Penambahan Valve Isolasi untuk Gland Seal
Penambahan Valve Isolasi untuk Gland Seal
PROJECT ASSIGNMENT
Sebagai Syarat Kelulusan Program Diklat Prajabatan
Diajukan oleh:
WIMPY OVIK SUDIRMAN
447-SME–XXII-2017
i
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
Menyetujui,
Mentor Siswa
Mengetahui,
ii
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
ABSTRAK
Sistem perapat poros (gland seal) pada turbin uap adalah kombinasi labyrinth seal dan gland
steam seal. Fungsi gland seal yaitu untuk sealing clearance antara poros dan casing turbin
yang mencegah uap keluar atau sebaliknya mencegah udara dari luar masuk. Gland steam
seal sendiri didapatkan dari tiga sumber steam yaitu main steam, auxiliary steam, dan cold
reheat steam. Tujuan dari penulisan project assignment ini adalah mengetahui resiko dan
meminimalisir terjadinya kegagalan pada sistem gland steam seal yaitu dengan
menambahkan isolating valve pada jalur bypass pipa main steam menuju gland steam seal
header. Kondisi saat ini tidak ada isolating valve sebelum dan sesudah valve bypass dari
main steam. Manfaat dari penambahan isolating valve sebagai sarana pengisolasi jika valve
bypass utama mengalami kebocoran atau dalam perbaikan. Dengan penambahan isolating
valve pada jalur bypass pipa main steam akan meningkatkan kehandalan sistem gland seal
dan menghindarkan unit dari derating atau bahkan unit stop yang diakibatkan dari
kegagalan sistem gland seal.
Kata kunci : Gland steam seal, isolating valve, bypass valve
Menyetujui,
Mentor Tutor
iii
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan Project Assignmentyang berjudul :
Project assignment ini disusun sebagai syarat untuk menyelesaikan program On The Job
Training Diklat Prajabatan Angkatan XXIIPT. Indonesia PowerUnit Jasa Pembangkitan
PLTU Banten 1 Suralaya. Selama proses penyusunan project assignment ini, penulis banyak
memperoleh bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun secara moril. Oleh
sebab itu pada kesempatan ini penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Allah SWT atas segala limpahan nikmat dan rahmat-Nya, yang telah memberikan
petunjuk serta kemudahan dalam kami belajar dan dalam penyusunan laporan ini.
2. Bapak Ahmad Burhani selaku Mentor On The Job Training.
3. Bapak Azis Yuswandi selaku Tutor On The Job Training.
4. BapakNur Cholis, Saudara Masruri, dan teman-teman Cogindo Daya Bersama selaku
pengajar dan pendamping On The Job Training.
5. Kedua orang tua, keluarga dan teman-teman kami tercinta yang telah memberikan doa,
semangat dan bantuannya selama masa On The Job Training.
Kami menyadari bahwa tidak ada sesuatu apapun yang sempurna di dunia kecuali Allah
Subhanawata’ala, begitu juga dalam penulisan project assignment ini masih banyak terdapat
kekurangan. Untuk itu kami sangat mengharapkan saran, kritik dan masukan yang
membangun untuk menyempurnakan laporan ini.
iv
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
DAFTAR ISI
JUDUL ........................................................................................................................................ i
ABSTRAK ................................................................................................................................iii
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... iv
DAFTAR ISI .............................................................................................................................. v
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................ vii
DAFTAR TABEL ...................................................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................. 1
2.2 Polymetron 9500 Controller dan Probe 8310 ............ Error! Bookmark not defined.
3.3 Analisis Potensi Resiko dari Gangguan Sistem Water Treatment Plant...................... 9
3.4 Penambahan Fungsi Logic Auto Drain pada Water Treatment Plant .......................... 9
v
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
vi
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Diagram Alir Proses Utama pada Water Treatment PlantError! Bookmark not
defined.
Gambar 2.2 Single line diagram Water treatment plant PLTU Banten 1 Suralaya ...........Error!
Bookmark not defined.
Gambar 2.3 Polymetron 9500 Controller dan Probe 8310 ....... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.4 Spesifikasi Probe 8310 ......................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.5 Positive Discharge Valve ...................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 3.1 Root Cause Problem Solving Water Treatment PlantError! Bookmark not
defined.
Gambar 3.2 Penambahan sistem auto drain positif discharge valveError! Bookmark not
defined.
Gambar 3.3 Penambahan logic auto drain 1 ............................. Error! Bookmark not defined.
Gambar 3.4 Penambahan logic auto drain 2 ............................. Error! Bookmark not defined.
vii
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Rincian biaya pekerjaan auto drain .......................................................................... 11
viii
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
BAB I
PENDAHULUAN
1
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
3. Bagaimana perbandingan setelah penambahan isolating valve pada jalur pipa bypass main
steam menuju gland steam seal header?
1.5 Metodologi
Metode penyusunan dalam pembuatan tugas akhir ini menggunakan Metode
Waterfall(Metoda Air Terjun):
1. Penentuan Judul
2. Studi Pustaka
Berisikan pembahasan teoritis melalui studi pustaka dari buku-buku atau jurnal ilmiah
yang berkaitan dengan dasar dari sistem gland steam seal.
3. Melakukan PeninjauanSistem
Berupa pencarian informasi mengenai komponen dan sistem yang berkaitan dengan sistem
gland steam seal dan mencari tahu resiko apa saja yanh mungkin terjadi jika sistem gagal.
4. Melakukan Analisis Data dan Pembahasan
Berisikan proses analisis sistem setelah ditambahakan isolating valve dan melakukan
perbandingan keuntungan dan kerugian sistem.
5. Menyusun Laporan Project Assignment
Berisikan penyusunan hasil dari penelitian dalam bentuk laporan penelitian.
2
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
BAB II
LANDASAN TEORI
3
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
Labyrinth menjadi tempat bertemunya fluida kerja uap air di dalam turbin dengan udara bebas
dari atmosfer. Lintasan seal ini yang berbelok-belok akan menurunkan tekanan uap air dari
dalam turbin maupun udara dari luar sampai nilai tekanan keduanya sama. Di tengah-tengah
labirin terdapat lubang sebagai saluran buangan campuran uap air dan udara tadi. Selain
terdapat saluran buang, di dalam labirin sisi yang lebih dekat dengan turbin terdapat lubang
untuk supply uap air yang dibutuhkan pada saat fluida kerja uap air utama belum masuk ke
dalam turbin uap.
Labyrinth seal pada turbin HP selain memiliki lubang saluran untuk masuknya uap air sealing
serta lubang saluran untuk membuang campuran antara uap air seal dengan udara, juga
terdapat lubang saluran bernama leak off yang berfungsi untuk membuang kelebihan tekanan
uap air seal. Pada saat turbin normal beroperasi, uap air seal padaturbin HP didapatkan dari
fluida kerja turbin yang bertekanan tinggi (main steam). Untuk menjaga agar tekanan uap air
seal selalu stabil pada nilai tertentu maka sebagian uap air seal akan dibuang melalui saluran
4
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
leak off. Pada labyrinth seal turbin LP, karena tekanan uap air di dalam turbin sudah lebih
vakum daripada tekanan udara luar, maka dibutuhkan supply uap air tambahan untuk sistem
seal dari uap air buangan system leak off turbin HP.
Sedangkan pada saat turbin uap masih dalam kondisi start up maupun shut down, maka
tidak akan terjadi self sealing. Pada kondisi tersebut kebutuhan seal steam harus dipenuhi dari
luar, sehingga pada seal steam header terdapat saluran dan valve kontrol untuk supply uap air
dari luar. Pada kondisi ini seal steam header berfungsi untuk mendistribusikan seal steam ke
seluruh labyrinth seal turbin. Seal steam akan bercampur dengan udara di dalam labyrinth
seal. Campuran tersebut biasa disebut dengan gland steam. Campuran ini selalu dikeluarkan
dari labirin untuk menuju ke gland steam header dan akan dikondensasi serta dipisahkan
kembali antara uap air dengan udara di gland steam condenser.
Pada PLTU Banten 1 Suralaya,sistem gland seal steam juga menggunakan kombinasi
labyrinth seal dan gland steam seal seperti umumnya sistem sealimh yang digunakan pada
PLTU. Sumber uap (steam) yang digunakan untuk menjadi seal ada 3 sumber, yaitu main
steam, auxiliary steam, dan cold reheat steam, dan masing masing memiliki jalur perpipaan
sendiri [Link] pengoperasiannya hanya menggunakan salah satu dari 3 sumber steam
tadi. Gland seal steam menggunakan main steam pada saat starting unit, auxiliary steam
digunakan sebagai gland seal pada saat unit sudah running, dan cold reheat steam digunakan
sebagai back up ketika terjadi masalah pada jalur auxiliary steam.
Berikut adalah layout sistem gland seal steam pada PLTU Banten 1 Suralaya:
Alur proses yang terjadi pada sistem gland seal steam adalah steam dari salah satu jalur
main steam, aux steam, atau cold reheat steam dialirkan menuju gland seal steam header yang
mengarahkan atau membagi steam menjadi tiga arah aliran yaitu ke labyrinth HP-IP turbin,
labyrinth LP A - LP B turbin, dan menuju ke labyrinth BFPT A - BFPT B. Steam setelah
6
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
digunakan sebagai gland seal lalu dialirkan menuju gland steam condensor untuk digunakan
sebagai pemanas pertama feed water. Steam setelah digunakan untuk memanaskan feed water
mengalami kondensasi dikarenakan perbedaan temperatur steam dan feed water, air hasil
kondensasi dari gland steam condensor dialirkan menuju hotwell untuk digunakan sebagai
feedwater kambali.
2.4 Isolation Valve
Isolationvalve (katup isolasi) adalah katup dalam sistem penanganan fluida yang
digunakan untuk menghentikan aliran media proses ke lokasi atau sistem tertentu,
penggunaan isolation valve biasanya untuk tujuan perawatan (maintenance) atau keselamatan
(safety). Isolation valve juga dapat digunakan untuk memberikan flow logic (logika aliran)
yaitu memilih satu jalur aliran dari beberapa aliran yang ada, dan juga untuk menghubungkan
peralatan eksternal ke [Link] diklasifikasikan sebagai katup isolasi karena fungsinya
yang dimaksudkan dalam suatu sistem, bukan karena arsitektur katup itu [Link] karena
itu, berbagai jenis katup dapat diklasifikasikan sebagai katup isolasi.
7
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
BAB III
PEMBAHASAN PROJECT ASSIGNMENT
Dengan adanya root cause problem solving maka dapat diketahui permasalahan yang
akan ditangani agar sistem gland seal steam dapat berjalan dengan baik. Permasalahan yang
mengakibatkan tekanan gland seal steamk tidak sesuai persyaratan diantaranya :
a. Tekanan gland seal steam terlaluy tinggi, hal ini dimungkinkan disebabkan oleh dua hal,
pertama karena terdapat leak through pada bypass valve, hal ini dapat ditangani dengan
melakukan perbaikan valve. Kedua karena sensor tekanan yang rusak sehingga pembacaan
tekanan gland steam kurang tepat. Hal ini dapat ditangani dengan melakukan perbaikan
pada sensor tekanan atau melakukan kalibrasi ulang sensor, bahkan jika sudah terlalu
parah dilakukan penggantian sensor.
b. Terjadi Kegagalan sistem gland seal steam. Kegagalan sistem dapat dipicu oleh dua kasus,
yang pertama dikarenakan terjadi kebocoran pada line gland seal steam. Hal ini dapat
ditangani dengan melakukan penggantian bagian yang bocor dengan pipa yang baru.
Penyebab kedua karena terjadi kerusakan pada packing bypass valve yang mengakibatkan
gland steam bocor keluar dan pasokan gland seal steam menjadi sangat kecil bahkan
8
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
sampai tidak ada. Maka dari itu perlu dilakukan penggantian packing, namun untuk
mengeksekusinya tidak bisa tanpa melakukan stop unit karena tidak ada sarana pengisolasi
sistem, sehingga disarankan pula untuk menambahkan isolating valve sebelum dan sesudah
MOV pada jalur bypass main steam menuju ke gland steam header.
3.3 Analisis Potensi Resiko dari Gangguan Sistem Water Treatment Plant
Hasil dari analisa potensi resiko apabila terjadi gangguan pada sistem gland seal steam
yaitu:
a. Tekanan gland seal steam pada gland steam header terlalu tinggi. Hal ini mengakibatkan
uap gland steam masuk mencemari lubricating oil pada bearing bearing turbin. Hal ini
pernah terjadi pada PLTU Banten 1 Suralaya.
b. Aliran gland steam seal menuju gland steam header terlalu rendah/sedikit. Akibatnya
sistem gland seal steam tidak berjalan dengan baik karena tekanan gland steam terlalu
rendah sehingga memungkinkan terjadinya kebocoran pada labyrinth turbin karena tekanan
steam pada labyrinth lebih tinggi dari tekanan gland seal steam.
c. Unit mengalami forced outage jika ingin melakukan perbaikan pada jalur yang tidak
terpasang isolation system pada line gland seal steam.
3.4 Penambahan Isolation Valve pada Jalur bypass main steam menuju gland seal
steam header.
Seperti terlihat pada gambar 5. sistem gland seal steam pada PLTU Banten 1 Suralaya
memiliki tiga jalur sumber uap yang dapat digunakan untuk menjadi gland seal steam.
9
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
Diantaranya dari main steam, auxiliary steam, dan cold reheat steam. Terlihat bahwa pada
gambar 5 bahwa pada jalur bypass main steam menuju gland steam header tidak memiliki
isolation valve untuk melindungi MOV dan sebagai sarana pengisolasi jika suatu saat terjadi
kerusakan dan akan dilakukan perbaikan. Hal tersebut memiliki potensi bahaya yang sewaktu
waktu bisa saja terjadi. Oleh karena itu pada project assignment saya ini menyarankan untuk
mengadakan penambahan isolation valve pada jalur bypass main steam menuju gland seal
steam header guna menjaga keandalan uniyt PLTU Banten 1 Suralaya. Penambahan pada
HMI ini akan ditampilakan pada Gambar 3.2 sebagai berikut ini :
10
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
BAB IV
MANFAAT PROJECT ASSIGNMENT
11
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
12
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Penambahan isolation valve pada jalur bypass main steam menuju gland seal steam header ini
bertujuan sebagai sarana atau media pengaman MOV pada jalur bypass gland steam, dan juga
untuk sarana pengisolasi sistem ketika terjadi kerusakan pada MOV pada jalur bypass, ketika
akan dilakukan perbaikan maka sistem tetap bisa berjalan dengan adanya isolation valve yang
mengentikan atau menyumbat aliran gland steam menuju MOV yang akan di perbaiki.
Dengan demikian sistem gland seal steam menjadi semakin andal.
Valve isolasi yang terpasang merupakan jenis manually operatred valve, sehingga
memerlukan bantuan operator lokal turbin untuk mengoperasikannya.
5.2 Saran
Dengan adanya penambahan isolation valve ini maka jumlah peralatan yang harus dipantau
kondisinya menjadi lebih banyak, diharapkan dilakukan routine check pada peralatan
peralatan atau komponen komponen khususnya yang kristis setiap beberapa jangka waktu
sekali. Serta ditingkatkanya tindakan preventive maintenace pada setiap peralatan khususnya
yang bekerja pada pressure dan temperature yang sangat tinggi.
13
Unit Jasa Pembangkitan PLTU Banten 1 Suralaya
DAFTAR PUSTAKA
Utomo, Imam Siswo (2011). Modul Pengoperasian Water Treatment Plant. Suralaya
Instruksi Kerja Pengoperasian Water Treatment Plant PLTU Banten 1 Suralaya
Manual book Polymetron 9500 Controller
Manual book Polymetron 8310 Probe
14