Modul Work Sampling 154
Praktikum Genap 2009/2010
WORK SAMPLING
I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Memperkenalkan kepada praktikan tentang metode sampling kerja sebagai
alat yang efektif menentukan kelonggaran (allowance time) diperlukan dalam
penetapan waktu baku.
2. Melatih praktikan di dalam memberikan pengalaman praktis untuk
melaksanakan kegiatan pengukuran kerja dengan pemahaman dan
penguasaan materi mengenai sampling kerja.
3. Memotivasi praktikan agar mau untuk selanjutnya melaksakan kegiatan-
kegiatan pengukuran dan penelitian kerja khususnya dalam upaya
meningkatkan efektifitas, efisiensi dan produktifitas kerja.
II. LANDASAN TEORI
ANALISIS SAMPLING KERJA (WORK SAMPLING)
Sampling kerja atau sering disebut sebagai work sampling, Ratio Delay Study
atau Random Observation Method adalah salah satu teknik untuk mengadakan
sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses atau
pekerja/operator. Pengukuran kerja dengan cara ini juga diklasifikasikan sebagai
pengukuran kerja secara langsung. Karena pelaksanaan kegiatan pengukuran harus
dilakukan secara langsung ditempat kerja yang diteliti (Sritomo, 1989).
Metode sampling kerja dikembangkan berdasarkan hukum probabilitas atau
sampling. Oleh karena itu pengamatan terhadap suatu obyek yang ingin diteliti tidak
perlu dilaksanakan secara menyeluruh (populasi) melainkan cukup dilaksanakan
secara mengambil sampel pengamatan yang diambil secara acak (random) (Sritomo,
1989).
Suatu sampel yang diambil secara random dari suatu grup populasi yang
besar akan cenderung memiliki pola distribusi yang sama seperti yang dimiliki oleh
populasi trsebut. Apabila sampel yang dimiliki tersebut diambil cukup besar, maka
karakteristik yang dimiliki oleh sampel tersebut tidak akan jauh berbeda dibanding
dengan karakteristik dari populasinya (Sritomo, 1989).
Laboratorium APK & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia
Modul Work Sampling 155
Praktikum Genap 2009/2010
Banyaknya pengamatan yang harus dilaksanakan dalam kegiatan sampling
kerja dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu:
1. Tingkat kepercayaan (Confidence Level).
2. Tingkat ketelitian (Degree of Accuracy).
Dengan asumsi bahwa terjadinya keadaan operator atau sebuah fasilitas yang
akan menganggur (idle) atau produktif mengikuti pola distribusi normal, maka
jumlah pengamatan yang seharusnya dilaksanakan dapat dicari didasarkan formulasi
sebagai berikut (Sritomo, 1989):
K2 ( 1 – p )
N = ---------------
S2.p
Keterangan:
P = Prosentase kejadian yang diamati (prosentase produktif) dalam angka desimal.
Dalam praktikum kali ini p yang digunakan p produktif.
K = Konstanta yang besarnya tergantung tingkat kepercayaan yang diambil (k = 2)
karena menggunakan CL = 95 %.
S = Tingkat ketelitian yang dikehendaki dalam angka desimal.
Secara garis besar metode sampling kerja ini dapat digunakan untuk
(Sritomo, 1995):
1. Mengukur Ratio Delay dari sejumlah mesin, operator / karyawan atau fasilitas
kerja lainnya.
2. Menetapkan Performance Level dari seseorang selama waktu kerja berdasarkan
waktu-waktu dimana orang itu bekerja atau tidak bekerja, terutama sekali untuk
pekerjaan manual.
3. Menentukan waktu baku untuk suatu proses operasi kerja.
Laboratorium APK & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia
Modul Work Sampling 156
Praktikum Genap 2009/2010
Tabel 6.1 Tabel Westinghouse
SKILL EFFORT
+0,15 A1 +0,13 A1
Super skill Super skill
+0,13 A2 +0,12 A2
+0,11 B1 +0,10 B1
Excellent Excellent
+0,08 B2 +0,08 B2
+0,06 C1 +0,05 C1
Good Good
+0,03 C2 +0,02 C2
0,00 D Average 0,00 D Average
-0,05 E1 -0,04 E1
Fair Fair
-0,10 E2 -0,08 E2
-0,16 F1 -0,12 F1
Poor Poor
-0,22 F2 -0,17 F2
CONDITION CONSISTENCY
+0,06 A Ideal +0,04 A Ideal
+0,04 B Excellent +0,03 B Excellent
+0,02 C Good +0,01 C Good
0,00 D Average 0,00 D Average
-0,03 E Fair -0,02 E Fair
-0,07 F Poor -0,04 F Poor
Sebagai contoh, apabila diketahui bahwa waktu rata-rata yang diukur
terhadap suatu elemen kerja adalah 0,05 menit dan rating performance operator
adalah memenuhi klasifikasi berikut:
- Excellent Skill (B2) : + 0,08
- Good Effort (C2) : + 0,02
- Good Condition (C) : + 0,01
- Good Consistency (C) : + 0,01 +
Total : + 0.13
Maka, waktu normal untuk elemen kerja ini adalah :
0,05 x 1,13 = 0,565 menit
Laboratorium APK & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia
Modul Work Sampling 157
Praktikum Genap 2009/2010
A. MELAKUKAN SAMPLING
Melakukan sampling pendahuluan
Melakukan sejumlah kunjungan yang ditentukan oleh pengukur
(biasanya tidak kurang dari 30 kali). Buatlah tabel perbedaan antara pekerjaan yang
produktif dan non produktif (Sutalaksana, 1979).
Tabel 6.2 Tabel pengamatan kunjungan
TALLY
Kondisi kunjungan
Productive Idle
ke-n
1. 21/2/91
2. 22/2/91
3. 23/2/91
n.
Tabel 6.3 Ringkasan tabel pengamatan sampling kerja.
Kegiatan Frekuensi teramati pada hari ke-m Jumlah
1 2 3 4 ……..m
Productive
Non
productive
(idle)
JUMLAH
% Productive
Menguji keseragaman data.
Untuk menghitung keseragaman data kita tentukan batas-batas kontrolnya
p (1 − p )
BKA = p + 3
n
yaitu:
Dimana p = persentase produktif dihari ke I dan n adalah jumlah dari pengamatan.
n = jumlah pengamatan dilakukan pada hari ke I
Catatan :
Jika harga pi berada pada batas-batas kontrol, maka berarti semua harga tersebut
dapat digunakan untuk menghitung banyaknya pengamatan yang diperlukan.
Laboratorium APK & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia
Modul Work Sampling 158
Praktikum Genap 2009/2010
Sebaliknya jika ada harga pi yang berada diluar batas kontrol, maka pengamatan
yang membentuk pi yang bersangkutan harus “dibuang” karena berasal dari sistem
sebab yang berbeda.
B. MENENTUKAN WAKTU KUNJUNGAN
Waktu kunjungan untuk melakukan pengamatan ditentukan berdasarkan
bilangan acak (random), hal ini bertujuan agar kejadian memiliki kesempatan yang
sama untuk diamati. Disamping itu untuk menjamin sampel yang diambil benar-
benar dipilih secara acak (Sutalaksana, 1979).
Untuk menentukan, biasanya satu hari kerja dibagi kedalam satuan-satuan
waktu yang besarnya ditentukan oleh pengukur. Biasanya panjang satu satuan waktu
tidak terlampau panjang (lama). Berdasarkan satu-satuan waktu inilah saat-saat
kunjungan ditentukan. Misalkan satu-satuan waktu panjangnya 5 menit. Jadi satu
hari kerja (7 jam) mempunyai 84 satuan waktu ( (7 x 60)/5 ). Ini berarti jumlah
kunjungan per hari tidak lebih dari 84 kali. Jika dalam satu hari akan dilakukan 36
kali kunjungan maka dengan bantuan tabel bilangan acak ditentukan saat-saat
kunjungan tersebut. Waktu kunjungan tidak boleh pada saat-saat tertentu yang kita
ketahui dalam keadaan tidak bekerja misalnya jam-jam istirahat atau hari libur,
dimana tidak ada kegiatan secara resmi (Sutalaksana, 1979).
Dengan tabel bilangan acak kita pecahkan persoalan kita tadi. Angka-angka
pada tabel itu kita ikuti dua-dua sampai 36 kali. Tentu syaratnya adalah bahwa
pasangan-pasangan dua buah angka itu besaarnya tidak boleh lebih dari 84 dan tidak
boleh terjadi pengulangan (Sutalaksana, 1979).
Misal kita ambil 36 pasang dari bilangan acak seperti berikut ini :
39 65 76 45 45 19 90 69 64 61 37 48 30
40 71 23 70 90 65 97 60 12 11 79 74 63
72 20 47 33 84 51 67 47 97 19 06 34
73 17 25 69 17 17 95 21 78 58 88 52
Jadi, didapat:
37 65 76 45 19 69 64 61 73 71 23
70 60 12 11 72 20 47 33 84 51 67
19 75 17 25 21 78 58 37 48 79 74
63 52 06
Laboratorium APK & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia
Modul Work Sampling 159
Praktikum Genap 2009/2010
Dengan demikian kunjungan dilakukan pada satuan waktu ke-39, 65, ( 36
kali ). Bila kita akan memulai kunjungan pada jam 8.00 maka kita dapat menentukan
kunjungan selanjutnya, yang berarti pada jam 11.15 {8.00 + (39 x 5 menit )}, 14.25
{8.00 + (65 x 5 menit)}, dan seterusnya, hingga berakhir pukul 16.00 dengan waktu
istirahat antara pukul 12.00 – 13.00. Kalau diurut dari awal sampai akhir maka akan
didapat daftar saat kunjungan dari mulai kunjungan pertama sampai ke-36 sebagai
berikut:
Kunjungan 1 : 08.00 sampai pada
Kunjungan 2 : 08.30 kunjungan 35 : 14.35
Kunjungan 3: ……. kunjungan 36 : 16.00
Diatas telah dikatakan bahwa panjang satu satuan waktu tidak terlalu
pendek dan juga tidak terlalu panjang. Untuk pertama kiranya sudah jelas, yaitu bila
terlalu pendek misalkan satu menit sekali yang tentunya menyulitkan.
Untuk yang kedua mudah pula dimengerti yaitu akan menyebabkan jumlah
kunjungan per hari terbatas yang berarti akan menjadikan masa pengamatan
sampling pekerjaan lebih lama (Sutalaksana, 1979).
C. MENENTUKAN RATIO DELAY
Prosentase Non Produktif
Ratio Delay = -------------------------------
Prosentase Produktif
D. MENENTUKAN PROSENTASE PRODUKTIF
Jumlah Produktif
Performance Level = ------------------------------------- x 100 %
Produktif + Non Produktif
< Jumlah Pengamatan >
E. MENGHITUNG WAKTU BAKU
1. Prosentase produktif (PP)
Jml produktif
= --------------------- x 100 %
Jml pengamatan
2. Jumlah menit produktif (JMP)
= PP x jumlah menit pengamatan
Laboratorium APK & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia
Modul Work Sampling 160
Praktikum Genap 2009/2010
3. Waktu yang diperlukan / unit.
JMP
= -------------------------------------------------------------
Jml unit yang dihasilkan selama masa pengamatan
4. Waktu normal (Wn) (Sritomo, 1989 ).
= Waktu yang diperlukan x Faktor penyesuaian
5. Waktu baku (Wb) (Sritomo, 1989 ).
= Wn + ( kelonggaran x Wn ) atau
100
= Wn x
100 − All
Aplikasi Work Sampling dalam Industri, antara lain (Sritomo, 1989):
1. Penetapan Waktu Baku
• Mengetahui prosentase antara aktivitas dan idle.
• Menetapkan waktu baku.
2. Penetapan Waktu Tunggu
• Menekan aktivitas idle sampai prosentase yang terkecil, yaitu dengan
memperbaiki metode kerja dan alokasi pembebanan mesin atau manusia
secara tepat.
3. Disiplin Kerja
• Dapat meningkatkan disiplin kerja karena Work Sampling dilakukan
sacara random.
F. Alat Praktikum Work Sampling
1. Papan pengamatan
2. Lembar pengamatan
3. Pensil / pena
4. Tabel bilangan acak
Laboratorium APK & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia
Modul Work Sampling 161
Praktikum Genap 2009/2010
G. PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Bagi tugas di antara anggota kelompok sesuai dengan waktu luang yang
dimiliki masing-masing, setiap anggota kelompok harus pernah sebagai
pengamat/pengukur kegiatan kerja.
2. Tetapkan tujuan yang ingin diteliti performance kerjanya. Obyek dapat berupa
aktifitas manusia, mesin/peralatan, telepon umum, alat transportasi, kasir dan
lain-lain.
3. Tentukan waktu-waktu pengamatan/kunjumgan dengan menggunakan tabel
acak.
4. Tentukan jumlah pengamatan awal (pre work sampling) yang ingin
dilaksanakan. Kegiatan penelitian awal dilakukan antara 5 s/d 7 hari kerja
dengan jumlah pengamatan yang sebanyak-banyaknya. Jangan lupa tentukan
tingkat kepercayaan dan tingkat ketelitian.
5. Catat hasil pengamatan pada tabel pengamatan dengan memisahkan antara
kegiatan produktif dan kegiatan non prodiktif.
6. Konsultasikan penelitian anda kepada asisten.
H. ANALISIS
Dari hasil pengamatan, apabila didapat N < N’ maka ujilah ketelitian data
yang telah saudara peroleh berdasarkan sejumlah pengamatan yang telah saudara
lakukan tersebut ( untuk mengetahui seberapa besar validitas pengamatan yang telah
dilakukan ). Bandingkan antara tingkat ketelitian yang saudara hitung dengan tingkat
ketelitian yang saudara pakai pada waktu menentukan N’.Nilai N’ dapat dicari
dengan menggunakan rumus:
2
⎛k ⎞
N (∑ X 2 − (∑ X )
2
⎜ ⎟
N’ = ⎜ s ⎟
⎜⎜ ∑X ⎟⎟
⎝ ⎠
Apabila data yang diambil didapat N < N’ maka kita cukup menambah data
yang sudah ada sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan saja, tanpa perlu mengulang
penelitian dari awal. Secara umum keuntungan dan kelemahan apakah yang dapat
diambil dari pelaksaan aktivitas penelitian dengan sampling kerja dibanding dengan
stopwatch.
Laboratorium APK & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia
Modul Work Sampling 162
Praktikum Genap 2009/2010
I. FORMAT LAPORAN SEMENTARA
Halaman Judul
ABSTRAKSI (1 paragraf berisi tidak lebih dari 350 kata, meliputi dasar teori, studi
kasus dari praktikum, metode yang digunakan, dan hasil atau kesimpulan dari
praktikum, sebutkan pula minimal 4 kata kunci)
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah (berkaitan dengan praktikum dan materi yang ada)
1.2 Tujuan Praktikum (lihat modul)
1.3 Obyek Pengamatan (jenis kelamin operator, umur, peralatan yang digunakan,
dan deskripsi singkat dari pekerjaan yang dilakukan saat praktikum)
1.4 Rumusan Masalah
1. Seberapa besar produktivitas dari pekerja?
2. Seberapa besar ratio delay pekerja?
3. (tambahkan minimal 2 poin rumusan masalah)
1.5 Flow Chart
BAB II PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
2.1 Pengumpulan Data
2.2 Pengolahan Data
2.3 Analisa Data
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan (jawaban dari 1.4)
3.2 Saran (Administrative atau Engineering Control)
LAMPIRAN (Lembar pengamatan, Surat Penelitian, Foto Kegiatan)
LEMBAR REVISI (lembar asli ikut dijilid pada saat pengumpulan Laporan
Sementara Praktikum)
Laboratorium APK & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia