0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan4 halaman

Budaya dan Tradisi Suku Dayak Kalteng

Dokumen ini membahas tentang budaya Kalimantan Tengah, termasuk rumah adat betang, pakaian adat pawang, bahasa daerah Dayak Ngaju, tarian selamat datang Manasai, alat musik tradisional Salung, makanan khas Juhu Singkah, dan senjata tradisional mandau.

Diunggah oleh

pujiast171001
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan4 halaman

Budaya dan Tradisi Suku Dayak Kalteng

Dokumen ini membahas tentang budaya Kalimantan Tengah, termasuk rumah adat betang, pakaian adat pawang, bahasa daerah Dayak Ngaju, tarian selamat datang Manasai, alat musik tradisional Salung, makanan khas Juhu Singkah, dan senjata tradisional mandau.

Diunggah oleh

pujiast171001
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

DISUSUN OLEH
Nama : Nasywa Azaa Alia
Kelas : VII B

SMP NEGERI 3 TERBANGGI BESAR


TAHUN PELAJARAN 2018/2019
KALIMANTAN TENGAH
Rumah betang

Rumah betang adalah rumah adat khas Kalimantan yang terdapat diberbagai penjuru
Kalimantan dan dihuni oleh masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai yang biasanya
menjadi pusat permukiman suku Dayak.

Baju Pawang

Baju pawang adalah salah satu pakaian adat yang berasal dari Kalimantan [Link] ini
terbuat dari serat kayau atau serat tumbuhan khusus yang dipercaya oleh masyarakat sekitar
memiliki ilmu [Link] pawing ini dihiasi dengan berbagai manik-manik dan rumbai-
rumbai benang. Biasanya baju pawing ini digunakan oleh seorang ulama yang dipakai ketika
memanjatkan doa untuk mendatangkan hujan, meminta perlindungan jika ada roh jahat dan
ketika mengobati atau menyembuhkan orang sakit.

Bahasa Adat
Bahasa Dayak di Kalimantan Tengah disebut juga bahasa Dayak Ngaju. Beberapa sub suku
Dayak seperti Katingan, Kapuas, Tengah, Mengkatip, dan Bakumpai pada dasarnya
menggunakan bahasa yang sama, yakni bahasa Dayak Ngaju atau bahasa Dayak Kalimantan
Tengah, Indonesia (bahasa resmi) Dayak, Melayu, Banjar, Bakumpai, Bugis.
Kalimantan Tengah (Kalteng)
- Islam 73.31% Kristen Protestan 17.25% Hindu 5.00% Katolik 3.38%
Agama Kaharingan0.94% Buddha 0.10% Konghucu 0.01%

Suku Bangsa
Masyarakat Suku Jawa di lokasi transmigrasi umumnya menuturkan Bahasa Jawa sebagai
bahasa sehari-hari. Bahasa Dayak yang dominan digunakan oleh Suku Dayak di Kalimantan
Tengah, di antaranya Bahasa Ngaju yang digunakan di daerah sungai Kahayan dan Kapuas.

Tari Manasai

Tari Manasai atau tarian selamat datang dilakukan untuk menyambut tamu yang datang ke
Kalimantan Tengah. Umumnya tarian ini dilakukan oleh penari pria dan wanita yang berbaris
selang seling membentuk satu lingkaran. Mandau merupakan senjata tradisional suku Dayak
yang berbentuk parang atau pedang.

Alat Musik
Salung merupakan alat musik tradisional Kalimantan Tengah yang dimainkan dengan cara
dipukul seperti layaknya Sarun, perbedaannya adalah Salung terbuat dari bambu. Alat
musik ini menghasilkan 5 nada saja yakni do, re, mi, sol, dan la.

Makanan Khas Kalimantan Tengah

Juhu Singkah adalah makanan khas masyarakat Dayak, Kalimantan Tengah, yang sangat
lezat. Makanan ini bisa dijumpai di Kota Palangkaraya, Kalteng. Makanan yang terbuat dari
umbut rotan ini lebih lezat bila dipadukan dengan ikan betok. Umbut rotan diperoleh warga
dengan mencarinya di sekitar hutan tempat mereka tinggal.

Senjata tradisional

masyarakat Dayak Kalimantan Tengah memiliki nenek moyang yang sama dengan
masyarakat Dayak di Provinsi lainnya di Kalimantan. Tak heran bila kemudian mereka
mengenal mandau sebagai salah satu alat pertahanan diri. Mandau khas Kalimantan memang
sangat terkenal. Bersama telawang, ia kerap dikoleksi oleh para kolektor senjata. Mandau
Kalimantan Tengah dibuat dari bahan logam kelas satu yang ditempa sedemikian rupa hingga
memiliki satu mata bilah yang tajam. Gagangnya dibuat dari tulang tanduk rusa, cula babi,
dan tulang hewan buruan lainnya, sementara serangkanya terbuat dari kayu yang diukir. Pada
bagian gagang, biasanya terdapat pula hiasan bulu burung, rambut manusia, atau serat alam
sebagai penanda kepemilikan.

Anda mungkin juga menyukai