MUHAMMAD AMIRUDDIN
07111640000044
Teknik Encoding
Merupakan Modulasi proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan frekuensi fc.
Macam – macam teknik encoding :
· Data digital, sinyal digital
· Data analog, sinyal digital
DATA DIGITAL, SINYAL DIGITAL
Sinyal digital adalah sinyal diskrit dengan pulsa tegangan diskontinyu. Tiap pulsa adalah elemen
sinyal data biner diubah menjadi elemen – elemen sinyal.
Spektrum sinyal : disain sinyal yang bagus harus mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada
daerah tengah dari bandwidth transmisi; untuk mengatasi distorsi dalam penerimaan sinyal digunakan
disain kode yang sesuai dengan bentuk dari spektrum sinyal transmisi.
Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital. Data binary ditransmisikan dengan meng-encoder-
kan tiap bit data menjadi elemen-elemen sinyal.
A. Non return to zero level (NRZ-L) dan Non return to zero inverted (NRZ-I)
Nonreturn to Zero Inverted (NRZI):yaitu suatu kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke
low) pada awal suatu bit time akan dikenal sebagai binary ’1′ untuk bit time tersebut; tidak ada
transisi berarti binary ’0′. Sehingga NRZI merupakan salah satu contoh dari differensial encoding.
– Nonreturn to Zero Inverted (NRZI) dalam kesatuan
– Pulsa tegangan konstan untuk durasi bit
– Data dikodekan / diterjemahkan sebagai kehadiran(ada) atau ketiadaan sinyal transisi saat
permulaan bit time
– Transisi (dari rendah ke tinggi atau tinggi ke rendah) merupakan biner 1
– Tidak ada transisi untuk biner 0
– Sebagai contoh encoding differential
Perbedaan dari NRZ-L maupun NRZI :
Non return to zero level (NRZ-L)
· Yaitu suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu binary dan tegangan positif
untuk binary lainnya (dua perbedaan tegangan untuk bit-0 dan bit-1.
· Tegangan konstan selama interval bit ; tidak ada transisi untuk kembali ke tegangan nol, misalnya.
· Penerapan : tegangan konstan positif untuk ‘1’ dan tidak ada tegangan untuk ‘0’, atau tegangan
negatif untuk nilai ‘1’ dan positif untyuk nilai yang lain.
Non return to zero inverted (NRZ-I)
· Yaitu suatu kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke low) pada awal suatu bit time akan
dikenal sebagai binary ‘1’ untuk bit time tersebut.
· tidak ada transisi berarti binary ‘0’, sehingga NRZI merupakan salah satu contoh dari deferensial
encoding. Keuntungannya : lebih kebal noise, tidak dipengaruhi oleh level tegangan.
gambar pulsa dari HRZL-I
A. Binary 8 Zero Subtitution (B8ZS)
B8ZS merupakan sebuah tipe line-code, yang diinterpretasikan pada remote dari koneksi, yang
menggunakan sebuah subtitusi kode khusus ketika 8 nol secara berurutan ditransmisikan melalui link
pada rangkaian T1 da E1. teknik ini menjamin ones density terlepas dari stream data. Juga dikenal
sebagai subtitusi 8 nol bipolar.
a. Parity Check
Pada metode ini, deteksi error dilakukan dengan menambahkan sebuah ‘parity’ bit pada setiap paket
data, sehingga dapat dideteksi suatu paket data tersebut valid atau tidak. Metode parity bit ini terbagi
menjadi dua jenis yakni:
– even parity
Metode ini biasa dipergunakan dalam transmisi data secara asynchronous, pada metode ini sebelum
paket data dikirim, setiap paket data di cek apakah jumlah ‘1’ berjumlah ganjil atau genap, jika paket
data berjumlah genap maka bit parity akan tetap 0 sedangkan jika jumlah ‘1’ ganjil maka bit parity
akan menjadi 1 sehingga jumlah bit menjadi genap.
b. Cyclic redundancy check (CRC)
adalah metode yang umum digunakan untuk mendeteksi error. CRC beroperasi pada sebuah
frame/block. Setiap block berukuran m bit yang akan dikirim akan dihitung CRC checksumnya
(berukuran r bit), kemudian dikirim bersama2 dengan frame (dengan ukuran m+r bit). Pada sisi
penerima, penerima akan menghitung CRC checksum pada frame yang diterima, dan dibandingkan
dengan checksum yang diterima, jika berbeda, berarti frame rusak.
c. ARQ – Stop and Wait
Stop-and-Wait ARQ didasarkan atas teknik flow control stop-and-wait yang telah diuraikan pada
posting sebelumnya. Stasiun sourcementransmisikan sebuah frame tunggal dan kemudian harus
menunggu balasan berupa acknowledgement (ACK). Tidak ada frame yang dikirim sampai jawaban
dari stasiun tujuan tiba di stasiun sumber.
d. ASK (Amplitude Shift Keying) adalah suatu modulasi di mana logika 1 diwakili dengan adanya
sinyal dan logika 0 diwakili dengan adanya kondisi tanpa sinyal, seperti pada gambar disamping
e. Phase Shift Keying (PSK) pengiriman sinyal melalui pergeseran fase. Metoda ini merupakan suatu
bentuk modulasi fase yang memungkinkan fungsi pemodulasi fase gelombang termodulasi di antara
nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya