RKJM SD Pabuaran 1: Rencana Peningkatan Mutu
RKJM SD Pabuaran 1: Rencana Peningkatan Mutu
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kondisi ideal yang diharapkan dalam sebuah lembaga pendidikan khususnya SDN
Pabuaran 1 UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang
adalah terselenggaranya pelayanan pendidikan yang dapat memenuhi ketentuan dari PP 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dengan pemenuhan 8 standar nasional
pendidikan yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik
dan tenaga kependidikan, standar, pengelolaan, standar sarana dan prasarana, standar
penilaian dan standar pembiayaan.
Aka tetapi kondisi yang ada yang dialami oleh SDN Pabuaran 1 hingga saat ini
belum dapat memenuhi dari apa yang disyaratkan oleh ketetntuan PP 19 tahun 2005. Dari
kedelapan standar tidak satupun yang dapat terpenuhi. Setiap standar masih ada bagian-
bagian yang masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat mencapai standar
[Link] dari kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang ada di sekolah
kami maka kami susun program kegiatan/kerja untuk dapat mencapai kondisi yang
diharapkan dalam jangka waktu tertentu yaitu selama empat tahun . Program kerja 4
tahunan ini kami namakan dengan Rencana Peningkatan Mutu
Rencana Peningkatan Mutu ini sebagai acuan Pendidikan di satuan pendidikan dan
sebagai dasar untuk melaksanakan proses pendidikan serta untuk meningkatkan mutu
pendidikan dalam usaha mencerdaskan anak bangsa di SDN Pabuaran 1 pada khususnya dan
di Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. Rencana Kerja Sekolah ini
diharapkan dapat menjadi pedoman dan tuntunan arah langkah bagi seluruh sumber daya
manusia di SDN Pabuaran 1 dalam mengembangkan berbagai kegiatan pembelajaran yang
lebih operasional serta mampu mewujudkan keunggulan sekolah secara akademik maupun
non akademik.
B. Landasan Hukum
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah SDN Pabuaran 1 ini dilandasi oleh kebijakan-kebijakan
yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
a. Menjamin agar perubahan atau tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai
dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko kecil.
b. Tersedianya panduan bagi sekolah dalam memanfaatkan subsidi baik subsidi dari
pemerintah maupun dari nonpemerintah.
c. Pedoman untuk terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah,
antar sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten dan antar waktu
d. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan
berkelanjutan
e. Dapat dijadikan tolak ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai program
peningkatan mutu pendidikan di sekolah
E. Kerangka Pemikiran
[Link] Antar Program
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah merupakan rencana yang disusun untuk kerja
selama 4 (empat ) tahun. RKJM ini meliputi pelaksanaan 8 standar yaitu standat isi, SKL,
proses, sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan, penilaian ,
pembiayaan.
Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu Sekolah (RKJM) sesuai amanat dari Peraturan
Menteri Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah merupakan gambaran tujuan yang akan dicapai oleh satuan pendidikan
dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan
perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. RKJM sebagai salah satu
proses dan prosedur pengelolaan sekolah untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat,
melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan ketersediaan sumber daya. Selain dari pada
itu RKJM merupakan dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan untuk
mencapai tujuan dan sasaran sekolah yang telah ditetapkan.
Materi dasar penyusunan RKJM adalah hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) berkaitan dengan 8
(delapan) standar pendidikan yang telah ditetapkan acuannya dalam Peraturan Pemerintah RI
No 19 Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 2 ayat (1) yaitu meliputi:
standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan serta standar
penilaian. Dari delapan standar tersebut jika belum memenuhi angka minimal maka sekolah
harus memprioritaskan rencana kerja pada aspek-aspek yang belum memenuhi SNP.
KONDISI UMUM
SD Negeri pada awal didirikan masih jauh dari standar yang diatur dalam Standar Nasional
Pendidikan (SNP) maupun Standar Pelayanan Minimal (SPM).
B. Kondisi Sekarang
Analisis kondisi saat ini menggambarkan tingkat ketercapaian pelaksanaan program dengan
segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Keberhasilan saat ini akan menjadi pedoman dan
petunjuk waktu yang akan datang , sedangkan kekurangan merupakan kesenjangan antara harapan
dan kenyatan yang ada sehingga perlu direfleksi aktor ketidak berhasilan dan menjadikan progran
bagi waktu/tahun berikutnya. Berikut secara lengkap digambarkan analisis kondisi saat ini yang
meliputi 8standar nasional pendidikan .
Berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah (EDS) di SDN Pabuaran 1 Jika dibandingkan dengan
SNP maka kondisi saat ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Standar Isi
Yang sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) apabila telah memenuhi nilai 2
Berdasarkan gambar 2.1 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen standar isi
masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 1,77 poin. Aspek-aspek yang
perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu pada aspek layanan bimbingan dan konseling,
struktur kurikulum dan pengembangan kurikulum.
2. Standar Proses
Berdasarkan gambar 2.2 sebagian besar pemenuhan komponen standar proses belum
memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 1,62 poin. Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar
memenuhi SNP yaitu pada aspek pelaksanaan pembelajaran, kualitas pengelolaan kelas,
sumber belajar, kualitas RPP, perencanaan proses pembelajaran.
[Link] Kelulusan
Berdasarkan gambar 2.3 pemenuhan standar kelulusan masih sangat jauh dari harapan
untuk dapat memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 0,90 poin. Semua aspek perlu
peningkatan untuk memenuhi SNP , karena yang baru memenuhi SNP baru satu aspek
berprestasi
4. Standar PTK
Berdasarkan gambar 2.4 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen standar iPTK
masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 1,46 poin. Aspek-aspek yang
perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu guru
Berdasarkan gambar 2.5 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen rata-rata 1,57
poin. Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu adalah laboratorium
TIK dan bahasa, tempat bermain, gudang, jamban, UKS, Tempat ibadah, ruang guru , ruang
pimpinan, laboratorium IPA, Ruang perpustakaan ruang kelas
Berdasarkan gambar 2.6 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen standar sarana
dan prasarana masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 1,57 poin.
Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu adalah evaluasi rencana,
kemitraan , akses laporan, realisasi visi misi, rencana kerja sekolah, sosialisasi visi misi
tujuan, mekanisme penetapan
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian
pemerintah, penilaian oleh pendidik, teknik penilaian, penilaian secara menyeluruh dan
obyektif
Tantangan sekolah merupakan kesenjangan kondisi nyata sebagai hasil EDS dengan
kondisi yang diharapkan. Tantangan utama diklarifikasi dengan melakukan pembandingan nilai
hasil EDS dengan SNP. Berdasarkan hasil Evaluasi Diri Sekolah yang telah dilakukan maka ada
beberapa tantangan yang dihadapi yaitu:
1. Standar Isi
Kurikulum SDN Pabuaran 1 seperti konselor dan narasumber. Orientasi kurikulum juga
harus mendukung mata pelajaran yang di US-kan. Selain itu kegiatan ekstrakurikuler di
sekolah harus dapat melibatkan seluruh siswa terlebih kelas 1 dan kelas 2.
2. Standar Proses
a. Penyusunan RPP oleh guru dikembangkan dengan tidak hanya mengacu pada silabus
saja akan tetapi juga berorientasi pada kondisi sekolah dan peserta didik.
b. Optimalisasi pemanfaatan lingkungan sekolah dan perpustakaan sebagai sumber belajar
oleh segenap warga sekolah
c. Peningkatan pengelolaan kelas dengan baik, berkualitas dan menyenangkan sehingga
anak didik lebih bahagia dalam belajar dan mencapai ketuntasan minimal mulai dari
kelas 1 sampai dengan kelas 6.
3. Standar Kompetensi Lulusan
Tabel II.1
3. Perpustakaan 1 Fasilitas
5. Mushala 1 Fasilitas
9. sirkulasi 1 Bangunan
6. Standar Pengelolaan
a. Mengembangkan visi, misi serta tujuan sekolah dengan mekanisme yang akuntabel
serta sesuai dengan SNP kemudian mengimplementasikannya dalam seluruh kegiatan
pendidikan di sekolah
b. Melakukan kemitraan dengan pihak-pihak terkait yang dapat mendorong cepatnya
proses pendidikan yang berkualitas, seperti departemen-departemen, instansi
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian
a. Melaksanakan penilaian dengan menggunakan teknik penilaian yang berlaku dan diakui
tingkat akurasinya
b. Melakukan penilaian secara adil, sahih, menyeluruh dan transparan menyangkut mata
pelajaran yang disampaikan serta perilaku siswa terkait budi pekerti
Hasil evaluasi diri ecara detail dan rinci upaya dan rekomendasi yang diperoleh dari hasil EDS
untukmasing-masing standar adalah sebagai berikut:
Berprestasi Telah mencapai prestasi akademik maupun non akademik dari tingkat
kecamatan, kabupaten dan nasional
Kebugaran Jasmani Pelaksanaan senam pagi sebelum KBM setiap hari Sabtu agar
serta hidup sehat ditingkatkan dan dikembangkan
Mengekspesikan seni Mengekspresikan seni budaya pada even-even sekolah yag sesuai
dan budaya pada saat rapat pleno, tutup tahun, kegiatan pentas seni lainnya
Mengenali menganalisis Peningkatan dan pemahaman tentang gejala alam pada pembelajaran
gejala alam pada mata pelajaran yang ada materi gejala alam
Berkomunikasi secara Membiasakan berbahasa yang sopan santun dan lemah lembut kepada
efektif dan santun siapapun
Siap melanjutkan Penjelasan dan bimbingan kelanjutan studi pada siswa dan orang tua
pendidikan ke jenjang
berikutnya
Biasa hidup bersih sehat Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat
dan bugar
Kegiatan senam pagi secara efektif
Penggunaan alat peraga dan media belajar yang ada di sekolah secara
efektif
Percaya diri dan Mengerjakan PR di rumah , tidak ada siswa yang tidak mengerjakan
bertanggung jawab pR ketika diberi tugas oleh guru
Kompetensi Guru Perlu peningkatan komptensi guru melalui diklat dan seminar
Tempat bermain/olah Tempat bermain ada,aman hanya masih perlu perindang agar tidak
raga terlalu panas
Gudang Terlalu sempit dan tidak muat menanpung kearsipan yang ada di sekolah,
sehingga perlu adanya pembuatan gudang yang memadai
Ruang UKS Administarsi cukup lengkap namun perlu sarana dipan dan alat-alat serta
obat-obatan ringan
Ruang tempat Sudah sesuai standar ukurannya namun kelengkapan adaministrasi dan
beribadah sarana pendukung yang tidak lengkap
Ruang guru Belum adanya ruang guru karena masih 1 ruangan dengan ruang
pimpinan
Ruang Pimpinan Ruang pimpinan ukuran memenuhi standar namun sarana parasaran
belum memenuhi standard an masih menyatu dengan ruang guru.
Ruang kelas Ada 10 ruang kelas tetapi mebelair meja kursi murid masih ada
kuri/meja kelas rusak .
Lahan Kondisi lahan wilayah SDN Pabuaran 1 berada pada tempat yang
datar , sehingga memudahkan penataan ruang dan bangunan, Juga berada
di tengah-tengan masyarakat yang mendukung tercapainya standar
jumlah siswa , meskipun juga masih akan ditingkatkan pencapaian
standar siswa setiap rombel.
Kepala sekolah menerapkan Peningkatan pemanfaatan sumber daya yang ada secara
kepemimpinan yang efektif maksimal untuk mencapai tujuan
Partisipasi Warga sekolah Peningkatan partisipasi warga sekolah guru karyawan siswa ,
masyarakat, wali murid, komite sekolah. Pemerintah desa dan
semua instansi yang terkait sebagai stake holder sekolah
Kepala sekolah melakukan Peningkatan kegiatan monitoring, evaluasi dan supervisi serta
evaluasi pendayagunaan pendidik pemantauan pada guru
Sekolah menjalin kemitraan Peningkatan jalinan kerjasama dengan mobil hijau, KLH
dengan lembaga lain danKP4 KP, untuk mempersiapkan sekolah adiwiyata
Program peningkatan mutu Melaksanakan program peningkatan mutu secara efektif dan
sekolah efisien
Sekolah menyediakan akses Akses laporan pengelolaan keuangan dilakukan setiaap ada
laporan pengelolaan keuangan pertemuan apa saja, rapotan, rapat komite, rapat pleno, secara
sekolah secara transparan dan lisan dan berkala .
akuntabel
Laporan tertulis baru disampaikan pada dinas pendidikan.
Sosialisasi visi, misi, dan tujuan Sosialisasi visi misi dan tujuan sekolah kepada warga
sekolah sekolah/ stake holder sekolah
Cakupan dan Mekanisme Melaksanakan penyusunan visi misi dan tujuan sekolah sesuai
Penetapan Visi, Misi dan Tujuan dengan mekanisme yang sudah ditetapkan.
Sekolah
Pembiayaan Operasi
Nonpersonalia
Besaran Standar Biaya Operasi Menetapkan dan mengalokasikan besaran Standar Biaya Operasi
Nonpersonalia Nonpersonalia
RAPBS dan RAKS disusun Meningkatkan kerjasama komite dalam rangka penyusunan
bersama-sama dengan Komite RAPBS dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang
Sekolah dan tua siswa
mempertimbangkan
kemampuan ekonomi orang
tua siswa
Penilaian oleh pendidik Peningkatan kemampuan guru dalam menyusun melaksanakan dan
menindaklanjuti hasil penilaian peserta didik sehingga penilaian
bermakna bagi siswa dan guru itu sendiri
Teknik-teknik penilaian Mengembangkan teknik-teknik penilaian pada guru baik tes mapun
nontes. Tertulis maupun non tertulis ( unjuk kerja, lisan,
performance/praktek dll ) disesuaikan dengan karanteristik materi/KD
yang akan disusun perangkat penilaiannya.
BAB III
A. Visi Sekolah
B. Misi Sekolah
B. TUJUAN SEKOLAH
SDN Pabuaran 1 UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Pabuaran
Serang dalam tahun 2016/2017
13. Memiliki akhlak yang mulia, dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran
dan kegiatan pembiasaan
14. Memiliki dasar keterampilan dan kesenian sebagai bekal untuk hidup mandiri
C. Sasaran Sekolah
Berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi, dapat dirumuskan sasaran sekolah sebagai berikut:
1. Pada tahun 2019 rata-rata nilai US siswa adalan 240.00 dan mulai tahun pelajaran
2016/2017 diadakan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 5 (lima)
2. Pada tahun 2017 dapat menambah ruang kelas baru, dan ruang computer, perbaikan ruang
perpustakaan
3. Pada tahun 2018 melengkapi sarana dan fasilitas ruang ibadah, kantin, komputer di sekolah
4. Tahun pelajaran 2016/2017 sudah terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, OOSN, PKP, dan
lomba keagamaan
5. Tahun 2018 membentuk dan melaksanakan tim pelaksana sekolah adiwiyata
6. Pada tahun 2017 nilai akreditasi adalah B gemuk dengan peningkatan nilai/skor
7. Tahun 2019 mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan ( sekolah adiwiyata)
8. Pada tahun 2019 sudah terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana
9. Prosentase siswa kelas 6 yang lancar membaca Al Quran dan rutinitas menjalankan shalat
lima waktu sebagai berikut:
a) tahun 2016 sebanyak 50%
b) tahun 2017 sebanyak 65 %
c) tahun 2018 sebanyak 80 %
d) tahun 2019 sebanyak 100%
10. Tahun 2016 diadakan pelatihan atau workshop riset sederhana dan PTK serta lomba riset
tingkat sekolah
Untuk mencapai sasaran sekolah maka diperlukan identifikasi fungsi-fungsi dari setiap sasaran
sebagaimana tertuang dalam tabel berikut:
Tabel III.1
NO SASARAN FUNGSI-FUNGSI
1. Nilai rata-rata nilai UN siswa pada tahun 2019 adalah Pendidik, Peserta didik, Kurikulum,
240.00 dan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 5 Sarana Prasarana, Pembiayaan
2. Menambah ruang kelas baru, dan fasilitas ruang lain Penyelenggara Sekolah, Pemerintah
dan laboratorium
E. Analisis SWOT
Setiap fungsi yang terdapat dalam setiap sasaran kemudian dianalisis lebih lanjut
tingkat kesiapannya dengan mengacu pada kriteria ideal yaitu Standar Nasional Pendidikan,
naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan. selain itu dapat juga
dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum. Bila hasil analisis ternyata
tingkat kesiapan ”siap” pada faktor internal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti
merupakan kekuatan, dan jika ”tidak siap” merupakan kelemahan. Bila hasil analisis ternyata
tingkat kesiapan ”siap” pada faktor eksternal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti
merupakan peluang, dan jika ”tidak siap” merupakan tantangan.
Berdasarkan fungsi pada sasaran yang telah ditentukan, maka dapat diperoleh analisis
SWOT sebagai berikut:
Analisis SWOT Untuk Sasaran:Nilai rata-rata nilai US siswa pada tahun 2019 adalah 240.00 dan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 5
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru kelas 4, 5 dan 6 memiliki Guru kelas 4, 5, 6 memiliki 100% Guru kelas 4, 5 dan 6
kompetensi dalam bidang pelajaran sertifikat kompetensi sudah bersertifikat kompetensi
yang di UN-kan dan berpengalaman dalam
Eksternal: bimbingan belajar
Dinas
memfasilitasi Ada pelatihan bedah kisi-kisi US
Pelatihan sukses US oleh Dinas pembekalan sukses US untuk dan pembekalan sukses US oleh
Pendidikan dan bedah kisi-kisi US Guru Dikdas
bagi guru kelas 6
Peserta didik Internal:
Siswa bersemangat, patuh, aktif dan Siswa aktif dan mau Siswa bersemangat, aktif, patuh
bekerja sama dalam belajar bekerjasama dalam belajar dan mau bekerjasama dalam
Eksternal: belajar
Dukungan orang tua yang penuh dalam Tingkat kepercayaan dan Orang tua mendukung proses
belajar dukungan orang tua siswa belajar siswa baik di sekolah dan
cukup kuat di rumah
Kurikulum Internal:
Pengetatan ketuntasan minimal dan Materi kurikulum relevan KTSP sekolah sudah
memaksimalkan program remedial dengan perkembangan mempertimbangkan
serta pengayaan kognitif peserta didik perkembangan kognitif anak
25
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Tersedianya perpustakaan, ruang kelas Sekolah dilengkapi ruang Ruang kelas masih kurang,
dan laboratorium yang cukup untuk kelas yang sesuai dengan rasio perpustakaan belum memenuhi
mendukung pembelajaran student siswa, perpustakaan, standar, dan belum ada
active learning laboratorium laboratorium serta tempat
Eksternal: bermain/berolahraga
Adanya bantuan dari pemerintah Sekolah menjalin kemitraan Kemitraan yang dilakukan
maupun swasta dalam pengadaan dengan pihak lain sekolah belum maksimal
ruang kelas, perpustakaan dan
laboratorium
Pembiayaan Internal:
Tersedianya anggaran sekolah yang Sekolah menyusun RKA-S Sekolah menyusun RKA-S
memadai untuk sukses US dengan pedoman pengelolaan dengan pedoman pengelolaan
biaya investasi dan biaya investasi dan operasional
operasional
Eksternal:
Ada subsidi biaya operasional US
Adanya bantuan dari pemerintah Pemerintah dari Pemerintah provins dan
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Tabel III.3
Analisis SWOT Untuk Sasaran:Menambah ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Penyelenggara Internal:
Sekolah
Tersedianya perpustakaan, ruang kelas Sekolah dilengkapi ruang Ruang kelas masih kurang,
dan laboratorium yang cukup untuk kelas yang sesuai dengan perpustakaan belum memenuhi
mendukung pembelajaran student active rasio siswa, perpustakaan, standar, dan belum ada
learning laboratorium yang nyaman laboratorium serta tempat
Eksternal: bermain/berolahraga
Adanya bantuan dari pemerintah maupun Sekolah menjalin kemitraan Kemitraan yang dilakukan sekolah
swasta dalam pengadaan ruang kelas, dengan pihak lain belum maksimal
perpustakaan dan laboratorium
Pemerintah Internal:
mengajukan proposal pengadaan ruang tersedianya sarana dan Sudah mengajukan proposal
kelas baru, perpustakaan dan prasarana belajar yang pengadaan ruang kelas baru ke
laboratorium memungkinkan Pemda
berkembangnya potensi
peserta didik secara optimal
Eksternal:
Tersedianya Dana Alokasi Khusus bagi Pemerintah menyediakan Pemerintah mengalokasikan
sekolah swasta maupun negeri dari APBN dana dari APBN untuk anggaran untuk pengembangan
pengembangan sarana sarana prasarana
prasarana sekolah
Tabel III.4
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Sarana Internal:
Prasarana
Tempat Ibadah terintegrasi dengan sekolah Tersedianya sarana ibadah Belum ada tempat ibadah yang
Eksternal: untuk menunjang belajar terintegrasi di lingkungan sekolah
Tabel III.5
Analisis SWOT Untuk Sasaran: Terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, Rebana, dan lomba keagamaan
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru Pembina Olempiade MIPA, Ada tim Guru Pembina Belum ada tim Guru Pembina
OOSN,PKP, dan lomba keagamaan kelompok Olimpiade MIPA, kelompok Olimpiade MIPA, PKP,
OOSN,PKP, dan lomba dan lomba keagamaan
keagamaan
Eksternal:
Belum ada Pelatihan kisi-kisi
Pelatihan kisi-kisi sukses olimpiade MIPA Ada Pelatihan kisi-kisi sukses olimpiade MIPA serta
serta banyaknya event lomba MIPA, rebana sukses olimpiade MIPA serta belum banyaknya event lomba
dan keagamaan banyaknya event lomba MIPA, OOSN,PKP, dan keagamaan
MIPA, OOSN,PKP,dan
keagamaan
Peserta Didik Internal:
Kelompok Olimpiade MIPA, OOSN,PKP, Setiap perlombaan MIPA, selalu berpartisipasi dalam lomba
dan lomba keagamaan rebana dan keagamaan selalu MIPA, OOSN,PKP,dan keagamaan
Eksternal: ikut serta
Orang tua siswa turut
Dukungan yang kuat dari orang tua siswa berperan serta dukungan yang kuat dari orang tua
siswa dalam perlombaan
Tabel III.6
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru dan Kepala Sekolah menjalankan Dokumen administrasi guru Dokumen administrasi guru dan
tugas pokok dan fungsi serta menyusun dan kepala sekolah lengkap kepala sekolah belum lengkap dan
dokumen administrasi dan teratur teratur
Eksternal:
visitasi dan uji kompetensi pendidik serta Guru lulus visitasi dan uji Sebagian guru ada yang belum
pendampingan kompetensi guru lulus visitasi dan uji kompetensi
Tenaga Internal:
Kependidikan
Kemampuan mengelola administrasi Tenaga administrasi Tenaga administrasi mempunyai
sekolah mempunyai kualifikasi kualifikasi pendidikan minimal
pendidikan minimal SMA/SMK dan mampu mengelola
SMA/SMK administrasi sekolah
Eksternal:
Tabel III.7
Analisis SWOT Untuk Sasaran:Terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog empat bahasa
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Kurikulum Internal:
Tim pelaksana dialog empat bahasa Sudah ada tim pelaksana belum ada tim pelaksana dialog 4
Eksternal: dialog 4 bahasa bahasa
Melimpahnya lembaga bahasa Melakukan pelatihan dan belum ada pelatihan dan
pembekalan pelaksanaan pembekalan pelaksanaan
komunikasi 4 bahasa komunikasi 4 bahasa
Penyelenggara Internal:
tim pengembang kurikulum Yayasan membentuk tim yayasan belum membentuk tim
pengembang kurikulum pengembang kurikulum
sekolah
Eksternal:
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Tabel III.8
Analisis SWOT Untuk Sasaran:Peningkatan prosentase siswa lancar baca Al Quran dan ibadah lima waktu
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Kurikulum Internal:
Jumlah jam belajar Al Quran Minimal jumlah jam belajar Jam belajar Al Quran selama 30
Eksternal: Al Quran adalah 30 menit menit
berkembangnya metode pengajaran Al Menerapkan salah satu Sudah menerapkan salah satu
Quran metode pengajaran Al Quran metode pengajaran Al Quran
Pendidik Internal:
Jumlah pengajar Al Quran Rasio pengajar Al Quran Rasio pengajar Al Quran 1:10
Eksternal: memenuhi kriteria 1:5
Tabel III.9
Analisis SWOT Untuk Sasaran: Pelatihan atau workshop riset sederhana dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) serta lomba riset tingkat sekolah
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Kurikulum Internal:
Intergrasi budaya penelitian dengan Pembelajaran di sekolah Budaya riset belum sepenuhnya
pelajaran mengajarkan bidaya riset dilakukan dalam kegiatan belajar
mengajar
Melakukan penelitian tindakan kelas Setiap guru pernah Belum ada guru yang melakukan
Eksternal: melakukan PTK PTK
Berdasarkan sasaran yang telah di tentukan dan analisis SWOT maka dapat diambil langkah solusi
sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan KKG lebih ke arah sukses US dan dilakukan bedah kisi-kisi US baik
di tingkat sekolah maupun kecamatan
2. Mengadakan bimbingan belajar intensif untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa
Indonesia dan IPA bagi kelas 5 dan 6
3. Memenuhi fasilitas sarana prasarana belajar di sekolah
4. Mengoptimalkan modal semangat belajar siswa dan peranserta orang tua siswa dalam
program sekolah melalui pertemuan setiap triwulan sekali
5. Pengembangan kurikulum sekolah dengan melibatkan lembaga atau pihak yang
dipandang professional dan legitimate dalam bidang pendidikan
6. Mengalokasikan biaya operasional sekolah (BOS) untuk peningkatan nilai kelulusan
siswa
7. Mengajukan bantuan kepada pemerintah dalam pengadaan ruang kelas baru,
laboratorium, perpustakaan dan sarana ibadah dan kelengkapan sarana/fasilitas ruang
8. Menjalin kerjasama dengan penduduk sekitar atau lembaga untuk dapat menggunakan
sarana ibadahnya dalam tempo sementara
9. Membentuk tim olimpiade MIPA, OOSN, PKP, kegiatan keagamaan beserta guru
pembimbingnya
10. Berusaha untuk berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta usia
sekolah dasar
11. Mengadakan pelatihan atau workshop sukses olimpiade MIPA
12. Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga pendidik dan kependidikan dalam
melaksanakan program kerja dan tugas pokok serta fungsinya
13. Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan tenaga pendidik dan kependidikan
yang memenuhi kualifikasi minimal
14. Mengadakan diklat yang mendukung kualifikasi guru baik dari Diknas maupun dari
sekolah sendiri serta mengajukan permohonan bimbingan persiapan akreditasi kepada
dinas
15. Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti
16. Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dan mengonsultasikan
pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di bidang pendidikan
17. Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam
pengembangan kurikulum
6. Sasaran 6: Terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog empat
bahasa
Rencana: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian
ditindaklanjuti; Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dan
mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di
bidang pendidikan; Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan
serta dalam pengembangan kurikulum; Melakukan kerjasama dengan lembaga
penyelenggara pendidikan bertaraf internasional dalam pengembangan kurikulum
berbasis wawasan global
C. Program 1: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti
D. Program 2: Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog 4 bahasa serta
mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di bidang
pendidikan
E. Program 3: Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam
pengembangan kurikulum
F. Program 4: Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf
internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
7. Sasaran 7: Peningkatan prosentase siswa khatam Al Quran
Rencana: Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap pagi dengan menambah
jumlah pengajar sesuai dengan kriteria minimal 1:5 dan optimalisasi peran madrasah
diniyah dalam menunjang peningkatan siswa yang khatam Al Quran
G. Program 1: Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap pagi dengan menambah jumlah
pengajar sesuai dengan kriteria minimal 1:5
H. Program 2: Optimalisasi peran madrasah diniyah dalam menunjang peningkatan siswa yang
khatam Al Quran
8. Sasaran 8: Pelatihan atau workshop riset sederhana dan PTK serta lomba riset tingkat
sekolah
Rencana: Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk
siswa sekolah dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang
berkompeten; Mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta
menfasilitasi diklat penelitian tindakan kelas bagi guru di lingkungan sekolah
Program 1: Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk
siswa sekolah dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang
berkompeten
H. Jadwal Kegiatan
Tabel III.10
Jadwal Kegiatan
c. Memanfaatkan lingkungan
sekitar sekolah sebagai
laboratorium penunjang Kepala Sekolah
pembelajaran
d. Mengusahakan bantuan
pengadaan tempat ibadah Kepala Sekolah
PENUTUP
Penyelenggaraan pendidikan yang beroirentasi pada mutu serta peningkatan kualitas SDM
peserta didik merupakan amanat dari Undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh satuan
pendidikan. Implementasi pedidikan yang bermutu membutuhkan perencanaan yang matang dan
sistematis serta memiliki perspektif ”esok harus lebih baik dari pada saat ini”.
Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu Sekolah yang ideal berdasarkan pedoman dan
ketentuan yang diatur dalam permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan
pendidikan dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan menjadi harapan bagi semua pihak. Disadari bahwa setiap sekolah
masing-masing memiliki kelebihan di satu sisi dan memiliki kekurangan di sisi lainnya. Oleh
karenanya kami terbuka untuk menerima kritik dan saran baik dari pihak internal maupun ekternal
dalam rangka menuju standarisasi yang lebih baik.
RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH
(RKJM)
SDN PABUARAN 1
UPTD PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEC. PABUARAN