Nama : Suci Ramadhani Putri
Kelas/Smt : IV A
Prodi : Muamalah
DAMPAK AUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA (ALKI) TERHADAP NEGARA
INDONESIA
Letak geografis Indonesia yang bertumpu di antara dua benua (Asia dan Australia)
dan dua samudera Indonesia (Samudera Hindia dan Samudera Pasifik) membuat Indonesia
menjadi negara yang berperan penting menyangkut kepentingan banyak negara di bidang
maritim. Dalam teori geopolitik yang berfokus pada paham determenisme, letak geografis
suatu negara dapat menentukan kehidupannya baik secara politik (kekuasaan), ekonomi,
budaya ataupun teknologi yang dihasilkan oleh negara tersebut. Wilayah kedaulatan
Indonesia yang terdiri atas 80% perairan dan dikelilingi 17.499 pulau membuat Indonesia
menjadi negara kepulauan terbesar dan hal ini dapat dijadikan sebagai modal dasar dalam
pembangunan ekonomi, sosial, politik dan keamanan maritim.
Menurut UNCLOS tahun 1982 pasal 6, yang dimaksud dengan Negara kepulauan
adalah suatu Negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat
mencakup pulau-pulau lain. sedangkan yang dimaksud dengan kepulaua adalah suatu
gugusan pulau, termasuk bagian pulau, perairan di antaranya dan lain-lain wujud alamiah
yang hubungannya satu sama lainnya demikian eratnya sehingga pulau-pulau, perairan dan
wujud alamiah lainnya itu merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang
hakiki, atau yang secara historis dianggap sebagai demikian.
Sebagai Negara kepulauan Indonesia dapat menentukan alur laut kepulaunnya sendiri.
Tidak ada keharusan bagi Indonesia untuk membuatnya (Pasal 47 UNCLOS). Indonesia pada
akhirnya membuat dan menentukan sendiri alur laut kepulauannya. Tercatat Indonesia telah
membuka jalur Utara ke Selatan sedangkan untuk jalur Barat ke Timur di pihak Indoneesia
masih menjadi perdebatan apakah akan dibuka lagi alur laut kepulauan atau tidak.
Sampai saat ini Indonesia telah membuka dan menetapkan jalur ALKI yang terdiri
atas ALKI I Selat Sunda yang di bagian utarabercabang menuju Singapura (A1) dan menuju
Laut China Selatan. ALKI II Selat Lombokmenuju Laut Sulawesi. Sedangkan ALKI III yang
di bagian selatan bercabang tiga menjadi ALKI III A (sekitar perairan Laut Sawu, Kupang),
ALKI III B, ALKI III C (sebelah timur Timor Leste), dan ALKI III D (sekitar perairan Aru).
Keberadaan tiga jalur ALKI tersebut selain merupakan jalur pelayaran internasionaljuga
berfungsi sebagai “pintu gerbang memanjang” yang seolah membelah wilayah kelautan
Indonesia.
Dengan ditetapkannya ALKI ini, Indonesia tidak terlepas dari dampakpositif dan
negative. Bagi kalangan militer, mereka lebih condong menolak ALKI lantaran keamanan
wilayah Indonesia menjadi taruhannya, sedangkan di kalangan para ahli mereka mendukung
dengan ditetapkannya ALKI ini lantaran Indonesia akan menjadi peradaban laut yang utama
di dunia. Hal ini karena diantara lima negara kepulauan lain yang diakui dunia sebagai
Negara kepulauan, yaitu Filipina, Bahama, Papua Nugini, dan Fiji Indonesia menjadi Negara
pertama yang menentukan ALKI nya.
Berikut dampak positif dan negative dari ditetapkannya ALKI bagi Indonesia.
Pertama, dengan ditetapkannya ALKI bagi Indonesia di bagian ALKI I Indonesia
terkena dampak konflik klaim antara pulau Sarathy dengan pulau Paracel di Laut China
Selatan.
Kedua, karena begitu padatnya arus pelayaran di wilayah ALKI I menyebabkan para
perompak bebas berlalu lalang dan lepas dari pengawasan keamanan Indonesia.
Ketiga, dengan begitu bebasnya lalu lintas pelayaran di wilayah ALKI bahkan tidak
ada kewajiban untuk melaporkan setiap kapal ataupun pesawat yang lewat, menyebabkan
bebasya perdagangan barang-barang illegal bahkan parahnya juga terjadi perdagangan
manusia (Human Trafficking)
Keempat, ekspansi Malaysia terhadap klaim wilayah-wilaya Indonesia, tercatat
Malaysia telah beberapa kali mencoba untuk mengakui wilayah Indonesia. Tercatat ada
pulau Siapadan dan Ligitan yang lepas dari Indonesia dan menjadi milik Malaysia.
Kelima, Perkara antara Pulau Natuna dan China yang China masih terus berusaha
untuk mendapatkannya. Berbagai daya upaya dilakukan oleh China untuk mengekspansi
pulau Natuna. Misalnya dengan mengatakan bahwa wilayah laut Natuna adalah tempat
pemancingan tradisional bagi China.
Keenam, dengan begitu kayanya laut Indonesia tentu menjadi incaran banyak Negara,
salah satunya yang sering kedapatan kasusnya adalah China yang kerap kali melakukan
Illegal Fishing di wilayah Indonesia.
Ketujuh, membutuhkan kemanan ekstra tentu saja dari pihak TNI untuk mengawal
berjalannya arus pelayaran ALKI.
Sedangkan untuk dampak positif dari ditetapkannya ALKI bagi Indonesia adalah:
Pertama, Indonesia menjadi bagian dari terjadinya Peradaban yang berhubungan
dengan laut.
Karena selain Indonesia adalah Negara pertama di dunia yang membuka kawasan laut
teritorialnya untuk dijadikan kawasan ALKI. Mengingat betapa berartinya wilayah
Indonesia untuk lalu lintas kelautan dunia.
Kedua, Indonesia menjadi penghubung dari Eurasian Blue Bilt
Ketiga, Indonesia memiliki peran penting dalam Global Logistic Support System
yang berkaitan dengan SLOCS (Sea Lanes of Vommunications) dan COWOC (Consolidated
Ocean Web of Communication)
Keempat, Wilayah lautan serta ALKI Indonesia telah menjadi penghubung dalam
HASa (Highly Accesed Sea Areas) dimana ketiga lautan yaitu India, Southeast dan
SouthPacific bertemu di dalamnya.
Kelima, Terkait dengan World Shipping yang melintasi ALKI dengan muatan Dry
Cargo maupun Liquid Cargo.
Keenam, membantu perekonomian Indonesia dengan memperbanyak ekspor dari
Indonesia. Dengan banyaknya yang Indonesia Ekspor akan membawa banyak dampak positif
bagi perekonomian Indonesia, diantaranya menambah devisa Negara, mengenalkan produk
dalam negeri kepada dunia,meningkatkan lapangan pekerjaan, serta mempererat kerjasam
antar Negara.
Ketujuh, akan mempermudah TNI dalam menjaga keamanan Indonesia. Dengan
wilayahnya yang luas tentu membutuhka banyak tenaga untuk menjaga keamnan wilayah
kedaulatan Indonesia. Naun dengan ditetapkannya ALKI akan memfokuskan keamanan yang
harus TNI jaga.
Lagipula ALKI adalah sebuah kebutuhan bagi Indonesia sesungguhnya, jika
Indonesia tidak menetapkan ALKI maka perairan Indonesia akan bebas dilalui oleh siapa saja
dan di mana saja. Sebagaimana pasal 53 ayat 12 UNCLOS “Apabila suatu Negara kepulauan
tidak menentukan alur laut atau rute penerbangan, maka hak lintas alur laut kepulauan dapat
dilaksanakan melalui rute yang biasanya digunakan untuk pelayaran internasional”.
Sehingga berdasarkan uraian di atas penulis sebenarnya lebih condong mendukung
penetapan ALKI bagi Indonesia, daripada kemudain wilayah Indonesia menjadi bebas
sebebas-bebasnya.