Lesson Study untuk Membangun Komunitas Belajar
Lesson Study untuk Membangun Komunitas Belajar
DISUSUN OLEH:
Disusun Oleh:
Marsianus David Setiawan Bani, [Link]., [Link] Hartoyo Yudhawardana, [Link]., [Link].
NIP. 19820314 200812 1 001 NIP. 19691110 199903 1 003
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan karya ilmiah dengan judul
“Lesson Study dalam Perspektif Learning Comunity” untuk berkontribusi dalam
mengikuti Lomba Karya Ilmiah. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak
Marsianus D.S. Bani,[Link].,[Link]. yang yang telah dengan sabar membimbing dan
membantu serta menyemangati kami dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini
serta dapat menambah pemahaman baru seputar dunia pendidikan.
Kami berharap, dengan penyusunan karya tulis ilmiah ini dapat berguna
untuk menambah wawasan serta pengetahuan pembaca mengenai bagaimana
Lesson Study dalam upaya membangun Learning Comunity.
Kami meminta maaf apabila dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini
terdapat beberapa kesalahan. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat dipahami
pembaca serta harapan kami, ide dan gagasan kami dapat diterima sehingga
memberi manfaat tidak hanya bagi kami tetapi juga bagi para pemangku
kepentingan bersama.
Penyusun
3
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Lembar Pengesahan ii
Kata Pengantar iii
Daftar Isi iv
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Rumusan Masalah 3
1.3. Tujuan 3
1.4. Manfaat 3
4
BAB I
PENDAHULUAN
1
bangsa. Salah satu elemen pendidikan yang perlu dievaluasi adalah tenaga
pendidik atau guru.
Keadaan guru di Indonesia juga sangat memprihatinkan Kebanyakan guru
belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya
sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU NO 20/2003, yaitu merencanakan
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,
melakukan bimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan
melakukan pengabdian masyarakat. Seorang guru yang memiliki posisi
strategi dalam usaha tercapainya kualitas pendidikan yang semakin baik
amat dituntut kemampuan profesionalnya. Skill dan profesionalitas
senantiasa harus ditingkatkan, terutama dalam menyiapkan sumber daya
manusia yang mampu menghadapi persaingan global.
Pemerintah sering melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas guru,
dengan harapan bahwa ketika kualitas guru atau pendidik meningkat, maka
kualitas pembelajaran juga dapat meningkat. Namun sayang kebanyakan guru
terperangkap dengan pemahaman yang keliru tentang mengajar, mereka
menganggap mengajar adalah menyampaikan materi kepada peserta didik,
sehingga kebanyakan guru mengajar hanya sekedar berceramah kepada
peserta didik, hal ini yang membuat peserta didik beranggapan bahwa proses
pembelajaran adalah proses yang membosankan. Salah satu upaya
peningkatan kualitas guru yang perlu diadakan pemerintahan adalah Lesson
Study.
Lesson Studdy adalah upaya pembinaan yang dilakukan terhadap
sekelompok guru dalam meningkatkan profesionalismenya dalam
pembelajaran. Apabila kegiatan ini dilakukan maka akan meningkatkan
kemampuan guru dalam menangani kelas. Salah satu upaya yang dapat
diterapkan guru setelah mengikuti ini adalah Learning Community. Learning
Community adalah komunitas belajar secara kolaboratif yang
berkesinambungan.
Berdarakan uraian di atas, penyusun melakukan suatu telaah pustaka
dalam hal meningkatkan keprofesionalan guru melakukan proses
pembelajaran untuk menelaah lebih dalam, dengan judul ” Lesson Study
Dalam Upaya Membangun Learning Community”.
1.2 Rumusan masalah
1.4 Manfaat
1. Manfaat teoritis
“Dapat memberikan manfaat dalam pengembangan profesinalisme guru
guna memperbaiki masalah pendidikan terkait meningkatkan kualitas
pembelajaran, dengan menggunakan Lesson Study dalam upaya
membangun Learning Community”
2. Manfaat praktis
a. Manfaat bagi pendidik
Tumbuhnya prinsip kolegalitas diantara guru-guru mata pelajaran,
khususnya yang sejenis. Hal ini ditunjukkan dengan semakin
efektifnya kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Prinsip kolegalitas ini merupakan salah satu faktor untuk membangun
Komunitas Belajar (Learning Communities).
b. Manfaat bagi pelajar.
Suasana pembelajaran lebih menyenangkan, karena kemasan materi
pelajaran disajikan lebih menarik, sehingga mengubah persepsi siswa
terhadap pelajaran yang dianggap sulit, menakutkan dan menjemukan.
3
BAB II
LANDASAN TEORI
4
2.1.1 Pengertian
5
dapat dijadikan acuan dalam peningkatan profesionalisme guru. Adapun
manfaat lesson study adalah :
1. Menciptakan suasana keakraban dan kekeluargaan antar sesama
guru.
2. Memberi peluang bagi guru untuk memecahkan berbagai
masalah dan menciptakan solusinya secara bersama-sama serta
saling bertukar pengalaman.
3. Memberikan kesempatan bagi guru untuk dapat membuat
perencanaan pembelajaran secara bersama-sama dan
mempraktekan hasil kerjanya.
4. Membuat guru menjadi lebih profesional dalam mengajar
sehingga menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi
peserta didik sebagai tujuan meneruskan para peserta didik
yang terbaik demi masa depan Indonesia.
6
kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi
dalam pembelajaran, seperti tentang: kompetensi dasar, cara
membelajarkan siswa, mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana
belajar, dan sebagainya, sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata
yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Selanjutnya,
secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala
permasalahan ditemukan. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan
dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam
penyusunan RPP, sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang
benar-benar sangat matang, yang didalamnya sanggup mengantisipasi
segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan
pembelajaran berlangsung, baik pada tahap awal, tahap inti sampai
dengan tahap akhir pembelajaran.
2. Tahap Do (Pelaksanaan)
Tahap pelaksanaan LS bertujuan untuk mengimplementasikan
rancangan pembelajaran. Dalam proses pelaksanaan tersebut, salah
satu guru berperan sebagai pelaksana LS dan guru yang lain sebagai
pengamat. Fokus pengamatan bukan pada penampilan guru yang
mengajar, tetapi lebih diarahkan pada kegiatan belajar siswa dengan
berpedoman pada prosedur dan insturumen yang telah disepakati pada
tahap perencanaan. Pengamat tidak diperkenankan mengganggu proses
pembelajaran.
Berdasarkan rencana pembelajaran yang telah disusun, guru model
melaksanakan pembelajaran di kelas yang telah ditentukan, sementara
anggota lain bertindak sebagai observer, yang mengamati proses
pembelajaran dengan menggunakan instrumen penelitian yang telah
dikembangkan. Dengan demikian, bersamaan dengan dilaksanakannya
proses pembelajaran, dilakukan pengambilan data yang diperlukan
unutk kepentingan refleksi.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan,
diantaranya:
7
1) Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah
disusun bersama.
2) Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam
setting yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure
yang disebabkan adanya program LS.
3) Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak
diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan
mengganggu konsentrasi guru maupun siswa.
4) Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi
siswa-siswa, siswa-bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan
lainnya, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah
disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama.
5) Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung
dan bukan untuk mengevalusi guru.
6) Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau
photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih
lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses
pembelajaran.
7) Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa
selama pembelajaran berlangsung, misalnya tentang komentar atau
diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa
yang bersangkutan, terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa
melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan
pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum
dalam RPP.
3. Tahap See (Refleksi)
Tujuan refleksi adalah untuk menemukan kelebihan dan
kekurangan pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan diawali dengan
penyampaian kesan dari pembelajar dan selanjutnya diberikan kepada
pengamat. Kritik dan saran diarahkan dalam rangka peningkatan
kualitas pembelajaran dan disampaikan secara bijak tanpa
merendahkan atau menyakiti hati guru yang membelajarkan. Masukan
yang positif dapat digunakan untuk merancang kembali pembelajaran
8
yang lebih baik. Segera setelah proses pembelajaran berakhir,
dilakukan postclass discussion atau kegiatan refleksi. Refleksi diikuti
oleh semua anggota kelompok yang dimaksudkan untuk mengkaji
hasil pengamatan setiap anggota kelompok dan hasil rekaman proses
pembelajaran. Menurut Widjajanti (2006) dalam Rusman 2011, dengan
pemahaman bahwa LS adalah forum untuk saling belajar dalam upaya
mengembangkan kompetensi masing-masing anggota tim, maka
semangat dalam tahap refleksi ini adalah secara bersama-sama
menemukan solusi untuk masalah yang muncul agar pembelajaran
berikutnya dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan lebih baik.
Dengan demikian, perlu dipahami bahwa kegiatan refleksi bukan
dimaksudkan untuk menilai kemampuan mengajar guru model.
Meskipun semangat yang terkandung dalam LS adalah saling
belajar, namun mengingat budaya kita yang belum terbiasa dan tidak
mudah untuk menerima kritik secara langsung, maka disarankan fokus
evaluasi adalah pada bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran
yang dilaksanakan. Oleh karena itu, guru lain sebagai pengamat
diharuskan untuk mendengarkan, mengamati, dan mencatat setiap
tanggapan siswa secara rinci dan teliti. Diharapkan, guru model dapat
menarik simpulan atas pembelajaran yang ia laksanakan, berdasarkan
hasil evaluasi terhadap respon siswa dari hasil pengamatan guru lain
dan dari hasil rekaman video. Dengan memperhatikan bagaimana
siswa belajar, diharapkan guru yang bersangkutan dapat
mengidentifikasi kelebihannya dan kekurangannya dalam
melaksanakan pembelajaran.
Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau
keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses
pembelajaran, baik pada tataran individual, maupun menajerial.
9
Dari kegiatan Lesson Study yang telah dilakukan, guru dapat
memperoleh pengalaman yang tak terlupakan. Lesson Study dapat
diselenggalarakan guru dari berbagai mata pelajaran dan jenjang
sekolah. Berdasarkan bentuk penyelenggaraan, Lesson Study dibagi
menjadi dua tipe, yaitu:
1) Lesson Study berbasis sekolah
Lesson study berbasis sekolah dilaksanakan oleh semua guru di berbagai
bidang studi dengan Kepala Sekolah yang bersangkutan dengan tujuan
agar kualitas proses dan hasil pembelajaran dari semua mata pelajaran
di sekolah dapat lebih ditingkatkan.
2) Lesson Study berbasis MGMP. .
Sedangkan lesson study berbasis MGMP merupakan pengkajian
tentang proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh kelompok mata
pelajaran tertentu, dengan pendalaman kajian tentang proses pembelajaran
pada bidang studi tertentu. Tujuan dari pelaksanaan lesson study
berbasis MGMP adalah untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil
belajar mata pelajaran tertentu di silayah tersebut. Pelaksanaan lesson
study berbasis MGMP dapat dilakukan secara bergiliran dari satu sekolah
ke sekolah lain.
1) Kelebihan
10
c. Dapat dilaksanakan antar / lintas kelas
2) Kekurangan
a. Kejenuhan guru.
12
2.2.3 Manfaat dari sebuah komunitas pembelajaran antara lain:
13
14. Memeriksa kembali pandangan tentang pelaksanaan belajar-mengajar
14
yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar yang secara
konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri baik individual
maupun jerial. Selanjutnya Mulyana (dalam Rusman, 2011), juga
menyatakan “Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi
pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan
berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual
learning untuk membangun komunitas belajar”. Learning Community
(komunitas belajar) adalah salah satu aspek penting yang harus ada dalam
setiap kelas. Guru yang afektif akan mengupayakan agar didalam
pembelajaran yang dilaksanakannya terbentuk komunitas belajar yang
efektif. Komunitas belajar yang ada didalam sebuah kelas pada sebuah
kegiatan pembelajaran akan sangat berpengaruh pada keterlibatan siswa
dalam proses pembelajaran, dan pada akhirnya pencapaian tujuan
pembelajaran. pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dasar dari metode
kolaboratif adalah teori interaksional yang memandang belajar sebagai suatu
proses membangun makna melalui interaksi sosial. Dengan kegiatan LS
yang menciptakan learning community dalam pembelajaran, telah
memberikan dampak yang sangat positif bagi semua pihak, terutama bagi
sekolah, guru dan siswa. Beberapa diantaranya adalah :
1. Bagi Sekolah
a. Guru yang sering mengikuti kegiatan LS, menunjukkan kinerja
yang lebih baik, setidaknya dalam kegiatan pembelajaran di
sekolahnya.
b. Dukungan moril dan materil dari para pimpinan sekolah semakin
meningkat. Setiap kegiatan implementasi LS, selain dihadiri oleh
guru peserta, juga kepala sekolah. Kehadiran pimpinan sekolah ini
akan memberi motivasi bagi guru untuk terlibat pada setiap
kegiatan LS.
2. Bagi Guru
15
a. Tumbuhnya semangat guru dalam mencari dan menerapkan
berbagai model-model atau strategi pembelajaran. Sebab, setiap
dilaksanakan open class, guru berusaha untuk menerapkan model-
model pembelajaran yang lain dari yang pernah dipakai dalam
open class sebelumnya.
3. Bagi Siswa
16
d. Siswa yang mengalami kesulitan belajar, mudah dideteksi, karena
guru model aktif memperhatikan dan membimbing kelompok.
Selain itu juga observer bisa mengamati aktifitas individu siswa
dalam kelompok dan hasil pengamatannya itu disampaikannya
pada kegiatan refleksi.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
17
3.1 Metode Penulisan
Pengumpulan Data
Konseptualisasi
Analisa
18
3.2 Waktu dan Tempat Penulisan dan Penelitian
19
BAB IV
4.1.2 Konseptualisasi
21
mampu menyentuh semua komponen. Individu yang menyadari pentingnya
peningkatan kemampuan atau kompetensi, berdiskusi, berinteraksi, untuk
saling belajar dan membelajarkan, berkolaborasi dengan prinsip saling
membutuhkan. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka digunakan
Lesson Study. terdapat 3 tahap dalam upaya pembinaan profesionalisme guru
melalui Lesson Study, yaitu Plan (Tahap Perencanaan), Do (Tahap
Pelaksanaan), dan See (Tahap Refleksi).
Pada tahap perencanaan (Plan), kelompok kolaboratif bekerja sama untuk
membuat perencanaan pembelajaran, tahap ini bertujuan untuk menghasilkan
rancangan pembelajaran yang diyakini mampu membelajarkan peserta didik
secara efektif serta membangkitkan partisipasi aktif peserta didik dalam
pembelajaran. Perencanaan yang baik tidak dapat dilakukan secara sendiri.
Pada tahap ini, beberapa pendidik berkolaborasi untuk memperkaya ide terkait
dengan rancangan pembelajaran yang akan dihasilkan baik dalam aspek
pedagogis, maupun aspek penyiapan alat bantu pembelajaran seperti scenario,
RPP, dan lembar observasi. Sebelum ditetapkan sebagai hasil final, semua
komponen yang tertuang dalam rancangan pembelajaran disimulasikan. Pada
tahap ini juga ditetapkan prosedur pengamatan termasuk instrumen yang
diperlukan.
Tahap pelaksanaan dimaksudkan untuk menerapkan rancangan
pembelajaran yang telah dirumuskan bersama pada tahap sebelumnya. Pada
tahap ini, kelompok bersama-sama mejalankan rancangan pada tahap awal,
dimana salah satu anggota (guru/dosen) bertindak sebagai “guru model”
sedangkan yang lain bertindak sebagai pengamat (observer). Pengamat
lainnya (selain anggota kelompok perencana) juga dapat bertindak sebagai
observer. Fokus pengamatan diarahkan pada aktivitas belajar peserta didik
dengan berpedoman pada prosedur dan instrumen pengamatan yang telah
disepakati pada tahap perencanaan, bukan untuk mengevaluasi penampilan
guru yang sedang bertugas mengajar. Selama pembelajaran berlangsung,
pengamat tidak boleh mengganggu atau mengintervensi kegiatan
pembelajaran. Pengamat juga dapat melakukan perekaman kegiatan
22
pembelajaran melalui video camera atau foto digital untuk keperluan
dokumentasi dan atau bahan diskusi pada tahap berikutnya, atau bahkan untuk
kegiatan penelitian. Kehadiran pengamat di dalam ruang kelas di samping
mengumpulkan informasi juga dimaksudkan untuk belajar dari pembelajaran
yang sedang berlangsung.
Tahap refleksi dimaksudkan untuk menemukan kelebihan dan kekurangan
pelaksanaan pembelajaran. Anggota dari setiap kelompok bekerja sama untuk
melakukan evaluasi. Guru yang telah bertugas sebagai pengajar mengawali
diskusi dengan menyampaikan kesan-kesan dalam melaksanakan
pembelajaran. Kesempatan berikutnya diberikan kepada anggota kelompok
perencana yang dalam tahap do bertindak sebagai pengamat. Selanjutnya
pengamat dari luar diminta menyampaikan komentar dan lesson learned dari
pembelajaran terutama berkenaan dengan aktivitas peserta didik. Kritik dan
saran disampaikan secara bijak tanpa merendahkan atau menyakiti guru demi
perbaikan. Sebaliknya, pihak yang dikritik harus dapat menerima masukan
dari pengamat untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Berdasarkan
masukan dari diskusi maka dapat dirancang kembali pembelajaran berikutnya
yang lebih baik.
Manfaat dari penggunaan Lesson Study dalam prespektif Learning
Community adalah 1) guru menjadi termotivasi dan bangkit untuk membuat
inovasi dalam pembelajarannya sehingga terjadi pembelajaran yang aktif,
komunaktif, dan menyenangkan. Motivasi guru ini tumbuh karena adanya
kerjasama antara guru dalam kelompok; 2) adanya persiapan pembelajarn
yang lebih baik dari guru, baik itu persiapan mental, administrasi, dan
penguasaan materi; dan 3) guru menjadi terdorong untuk belajar lebih banyak
dalam hal materi dan lainnya.
PLAN LEARN
Lesso ING
n DO COMM
study SEE
UNITY
23
Dengan adanya kolaborasi antara guru dengan rekan lainnya (bisa jadi
kolaborasi guru dengan expert di dunia kerja) akan terjadi pembelajaran
di kelas yang sarat makna, selanjutnya dari hasil observasi dan diskusi
yang dilakukan usai pelaksanaan pembelajaran dilakukan refleksi
pembelajaran yang telah berlangsung, akan menghasilkan suatu
kesimpulan yang dapat digunakan untuk me-refinepembelajaran
(memperbaiki pembelajaran secara berkelanjutan) melalui siklus lesson
study.
Dari ketiga siklus atau tahapan dalam Lesson Study di atas, menunjukan
bahwa konsep kelompok yang berkolaboratif sudah nampak sejak tahap awal
atau tahap perencanaan,. Dimana guru-guru dalam kelompok tersebut,
kolaboratif melaksanakan kegiatan secara berkesinambungan. Kegiatan yang
terjadi dalam Learning Community berprinsip pada tiga tahap yang ada pada
Lesson Study yang telah dijelaskan sebelumnya. Dalam setiap kelompok
Learning Community, guru-guru menggunakan tiga tahap tersebut untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan menggunakan Lesson Study
dalam prespektif Learning Community maka terdapat perubahan dalam
kegiatan pembelajaran, antara lain perubahan pemantapan dasar akademik
pengajaran, perubahan dalam struktur pembelajaran ditunjukkan dengan
digunakan eksperimen atau diskusi, perubahan reaksi peserta didik selama
proses pembelajaran. Dengan perubahan-perubahan tersebut maka guru
menjadi lebih inovatif dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan
pembelajaran di kelas. Disamping itu, hasil belajar peserta didik menjadi
meningkat.
24
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
25
satu guru model. Dan ketiga tahap refleksi (See) dimaksudkan untuk
menemukan kelebihan dan kekurangan pelaksanaan pembelajaran untuk
dapat ditindak lanjuti.
2. Manfaat dari penggunaan pendekatan Lesson Study dalam prespektif
Learning Community adalah 1) guru menjadi termotivasi dan bangkit
untuk membuat inovasi dalam pembelajarannya sehingga terjadi
pembelajaran yang aktif, komunaktif, dan menyenangkan. Motivasi guru
ini tumbuh karena adanya kerjasama antara guru dalam kelompok; 2)
adanya persiapan pembelajarn yang lebih baik dari guru, baik itu persiapan
mental, administrasi, dan penguasaan materi; dan 3) guru menjadi
terdorong untuk belajar lebih banyak dalam hal materi dan lainnya.
5.2 Saran
26
DAFTAR PUSTAKA
27
Tim Lesson Study FMIPA UNY. [Link]-rambu Pelaksanaan Lesson Study.
Yogyakarta: FMIPA.
28