BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengerian Artikel
artikel adalah sebuah tulisan yang membahas subjek tertentu dan dipublish di berbagai
media, seperti; koran, majalah, atau di internet.
2.2 Pengertian Opini
Opini adalah pendapat, gagasan atau pikiran.
2.3 Pengertian Artikel Opini
Artikel opini yaitu pendapat, gagasan atau pikiran yang bersifat pribadi terhadap sebuah
objek yang dijabarkan dalam bentuk uraian agak panjang yang bernama artikel di mana hal
tersebut bersifat bebas, rasional dan objektif disertai argumentasi berdasarkan fakta yang
didukung format berlogika yang logis dan benar.
2.4 Pengertian Ilmiah
Imiah adalah serangkaian proses mulai dari sebuah pendapat, penelitian,analisa,metode
hingga dalam bentuk uraian yang memenuhi kaidah-kaidah ilmiah
2.5 Pengertian Artikel Ilmiah
artikel ilmiah adalah sebuah artikel berdasarkan metode ilmiah yang uraiannya bersifat
sistematis, empiris, bisa dibuktikan kebenarannya, objektif, rasional dengan menggunakan
metode penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya.
2.5 Jenis jenis artikel
1. Narasi
Artikel narasi adalah jenis artikel yang isinya menceritakan tentang rangkaian peristiwa secara
sistematis (awal, tengah, dan akhir). Di dalam narasi terdapat tokoh, konflik, dan penyelesaian
masalah. Contoh narasi; biografi, autobiografi, kisah pengalaman.
2. Deskripsi
Artikel deskripsi adalah jenis artikel berupa karangan yang menggambarkan tentang suatu hal
kepada pembacanya, sehingga pembaca seolah-oleh dapat merasakan, melihat, dan mendengar isi
dari deskripsi.
3. Eksposisi
Artikel eksposisi adalah jenis artikel yang isinya menjelaskan atau memberikan informasi
mengenai suatu topik agar menambah pengetahuan pembacanya. Artikel eksposisi biasanya
dilengkapi dengan gambar, grafik, dan informasi pendukung lainnya.
4. Argumentasi
Artikel argumentasi adalah suatu karangan yang tujuannya ingin membuktikan kebenaran
sebuah pendapat dengan menyajikan data/ fakta sebagai alasan. Di dalam artikel argumentasi
biasanya terdapat unsur opini dan data, serta fakta sebagai pendukung opini.
5. Persuasi
Artikel persuasi adalah artikel yang isinya bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga
bersedia melakukan sesuatu yang dianjurkan oleh si penulis dalam karangannya. Artikel seperti ini
banyak digunakan dalam kampanye-kampanye, misalnya kampanye anti Narkoba yang isinya
menjelaskan tentang bahaya Narkoba.
2.7 Ciri Artikel
Ciri-ciri artikel adalah sebagai berikut:
1. Pada umumnya artikel dibuat secara ringkas, padat, jelas, dan tuntas.
2. Isi yang disampaikan dalam sebuah artikel didasari oleh fakta, bukan fiksi atau mitos yang
kebenarannya masih diragukan.
3. Artikel bersifat informatif dan faktual, mengungkapkan informasi berdasarkan suatu penelitian
dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Sebuah artikel dapat mengandung opini dan analisis, namun harus berdasarkan teori dan data
yang valid.
5. Penulisan artikel menggunakan bahasa baku atau resmi, serta kalimat yang lugas, logis,
denotatif, dan efektif.
6. Metode penulisan artikel dibuat secara sistematis sehingga pembaca dapat mengerti isinya
dengan mudah.\
2.8 Kebahasaan artikel
Unsur Kebahasaan Artikel Opini dan Buku Ilmiah
1. Adverbia
Adverbia merupakan bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi. Agar dapat
meyakinkan pembaca, diperlukan ekspresi kepastian, yang bisa dipertegas dengan kata
keterangan atau adverbia frekuentatif, seperti: selalu, biasanya, sebagian besar, sering, kadang-
kadang, dan jarang.
2. Konjungsi
Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat,
yaitu kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.
Konjungsi yang banyak dijumpai pada artikel adalah :
a. konjungsi yang digunakan untuk menata argumentasi : pertama, kedua, berikutnya
b. konjungsi yang digunakan untuk memperkuat argumentasi : selain itu, sebagai contoh,
misalnya, padahal, justru
c. konjungsi yang menyatakan hubungan sebab-akibat : sejak, sebelumnya, dan sebagainya
d. konjungsi yang menyatakan harapan : supaya, agar, dan sebagainya
3. Kosakata
Kosakata adalah perbendaharaan kata-kata. Supaya teks tersebut mampu meyakinkan
pembaca, diperlukan kosakata yang luas dan menarik. Biasanya konten teks yang menarik
tersebut mencakup hal-hal berikut.
a. Aktual, sedang menjadi pembicaraan orang banyak atau baru saja terjadi
b. Fenomenal, yakni luar biasa, hebat, dan dapat dirasakan pancaindra
c. Editorial, artikel dalam surat kabar yang mengungkapkan pendirian editor atau pemimpin
surat kabar
d. Imajinasi, daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan)
e. Modalitas, cara pembicara menyatakan sikap terhadap suatu imajinasi dalam komuniktasi
antarpribadi (barangkali, harus, dan sebagainya)
f. Nukilan, kutipan atau tulisan yang dicantumkan pada suatu benda
g. Tajuk Rencana, karangan pokok dalam surat kabar
h. Teks Opini, teks yang merupakan wadah untuk mengemukakan pendapat atau pikiran
i. Keterangan aposisi, keterangan yang memberi penjelasan kata benda. Jika ditulis, keterangan
ini diapit tanda koma atau tanda pisah atau tanda kurung.
2.9Perbedaan artikel dan opini
Melihat banyaknya salah pengertian antara artikel dan opini, maka penulis akan
menjelaskan perbedaan antara opini dan artikel secara singkat. Berdasarkan pengertian pada
penjelasan di atas, artikel adalah karya tulis yang berisi opini atau pendapat dan biasanya terdapat
dalam majalah atau surat kabar sedangkan opini suatu perkiraan, pikiran, atau anggapan tentang
suatu hal. Dengan begini sudah jelas bahwa opini termasuk dalam bagian dari artikel. Artikel selain
berbentuk opini ada juga yang berbentuk ilmiah, dan dikenal dengan nama artikel ilmiah. Artikel
ilmiah adalah sebuah artikel berdasarkan metode ilmiah yang uraiannya bersifat sistematis, empiris,
bisa dibuktikan kebenarannya, objektif, rasional dengan menggunakan metode penelitian yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Artikel ilmiah juga bisa menggunakan angka-angka statistik dalam bentuk tabel maupun
nontabel, yang menggambarkan suatu objek pembahasan hasil daripada sebuah penelitian baik
bedasarkan sampel maupun populasi. Biasanya juga disertai standar deviasi maupun standar error.
Artikel ilmiah bisa saja hasilnya berbeda apabila menggunakan metode yang berbeda yang
merupakan cara berbeda dan persepsi yang berbeda, walaupun objek penelitiannya sama. Jadi,
kebenaran dari sebuah artikel ilmiah juga dipengaruhi oleh kualitas daripada sampel maupun
populasi serta metode yang digunakannya.
Sebuah artikel imiah pada umumnya dibuat oleh kalangan mahasiswa, sarjana,
akademisi maupun para ilmuwan. Bahkan juga dibuat oleh para peneliti maupun pakar di bidangnya.
Artikel ilmiah biasanya ditulis di dalam media ilmiah juga misalnya majalah atau buletin ilmiah,
jurnal ilmiah dan bentuknya bisa berupa makalah, skripsi, disertasi, thesis dan bentuk-bentuk ilmiah
lainnya.
Adapun yang membedakannya dengan artikel opini ialah sebuah artikel opini haruslah
dinilai dari sudut argumentasi atau penalarannya maupun nilai gagasannya dan bukan dilihat dari
sudut pandang ilmiah sebab tentu metode dalam membuat artikel opini dengan artikel ilmiah
pastilah berbeda. Sebuah artikel opini pada umumnya berdasarkaan pengamatan atas sebuah objek
atau fakta atau berangkat dari fakta, sedangan artikel ilmiah pada umumnya berdasarkan metode
penelitian.
Jadi kesimpulannya adalah artikel opini titik beratnya adalah pengamatan dan estimasi
yang tingkat kebenarannya terletak pada argumentasi dan penalaran. Sedangkan artikel ilmiah titik
beratnya adalah penelitian berdasarkan metode ilmiah yang tingkat kebenarannya ditentukan oleh
hasil daripada pembuktian secara empiris.
2.10Contoh Artikel
Contoh Artikel Opini Tentang Pendidikan 1
Perlukah Ujian Nasional Online Diadakan?
Beberapa hari lagi Ujian nasioanal akan segera dilaksanakan baik di tingkat SMA hingga tingkat SD
Pelaksanaannya pun sama dengan pelaksanaan ujian nasional tahun lalu, hanya saja pemerintah dalam
hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) menambahkan sedikit aturan baru yaitu
dengan melaksanakan ujian nasional secara online di beberapa sekolah.
Jika dilihat dari keadaan dan situasi yang ada dilapangan saat ini, rencana pelaksanaan ujian nasional
online tersebut tidaklah tepat dan perlu untuk dipertimbangkan kembali. Sebenarnya ide yang
disampaikan oleh pemerintah untuk melaksanakan ujian nasional tersebut sangat baik tetapi dalam
pelaksanaanya di lapaangan akan menimbulkan berbagai macam permasalahan seperti infrastruktur
yang belum merata dan kurangnya pengetahuan atau tenaga-tenaga ahli di beberapa sekolah.
Jika pelaksanaan ujian nasional online ini tetap dilakukan, beberapa sekolah akan mengalami kesulitan
karena ketiadaan infrastruktur yang memadai seperti komputer, akses internet dan daya listrik. Coba
kita bayangkan jika di sekolah tersebut memiliki 300 siswa yang mengikuti ujian nasional, maka berapa
jumlah komputer yang dibutuhkan oleh pihak sekolah untuk melaksanakan ujian nasioanl ini. Tentunya
mereka akan membutuhkan komputer yang sangat banyak. Apabila tetap dipaksakan, cara satu-satunya
adalah dengan menggunakan komputer secara bergantian, tetapi cara ini malah akan menimbulkan
masalah baru yaitu timbulnya kecurangan-kecurangan dalam ujian nasional. Kalaupun kecurangan ini
tetap dibiarkan terjadi, lantas apa gunanya ujian nasional dilaksanakan dengan menghambur-
hamburkan uang Negara yang tidak sedikti tersebut, jika tujuan utama ujian nasional tidak
tersampaikan.
Terlebih lagi masalah yang dapat ditimbulkan adalah kurangnya tenaga-tenaga ahli di beberapa sekolah.
Pelaksanaan ujian nasional yang baru akan dilaksanakan tahun ini akan membuat beberapa sekolah
bingung. Bahkan ada juga yang tidak mengerti bagaimana melaksanakannya. Misalnya, jika ada
guru dan siswa yang tidak bisa menggunakan komputer, lalu apa yang akan terjadi? bisa dipastikan
mereka akan kesulitan dan tentunya ini juga akan menambah beban beberapa siswa. Mereka bisa
terganggu konsentarsinya dan akibatnya mereka malah akan gagal dalam ujian nasioanl ini.
Semestinya apabila pemerintah ingin melaksanakan ujian nasional secara online, mereka harus
menjamin ketersediaan infrastruktur yang mendukung dan juga jangan terlalu terburu-buru untuk
melaksanakannya. Pemerintah pun perlu melakukan sosialisasi langsung ke sekolah jauh-jauh hari
sebelum ujian nasional dilaksanakan agar tidak menimbulkan masalah yang telah disebutkan di atas.
Contoh kalimat keterangan aposisi :
1. Pak Wisnu, guru teladan, selalu berupaya memberikan contoh yang baik kepada para
peserta didiknya.
2. Aw aw, si anjing pintar itu, tertabrak mobil tadi siang.
3. Nike, merk sepatu olah raga ternama, akan memproduksi model sepatu olah raga
terbaru.
4. Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, hadir di sebuah acara salah satu stasiun televisi
Indonesia.
5. Putri sulung Pak Dirman, Nida, meraih predikat cumlaude.
6. 6. Karakteristik Artikel
1. Mengandung gagasan aktual atau kontroversial
7. Artikel apa pun yang ditulis, hendaknya mengandung gagasan aktual, kontroversial, atau kedua-
duanya. Gagasan aktual berarti gagasan yang sifatnya baru, belum banyak ditulis, diketahui,
atau dibicarakan orang, sesuatu yang di luar kelaziman.
2. Menyangkut kepentingan umum
8. Artikel haruslah memberikan banyak manfaat kepada pembacanya. Oleh karena itu, seorang
penulis artikel tidak boleh asyik sendiri, ia harus menyesuaikan dengan kebutuhan mayoritas
masyarakat.
3. Referensial
9. Artikel merupakan karya nonfiksi yang merupakan hasil dari proses kreatif intelektual seseorang.
Sehingga artikel apa pun yang ditulis haruslah didukung oleh seperangkat referensi berupa
bacaan, pengetahuan, dan teori yang relevan.
10. 4. Tunduk pada kaidah bahasa jurnalistik
11. Artikel konsumsi surat kabar atau majalah harus tunduk kepada bahasa jurnalistik. Bahasa
jurnalistik adalah salah satu ragam bahasa yang lazim digunakan dalam pers. Ciri utama bahasa
jurnalistik adalah sederhana, jelas, lugas, singkat, menarik, mudah dimengerti, dan komunikatif.
12. 5. Singkat dan Tuntas
13. Singkat. Secara filosofis, singkat berarti tidak bertele-tele, langsung pada pokok masalah.
14. 6. Tuntas. Maksudnya tidak bersambung ke edisi berikutnya. Artikel yang dimuat dalam surat
kabar baiknya selesai dalam satu edisi.
15. 7. Orisinal
16. Artikel yang kita tulis merupakan karya sendiri, asli, bukan menjiplak atau bajakan (plagiat).
7. karakteristik Buku ilmiah
1. Tulisan yang dibuat harus mengacu pada teori. Teori dibutuhkan sebagai landasan berfikir dalam
pembahasan suatu masalah.
2. Harus lugas, artinya tidak emosional, tidak kritis, dan tidak menimbulkan Interprestasi lain. Hal ini
harus diperhatikan dengan baik.
3. Kemudian juga harus logis, artinya mengacu pada pembahasan yang rasional dengan urutan yang
konsisten. Tulisan tidak memuat hal-hal yang janggal atau tidak bisa dibuktikan kebenarannya, serta
tidak boleh di luar nalar manusia.
4. Efisien, artinya mempergunakan kata, kalimat dan bahasa yang baik, sesuai, dan mudah dipahami.
5. Efektif, artinya tulisan-tulisan yang dibuat harus padat dan ringkas. Tidak boleh bertele-tele atau
memasukkan opini-opini yang tidak penting.
5. Objektif, artinya berdasarkan pada fakta, dalam hal ini kerangka karya tulis ilmiah bersifat konkrit dan
benar adanya, tidak mengada-ada.
6. Sistematis, artinya baik penulisan dan pembahasan harus sesuai dengan prosedur dan sistem yang
berlaku.