100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
410 tayangan14 halaman

Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil

Makalah ini membahas tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil selama kehamilan. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. Pemantauan status gizi ibu hamil dapat dilakukan dengan melihat penambahan berat badan dan ukuran lingkar lengan atas. Ibu hamil membutuhkan tambahan 15% gizi dari kebutuhan normal untuk pertumbuhan ibu dan janin, termasuk sumber ener

Diunggah oleh

Yen Elvince
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
410 tayangan14 halaman

Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil

Makalah ini membahas tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil selama kehamilan. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. Pemantauan status gizi ibu hamil dapat dilakukan dengan melihat penambahan berat badan dan ukuran lingkar lengan atas. Ibu hamil membutuhkan tambahan 15% gizi dari kebutuhan normal untuk pertumbuhan ibu dan janin, termasuk sumber ener

Diunggah oleh

Yen Elvince
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH TENTANG GIZI PADA IBU HAMIL

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil pada masa kehamilan merupakan masa
terjadinya stress fisiologi pada ibu hamil. Ibu hamil sebenarnya sama dengan ibu yang tidak
hamil, namun kualitas dan kuantitasnya perlu ditingkatkan melalui pola makan yang baik
dengan memilih menu seimbang dengan jenis makanan yang bervariasi (Purwita Sari, 2009).
Pada kehamilan terjadi perubahan fisik dan mental yang bersifat alami dimana para
calon ibu harus sehat dan mempunyai kecukupan gizi sebelum dan setelah hamil, agar
kehamilan berjalan sukses, keadaan gizi ibu pada waktu konsepsi harus dalam keadaan yang
baik dan selama hamil harus mendapatkan tambahan energi dan zat gizi yang seimbang untuk
peertumbuhan dan perkembangan janin dengan tetap mempertahankan zat gizi ibu hamil
seperti tambahan protein minimal seperti zat besi, kalsium, vitamin, asam folat dan energi
(Ramayulis, 2009).
Ibu memerlukan gizi, jika ibu mengalami kekurangan gizi akan menimbulkan masalah
baik pada ibu maupun janin yang dikandungnya serta kurang gizi dapat mempengaruhi
pertumbuhaan dan dapat meenimbulkan keguguran, abortus, cacat bawaan dan berat janin bayi
menjadi rendah. Oleh karena itu, perhatian terhadap gizi dan pengawasan berat badan (BB)
selama hamil merupakan salah satu hal penting dalam pengawasan kesehatan pada masa hamil
(Zulhaida. Com, 2005).
Selama hamil, calon ibu memerlukan lebih banyak zat-zat gizi daripada wanita yang
tidak hamil, karena makanan ibu hamil dibutuhkan untuk dirinya dan janin yang di
kandungnya, bila makan ibu terbatas janin akan tetap menyerap persediaan makanan ibu
sehingga ibu menjadi kurus, lemah, pucat, gigi rusak, rambut rontok dan lain-lain.
Demikian pula, bila makanan ibu kurang tumbuh kembang janin akan terganggu, terlebih
bila keadaan gizi ibu pada masa sebelum hamil telah buruk pula. Keadaan ini dapat
mengakibatkan abortus, BBLR, bayi baru lahir prematur atau bahkan bayi baru lahir mati.
Sebaliknya, jika makanan berlebih akan mengakibatkan kenaikan berat badan yang berlebihan,
bayi besar, dan dapat pula mengakibatkan terjadinya preeklampsi.
1.2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas masalah yang Berdasarkan latar belakang diatas
masalah dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Bagaimana pengaruh gizi selama kehamilan?
b. Bagaimana pemantauan status gizi ibu selama hamil?
c. Bagaimana kebutuhan gizi bagi ibu hamil?
d. Apa saja kelompok gizi ibu hamil?
e. Bagaimana gizi seimbang bagi ibu hamil?
f. Apa dampak kekurangan dan kelebihan pada ibu hamil?
1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat disimpulkan tujuan penyusunan makalah ini
antara lain untuk :
a. Mengetahui pengaruh gizi selama kehamilan
b. Mengetahui pemantauan status gizi ibu selama hamil
c. Mengetahui bagaimana kebutuhan gizi bagi ibu hamil
d. Mengetahui apa saja kelompok gizi ibu hamil
e. Mengetahui bagaimana gizi seimbang bagi ibu hamil
f. Mengetahui apa dampak kekurangan dan kelebihan gizi pada ibu hamil.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Pengaruh Gizi Selama Kehamilan
Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang
sedang dikandung. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil
kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal.
Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu
sebelum dan selama hamil. Berbagai resiko dapat terjadi jika ibu mengalami kurang gizi,
diantaranya adalah mempunyai resiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR,
bayi lahir mati, kematian saat persalinan, pendarahan, pasca persalinan yang sulit karena lemah
dan mudah mengalami gangguan kesehatan (Depkes RI, 1996). Bayi yang dilahirkan dengan
BBLR umumnya kurang mampu meredam tekanan lingkungan yang baru, sehingga dapat
berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan, bahkan dapat mengganggu
kelangsungan hidupnya.
Perempuan yang mengalami kekurangan gizi sebelum hamil atau selama minggu pertama
kehamilan memiliki resiko lebih tinggi melahirkan bayi yang mengalami kerusakan otak dan
sumsum tulang, karena pembentukan system saraf sangat peka pada 2-5 minggu pertama
kehamilan.
2.2. Pemantauan Status Gizi Ibu Selama Hamil
Pemantauan status gizi ibu hamil dapat dilakukan dengan melihat penambahan berat badan
selama kehamilan. Kenaikan berat badan bisa dijadikan indikator kesehatan ibu dan juga
janinnya. Laju pertambahan berat badan selama kehamilan merupakan petunjuk yang sama
pentingnya dengan pertambahan berat badan itu sendiri. Oleh karena itu sebaiknya ditentukan
patokan besaran pertambahan berat badan sampai kehamilan terakhir. Pemantauan yang sering
dilakukan adalah dengan pemeriksaan Antropometri, yaitu dengan melakukan penimbangan
berat badan, pengukuran tinggi badan, dan penentuan berat badan ideal, serta pola pertambahan
berat.
Menurut Pudjiadi (2005), selama kehamilan ibu akan mengalami pertambahan berat badan
sekitar 10-12 kg, sedangkan ibu hamil dengan tinggi badan < 150 cm cukup sekitar 8,8-13,6
kg (Arisman, 2006). Ibu yang sebelum hamil memiliki berat badan normal kemungkinan tidak
mengalami masalah dalam konsumsi makanan setiap hari, namun pertambahan berat badannya
harus tetap dipantau agar selama hamil tidak mengalami kekurangan atau kelebihan gizi. Ibu
hamil dengan berat badan kurang harus mengatur asupan gizinya sehingga bisa mencapai berat
badan normal, sedangkan ibu dengan berat badan berlebih dianjurkan makanan yang seimbang
dengan bahan makanan yang bervariasi, dengan mengurangi bahan makanan berkalori tinggi
serta lemak.
Selain melihat penambahan berat badan selama hamil, status gizi ibu hamil juga dapat
dilihat dari ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dan kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah.
Ukuran LILA yang normal adalah 23,5 cm, ibu yang hamil dengan ukuran LILA dibawah
normal menunjukkan adanya kekurangan energy yang kronis. Kadar Hb menunjukkan status
Anemia. Menurut Saefudin (2002), Anemia pada Ibu hamil adalah kondisi ibu hamil dengan
kadar Hemoglobin< 11gr/dl pada Trimester I dan III, atau kadar <10,5 gr/dl pada Trimester II.
2.3. Kebutuhan Gizi Bagi Ibu Hamil
Kebutuhan gizi ibu hamil merupakan hal penting yang harus dipenuhi selama kehamilan
berlangsung. Resiko akan kesehatan janin yang sedang dikandung dan ibu yang mengandung
akan berkurang jika ibu hamil mendapatkan gizi dan nutrisi yang seimbang. Oleh karena itu,
keluarga dan ibu hamil haruslah memperhatikan mengenai hal ini. Gizi atau nutrisi ibu hamil
kondisinya sama saja dengan pengaturan gizi mengenai pola makan yang sehat. Hanya saja,
ibu hamil harus lebih hati-hati dalam memilih makanan karena mengingat juga kesehatan janin
yang sedang dikandungnya.
Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat 15 % dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal.
Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan ibu dan janin. Makanan dikonsumsi ibu
hamil 40 % digunakan untuk pertumbuhan janin dan sisanya (60 %) digunakan untuk
pertumbuhan ibunya. Secara normal kenaikan berat badan ibu hamil berkisar antara 12-14 kg.

Asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil berguna untuk :


1. Pertumbuhan dan perkembangan janin.
2. Mengganti sel-sel tubuh yang rusak.
3. Sumber tenaga.
4. Mengatur suhu tubuh dan cadangan makanan.
Beberapa hal harus diperhatikan ibu hamil untuk menjalani proses kehamilan yang sehat,
antara lain :
1. Konsumsilah makanan dengan porsi yang cukup dan teratur.
2. Hindari makanan yang terlalu asin dan pedas.
3. Hindari makanan yang mengandung lemak cukup tinggi.
4. Hindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol.
5. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet dan zat pewarna.
6. Hindari merokok.
Hal penting yang harus diperhatikan ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsi terdiri
dari susunan menu yang seimbang yaitu :
1. Sumber Tenaga (Sumber Energi)
Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kalori perhari sekitar 15 % lebih
banyak dari normalnya yaitu 2500 s/d 3000 kalori dalam sehari. Sumber energi dapat diperoleh
dari karbohidrat dan lemak.
2. Sumber Pembangun
Sumber zat pembangun dapat diperoleh dari protein. Kebutuhan protein yang dianjurkan
sekitar 800 gram/hari. Dari jumlah tersebut sekitar 70 % dipakai untuk kebutuhan janin dan
kandungan.
3. Sumber Pengatur dan Pelindung
Sumber zat pengatur dan pelindung dapat diperoleh dari air, vitamin dan mineral. Sumber
ini dibutuhkan tubuh untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran
proses metabolisme tubuh.

Agar perkembangan janin berjalan dengan baik, dan ibu hamil dapat menjalani hari-hari
kehamilannya dengan sehat, maka konsumsi ibu hamil harus mengandung zat gizi sebagai
berikut :
A. Kebutuhan Energi
Umumnya seorang ibu hamil akan bertambah berat badannya sampai 12,5 kg, tergantung
dari berat badan sebelum hamil. Rata-rata ibu hamil memerlukan tambahan 300 KKal/ hari
atau sekitar 15 % lebih dari keadaan normal. Atau membutuhkan 2800-3000 KKal makanan
sehari. Menurut Angka Keccukupan Gizi Tahun 2004, penambahan kebutuhan energy per hari
bagi ibu hamil pada trimester I adalah 180 KKal, trimester II dan III masing-masing 300 KKal.
Total kenaikan kalori yang dibutuhkan untuk menaikkan berat badan sampai 12,5 kg kira- kira
sekitar 80.000 KKal, dari jumlah tersebut sebanyak 36.000 KKal digunakan untuk pembakaran,
dan 44.000 KKal sisanya untuk pembuatan jaringan baru.
Asupan Gizi pada trimester I diperlukan untuk perkembangan dan pertumbuhan plasenta
yang berguna untuk menyalurkan makanan dan pembentukan hormone, pada janin diperlukan
untuk pembentukan organ (organo genesis) dan pertumbuhan kepala, serta badan (Sadler,
2000). Asupan gizi pada trimester II diperlukan untuk pertumbuhan kepala, badan dan tulang
janin. Biasanya pada trimester II juga terjadi pertambahan berat tubuh ibu. Sementara
pertumbuhan janin dan plasenta serta cairan amnion akan berlangsung cepat selama trimester
III. Sumber energy bisa didapat dengan menkonsumsi beras, jagung, gandum, ubi jalar,
kentang, ubi kayu, dan sagu.
B. Kebutuhan Karbohidrat
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energy. Menuru Glade B. Curtis mengatakan bahwa
tidak ada satu rekomendasi yang mengatur berapa sebenarnya kebutuhan ideal karbohidrat bagi
ibu hamil. Namun beberapa ahli gizi sepakat sekitar 60% dari 10 kalori yang di butuhkan tubuh
adalah karbohidrat. Jadi ibu hamil membutuhkan karbohidrat sekitar 1500 kalori. Namun
karena tidak semua sumber karbohidrat baik, maka ibu hamil harus bisa memilih yang tepat
misalnya sumber karbohidrat yang perlu dibatasi adalah gula dan makanan yang mengandung
banyak gula, seperti cake dan permen sedangkan karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi
adalah karbohidrat kompleks yang terdapat pada roti gandum, kentang, serelia,atau padi-padian
yang tidak digiling.
C. Kebutuhan Protein
Protein digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan janin. Selama kehamilan,
diperlukan tambahan protein rata-rata 17 gram/ hari. Kebutuhan protein untuk ibu hamil adalah
62 gr/ hari. Peran protein selama proses kehamilan diantaranya yaitu selain untuk pertumbuhan
dan perkembangan janin juga untuk pembentukan plasenta dan cairan amnion. Pertumbuhan
jaringan maternal seperti pertumbuhan mamae ibu dan jaringan uterus, dan penambahan
volume darah. Kebutuhan akan protein selama kehamilan tergantung pada usia kehamilan.
Jenis protein yang dikonsumsi sebaiknya yang mempunyai nilai gizi tinggi seperti daging,
ikan, telur, tahu, tempe,kacang- kacangan, biji-bijian, susu, dan yogurt. Bila seorang ibu
tersebut adalah seorang vegetarian dan biasa mengkonsumsi banyak kacang-kacangan, biji-
bijan, sayuaran dan buah-buahan maka ibu tersebut tidak akan mengalami masalah kekurangan
protein.
Hampir 70 % protein digunakan untuk pertumbuhan janin yang dikandung. Pertumbuhan
dimulai dari pertumbuhan sebesar sel sampai tubuh janin mencapai lebih kurang 3,5 kg, protein
juga digunakan untuk pembentukan plasenta. Bila asupan protein kurang maka plasenta
menjadi kurang sempurna padahal plasenta berfungsi untuk menunjang, memelihara, dan
menyalurkan makanan bagi bayi. Selain untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, protein
juga dibutuhkan untuk persiapan persalinan. Sebanyak 300-500 ml darah diperkirakan akan
hilang pada persalinan sehingga cadangan darah diperlukan pada periode tersebut dan hal ini
tidak terlepas dari peran protein.
D. Kebutuhan Lemak
Lemak dapat membantu tubuh untuk menyerap banyak nutrisi. Lemak juga menghasilkan
energy dan menghemat protein untuk dimanfaatkan dalam fungsi-fungsi pertumbuhan jaringan
plasenta dan janin. Bagi ibu hamil, lemak juga dapat disimpan sebagai cadangan tenaga untuk
menjalani persalinan dan pemulihan pasca persalinan. Cadangan lemak yang terdapat pada ibu
hamil juga bermanfaat untuk membantu proses pembentukan ASI. Namun, bila asupannya
berlebih dikhawatirkan berat badan ibu hamil akan meningkat tajam. Keadaan ini akan
menyulitkan ibu hamil sendiri dalam menjalani kehamilan dan pasca persalinan. Karena itu ibu
hamil dianjurkan makan makanan yang mengandung lemak tidak lebih dari 25% dari seluruh
kalori yang dikonsumsi sehari. Sumber lemak yaitu minyak ikan, minyak jagung, kacang-
kacangan dan hasil olahannya.
E. Kebutuhan Vitamin
1. Kebutuhan vitamin A
Vitamin A dibutuhkan oleh ibu hamil untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan sel dan
jaringan janin, namun tidak boleh berlebihan karena dapat menimbulkan cacat bawaan.
Kebutuhan vitamin A bagi ibu hamil adalah sekitar 800 RE per hari.
2. Kebutuhan vitamin B12
Vitamin B12 bersama asam folat berperan dalam sintesis DNA dan memudahkan
pertumbuhan sel. Selain itu, vitamin ini juga penting untuk keberfungsian sel sumsum tulang,
system persyarafan, dan saluran cerna. Kebutuhan Vitamin B12 sebesar 3 mg per hari. Terdapat
pada Hati, telur, ikan, kerang, daging, susu, dan keju.
3. Kebutuhan vitamin C
Tubuh ibu hamil juga memerlukan vitamin C guna menyerap zat besi. Selain itu vitamin C
sangat baik guna kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain dari vitamin C adalah melindungi
jaringan dari organ tubuh dari berbagai macam kerusakan serta memberikan otak berupa sinyal
kimia, hal terjadi karena vitamin C banyak mengandung antioksidan. Kebutuhan vitamin C
bagi ibu hamil adalah sekitar 85 mg per hari.
4. Kebutuhan vitamin D
Termasuk juga peran dari vitamin D yang dapat menyerap kalsium sehingga sangat bermanfaat
dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang bayi dalam kandungan. Vitamin D dapat di dapat
dari sumber makanan, susu, kuning telur atau hati ikan. Kekurangan vitamin D akan
mengakibatkan gangguan metabolisme kalsium pada ibu dan janin. Gangguan dapat berupa
hipokalsemi, tetani pada bayi baru lahir, dan osteomalasia pada ibu. Sumber vitamin D yang
utama adalah sinar Cahaya matahari. Kebutuhan vitamin D bagi ibu hamil adalah sekitar 5µg
per hari.
F. Kebutuhan Asam folat
Asam folat dibutuhkan untuk perkembangan sel-sel muda, pematangan sel darah merah,
sintesis DNA, dan metabolism energy. Kekurangan asam folat dapat berakibat lelah berat, kaki
kejang, dan gangguan tidur. Kebutuhan Asam folat untuk Trimester I sebanyak 280 µg,
Trimester II sebanyak 660 µg, dan Trimester III sebanyak 470 µg. jenis makanan yang
mengandung asam folat yakni ragi, brokoli, sayuran hijau, asparagus, dan kacang-kacangan.
G. Kebutuhan Mineral
1) Kalsium
Kalsium mengandung mineral yang penting untuk pertumbuhan janin dan membantu
kekuatan kaki dan punggung. Mencegah preeklamsia atau tekanan darah tinggi pada ibu hamil
yang dapat menyebabkan kejang pada ibu, prematuritas, bahkan kematian.. Kalsium juga
dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan bakal gigi janin yang dimulai sejak usia kehamilan
8 minggu. Ibu hamil membutuhkan kalsium 2 kali lipat, yaitu sekitar 950 mg. sumber kalsium
adalah susu dan prosuk olahan lainnya.
2) Zat Besi
Kebutuhan zat besi selama kehamilan sangat tinggi, khususnya trimester 2 dan 3.
kebutuhan zat besi dapat dipenuhi dengan tambahan pil besi dengan dosis 100 mg/ hari. Zat
besi penting untuk pembentukan hemoglobin untuk meningkatkan masa hemoglobin.
Kebutuhan akan zat besi pada perempuan hamil meningkat 200- 300 %. Sekitar 1040 mg
ditimbun selama kehamilan, sebanyak 300 mg ditransfer ke janin, 200 mg hilang saat
melahirkan, 50-75 mg untuk pembentukan plasenta dan 450 mg untuk pembentukan sel darah
merah. Zat besi tidak akan terpenuhi dari makanan saja, oleh karena itu pemberian suplemen
zat besi sangat diperlukan. Pemberian dilakukan selama trimester II dan III dan dianjurkan
untuk menelan 30-60 mg tiap hari mulai minggu ke-12 kehamilan sampai selama 3 bulan.
Sumber zat besi adalah makan yang berasal dari hewan yaitu daging, ayam dan telur serta
kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran hijau.

3) Yodium
Yodium dapat diperoleh dari air minum dan sumber bahan makanan laut. Kekurangan
Yodium pada Ibu hamil akan mengakibatkan janin mengalami hipotiroid yang selanjutnya
berkembang menjadi kretinisme. Kerusakan syaraf akibat dari hipotiroid dapat menyebabkan
retardasi mental. Kekurangan yodium juga menyebabkan bayi lahir mati, aborsi, serta
meningkatkan kematian bayi dan perinatal. Koreksi yodium hendaknya sebelum atau selama 3
bulan pertama kehamilan. Asupan yang dianjurkan adalah 200 µg/ hari. kebutuhan yodium
dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi garan beryodium serta bahan makanan yang bersumber
dari laut.
2.4. Kelompok Gizi Ibu Hamil
Bersama dengan usia kehamilan yang terus bertambah, maka bertambah pula kebutuhan
gizi dan nutrisi ibu hamil, khususnya ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua. Pada
saat trimester kedua, janin tumbuh dengan sangat pesat, khususnya mengenai pertumbuhan
otak berikut susunan syarafnya. Pada umumnya kebutuhan makanan bagi ibu hamil untuk
setiap trimester berbeda-beda, hal ini berhubungan dengan kondisi ibu pada setiap trimester
tersebut. Berikut ini adalah kelompok gizi ibu hamil, yakni :
1. Pada kehamilan trimester pertama (1-3 bulan), umumnya nafsu makan ibu berkurang, sering
timbul rasa mual dan muntah. Pada kondisi ini, ibu harus tetap berusaha untuk makan agar
janin tumbuh baik. Makanlah makanan dengan porsi kecil tapi sering, seperti sup, susu, telur,
biskuit, buah-buahan segar dan jus. Kenaikan normal antara 0,7 – 1,4 kg.
2. Pada trimester kedua (4-6 bulan), nafsu makan sudah pulih kembali , pertumbuhan janin
berlangsung cepat, kebutuhan makan harus lebih banyak dari biasanya meliputi zat sumber
tenaga, pembangun, pelindung dan pengatur. Hal ini untuk kebutuhan janin. Kenaikan berat
badan normal antara 6,7 – 7,4 kg.
3. Pada trimester ketiga (7-9 bulan) nafsu makan sangat baik, tetapi jangan kelebihan, kurangi
karbohidrat, tingkatkan protein, sayur-sayuran dan buah-buahan, lemak harus tetap
dikonsumsi. Selain itu kurangi makanan terlalu manis (seperti gula) dan terlalu asin (seperti
garam, ikan asin, telur asin, tauco dan kecap asin) karena makanan tersebut akan memberikan
kecenderungan janin tumbuh besar dan merangsang timbulnya keracunan saat kehamilan.
2.5. Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil
1. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dengan Bb Normal
Kebutuhan energi pada kehamilan trimester I memerlukan tambahan 100 kkal/hari (menjadi
1.900 – 2000 kkal/hari). Ini berarti sama dengan menambah 1 potong (50 gr) daging sapi dalam
menu sehari. Selanjutnya pada trimester II dan III, tambahan energi yang dibutuhkan
meningkat menjadi 300 kkal/hari, atau sama dengan mengkomsumsi tambahan 100 gr daging
ayam atau minum 2 gelas susu sapi cair. Sementara penambahan BB untuk Ibu yang memiliki
berat ideal cukup naik 12-14 kg. Kebutuhan makan ibu hamil dengan BB normal per hari, yakni
Nasi 6 porsi, sayuran 3 mangkuk, buah 4 potong, susu 2 gelas, daging ayam/ikan/telur 3 potong,
lemak/minyak 5 sendok teh, gula 2 sendok makan.
2. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Gemuk
Ibu hamil yang terlalu gemuk tidak boleh mengkomsumsi makanan dalam jumlah sekaligus
banyak. Sebaiknya berangsur – angsur, sehari menjadi 4 – 5 kali waktu makan. Penambahan
energi untuk ibu hamil gemuk tidak boleh lebih dari 300 kkal/hari. Sementara penambahan
berat badan untuk ibu yang tergolong gemuk cukup naik < 10 kg. Makanan yang harus
dikurangi adalah yang rasanya manis, gurih dan mengandung banyak lemak, seperti daging
sapi, daging ayam dengan kulit, makanan berminyak dan sejenisnya. Daging boleh dikomsumsi
100 gr atau 1 potong besar/hari. Buah – buahan yang harus dibatasi adalah durian, nangka,
advokad. Sedangkan untuk minyak paling banyak 20 gr/hari. Makanan yang kaya serat lainnya
disarankan banyak dikomsumsi. Kebutuhan makan ibu hamil gemuk per hari, yakni Nasi 2
gelas, sayuran 3 mangkuk, buah 4 potong, susu 4 sendok makan, telur 1 butir, daging 1 potong
sedang, ikan 1 potong sedang, tahu 1 potong sedang, gula pasir 3 sendok makan, lemak/minyak
3 sendok teh, roti 2 iris.

3. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Kurus


Pengaturan makanan bagi ibu hamil kurus lebih sederhana. Yang harus diperhatikan adala
jumlah cairan yang terkandung dalam makanan. Air, baik air minum, jus atau makanan yang
mengadung kadar air tinggi, selain mudah mengenyangkan juga memacing timbulnya rasa
mual. Supaya kebutuhan ibu yang terlalu kurus tercukupi, disarankan mengkomsumsi makanan
dengan sedikit kuah. Setelah makan, beri jeda ½ hingga 1 jam sebelum minum. Mengenai jenis
dan jumlah makanan tidak ada pantangannya. Sementara penambahan BB untuk Ibu yang
memiliki BB rendah adalah 12,5 – 18 kg. Kebutuhan makan ibu hamil kurus per hari, yakni
Nasi 4 gelas, sayuran 3 mangkuk, buah 1 potong, susu 9 sendok makan, telur 2 butir, daging 1
potong sedang, ayam 1 potong besar, ikan 1 potong sedang, tempe 3 potong sedang, tahu 1
potong sedang, gula pasir 5 sendok makan, lemak/minyak 5 sendok teh, roti 4 iris, biscuit 6
keping.
4. Menu makanan sehari bagi ibu hamil
1. Tabel Kebutuhan makanan ibu hamil per hari (sumber: Widya Karya Pangan dan Zat Gizi
Indonesia).

Jenis Makanan Jumlah yang Dibutuhkan Jenis Zat Gizi

Sumber zat tenaga 10 porsi nasi/pengganti Karbohidrat


(karbohidrat) 2 sdm gula
4 sdm minyak goring
Sumber zat pembangun 7 porsi terdiri dari: Protein, vitamin
dan mineral 2 ptg ikan/daging, @ 50 gr
3 ptg tempe/tahu, @50-75 gr
1 porsi kacang hijau/merah
Sumber zat pengatur 7 porsi terdiri dari : Vitamin dan mineral
4 porsi sayuran berwarna @
100 gr
3 porsi buah2an @ 100 gr
Susu 2-3 gelas Karbohidrat,
lemak, protein,
vitamin dan
mineral

2. Contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil


Bahan Makanan Porsi Hidangan Jenis Hidangan
Sehari
Nasi 5 + 1 porsi Makan pagi: nasi 1,5 porsi (150 gram)
dengan ikan/daging 1 potong sedang (40
Sayuran 3 mangkuk gram), tempe 2 potong sedang (50
Buah 4 potong gram), sayur 1 mangkok dan buah 1
potong sedang
Tempe 3 potong Makan selingan: susu 1 gelas dan buah
1 potong sedang
Daging 3 potong
Susu 2 gelas Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram),
dengan lauk, sayur dan buah sama
Minyak 2 gelas dengan pagi
Gula 2 sendok makan Selingan: susu 1 gelas dan buah 1
potong sedang
Makan malam: nasi 2,5 porsi (250
gram) dengan lauk, sayur dan buah sama
dengan pagi/siang
Selingan: susu 1 gelas
Menu di atas dapat divariasikan dengan bahan makanan penggantinya, sebagai berikut:

Jenis Bahan Makanan Pengganti


1 porsi nasi (100 gram) Roti 3 potong sedang (70 gram), kentang 2 biji
sedang (210 gram), kue kering 5 buah besar (50
gram), mie basah 2 gelas (200 gram), singkong 1
potong besar (210 gram), jagung biji 1 piring (125
gram), talas 1 potong besar (125 gram), ubi 1 biji
sedang (135 gram)
1 potong sedang ikan (40 gram) 1 potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok makan
teri kering (20 gram), 1 potong sedang ayam tanpa
kulit (40 gram), 1 buah sedang hati ayam (30 gram),
1 butir telur ayam negeri (55 gram), 1 potong
daging sapi (35 gram), 10 biji bakso sedang (170
gram) dan lainnya
1 mangkuk (100 gram) sayuran Buncis, kol, kangkung, kacang panjang, wortel,
labu siam, sawi, terong dan lainnya.
1 potong buah 1 potong besar papaya (110 gram), 1 buah pisang
(50 gram), 2 buah jeruk manis (110 gram), 1 potong
besar melon (190 gram), 1 potong besar semangka
(180 gram), 1 buah apel (85 gram), 1 buah besar
belimbing (140 gram), 1/4 buah nenas sedang (95
gram), 3/4 buah mangga besar (125 gram), 9 duku
buah sedang (80 gram), 1 jambu biji besar (100
gram), 2 buah jambu air sedang (110 gram), 8 buah
rambutan (75 gram), 2 buah sedang salak (65 gram),
3 biji nangka (45 gram), 1 buah sedang sawo (85
gram), dan lainnya.
2 potong sedang tempe (50 gram) Tahu 1 potong besar (110 gram), 2 potong oncom
kecil (40 gram), 2 sendok makan kacang hijau (20
gram), 2,5 sendok makan kacang kedelai (25 gram),
2 sendok makan kacang merah segar (20 gram), 2
sendok makan kacang tanah (15 gram), 1,5 sendok
makan kacang mete (15 gram), dan lainnya.
1 gelas susu sapi (20 cc) 4 sendok makan susu skim (20 gram), 2/3 gelas
yogurt non fat (120 gram), 1 potong kecil keju (35
gram), dan lainnya.
Minyak kelapa 1 sendok the (5 avokad 1/2 buah besar (60 gram), 1 potong kecil
gram) kelapa (15 gram), 2,5 sendok makan kelapa parut
(15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram), dan lainnya.
Gula pasir 1 sendok makan (13 1 sendok makan madu (15 gram)
gram)

2.6. Dampak Gizi Kurang dan Gizi Lebih pada Ibu Hamil
Adapun dampak buruk akibat ibu hamil kekurangan zat gizi, baik sebelum maupun
selama hamil antara lain :
1. Terhadap Ibu
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu anara lain:
anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan mudah terkena
penyaki infeksi.
2. Terhadap Persalinan
Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan
lama, persalinan sebelum waktunya (premature), pendarahan setelah persalinan, serta
persalinan dengan operasi cenderung meningkat.
3. Terhadap janin
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat
menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia
pada bayi, asfiksia intrapartum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan rendah
(BBLR).
Sedangkan, dampak buruk akibat Ibu hamil yang kelebihan gizi antara lain adalah ibu akan
mengalami perdarahan atau bisa jadi merupakan indikasi awal terjadinya keracunan kehamilan
(pre-eklamsia) atau diabetes. Mula-mula overweight, lalu tensi naik, bengkak kaki, ginjal
bermasalah, akhirnya keracunan kehamilan. Hal tersebut akan beresiko menghambat
pertumbuhan janin, mengurangi pasokan makanan ke janin, karena adanya penyempitan
pembuluh darah. Apabila penyempitan pembuluh darah menghebat akan berakibat fatal bagi
janin. Berat badan ibu yang berlebihan juga dapat mempengaruhi proses persalinan.

BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pemenuhan Kebutuhan zat gizi ibu hamil adalah upaya yang bertujuan untuk meningkatkan
derajat kesehatan dan keselamatan seorang ibu hamil, serta agar janin yang dikandungnya
mendapatkan asupan zat gizi yang mencukupi untuk pertumbuhannya.
Ibu hamil membutuhkan tambahan energi dan zat gizi yang seimbang untuk pertumbuhan
dan perkembangan janin dengan tetap mempertahankan kebutuhan zat gizi ibu. Jika ibu hamil
mengalami kekurangan gizi akan menimbulkan masalah baik pada ibu maupaun pada janin
yang dikandungnya. Kekurangan gizi juga akan mengakibatkan keguguran, abortus, cacat
bawaan dan BBLR. Demikian pula halnya jika kelebihan zat gizi , akan menimbulkan resiko
gangguan kesehatan bagi sang ibu dan janinnya.
3.2. Saran
Bagi ibu hamil agar lebih memperhatikan lagi mengenai asupan gizi yang seimbang,
karena status gizi pada saat sebelum dan selama kehamilan sangat menentukan kondisi
kesehatan dan keselamatan ibu, serta janin yang dikandungnya,

DAFTAR PUSTAKA
Herbold, N. 2011. Buku Saku Nutrisi. Edisi Editor. EGC. Jakarta.
Hariyani, S. 2011. Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Edisi pertama. PT Graha Ilmu. Yogyakarta.
Intan. 2012. Kebutuhan Nutrisi Bagi Ibu Hamil.
[Link]
Diakses pada tanggal 16 November 2013.
[Link]

Anda mungkin juga menyukai