100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
404 tayangan7 halaman

Prosedur Penggunaan APD Bekerja Tinggi

Dokumen tersebut memberikan pedoman tentang Alat Pelindung Diri (APD) yang meliputi tujuan, ruang lingkup, referensi, penanggung jawab, definisi, prosedur identifikasi risiko, analisis risiko di setiap lokasi kerja, penetapan metode kerja yang aman, penerapan dan evaluasi APD di lingkungan kerja. Dokumen ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mencegah kecelakaan kerja.

Diunggah oleh

Dezi Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
404 tayangan7 halaman

Prosedur Penggunaan APD Bekerja Tinggi

Dokumen tersebut memberikan pedoman tentang Alat Pelindung Diri (APD) yang meliputi tujuan, ruang lingkup, referensi, penanggung jawab, definisi, prosedur identifikasi risiko, analisis risiko di setiap lokasi kerja, penetapan metode kerja yang aman, penerapan dan evaluasi APD di lingkungan kerja. Dokumen ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mencegah kecelakaan kerja.

Diunggah oleh

Dezi Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDARD OPERATING SOP-SDM-00

PROCEDURE Rev 0
Document1
ALAT PELINDUNG DIRI Hal 1 dari 7

A. TUJUAN
Alat Pelindung Diri (APD) merpakan salah satu upaya – upaya penerapan untuk
keselamatan dan kesehatan kerja (k3) dan pencegahan kecelakaan kerja pada
semua sectorkegiatan produksi dan pekerjaan pendukung lain, sehingga harus
terus menerus dilakukan secara berkesinambungan.

B. RUANG LINGKUP
Identifikasi Resiko/Bahaya, Analisa Resiko disetiap Lokasi Kerja, Penentuan
Metoda Bekerja yang aman serta Penerapan dan Evaluasi APD.

C. REFERENSI
1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
2. Permenaker No. PER-01/MEN/1981 tentang kewajiban melapor penyakit
akibat kerja.
3. Permenaker No. PER-03/MEN/1985 tentang keselamatan dan kesehatan
kerja pemakaian asbes.
4. Permenaker No. PER-03/MEN/1986 tentang Syarat-syarat keselamatan dan
kesehatan mengelola pestisida.
5. Instruksi Menaker No. INS. 2/M/BW/BK/1984 tentang Pengesahan Alat
Pelindung Diri.
6. Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE. 05/BW/1997 tentang Penggunaan Alat
Pelindung Diri.
7. Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE. 06/BW/1997 tentang Pendaftaran Alat
Pelindung Diri.

D. PENANGGUNG JAWAB
1. Camp Manager, bertanggung jawab atas tersusunnya dan pelaksanaan
program Alat Pelindung Diri (APD) di seluruh lini operasional pengelolaan
hutan.
2. Seluruh kepala seksi bertanggung jawab atas keseharian pelaksanaan Alat
Pelindung Diri (APD) kepada mekanisme para pekerja di masing-masing
seksi.
3. Seluruh Karyawan, bertanggung jawab atas terbentuknya kesadaran
bekerja dengan menerapkan alat pelindung diri bagi para pekerja sehari-
hari.

E. DEFINISI
Alat Pelindung Diri (APD) adalaha seperangkat alat yang bertujuan untuk
digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya dari
kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja atau mengurangi tingkat
keparahan kecelakaan yang terjadi, dengan kata lain upaya pencegahan
kecelakaan kerja secara teknis.

Efektif Mulai Berlaku : ……./…………………./……………


Jabatan Nama Tanggal Tanda Tangan
Dibuat Oleh
Diperiksa Oleh
Disetujui Oleh
STANDARD OPERATING SOP-SDM-00
PROCEDURE Rev 0
Document1
ALAT PELINDUNG DIRI Hal 2 dari 7

F. PROSEDUR
1. Identifikasi Resiko/Bahaya.
Kepala Seksie operasional pengelolaan hutan bertanggung jawab untuk
mereview seluruh operasional kerja dan rencana penerapan APD untuk
keselamatan kerja yang sedang dijalankan dan menentukan serta membuat
daftar resiko bagi para pekerjanya yang meliputi :
 Panganan secara manual K3
 Bahaya di Setiap Lokasi Kerja
 Bahan-bahan Berbahaya
 Peralatan Kerja

Hal ini adalah merupakan tanggung jawab untuk membuat petunjuk teknis
dalam prosedur ini, dan membangun metoda bekerja yang aman bagi
lingkungan kerja serta mudah dimonitor dengan menggunakan suatu
system.
Meminimalkan resiko Kesehatan dan Keselamatan kerja dengan APD yang
telah diidentifikasi serta harus dibuat daftarnya (Daftar Resiko Kerja) untuk
kemudian diambil tindakan yang diperlukan.

2. Analisa Resiko di Setiap Lokasi Kerja.


Kepala Seksi operasional pengelolaan hutan bertanggung jawab untuk
membuat program pelatihan yang sesuai dan melakukan penunjukan staf
yang akan melakukan analisis resiko kesehatan dan keselamatan kerja,
penilaian resiko ini diambil berdasarkan peluang kejadian bahaya dan
dampaknya jika bahaya itu terjadi.
Bahaya-bahaya tersebut kemudian dianalisa dalam skala urutan prioritas.
Untuk tujuan mendapatkan analisis terbaik maka diperlukan bantuan ahli
yang sesuai dengan bidangnya.
Analisis yang baik akan dicapai dengan mengadopsi tahapan kontrol yang
meliputi :
 Eliminasi praktek kerja, bahan atau perlatan yang menyebabkan
bahaya.
 Substitusi (mengganti) praktek kerja, bahan-bahan atau peralatan
untuk keperluan alternatif yang aman.
 Kontrol Pabrikasi – desain ulang praktek kerja, penggunaan bahan dan
peralatan untuk mencapai alternatif yang aman
 Kontrol Administrasi – lakukan perubahan dalam pengembangan
karyawan untuk mengurangi kejenuhan (rotasi pekerjaan, pelatihan
dll)
 Alat Pelindung Diri (APD) – pilih peralatan yang cocok untuk
mengurangi resiko

Detail bahaya/resiko yang dianalisa di dokumentasikan dan dipelihara.


STANDARD OPERATING SOP-SDM-00
PROCEDURE Rev 0
Document1
ALAT PELINDUNG DIRI Hal 3 dari 7

3. Penentuan Metoda Bekerja Yang Aman.


Manager operasional pengelolaan hutan harus mereview
sistem/mekanisme cara kerja untuk menentukan Alat Pelindung Diri (APD)
persyaratan kerja dalam membuat program Rencana Keselamatan Kerja di
Site (bisa didelegasikan), dengan beberapa kemungkinan :
 Menyiapkan metoda instruksi keselamatan kerja yang baru
 Merubah instruksi kerja yang ada untuk yang lebih aman
 Menggunakan instruksi kerja yang ada
Rencana Keselamatan Kerja di Site harus mencakup (jika diperlukan) :
 Prosedur dan kontak emergensi spesifik
 Persyaratan keselamatan karyawan
 Metoda instruksi Keselamatan Kerja (atau referensi yang terkait hal ini)
 Peran dan tanggung jawab Komite Keselamatan Kerja
 Persyaratan pelaporan kecelakaan kerja
 Jadwal pemantauan/pemeriksaan
 Copy catatan pertemuan yang terkait
Metoda instruksi keselamatan kerja di site seyogyanya mencakup hal-hal
sebagai berikut :
 Pengelolaan Lalu Lintas termasuk rambu-rambu
 Pembatasan area kerja, jam kerja, ijin, akses, rambu peringatan
 Perlakuan, penanganan, penyimpanan, transport dan pembuangan
bahan-bahan berbahaya/terkontaminasi
 Keahlian kerja khusus bagi karyawan di setiap jenis pekerjaan
 Kondisi Darurat
 Pemeliharaan khusus terhadap peralatan kerja
 Pekerjaan yang panas (las, gurinda, dll yang mungkin mengakibatkan
terbakar, termasuk merokok)
 Alat Pelindung Diri
 Kebijakan untuk tidak merokok dan minum alkohol
 Pemantauan, pencatatan dan pelaporan
 Pekerjaan di parit
 Pembatasan ruang untuk dapat masuk
 Pencegahan Kebakaran

4. Penerapan APD.
Manager operasional pengelolaan hutan dan safety officer bertanggung
jawab terhadap pelaksanaan program (penerapan) dan evaluasi APD untuk
Keselamatan Kerja di Site. Hal ini akan melibatkan tanggung jawab komite
keselamatan kerja (P2K3) disesuaikan dengan jadwal pemantauan dan
pemeriksaan, Laporan komite keselamatan kerja terhadap temuan-temuan
(atau dengan perkecualian) dibuat setelah pemeriksaan/audit keselamatan
kerja, dengan Petugas Keselamatan Kerja bertanggung jawab melakukan
penilaian untuk verifikasi apakah persyaratan APD sebagai sarana
pendukung Rencana Keselamatan Kerja di Site terpenuhi secara efektif.
STANDARD OPERATING SOP-SDM-00
PROCEDURE Rev 0
Document1
ALAT PELINDUNG DIRI Hal 4 dari 7

5. Evaluasi APD dilingkungan kerja.


1. Alat Pelindung Kepala
a. Fungsi
Melindungi Kepala dari benturan, terantuk benda tajam atau
benda keras, kejatuhan atau terpukul oleh benda-benda yang
melayang atau meluncur di udara, radiasi panas, api dan percikan
bahan-bahan kimia.
b. Jenis
1) Topi Pengaman (safety helmet)
2) Tudung Kepala
3) Penutup Rambut (Hair Cup/Hair Guard)
2. Alat Pelindung Mata dan Muka
a. Fungsi
Melindungi mata akibat faktor-faktor lingkungan buatan manusia
seperti radiasi, bahan kimia, partikel - partikel yang melayang
dengan cepat.
b. Jenis
1) Kacamata
2) Gogles
3) Tameng Muka (Face Shield)
3. Alat Pelindung Telinga
a. Fungsi
Melindungi alat pendengaran (telinga) akibat kebisingan dan
melindungi telinga dari percikan api atau logam-logam yang panas.
b. Jenis
1) Sumbat Telinga (Ear Plug)
2) Penutup Telinga (Ear Muff)
4. Alat Pelindung Pernafasan (Respirator)
a. Fungsi
Melindungi organ pernafasan akibat pencemaran udara oleh
faktor kimia seperti debu, uap, gas fume, asap, mist, kabut dan
sebagainya.
b. Jenis
1. Respirator untuk memurnikan udara :
- Respirator yang mengandung bahan kimia
- Respirator dengan katrid bahan kimia
- Respirator dgn kanister yang berisi bahan kimia
- Respirator mekanik
- Respirator kombinasi filter dengan bahan kimia
2. Respirator untuk memasok udara
- Airline Respirator
- Air Hose Mask Respirator
- Self-contained breathing apparatus
STANDARD OPERATING SOP-SDM-00
PROCEDURE Rev 0
Document1
ALAT PELINDUNG DIRI Hal 5 dari 7

5. Pelindung Tangan (Sarung Tangan)


a. Fungsi
Melindungi tangan dan jari-jari tangan dari pajanan api, panas,
dingin, radiasi elektromagnetik, radiasi listrik, bahan kimia,
benturan dan pukulan, tergores, terinfeksi.
b. Jenis
1) Sarung Tangan biasa
2) Mitten
3) Hand Pad
4) Sleeve
6. Pelindung Kaki
a. Fungsi
Melindungi kaki dari timpaaan benda-benda berat, tertuang logam
panas cair dan bahan kimia korosif, penyakit kulit, tersandung,
terpeleset, tergelincir.
b. Jenis
1. Sepatu Keselamatan pada :
- pekerjaan peleburan dan pengecoran logam
- tempat kerja yang berpotensi bahaya peledakan
- tempat kerja yang berpotensi bahaya listrik
- tempat kerja bangunan atau konstruksi
- tempat kerja yang basah atau licin
- tempat kerja berpotensi terinjak benda2 runcing
- tempat kerja yang berpotensi kontak bahan kimia
7. Pakaian Pelindung
a. Fungsi
Melindungi sebagian atau seluruh bagian tubuh dari bahaya
percikan bahan-bahan kimia, radiasi, panas, bunga api maupun
api.
b. Jenis
1) Apron adalah menutup sebgian tubuh dari dada sampai lutut
2) Overalis adalah menutup seluruh tubuh
8. Tali dan Sabuk Pengaman
a. Fungsi
Mengurangi resiko bahaya fisik apabila si pemakai terjatuh.
b. Jenis
1) Penggantung
- Penggantung Unifilar
- Penggantung berbentuk U
- Penggantung Unifilar dan berbentuk U
2) Pelana atau harness
- Penunjang dada (chest harness)
- Penunjang dada dan punggung (chest waist harness)
- Penunjang seluruh tubuh (full body harness)
STANDARD OPERATING SOP-SDM-00
PROCEDURE Rev 0
Document1
ALAT PELINDUNG DIRI Hal 6 dari 7

9. Analisa sumber bahaya :


a. Penyebab Kecelakaan :
1) Langsung : Unsafe Human Act
2) Tidak Langsung : Unsafe Condition
b. Penyebab Langsung :
1) Keadaan lingkungan kerja
2) Keadaan mesin dan safety device
3) Keadaan tenaga kerja / human factor
10. Secara Umum
a. Mesin dan alat kerja
mesin dan alat kerja harus memenuhi syarat
b. Keadaan tenaga kerja
- bekerja yang benar
- Memiliki keterampilan
- Sehat jasmani dan mental
c. Perbaikan lingkungan kerja
- Lay out planning
- House Keeping
- Ventilasi
- Penerangan
11. Pengendalian Khusus
a. Konstruksi harus kuat
b. Pengamanan terpasang dan berfungsi dengan baik
c. Perlindungan terpasang dan berfungsi
d. Penggunaan perkakas tangan sesuai kegunaannya
e. Harus layak pakai
f. Pemeriksaan dan pengujian
g. Perawatan baik
h. Pengoperasian sesuai petunjuk
i. Tenaga kerja
- Terampil dan berperilaku baik
- Sehat fisik dan mental
- Mentaati peraturan
- Pakai alas penlindung diri
j. Lingkungan kerja harus aman antara lain :
- Lay out mesin harus sesuai
- Ventilasi + Penerangan harus sesuai dan memenuhi syarat
- Ada tanda-tanda peringatan dan rambu-rambu
- Pemeriksaan rumah tangga harus dilaksanakan dengan baik
- Lantai kuat, bersih tidak licin
k. Untuk terpenuhinya hal-hal tersebut maka harus dipenuhi dan
dilaksanakan antara lain :
1) Perencanaan, Pembuatan, Pemasangan, dan Pemakaian
2) Pemeriksaan dan Pengujian
STANDARD OPERATING SOP-SDM-00
PROCEDURE Rev 0
Document1
ALAT PELINDUNG DIRI Hal 7 dari 7

3) Pabrik pembuat dan pemasang harus mendapatkan


pengesahan
4) Tenaga kerja harus :
- Terampil
- Gunakan APD
5) Pengawasan Lingkungan Kerja

Anda mungkin juga menyukai