PENATALAKSANAAN COMMON COLD
No Dokumen 440/233-SOP/PKMKDT/III/2017
No Revisi 0
SOP
TanggalTerbit 25 Maret 2017
Halaman 1/2
Pemerintah UPT
Kabupaten Puskesmas
Cirebon Kedaton
H. Saeful Bakhri, SKM
NIP. 19650726 198412 1 001
1. Pengertian Common Cold adalah penyakit menular disebabkan oleh virus RNA yaitu
virus influenza A, B dan lebih jarang C. Virus influenza terus mengalami
perubahan, sehingga dalam beberapa waktu akan mengakibatkan wabah
(pandemik) yang parah. Virus ini menyerang saluran napas atas dan paru-
paru.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan
Common Cold
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Kedaton Nomor 440/092-
SK/PKMKDT/III/2017 tentang Pelayanan Klinis
4. Referensi KMK Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter
5. Prosedur 1. Petugas memanggil pasien sesuai nomor antrian pasien.
2. Petugas mempersilahkan pasien masuk ke ruang pemeriksaan.
3. Petugas melakukan anamnesa yang tersusun:
a. Menanyakan keluhan pasien.
b. Menanyakan riwayat penyakit sekarang.
c. Menanyakan riwayat penyakit dahulu.
d. Menanyakan riwayat penyakit keluarga.
4. Petugas melakukan pemeriksaan vital sign yang diperlukan.
5. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan / yang sesuai.
6. Petugas menegakkan diagnosa dan atau differensial diagnosis
berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang (jika diperlukan).
7. Petugas memberikan terapi sesuai dengan diagnosa yang ditegakkan
1. Tatalaksana influenza umumnya tanpa obat (self-limited
disease).ditingkatkan adalah daya tahan tubuh. Tindakan untuk
meringankan gejala flu adalah beristirahat 2-3 hari, mengurangi
kegiatan fisik berlebihan, meningkatkan gizi makanan dengan
makanan berkalori dan protein tinggi, serta buah-buahan yang tinggi
vitamin.
2. Terapi simptomatik per oral
a. Antipiretik. Pada dewasa yaitu parasetamol 3-4 x 500 mg/hari
(10-15 mg/kgBB), atau ibuprofen 3-4 x 200-400 mg/hari (5-10
mg/kgBB).
b. Dekongestan, seperti pseudoefedrin (60 mg setiap 4-6 jam)
c. Antihistamin, seperti klorfeniramin 4-6 mg sebanyak 3-4
kali/hari, atau difenhidramin, 25-50 mg setiap 4-6 jam, atau
loratadin atau cetirizine 10 mg dosis tunggal (pada anak
loratadin 0,5 mg/kgBB dan setirizin 0,3 mg/kgBB).
d. Dapat pula diberikan antitusif atau ekspektoran bila disertai
batuk.
8. Petugas memberikan konseling dan edukasi kepada pasien
1. Edukasi
a. Edukasi terutama ditujukan untuk individu dan lingkungannya.
Penyebaran penyakit ini melalui udara sehingga lingkungan rumah
harus memenuhi persyaratan rumah sehat terutama ukuran jendela
untuk pencahayaan dan ventilasi serta kepadatan hunian. Untuk
mencegah penyebaran terhadap orang-orang terdekat perlu
PENATALAKSANAAN COMMON COLD
UPT No Dokumen 440/233-SOP/PKMKDT/III/2017 H. Saeful
Puskesmas No Revisi 0 Bakhri, SKM
Kedaton SOP TanggalTerbit 25 Maret 2017
Halaman 2/2
diberikan juga edukasi untuk memutuskan mata rantai penularan
seperti etika batuk dan pemakaian masker.
b. Selain edukasi untuk individu, edukasi terhadap keluarga dan
orang-orang terdekat juga penting seperti peningkatan hygiene
dan sanitasi lingkungan
2. Pencegahan
a. Imunisasi influenza, terutama bagi orang-orang risiko tinggi.
b. Harus diwaspadai pasien yang baru kembali dari daerah
terjangkit epidemi influenza
9. Jika ada indikasi petugas melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan
yang lebih tinggi (Rumah Sakit)
10. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk di serahkan ke sub unit
farmasi.
11. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan,
diagnosa, terapi, rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis
pasien.
12. Petugas rekam medis mengambil rekam medis kembali setelah
pelayanan di tiap-tiap ruangan.
13. Petugas mendokumentasikan hasil pemeriksaan, diagnosa, dan terapi
yang sudah tercatat dalam rekam medis ke data simpus.
[Link] Terkait 1. BP Umum
2. Poli MTBS
3. Poli Kia
4. Poli Lansia
5. Farmasi
7. Rekaman Histori Perubahan
No. Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Diberlakukan
PENATALAKSANAAN COMMON COLD
No Dokumen 440/233-DT/PKMKDT/III/2017
DAFTAR No Revisi 0
TILIK TanggalTerbit 25 Maret 2017
Halaman 1/1
Unit :
Nama Petugas :
Tanggal Pelaksanaan :
Tidak
No Langkah Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
1 Apakah petugas memanggil pasien sesuai nomor antrian
pasien?
2 Apakah petugas mempersilahkan pasien masuk ke ruang
pemeriksaan?
3 Apakah petugas melakukan anamnesa?
4 Apakah petugas melakukan pemeriksaan vital sign?
5 Apakah petugas melakukan pemeriksaan fisik?
6 Apakah petugas menegakkan diagnosa dan atau
differensial diagnosis berdasarkan hasil anamnesis?
7 Apakah petugas memberikan terapi sesuai dengan
diagnosa yang ditegakkan?
8 Apakah petugas memberikan konseling dan edukasi?
9 Apakah Jika ada indikasi petugas melakukan rujukan ke
pelayanan kesehatan yang lebih tinggi (Rumah Sakit)?
Apakah petugas memberikan resep kepada pasien untuk di
10 serahkan ke sub unit farmasi?
11 Apakah petugas mendokumentasikan semua hasil
anamnesis?
12 Apakah petugas rekam medis mengambil rekam medis
kembali setelah pelayanan di tiap-tiap ruangan?
13 Apakah petugas mendokumentasikan hasil pemeriksaan?
CR :........................................
Pelaksana/Auditor