Biaya Hidroterapi dan Manfaatnya
Biaya Hidroterapi dan Manfaatnya
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hidroterapi (hydrotherapy) yang sebelumnya dikenal sebagai hidropati
(hydropathy), adalah metode pengobatan menggunakan air untuk mengobati penyakit
atau meringankan kondisi yang [Link] terkait dengan terapi
hidrotermal, dimana suhu air yang diubah-ubah digunakan untuk
[Link] air sebagai terapi bukanlah konsep baru. Metode ini
telah digunakan berabad-abad lalu dalam berbagai kebudayaan seperti Cina, Jepang,
Mesir, Yunani, dan Romawi misalnya, orang-orang Yunani menjadikan mandi
sebagai terapi. Begitu pula bangsawan mesir yang menambahkan bunga dan minyak
esensial ke dalam air mandi mereka. Hippocrates, yang dijuluki sebagai bapak
kedokteran menyarankan mandi di mata air untuk meringankan berbagai penyakit.
Pada abad ke-19 Pastor Sebastian Kneipp, seorang biarawan dari Bavaria merupakan
orang yang berjasa menghidupkan kembali terapi air. Saat ini, terdapat berbagai
metode yang digunakan dalam hidroterapi seperti mandi air hangat, mengompres,
membilas, menggunakan uap air, sauna, dan sebagainya. Hidroterapi digunakan untuk
mengobati berbagai masalah tulang belakang, ankylosing spondylitis, dan arthritis.
Hidroterapi juga digunakan untuk orang yang menderita kelumpuhan, stroke, dan
luka bakar. Hidroterapi juga adalah salah satu pengobatan terbaik untuk beberapa
jenis rasa sakit, termasuk sakit kepala dan arthritis. Bahkan, tingkat pemulihan yang
begitu baik yang telah digunakan dalam beberapa sesi pemulihan pasca operasi.
1
A. Rumusan Masalah
B. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui apa defenisi dari hidroterapi
2. Untuk mengetahui apa manfaat dari hidroterapi
3. Untuk mengetahui tehnik pengobatan dengan hidroterapi
4. Untuk mengetahui jenis-jenin perawatan dari hidroterapi
5. Untuk mengetahui prinsip dari hidroterapi
6. Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikasi dari hidroterapi
7. Untuk mengetahui penatalaksanaan terapi air pada penderita stroke
2
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Defenisi
Menurut peraturan menteri kesehatan republic Indonesia nomor
1205/Menkes/per/X/2004 tentang pedoman persyaratan kesehatan pelayanan sehat
pakai air (SPA) terapi air (hidroterapi) adalah penggunaan air dan atau dengan
ramuan bahan alam (tumbuham, mineral, minyak atsiri, garam, susu, lumpur, lulur)
untuk perawatan kesehatan tubuh, dengan mengatur suhu, tekanan, arus, kelembaban
serta kandungan air.
Hidroterapi adalah tehnik atau cara perawatan tubuh dengan menggunakan
bantuan air (hangat, panas, dingin, uap air, air es) baik diam maupun bergerak
(berupa arus atau semburan air yang ditimbulkan secara elektronik atau alamiah)
dapat memberikan efek pijatan dan stimulasi jaringan kulit dan otot dengan berbagai
keuntungan, antara lain: melancarkan sirkulasi diseluruh tubuh melalui efek tekanan
hidrostatik pada pembuluh darah dan limfe, relaksasi otot. Merangsang pembuangan
sampah metabolic atau racun(toxin) dari dalam sel ke aliran darah dan melalui kulit.
Hidroterapi menggunakan air dengan berbagai suhu. Aspek perbedaan suhu inilah
yang paling efektif dalam proses penyembuhan. Dalam hidroterapi penerapan panas
dan digin pada suhu dan waktu yang tepat akan membuat tubuh berkonsentrasi pada
pembersihan, pertumbuhan, dan perbaikan. Penerapa suhu air yang keliru dan terlalu
lama menyebabkan tubuh menghentikan proses perbaikan dan menggantikan dengan
proses perlindungan atau pertahanan. Hidroterapi akan memberi manfaat yang
optimal jika suhu air diganti tanpa memicu munculnya perlindungan dan pertahanan
tubuhyang bersifat negatif.
3
B. Manfaat hidroterapi
Terapi air merupakan pengobatan unggulan yang bermanfaat untuk beberapa
rehabilitas syaraf, tulang, otot, sendi, manfaat hidroterapi antara lain :
1. Merelaksasikan otot
2. Memperbaiki pola jalan dan postur tubuh
3. Mengurangi nyeri, bengkak, kaku otot dan sendi
4. Meningkatkan fungsi jantung, sirkulasi darah dan pernafasan
5. Meningkatkan kemampuan fungsional dan kualitas hidup
6. Memperbaiki keseimbangan dan kordinasi
7. Memperbaiki lingkup gerak sendi
8. Menyembuhkan stroke
9. Memperbaiki nyeri sendi lutut dan penyakit rematik, scoliosis, gangguan
perkembangan anak.
10. Membantu pemulihan pasca operasi, pasca cedera olahraga dan melahirkan.
4
lemah dan [Link] diketahui mandi air hangat sekejap ternyata memiliki efek
yang cukup berbeda dengan mandi air hangat yang agak lama.
Tidak ada manfaat yang bisa dipetik dengan memperlama mandi air hangat.
Berendam dalam air hangat tidak hanya bermanfaat bagi saraf-saraf permukaan
melainkan juga bagi sistem saraf otonomis (yang normalnya berasal di luar kendali
kita) maupun kelenjar-kelenjar penghasil hormon, terutama adrenal menjadi kurang
aktif. Mandi diperlama dengan cara berendam akan memiliki efek yang berlawanan.
Mandi Netral
Dipermukaan kulit terdapat banyak ujung saraf dan ujung-ujung saraf tersebut
berhubungan dengan penerimaan rangsangan. Lebih banyak di antara ujung-ujung
saraf merupakan penerima dingin dibandingkan penerima panas. Rangsangan
tersebut memiliki pengaruh pada sistem saraf simpatetik dan dapat mempengaruhi
sistem hormonal tubuh. Semakin besar perbedaan antara suhu kulit dan air yang
dikenakan ke kulit, semakin besar pula potensi timbulnya reaksi fisiologis.
Sebaliknya, air yang suhunya sama dengan suhu tubuh memiliki efek pereda rasa
nyeri dan pengendur yang mencolok terhadap sistem saraf. Kondisi ini sangat penting
5
yang diperlukan dalam keadaan stres dan bisa menghasilkan perkembangan dengan
apa yang disebut ”mandi netral”.
Sebelum dikembangkannya obat penenang, metode yang paling andal dan efektif
dalam menenangkan pasien yang gelisah adalah dengan menggunakan mandi netral.
Pasien dimasukkan ke dalam sebuah wadah air yang suhunya dipertahankan antara
33,5 derajat C dan 35 derajat C (92 oF dan 96 oF) sering kali sampai selama lebih
dari tiga jam dan terkadang sampai selama dua puluh empat jam. Jelasnya cara seperti
ini tidaklah praktis untuk rata-rata orang yang mengalami ketegangan pada saat
sekarang ini. Akan tetapi, sebagai langkah pertolongan diri, mandi netral bisa
dijadikan alat untuk meredakan sakit pada sistem saraf jika digunakan dalam jangka
waktu yang relatif pendek. Suhu airnya perlu dipertahankan pada tingkat yang disebut
di atas dan hendaknya digunakan termometer khusus untuk mandi.
Berendam selama setengah jam seperti ini akan memiliki efek menghilangkn rasa
nyeri atau bahkan efek yang menimbulkan rasa kantuk. Cara ini tidak mengakibatkan
terjadinya ketegangan pada jantung, sirkulasi darah, atau sistem saraf dan dapat
menghasikan relaksasi otot maupun relaksasi dan vasodilatasi pembuluh darah.
Semua efek ini bisa mendorong munculnya relaksasi. Mandi dengan cara seperti ini
bisa digunakan bersama-sama dengan metode relaksasi yang lain seperti meditasi dan
teknik-teknik pernapasan, sehingga menghasilkan stres. Mandi seperti ini bisa
dilakukan setiap hari jika memang perlu.
Mandi Uap
Mandi uap bisa digunakan untuk mengeluarkan keringat dan terbukanya pori-pori
kulit dan memilki efek menyegarkan dan membersihkan badan. Tubuh mungkin
mampu mengeluarkan zat-zat yang berbahaya dengan mandi uap dan di akhiri dengan
mandi dingin.
Mandi Sitz
Mandi sitz biasanya diberikan untuk mengobati kondisi-kondisi yang
menimbulkan rasa nyeri yang disertai kulit robek seperti wasir atau luka pada anal
6
dan juga sakit ringan yang bisa mempengaruhi organ kemaluan dan kencing. Pasien
duduk ditempat mandi dengan rancangan khusus yang mempunyai dua bagian
terpisah, satu ruang diisi air dingin dan ruang lainnya air panas.
Pertama-tama, pasien duduk ditempat air dingin sampai terendam pinggul dan
perut bawah dengan kaki berada di wadah yang berisi air dingin. Setelah tiga menit,
pasien mengubah posisinya dengan duduk di bagian air dingin dengan kaki di air
panas.
Pembungkusan (Wrapping)
Pembungkusan (wrapping) digunakan untuk pasien yang mengidap penyakit
bronkitis, nyeri punggung dan kondisi-kondisi demam. Kertas basah yang dingin
yang telah diperas dibungkuskan ke tubuh pasien, setelah itu disusul dengan
pembungkusan menggunakan kertas kering lalu selimut hangat. Bungkusan tersebut
didiamkan sampai kertas bagian dalam yang basah tadi telah mengering dan
kemudian tutupnya yakni kertas kering dan selimut hangat dibuka. Tubuh diseka
menggunakan air hangat-hangat kuku sebelum dikeringkan dengan handuk. Kadang-
kadang pembungkusan tersebut bisa dilakukan pada daerah tubuh yang lebih kecil
seperti perut bagian bawah untuk menyembuhkan persoalan khusus pada tubuh,
biasanya sembelit.
Pengepakan Dingin
Pengepakan dingin diuraikan oleh pastor Bavarian yang terkenal di abad ke-19
yakni Sebastian Kniepp dalam risalahnya yang terkenal berjudul My WaterCure,
dibuku tersebut ia menjelaskan manfaat hidroterapi. Untuk melaksanakan pengepakan
dingin Anda memerlukan secarik kain katun yang lebar; kain flanel atau sutra
7
(selimut), lembaran karet untuk digunakan alas di tempat tidur; sebotol air panas,
kancing pengaman.
Pertama-tama, celupkan kain katun ke dalam air dingin, peras sampai tuntas dan
letakkan di atas kain flanel yang telah dihamparkan di atas lembaran karet di tempat
tidur. Baringkan pasien yang akan mendapat pengobatan di atas kain yang basah tadi,
balutkan kain itu ke tubuh pasien dan segera tutupi dengan kain flanel. Pasang
kancing agar kain bisa rapat membungkus tubuh. Sekarang tarik seprai dan beri
sebotol air hangat. Pengepakan dingin ini berubah menjadi hangat, secara berangsur-
angsur selama kurun waktu enam sampai delapan jam dan dibiarkan agar kering.
Biasanya pasien akan banyak mengeluarkan keringat, dengan demikian bahan-bahan
yang telah digunakan itu hendaknya dicuci bersih sebelum digunakan lagi. Jika
timbul perasaan kedinginan yang lembap, kain yang basah tadi mungkin tidak
dibungkuskan dengan baik atau bahan penyekatnya terlalu longgar atau terlalu
sedikit.
D. Jenis-jenis Hidroterapi
Ada jenis perawatan hidroterapi yang dapat membawa meredakan rasa sakit dan
berbagai gejala lain dari penyakit. Hydrotherapy digunakan sebagai teknik fisioterapi
untuk pasien dalam luka pasca fase pemulihan serius dan masalah sakit otot. Hal ini
berguna pada pasien dengan masalah sendi dan cacat fisik yang parah. Beberapa
model terapi air, antara lain: Mandi kneipp,sauna dan uap, Jacuzzi dan rendam air
panas, irgasi klon, berjalan dipantai, watsu, berenang bersama lumba-lumba, mandi
rendam, dan mandi siram air dingin
a. Mandi kneipp
Dinamakan mandi kneipp karena pertama kali dipopulerkan oleh seseorang
warga jerman bernama Sebastian kneipp. Mandi kneipp dilakukan dengan
menggunakan air panas dan air dingin di dua tempat yang berbeda misal dua
bak rendam atau dua kolam renang dengan air yang satu panas dan yang
satunya lagi dingin.
8
b. Sauna dan uap
Dalam sebuah sauna bebatuan dipanaskan sedemikian rupa sehingga ketika
disiram air dan menghasilkan panas yang kering dan bersifat mengisap keluar
racun. Dalam ruang uap dipanaskan sedemikian rupa sehingga menguap
seperti uap air dari ketel yang dipompakan keruangan tertutup sehingga
menciptakan panas basah. Sauna dan uap membantu anda mengeluarkan
racun melalui keringat sekaligus membersihkan kulit. Penegeluaran racun
dilakukan oleh panas kering dan pembersihan kulit dilakukan oleh panas
basah.
c. Jacuzzi
Dalam mandi Jacuzzi, melambung air yang dipanaskan didalam bak rendam
akan disemburkan pada titik-tiktik khusus ditubuh sehingga terasa seperti
pemijatan di kombinasikan dengan mandi air dingin untuk member kejutan
tubuh.
d. Watsu
Watsu menggabungkan penggunaan air untuk menopang tubuh dengan
gerakan peregangan seperti gerakan tarian balet anda akan menyadari tubuh
digerakan ke berbagai posisi dan mengalir dari satu gerakan ke gerakan
lainnya sementara peregangan ditahan dan dilepaskan. Gerakan dilakukan
diantara posisi terbang dan mengapung.
e. Pijat dengan es
Pijat dengan es dilakukan pada semua cedera otot, peradangan dan
pembengkakan disendi, sakit kepela dan wasir, kecuali pada keadaan dimana
rasa dingin dapat menambah nyeri yang anda rasakan. Laporan diboston paint
clinic menyatakan bahwa setelah dipijat dengan es sekitar 78% pasien tidak
merasakan nyeri selama 4 jam. Anda dapat membuat butiran-butiran es batu
yang dimasukan kedalam handuk tipis kemudian masukan dalam plastic
tertutup. Dapat ditekan didaerah nyeri selama 30 menit dan dapat diulang
setiap 1 jam. Anda dapat juga menggunakan kaleng softdrink yang
9
didinginkan dikulkas untuk menekan daerah yang nyeri. Setelah anda merasa
baal/tebal secepatnya es diangkat dari kulit anda
f. Kompres dengan arang aktif
Anda dapat menggunakan 3 sendok makan bubuk arang dimasukan dalam 1
cangkir air kemudian direbus. Dalam keadaan hangat dapat dikompreskan
pada daerah yang nyeri. Biasanya nyeri akan berkurang dalam jangka waktu
5-10 menit. Kompres ini sangat bersifat anti septic dan menyerap bahan yang
toksik . kompres ini sangat ideal untuk mengurangi rasa nyeri pada sendi dan
gigitan/sengatan serangga.
g. Kompres air bergantian
Metode ini merupakan pengobatan standar pada hidroterapi, Kompres dapat
dilakukan seluruh tubuh. anda berbaring dalam posisi terlentang, pertama-
tama digunakan kompres panas dengan handuk yang sebelumnya dicelupkan
dengan air panas kemudian dilapisi lagi dengan selimut. Setelah 20 menit
kemudian ganti dengan handuk dingin (yang telah dielup dengan air dingin).
Tubuh kita akan bereaksi dengan perubahan temperature ini dengan
meningkatkan aliran darah ke organ dalam sehingga tidak hanya
meningkatkan sirkulasi tapi juga menstimulasi sistem kekebalan tubuh. Anda
dapat pula menerapkan metode ini pada daerah tubuh tertentu.
E. Prinsip Hidroterapi
Beberapa prinsip dasar dari hidroterapi sebagai berikut :
1. Aplikasi dingin dapat membantu mengurangi ujung saraf
bebas yang sensitif terhadap nyeri dan dapat mengurangi reaksi
inflamasi yang menyertainya.
2. Aplikasi dingin dan panas dapat mengurangi reaksi kongesti
atau pembengkakkan yang mengakibatkan nyeri dan kekakuan.
3. Aplikasi dingin yang agak lama dapat mengurangi kecepatan
aliran darah sehingga dapat mencegah timbulnya reaksi memar.
10
4. Uap air hangat dapat membantu mengurangi nyeri dada dan
sumbatan sinus.
5. Aplikasi panas dapat mengakibatkan vasodilatasi atau
membukanya aliran darah yang mengakibatkan relaksasi dari
otot.
6. Aplikasi dingin sesaat pada awalnya menyempitkan pembuluh
darah, mengurangi aliran darah, dan jaringan yang bengkak dan
meningkatkan aliran darah pada organ dalam. Setelah Aplikasi
dingin sesaat, pembuluh darah terbuka dan jaringan dipenuhi
oleh darah yang mengandung banyak oksigen.
7. Aplikasi panas dan dingin yang bergantian dapat meningkatkan
drainase dan oksigenasi ke jaringan.
8. Aturan umum, selalu kompres dingin dahulu kemudian
dilanjutkan dengan kompres panas dan diakhiri dengan
kompres dingin.
9. Aplikasi dingin yang lama dapat menekan sirkulasi dan
metabolisme.
10. Aplikasi panas yang terlalu lama dapat membuat
kongesti/sumbatan dan membutuhkan aplikasi dingin untuk
memperbaikinya.
11. Kompres panas singkat (kurang dari 5 menit) dapat
menstimulasi sirkulasi, tetapi kompres yang terlalu lama dapat
menekan sirkulasi dan metabolisme secara drastis.
12. Pasien dengan sirkulasi yang tidak baik atau vitalitas yang
rendah sebaiknya tidak diberikan aplikasi panas atau dingin
tetapi lebih baik aplikasi hangat atau sejuk.
13. Hindari pengobatan dengan hidroterapi setelah makan. Berilah
rentang waktu satu setengah jam setelah makan.
14. Kompres dapat menggunakan handuk kecil yang direndam
dahulu di air panas/ hangat/ sejuk/ dingin. Dapat pula
11
meletakkan batu es diantara handuk bila Anda ingin kompres
dingin. Sebaiknya handuk dibilas dahulu sebelum digunakan
ulang karena sudah menyerap sisa metabolisme dari tubuh.
15. Berendam di air yang hampir sama dengan suhu tubuh ( 33-36
derajat celcius) dapat membantu merilekskan otot-otot dan
sistem saraf. Anda dapat berendam selama 30 menit sampai 4
jam. Semakin lama anda berendam semakin baik sampai anda
merasa rileks. Setelah anda berendam keringkan tubuh dengan
cepat .
16. Berendam di air panas ( 38 derajat celcius ) dapat membantu
mengurangi kekakuan otot dan sendi, meningkatkan sirkulasi
pada jaringan kulit dan di bawah kulit, dapat membantu
mengurangi rasa nyeri umum akibat arthritis. Sedangkan
berendam di air dingin dapat meningkatkan aliran darah ke
organ dalam dan mengurangi reaksi inflamasi.
Pada hidroterapi ada beberapa reflek yang saling berhubungan antara tempat
kompres dan organ yang dipengaruhinya. Beberapa diantaranya :
a) Kulit di telapak kaki dan tangan berhubungan dengan sirkulasi di kepala, dada
dan organ di panggul (seperti kandung kemih, organ reproduksi, prostat).
b) Kulit di bagian dada sebelah bawah berhubungan dengan ginjal.
c) Kulit di muka berhubungan dengan pembuluh darah di kepala.
d) Kulit di dasar leher belakang berhubungan dengan mukosa hidung (hal ini
yang menyebabkan kenapa kompres dingin di leher dapat menghentikan
hidung yang berair).
12
Pada pengobatan hidroterapi, temperatur dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
Panas : 36-40 derajat C
Hangat : 34-36 derajat C
Hangat kuku/suam : 26-33 derajat C
Sejuk : 18-26 derajat C
Dingin : 12-18 derajat C
F. Penatalaksanaan hidroterapi
Beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan hidroterapi
antara lain :
1. Tempat yang akan dipergunakan di cek kebersihannya, air atau larutan
yang akan dipergunakan perlu di atur/apakah sudah sesuai rencana ( yang
telah di programkan).
2. Pengecekan peralatan yang akan dipergunakan secara lengkap misalnya
pusaran/tekanan air sudah berjalan. Pengecekan suhu air .
3. Persiapan pengecekan keadaan umum klien (sehat, tidak sakit kulit, sakit
jantung, dan atau tekanan darah yang tidak terkontrol, dsb)
4. Perlu persiapan handuk dan tempat ganti pakaian.
G. Indikasi
1. stroke
2. Hipertensi
13
3. Penyakit kulit
4. Menstruasi penyimpangan
5. Peningkatan pembengkakan ekstremitas
6. Wasir
7. Selulit
8. Migren
9. Insomnia
Seperti jenis lain dari perawatan, hidroterapi harus ditunjuk dokter-dokter dan
dilakukan secara ketat di bawah pengawasan-Nya.
H. Kontraindikasi
14
BAB III
HIDROTERAPI PADA PASIEN STROKE
DEFENISI STROKE
Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang
ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena
berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke
adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit
pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu. Di Indonesia, stroke
merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan,
menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di
seluruh penjuru Indonesia. Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke.
Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami
gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami
gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur. Di
Amerika Serikat, stroke merupakan penyebab kedua terbanyak kecacatan neurologi
setelah trauma kapitis. Peringkat serebrovaskular (CVA) berada di bawah penyakit
jantung dan kanker sebagai penyebab kematian paling sering di dunia barat, lebih
kurang terdapat 500.000 CVA baru di Amerika Serikat setiap tahunnya, sekitar dua
perlimanya fatal. Delapan puluh persen pasien yang dirawat karena stroke menderita
deficit neurologi yang begitu terbatas sehingga tidak memerlukan rehabilitasi.
Namun, 20% pasien yang dirawat karena stroke memerlukan beberapa jenis
pelayanan rehabilitasi (Susan J.G, 2001: 339).
15
rawat jalan yang tengah menjalani latihan fisioterapi di darat seperti terapi kejutan
elektronik dan sebagainya.
Orang tidak akan pernah mengetahui kapan stroke datang. Untuk mencegah
stroke, maka langkah-langkah yang perlu diketahui dan dilakukan adalah sebagai
berikut:
a. Rutin memeriksa tekanan darah
Tingkat tekanan darah adalah faktor paling dominan pada semua jenis
stroke. Makin tinggi tekanan darah makin besar risiko terkena stroke.
Jika tekanan darah meningkat, segera konsultasi ke dokter. Tekanan
16
darah yang harus diwaspadai adalah jika angka tertinggi di atas 135
dan angka terbawah di atas 85.
b. Waspadai gangguan irama jantung
(attrial fibrillation) Detak jantung yang tidak wajar menunjukkan ada
perubahan fungsi jantung yang mengakibatkan darah terkumpul dan
menggumpal di dalam jantung. Detak jantung ini mampu
menggerakkan gumpalan darah sehingga masuk pada aliran darah,
yang mengakibatkan stroke. Gangguan irama jantung dapat dideteksi
dengan menilai detak nadi.
c. Berhenti merokok dan mengkonsumsi alkohol
Rokok dapat meningkatkan risiko stroke dua kali lipat. Dan sama
seperti rokok, alkohol meningkatkan risiko stroke dan penyakit lain
seperti liver.
d. Periksa kadar kolesterol dalam tubuh
Mengetahui tingkat kolesterol dapat meningkatkan kewaspadaan
stroke. Kolesterol tinggi mengarah pada risiko stroke. Jika kolesterol
sudah tinggi, segeralah menurunkannya dengan memilih makanan
rendah kolesterol. Agar kolesterol dalam tubuh tidak berlebih
sebaiknya asupan lemak jenuh diganti dengan asupan asam lemak tak
jenuh seperti Omega 3, Omega 6 dan Omega 9.
e. Kontrol kadar gula darah
Diabetes juga meningkatkan risiko stroke. Jika Anda penderita
diabetes, konsultasikan dengan dokter, makanan dan minuman apa
yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan gula darah.
f. Olahraga teratur
Jalan cepat minimal 30 menit sehari bisa menurunkan risiko stroke.
Anda juga bisa melakukan olahraga renang, sepeda, dansa, golf, atau
tenis. Pilih olahraga yang memang anda sukai dan lakukan senang hati
dan teratur tiga kali seminggu.
17
g. Konsumsi garam rendah sodium dan diet lemak
Kurangi konsumsi garam bersodium tinggi, mengurangi risiko tekanan
darah tinggi yang mengakibatkan stroke. Selain itu, konsumsi buah,
sayuran dan gandum sangat bermanfaat mencegah stroke.
h. Waspadai gangguan sirkulasi darah
Stroke berkaitan dengan jantung, pembuluh arteri dan vena. Tiga
bagian ini penting bagi sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk dari
jantung ke otak. Ketika ada tumpukan lemak yang menghambat aliran,
maka risiko stroke meningkat. Masalah ini dapat diobati dengan obat,
bisa juga dengan operasi yang mampu mengatasi hambatan di
pembuluh arteri seperti tumpukan lemak.
18
terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri
yang lebih kecil. Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta
percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari
tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut
emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang paling
sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita
kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).
Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari
sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung
di dalam sebuah arteri. Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi
menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan
(misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak
dan menyebabkan stroke. Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan
berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan.
Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini
terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau
pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal Dilihat dari
gejalanya, stroke terbagi atas tiga :
1. stroke sementara (sembuh dalam beberapa menit atau jam)
2. stroke ringan (sembuh dalam beberapa minggu)
3. stroke berat (sembuh dengan meninggalkan cacat, tidak bisa sembuh
total, bahkan dalam beberapa bulan atau tahun kemudian bisa
mengakibatkan kematian).
19
Baik stroke sementara, stroke ringan maupun berat, mempunyai 5 gejala
utama, yaitu :
1. pusing atau sakit kepala tiba-tiba tanpa tahu sebabnya.
2. tiba-tiba kehilangan keseimbangan, koordinasi dan kontrol tubuh.
3. kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua mata.
4. kehilangan kesadaran dan bicara tidak jelas.
5. kelemahan dan kelumpuhan pada wajah, lengan, tangan, terutama
pada salah satu sisi tubuh.
20
Gambar 1. Terapi latihan di air menggerakan tungkai bagi penderita stroke
Penderita stroke, menurut Dr. peni akan lebih mudah berjalan didalam air dari pada
didarat. Tubuh manusia lebih berat karena mengalami gaya tarik bumi atau gravitasi.
Itu sebabnya penderita stroke yang mengalami kelumpuhan cenderung sulit berjalan
didarat. Selain itu, ketika masuk dalam kolam air sebatas pusar, berat tubuh tinggal
50 persennya. Apabila kita berendam dalam kolam air setinggi dada, berat tubuh akan
berkurang 70 persen. Karena itu, latihan yang sulit dilakukan didarat dapat dilakukan
didalam air.
Selama melakukan terapi latihan air, seseorang penderita stroke idealnya dibantu oleh
empat orang pelatih, tiga orang berada didalam kolam renang, sedangkan satu orang
berada diluar kiolam untuk memantau setiap keadaan yang ada didalami penderita
stroke. Pelatih yang diluar kolam bertugasmengawasi keadaan yang ada didalam
kolam. Hal ini dilakukan apabila terjadi sesuatu keadaan darurat, bisa segera tindakan
yang cepat.
21
Gambar 2. Terapi latihan di air dengan alat bantu pelampung bagi penderita stroke
Penderita stroke yang baru pertama kali berlatih berjalan diterapi di kolam
dengan kedalaman 90 cm. penanganan satu kasus dengan kasus lainnya berbeda-
beda, untuk itu, terlebih dahulu pasien harus berkonsultasi dengan dokter rehabilitasi
medic, selanjutnya, program-program latihan baru diberikan. Program terapi latihan
tersebut adalah sebagai berikut: terapi latihan dilakukan dengan jangka waktu 6-8
minggu, dengan durasi 2 kali seminggu, sekali terappi waktunya 1 jam. Dalam setiap
satu sesi terapi, instruktur selalu mengajak penderita stroke melakukan evaluasi
program. Begitu seterusnya sampai program yang ditentukan berakhir. Kunci
keberhasilan penyembuhan ada pada semangat dan kedisiplinan pasien.
Menurut Suharto sebagai dokter spesialis olahraga, renang merupakan salah satu
terapi air (hydrotherapy), bagian dari proses penyembuhan saraf yang terganggu atau
bahkan rusak, sperti stroke, proses penyembuhan dalam air merangsang saraf
sensorik lalu merangsang sel-sel otak didalam air, tekanan tubuh menjadi lebih ringan
sehingga bisa menguatkan ketahanan otot.
Terapi latihan air seperti renang banyak manfaat yang didapat, beberapa manfaat
tersebut adalah ketersediaan oksigen dalam tubuh menjadi lebih baik sehingga
meningkatkan daya kerja otot dan oksegenasi otak. Renang juga memperlancar
sirkulasi darah dan meningkatkan penyerapan oksigen kedalam jaringan saraf,
mengurangi kekakuan otot, membuat jaringan sendi jadi lebih lentur, menurunkan
22
rasa nyeri memberikan efek relaksasi dan meningkatkan kemampuan gerak anggota
tubuh. Namun, terapi biasanya digunakan sebagai “alat” bantu. Bergantung pada
kondisi penderita stroke. Setiap orang memerlukan waktu yang berbeda.
Menurut Neil F. G(2002: 11) dalam beberapa jam sampai beberapa bulan setelah
stroke, banyak penderita stroke secara bertahap mengalami perbaikan sebagian atau
menyeluruh dari kelainan saraf, misalnya kelumpuhan, hilang rasa, dan kekacauan
mental. Tujuan terapi latihan di air adalah membantu mempercepat pemulihan. Badan
adalah bagian yang paling peka di dalam menerima pengaruh latihan terapi selama 6
bulan pertama terjadi stroke, sehingga apabila ada ada usaha yang terterkonsentrasi
untuk memperbaiki saraf yang kurang berfungsi maka cacat akan terhindar.
23
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hidroterapi adalah penggunaan air untuk menyembuhkan dan meredakan
berbagai macam penyakit ringan. Sifat-sifat penyembuhan air telah dikenal sejak
zaman kuno terutama oleh peradaban Yunani, Romawi, dan Turki namun juga oleh
orang-orang di Eropa dan Cina. Temperatur hidroterapi dibagi sebagai berikut panas,
hangat, hangat kuku, sejuk dan dingin.
terapi air ini dapat dilakukan pada penderita stroke secara bertahap sesuai dengan
kemampuan penderita stroke. Beberapa manfaat terapi air bagi penderita stoke adalah
ketersediaan oksigen dalam rubuh menjadi lebih baik sehingga meningkatkan daya
kerja otot dan oksegenasi ke otak. Memperlancar sirkulasi darah dan meningkatkan
penyerapan oksigen ke dalam jaringan saraf, mengurangi kekakuan otot, membuat
jaringan sendi jadi lebih lentur, menurunkan rasa nyeri, merangsang saraf sensorik,
memberikan efek relaksasi, dan meningkatkan kemampuan gerak anggota tubuh.
24
DAFTAR PUSTAKA
Buku terapi alternative dan gaya hidup sehat [Link] mangoenprasodjo dan sri nur
hidayati . Susan G.J. (2001). Dasar-dasar terapi dan rehabilitas fisik: alih bahasa
Anton cahaya widiaia. Jakarta: hipokrates.
Teknik Hydroterapi Bagi Kesehatan. (Oktober 2008). Retrieved from
[Link]
Pengobatan Dengan Hidroterapi. (November 2013). Retrieved from
[Link]
[Link]
1415676779&qs=health
25