0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
322 tayangan9 halaman

Asuhan Gizi Pasien Gout: Rencana Diet

Laporan studi kasus ini membahas asuhan gizi untuk pasien laki-laki berusia 45 tahun dengan diagnosis gout pada persendian pangkal ibu jari kaki. Berdasarkan skrining dan assessment nutrisi, pasien memiliki risiko malnutrisi ringan dan diagnosis nutrisi penurunan zat gizi khusus seperti purin serta intake lemak yang tidak tepat. Intervensi nutrisi yang diberikan adalah diit rendah purin dengan tujuan menjaga status giz

Diunggah oleh

Rifqotul Mahmudah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
322 tayangan9 halaman

Asuhan Gizi Pasien Gout: Rencana Diet

Laporan studi kasus ini membahas asuhan gizi untuk pasien laki-laki berusia 45 tahun dengan diagnosis gout pada persendian pangkal ibu jari kaki. Berdasarkan skrining dan assessment nutrisi, pasien memiliki risiko malnutrisi ringan dan diagnosis nutrisi penurunan zat gizi khusus seperti purin serta intake lemak yang tidak tepat. Intervensi nutrisi yang diberikan adalah diit rendah purin dengan tujuan menjaga status giz

Diunggah oleh

Rifqotul Mahmudah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN STUDI KASUS MEJA 2.

ASUHAN GIZI PADA PASIEN GOUT PIRAI

Disusun Oleh

RIFQOTUL MAHMUDAH - NIM.P07131116011


SHIFT. A

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
TAHUN 2018
Kasus Ditempel atau Copy dari Email (sertakan nomor kasus)

2. Seorang bapak usia 45 tahun TB 175 cm BB 75 kg mondok di RS dengan keluhan


terasa ngilu pada persendian pangkal ibu jari kaki terlihat bengkak dan warna
memerah disekitarnya Hasil lab di dapatkan data : Asam Urat 8 mg/dl, Cholesterol
Total 300 mg/dl, Trigliserid 208 mg/dl, HDL 50,9 mg/dl, LDL 75,9 mg/dl. Hb 13
mg/dl. Kebiasaan makan di rumah : makan pokok 3 X sehari makan camilan yang
disukai adalah roti coklat dengan isi keju, kacang mete dan emping goreng, lauk
hewani hampir setiap minggu ada sate jerohan, udang goreng dan sarden dan lauk
nabati tempe tahu setiap hari sekali makan 1 potong sedang, sayuran yang sering
dikonsumsi bening bayam di campur dengan wortel , sup sayuran dengan kaldu
daging kental, buah pisang dan papaya. Buatlah rencana asuhan gizi bagi bapak
tersebut !

A. Identitas Klien
Nama :
Usia : 45 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Diagnosis medis :

B. Skrining

Form Skrining Dewasa NRS-2002

Skrining Awal

JAWABAN
No KRITERIA
YA TIDAK

1. Apakah IMT < 20,5 ? v

2. Apakah pasien kehilangan BB dalam 3 bulan terakhir ? v

3. Apakah asupan makanan menurun seminggu terakhir ? v

4. Apakah pasien dengan penyakit berat ? v

Jika tidak untuk semua criteria skrening (Ulang seminggu kemudian)

Jika ada 1/lebih criteria dengan jawaban ya (skrening lanjut)

Skrining lanjut I

RISIKO GIZI KRITERIA

Absen (Skor=0) Status gizi normal

Ringan (skor=1) Kehilangan BB >5% dalam 3 bulan atau asupan 50-75% dari
kebutuhan

Sedang (skor=2) Kehilangan BB >5% dalam 2 bulan atau IMT 18,5-20,5 atau asupan
25-50% dari kebutuhan

Berat (skor=3) Kehilangan BB >5% dalam 1 bulan (>15% dalam 3 bulan) atau IMT
18,5 atau asupan 0-25% dari kebutuhan

Skrining lanjut II

RISIKO GIZI KRITERIA

Absen (skor=0) Kebutuhan gizi normal

Ringan (skor=1) Fraktur, pasien kronik (sirosis hati, COPD, HD rutin, diabetes, kanker)

Sedang (skor=2) Bedah mayor, stroke, pneumonia berat, kanker darah

Berat (skor=3) Cidera kepala, transplantasi sumsum, pasien ICU

KESIMPULAN

Skrining lanjut I Skrining lanjut II Usia >65 tahun TOTAL SKOR

SKOR 0 1 1

RISIKO MALNUTRISI/TIDAK RISIKO

C. Nutrition Assesment
1. Antropometri
Tabel 1. Data Antropometri
BB (kg) LLA Status Gizi
75 175 cm Berdasarkan perhitungan IMT, status
gizi pasien adalah normal (Kemenkes
2013)
a. Perhitungan BBI
BBI = (TB – 100 )- 10% (TB-100)
= (175- 100) – 10% (175-100)
= 75- 7.5
= 67.5 kg

b. IMT
IMT =
= 75 kg
(1.75)2
= 24.48
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan BBI pasien 67,5 kg dan status gizi pasien berdasarkan
perhitungan IMT adalah normal (Kemenkes 2013).
2. Biokimia
Tabel 2. Data Biokimia

Jenis Nilai Normal Hasil Keterangan


Pemeriksaan
Asam urat 3.4-7 mg/dl 8 mg/dl Tinggi
Cholestrol total <200 mg/dl 300 mg/dl Tinggi
Trigliserid 40-155 mg/dl 208 mg/dl Tinggi
HDL 35-55 mg/dl 50.9 mg/dl Normal
LDL <130 mg/dl 75.9 mg/dl Normal
Hb 13-16 mg/dl 13 mg/dl Normal

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan diketahui bahwa kadar asam
urat, Cholestrol, trigliserid tinggi . Dan kadar HDL, LDL, Hb normal.

3. Clinic/fisik
Tabel 3. Data Clinis/Fisik
Jenis Nilai Normal Hasil Keterangan
Pemeriksaan

- Terasa ngilu pada persendian pangkal ibu jari kaki terlihat bengkak dan warna
memerah
Kesimpulan
Berdasarkan data klinis fisik pasien mengeluh ngilu pada persendian pangkal ibu jari
kaki terlihat bengkak dan warna memerah.

4. Dietary History
a. Hasil recall 24 jam asupan makanan
Tabel 4. Asupan Zat Gizi Dibandingan Kebutuhan Gizi
Energi Protein Lemak KH
Asupan
Kebutuhan 2125.4 kkal 75 gram 47.2 gram 350.4 gram
% Asupan
Kategori
Klasifikasi tingkat kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat sebagai
berikut (WNPG, 2004) :
1) Baik : 80 – 110 % AKG
2) Kurang : <80%AKG
3) Lebih : >110% AKG
b. Riwayat makan pasien

Tabel 5. Dietary History Pasien 24 jam terakhir


Makanan Pokok Roti coklat isi keju
Lauk hewani Sate jeroan, udang goreng, sarden
Lauk nabati Tempe, tahu (1 ptg sdg)
Sayur Bayam, wortel, sup sayuran
Buah Pisang, papaya
Snack Kacang mede, emping goring
Minuman
5. Lain – lain

C. Nutrition Diagnosis
1. Domain Asupan (Intake)
NI – 5.4 (Penurunan Zat Gizi Khusus)
Penurunan zat gizi khusus (purin) berkaitan dengan kadar asam urat tinggi ditandai
dengan pasien terasa ngilu pada persendian pangkal ibu jari kaki terlihat bengkak dan
warna memerah.

NI- 51.3 (Intake Lemak dalam Makanan Tidak Tepat)


Intake lemak dalam makanan tidak tepat berkaitan dengan kurangnya pengetahuan
yang berhubungan dengan makanan ditandai dengan kadar kolestrol dan trigliserid
tinggi.

2. Domain Klinis (Clinis)


3. Domain Kebiasaan (Behaviour)
NB – 1.2 (Kebiasaan yang salah mengenai Makanan dan Zat Gizi)
Kebiasaan yang salah mengenai makanan dan zat gizi berkaitan dengan kebiasaan
makan tidak untuk memenuhi kebutuhan zat gizi ditandai dengan konsumsi sate
jeroan, udang goreng, sarden, tempe, tahu, emping goreng (makanan tinggi purin)
-
D. Nutrition Intervention
1. Tujuan Diit :
a. Menjaga status gizi agar tetap normal.
b. Membantu menurunkan kadar asam urat.
c. Menurunkan kadar kolestrol total dan trigliserid
2. Syarat Diit :
a. Energi diberikan sesuai dengan kebutuhan.
b. Protein sedang, dibatasi 1 gr/ BB
c. Lemak sedang, yaitu 20% dari kebutuhan energi total
d. Karbohidrat sisa dari kebutuhan energi total
e. Cairan dibatasi maksimal 2-2.5 liter perhari

3. Preskripsi Diit
a. Jenis Diit : Diit rendah purin
b. Zat gizi yang penting : Energi 2125.2 kkal, Protein 75 gram, lemak 47.2 gram,
karbohidrat 350.4 gram
c. Bentuk : Makanan biasa
d. Route : Oral
e. Frekuensi : 3 kali makan 2 kali selingan
4. Perhitungan kebutuhan energi
a. Energi
Kebutuhan energy dihitung menggunakan rumus Harris Benedict
BMR = 66 + (13.7 x BB) + (5x TB) – (6.8x Usia)
= 66 + (13 x 75) + (5 x 175) – (6.8 x 45
= 66 + 975 + 875 – 306)
=1610

Energi = BMR x Faktor Aktivitas x Faktor stress


= 1610 x 1.2 x 1.1 = 2125.2 kkal
b. Protein = 1 gr/ BB
= 75 gram
c. Lemak = 20% x Total Kebutuhan Energi
= 20% x 2125.2
= 425.04 kal = 47.2 gram.
d. Karbohidrat = Total Energi – (Protein + Lemak)
= 2125.2 – (300 + 425.04)
= 1400.16 kal = 350.04 gram
5. Menu Sehari
Terlampir

E. Monitoring Evaluasi
Pengukuran/pengam
Parameter Waktu Target terukur
atan
Antropometri a. Berat badan Setiap hari Tetap normal
b. Status Gizi Setiap hari Tetap normal
Biokimia
- Asam urat Mendekati normal
- Cholestrol total Mendekati normal
- Trigliserid Mendekati normal
- HDL Tetap normal
- LDL Tetap normal
- Hb Tetap normal

Fisik / Clinis
Dietary Asupan makanan dan
zat gizi
a. Asupan Energi Setiaphari Asupan energi, protein,
b. Asupan protein Setiap hari lemak dan karbohidrat
c. Asupan lemak Setiaphari sesuai dengan kebutuhan
d. Asupan KH Setiap hari pasien
e. Asupan cairan Setiap hari Asupan cair

F. Rekomendasi Lanjut
Pasien menjalankan Diet rendah purin yaitu mengkonsumsi zat gizi sesuai dengan
kebutuhan dengan tujuan mempertahankan status gizi tetap normal, menurunkan
kadar asam urat dalam darah, menurunkan kadar kolestrol total dan trigliserid. Pasien
menjalankan diet sesuai dengan anjuran dan kesepakatan bersama.
G. Konseling Gizi
a. Permasalahan
Pasien memiliki kebiasaan makan yang kurang baik.
b. Tujuan
1) Memperbaiki kebiasaan makan
2) Meningkatkan asupan zat gizi.
c. Materi
1) Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan dikonsumsi
2) Menu gizi seimbang
d. Sasaran
Pasien dan keluarga.
e. Waktu dan tempat
15-30 menit bertempat di tempat tisur pasien atau ruang konseling gizi.
f. Metode
Diskusi dan tanya jawab
g. Media alat bantu
Food model atau foto buku makanan, leaflet, Daftar Bahan Makanan Penukar, dan URT
Lampiran Menu Diet

Kandungan Gizi
N Berat
Waktu Menu Bahan Makanan URT Energi Protein Lemak Karbohidrat
o (gram)
(g) (g) (g) (g)
Nasi Beras 3/4 gls 75 gram 267,75 6,3 1,275 57,825
Ayam 1 ptg sdg 50 gram 149 9,1 12,5
Kecap 1 sdm 10 gram 7,1 0,57 0,13 0,9
Ayam Kecap
Minyak kelapa
1/4 sdm 2.5 gram 22,1 2,5
1 Pagi (06.00) sawit
Labu siam 1/4 gls 25 gram 7,5 0,15 0,025 1,675
Sayur asem Terong 1/4 gls 25 gram 7 1,1 0,05 1,375
Kacang panjang 1/4 gls 25 gram 7,75 0,575 0,025 1
pepaya pepaya 4 ptg kcl 100 gram 46 0,5 12,2

Agar-Agar 1/3 bngks 2 gram 0 0 0,004 0


Selingan Tepung susu 2 sdm 20 gram 102,6 4,92 0,2 7,24
2 Puding
(09.00) 1 sdm
Gula 15 gram 59,1 14,1
munjung

3 Siang (12.00) Nasi Beras Giling 3/4 gls 75 267,75 6,3 1,275 57,825
Telur 1 btr 60 grm 92,4 7,44 6,48 0,42
Omelet telur Miyak kelapa
1/2 sdm 5 gram 44,2 5
sawit
Brokoli 1/5 gls 20 gram 6,8 0,564 0,074 1,328
Sup
Wortel 1/4 gls 25 gram 9 0,25 0,15 1,97
Jeruk Manis jeruk manis 1 bh 100 gram 45 0,9 0,2 11,2
Tahu cetak Tahu 1 ptg sdg 50 gram 40 5,45 2,35 0,4
telur 1/3 btr 20 gram 30,8 2,48 2,16 0,14
Wortel 1/5 gls 20 gram 7,2 0,2 0,12 1,58

Kacang hijau 3 sdm 30 gram 96,9 6,87 0,45 17,04


Selingan Santan dengan
4 Bubur Kacang Hijau
(15.00) air 1/2 gls 100 gram 122 2 10 7,6
Gula aren 1 biji kecil 25 gram 55,2 13,8

Nasi Beras Giling 3/4 gls 75 267,75 6,3 1,275 57,825


Putih telur 1 plstk kcl 50 gram 25 5,4 0,40
Semur putih telur
Kecap 1 sdm 10 gram 7,1 0,57 0,13 0,9
Kacang panjang 1/4 gls 25 gram 7,75 0,575 0,025 1
Malam Tumis kacang panjang Wortel 1/4 gls 25 gram 9 0,25 0,15 1,97
5
(19.00) wortel Minyak kelapa
1/4 sdm 2.5 gram 22,1 2,5
sawit
Buah naga 1 ptg sdg 200 gram 102 1,56 0,76 24,76
Jus buah naga 1 sdm
Gula 15 gram 59,1 14,1
munjung

Jumlah Asupan Sehari 1992,95 70,324 49,808 311,223


Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Responden 2125,2 75 47,2 350,4
Persentase Pemenuhan Nutrisi 93,7771 93,77 105,53 88,82

Common questions

Didukung oleh AI

The patient's BMI of 24.48 indicates a normal weight status, which may impact the intervention strategy by focusing on maintaining current weight rather than weight loss . With normal BMI, the nutritional intervention aims to manage biochemical parameters such as uric acid and cholesterol levels through dietary modification rather than caloric deficit . The energy intake is calculated based on the patient's needs rather than for weight reduction, allowing emphasis on macronutrient balance and quality . The intervention focuses on improving dietary habits, reducing purines, and managing lipid intake .

A low-purine diet is recommended to decrease uric acid levels, thereby alleviating gout symptoms such as joint pain and inflammation . Foods high in purines, including organ meats, certain fish like sardines, and shellfish, should be avoided, as they contribute to increased uric acid production . Instead, the patient should focus on lower-purine foods like dairy products, fruits, vegetables, and whole grains, which help in managing uric acid levels effectively .

While the patient exhibits normal BMI, his dietary habits, such as frequent consumption of high-fat and high-purine foods, alongside minimal fruit and vegetable intake, skew nutrient balance and increase the risk of micronutrient deficiencies . Such dietary patterns can lead to malnutrition in terms of unbalanced nutrient intake, potentially worsening biochemical markers like cholesterol and uric acid levels . The intervention's focus on balanced, nutrient-rich foods, alongside monitoring, is critical to mitigate these risks and ensure adequate nutrient intake .

Biochemistry findings, showing elevated uric acid, cholesterol, and triglyceride levels, are significant as they guide the focus of dietary interventions towards lowering purine and fat intake to manage these markers . Normal HDL, LDL, and hemoglobin levels indicate areas of stability, allowing the nutrition plan to prioritize correcting the abnormal values without drastic alterations in overall intake . Understanding these findings helps tailor nutritional goals towards achieving biochemical normalization, essential for reducing gout symptoms and cardiovascular risk .

The Harris-Benedict equation allows for the calculation of Basal Metabolic Rate (BMR), which is pivotal in creating an energy plan tailored to the patient's physiological needs, considering weight, height, and age . By adjusting with activity and stress factors, it helps determine precise caloric needs, ensuring that the dietary plan supports both metabolic demands and health goals without overfeeding or underfeeding . This individualized approach is essential for effective management of weight, lipid levels, and uric acid concentration .

Dietary modification plays a crucial role in managing gout symptoms by lowering uric acid levels through a low-purine diet, which reduces intake of foods that metabolize into uric acid, such as organ meats and shellfish . The plan focuses on adequate hydration, up to 2-2.5 liters daily, to assist in uric acid excretion and mitigate joint pain and inflammation . Reducing intake of high-fat foods also helps control associated conditions like hyperlipidemia, supporting overall symptom relief and prevention of gout attacks .

The patient's dietary history reveals a preference for high-purine foods such as animal organs and seafood, full-fat dairy, and snacks high in fats, which are associated with increased uric acid and cholesterol levels . These dietary habits contribute to joint pain, swelling indicative of gout, and elevated cholesterol and triglyceride levels, further complicating cardiovascular risk . The consumption of high-fat and high-purine foods without adequate balancing with fruits and vegetables likely exacerbates the patient's condition and necessitates a comprehensive dietary intervention .

Non-adherence to the dietary intervention may lead to persistent high levels of uric acid, exacerbating gout symptoms, such as severe joint pain and inflammation . Continued high cholesterol and triglyceride levels increase the risk of cardiovascular diseases, further complicating health outcomes . The patient's nutritional status and overall well-being may decline due to ignored dietary recommendations, emphasizing the importance of adhering to a balanced, low-purine, and low-fat diet as an integral part of managing his condition effectively .

For the patient, a diet low in purines is recommended to lower uric acid levels, alongside reducing intake of high-cholesterol foods to lower total cholesterol and triglycerides . Specifically, limiting the consumption of animal-based products high in purines such as organ meats and seafood is crucial . The patient should focus on maintaining a balanced diet with controlled energy intake of 2125.2 kcal, ensuring protein intake at 75 grams per day while restricting fats to 47.2 grams, predominantly from unsaturated sources . Incorporating fruits, vegetables, and whole grains while increasing fluid intake up to 2.5 liters per day are also recommended to support overall health improvements and symptom relief .

The dietary intervention plan focuses on reducing fat intake to moderate levels, specifically targeting cholesterol and triglycerides by controlling total fat to 20% of daily energy needs, favoring unsaturated fats . Protein is kept moderate at 75g per day, and carbohydrates are primarily sourced from whole grains and vegetables to avoid further lipid elevation . A low-purine diet is introduced to decrease uric acid levels simultaneously. The plan encourages lower intake of high-fat animal products and promotes fruits and vegetables, contributing to better lipid control .

Anda mungkin juga menyukai