100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
574 tayangan38 halaman

Prosedur Sterilisasi Alat Rumah Sakit

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut memberikan panduan distribusi dan pelayanan sterilisasi alat bedah di Rumah Sakit Umum Nurhayati Kabupaten Garut; (2) Mencakup prosedur distribusi alat dari CSSD ke unit penggunaan dan prosedur pelayanan sterilisasi alat meliputi penerimaan, pencucian, sterilisasi, hingga penyimpanan alat steril; (3) Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan unit dengan

Diunggah oleh

Yud At Mix X-cel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
574 tayangan38 halaman

Prosedur Sterilisasi Alat Rumah Sakit

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut memberikan panduan distribusi dan pelayanan sterilisasi alat bedah di Rumah Sakit Umum Nurhayati Kabupaten Garut; (2) Mencakup prosedur distribusi alat dari CSSD ke unit penggunaan dan prosedur pelayanan sterilisasi alat meliputi penerimaan, pencucian, sterilisasi, hingga penyimpanan alat steril; (3) Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan unit dengan

Diunggah oleh

Yud At Mix X-cel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN DISTRIBUSI PELAYANAN

STERILISASI ALAT

PROSEDUR PELAYANAN STERILISASI ALAT BEDAH


RUMAH SAKIT UMUM NURHAYATI
KABUPATEN GARUT
2019
PROSEDUR DISTRIBUSI ALAT

RSU NUR HAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 1/1

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Pendistribusian alat alat steril dan non steril dari CSSD ke
unit pelayanan.
Tujuan Yntuk memenuhi kebutuhan unit yang memerlukan alat
bantu steril dan non steril untuk kegiatan pelayanan pasien.
Indikator Terlaksananya prose distibusi alat dari CSSD ke unit
keberhasilan penggunan sesuai dengan standar prosedur operasional
(SPO) yang telah ditetapkan.
Kebijakan
Prosedur 1. Petugas distribusi, menerima bon dari petugas unit .
2. Petugas distribusi mengambil barang diruang
penyimpanan alat steril dan non steril sesuai dengan
jumlah barang tercatat pada bon pengiriman dan
permintaan alat atau barang.
3. Petugas distribusi menulis nama alat yang akan
dikeluarkan (jumlah alat, nomer bundle, tanggal, bulan
dan tahun.) pada saat pengambilan.
4. Petugas distribusi menandai alat yang belum di ambil
pada kertas bon.
5. Penerima barang dan petugas distribusi menulis nama
dan menandatangani buku pengeluaran barang atau alat
yang telah diterima dan memverifikasi prose akhir
distribusi.
Dokumen Lembar ceklis alat steril
Unit kerja Unit , PPI.
PROSEDUR PELAYANAN STERILISASI ALAT

RSU NU RHAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Semua instrument/alat linen yang akan dipergunakan


untuk tindakan pelayanan pasien harus melalui proses
sterilisasi yang dilaksanakan oleh instalasi Sarana
Sandang dan Sterelisasi Sentral.
Tujuan  Menghilangkan mikroorganisme berbahaya dari
alat/instrument linen yang disterilisasi.
 Menghasilkan alat/instrument/linen yang siap
pakai dalam keadaan steril, aman dan nyaman.
Indikator keberhasilan  Jaminan sterilisasi alat.
 Batas waktu.
Kebijakan  Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Rumah Sakit di RSU Nurhayati Garut, tahun
 Keputusan Direktur utama RSU Nurhayati Garut,
Nomor:
 Keputusan Direktur Utama RSU Nurhayati Garut,
Nomor :
Prosedur  Petugas CSSD menerima alat/instrument/linen
yang akan disterilkan dari unit pengirim barang di
loket penerimaan.
 Petugas CSSD bersama-sama petugas pengirim
barang memeriksa, menghitung dan mencatat
alat/instrumen/linen yang akan disterilkan.
 Petugas CSSD memberikan bon penerimaan
alat/instrument/linen yang akan disterilkan
sebagai bukti pengiriman.
 Petugas CSSD merendam, mencuci
PROSEDUR PELAYANAN STERILISASI ALAT

RSU NU RHAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 1/2
2/2

alat/instrument/alat dan mengeringkannya.


 Petugas CSSD mensortir alat/instrument/linen
yang akan disterilkan.
 Petugas CSSD membungkus alat/instrument/linen
yang akan diseterilkan.
 Petugas CSSD mencatat pada buku sterilisasi
dan memberi label pada lat-alat yang akan
disterilkan.
 Petugas CSSD memanaskan mesin Autoclave
untuk persiapan sterilisasi.
 Petugas CSSD menyusun Alat/instrument/linen
yang akan disterilkan pad arak dan memasukan
ke dalam “chamber” mesin Autoclave.
 Petugas CSSD mengoprasikan mesin Autoclave
sesuai dengan program alat/instrument/linen yang
akan disterilkan.
 Petugas CSSD mengeluarkan
alat/instrument/linen dari dalam chamber mesin,
mengontrol indicator tiap-tiap kemasan dan
meletakannya diruang penyimpanan
alat/instrument/linen steril.
PROSEDUR UMUM PELAYANAN STERILISASI
SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/3

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Pelaksanaan pekerjaan pelaksanan sterilisasi


alat/barang yang akan dilaksanakan dengan mengacu
pada standar operasional prosedur yang tlah ditetapkan.
Tujuan  Menyediakan petunjuk operasional yang dapat
diikuti oleh seluruh staf CSSD.
 Memberikan penekanan pada kesehatan pasien
dan pekerja pelaksana.
 Meningkatkan ketertiban, disiplin, semangat kerja
dalam upaya memperbaiki, mendidik petugas
untuk taat dan patuh dalam melaksanakan tugas.
Indikator keberhasilan  Terpenuhinya peralatan yang steril kesemua
bagian/unit yang membutuhkan.
 Terlaksananya kegiatan pelayanan sterilisasi
dengan baik dan benar sesuai dengan Standar
Prosedur Operasional (SPO) yang telah
ditetapkan.
Kebijakan  Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Rumah Sakit di RSU Nurhayati Garut
 Keputusan Direktur Utama RSU Nurhayati Garut
 Keputusan Direktur Utama RSU Nurhayati Garut,
Nomor
Prosedur PETUNJUK UMUM :
 Jam kerja mulai dari 07.00-19.00 WIB
Hari libur : 07-14.00 WIB dan tidak ada dinas
sore.
PROSEDUR UMUM PELAYANAN STERILISASI
SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/3
2/3

 Pengoprasian peralatan mesin sterilisasi di bawah


pengawasan pengelolaUrusan Pelayanan CSSD.
 Selesai jadwal dinas pagi diadakan jadwal dinas
“lembur” dalam keadaan darurat, hal ini untuk
menyelesaikan pensterilan yang tidak mungkin
ditunda-tunda dan diselesaikan oleh petugas shift
sore.
 Absensi dilakukan 2(dua) kali. Waktu dating dan
waktu pulang baik itu yang menggunakan finger
print atau manual yang ada di CSSD.
 Mengganti pakaian dinas dengan pakaian kerja
lengkap, masker dan topi seluruh staf CSSD.
 Baju dan sepatu pribadi disimpan dalam locker
atau lemari pakaian pribadi yang tyelah
disediakan.
 Petugas yang sakit segera berobat ke Poli
Karyawan dan di perkenankan istirahat atas
keterangan dokter.
 Sebelum dan sesudah menjalankan tugas kedua
tangan dicuci dengan cairan antiseptik.
Catatan:
Lembur : pelaksana menjalankan tugas diluar jadwal
yang ditentukan adalah untuk menyelesaikan
pekerjaan sisa pagi yang tidak mungkin diselesaikan
oleh petugas shift sore,

 Petugas CSSD mengeluarkan alt/instrument/linen


steril sesuai permintaan dari petugas ruangan
dengan menunjukan formulir/bon pengiriman
barang.
 Semua alat/instrument/linen yang keluar dicatat
pada buku pengeluaran.
 Petugas CSSD dan Petugas pengambil
alat/instrument/linen menulis nama dan
PROSEDUR UMUM PELAYANAN STERILISASI
SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/3
3/3

menandatanagani buku pengeluaran sebagai


bukti/verifikasi pengeluaran.
Dokumen  Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi di Rumah
Sakit, [Link] Jakarta, 2009
 Pedoman teknis Sarana dan Prasarana Rumah
Sakit Kelas C, Kementrian Kesehatan RI, Jakarta,
2010.
 Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
di Rumh sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
lainnya, [Link], Jakarta 2007.
 Panduan CSSD Modern, Taufik-Hidayat, Jakarta,
2003.
Unit Kerja  Pandalin
 Unit Rawat Inap
 Unit Rawat Jalan
 Instalasi Peristi
 Instalasi Bedah Sentral
 Instalasi UGD & ICU
 Instalasi Penunjang
PROSEDUR UMUM PELAYANAN STERILISASI
SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/3

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Pelaksanaan pekerjaan pelaksanan sterilisasi alat/barang


yang akan dilaksanakan dengan mengacu pada standar
operasional prosedur yang tlah ditetapkan.
Tujuan  Menyediakan petunjuk operasional yang dapat
diikuti oleh seluruh staf CSSD.
 Memberikan penekanan pada kesehatan pasien
dan pekerja pelaksana.
 Meningkatkan ketertiban, disiplin, semangat kerja
dalam upaya memperbaiki, mendidik petugas untuk
taat dan patuh dalam melaksanakan tugas.
Indikator keberhasilan  Terpenuhinya peralatan yang steril kesemua
bagian/unit yang membutuhkan.
 Terlaksananya kegiatan pelayanan sterilisasi
dengan baik dan benar sesuai dengan Standar
Prosedur Operasional (SPO) yang telah ditetapkan.
Kebijakan  Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Rumah Sakit di RSU Nurhayati Garut
 Keputusan Direktur Utama RSU Nurhayati Garut
 Keputusan Direktur Utama RSU Nurhayati Garut,
Nomor
Prosedur PETUNJUK UMUM :
 Jam kerja mulai dari 07.00-19.00 WIB
Hari libur : 07-14.00 WIB dan tidak ada dinas sore.
 Pengoprasian peralatan mesin sterilisasi di bawah
pengawasan pengelolaUrusan Pelayanan CSSD.
PROSEDUR UMUM PELAYANAN STERILISASI
SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
2/3
1/3

 Selesai jadwal dinas pagi diadakan jadwal dinas


“lembur” dalam keadaan darurat, hal ini untuk
menyelesaikan pensterilan yang tidak mungkin
ditunda-tunda dan diselesaikan oleh petugas shift
sore.
 Absensi dilakukan 2(dua) kali. Waktu dating dan
waktu pulang baik itu yang menggunakan finger
print atau manual yang ada di CSSD.
 Mengganti pakaian dinas dengan pakaian kerja
lengkap, masker dan topi seluruh staf CSSD.
 Baju dan sepatu pribadi disimpan dalam locker atau
lemari pakaian pribadi yang tyelah disediakan.
 Petugas yang sakit segera berobat ke Poli
Karyawan dan di perkenankan istirahat atas
keterangan dokter.
 Sebelum dan sesudah menjalankan tugas kedua
tangan dicuci dengan cairan antiseptik.
Catatan:
Lembur : pelaksana menjalankan tugas diluar jadwal
yang ditentukan adalah untuk menyelesaikan pekerjaan
sisa pagi yang tidak mungkin diselesaikan oleh petugas
shift sore,
sebagai akibat adanya gangguan listrik, air, peralatan atau
mesin steril dari gangguan lain yang memerlukan tindakan
penanganan segera.
Petugas :
1. Dilaksanakan oleh petugas CSSD
2. Jumlah tenaga CSSD minimal 14 orang
Kewajiban petugas
1. Memakai pakaian kerja lengkap dengan tanda
pengenalnya.
2. Mentaati juklak atau juknis yang telah ditentukan.
3. Menjaga kebersihan dan memelihara peralatan steril
serta perlengkapan lainnya.
PROSEDUR UMUM PELAYANAN STERILISASI
SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
3/3
1/3

4. Melaporkan hasil kerja sesuai jadwal dinas yang telah


dilakukan kepada pengelola urusan CSSD.
5. Melaporkan setiap ada kerusakan peralatan CSSD ke
IP3M dengan menggunakan formulir F1.
Perlengkapan :
1. Pakaian kerja
2. Sarung tangan.
3. Masker.
4. Sandal.
5. Topi penutup kepala.
6. Kacamata gogle
Dokumen  Pedoman instalasi pusat sterilisasi di Rumah Sakit,
[Link]. Jakarta, 2009.
 Pedoman teknis sarana prasarana rumah sakit dan
fasilitas kelas C, kementrian kesehatan RI, Jakarta,
2010.
 Pedoman pencegahan pengendalian infeksi di Rumah
Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,
[Link], Jakarta, 2007.
 Panduan CSSD modern, Taufik Hidayat, Jakarta 2003.

Unit terkait 1. Direktur Umum Dan Oprasional.


2. Bagian Umum
3. Bagian Nosokomial
4. Unit Atau Bangsal Perawatan.
PROSEDUR PEMERIKSAAN ALAT ATAU BARANG
SINGLE-USE YANG AKAN DISTERILISASI
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Pemeriksaan alat atau barang single use yang berasal


dari unit ruangan untuk dilakukan proses sterilisasi untuk
digunakan kembali (re-use)
Tujuan 1. Menjaga kualitas alat atau barang yang akan diRe-
use smpai kepada proses distribusi.
2. Untuk meningkatkan efektifitas dari prosssses
sterilisasi dan layak pakai alat.
Indikator keberhasilan Semua alat atau barang yang akan si Re-use terjaga
kualitasnya dan layak pakai.
Kebijakan
Prosedur 1. Penerimaan
2. Melakukan pemeriksaan pada setiap alat atau barang
single-use yang akan dilakukan proses Re-use,
apakah memenuhi persyaratan untuk layak pakai
atau tidak,antara lain:
3. Melihat penandaan atau kode warna yang terpasang
pada alat, apakah masih memenuhi persyaratan
untuk dilakukan proses Re-use atau tidak.(batas
maksimal Re-use 9 kali (R-9), dengan kode warna
orange.
4. Kelenturan alat : lentur atau tidak.
5. Warna bening , buram atau hitam
6. Petugas penerimaan dan petugas unit ruanf sama
sama menghitung dari jumlah alat atau barang yang
akan disterilkan dan melihat keutuhan alat.
PROSEDUR PEMERIKSAAN ALAT ATAU BARANG
SINGLE-USE YANG AKAN DISTERILISASI
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
2/2
1/2

7. Apabila alat atau barang Single-use yangakan di


proses Re-use tidak memenuhi persyaratan untuk
layak pakai, maka dilakukan penolakan pada alat
atau barang yang akan di Re-use dan dibuat laporan
atau dokumentasi mengenai penghapusan alat yang
tidak layak tersebut dari unit yang mengirm dan dari
unit CSSD.
8. Penandaan
9. Melakukan penandaan kode warna atau tanda yang
sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan
(standar oprasional prosedur pemasangan kode
warana atau tanda alat Single-Use di proses Re-Use,
untuk dilakukan proses selanjutnya (kemas ulang)
apabila memenuhi persyaratan.
Dokumen Lembar ceklis
Unit kerja Unit/ bangsal perawatan, PPI.
PROSEDUR PEMERIKSAAN INSTRUMENT /
BARANG YANG AKAN DISTERILISASI
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Pemeriksaan alat/ barang yang berasal dari unit ruangan


untuk dilakukan proses sterilisasi.
Tujuan 1. Menjaga kualitas alat/barang yang akan disterilisasi
sampai kepada distribusi.
2. Untuk meningkatkan efektifitas dari proses sterilisasi
dan desinfeksi.
Indikator keberhasilan Semua alat atau barang yang akan disterilisasi terjaga
kualitasnya dan layak pakai.
Kebijakan
Prosedur 1. Penerimaan
 Melakukan pemeriksaan pada setiap alat yang
akan dilakukan proses dekontaminasi (cleaning),
apakah memenuhi persyaratan untuk layak pakai
atau tidak.
 Petugas penerimaan dan petugas unit ruang
sama-sama menghitung dari jumlah alat yang
akan disterilkan dan melihat keutuhan alat.
2. Pengemasan
 Melakukan pemeriksaan pada setiap alat yang
akan dikemas dan disterilisasi, antara lain:
 Alat bersih/ kotor/ ada darah.
 Alat kering/ basah / ada air.
 Kelenturan alat : lentur /tidak
 Ketajaman alat : tajam / tumpul.
 Alat berkarat / tidak
PROSEDUR PEMERIKSAAN INSTRUMENT /
BARANG YANG AKAN DISTERILISASI
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
2/2
1/2

 Warna bening / buram/ hitam.


 Kelayakan alat : layak pakai / tidak
 Kemampuan menjepit : bisa / tidak.
 keutuhan alat : mur /baud
 linen yang akan dikemas : utuh / robek.
3. Penandaan atau labeling
 Melakukan pemeriksaan pada setiap set
pengemasan yaitu tanggal, bulan, tahun, nomor
bundle, nama aperator serta tanggal kadaluarsa
sebelum dilakukan proses strilisasi.
4. Penyimpanan alat steril.
 Melakukan pemeriksaan pada setiap set
alat/barang setelah proses sterilisasi selesai yaitu
perlengkapan pada tahapan penendaan/labeling
yaitu tanggal, bulan, tahun, nomor bundle, nama
operator dan kadaluarsa sebelum disimpan pad
arak-rak penyimpanan.
Dokumen Lembar ceklis alat
Unit kerja Unit, bangsal perawatan, PPI
PROSEDUR PENCATATAN DAN PELAPORAN
STERILISASI SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/3

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Kegiatan pencatatan dan pelaporan pelayanan yang


dilakukan sterilisasi sentral dan penerimaan sampai
pendistribusian.
Tujuan 1. Meningkatkan mutu pelayanan sterilisasi sentral.
2. Menjaga keutuhan barang.
3. Efisiensi biaya pelayanan.
Indikator keberhasilan Terdokumentasi dengan baik dan tercatat dengan benar
seluruh kegiatan pelayanan sterilisasi sentral.
Kebijakan
Prosedur A. Prosedur penghitungan , pencatatan, dan pelaporan.
1. Setiap pelayanan sterilisasi alat petugas
penerimaan alat diwajibkan mengisi buku atau
formulir yang tersedia. Terdiri dari:
 Tenggal dan jam permintaan/pengiriman.
 Jenis/nama alat.
 Nama ruangan/unit/satuan kerja.
 Nama jelas dan tanda tangan dari unit yang
bersangkutan.
 Nama jelas dan tanda tangan petugas CSSD.
2. Penghitungan alat kotor san pengisian formulir
dilakukan bersama-sama ol;eh petugas CSSD
dan petugas dari unit.
3. Alat kotor dari ruang perawatan dimasukan
kedalam Waskom tersebut dicuci dandikeringkan
sebelum diset.
PROSEDUR PENCATATAN DAN PELAPORAN
STERILISASI SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
2/3
1/3

4. Alat yang sudah diset atau packing atau


dikelompokan sesuai ruangan yang mengirim,
kemudian dicatat dlam bukusterizatin record form
yang terdiri dari:
 Ruangan yang mengirim
 Isi bundle.
 Nomor bundle.
 Nama petugas.
 Tanggal pensterilan.
 Tanggal kadaluarsa.
5. Distribusi alat steril ke ruang perawatan dan
satuan kerja lainnya, dilaksanakan oleh petugas
CSSD setelah unit yang bersangkutan
menunjukan bukti pengiriman barang yang
disterlkan.
6. Pengeluaran ini dicatat pada buku masing masing
unit yang kemudian akan direkap setiap akhir
bulan.
7. Bila terjadi kekeliruan dalam jumlah atau jenis
tidak sesuai dengan buku atau formulir
permintaan sterilisasi alat diselesaikan oleh
petugas distribusi, penerimaan alat SRF, petugas
dari unit yang bersangkutan.

B. Pelaporan.
1. Petugas distribusi alat steril merekap semua
kegiatan pada setiap akhir bulan dengan cara
mengelompokan jenis alat atau barang ruangan
dan jumlahnya.
2. Dari data catatan bulanan dimasukan ke
computer.
3. Laporan bulanan terdiri dari:
 Data pensterilan.
PROSEDUR PENCATATAN DAN PELAPORAN
STERILISASI SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
3/3
1/3

 Data pemakaian bahan habus pakai (BMHP)


 Data pemakaian suku cadang.
 Data pemakaian linen.
 Data pemakaian ART/ATK
 Data quality control
 Dekontaminasi
 Sasaran mutu.
 Monitoring.
4. Data laporan dibuat rangkap 5 dan didistribusikan
kebagian akuntansi, perencanaan dan pelaporan,
SPI, DUO, komite mutu dan arsip.
5. Dta QC hanya dibuat 2 rangkap (mutu dari arsip.
Dokumen Lembar ceklis
Unit kerja Unit atau bangsal perawatan
PPI
Akuntansi
Perencanaan dan pelaporan
SPI
DUO
PROSEDUR PENGERINGAN ALAT

RSU NUR HAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Pengeringan alat atau barang setelah dicuci


berdasarkan jenis setnya.
Tujuan  Memaksimalkan hasil dari sterilisasi.
 Memudahkan pengelapan dengan minyak paraffin.
 Mengontrol apakah alat masih layak pakai atau tidak.
Indikator keberhasilan Tidak terdapatnya noda atau kotoran yang terdapat pada
alat ataupun instrument.
Kebijakan  Pedoman oencegahan dan pengendalian infeksi
rumah sakit RSUD Pameupeuk
 Keputusan direktur utama RSUD Pameupeuk
 Keputusan direktur utama RSU Nurhayati Garut
Prosedur  Petugas menempatkan instrument pada basket atau
keranjang untuk tiap set.
 Petugas pengeringan memasukan alat kedalam
mesin pengering bila akan dikeringkan dengan
mesin.
 Instrument dilap dengan kain kering bila pengeringan
dilakukan secara manual.
 Instrument yang sudah di seting diserahkan ke
petugas sterilization record form (SRF) untuk labeling.

Dokumen  Pedoman instalasi pusat sterilisasi di Rumah Sakit,


[Link]. Jakarta, 2009.
 Pedoman teknis sarana prasarana rumah sakit dan
fasilitas kelas C, kementrian kesehatan RI, Jakarta,
2010.
PROSEDUR PENGERINGAN ALAT

RSU NUR HAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 2/2
1/2

 Pedoman pencegahan pengendalian infeksi di


Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya, [Link], Jakarta, 2007.
 Panduan CSSD modern, Taufik Hidayat, Jakarta
2003.
 Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi
rumah sakit
PROSEDUR PENGHAPUSAN DAN PEMUSNAHAN
ALAT DAN BARANG HABIS PAKAI
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116
Pengertian Penghapusan atau pemusnahan alat atau barang yang
sudah terpakai dan yang tidak layak pakai.
Tujuan  Menjamin kesterilan alat atau barang
 Patient safety
 Penyehatan lingkungan rumah sakit.
Indikator keberhasilan  Terjaganya kualitas alat atau barang yang akan
disterilkan.
 Lingkungan yang tidak tercemar dari bahan
berbahaya atau beracun.
Kebijakan
Prosedur  Penghapusan
 Melakukan penghapusan alat atau barang yang tidak
layak pakai yaitu meliputi instrument dan alay single-
lise, dengan mengisi buku atau formulir yang terdiri
dari:
 Jenis/nama alat.
 Tanggal dan jam pengiriman.
 Nama satuan kerja/unit yang mengirim.
 Nama jelas dan tanda tangan petugas CSSD.
 Penghitungan alat atau barang yang tidak layak pakai
dan pengisian formulir dilakukan bersama-sama oleh
petugas CSSD dan petugas dari unit yang
bersangkutan agar tidak terjadi kekeliruan.
 Melaporkan instrument/alat/barang yang tidak layak
pakai ke direktur umum dan operasional untuk segera
dihapuskan.
PROSEDUR PENGHAPUSAN DAN PEMUSNAHAN
ALAT DAN BARANG HABIS PAKAI
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
2/2
1/2

 Mengirim alat/barang single-use yang tidak ;ayak


pakaii ke bagian IKLPS untuk di musnahkan.
 Melakukan pendokumentasian bukti penghapusan
alat yang telah disahkan oleh panitia penghapusan.
 Pemusnahan
 Mengirim limbah yang berada di unit CSSD ke IKLPS,
YAITU MELIPUTI PEMAKAIAN HABIS PAKAI
INDIKATOR KIMIA DAN biologi pada proses
steilisasi, serta alat single use yang tidak layak pakai
dan alat atau barang yang berbahaya yaitu seperti
jarum suntik dan benda tajam.
 Pemusnahan ini dikelompokan sesuai dengan
jenisnya, kemudian dikirim ke bagian IKLPS untuk
segera dimusnahkan dengan menggunakan
incinerator, dengan tahapan pengiriman yaitu sebagai
berikut.
 Mengirim limbah yang telah terkumpul maksimal
seminggu sekali.
 Mengisi buku ekspedisi yang terdiri dari( tanggal,
prihal, tujuan , tanda tangan dari uit yang
bersangkutan,
 Mengisi tanda terima rangkap 2, yaitu 1 untuk arsip
unit CSSD , dan stu lagi untuk unit IKLPS.
Dokumen Lembar list
Unit kerja Bangsal perawatan, PPI, akuntansi, perencanaan dan
persiapan, SPI dan DUO.
PROSEDUR PENYIMPANAN ALAT STERIL

RSU NUR HAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 1/1

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian RUANG KHUSUS YANG dipergunakan untuk


menyimpan alat-alat atau barang barang steril.
Tujuan Untuk menjaga sterilitas alat atau barang steril.
Indikator keberhasilan Terpeliharanya sterilitas alat atau barang sesuai standar
prosedur operasional (SOP) yang telan disahkan.
Kebijakan
Prosedur  Petugas CSSD, mengeluarkan barang atau alat dari
dalam mesin.
 Petugas mengeluarkan alat atau barang dari dalam
mesin dan mnyusunnya dirak rak yang telah
disediakan sesuai dengan ruangannya
 Petugas CSSD memisahkan barang dan alat dari
karet, lien, dan instrument.
 Petugas quality control memeriksa kembali
kelangkapan SRF (tanggal, nomer bundle, nama
operator dan waktu kadaluarsa)
 Petugas CSSD melakukan pemeriksaan rutin tentang
kasaluarsa barang atau alat yang disimpan.
 Bila ada alat atau barang yang sudah lewat tanggal
kadaluarsanya diulang di sterilisasi.
Dokumen Lembar List alat steril
Unit kerja Unit atau bangsal perawatan, PPI.
PROSEDUR PRE-CLEANING INSTRUMENT BEDAH
DIRUANG PERAWATAN
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/3

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Suatu proses membersihkan instrument kotor dengan


menggunakan cairan desinfektan.
Tujuan  Agar instrument terbebas dari kotoran dan
mikroorganisme
 Meminimalisasi terjadinya nosocomial.
Indikator keberhasilan Terbebasnya instrument dari pencemaran
mikroorganisme berbahaya sebelum dikirim ke unit
CSSD.
Kebijakan  Pedoman oencegahan dan pengendalian infeksi
rumah sakit RSUD Pameupeuk
 Keputusan direktur utama RSUD Pameupeuk
 Keputusan direktur utama RSU Nurhayati Garut
Prosedur  Petugas pencucian mencuci tangan terlibih dahulu
sebelum bekerja.
 Petugas pencucian menggunakan APD lengkap.
 Petugas merendam semua instrument dengan cairan
desinfektan dengan masing masing komposisi atau
konsentrasi larutan, antara lain:
 Cidezyme (enzymatic detergent)
8 ml larutan dalam 1 liter air, selama 1 menit.
 Chlorin
Apabila terdaoat cairan darah dalam jumlah besar
0,5 % larutan. Dan bila cairan darah dlam jumlah
kecil, 0,1 % larutan.
 First aid
PROSEDUR PRE-CLEANING INSTRUMENT BEDAH
DIRUANG PERAWATAN
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
2/3
1/3

10 ml larutan dijadikan 1 liter dengan air, selama


30 menit.
 Microshield 4
5 ml larutan tanpa dilakukan pengenceran di
rendam selama 30 detik
 Byclin
1 ml larutan dalam 9 ml air, selama 20 menit
 Alat alat yang tajam dan halus dipisahkan.
 Khusus selang atau kateter, masukan larutan
desinfektan dengan menggunakan spuit agar bagian
dalamnya terjangkau oleh larutan desinfektan.
 Buka tiap pengunci instrument agar dpat dibersihkan
seluruh bagiannya.
 Sikat setiap bagian permukaan peralatan dengan
sikat lunak dan bagian yang bergigi disikat searah
menggunakan larutan desinfektan.
 Bilas peralatan secara sempurna dengan air mengalir
dan keringkan dengan pemanas atau handuk, khusus
untuk selang ditiriskan dengan cara menggantung di
tempat khusus.
 Lakukan pengecekan instrument meliputi:
 Jumlah.
 Kelurusan dari tiap-tiap rahang dan gigi
 Keakuratan kunci-kuncinya.
 Ketajamannya.
 Keakuratan dari gigi-gigi pada ujung alat tersebut
 Mengecek kelayakan alat-alat single use yang di
re-ue sesuai dengan tanda warna.
 Kirimkan ke CSSD bagi unit yang tidak melakukan
cleaning, pengemasan dan sterilisasi.
 Cucci tangan kembali setelah selesai mencucu
instrument.

Dokumen  Pedoman instalasi pusat sterilisasi di Rumah Sakit,


PROSEDUR PRE-CLEANING INSTRUMENT BEDAH
DIRUANG PERAWATAN
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/3
3/3

[Link]. Jakarta, 2009.


 Pedoman teknis sarana prasarana rumah sakit dan
fasilitas kelas C, kementrian kesehatan RI, Jakarta,
2010.
 Pedoman pencegahan pengendalian infeksi di
Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya, [Link], Jakarta, 2007.
 Panduan CSSD modern, Taufik Hidayat, Jakarta
2003.
 Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi
rumah sakit.
Unit kerja Ruang rawat
PROSEDUR PENCUCIAN INSTRUMENT BEDAH

RSU NUR HAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Suatu proses membersihkan instrument kotor dengan


menggunakan cairan desinfektan.
Tujuan Agar instrument terbebas dari kotoran dan
mikroorganisme
Indikator keberhasilan Tersedianya instrument yang bersih, layak paki dan
terbebas dari mikroorganisme sesuai dengan standar
yang telah ditetapkan.
Kebijakan  Pedoman oencegahan dan pengendalian infeksi
rumah sakit RSUD Pameupeuk
 Keputusan direktur utama RSUD Pameupeuk
 Keputusan direktur utama RSU Nurhayati Garut
Prosedur  Petugas mencuci tangan terlebih dahulu.
 Petugas pecucian menggunakan APD lengkap.
 Petugas mrendam semua instrument bekas dengan
cairan desinfektan dengan komposisi yang telah di
tetapkan.
 Untuk alat yang dikerjakan dengan bahan organic,
waktu perendaman di perpanjang 1-5 mwnit
 Alat yang tajam dan halus dipisahkan.
 Buka tiap pengunci agar dapat dibersihkan seluruh
bagiannya.
 Sikat setiap bagian permukaan alat dan bagian yang
bergigi disikat searah menggunakan larutan
desinfektan.
 Bilas peralatan secara sempurna dengan air mengalir
dan keringkan dengan pemanas atau handuk halus.
PROSEDUR PENCUCIAN INSTRUMENT BEDAH

RSU NUR HAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 2/2
1/2

 Beri instrument dengan minyak pelumas instrument


(paraffin)
 Lakukan pengecekan instrument, meliputi:
 Jumlah.
 Kelurusan dari tiap-tiap rahang dan gigi.
 Keakuratan kuci kuncinya.
 Ketajamannya.
 Keakuratan gigi-gigi pada ujung alat.
 Khusus alat yang tajam dan halus dilindungi dengan
kasa.
 Instrument diset dengan melihat buku inventaris alat.
 Cuci tangan kembali setelah selesai mengeset
instrument.
Dokumen  Pedoman instalasi pusat sterilisasi di Rumah Sakit,
[Link]. Jakarta, 2009.
 Pedoman teknis sarana prasarana rumah sakit dan
fasilitas kelas C, kementrian kesehatan RI, Jakarta,
2010.
 Pedoman pencegahan pengendalian infeksi di
Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya, [Link], Jakarta, 2007.
 Panduan CSSD modern, Taufik Hidayat, Jakarta
2003.
Unit kerja Ruang rawat
PROSEDUR PENERIMAAN BARANG DARI
RUANGAN
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Penerimaan barang atau alat kotor dari ruangan


perawatan seluruh alat atau barang yang akan
disterilkan harus dilakukan pencatatan baik itu tanggal
penerimaan, jam penerimaan, nama pengirim dan unit
pengirmnya.
Tujuan  Menerima barang atau alat kotor dari ruangan
perawatan secara baik dan bernar untuk mencegah
kontaminasi pada pasien, pekrja dan fasilitas lainnya.
 Untuk mencegah kehilangan barang.
 Untuk membantuk efektifitas dari proses sterilisasi
dan desinfeksi.
Indikator keberhasilan Tidak terjadi kehilangan atau tertukarnya alat dan barang
yang akan di sterilkan.
Kebijakan  Pedoman oencegahan dan pengendalian infeksi
rumah sakit RSUD Pameupeuk
 Keputusan direktur utama RSUD Pameupeuk
 Keputusan direktur utama RSU Nurhayati Garut
Prosedur  Petugas penerima alat cucu tangan sebelum bekerja.
 Petuga penerima menggunakan peralatankerja (APD)
 Siapkan pulpen, bon penerimaan dan buku induk
untuk mencatat alat yang diterima.
 Catat jumlah dan jenis barang atau alat kotor
kedalam buku.
PROSEDUR PENERIMAAN BARANG DARI
RUANGAN
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
2/2
1/2

 Petuga penerimadan petugas penyerah barang


bersama sama menghitung , mengecek barang yang
diserahkan dan menandatangani buku atau bon
penerimaan, apabila barang atau alat tersbeut sudah
cocok atau pas.
 Petugas penerima alat menyerahkan alat ke petugas
dekontaminasi kemudian mencuci tangan.
 Setelah selesai menerima barang, meja kerja
penerimaan dilap dengan alcohol 70%, kemudian
cuci tangan.
Dokumen  Pedoman instalasi pusat sterilisasi di Rumah Sakit,
[Link]. Jakarta, 2009.
 Pedoman teknis sarana prasarana rumah sakit dan
fasilitas kelas C, kementrian kesehatan RI, Jakarta,
2010.
 Pedoman pencegahan pengendalian infeksi di
Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya, [Link], Jakarta, 2007.
 Panduan CSSD modern, Taufik Hidayat, Jakarta
2003.
Unit kerja PPI, Unit rawat inap, Unir rawat jalan, OK dan VK
PROSEDUR STERILIZATION RECORD FORM (SRF)

RSU NUR HAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian UNTUK PENGEMASAN, Kodifikasi dan pencatatan


seluruh alat atau barangsebelum dilakukan sterilisasi.
Tujuan  Menjaga kehilangan serta menjamin sterilitas alat
atau barang stelah proses sterilisasi selesai.
 Mengetahui batas kadaluarsa alat yang disteilikan.
Indikator keberhasilan Terlaksananya prose pengemasan dan pencatatan yang
baik dan benar sesuai dengan standar seluruh alat atau
barang yang akan disterilkan.
Kebijakan
Prosedur  Petugas pengemasan melakukan pengemasan
seluruh alat atau barang yang akan disterilkan
dengan linen atau wipak.
 Petugas pengemasan memasukan indicator TST
kedalam kemasan alat.
 Petugas pengemasan melakukan pengepresan alat
yang menggunakan wipak.
 Petugas pengemasan menempelkan autoclave tape
dengan label SRF pada set yang sudah dibungkus,
dan ditulis tanggal, bulan, tahun, nomor bundle, nama
operator, serta tanggal kadaluarsa barang/ alar.
 Untuk instrument : kadaluarsa 1 bulan
 Untuk linen : kdaluarsa 4 hari
 Kemasan wipak ataupun linen, tetap ditempelkan
label steril.
 Serahkan instrument atau alat tersebut kepada
operator bahwa alat tersebut siap disterilkan.
PROSEDUR STERILIZATION RECORD FORM (SRF)

RSU NUR HAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 1/2
2/2

Dokumen
Unit kerja Unit/ bangsal peerawatan, PPI.
PROSEDUR PENGOPRASIAN MESIN PENCUCIAN
(WASHER) INSTRUMEN
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Petunjuk pengoprasian mesin pencucian intsrumen.


Tujuan Memudahkan pengguanan mesin.
Indikator keberhasilan  Seluruh alat bersih dari darah kotoran dan bakteri
mikroorganisme.
 Mesin berjalan dengan baik.
Kebijakan
Prosedur  Semprot terlebih dahulu alat habis pakai dengan
cairan
 Nyalakam mesin dengan cara menarik tombol MCB
kearah atas.
 Buka pintu dengan menarik handle kea rah luar.
 Cek kondisi chamber, pastikan chamber bersih dan
tidak ada cacat pada dingding chamber.
 Masukan alat alat yang akan di proses ke dalam
chamber dengan bantuan loading cart.
 Tutup pintu chamber dengan cara mendorong handle
kearah dalam.
 Pilih program yang akan dijalankan dengan menekan
tombol P1 atau P2 atau P3 atau dengan menekan P+
pada panel control.
 Tekan tombol “START” dan proses pencucian dan
pendesinfeksian akan berjalan sesuai program yang
telah dipilih.
 Saat seluruh tahapan proses telah selesai, pada sisi
belakang, buka pintu mesin dengan cara menarik
PROSEDUR PENGOPRASIAN MESIN PENCUCIAN
(WASHER) INSTRUMEN
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
2/2
1/2

handle kea rah luar alu keluarkan peralatan yang


telah selesai diproses kemudian tutup pntu mesin
dengan cara mendorong handle kea rah dalam.
 Bila ingin menjutkan penggunaan mesin tekan tombol
MCB kea rah bawah untuk mematikan mesin.
Dokumen  Buku oprasional washer disinfekctor.
Unit kerja Tim CSSD
PROSEDUR RECALL PELAYANAN STERILISASI
SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/2

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian PENARIKAN alat atau barang diduga tidak steril.


Tujuan  Menjamin alat atau barang yang akan dipergunakan
untuk tindakan pelayanan pasien dalam kondisi steril.
 Patient safety
Indikator keberhasilan Tidak adanya alat atau barang yang tidak steril.
Kebijakan
Prosedur  Tindakan yang harus diambil oleh petugas
sterilisasi sentral apabila terjadi:
a. Gagal proses sterilisasi ( kegagalan chemical
indicator, biological indicator dan monitoring fisik)
 Karantina mesin autoclave (mesin tidak boleh
dipergunakan)
 Menarik alat atau barang (sterilisasi ulang)
 Mengusulkan perbaikan, validasi dan kalibrasi.
b. Gagal penyimpanan / transportasi/ expired date
 Tarik dari penyimpanan dan perdaran.
 Desinfeksi dan pencucian ulang.
 Setting, kemas dan labelling ulang.
 Sterilisasi ulang.
c. Telah digunakan
 Pemberitauan ke dokter
 Permberitahuan ke tim inok untuk tindakan
lebih lanjut
 Pengawasan ketat
Dokumen Lembar ceklis alat
PROSEDUR RECALL PELAYANAN STERILISASI
SENTRAL
RSU NUR HAYATI
GARUT No. Dokumen No. Revisi: Halaman
1/2
2/2

Unit kerja Pandalin


Unit/bangsal perawtan
PPI
PROSEDUR PENGOPRASIAN MESIN STERILISASI

No. Dokumen No. Revisi: Halaman


RSU NUR HAYATI 1/2
GARUT
STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL 16 Januari 2019 RSU Nurhayati Garut

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Petunjuk pengoprasian mesin sterisasi.


Tujuan Memudahkan penggunaan mesin sterilisasi.
Indikator keberhasilan  Seluruh alat instrument, linen, jas terbebas dari
bakteri mikroorganisme dan dapat dipastikan
kesterilannya.
 Mesin dapat berjalan dengan baik
Kebijakan
Prosedur  Pastikan alat dan barang sudah dalam keadaan
bersih.
 Pastikan alat dan barang sudah disetting sesuai set
yang diperlukan.
 Nyalakan mesin dengan menekan tombo; power.
 Buka pintu chamber
 Cek kondisi chamber,pastikan chamber bersih dan
tidak ada cacat pada dingding chamber.
 Masukan alat atau barang yang akan disterilkan ke
dalam chamber dengan bantuan loading cart dan
trolley.
 Tutup pintu chamber.
 Tekan tombol STERILIZATION, lalu tekan tombol
operator dan masukan password.
 Pilih program yang akan dijalankan dengan menekan
tombol working program.
 BOWIE & DICK TEST : program uji bowie dan
dick
 HELIX TEST : program uji peralatan
berlumen.
PROSEDUR PENGOPRASIAN MESIN STERILISASI

No. Dokumen No. Revisi: Halaman


RSU NUR HAYATI 2/2
1/2
GARUT
 VACCUM TEST : program uji vakum.
 WARMING UP TEST : program pemanasan
(heating)
 TEXTILE 134 : program sterilisasi linen atau
textile.
 INSTRUMENT 134 : program sterilisasi
instrument.
 RUBBER 121 :program sterilisasi karet.
 Setelah program sterilisasi dipilih, tekan tombol
“CONFRIM”, lalu tekan “START” dan proses
sterilisasi akan berjalan sesuai program yang telah
dipilih.
 Saat seluruh proses sterilisasi selesai, printer akan
mencetak hasil proses sterilisasi.
 Pada sisi belakang, buka pintu mesin dengan
menekan tombil lalu keluarkan peralatan yang telah
disterilisasi kemudian tutup pintu mesin.
 Bila ingin melanjutkan penggunaan mesin, ulangi
prosedur tahap 2.
 Bila ingin menghentikan penggunaan mesin tekan
tombol power untuk menghentikannnnn.
Dokumen  Buku SOP steam sterilizer.
Unit kerja
PROSEDUR SORTING LINEN BERSIH

RSU NUR HAYATI No. Dokumen No. Revisi: Halaman


GARUT 1/1

STANDAR Ditetapkan
POSEDUR Tanggal Terbit Direktur Umum dan Operasional
OPERASIONAL RSU Nurhayati Garut
16 Januari 2019

dr. Hj. Anne Lisnawati


NIK. 1983062320100116

Pengertian Kegiantan pelipatan, penyortiran dan pengesetan linen


untuk untuk persiapan tindakan pelayanan pasien.
Tujuan  Memudahkan pengecekan linen bila ada yang rusak
atau tidak layak pakai.
 Memenuhi kebutuhan pesiapan linen siap pakai
Indikator keberhasilan Tidak ditemukannya linen yang kotor, rusak dan tidak
layak pakai.
Kebijakan
Prosedur  Petugas sorting linen bersih menyeleksi linen yang
layak pakai atau tidak, melalui:
 Control visual terhadap linen yang masih ada noda
atau kotorannya.
 Control linen melalui penerangan lampu diatas
(lampu interknit) terhadap kerapatan anyaman dan
keutuhan linen (sobek)petugas sorting linen bersih
menyisihkan linen yang rusak untuk dikirm ke bagian
perbaikan linen.
 Petugas sorting linen bersih menyusun linen yang
sudah dilipat dan ditempatkan di lemari linen.
 Petugas sorting mencatat nama-nama linen yang
diterima untuk mengetahui jumlah linen yang masuk.
 Petugas sorting linen bersih menyiapkan atau
mengeset untuk persiapan set linen kamar operasi.
Dokumen
Unit kerja Bangsal perawatan, PPI.

Anda mungkin juga menyukai