0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan7 halaman

Pengenalan Metode Elemen Hingga

1. Metode elemen hingga membagi domain masalah menjadi elemen diskrit dan menentukan hubungan antara regangan, perpindahan, dan tegangan di setiap elemen untuk memecahkan masalah. 2. Fungsi interpolasi digunakan untuk menentukan perpindahan di setiap titik berdasarkan perpindahan nodal. Regangan dihitung dari turunan perpindahan dan tegangan dari hubungan regangan-tegangan. 3. Superposisi tegangan awal dan terinduk

Diunggah oleh

diana_pradani_dp
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan7 halaman

Pengenalan Metode Elemen Hingga

1. Metode elemen hingga membagi domain masalah menjadi elemen diskrit dan menentukan hubungan antara regangan, perpindahan, dan tegangan di setiap elemen untuk memecahkan masalah. 2. Fungsi interpolasi digunakan untuk menentukan perpindahan di setiap titik berdasarkan perpindahan nodal. Regangan dihitung dari turunan perpindahan dan tegangan dari hubungan regangan-tegangan. 3. Superposisi tegangan awal dan terinduk

Diunggah oleh

diana_pradani_dp
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

3.3.

Metode Elemen Hingga (Finite Element Method, FEM)


Dasar dari metode elemen hingga adalah penentuan domain masalah disekeliling
lubang bukaan, dan pembagian domain ke dalam kumpulan discrete, interaksi elemen.
Gambar 3.18a adalah ilustrasi sayatan bukaan bawah tanah dihasilkan pada sebuah subjek
tubuh tak terbatas pada tegangan awal 𝑝𝑥𝑥 , 𝑝𝑦𝑦 , 𝑝𝑥𝑦 . Pada gambar 3.18b batas yang dipilih
dari masalah domain diindikasikan, dan dukungan yang tepat, serta kondisi ditetapkan pada
batas luar sembarang untuk memberikan masalah statis tertentu. Domain telah terbagi
kedalam rangkaian elemen triangular. Contoh dari elemen dari rangkaian diilustrasikan pada
Gambar 3.18c, dengan titik i, j, k merupakan nodes dari elemen. Permasalahannya adalah
untuk menentukan keadaan total tegangan dan perpindahan diinduksi, seluruh perakitan dari
elemen hingga. Penjelasan diatas dari prosedur solusi didasarkan oleh Zienkiewicsz (1977).

Gambar 3.18.
Pengembangan model finite element continuum, dan spesifikasi geometri element dan
pembebanan pada regangan konstan, triangular finite element
([Link] dan [Link], 1985)

Pada perumusan perpindahan dari metode elemen hingga dipertimbangkan disini,


langkah awal adalah memilih rangkaian fungsi yang menetapkan komponen perpindahan
pada beberapa titik dalam elemen hingga, dalam jangka waktu dari perpindahan nodal.
Berbagai langkah dari prosedur solusi lalu dikembangkan dari perpindahan dilapangan. Jadi,
sejak komponen regangan didefinisikan secara unik dalam hal berbagai turunan dari
perpindahan, Perpindahan dikenakan mendefinisikann variasi kumpulan regangan diseluruh
elemen. Regangan yang diinduksi dan propertis elastis dari media bersama-sama menentukan
tegangan yang diinduksi pada elemen. Superposisi dari awal dan tegangan yang diinduksi
hasil total tegangan pada elemen.
Asumsi dari metode elemen hingga adalah transmisi dari gaya internal diantara tepi
dari batas elemen menjadi diwakili oleh interaksi pada nodes dar elemen. Oleh karena itu
perlu untuk menetapkan rumusan untuk nodal gaya yang secara statis sama dengan gaya
langsung diantara elemen sepanjang masing-masing tepi. Jadi prosedur berusaha untuk
menganalisis masalah rangkaian kesatuan (Gambar 3.18a) dalam hal rangakaian nodal gaya
dan perpindahan untuk domain didiskrit (Gambar 3.18b). Langkah solusi digambarkan disini,
ditujukan pada ilustrasi, mempertimbangkan geometri elemen triangular, variasi linear dari
perpindahan dengan menghubungkan pada dasar koordinat elemen, dan resultan tegangan
tetap dalam elemen.

1. Variasi Perpindahan
Pada gambar 3.24c, induksi nodal perpindahan adalah 𝑢𝑥𝑖 , 𝑢𝑦𝑖 , dan lain-lain, serta
perpindahan [𝐮] pada beberapa titik dalam elemen didapat oleh interpolasi yang cocok dari
nilai nodal. Memperkenalkan matriks fungsi interpolasi, [𝐍], rumusan interpolasi yang cocok
adalah
𝐮𝑥
𝑢𝑥
̅𝑖 , 𝐍
[𝐮] = [𝑢 ] = ∑[𝐍𝑖 ] [𝐮𝑖 ] = [𝐍 ̅𝑗 , 𝐍
̅ 𝑘 ] [𝐮𝑦 ] ................ (3.3.1)
𝑦
𝐮𝑘
= [𝐍][𝐮𝑒 ]
dengan,
𝑢𝑥𝑖
[𝐮𝑖 ] = [𝑢 ] ̅ 𝑖 = [ 𝑁𝑖 0 ]
[𝐍𝑖 ] = 𝐍
𝑦𝑖 0 𝑁𝑖
Komponen dari [𝐍], yaitu istitah N, menetapkan fungsi dari posisi, dan [𝐮𝑒 ] adalah daftar
kolom vektor nodal perpindahan 𝑢𝑥𝑖 , 𝑢𝑦𝑖 , 𝑢𝑦𝑗 ….. dan lain-lain.
Fungsi interpolasi yang merupakan elemen dari [𝐍] harus dipilih untuk kembali nodal
perpindahan pada tiap nodes. Ini mensyaratkan bahwa :
[𝐍𝑖 ]𝑥𝑖,𝑦𝑖 = [𝐈]
[𝐍𝑖 ]𝑥𝑗,𝑦𝑗 = [𝟎], etc
Dengan [𝐍] dan [𝟎] adalah matriks identitas dan nol berturut-turut. Juga, karena kedua
komponen pergerakan pada titik menjadi terinterpolasi dengan cara yang sama. Jelas bahwa
[𝐍𝑖 ] = 𝑁𝑖 [𝐈]
dengan 𝑁𝑖 adalah fungsi scalar dari posisi dalam elemen.
Pengembangan sederhana dari fungsi interpolasi linier ditunjukan oleh mewakili
pergerakan pada jangka fungsi linier dari posisi, yaitu :
𝑢𝑥 = 𝛼1 + 𝛼2 𝑥 + 𝛼3 𝑦 .................................. (3.3.2)
𝑢𝑦 = 𝛼4 + 𝛼5 𝑥 + 𝛼6 𝑦 .................................. (3.3.3)
Enam konstanta interpolasi ditentukan dengan memastikan bahwa pergerakan 𝑢𝑥 , 𝑢𝑦
dianggap nilai nodal ketika koordinat nodal dimasukan pada persamaan 3.3.2 dan 3.3.3. Jadi
𝛼1 , 𝛼2 , 𝛼3 ditentukan oleh penyelesaian persamaan simultan
𝑢𝑥𝑖 = 𝛼1 + 𝛼2 𝑥𝑖 + 𝛼3 𝑦𝑖
𝑢𝑥𝑗 = 𝛼1 + 𝛼2 𝑥𝑗 + 𝛼3 𝑦𝑗
𝑢𝑥𝑘 = 𝛼1 + 𝛼2 𝑥𝑘 + 𝛼3 𝑦𝑘
Penyelesaian untuk 𝛼1 , 𝛼2 , 𝛼3 dan beberapa penataan ulang, menghasilkan
1
𝑢𝑥 = [(𝑎𝑖 + 𝑏𝑖 𝑥 + 𝑐𝑖 𝑦)𝑢𝑥𝑖 + (𝑎𝑗 + 𝑏𝑗 𝑥 + 𝑐𝑗 𝑦)𝑢𝑥𝑗 + (𝑎𝑘 + 𝑏𝑘 𝑥 + 𝑐𝑘 𝑦)𝑢𝑥𝑘 ]

.......................................................................................................... (3.3.4)
dengan,
𝑎𝑖 = 𝑥𝑗 𝑦𝑘 − 𝑥𝑘 𝑦𝑗
𝑏𝑖 = 𝑦𝑗 − 𝑦𝑘
𝑐𝑖 = 𝑥𝑘 − 𝑥𝑗
Dengan permutasi siklik dari i, j, k untuk mendapatkan 𝑎𝑗 , dan lain-lain, serta
2Δ = 2 x luasan triangular elemen
1 𝑥𝑖 𝑦𝑖
= 2 [1 𝑥𝑗 𝑦𝑗 ]
1 𝑥𝑘 𝑦𝑘
Penyelesaian untuk 𝛼4 , 𝛼5 , 𝛼6 menghasilkan fungsi interpolasi untuk 𝑢𝑦 identic dengan
persamaan 3.3.4, dengan 𝑢𝑦𝑖 menggantikan 𝑢𝑥𝑖 , dan lain-lain. Variasi dari pergerakan
diseluruh elemen oleh karena itu dijelaskan oleh
𝑢𝑥
[𝐮] = [𝑢 ] = [𝐍][𝐮𝑒 ] = [𝑁𝑖 𝐈, 𝑁𝑗 𝐈, 𝑁𝑘 𝐈][𝑢𝑒 ] ................... (3.3.5)
𝑦

dengan 𝑁𝑖 = (𝑎𝑖 + 𝑏𝑖 𝑥 + 𝑐𝑖 𝑦)/2Δ, dengan perumusan serupa 𝑁𝑖 , 𝑁𝑘 , dan I adalah 2 x 2


matriks identitas.
Dengan mendefinisikan bidang pergerakan pada elemen dalam hal pergerakan nodal,
prosedur interpolasi menjamin kontinuitas dari pergerakan baik di antarmuka elemen dengan
elemen yang berdekatan, dan dalam elemen itu sendiri.
Setelah bidang perpindahan pada elemen didefenisikan, kumpulan dari regangan dapat
dibentuk dari hubungan regangan-perpindahan. Untuk masalah bidang regangan, vector
regangan dapat didefinisikan oleh
∂𝑢𝑥 ∂
0
∂𝑥 ∂𝑥
𝜀𝑥𝑥 ∂𝑢𝑦 ∂ 𝑢𝑥
[𝜀] = [𝜀𝑦𝑦 ] = = 0 = [𝑢 ]
𝛾𝑥𝑦 ∂𝑦 ∂𝑦 𝑦
∂𝑢𝑥 ∂𝑢𝑦 ∂ ∂
+
[ ∂𝑦 ∂𝑥 ] [∂𝑦 ∂𝑥]
atau
[𝜀] = [𝐋][𝐮] .................................................. (3.3.6)
Karena perpindahan ditentukan oleh persamaan 3.3.5, persamaan 3.3.6 menjadi
[𝜀] = [𝐋][𝐍][𝐮𝑒 ] = [𝐁][𝐮𝑒 ]
dengan
∂𝑁𝑖 ∂𝑁𝑗 ∂𝑁𝑘
0 0 0
∂𝑥 ∂𝑥 ∂𝑥
∂𝑁𝑖 ∂𝑁𝑗 ∂𝑁𝑘
[𝐁] = 0 0 0
∂𝑦 ∂𝑦 ∂𝑦
∂𝑁𝑖 ∂𝑁𝑖 ∂𝑁𝑗 ∂𝑁𝑗 ∂𝑁𝑘 ∂𝑁𝑘
[ ∂𝑦 ∂𝑥 ∂𝑦 ∂𝑥 ∂𝑦 ∂𝑥 ]
∂𝑁𝑖
Untuk kasus variasi perpindahan linier, istilah , dan lain-lain, dari matriks kontan B, jadi
∂𝑥

komponen regangan adalah invariant diatas elemen.

2. Tegangan didalam elemen


Kumpulan dari total tegangan didalam elemen adalah jumlah dari tegangan terinduksi
dan tegangan awal. Mengaaikan semua regangan termal, tegangan total, untuk kondisi dari
bidang regangan, diberikan oleh
1 𝜐⁄ 0 0
𝜎𝑥𝑥 (1 − 𝜐) 𝜀𝑥𝑥 𝜎𝑥𝑥
𝐸(1 − 𝜐)
[𝜎𝑦𝑦 ] = [𝜐⁄(1 1 0
0
] [𝜀𝑦𝑦 ] + [𝜎𝑦𝑦 ]
𝜎𝑥𝑦 (1 + 𝜐)(1 − 𝜐) − 𝜐) 𝛾𝑥𝑦 0
0 0 (1 − 2𝜐)/2(1 − 𝜐) 𝜎𝑥𝑦

atau
[𝛔] = [𝐃][𝛆] + [𝛔0 ]
= [𝐃][𝐁][𝐮e ] + [𝛔0 ] ........................... (3.3.7)
dengan [𝛔] adalah vektor total tegangan, [𝐃] adalah matriks elastisitas, dan [𝛔0 ] adalah
vektor tegangan awal.

3. Nodal gaya rata-rata


Tujuan dari metode elemen hingga adalah untuk membentuk nodal gaya 𝑞𝑥𝑖 , 𝑞𝑦𝑖 , dan
lain-lain, setara dengan operasi gaya internal diantara tepi dari elemen, dan badan gaya
𝑏𝑥
[𝐛] = [ ]
𝑏𝑦
operasi per unit volume dari elemen. Nodal gaya internal adalah ditentukan dengan
memberlakukan satu set dari virtual perpindahan [𝛿𝐮e ] pada nodes, dan menyamakan kerja
internal dan eksternal yang dilakukan oleh variasi gaya pada bidang perpindahan. Untuk
dikenakan nodal perpindahan [𝛿𝐮e ], perpindahan dan
regangan didalam sebuah elemen adalah
[𝛿𝐮] = [𝐍][𝛿𝐮e ], [𝛿𝛆] = [𝐁][𝛿𝐮e ]
Kerja eksternal dilakukan oleh nodal gaya [𝐪e ] bertindak melalui virtual perpindahan adalah
Δ𝑊 𝑒 = [𝛿𝐮e ]𝑇 [𝐪e ]
dan kerja internal dilakukan per unit volume, oleh teori kerja virtual untuk rangkaian
kesatuan (Charlton, 1959) diberikan oleh
Δ𝑊 𝑖 = [𝛿𝛆]𝑇 [𝛔] − [𝛿𝐮]𝑇 [𝐛]
= ([𝐁][𝛿𝐮e ])𝑇 [𝛔] − ([𝐍][𝛿𝐮e ])𝑇 [𝐛]
= [𝛿𝐮e ]𝑇 ([𝐁]𝑇 [𝛔] − [𝐍]𝑇 [𝐛])
Mengintegrasikan pekerjaan internal atas volume 𝑉𝑒 dari elemen, dan menyamakan pekerjaan
eksternal, memberikan

[𝐪e ] = ∫ [𝐁]𝑇 [𝛔]𝑑𝑉 − ∫ [𝐍]𝑇 [𝐛]𝑑𝑉


𝑣𝑒 𝑣𝑒

memperkenalkan persamaan 3.3.8.

[𝐪e ] = ∫𝑣 [𝐁]𝑇 [𝐃][𝐁] [𝐮e ]𝑑𝑉 + ∫𝑣 [𝐁]𝑇 [𝛔0 ] 𝑑𝑉 − ∫𝑣 [𝐍]𝑇 [𝐛]𝑑𝑉 ........... (3.3.8)
𝑒 𝑒 𝑒

memeriksa setiap elemen dari RHS persamaan ini, untuk elemen triangular. Istilah

∫𝑣 [𝐁]𝑇 [𝐃][𝐁] 𝑑𝑉 hasil matriks 6x6 dari fungsi yang harus terintegrasi diatas volume dari
𝑒

elemen, istilah ∫𝑣 [𝐁]𝑇 [𝛔0 ] 𝑑𝑉 matriks 6x1, dan ∫𝑣 [𝐍]𝑇 [𝐛]𝑑𝑉 matriks 6x1. Pada umumnya,
𝑒 𝑒

integrasi dilakukan dengan menggunakan teori kuadrat standar. Untuk konstanta regangan
elemen triangular, dari elemen volume 𝑉𝑒 dari [𝐁] dan [𝐍] adalah konstanta diatas elemen,
dan persamaan 3.3.8 menjadi

[𝐪e ] = 𝑉𝑒 [𝐁]𝑇 [𝐃][𝐁][𝐮e ] + 𝑉𝑒 [𝐁]𝑇 [𝛔0 ] − 𝑉𝑒 [𝐍]𝑇 [𝐛]

pada semua kasus, persamaan 3.3.8 dapat ditulis


[𝐪e ] = [𝐊 e ][𝐮e ] + [𝐟 e ] .......................................... (3.3.9)
Pada persamaan ini, setara internal nodal gaya [𝐪e ] dihubungkan pada nodal perpindahan
[𝐮e ] melalui matriks stiffness elemen [𝐊 e ] dan vektor beban internal awal [𝐟 e ]. Elemen dari
[𝐊 e ] dan [𝐟 e ] dapat dihitung langsung dari geometri elemen, kumpulan awal dari tegangan
dan badan gaya.

4. Solusi untuk nodal perpindahan


Implementasi komputasi dari metode elemen hingga melibatkan rangkaian yang
menghasilkan matriks stiffness [𝐊 e ] dan vektor beban awal [𝐟 e ] untuk semua elemen. Data
ini, dan beban eksternal diterapkan, serta kondisi batas, memberikan informasi yang cukup
untuk menentukan nodal perpindahan untuk melengkapi penyusunan elemen. Prosedur
diilustrasikan, untuk kesederhanaan, dengan mengacu pada penyusunan dua elemen yang
ditampilkan pada Gambar 3.19.
Perkiraan gaya eksternal yang diterapkan pada nodes didefenisikan oleh
[𝐫]T = [𝑟𝑥1 𝑟𝑦1 𝑟𝑥2 𝑟𝑦2 𝑟𝑥3 𝑟𝑦3 𝑟𝑥4 𝑟𝑦4 ]

Gambar 3.19.
Struktur finite element ([Link] dan [Link], 1985)

Kesetimbangan pada setiap node mensyaratkan bahwa diterapkan gaya eksternal pada node
bertimbal dengan resultan internal setara nodal gaya. Mengira vektor nodal kekuatan internal
setara untuk elemen a dan b diberikan oleh

𝑎
[𝐪a ]𝑇 = [𝑞𝑥1 𝑎 𝑎 𝑎 𝑎 𝑎
𝑞𝑦1 𝑞𝑥2 𝑞𝑦2 𝑞𝑥3 𝑞𝑦3 ]
𝑇 𝑏 𝑏 𝑏 𝑏 𝑏 𝑏
[𝐪b ] = [𝑞𝑥1 𝑞𝑦1 𝑞𝑥2 𝑞𝑦2 𝑞𝑥3 𝑞𝑦3 ]

Kondisi kesetimbangan nodal mensyaratkan


𝑎 𝑎
untuk node 1 : 𝑟𝑥1 = 𝑞𝑥1 , 𝑟𝑦1 = 𝑞𝑦1
𝑎 𝑏 𝑎 𝑏
untuk node 2 : 𝑟𝑥2 = 𝑞𝑥2 + 𝑞𝑥2 , 𝑟𝑦2 = 𝑞𝑦2 + 𝑞𝑦2
dengan kondisi yang sama untuk node yang lain. Persamaan gaya eksternal-nodal
perpindahan untuk penyusunan lalu menjadi
𝑟𝑥1 𝑢𝑥1 𝑓𝑥1
𝑟𝑦1 𝑢𝑦1 𝑓𝑦1
𝑟𝑥2 0 0 𝑢𝑥2 𝑓𝑥2
𝐾𝑎
𝑟𝑦2 0 0 𝑢𝑦2 𝑓𝑦2
𝑟𝑥3 = 𝐾𝑎 + 𝐾𝑏 𝑢𝑥3 + 𝑓𝑥3
0 0
𝑟𝑦3
[0 0 𝐾 𝑏 ] 𝑢𝑦3 𝑓𝑦3
𝑟𝑥4 𝑢𝑥4 𝑓𝑥4
[ 𝑟𝑦4 ] [ 𝑢𝑦4 ]
[ 𝑓𝑦4 ]
dimana telah sesuai elemen dari matriks stiffness [𝐊 a ] dan [𝐊 b ] ditambahkan pada node
umum. Sehingga perakitan dari matriks global stiffness [𝐊] memproses
hasil hanya dengan mempertimbangkan berbagai elemen, untuk menghasilkan persamaan
global untuk perakitan
[𝐊][𝐮g ] = [𝐫 g ] − [𝐟 g ] ............................................ (3.3.10)
Solusi dari persamaan global 3.3.10 mengembalikan vektor [𝐮g ] dari nodal
perpindahan. Kumpulan tegangan pada tiap elemen dapat dihitung secara langsung dari nodal
perpindahan yang telah sesuai, menggunakan persamaan 3.3.7.

Anda mungkin juga menyukai