JOSUA LAZCANO AFREDO
03031381621067
KELAS A
TEKNIK KIMIA 2016
1. Ayakan sejajar, Grizzly
Grizzly, merupakan jenis ayakan statis, dimana material yang akan diayak mengikuti
aliran pada posisi kemiringan tertentu. Grizzly digunakan untuk material yang sangat kasar.
GrizzlyTerdiri dari serangkaian heavy bar paralel yang terpasang pada sebuah frame, ada
yang menggunakan rantai sebagai pengganti bar danada yang digoyang atau digetarkan
secara mekanik untuk sizing atau membantu dalam penghilangan oversize ore.
Cara kerja :
1. Umpan yang sangat kasar, jatuh pada ujung atas kisi.
2. Bongkahan yang besar akan menggelinding ke bagian ujung dan bongkahan kecil
akan jatuh ke bawah masuk kedalam kolektor (pengumpul) tersendiri.
3. Jarak antara setiap batang pada bagian atas dibuat cukup lebar dibandingkan bagian
bawah agar kuat tanpa terjadi penyumbatan oleh bongkahan yang hanya lolos
sebagian.
4. Jarak antara batang berkisar 2 – 8 inch.
2. Vibrating screen
Vibrating screen, ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan miring
digerakkan pada frekuensi 1000 sampai 7000 Hz. Ayakan jenis ini mempunyai kapasitas
tinggi, dengan efisiensi pemisahan yang baik, yang digunakan untuk range yang luas dari
ukuran partikel . Vibrating screen bisa disebut juga sebagai (ayakan getar) umumnya bekerja
untuk memisahkan padatan yang terkandung dalam minyak kasar (dirt crude oil) dengan cara
diayak/digetar pada media saringan dengan ukuran mess tertentu (sesuai dengan kebutuhan).
Cara kerja :
Prinsip kerja vibrating screen sebenarnya sangat simple. Pada dasarnya prinsip kerja
vibrating screen adalah proses pengayakan dengan cara menggetarkan. Screen yang sering
kita sebut pengayakan dan vibrating yaitu menggetarkan. Vibrating screen secara bentuknya
ada yang berbentuk lingkaran dan berbentuk persegi, namun secara umum bentuk lingkaran
lebih sering dipakai karena lebih banyak dipasaran. Vibrating screen disarankan 2 tingkat
penyaringan dengan ukuran 30 mesh dibagian atas dan 40 mesh dibagian bawah. Dengan
ukuran yang demikian akan memudahkan penyaringan di brush strainner.
[Link] screen
Oscillating screen, ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah dari vibrating
screen (100-400 Hz) dengan waktu yang lebih lama. Oscillating biasanya digunakan untuk
mengani material yang berukuran kecil yang mengalir bebas, berukuran tipis, berdebu, dan
material lain yang sulit ditangani dengan cara bias, yaitu untuk ukuran yang lebih kecil dari 4
mesh.
Cara kerja:
Bahan dimasukkan dari lubang diatas dan oscillator akan berputar kemudian partikel-
partikel yang kecil akan tersaring dan jatuh melewati lubang yang bawah sedangkan partikel
yang besar tidak akan tersaring. Hasil giling ini yang kemudian dimasukkan kedalam
vibrating screener dan mengalami proses pengayakan.
[Link] screen
Reciprocating screen, Ayakan dinamis dengan gerakan menggoyang, pukulan yang
panjang (20-200 Hz). Digunakan untuk pemindahan dengan pemisahan ukuran. Separasi ini
biasa digunakan untuk:
Material yang halus
Material yang kering
Ukuran kecil (light) yaitu sekitar 10 sampai 20 µm, dan terkadang sampai 40 µm.
Reciprocating Screens terdiri dari sebuah Gyratory horizontal yang bergerak pada
ujung umpan dari screen yang tegak lurus dengan bantuan dari poros yang berputar secara
tidak teratur. Perputaran poros tersebut sebesar 1000 rev/min. Gerakan memutar pada ujung
feed dengan cepat menebarkan material-material melintang ke seluruh lebar dari permukaan
screen.
Gerakan memutar ini juga menyusun material-material tersebut berdasarkan
perbedaan mesh. Selama material-material tersebut melewati permukaan dari screen, akan
terjadi pereduksiaan jumlah pada ujung pemberhentian (ujung alat). Reduksi ini membantu
memisahkan material-material yang diistilahkan ‘near mesh particles’.
5. Trommel Screen
Trommel Screen adalah alat screening yang digunakan dalam industri skala besar
terutama pada pertambangan. Ini adalah salah satu perangkat skrining tertua, yang merupakan
ayakan silinder biasanya berputar di antara 35 dan 45% kecepatan kritis. Ini adalah jenis
ayakan bergulir. Trommels dapat menangani bahan dari 55 mm sampai 6 mm, dan ukuran
lebih kecil dapat ditangani dalam kondisi penyaringan basah.
Cara Kerja :
1. Trommel Screen yang berbentuk seperti tabung besar, dimana tabung tersebut terdapat
lubang – lubang.
2. Trommel Screen terdiri dari input dan output, dimana feed masuk ke dalam input.
3. Didalam input, feed tersebut diputar oleh screen dengan kecepatan yang ditentukan.
4. Feed yang tidak diinginkan akan keluar dengan sendirinya melalui lubang yang
melalui output.
5. Feed yang diinginkan akan masuk dalam penampung / storage kemudian dialirkan
melalui belt conveyor.
6. Feed yang tidak masuk / lolos atau direcycle.
Kelebihan & Kekurangan trommel screen :
1. Kelebihan : Harga lebih murah dari vibrating screen
2. Kekurangan : Biaya perawatan tinggi, terutama pada dinamo motor dan sikat - Tidak
dapat menghasilkan produk yang uniform seperti Vibrating. S - Kebutuhan tempat /
ruangan relative besar
6. Shaker screen
Shaker screen adalah alat pemisahan mekanis dengan pola pengayakan dan
penyaringan yang ukuran bahan disesuaikan dengan saringan (screen) yang digunakan
dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai media penggeraknya. Jenis ayakan inibiasanya
digunakan untuk memisahkan suatu produk yang dipilah berdasaran ukuran partikelnya.
Saringan yang digunakan memiliki nilai mesh yang menyatakan jumlah lubang per 1 mm 2.
Saringan yang digunakan pada alat shaker screen memiliki nilai mesh 50, 70 dan 100.
Saringan bertingkat dengan nilai mesh sama akan memperbaiki kualitas dan keseragaman
hasil, sedangkan saringan bertingkat dengan nilai mesh berbeda akan menghasilkan beberapa
produk dengan keseragaman berbeda.
Shaker screen ini akan menghasilkan 2 output yaitu over size, dan under size. Untuk
over size merupakan ukuran yang lebih besar dari lubang ayakan yang berada diatas lubang
ayakan dan under size adalah ukuran lebih kecil dari lubang ayakan sehingga produk dapat
lolos melalui lubang-lubang kecil ayakan yang berada dibawah dari ayakan tersebut.
Pada dasarnya prinsip kerja dari alat shaker screen adalah proses pengayakan dengan
cara menggoyangkan atau mengayunkan. Screen yang sering kita sebut pengayakan dan
shaker yaitu goyangan. Bahan yang diayak akan bergerak-gerak diatas ayakan, berdesakan
melalui lubang kemudian terbagi menjadi fraksi-fraksi yang berbeda. Hal ini dapat terjadi
sebagai akibat dari perubahan posisi permukaan ayakan atau melalui pergeseran bahan yang
diayak.
Kelebihan dari alat shaker screen sendiri adalah sangat cocok untuk proses
pengayakan yang menghendaki hasil ayakan berukuran halus / kecil dengan hasil lebih
banyak dibandingkan dengan pengayak lain. Karena modifikasi shaker screen lebih baik
dalam proses pengoperasian, sehingga massa tepung ubi jalar tidak banyak yang terbuang ke
lingkungan. Sedangkan kekurangan dari alat ini adalah kurang cocok untuk operasi
pengayakan dengan material berukuran besar.
1. Surface velocity classifier
Tangki dilengkapi inlet dan outlet berlawanan pada atau dekat puncak tangki. Umpan
pulp tersuspensi dalam air, masuk dengan kecepatan horisontal relatif tinggi. Setelah
masuk area tangki yang lebih lebar, kecepatan horisontalnya menurun dan gravitasi
cenderung menyebabkan butir solid tenggelam. Arah gerak tiap butir merupakan resultan
dari kecepatan permukaan pada arah horisontal dan kecepatan settling. Jika tangki
dilengkapi partisi di sepanjang aliran lurus yang dipasang normal terhadap arah aliran,
maka dapat diperoleh fraksi solid, dengan butir berkecepatan settling tertinggi terkumpul
di partisi yang terdekat dengan inlet umpanm dan partikel halus atau slow settling terbawa
pada overflow. Alat seperti ini sering dipakai untuk memisah atau dewatering slurry atau
suspensi.
2. Free Setling Classifier
Contoh sederhana berupa tube vertikal kolom analisa yang dilengkapi fluid inlet dan
solid outlet di bagian bawah serta alat umpan masuk dan overflow keluar di bagian atas.
Kecepatan fluida dapat diatur. Butir dengan kecepatan terminal lebih tinggi dari kecepatan
hydraulic water akan mengendap ke bawah, sedang yang kecepatannya lebih rendah akan
keluar bersama overflow dari atas.
3. Elutriation
Operasi klasifikasi sizing dengan alat seperti laboratory size untuk mendapat
distribusi ukuran dengan range screen halus, menggunakan serial tubes berdiameter makin
membesar.
4. Double cone classifier
Berupa kerucut terbalik stasioner di luar, dilengkapi tempat inlet untuk hydraulic
water di bagian leher bawah, selokan sekeliling atas untuk overflow. Di bagian dalam ada
kerucut terpotong yang dapat diatur letaknya terhadap kerucut luar. Bahan akan melalui
celah di antara kedua kerucut; bahan kasar ke bawah dan bahan halus ke atas.
5. Gayco pneumatic classifier
Seperti cone classifier tapi beda prinsip operasi. Solid umpan kering masuk ke
hollow shaft kemudian ke rotating feeder plate yang mendistribusikan butir
across/sepanjang seksi klasifikasi silinder. Fan sirkulsi menyebabkan udara mengalir ke
atas dan ke luar melalui silinder dalam, membawa bahan halus ke silinder luar yang
mengenap dan dikeluarkan dari bawah. Udara sirkulasi kembali ke melalui slots di seksi
silinder dalam. Bahan oversize mengenap melalui udara tersirkulasi ke bawah silinder
dalam dan dipisah keluar.
6. Rake classifier
Tangki settling dengan bagian bawah miring dan ada rak yang bisa bergerak. Umpan
masuk di sepertiga panjang rak dari bawah. Bagian bawah tempat bahan halus keluar
dilengkapi bibir overflow. Bahan kasar tenggelam di bawah, dan rak menggerakannya
pelan ke titik discharge end atas. Bagian atas tangki terbuka, sampai di atas water line
untuk memberi space drainage jika diinginkan pulp kasar kering. Di awal stroke, rak
diturunkan ke bawah dan ditarik pelan ke upper end. Setelah bergerak sekitar 1-2 ft, rak
diangkat dari floor dan digerakkan paralel terhadap bottom ke arah fine discharge. Di akhir
proses, rak dijatuhkan lagi dan siklus diulangi. Gerakan rak mengaduk solid, sehingga
solid berat atau yang lebih cepat mengendap terkumpul di bagian bawah dan diambil oleh
rak yang bergerak ke atas. Butir halus dilempar ke atas rak dan bergerak dalam suspensi ke
arah fine discharge end.
7. Bowl classifiers
Terdiri dari silinder pendek yang bagian bawahnya membentuk sudut terhadap
pusatnya. Bahan masuk melalui loading well, dan baffle plate, yang berada di bawah
permukaan cairan mengarahkan umpan bergerak keluar secara radial (berputar/melingkar).
Bahan halus akan keluar lewat aliran overflow sedangkan bahan kasar ke tengah dan
dikeluarkan. Alat ini dilengkapi dengan settling tank yang luas dan berbentuk silinder
dengan bagian atas dan bawah berbentuk flat cone. Bowl classifier dengan setlling area
yang luas digunakan untuk material berukuran sangat halus daripada Rake classifier.
Penyekat overflow yang panjang dan settling tank yang relative luas akan mengurangi
amplitudo dari gelombang pulp dan akan menghasilkan ukuran overflow yang lebih tepat.
8. Thickeners
Terutama dipakai untuk memisah liquid-solid. Jika untuk klasifikasi, kecepatan
umpan harus sedemikian sehingga kecepatan overflow lebih besar dibanding kecepatan
settling dari slurry, dan butir lebih halus tetap dalam arus overflow.