83% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
2K tayangan2 halaman

Kepemimpinan Lima Jawatan dalam Gereja

Dokumen tersebut membahas tentang penerapan sistem kepemimpinan lima jawatan dalam gereja berdasarkan ajaran Alkitab di Efesus 4:11. Sistem ini akan diterapkan dalam struktur kepemimpinan sinode GEKARI dengan membentuk lima bidang yang dipimpin oleh lima ketua sesuai dengan karunia masing-masing. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan antusiasme anggota gereja.

Diunggah oleh

Yoseph Michael
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
83% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
2K tayangan2 halaman

Kepemimpinan Lima Jawatan dalam Gereja

Dokumen tersebut membahas tentang penerapan sistem kepemimpinan lima jawatan dalam gereja berdasarkan ajaran Alkitab di Efesus 4:11. Sistem ini akan diterapkan dalam struktur kepemimpinan sinode GEKARI dengan membentuk lima bidang yang dipimpin oleh lima ketua sesuai dengan karunia masing-masing. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan antusiasme anggota gereja.

Diunggah oleh

Yoseph Michael
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.

Kepemimpinan lima jawatan dalam GEKARI

Efesus 4:11

Kita bersyukur dan memuji Tuhan untuk kasih karuniaNya bagi gereja kita yang terus membawa kita
dalam pemulihan gereja. Berbicara mengenai kepemimpinan gereja, saat ini Tuhan sedang memulihkan
kepemimpinan lima jawatan yang juga adalah bagian dari kegerakan apostolik profetik yang Tuhan
sedang kerjakan saat ini. Sebenarnya, kita sudah lama menyatakan bahwa sistem kepemimpinan kita
adalah sistem lima jawatan sebagaimana tercantum dalam TD GEKARI pasal… namun, dalam waktu
Tuhan, hal ini semakin bisa kita wujudkan semenjak kita bergabung dalam covering King Jesus Ministry
International yang sudah lebih dulu mengaplikasikannya dalam gereja mereka.

Untuk itu, hari ini dalam momentum pengalihan tongkat estafet kepemimpinan sinode GEKARI kepada
generasi yad, pimpinan sinode merasa adalah waktu yang tepat juga untuk kita mengadakan beberapa
perubahan dalam struktur kepemimpinan sinode sehingga menjadi berbasiskan jawatan seseorang.

Dalam Efesus 4:11 dikatakan ada 5 jawatan dalam pemimpin jemaat dengan fungsinya masing-masing:
rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajar.

Di dalam gereja Perjanjian Baru, fungsi masing-masing jawatan dapat digambarkan sebagai berikut:
(mohon koreksi bila kurang tepat):

Rasul : Govern-memerintah/mengatur/meletakkan dasar

Nabi : Guide-memimpin/menuntun/penunjuk jalan

Gembala : Guard-menjaga

Pengajar : Grow-menumbuhkan

Penginjil : Go & Spell – pergi dan Beritakan

Kelima jawatan yang tertulis dalam Efesus 4:11 ini berbicara mengenai kepemimpianan fungsional dan
bukan struktural. Karunia 5 jawatan adalah karunia yang dianugerahkan dalam jemaat agar dapat
berfungsi dengan benar sesuai dengan karunia yang menjadi bagiannya masing-masing. Jadi bukan
berbicara mengenai otoritas struktural [jabatan] dalam gereja lokal, tetapi lebih mengarah ke
fungsional. Namun begitu biasanya dapat diterima bahwa karunia rasul memiliki otoritas yang tertinggi
di antara kelima jawatan tersebut, seperti halnya pada jemaat mula-mula.

Oleh sebab itu, dalam kepengurusan pimpinan sinode yad, bidang-bidang yang diketuai oleh seorang
ketua sinode dikembangkan dari 3 menjadi 5, yaitu:
1. Ketua 1: Kerasulan
2. Ketua 2: Kenabian
3. Ketua 3: Penggembalaan
4. Ketua 4: Pengajaran
5. Ketua 5: Penginjilan

Tugas dari jawatan-jawatan ini selain bergerak sesuai bidangnya adalah


membangkitkan/memperlengkapi jemaat sehingga mereka menemukan karunia mereka masing-masing.

Contoh: seorang Ketua 5 bidang Penginjilan tidak hanya bergerak dalam penginjilan saja misalnya
dengan melakukan KKR atau penginjilan supranatural tapi juga bertanggung jawab untuk
memultiplikasikan dirinya dengan membangkitkan penginjil-penginjil lain di dalam GEKARI misalnya
dengan melakukan training penginjilan supranatural, dsb

Seorang ketua 2 bidang Kenabian tidak hanya bergerak mendapatkan tuntunan Tuhan dan
menyampaikan kepada ketua umum namun juga bertanggung jawab untuk membangkitkan kenabian di
jemaat-jemaat lokal di seluruh GEKARI misalnya dengan membuat pelatihan doa secara nasional,
seminar pujian penyembahan, dsb

Untuk tingkat korwila dan jemaat lokal, kita pun diharapkan untuk mengikuti pola Alkitabiah tersebut
Korwila dapat membentuk tim kepemimpinan di tingkat korwila yang tdd gembala dan tim gembala di
korwila ybs berdasarkan jawatan mereka masing-masing untuk bergerak sebagai satu kesatuan
mengembangkan jemaat-jemaat lokal di korwila tsb. Di jemaat lokal, gembala senior dan tim gembala
bisa membentuk kepemimpinan dari para pengurus dan penatalayan sesuai dengan jawatan mereka.

Salah satu manfaat dari pengelompokan bidang pelayanan berdasarkan jawatan ini adalah
meningkatnya antusiasme setiap pelayan yang terlibat sebab masing-masing kita bergerak sesuai
dengan jawatan yang Tuhan taruh dalam diri kita.

Pastor Yesaya akan menjelaskan secara praktis pelaksanaan kepemimpinan lima jawatan ini di King Jesus
Ministry untuk memberikan kita gambaran yang lebh jelas

Common questions

Didukung oleh AI

The fivefold ministry approach facilitates church growth by aligning leadership and services with spiritual gifts, fostering collaboration rather than competition. In local congregations, leaders do not only perform their functions but also train others, such as raising fellow evangelists or developing new prophets and teachers. This multiplication of role-specific ministries empowers more members to be actively involved, thereby expanding the congregation's capabilities and reach .

At the local congregational level, the fivefold ministry model is implemented by identifying and empowering members according to their spiritual gifts and roles. For example, a senior pastor might form a leadership team comprising individuals identified as apostles, prophets, evangelists, pastors, and teachers. Each would be responsible for both carrying out their specific ministry and training others to do the same. This ensures that the congregation benefits from a balanced leadership approach that is dynamic and adaptable to changing needs .

In the fivefold leadership framework, apostles govern and lay foundational principles, prophets guide spiritually and provide direction, evangelists spread the Gospel, pastors protect and care for the congregation, and teachers nurture and educate spiritually. These responsibilities are interconnected as each role complements the others, ensuring a holistic and cohesive church operation. For instance, apostles establish foundational beliefs that teachers build upon for growth, while prophets provide insight that pastors use to care for individuals, and evangelists share the Gospel that prophets and teachers interpret .

The fivefold ministry model differs from traditional governance structures by focusing on functional rather than hierarchical authority. Instead of a singular leader or a board hierarchy, leadership is distributed among apostles, prophets, evangelists, pastors, and teachers, each overseeing a specific aspect of church life according to their spiritual gifting. This model emphasizes individual and collective empowerment, encouraging leaders to raise and equip others within their ministry rather than consolidating authority in a few .

Structuring leadership based on the fivefold ministry aligns the church’s mission with functional effectiveness, focusing strategic efforts where members' gifts lie naturally. This enables a more focused and dynamic approach to fulfilling the church's mission, as each ministry sector operates optimally within its purpose, leading to enhanced cooperation and streamlined efforts towards common goals. The overall mission, therefore, benefits from increased efficacy and engagement, translating to more impactful ministry work .

Challenges in implementing the fivefold ministry model include resistance from traditional structural mindsets, lack of understanding of the roles, and potential conflicts among leadership over role boundaries. These can be addressed through comprehensive education on the biblical basis and benefits of the model, practical training workshops, and clear communication about roles and purposes. Additionally, cultivating a culture of mutual respect and shared vision is crucial to overcoming resistance and ensuring successful integration .

The implementation of the fivefold ministry leadership model enhances enthusiasm and involvement because it allows church members to operate within their specific spiritual gifts. Each person serves in a role aligned with their divine calling, fostering a sense of purpose and excitement. This alignment increases participation as individuals feel more empowered and involved in meaningful service .

The fivefold ministry aligns with prophetic and apostolic movements by emphasizing the restoration of these roles within church leadership, which is central to such movements. The model supports these movements' focus on spiritual renewal, equipping believers to fulfill divine callings, and restoring original New Testament church functions. It encourages churches to adopt roles that enhance spiritual guidance, foundational governance, and expansive evangelism, aligning closely with the core tenets of the prophetic and apostolic movements .

According to Ephesians 4:11, the five ministries are apostles, prophets, evangelists, pastors, and teachers. They differ in their roles as follows: apostles are responsible for governance and laying foundational structure; prophets guide by providing spiritual direction; pastors guard and protect the congregation; teachers focus on growth and nurturing understanding; evangelists go and spread the Gospel . This framework emphasizes functional rather than structural leadership, allowing each role to operate according to its spiritual gift .

The apostolic role is significant because it involves governing and establishing foundational church principles essential for building other ministries. It is perceived to have the highest authority because historically, apostles like the early church leaders were foundational in establishing doctrinal truths and organizational structures. This role requires vision and authority to steer the church, making it critical for the sustenance and direction of the other ministries within the model .

Anda mungkin juga menyukai