index modulasi merupakan ukuran seberapa dalam sinyal informasi memodulasi sinyal pembawa.
Apabila
index modulasi terlalu besar (m>1) maka hasil sinyal termodulasi AM akan cacat dan apabila index
modulasi terlalu rendah (m<1) maka daya sinyal termodulasi tidak maksimal.
Untuk menghindari keadaan overmodulasi yaitu keadaan dimana gelombang pembawa termodulasi lebih
dari 100 %, maka kita harus dapat membatasi besar-kecilnya modulasi yang terjadi. Hal ini dapat diatasi
dengan cara menentukan nilai index modulasi (m). Pengaruh indeks modulasi terhadap proses modulasi
sinyal pembawa dapat di pahami dari gambar berikut:
Pengaruh Indeks Modulasi
Kondisi index modulasi m = 1 adalah kondisi ideal, dimana proses modulasi amplituda menghasilkan output
terbesar di penerima tanpa distorsi. Spektrum sinyal AM dapat digambarkan sebagai berikut:
Spektrum Sinyal AM
Dari gambar diatas terlihat, modulasi amplituda memerlukan bandwidth 2x bandwidth sinyal pemodulasi (=
2fm). Daya total sinyal AM dapat dituliskan dalam persamaan matematik sebagai berikut :
dimana Pc adalah daya sinyal pembawa
adalah daya total sideband (LSB +USB)
Dari persamaan -persamaan tersebut di atas dapat kita diketahui bahwa lebar pita frekuensi (band width)
dalam sebuah proses modulasi amplitudo (AM) adalah dua kali frekuensi sinyal informasi
gelombang masih dapat dimodulasi dengan baik (tidak cacat). JikaAmplitudo gelombang informasi dinaikk
an, bentuk gelombang padaO s c i l l o s c o p e a k a n b e r u b a h . A m p l i t u d o m i n i m u m a k a n
m e n g e c i l d a n mencapai nilai nol. Jika nilai Amplitudo minimum (Vpp Min) mencapai nilainol, maka
gelombang dalam keadaan modulasi kritis, indeks modulasi (m)menjadi 100 %.
P a d a O s c i l l o s c o p e d e n g a n X Y , g e l o m b a n g a k a n m e m b e n t u k s e g i t i g a . Ketika
Amplitudo gelombang informasi (LF) dinaikkan lagi, maka bentukgelombang pada Oscill
oscope akan menjadi cacat. Amplitudo atas (Envelope Upper) dan Amplitudo bawah (Envelope Lower)
akan [Link] Vpp Min akan menjadi negatif. Akibatnya, indeks modulasi
menjadilebih dari 100 % (m > 100 %). Kondisi ini disebut
Over Modulation. PadaOscilloscope dengan mode X-Y, gelombang akan membentuk dua segitigayang
bersilangan (berkebalikan).
Dari percobaan ini, dapat diketahui bahwa :
•
Pada AM, Amplitudo gelombang-gelombang akan dipengaruhi
oleh Amplitudo gelombang informasi.
•
Pada saat indeks modulasi kurang dari 100 % (m < 100 %)disebut
Under Modulation
.
•
Pada saat indeks modulasi 100 % (m = 100 %) disebut
Modulasi Kritis
.
•
Pada saat indeks modulasi lebih dari 100 % (m > 100 %)disebut
Over Modulation
(Modulasi cacat)
•
Kondisi terbaik adalah
Under Modulation
( m < 1 0 0 % ) karena dihasilkan bentuk gelombang termodulasi yang tidak cacat.
Nilai indeks modulasi merupakan perbandingan antara amplitudo sinyal informasi dengan sinyal
carrier. Indeks modulasi menentukan efektifitas dari proses modulasi. Nilai indeks modulasi yang ideal
adalah 1, yaitu menunjukkan bahwa amplitudo sinyal carrier dan amplitudo sinyal informasi sama.
Jika amplitudo sinyal carrier lebih besar dari sinyal informasi, maka indeks modulasinya akan kurang
dari 1. Hal ini merugikan dalam konsumsi daya, karena sebagian amplitudo sinyal carrier akan tidak
difungsikan. Jika amplitudo sinyal informasi lebih besar dari sinyal carrier maka indeks modulasi akan
lebih dari 1. Dalam hal ini sebagian sinyal informasi akan terpotong dan akan mengakibatkan
penurunan amplitudo pada sinyal hasil modulasi.
Dimana m adalah indeks modulasi, yang secara matematis dapat ditulis :
dimana :
m = Vm / Vc
Vm = tegangan sinyal informasi
Vc = tegangan sinyal pembawa
Nilai indeks modulasi (m), memepunyai 3 kemungkinan, yaitu :
1. m =1 (keadaan ideal)
2. m > 1 (over modulation), terjadi distorsi atau cacat pada sinyal yang diterima
3. 0 < m < 1 (aplikasi dalam praktik)
Modulasi adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu
sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu informasi (biasanya
berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa, biasanya
berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci pada suatu gelombang
sinusiuodal yaitu : amplitudo, fase dan frekuensi. Ketiga parameter tersebut dapat dimodifikasi sesuai
dengan sinyal informasi (berfrekuensi rendah) untuk membentuk sinyal yang termodulasi.