TUGAS REMEDIAL MATEMATIKA
MAKALAH BILANGAN REAL
DISUSUN OLEH :
RIYAN SAYID A.
KELAS : X AK
SMK SEMESTA
Jl. Raya Lapan Cisauk Suradita Kecamatan Cisauk [Link] 15343
2019
BILANGAN REAL
Dalam matematika menyatakan bilangan yang bisa dituliskan dalam bentuk desimal,
seperti 2,4871773339… atau 3,25678. Bilangan real meliputi bilangan rasional, seperti 42
dan −23/129, dan bilangan irasional, seperti π dan .. Bilangan riil juga dapat
dilambangkan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan.
Definisi popular dari bilangan real meliputi klas ekuivalen dari deret Cauchy rasional, irisan
Dedekind dan deret Archimides.
Bilangan riil ini berbeda dengan bilangan kompleks yang termasuk di dalamnya
adalah bilangan imajiner.
Sifat-sifat operasi Bilangan Real
Sifat-sifat yang berlaku pada bilangan real dengan operasi “penjumlahan” dan “perkalian”.
Untuk setiap , beralaku sifat-sifat berikut;
Penjumlahan:
1. Sifat tertutup pada penjumlahan;
2. Sifat komutatif pada penjumlahan
3. Sifat asosiatif pada penjumlahan
4. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan
5. Sifat identitas pada penjumlahan (0 adalah elemen identitas atau elemen netral)
6. Sifat invers pada penjumlahan
Perkalian:
1. Sifat tertutup pada perkalian
2. Sifat komutatif pada perkalian
3. Sifat asosiatif pada perkalian
4. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan
5. Sifat identitas pada perkalian (1 adalah elemen identitas perkalian)
6. Sifat invers pada perkalian tidak berlaku, sebab 0 tidak mempunyai invers.
(untuk )
(tidak ada/tidak didefinisikan).
Menunjukkan perbedaan mutlak antara dua bilangan real sebagai jarak antara titik-titik yang
sesuai pada garis real. Sumber foto: Wikipedia
Sifat-sifat bilangan real
Aksioma medan
Bilangan riil, beserta operasi penjumlahan dan perkalian, memenuhi aksioma (yang berarti
dianggap berharga atau sesuai atau dianggap terbukti dengan sendirinya) berikut.
Misalkan x,y dan z merupakan anggota himpunan bilangan riil R, dan operasi x+y merupakan
penjumlahan, serta xymerupakan perkalian. Maka:
Aksioma 1 (hukum komutatif): x+y = y+x, dan xy = yx
Aksioma 2 (hukum asosiatif): x+(y+z) = (x+y)+z dan x(yz) = (xy)z
Aksioma 3 (hukum distributif): x(y+z) = (xy + xz)
Aksioma 4: Eksistensi unsur identitas. Terdapat dua bilangan riil berbeda, yang
dilambangkan sebagai 0 dan 1, sehingga untuk setiap bilangan riil x kita
mendapatkan 0+x=x dan 1.x=x.
Aksioma 5: Eksistensi negatif, atau invers terhadap penjumlahan. Untuk setiap
bilangan riil x, terdapat bilangan riil y sehingga x+y=0. Kita dapat juga
melambangkan y sebagai -x.
Aksioma 6: Eksistensi resiprokal, atau invers terhadap perkalian. Untuk setiap
bilangan riil x tidak sama dengan 0, terdapat bilangan riil y sehingga xy=1. Kita dapat
melambangkan y sebagai 1/x.
Himpunan yang memenuhi sifat-sifat ini disebut sebagai medan, dan karena itu aksioma di
atas dinamakan sebagai aksioma medan.
Aksioma urutan
Kita akan mengasumsikan terdapat himpunan R+, yang disebut sebagai bilangan positif yang
merupakan himpunan bagian dari R. Misalkan juga x dan y adalah anggota R+. Himpunan
bagian ini memenuhi aksioma urutan berikut:
Aksioma 7: x+y dan xy merupakan anggota R+
Aksioma 8: Untuk setiap x yang tidak sama dengan 0, x anggota R+ atau -
x anggota R+, tetapi tidak mungkin keduanya sekaligus
Aksioma 9: 0 bukan anggota R+.
Garis bilangan takterhingga yang menggambarkan bilangan riil
Aksioma kelengkapan
Aksioma 10: Setiap himpunan bilangan riil S yang memiliki batas atas
memiliki supremum, yakni ada suatu bilangan riil B sehingga B=sup(S).
Operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian
1. Operasi penjumlahan
Contoh:
1.
2.
3.
4.
2. Operasi pengurangan
Contoh:
1.
2.
3. -6 – 4 = -6 + (-4) = -10 $
3. Operasi perkalian
Contoh:
1.
2.
3.
4. Operasi pembagian
Contoh:
Pengubahan pecahan ke desimal, desimal ke persen dan sebaliknya
1. Mengubah Pecahan Biasa ke Desimal
Contoh:
2. Mengubah Pecahan Desimal ke Persen
Contoh:
c) Mengubah persen ke pecahan dan sebaliknya
Contoh:
Nyatakan ke dalam pecahan atau ke dalam persen!
Contoh soal dan jawaban bilangan real
1. Sebuah koperasi sekolah membeli lima lusin buku seharga Rp. 150.000,00. Jika harga
jual sebuah buku Rp. 2.800,00, maka persentase keuntungan yang diperoleh koperasi
tersebut adalah…
a) 4%
b) 6%
c. 10%
d. 12%
e. 14%
Jawab : d. 12%
Cara Untung = harga jual – harga beli
= Rp.168.000,00 – Rp.150.000,00
= Rp. 18.000,00
% Untung = Untung
H.B
= Rp. 18.000,00 x 100% = 12%
Rp. 150.000,00
2. Sebuah toko baju ada memberikan diskon sebesar 25% untuk semua produk. Jika
kita berbelanja senilai Rp. 800.000,00, berapa kita harus membayar?
Jawab:
Diskon = 25 % x Rp. 800.000,00
Jadi, kita harus membayar sebesar:
Rp. 800.000,00 – Rp. 200.000,00 = Rp. 600.000,00
3. Sebuah TV dibeli dengan harga Rp. 2.000.000,00, dan di jual dengan harga Rp.
2.400.000,00. Hitunglah persentase keuntungan dari harga pembelian dan dari harga
penjualan!
Jawab:
Laba = Rp. 2.400.000,00 – Rp. 2.000.000,00 = Rp. 400.000,00
Persentase keuntungan (laba) dari harga beli:
Persentase keuntungan (laba) dari harga penjualan:
4. Beras dibeli dengan harga Rp.168.000,00 per-50kg, kemudian dijual harga
Rp.2.100,00 tiap ½ kg. Persentase keuntungan dari harga pembelian adalah…
a) 10%
b) 15%
c) 23%
d. 30%
e. 35%
Jawaban: c 25%
Cara menghitung Untung = harga jual – harga beli
= Rp.210.000,00 – Rp.168.000,00
= Rp. 42.000,00
% Untung = U
H.B
= Rp. 42.000,00 x 100% = 25%
Rp. 168.000,00