0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan2 halaman

Koding Rekam Medis dan SOP ICD-10

Dokumen ini memberikan panduan tentang koding rekam medis di Puskesmas Manggar Baru. Koding rekam medis digunakan untuk memberikan kode huruf atau angka pada komponen data rekam medis. Tujuannya adalah meningkatkan kinerja petugas koding untuk mendapatkan kode diagnosis yang sesuai dengan ICD-10 dan ICD-9 CM. Petugas koding harus menggunakan referensi dan pedoman khusus dalam memberikan kode diagnosis pada berkas rekam

Diunggah oleh

jeje haje
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan2 halaman

Koding Rekam Medis dan SOP ICD-10

Dokumen ini memberikan panduan tentang koding rekam medis di Puskesmas Manggar Baru. Koding rekam medis digunakan untuk memberikan kode huruf atau angka pada komponen data rekam medis. Tujuannya adalah meningkatkan kinerja petugas koding untuk mendapatkan kode diagnosis yang sesuai dengan ICD-10 dan ICD-9 CM. Petugas koding harus menggunakan referensi dan pedoman khusus dalam memberikan kode diagnosis pada berkas rekam

Diunggah oleh

jeje haje
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KODING REKAM MEDIS

No. Kode :
Terbitan : Ditetapkan Oleh Kepala
No. Revisi :A Puskesmas Manggar Baru
[Link] :
Halaman : 1 dari 2

Puskesmas SPO
Manggar Baru
JL. Mulawarman
RT.07 No.28
Telp.(0542) [Link] Nente
7719689 Nip.19661212000031005

1. Pengertian Koding adalah salah satu kegiatan pengolahan data rekam medis
untuk memberikan kode dengan huruf atau dengan angka atau
kombinasi huruf dan angka yang mewakili kompenen data
Menyimpanberkasrekam
2. Tujuan Meningkatkan kinerja tenaga petugas bagian koding guna
menunjang ketepatan kode dengan diagnosisnya sesuai dengan
ICD-10 dan ICD-9 CM yang lebih baik
3. Kebijakan Dokter dalam memberikan atau menegakkan diagnosa harus jelas
(dapat dibaca) dan berdasarkan ICD-10 dan ICD 9 CM
Menggunakan singkatan diagnosa yang baku dan telah disepakati
bersama.
4. Referensi Permenkes 269/MENKES/PER/III/2008 Tentang Rekam Medis
Kepmenkes 377/MENKES/SKIII/2007 Standar Profesi Perekam
Medis Dan Informasi Kesehatan
5. Alat dan Bahan 1. Buku ICD-10
2. Berkas Rekam Medis
3. ATK (alat tulis kantor)
6. Langkah-Langkah
a. Menerima berkas rekam medis dari poliklinik yang terkait
b. Memberi kode penyakit pada diagnosa pasien yang terdapat pada berkas rekam medis
sesuai dengan ICD-10 dan ICD 9 CM
c. Bertanya kepada dokter yang bersangkutan apabila diagnosa pasien yang terdapat pada
berkas rekam medis kurang jelas
d. Hasil diagnosa dari dokter merupakan diagnosa utama maupun sebagai diagnosa sekunder
atau diagnosa lain yang dapat berupa penyakit komplikasi, maka harus menggunakan buku
ICD-10 dan ICD 9 CM
e. Dalam mencari kode penyakit dapat dicari berdasarkan abjad nama penyakit yang dapat
dilihat dalam buku ICD-10 (International Statistical Classification).

7. Hal-Hal Yang Perlu Di Perhatikan Menghidari penulisan diagnosa yang kurang jelas (tidak
dapat dibaca)
Menulis diagnosa berdasarkan ICD 10 Dan Tindakan
Berdasarkan ICD-9 CM
8. Unit Terkait  Rekam Medis
 Poli Umum
 Poli Gigi
 Poli KIA, KB, Imunisasi Dan Gizi
9. Dokumen Terkait Permenkes 269/MENKES/PER/III/2008 Tentang Rekam
Medis
Buku ICD 10 dan ICD-9 CM

Anda mungkin juga menyukai