang besar. Hal ini
dimaksudkan untuk menghadapi requirements yang tidak jelas maupun terjadinya
perubahan-perubahan requirements yang sangat cepat.
.

Anda mungkin juga menyukai