UNSUR RENIUM 188
A. Definisi
Renium adalah suatu unsur kimia dalam table periodic yang
mempunyai lambang Re dan nomor atom 75. Renium pertama kali ditemukan
oleh Walter Noddack, Ida Tacked an Otto Berg tahun 1925. Renium merupakan
logam transisi yang berbentuk padat dan berwarna putih keabuan. Renium
mempunyai daya rentang dan elastisitas tinggi. Campuran renium-molybdenum
adalah sangat superkonduktif pada suhu 10K.
B. Latar Belakang
Penemuan renium disebutkan terkait dengan Noddack, Tacke dan
Berg, yang mengumumkan pada tahun 1925 mereka telah mendeteksi unsur
dalam bijih platinum dan kolumbit. Mereka juga menemukan unsur yang sama
dalam gadolinit dan molibdenit. Dengan mengerjakan 660 kg molibdenit pada
tahun 1928, mereka mampu memisahkan renium sebanyak 1 gram.
Renium tidak terdapat di alam atau sebagai senyawa dalam mineral
teertentu. Meski demikian, renium tersebar di kerak bumi dengan jumlah 0.001
ppm. Renium yang dihasilkan secara komersial di Amerika Serikat saat ini
didapat dari debu cerobong pemanggangan molibden dalam penambangan bijih
tembaga-sulfida di sekitar Miami, Arizona, dan di Utah.
Sejumlah molibden mengandung renium sebanyak 0.002% hingga
0.2%. Lebih dari 150000 ons troy renium sekarang dihasilkan per tahun di
Amerika Serikat. Bahkan perusahaan Free World memproduksi logam renium
hingga 3500 ton. Logam renium didapatkan dengan mereduksi ammonium
perrhentat dengan hidrogen ada suhu tinggi.
Renium dapat ditemukan dalam sejumlah kecil gadolinite dan
molybdenite. Renium sering disuplai dalam bentuk bubuk atau sponge dan
dalam bentuk ini renium lebih reaktif. Renium adalah elemen alam yang
terakhir ditemukan dan termasuk dari kelompok 10 logam termahal di bumi.
Renium juga ditemukan dalam dzhezkazganite CuReS4
C. Sifat-sifat Renium
Berwarna putih keperakan dengan kilau logam. Kerapatannya sama
dengan kerapatan yang hanya dimiliki oleh platinum, iridium dan osmium; titik
cairnya sama dengan titik cair yang hanya dimiliki tungsten dan karbon.
Bentuk renium yang biasa ditemukan adalah bubuk, tapi dapat pula
dipadatkan dengan penekanan dan resistance-sintering (proses metalurgi bubuk
dengan menggunakan perlakuan suhu tinggi yang bersifat karakteristik) dalam
udara vakum atau hidrogen. Proses ini menghasilkan bentuk padat dan kompak
dan meningkatkan kerapatan logam hingga 90%.
Renium yang dipanaskan lalu didingkan mendadak, sangat mudah
ditempa, dapat diikat, digulung dan dibentuk menjadi gulungan kawat. Renium
ditambahkan sebagai zat tambahan pada alloy berdasar tungsten dan molibden
untuk menambah sifat-sifat penting tertentu.
Sifat fisika
Fase : Padat
Massa jenis(suhu kamar) : 21.02 g/c m3
Titik lebur : 3459 K
Titik didih : 5869 K
Kalor peleburan : 60.43 kJ/mol
Kalor penguapan : 704 kJ/mol
Kapasitas kalor : 25.48 J/mol K
Elektronegativitas : 1.9
Energi ionisasi : 760 kJ/mol
Jari-jari atom : 135 pm
Sifat kimia
Reaksi kimia:
1. Reaksi dengan air
Renium tidak bereaksi dengan air
2. Reaksi dengan udara
Renium bereaksi dengan oksigen membentuk renium (VII) oksida
sesuai reaksi
4Re(s) + 7O2(g) → 2Re2O7(s)
3. Reaksi dengan halogen
Renium bereaksi dengan fluorin menghasilkan senyawa renium
(VI) fluoride dan renium (VII) flurida, reaksi:
Re(s) + 3F2(g) → ReF6(s)
2Re(s) + 7F2(g) → 2ReF7(s)
4. Reaksi dengan asam
Renium tidak dapat larut dalam asam hidroklorik (HCl) dan asam
hidroflorik (HF), tetapi dapat larut dalam asam nitrit (HNO3) dan
asam sulfat (H2SO4) dimana dalam keduanya renium akan
teroksidasi membentu k larutan perrhenic (HReO4) yang memiliki
bilangan oksidasi yang stabil +7
D. Kegunaan
Digunakan secara luas sebagai filamen dalam spektrograf massa dan
gauge ion. Alloy renium-molibdenum bersifat superkonduktif pada suhu 10 K.
Renium juga digunakan seagai bahan kontak listrik karena tahan lama
dan tahan terhadap korosi akibat percikan api. Termokopel yang terbuat dari
renium-tungsten digunakan untuk mengukur suhu hingga 2200oC, dan kawat
renium digunakan dalam lampu kilat fotografi.
Katalis renium sangat tahan terhadap serangan nitrogen, sulfur dan
fosfor. Renium juga digunakan untuk proses hidrogenasi senyawa kimia
tertentu.
Kegunaan lainnya :
a. Re-188 disamping memancarkan sinar gamma juga memancarkan sinar
beta dengan energi sesuai yang digunakan untuk kepentingan terapi.
b. Untuk campuran dalam tungsten dan molybdenum yang digunakan
untuk pembuatan komponen misil, filament elektronik, kontak listrik,
elektroda dan filament oven.
c. Digunakan untuk pembuatan bohlam, permata, pelat atau logam
elektrolisis.
E. Cara Pembuatan
188 187
Re dibuat dengan menembakan neutron kedalam Re yaitu didapat
186
dari iradiasi Re yang akan memancarkan sinar gamma. Kemudian melalui
188
penembakan satu kali lagi dengan neutron kedalam Re yaitu didapat dari
iradiasi 187Re yang akan memancarkan sinar gamma.
Reaksinya sebagai berikut :
186
Re + 10n 187
Re + γ
187
Re + 10n 188
Re + γ
F. Penanganan Limbah
Limbah radioaktif unsur Rhenium 188 diolah dengan pengurangan volume
limbah yang dilakukan dengan proses reduksi volume, dengan pemadatan
limbah radioaktif dimaksudkan agar limbah tersebut terikat dengan kuat dalam
suatu suatu matriks yang sangat kuat. Matriksa dirancang mampu bertahan
hingga zat radioaktif yang diikatnya meluruh sampai mencapai kondisi
radioaktifnya setara dengan radioaktif lingkungan. Selanjutnya disimpan dalam
penyimpanan sementara setelah mengalami penyimpanan selama 50 tahun
dipenyimpanan sementara, kemampuan untuk memencarkan radiasi dari limbah
sangat kecil. Selanjutnya dipindahkan ke tempat penyimpanan akhir yang berada
di bawah permukaan tanah. Dalam proses penyimpanan akhir ini limbah
radioaktif tidak mengandung unsur radioaktif lagi.
KETERANGAN UMUM UNSUR Re
75 tungsten ← rhenium → osmium
Tc
↑
Re
↓
Bh Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom rhenium, Re, 75
Deret kimia transition metals
Golongan, Periode, Blok 7, 6, d
grayish white
Penampilan
Massa atom 186.207(1) g/mol
Konfigurasi elektron [Xe] 4f14 5d5 6s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 32, 13, 2
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 21.02 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 18.9 g/cm³
3459 K
Titik lebur
(3186 °C, 5767 °F)
5869 K
Titik didih
(5596 °C, 10105 °F)
Kalor peleburan 60.43 kJ/mol
Kalor penguapan 704 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 25.48 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 3303 3614 4009 4500 5127 5954
Ciri-ciri atom
Struktur kristal Hexagonal
6, 4, 2, −2
Bilangan oksidasi
(mildly acidic oxide)
Elektronegativitas 1.9 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 760 kJ/mol
(detil) ke-2: 1260 kJ/mol
ke-3: 2510 kJ/mol
Jari-jari atom 135 pm
Jari-jari atom (terhitung) 188 pm
Jari-jari kovalen 159 pm
Lain-lain
Sifat magnetik ?
Resistivitas listrik (20 °C) 193 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 48.0 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 6.2 µm/(m·K)
Kecepatan suara (kawat tipis) (20 °C) 4700 m/s
Modulus Young 463 Gpa
Modulus geser 178 Gpa
Modulus ruah 370 Gpa
Nisbah Poisson 0.30
Skala kekerasan Mohs 7.0
Kekerasan Vickers 2450 Mpa
Kekerasan Brinell 1320 Mpa
Nomor CAS 7440-15-5
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
185
Re 37.4% Re stabil dengan 110 neutron
187
α 1.653 183
Ta
Re 62.6% 4.35×1010 y
β -
0.003 187
Os
DAFTAR PUSTAKA
Anonimous, 2010, Tabel Periodik Renium, [Link]
[Link]/tabel_periodik/renium/, diakses tanggal 7 Mei 2010
Anonimous, 2010, Unsur Golongan VIIB, [Link]
[Link], diakses tanggal 7 Mei 2010
Anonimous, 2010, Element Rhenium,
[Link] diakses tanggal 7 Mei 2010
Anonimous, 2010, Rhenium, [Link] diakses tanggal 7 Mei
2010
Anonimous, 2010, , [Link] diakses tanggal 7 Mei 2010