Proses Modeling dengan Minescape
Proses Modeling dengan Minescape
3. MODELING STRATMODEL
7. CREATE SUBCROPLINE
9. IMPORT QUALITY
Click Create :
Letakkan cursor pada coloum isian project path,ketikkan nama project 'pit5_xx”.dibelakang D:\Project\
Secara otomatis minescape akan membuat 2 design file yaitu “surface” dan “Block”, sedangkan laci2 yang
lainnya sesuka kehendak user, Pada umunya laci tersebut adalah
Dholes = yaitu laci yang berfunggsi untuk menyimpan grafis yang berhub dgn hole
Secti_2D = yaitu laci yang berfungsi untuk menyimpan grafis yang berhub dgn cross section
Topo = yaitu laci yang berfungsi untuk menyimpan grafis yang berhub dgn topografi Dsb.
Cara kedua
5
5
3. CREATE LAYER
Minescape explore / design files / letakkan kurson pada design file “Laci” mana kita akan membuat layer / click
icon create / masukkan nama apa lembar layer tersebut
Letakkan curson pada kolom “Current design layer / click kanan / create
6
2. IMPORT TOPOGRAPHY DATA
Data dapat dalam bentuk ASCII file, DXF/DWG, SURPAC, dan lain sebagai nya
Berikut contoh format data dalam bentuk ASCII file, data topografi yang terdiri dari X, Y & Z
Data diatas merupakan data topografi dalam bentuk angka-angka > lalu bagaimana bentuk grafisnya,oleh
karena itu kita “Import” data tersebut kedalam design file.
Minescape explorer / click kursor di folder design file / click icon import
7
Pilih tab divider “ASCII”
Pada Input : masukkan atau pilih nama data yang akan kita import.
Pada format : pilih format yang sesuai dengan urutan seperti apa data kita (umumnya urutan 1 =X,urutan
2=Y,urutan 3=Z >>>oleh sebab itu dipakai format “XYZ Free”
Pada Output :
Design file : gambar dari data2 tersebut akan kita simpan di design file or Laci apa.
Layer : lembar kertasnya kita kasih nama apa, krn data tersebut merupakan data2 point topografi === maka
lebih baik kita kasih nama missal “topo_170106p5”
Default Control
Perhatikan saja 2 hal yaitu : display definition & class
Display difinision : maksudnya mau kita kasih warna apa data2 tersebut
Class ; karena data tersebut merupakan titik survey topografi maka kita pilih “point”
9
Lalu “OK”
Nah berarti kita sudah mempunyai lebar kertas “layer” bernama topo_170106p5 yang kita simpan didesign file
or laci “topo”
Lihat hasilnya
buka design file “Topo”,pilih layernya
10
Sekarang kita sudah mengetahui area dari project kita, dari informasi grafik topografi diatas, apakah seluaruh
area akan kita evaluasi atau hanya pada sebagian area saja (sesuai dengan data bornya),,, okay untuk
pembelajaran awal dan untuk lebih mempermudah anggap bahwa seluruh area tersebut akan kita evaluasi,
Oleh sebab itu, maka kita harus membuat yang nama nya “SHEET_SPEC”, sheet adalah batasan yang kita
berikan ke mesin yang mengatakan bahwa hanya area didalam sheet tersebut yang akan dievaluasi,
Okay, Clear……………..
12
Grid itu semacam, jaring2, dimana titik2 pertemuan antar block/cell dijaring2 tersebut akan berfungsi sebagai
penyimpan data.
Kerangka/batasan terluar dari grid tersebut mana ?.... yaitu pergunakan sheet yang sudah kita bentuk…
Nah sekarang gimana caranya kita membuat Sheet_SPECH
select page /open product/stratmodel
13
file spec-grid file “ketik nama topo yg akan dibuat grid (master5_grid)
Distance unit > pilih meters
Value > master5_grid(samakan dengan nama grid file)
17
Muncul layar sheet defenition > ketik sheet name : ketik topo_sheet (sheet name : mau kita beri nama apa sheet
tersebut,usahakan nama sheet itu mewakili suatu nama pit tertentu
kemudian kita range topo yg akan dibuat grid (minimize semua perintah,agar leluasa dlm memilih area
diwindows
18
maximize perintah grid spech > kita telah punya sheet spech name :”master5 sheet”
lalu untuk grid spech name>samakan namanya dengan sheet name,tapi dibelakangnya dirubah menjadi
_gridspech.
Untuk defenition akan muncul secara otomatis
Pada kolom2 isian dibagian “defenition” semuanya tidak perlu diubah,hanya 1 kolom yang perlu kita ubah yaitu
“coloum cell size” : masukkan berapa ukuran jaring2 kita...........setelah itu kita masukkan suatu nilai
tertentu,selalu sheet name tiba2 kosong,oleh sebab itu harus kita pilih kembali
lalu “OK” sampai langkah ini ,berarti kita sudah mempunyai sheet spech dan grid spech.
20
grid spech name > pilih grid spech yg telah kita buat “topo_gridspech”
lalu “ok”
Untuk output
grid file > pilih “master5_grid”yg telah kita buat
value > pilh “master5_grid” secara otomatis
value unit category > pilih depth
unit > metres
controls
grid spech > pilih topo_gridspech (yg telah kita buat tadi)
interpolator > pilih contour/height
sheet spech > pilh topo_sheet (yg telah kita buat tadi)
22
Kita ingin lihat dan cek grid spech & sheet spech(batasan/kerangka & jaring2)
Grapich \ Ancillaries \ grid
23
23
3. MODELING STRATMODEL
Masukan / ketik apa nama Schema (kembali seharusnya nama schema menunjukan suatu lokasi or project
tertentu)
Contoh : taj5_master
24
Tab Default
Pilih, Interpolator, Power/order serta search radius yang akan kita gunakan
terdapat 4 interpolator yg digunakan dlm stratmodel
inverse = inverse distance
planar = triangulasi dengan extrapolation
height = mincom interpolator,inverse distance dan trend
FEM = finite element method untuk stratmodel
25
Tab Lithology
Jika lubang bor yang akan kita load kedalam model tidak mendiskripsikan lithology maka kolom ini kita
kosongkan saja.
26
Tab Element
3. Jika kita ingin memasukkan zone pelapukan, maka kolom pertama masukkan nama Weat or BHWE
or W (yg artinya weathering).untuk sementara kosongkan saja.
4. Kolom ke 2 dan seterusnya, masukkan nama seam batubara, berurut dari seam termudah hingga
tertua
5. Type, untuk weat adalah surface, sedangkan untuk batubara adalah interval
6. Relationship dan continunity samakan seperti diatas
Ingat tab divider ini hanya untuk batubara yang dikatagorikan sebagai Element (batubara yang merupakan
percabangan)
27
Tab Compound
ELEMENT
COMPOU A1
ND
A
ELEMENT
A2
28
Tab Survey
29
Tab Conformable
1. Untuk Name, no 1, sesuaikan dengan nama apa kode weathering zone, lihat tab divider element
2. untuk nama, no 2, selalu tulis kan COAL
3. Trend surface, untuk Weathering tren nya kita mengikuti trend surface topografi
4. trend Coal, kita akan pilih seam mana yang akan kita pergunakan sebagai tren dari model2
strukutur batubara
6. lowest interval untuk batubara ; pilih sama batas bawah mana ternd tersebut akan batubara
tersebut
30
3.2. SETUP DISPLAY DIFINITION
Yaitu men set, warna untuk tiap-tiap seam batubara (interval) dan surface nya.
Curent model “ok”
Setup / Display Defs / Interval
Pilih nama schema nya, secara otomatis mesin akan membarikan nama Interval nya, kita hanya menentukan
color dan lain2nya
31
4. IMPORT DRILL HOLES DATA
Dalam melakukan import drillholes ada 2 macam data yang perlu kita siapkan, yaitu format survey dimana data2
didalam nya berisi Holename, X, Y, Z, dan Total depth
Sedangkan format yang lainnya adalah Litologi format dimana data2 didalmnya berisi Holename, Stratigrafi Unit
(nama Seam), From, To, dan lithogi jika ada.
Bikin teratur, misal lebar (colom wodth) masing2 kolom 10 atau 15, rata kanan, 2 desimal
32
Sedangkan contoh format Lithology txt
Perlu diingat,karena kita sedang bekerja berurusan Permodelan,maka product minescape yang kita buka
adalah Stratmodel
33
Drillholes / Import
Schema : masukkan nama schemanya yang telah kita buat
Input :
Surv data file ; masukkan data format survey Surv
Lithology data file ; masukkan data format lithology Lith
Output ;
Design file ; buat design file or laci yang khusus untuk urusan drillholes, jika belum memiliki, letakkan kurson
pada colom isian, click kanan create ; lalu beri nama design file ; dholes or drillholes
Layer ; garfish dholes yang akan kita import tersebut akan kita gambarkan di layer/lembar kertas apa, missal
krna data pit1 maka missal nama layer ; dholes_pit1
Survey report file ; adalah report yang akan diberikan oleh mesin sehub dengan proses import kita, apakah ada
kendala2, nah report ini akan kita beri nama apa
Control :
Kontrol ini maksudnya kita mendefinisikan dan memberitahu si mesin apa nama masing2 kolom dari data Surv
dan lith_
34
Secara umum si mesin sudah menyiapkan format2 seperti format geodas, geodas2 dan lain2 sebagainya,
dimana format2 tersebut telah fix/pasti urutan2 kolomnya,kita juga bisa membuat format survey dan lithology
sendiri sesuai dyg kita mau
Sedangkan data kita adalah format sederhana yang kita buat sendiri,oleh sebab itu kita harus membuat
control,baik itu untuk format survey atau lithology yang menjelaskan atau mendefinisikan urutan dari masing2
coloum
Cara membuat format control, letakkan cursor tersebut pada kolom isian format survey / click kanan / create
35
Jika dicentang berarti software akan membaca secara jumlah/urutan “coloum”
Letakkan curson pada kolom isian format lithology / click kanan / create /
Name : tuliskan misal “lith”
36
Kolom isian replace dholes & replace stratigrafi unit dicentang jika kita menginginkan data2 yang lama di
replace
Survey display Definition ; adalah warna dari titik dholes tersebut
Logged display Definition ; adalah warna dati titik2 bor yang tidak mempunyai lithology nya
OK…..
37
Editing drillholes
38
5. RUNNING TABLE & GRID SCHEMA
Table > schema / process / build table
Input
Design file ; dholes
Search layer ; layer/lembar kertas dimana kita mengambarkan/ grafis dari drillholes tersebut
Output ;
Report file ; ketikkan nama yang berfungssi si mesin akan memberitahukan kita jika terjadi sesuatu sehub
proses build table tersebut
Optional
Penetration file ; lewatkan saja
Constraint file ; lewatkan saja
Sheet Spec : masukkan batasan dari pit/or project kita
Lalu “OK”
40
Lalu “OK”
40
[Link] SECTION (KORELASI DRIL HOLES)
LANGKAH BERIKUTNYA ADALAH PROSES KORELASI DATA2 LUBANG BOR, PROSES KORELASI INI
DILAKUKAN DENGAN CARA PEMBUATAN CROSS SECTION - LONG SECTION ATAUPUN DIAGONAL
SECTION DARI TIAP2 LUBANG BOR
Lalu buat2 garis cross section, long section ataupun diagonal section untuk melihat struktur atau korelasi
batubara dari segala arah
41
12. CREATE SECTION MODEL
Tab Divider ; IO
Schema
Masukkan nama schema nya, pilih model type yang grid
Model dan drillholes di centang
Input
All surface & Use All Interval di Centang
Alternative topografi ; surface topografi dari grid
Drill holes design file : pilih design file / laci untuk menyimpan gambar2 or lembar kertas or layer namanya apa
Drill holes search layer ; apa nama gambar2 or lembar kertas or layer yang berisikan drill holes – drill holes
tersebut
Output
Design file : karena bentuk gambarnya akan merupakan bentuk gambar 2 dimensi (sayatan), maka kembali
kita buat design file / laci baru yang nantinya akan berisi gambar or lembar kertas or layer dari sayatan
penampang 2 dimensi tersebut
Letakkan kursor pada kolom isian design file / click kanan / create
43
klik :OK”
Pada default layer : ketikan nama lembar gambar/layar dari penampang tersebut.
43
Untuk location section 2dimensi yang kita buat
2D X origin : isi koordinatnya,klik kanan,delect row > fill down (untuk mencopy koordinat sampai baris terakhir)
2D Y origin : isi koordinatnya,klik kanan,delect row > fill down > generate
base values : koordinat
name type : counter,value(star awal),step (jarak baris section)
Lalu “OK”
NAH LAKUKAN DEH KORELASI DISETIAP TITIK2 BOR NYA, JIKA ADA PERBAHAN NAMA SEAM
BATUBARA DISUTAU DHOLES TERTENTU, UBAH DEH, DENGAN CARA DRILL HOLES / EDIT / PILIH NAMA
BOR HOLE NYA / TAB DIVIDER DOWNHOLES = GANTI NAMA SEAM NYA,
BEGITU TERUS CHECK2 DAN STELAH MERSA CUKUP == JALANKAN KEMBALI VALIDASI SCHEMA / PROSESS / BUILD
TABLE = SCHEMA / PROSESS / BUILD GRIDS == BIKIN LAGI CROSS SECTION NYA,
Apakah kita sudah puas dengan model structur
KATAKAN BAHWA KITA SUDAH SELSAI MELAKUKAN KORELASI DAN SUDAH YAKIN TERHADAP MODEL
STRUKTUR BATUBARANYA, MAKA LANGKAH SELANJUTNYA ADALAH ;
45
[Link] SUBCROPLINE
GRAPHIC / eXTENT / MULTY
Input ;
Masukkan nama2 seam batubara yang akan kita buat subcrop line nya
Output
Design file ; kembali karena ini akan menghasilkan grafis / lembar kertas yang sehub dengan structur, maka
akan lebih baik jika kita buat design file / laci baru ; SUBCROPE
Attribute ; pilih line apa yang mo kita bentuk subcrop or outcrop, lalu roof nya atau floor nya
47
Tab : Limit > master5_sheet
Tampilan outcrop
48
[Link] CONTOUR STRUCTURE
Graphich \ Contour \ multi
schema name :Taj5_master
Input : Interval seam
attribute :roof&floor (data yg kita inginkan dibuat contour)
suffix : pengkodean layer contour
contour interval=1,anotation frequency =5
Tab : Controls
Smothing : Point
centang Shaded / rainbow / reverse colouring untuk model contouring kita inginkan
49
Tab : Domain
Design file kosongkan saja datanya
Tab : Limits
sheet spech : master5_sheet
Tab : display
colour mayor,minor contour,value contour.
51
Untuk value unit cathegory pilih “decimal2”, untuk unit dipilih “stnd metric”, untuk bagian control ada grid spec
diisi dengan grid spec sesuai yang kita buat awal.
52
13. Membuat post( posisi,name seam,ketebalan drillholes)
52
Tab : Controls
Selection expresion : kosongkan saja
Location expresion : Collar
Post drill holes name : centang posisi drillholes
Text line angle : 90 (sesuai dgn yg diinginkan)
Text juctification : centre
Text distance : 10 (isi sesuai dgn yg diinginkan)
Text line spacing : 10
Tab Defenitions
Post syimbol : Post_symbol
Post text : Post_text
54
[Link] QUALITY
a. Quality definition
Sebelum kita mengimport data quality, kita harus membuat quality definition dulu apa ja parameter – parameter
quality yang akan kita masukan. Caranya : minscape explorer \ qualities \ quality definition “create”>data quality
pertama yaitu rd , deskripstion bias di isi dan bias tidak ini merupakan keterangan dari (rd) = “rate density”>code
for recources : sama dengan” QUALITY
code for dilution “drd” (selalu diawali d…tbh parameter qualitynya) first quality weight : untuk rd tidak dibuat,
karena rd merupakan sebagai parameter pembanding terhadap satuan parameter yang lain.
Untuk unit pakai “stnd metric”
untuk parameter selanjutnya sama dengan “rd” di atas kecuali untuk first quality weight adalah rd. dan untuk
“cv” unit kategorinya adalah “decimal0” karena satuan untuk CV (kalori ) tidak ada angka dibelakang koma cth :
5200, 4800
55
Buat quality defenition untuk setiap quality name: CV,FC,IM,ASH,TM,TS
Quality CV (Caloric_value)
55
Quality IM (Inherent moisture)
56
Quality TM (Total moisture)
57
Quality VM (volatile moisture)
58
c. Quality model
Tab defenition
Quality \ qoality model \ create model
Model spech : buat name model quality >>qual_1
Description : kosongkan saja
Code for model : Q_
Default interpolator : inverse/height
59
Default Quality
Quality \ default \ create
quality model akan terisi otomatis sesuai yg kita buat tadi
Quality defenition : RD
Global default resource : 1.3
Global default dilution : kosongkan/isi bila perlu
60
Default Quality
contoh data quality (txt)
quality_p5.txt
61
Import quality
Quality \ import quality \ DH-Load user defined
schema : taj5_master
quality model : qual_1
Input
data files : quality_p5.txt
drillholes design file : d_holes
Output
table file : quality_p5
Report file : quality_p5(samakan file name nya)
Controls
centang top/bottom dephts
quality :RD,TM,IM,VM dll (data yg ada mau kita import)
fixed format : no
star position & length/token
62
Tab format
Fixed format : kosongkan saja,jangan dicentang
star position :
holes names : coloum1 dan coloum1
interval names : coloum1 dan coloum 2
Top : coloum1 dan coloum 3
Bottom : coloum1 dan coloum 4
Tab coloums
holes name : hole name
interval : seam
from depth : samplefrom
to depth : sampleto
63
[Link] composite
Quality \ composite
Tab coloums
Isi sesuai windows dibawah ini
select schema name,model type,quality model
Input
Raw table :quality_p5,data yg telah kita import quality (centang use sample depths)
Output
Report file name: quality_p5comp
64
Tab Qualities
Names : select names qualities
Tab output
interval : seam
composite tables : qual_comp5
65
Tab controls :
interval minimum thickness : 0.1
perintah lain kosongkan,
target moisture : addpercent
66
Membuat contur structure
[Link] surface & expression
Minescape explorer \ surface \ expression
67
Begitu juga dengan expression seam D,ini digunakan apabila kita membuat design,lantai dasar/floor sampai
batubara seam C/D saja
68
expression surface defenition
surface names : totfl_CD_master (surface total floor seam CD)
schema name : taj5_master
expression : ketik rumus nonmiss(DL_floor,DU_floor,D_floor,CL_floor,CU_floor,C_floor)>sesuai dengan
seam yg ada,dari lapisan terbawah sampai teratas
69
70
72
[Link] (tempel polygon dengan elevasi floor)polygon/batasan design dengan total floor seam mana yg akan
kita buat design sebagai lantai dasarnya.
Edit \ drape
muncul windows seperti dibawah ini
input : totfl_D_master
ada 3 macam function kita drape suatu object/polygon : expression,surface,height
kita ambil contoh dari surface
sampling density : 10(berarti per 10meter kita drape)
klik “cad apply” > select object polygon dgn klik 2x > setelah ter drape,menu kembali sepert semula,lalu cancel.
73
Membuat wall definisi (highwall & lowall)
strip design \ tag design segments
muncul windows tag design segment
input
type of tagpoint : pilih side wall
side defenition : klik kanan untuk membuat create defenition baru
misalnya hw57(berarti highwall sudut 57)
side defenition : hw57
display defenition : blue
star angle : 57
end angle : 57
tab offset
star offset & end offset : kosongkan saja dulu,karena kita membuat solid overall slope(tanpa bench)
klik save > lalu “OK”
Lalu menu kembali seperti mula,dan select kembali side defenition “hw57” > pick 2x object polygon
keluar perintah “enter strip name (optional): ketik name nya (5A_MASTER) > enter
Kita telah mempunyai object polygon/batasan dalam mendesign) dengan nama “5A_MASTER”dengan overall
57 derajat.
74
Kita bisa membuat batasan polygon dengan 2 type overall slope : high wall & lowall
misal dengan untuk lowall sudut 45 derajat
Lakukan seperti yg diatas dengan cara select daerah lowall
75
MEMBENTUK SOLID
membuat Project solid
untuk check batter blok kita sudah dibuat atau blm masuk ke minscape explorer
76
tab pit generation
defenition name : ketik nama rulles > rule_dp5up
bench defenition : kosongkan saja
schema : taj5_master
model type : grid
Projection rule set :
centang disable automatic generation
select project up atau project down (proses pembuatan solid dari down(total floor) ke up topo original atau
kebalikanya,dari up(topo original) ke bottom(total floor)
example: karena polygon kita telah didrape ke total floor _D,jadi kita select poject up
angle : 57
offset : dikosongkan saja,karena kita pakai overall slope
operation >locate (location polygon/batasan design)>surface-totfl_cd_master
operation>projectup>surface master5_grid
kita bisa membuat lebih dari 1 pit projection rules,dengan merubah operation dan surface,project up/project
down polygon batasan design yg kita buat
setelah selesai lalu “OK”
77
kembali ke menu awal generate solid,
select pit projection yang telah kita buat tadi : rule_dp5up
notes : biasakan penggunakan perintah apply dalam pengoperation minescape,agar apabila ada kesalahan
dalam penggunaan perintah dan data bisa terlacak,dan tersimpan
kita telah mempunyai solid dari design seam d,seperti gambar diatas yang bisa kita lanjutkan dengan
perhitungan volume
78
[Link] RESERVE
Reserve \ sample \ solid
schema : taj5_master
model type : grid
quality : qual_1
input solid
solid : select solid yg telah kita buat tadi : 5a_master
output
table file : vol_sol_5a_master
setup/controls : centang data2 yg diperlukan dalam perhitungan volume
79
masuk ke interval di reserve intervals masukan seam yang akan kita hitung . dalam “selection expression”
merupakn command untuk mendifinisikan perhitungan yang akan kita buat . terlihat “ thick(‘A’)>0.35” berarti
bahwa seam A yang tebalna kurang dari 0.35 meter tidak dihitung sebagai batubara. Begitu juga selanjutnya
untuk seam yang lain dibuat expressinya.
80
Tab subset :
yaitu membuat volume per level yang kita inginkan
subset : L100_L95
upper subset :RL100
lower subset : RL95 (berarti volume diantara level 100-level 95(ketebalan 5m)
upper/lower subset adalah surface expression,kalau belum ada kita bisa membuatnya dulu dengan cara klik
kanan>create seperti tampilan dibawah ini dari level tertinggi sampai level terendah
81
Tab quality
qualities : select data quality yg kita butuhkan dalam perhitungan volume
washabilty : kosongkan saja
lalu “apply”
82
REPORT VOLUME
dengan cara klik kanan di coloum table file volume > report
input
table file : vol_sol_5a_master
selection expression : select data reportnya : ratio
output
report file : vol_sol_5a_master
name components : kosongkan saja
lalu “apply”
selanjutnya melihat hasil report dengan cara klik kanan direport file >view
83
12. CREATE BLOCK / STRIP
sebelum menjalankan proses generate block,kita harus membuat garis section diantara design yang telah kita
buat seperti gambar dibawah ini dari perintah “draw line”
membuat BLOCK
strip design > generate strip
input
select s buah line block dengan cara pick line nya satu persatu sampai keluar ID line
select polygon design
output
design file :otomatis tersimpan diblock
layer : bs_5a_m1
output element type : select polygon
controls
strip mode : leave
strip widhth :150 untuk minimum,average,maximum>centang paralel lines
strip naming
M4B (prefix)code untuk block
01 (counter) star block
1 (increnment)
84
Tab side defenition
pilih tag design segment star sampai finish endwall
lalu “apply”
kemudian lakukan pembuatan STRIP dengan cara yg sama seperti pembuatan block dengan nama layer yang
sama untuk strip.
Select 2 buah line strip > isi strip widhts 75 untuk minimum,average,maximum
strip naming buat M4S untuk code strip,yang lain disamakan saja
untuk tab side defenitions samakan seperti BLOCK,atau kombinasi tag design segment lalu “OK”
85
lalu kita gabung menjadi satu block & strip dengan strip intersect
strip design \ strip intersect
86
lalu “OK”
87
88
89
[Link] SOLID BLOCK STRIP
Reserve \ sample \ solid
proses reserve sama seperti yang perhitungan sebelumnya,interval,geolody,subset,benches,qualities yang
beda di input solid saja
select semua solid blocknya dengan code 5A_M1B01S01,dst
output
vol_sol_bs5am1
lalu “apply” buat reportnya
90
[Link] DESIGN / RAMPS
Polygon design hw57 ubah menjadi hw68(single slope dengan sudut 68),dengan cara
edit polygon dengan “convert to line”sehingga hilang code& name block hw68,
kemudian convert kembali dengan “convert to polygon”
91
buat single slope hw68
tag design segment create
side definition : hw68
angles star & end angles 68
offset star & end offset 2.5 (berarti lebar bench 2.5 meter)
save,lalu “OK”
cad apply polygon,create name 5a_bench
kita telah punya polygon single bench angles 68,name block 5a_bench
92
Generate design crest & toe
strip design \ ramp \ project and offset
select bench kemudian element
93
Tab setting
layer
out put layer : dgn_5a_M1 untuk crest line,toe lines,ramp lines,ray
display defenitions : seperti dibawah ini
controls
bench spec : bch_p5X,apabila belum ada,klik kanan create
94
muncul windows define bench/level
defenition name : bch_p5X
schema : taj5_master
calculate bench
bench name prefix : X5A_
star bench number : 1
end bench number : 15 (jumlah bench yang akan diprosess)
start elevation : 10 (elevation terendah floor polygon design)
bench height : 10 (meter)
mid bench height : 5
design elevation UP/BOTTOM,select UP
lalu klik calculate
muncul secara otomatis bench/level name : X5a_01,bottom elevation : 140,top elevation : 150,mid/slice
elevation,design elevation : UP
lalu “OK”
95
kembali ke menu awal operation
96
software akan melakukan proses bench,seperti hasil gambar dibawah ini
97
kita telah mempunyai design total floor terendah level 0 – level 150
maka kita harus memotong design tersebut (intersect element) terhadap project up topo original
windows explorer \ surface \all surface \ Prosses
98
muncul windows seperti gambar dibawah ini
input/output graphics
design file : block
search layers : dgn_5a_M1
input surface to intersect
schema : taj5_master
model type grid
surface exoression : master5_grid (topografi original)
output intersection point
centang generate entersection point
design file : block
grapich layer : dgn_5a_M1_int
display defenition : red
controls
centang clip element dan clip above
sampling density : 5(per 5 meters)
lalu “OK”
99
kita telah mempunyai design dari project UP dari total floor yg ada diproyeksikan keatas,memotong topografi
original dengan single slope hw68
101
[Link] SCHEMA
apabila ada data tambahan berupa data actual roof dan floor batuan,batas pengambilan bekas tambang, maka
kita harus meng edit modeling schema agar terupdate/mendekati dengan model yang sebenarnya
dilapangan,tidak hanya berdasarkan data bor,
schema \ edit
select schema yg akan diedit
[Link] tab : survey
survey data
unit name : seam batuan
data type : roof/floor batuan
design file : file tersimpan dimana
search layer : cari layernya apa
(survey data berupa txt,auto cad dsb)
102
[Link] limits
name : seam batuan
domain ID : number line polygon limit (dengan cara klik kanan,pick object polygon)
inclusive : yes
description : code polygon
Lalu “OK”
103
built Grid
lalu “OK”
105
[Link] RAMPS
Membuat kombinasi design ramps
strip design \ ramps \ insert ramps
lalu muncul windows seperti dibawah ini
isi lead in distance,lead out distance,ramp width,lead offset,sample length,select ramp type : constant berm type
106
lalu ramp spech : kalau belum ada,klik kanan create
defenition name : nama ramp
ramp grade (%) : 10
ramp offset : 30
dis[lay defenition : ramp
lalu save “OK”