0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan3 halaman

Teknik Spot Sampling untuk Kualitas Produk

Dokumen tersebut membahas tentang metode pengambilan sampel (spot sampling, composite sampling, dan running & all level sampling) secara representatif untuk keperluan pengawasan mutu produk minyak dan bahan bakar minyak. Metode-metode tersebut mencakup pengambilan sampel pada berbagai tingkat kedalaman dan gabungan sampel untuk mewakili kualitas keseluruhan muatan.

Diunggah oleh

Nardinasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan3 halaman

Teknik Spot Sampling untuk Kualitas Produk

Dokumen tersebut membahas tentang metode pengambilan sampel (spot sampling, composite sampling, dan running & all level sampling) secara representatif untuk keperluan pengawasan mutu produk minyak dan bahan bakar minyak. Metode-metode tersebut mencakup pengambilan sampel pada berbagai tingkat kedalaman dan gabungan sampel untuk mewakili kualitas keseluruhan muatan.

Diunggah oleh

Nardinasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SPOT SAMPLING

I. STANDAR ACUAN
Standar acuan yang digunakan dalam spot sampling adalah ASTM D 4057

II. TUJUAN
Memperoleh suatu bahan (contoh/sample) yang akan dijadikan obyek pemeriksaan
untuk pengawasan mutu produk.
Menjaga kualitas mutu suatu produk agar sesuai dengan tujuan pemakaian.
Mendapatkan sampel yang representatif.

III. TERMINOLOGI
Spot sampling adalah satu sampel yang diambil pada lokasi tertentu dalam satu tanki
atau dari satu pipa aliran pada waktu tertentu.
 Upper Sample :
spot sample yang diambil dari pertengahan 1/3 bagian atas isi tanki (berjarak 1/6
kedalaman cairan dibawah permukaan).
 Middle Sample :
spot sample yang diambil dari pertengahan isi tanki (berjarak 1/2 kedalaman
cairan dibawah permukaan).
 Lower Sample :
spot sample yang diambil dari pertengahan 1/3 bagian bawah isi tanki (berjarak
5/6 kedalaman cairan dibawah permukaan).

IV. PERALATAN
Bottle/Beaker spot sampling, biasa digunakan untuk sampling:
 Premium
 Avgas
 Kerosine
 Minyak solar

V. LANGKAH KERJA
1. Turunkan botol bertutup dan berpemberat sampai pada kedalaman yang sesuai
2. Pada batas yang dipilih, bukalah tutup botol dan biarkan sampai botol terisi penuh
yang ditandai sudah tidak nampak gelembung udara
3. Bila telah penuh tarik keatas, kemudian tuangkan sejumlah kecil (15-30% isi
botol) kemudian secepatnya ditutup
COMPOSITE SAMPLE
I. STANDAR ACUAN
Standar acuan yang digunakan dalam composite sample adalah ASTM D 4057.

II. TUJUAN
Memperoleh suatu bahan (contoh/sample) yang akan dijadikan obyek pemeriksaan untuk
pengawasan mutu produk.
Menjaga kualitas mutu suatu produk agar sesuai dengan tujuan pemakaian.
Mendapatkan sampel yang representatif.

III. TERMINOLOGI
Composite sample adalah gabungan dari spot sample yang dicampur dalam perbandingan
volume material dari spot sample yang telah diperoleh.

IV. PERALATAN

V. CARA KERJA
RUNNING & ALL LEVEL SAMPLING
I. STANDAR ACUAN
Standar acuan yang digunakan dalam spot sampling adalah ASTM D 4057

II. TUJUAN
Memperoleh suatu bahan (contoh/sample) yang akan dijadikan obyek pemeriksaan
untuk pengawasan mutu produk.
Menjaga kualitas mutu suatu produk agar sesuai dengan tujuan pemakaian.
Mendapatkan sampel yang representatif.

III. TERMINOLOGI
1. Running sample adalah sampel yang diperoleh dengan menurunkan beaker atau
botol ke batas dari dasar ‘outlet connection’ atau ‘swing arm’ dan menaikkannya
kembali ke bagian atas dari minyak pada kecepatan yang sama sehingga beaker
atau botol kurang lebih terisi 3/4 ketika dikeluarkan dari minyak.

2. All level sample adalah sampel yang diperoleh dengan memasukkan beaker atau
botol bertutup ke suatu titik sedekat mungkin dengan ‘draw-off level’, kemudian
membuka tutupnya dan menaikkannya pada kecepatan sedemikian sehingga
diperkirakan 3/4 terisi saat keluar dari cairan.

IV. PERALATAN

V. CARA KERJA

Anda mungkin juga menyukai