Pada tahun 2020 menghasilkan ahli madya keperawatan
yang unggul dalam penguasaan teknologi Keperawatan Neurosains
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TEKNIK ROM PADA PASIEN PASCA STROKE
Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas
Praktik Lapangan Keperawatan Keluarga
Oleh :
Lila Ekania P3.[Link].117
PEMBIMBING:
Eska Riyanti Kariman, S,Kp., MKM
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA III
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
TAHUN 2018
Nama : Lila Ekania
Kelas : 3 Reguler C
Masalah Kesehatan : Stroke
Tindakan Keperawatan : ROM aktif dan pasif
Standar Operasional Primer
1. Pengertian ROM (Range of Motion) adalah latihan gerak sendi yang
memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot,
dimana klien menggerakan masing-masing persendiannya
sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif. (Potter
and Perry, 2005).
ROM dibagi menjadi dua yaitu ROM aktif dan ROM
pasif. ROM aktif yaitu gerakan yang dilakukan oleh
seseorang (pasien) dengan menggunakan energy sendiri.
Perawat memberikan motivasi dan membimbing klien dalam
melaksanakan pergerakan sendiri secara mandiri sesuai
dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif) dengan
kekuatan otot 75%. ROM pasif yaitu energy yang
dikeluarkan untuk latihan berasal dari orang lain (perawat)
atau alat mekanik. Perawat melakukan gerakan persendian
klien sesuai dengan rentang gerak yang normal (klien pasif)
dengan kekuatan otot 50%
2. Tujuan a. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas dan
kekuatan otot
b. Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan
c. Mencegah kontraktur, kelainan bentuk dan kekakuan pada
sendi
3. Indikasi Pada saat pasien memiliki kelemahan otot dan tidak dapat
menggerakkan persendian sepenuhnya,
4. Persiapan 1. Persiapan Alat :
a. Minyak penghangat bila perlu (misal: minyak telon)
2. Persiapan Klien : kontrak topik, waktu, tempat, dan
tujuan dilaksanakannya terapi ROM
3. Persiapan Lingkungan : yang nyaman jadi pasien dan
jaga privasi pasien
5. Prosedur A. Tahap Prainteraksi :
Pelaksanaan 1. Melakukan privikasi program memandikan klien
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
4. Tahap Orientasi
5. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
6. Menjelaskan tujuan dan prosedur pada klien atau
keluarga klien
7. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan di
lakukan
B. Tahap kerja
1. Leher
a. Fleksi : Menggerakkan bagian dagu menempel
ke dada
b. Ekstensi : Mengembalikan posisi kepala ke
posisi tegak
c. Fleksi Lateral : Memiringkan bagian kepala
sejauh mungkin ke arah setiap bahu
d. Rotasi : Memutar kepala sejauh mungkin dalam
gerakan sirkuler
2. Bahu
a. Fleksi : Menaikkan bagian lengan dari posisi
samping tubuh ke bagian depan ke posisi di atas
kepala
b. Ekstensi : Mengembalikan bagian lengan ke
posisi di samping tubuh
c. Abduksi : Menaikkan bagian lengan ke posisi
samping di atas kepala dengan telapak tangan
jauh dari kepala
d. Adduksi : Menurunkan bagian lengan ke
samping dan menyilang tubuh sejauh mungkin
e. Hiperekstensi : Menggerakkan lengan ke
belakang tubuh, siku tetap lurus
f. Rotasi Internal dan Eksternal : Dengan siku
posisi fleksi, memutar bahu dengan
menggerakan bagian lengan sampai ibu jari ke
atas dan ke samping kepala
3. Siku
a. Fleksi : Menekuk bagian siku sehingga lengan
bagian bawah bergerak ke depan sendi bahu dan
tangan sejajar dengan bahu
b. Ekstensi : Meluruskan bagian siku dengan
menurunkan lengan
4. Lengan Bawah
a. Supinasi : Memutar bagian lengan bawah dan
bagian tangan sehingga telapak tangan
menghadap ke atas
b. Pronasi : Memutar bagian lengan bawah
sehingga telapak tangan menghadap ke bawah
5. Pergelangan Tangan
a. Fleksi : Menggerakkan bagian telapak tangan ke
atas
b. Ekstensi : Menggerakkan bagian telapak tangan
ke bawah
c. Abduksi : Menekuk pergelangan tangan miring
ke ibu jari
d. Adduksi : Menekuk pergelangan tangan miring
ke arah lima jari
6. Jari-Jari Tangan
a. Fleksi : Membuat genggaman
b. Ekstensi : Meluruskan jari-jari tangan
c. Hiperekstensi : Menggerakkan jari-jari tangan
ke belakang sejauh mungkin
d. Abduksi : Menggerakkan jari-jari tangan yang
satu dengan yang lain
e. Adduksi : Merapatkan kembali jari-jari tangan
7. Ibu Jari
a. Oposisi : Menyentuh ibu jari ke setiap jari-jari
tangan pada tangan yang sama
8. Pinggul
a. Fleksi : Menggerakkan tungkai ke depan dan ke
atas
b. Ekstensi : Menggerakkan kembali ke samping
tungkai yang lain
c. Hiperekstensi : Menggerakkan bagian tungkai
ke belakang tubuh
d. Rotasi dalam : Memutar kaki dan tungkai ke
arah tungkai lain
e. Rotasi luar : Memutar kaki dan tungkai
menjauhi tungkai lain
f. Abduksi : Menggerakkan tungkai ke samping
menjauhi tubuh
g. Adduksi : Menggerakkan kembali bagian
tungkai ke posisi medial dan melebihi jika
mungkin
9. Lutut
a. Fleksi : Mengangkat lutut pasien membentuk
sudut 90o
b. Ekstensi : Mengembalikan ke sisi semula
dengan lutut lurus.
10. Pergelangan Kaki
a. Plantar Fleksi : meluruskan pergelangan kaki
b. Dorso Fleksi : Menaikan pergelangan kaki
secara perlahan.
11. Jari-Jari Kaki
a. Fleksi : Melengkungkan bagian jari-jari kaki ke
bawah
b. Ekstensi : Meluruskan jari-jari kaki
c. Abduksi : Meregangkan jari-jari kaki satu
dengan yang lain
d. Adduksi : Merapatkan kembali jari-jari kaki
bersamaan
C. Tahap Terminasi
1. Mengatakan bahwa terapi sudah selesai
dilaksanakan
2. Menanyakan perasaan pasien setaleh dilakukan
terapi
3. Menjelaskan pasien bahwa terapi ini boleh
dilakukan setiap 1-5 kali sehari.
6. Indikator Pencapaian 1. Respon Verbal
2. Respon non verbal
7. Hal-Hal yang perlu 1. Observasi Respon verbal klien selama dilakukan terapi
diperhatikan ROM pasien merasa nyaman
Referensi :
Potter & Perry, 2005, Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik,
Jakarta: EGC
Setiawan, 2007 ; Pelatihan Nasional Dimensi Baru penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus
Stroke Secara Paripurna; Surakarta