Ii. Interpretasi Data Tanggal 29 Maret 2014 Pukul: 08.50 WIB
Ii. Interpretasi Data Tanggal 29 Maret 2014 Pukul: 08.50 WIB
INTERPRETASI DATA
a. Diagnosa Kebidanan
Ny. M P1A0 Umur 23 tahun 4 jam Post partum dengan anemia sedang
Data Dasar :
DS :
1) Ibu mengatakan melahirkan anak pertamanya pada tanggal 29 Maret 2014 pukul 04.00
WIB
DO :
2) Kesadaran : composmentis
R : 24 x/menit
N : 80 x/menit
S : 36,60 C
4) Muka : Pucat
5) Conjungtiva : Pucat
7) Lochea : Rubra ± 20 cc
8) Hb : 8,9gr %
b. Masalah
c. Kebutuhan
Informasi tentang keadaan ibu dan informasi makanan bergizi yang mengandung protein
Anemia berat
b. Menganjurkan untuk makan-makanan yang mengandung banyak protein dan zat besi.
V. RENCANA TINDAKAN
b. Observasi keadaan umum, TTV, perdarahan, kontraksi dan TFU tiap 12 jam
c. Berikan KIE pada ibu tentang nutrisi pada ibu nifas dengan anemia
d. Berikan KIE pada ibu tentang tanda bahaya pada masa nifas
b. Pukul 09.20 WIB mengobservasi keadaan umum, TTV, perdarahan, kontraksi dan TFU
tiap 12 jam
c. Pukul 09.25 WIB memberikan KIE nutrisi ibu nifas menganjurkan ibu mengkonsumsi
makanan yang mengandung hewani seperti daging, ikan, hati dalam jumlah yang cukup
dan makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran yang bewarna hijau seperti bayam
dan sawi
d. Pukul 09.30 WIB memberikan KIE pada ibu tentang tanda bahaya pada masa nifas
diantaranya perdarahan dari jalan lahir yang banyak, sakit kepala yang hebat dan
e. Pukul 09.35 WIB membantu ibu menyusui bayinya dan pantau proses laktasi yaitu
dengan cara meletakan kepala bayi di siku ibu, sebelum menyusui bayinya olesi putting
dengan ASI, perut bayi menempel pada perut ibu dan setelah menyusui putting di olesi ASI
kembali
VII. EVALUASI
Kesadaran : composmentis
R : 24 x/menit
67
N : 80 x/menit
S : 36,60 C
Lochea : Rubra ± 20 cc
c. Ibu sudah mengetahui tentang gizi yang dibutuhkan ibu nifas dengan anemia
DATA PERKEMBANGAN I
S : Subyektif
2. Ibu mengatakan makan 2x sehari dengan menu nasi, sayur, lauk dan teh
3. Ibu mengatakan ASI nya sudah keluar sedikit tetapi bayi tetap mau menyusu dengan
kuat
O : Obyektif
3. Conjungtiva : Pucat
4. Muka : Pucat
6. Lochea : Rubra ± 20 cc
7. Kontraksi : Keras
A : Assement
69
1. Pukul 16.15 WIB memberitahu ibu akan di lakukan pemeriksaan Hb 1 minggu lagi
2. Pukul 16.20 WIB menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini seperti miring kiri, miring
3. Pukul 16.25 WIB menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara eklusif dan on
4. Pukul 16.30 WIB menganjurkan ibu untuk tidak menahan ketika ingin BAK
6. Pukul 16.40 WIB memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan rumah 1 minggu lagi
7. Pukul 16.45 WIB ibu diperbolehkan pulang pada tanggal 30 Maret 2014 Pukul 07.00
WIB
8. Pukul 16.50 WIB menganjurkan ibu untuk tetap meminm obatnya Asam mefenamat 3 x
(16 tablet)
Evaluasi Tanggal : 29 Maret 2014 Pukul : 16.55 WIB
7. Ibu akan pulang pada tanggal 30 Maret 2014 Pukul 07.00 WIB
DATA PERKEMBANGAN II
( Kunjungan rumah 1 )
S : Subyektif
2. Ibu mengatakan nafsu makan sudah bertambah dari hari sebelumnya 2x sehari menjadi
6. Lochea : serosa ± 10 cc
9. Hb 9,7 gr%
A : Assement
72
2. Pukul 10.30 WIB menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya secara eklusif dan on
(10 tablet)
5. Pukul 10.45 WIB memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan rumah 1 minggu lagi
( Kunjungan rumah II )
S : Subyektif
2. Ibu mengatakan tidak pusing lagi dan masih minum obat yang di
5. Lochea : alba ± 5 cc
6. Hb 10,6gr%
A : Assement
Ny. M umur 23 tahun P1A0 post partum hari ke 14 normal dengan riwayat anemia sedang
2. Pukul 09.30 WIB menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya secara eklusif dan on
3. Pukul 09.35 WIB menganjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup
4. Pukul 09.40 WIB menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi
dan mengandung zat besi seperti sayur sayuran hijau : Bayam, kangkung, daun papaya dan
(10 tablet)
6. Pukul 09.50 WIB memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan rumah 5 hari lagi
DATA PERKEMBANGAN IV
S : Subyektif
3. Ibu mengatakan sudah bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri dan masih meminum
O : Obyektif
6. Lochea : alba ± 5 cc
7. Hb 11,2 gr%
A : Assement
Ny. M P1A0 umur 23 tahun post partum hari ke 19 normal dengan riwayat anemia sedang
1. Pukul 10.35 WIB memberitahu ibu bahwa kadar Hb ibu sudah normal
2. Pukul 10.40 WIB menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya secara eklusif dan on
3. Pukul 10.45 WIB menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi
dan mengandung zat besi seperti sayur sayuran hijau : Bayam, kangkung, daun papaya dan
4. Pukul 10.50 WIB menganjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup
5. Pukul 10.55 WIB menganjurkan ibu untuk kontrol jika ada keluhan
B. PEMBAHASAN
Pada pembahasan ini penulis akan menjelaskan tentang kesenjangan yang terjadi antara
praktek dan teori yang dilakukan di PKD BUDI SEHAT Trobayan Kalijambe dengan teori
yang ada. Di sini penulis akan menguraikan pembahasan kasus yang telah diambil oleh
1. Pengkajian
Berdasarkan data subyektif dan obyektif yang penulis peroleh pada Ny. M didapatkan data
ibu mengatakan badanya terasa lemas, cepat lelah, pusing dan mata berkunang-kunang,
nafsu makan berkurang, keadaan umum sedang, conjungtiva pucat, TD = 100/60 mmHg, N
= 80 x/menit, R = 24 x/menit, S = 36,6oC, Hb 8,9 gr%. Menurut Manuaba (2007), tanda
dan gejala anemia sedang adalah cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang,
badan terasa lemas, nafsu makan berkurang. Dikatakan anemia sedang jika Hb 7 – 8 gr%.
Berdasarkan tanda dan gejala yang di alami Ny. M menunjukan antara teori dan kasus tidak
ada kesenjangan.
2. Interpretasi Data
Pada interpretasi data terdiri dari diagnosa kebidanan, masalah dan kebutuhan. Pada kasus
Ny.M diagnosa kebidanannya adalah Ny. M P1 A0 umur 23 tahun 4 jam post partum
dengan anemia sedang. Masalah yang dialami Ny. M adalah cemas dikarenakan badannya
terasa lemas dan khawatir dengan keadaan yang dirasakan. Untuk mengatasi masalah
tersebut Ny. M perlu informasi tentang keadaan ibu dan memberikan informasi tentang
makanan bergizi yang mengandung protein dan zat besi. Menurut Manuaba (2007),
Masalah yang muncul adanya rasa cemas yang dikarenakan pusing, badan terasa lemas
maka dibutuhkan kebutuhan ibu nifas dengan anemia sedang yaitu : informasi tentang
keadaan ibu, informasi tentang makanan yang bergizi mengandung protein, zat besi,
vitamin A ( Ambarwati dan Wulandari, 2010 ). Pada kasus ini tidak terjadi kesenjangan
3. Dianosa Potensial
Menurut Manuaba (2007), diagnosa potensial kemungkinan muncul bahwa pasien akan
mengalami anemia berat, pada kasus Ny. M tidak terjadi karena dilakukan penanganan
yang baik dan tepat. Pada kasus ini tidak terjadi kesenjangan antara teori dan kasus.
4. Antisipasi
Pada kasus Ny. M diberikan tablet Fe 2 x 1 (200 mg) dan mengkonsumsi makanan bergizi
yang mengandung protein dan zat besi. Menurut Manuaba (2007), antisipasi pada anemia
mengandung protein, sayuran yang bewarna hijau dan kolaborasi dengan dokter. Pada
5. Perencanaan
Pada kasus Ny. M nifas dengan anemia sedang rencana tindakan yang dilakukan yaitu
beritahu keadaan yang sedang di alami oleh ibu, observasi keadaan umum, TTV,
perdarahan, kontraksi, TFU tiap 12 jam, berikan KIE pada ibu tentang nutrisi pada ibu
nifas dengan anemia, berikan KIE pada ibu tentang tanda bahaya pada masa nifas, bantu
ibu menyusui bayinya dan pantau proses laktasi, berikan terapi obat dan Lakukan
pemeriksaan Hb. Menurut Ambarwati dan Wulandari (2010), rencana tindakan pada ibu
perdarahan,kontraksi, TFU, bantu ibu menyusui bayinya, beri penkes nutrisi dantanda
bahaya masa nifas, meningkatkan konsumsi makanan yang bergizi yang mengandung
protein dan zat besi, lakukan pemeriksaan Hb 1 minggu sekali, berikan Fe. Pada kasus ini
6. Pelaksanaan
Pada kasus Ny. M nifas dengan anemia sedang melaksanakan tindakan meliputi
memberitahu keadaan yang sedang di alami oleh ibu, mengobservasi keadaan umum, TTV,
perdarahan, kontraksi, TFU tiap 12 jam, memberikan KIE pada ibu tentang nutrisi pada ibu
nifas dengan anemia, memberikan KIE pada ibu tentang tanda bahaya pada masa nifas,
terapi obat dan Melakukan pemeriksaan Hb. Menurut Ambarwati dan Wulandari (2010),
melaksanakan tindakan pada ibu nifas dengan anemia sedang meliputi mengobservasi
memberikan penkes nutrisi dantanda bahaya masa nifas, meningkatkan konsumsi makanan
yang bergizi yang mengandung protein dan zat besi, melakukan pemeriksaan Hb 1 minggu
sekali, memberikan Fe. Pada kasus ini tidak terjadi kesenjangan antara teori dan kasus.
7. Evaluasi
Setelah mendapat asuhan selama 19 hari dari tanggal 29 Maret 2014 sampai 17 April 2014
didapatkan hasil KU ibu baik, kepala tidak pusing, badan sudah tidak lemas, konjungtiva
merah muda, muka tidak pucat, nafsu makan ibu sudah bertambah dan hasil pemeriksaan
Hb 11, 2 gr%.
Menurut Ambarwati dan Wulandari (2010), hasil yang diharapkan setelah melaksanakan
tindakan yaitu anemia dapat teratasi, KU baik, tekanan darah ibu normal, konjungtiva
kemerahan, kadar hemoglobin meningkat, pusing lelah lemas ibu sudah berkurang dan
nafsu makan ibu sudah [Link] kasus ini tidak terjadi kesenjangan antara teori dan
kasus.
BAB V
PENUTUP
Pada tahap akhir pembuatan laporan karya tulis ilmiah pada Ny. M dengan anemia sedang,
penulis dapat menuliskan kesimpulan dan beberapa saran untuk lebih meningkatkan
asuhan kebidanan khususnya pada ibu nifas dengan anemia sedang yang penulis ambil di
A. Kesimpulan
varney pada ibu nifas dengan anemia sedang maka penulis dapat mengambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Dalam melakukan pengkajian terhadap ibu nifas dengan anemia sedang dilaksanakan
dengan pengumpulkan data subyektif yang diperoleh dari hasil wawancara dari pasien
dengan keluhan badan lemas, pusing, mata berkunang-kunang dan data obyektif diperoleh
dari pemeriksaan fisik dan data penunjang yang di peroleh hasil pemeriksaan laboratorium
2. Interpretasi data dilakukan dengan pengumpulan data secara teliti dan akurat sehingga di
dapat diagnose Ny. M P1 A0 umur 23 tahun 4 jam post partum dengan anemia sedang,
yang disertai masalah yang dialami Ny. M adalah kepala pusing, badan lemas, cepat lelah
3. Diagnosa potensial pada kasus Ny. M dengan anemia sedang adalah akan terjadi anemia
berat, namun pada Ny. M tidak terjadi, hal ini dikarenakan pasien mendapat penanganan
5. Rencana tindakan pada Ny. M adalah sesuai dengan kebutuhan pasien yaitu beritahu
keadaan yang sedang di alami oleh ibu, observasi keadaan umum, TTV, perdarahan,
kontraksi, TFU tiap 12 jam, berikan KIE pada ibu tentang nutrisi pada ibu nifas dengan
anemia, berikan KIE pada ibu tentang tanda bahaya pada masa nifas, bantu ibu menyusui
bayinya dan pantau proses laktasi, berikan terapi obat dan Lakukan pemeriksaan Hb.
6. Pelaksanaan pada ibu nifas dengan anemia sedang yaitu memberitahu keadaan yang
sedang di alami oleh ibu, mengobservasi keadaan umum, TTV, perdarahan, kontraksi, TFU
tiap 12 jam, memberikan KIE pada ibu tentang nutrisi pada ibu nifas dengan anemia,
memberikan KIE pada ibu tentang tanda bahaya pada masa nifas, membantu ibu menyusui
bayinya dan pantau proses laktasi, memberikan terapi obat dan Melakukan
pemeriksaan Hb.
7. Evaluasi pada ibu nifas dengan anemia sedang setelah diberikan asuhan selama 19 hari
diperoleh hasil KU ibu baik, kepala tidak pusing, badan tidak lemas, konjungtiva merah
muda, muka tidak pucat, nafsu makan bertambah dan hasil pemeriksaan Hb 11,2 gr%.
8. Pembahasan pada asuhan kebidanan ibu nifas dengan anemia sedang tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan praktek sehingga tidak memerlukan alternative pemecahan
masalah.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis akan memberikan saran yaitu antara lain :
1. Tempat Pelayanan Kesehatan
Pelayanan yang diberikan sudah baik, sebaiknya memberikan penjelasan dan media leflet
atau gambar tentang gizi ibu nifas agar pasien dapat mengetahuinya dan tidak terjadi.
2. Bagi Bidan
antisipasi atau tindakan segera, merencanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan
anemia sedang.
3. Bagi Pasien
a. Ibu perlu mengetahui pentingnya nutrisi bagi ibu nifas khusunya untuk ibu nifas dengan
anemia.
b. Ibu diharapkan segera memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan setempat jika
4. Bagi Pendidikan
Sebagai bahan referensi mengenai masalah kasus, khususnya pada kasus dengan asuhan