PELAYANAN CODE BLUE
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
SPO-MED-005 0 1/2
DITETAPKAN:
Direktur
STANDAR
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
02 MEI 2018
OPERASIONAL
dr. Sari Dewi Rosady, [Link]., MM
PENGERTIAN Pelayanan Code Blue adalah pelayanan kondisi gawat darurat yang
terjadi di rumah sakit atau institusi dimana terdapat pasien yang
mengalami cardiopulmonary arrest dan merupakan kata sandi yang
digunakan untuk menyatakan bahwa pasien dalam kondisi gawat
darurat.
TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk :
1. Memastikan bahwa semua kondisi darurat medis kritis tertangani
dengan Resusitasi dan stabilisasi sesegera mungkin;
2. Memberikan sistem koordinasi terintegrasi dalam penanganan
kegawatdaruratan.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Grand Family Nomor
103/SK/DIR/RSIAGF/V/2018 Tentang Panduan Pelayanan
Resusitasi di Rumah Sakit Ibu dann Anak Grand Family.
1. Pada awal shift, Petugas Ruangan mengecek kelengkapan Trolley
Emergency;
2. Hasil skining (NEWSS) Pasien dengan NEWSS merah yang
disertai dengan henti Napas, aktifasi Sistem Code Blue:
a. Telepon nomor 808;
b. Petugas Informasi yang menerima telepon langsung
memanggil Tim Code Blue melalui microfon khusus “CODE
BLUE….CODE BLUE….CODE BLUE….sebut lokasi”;
PROSEDUR c. Tim Code Blue yang merespon adalah Tim Code Blue sesuai
pembagian area:
1) Area 1: Berpusat di ruangan IGD, menangani Code Blue
di Poliklinik Kebidanan, Poliklinik Anak, Fisioterapi,
Radiologi, Laboratorium, Farmasi Kebidanan, Farmasi
Anak, Administrasi Rawat Inap, Administrasi Rawat
Jalan, Rekam Medis Rawat Jalan, dan lingkungan luar
rumah sakit;
PELAYANAN CODE BLUE
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
SPO-MED-005 0 2/2
2) Area 2 : Berpusat di Kamar Bersalin, menangani Code
Blue di Kamar Bedah, Kamar Bersalin, Ruang Perawatan
Intensif, Laboratorium, dan Kasir Rawat Inap;
3) Area 3: Berpusat di Perawatan Ibu Lantai 2 menangani
Code Blue di Kamar Bayi dan Ruang Perawatan Ibu;
4) Area 4: Berpusat di Perawatan Anak Lantai 3 menangani
Code Blue di Perawatan Anak, Farmasi Rawat Inap, dan
Ruang Manajemen Lantai 5.
3. Tim Code Blue yang terjadwal segera menuju lokasi kejadian
code Blue. Setelah menerima informasi ada pasien Code Blue,
Tim Code Blue segera menuju ke tempat kejadian Code Blue (5 –
10 menit). Perawat Intensif atau Perawat IGD yang bertugas
dalam tim membawa kit emergency (area 1);
4. Tim ini terdiri dari;
a. Satu dokter berperan sebagai pemimpin sekaligus ventilasi;
b. Satu perawat sebagai kompresor sekaligus defibrilasi;
c. Satu perawat berperan sebagai sirkulasi,obat,akses vena;
d. Satu petugas dapat menjalankan 2 (dua) tugas dan peran
sekaligus serta tugas dan peran dapat bergantian.
Pemimpin : seorang Dokter Spesialis Anestesi atau Spesialis
Jantung, tetapi karena keterbatasan SDM tersebut maka bisa
ditunjuk Dokter Umum.
5. Petugas ruangan (tempat kejadian) membawa trolley emergency
menuju lokasi;
6. Tim Code Blue melakukan resusitasi sesuai SOP Resusitasi yang
sudah [Link] ruangan membantu tim code blue;
7. Perawat PJTJ rangan mendokumentasikan semua kejadian dan
tindakan yang sudah dilakukan;
8. Leader Tim Code Blue mengevaluasi semua tindakan yang sudah
dilakukan. Bila pasien berhasil diselamatkan,tentukan tindakan
selanjutnya,apakah perlu perawatan lanjutan di Ruang Perawatan
Intensif. Bila tidak berhasil, leader akan memutuskan untuk
menghentikan tindakan,menyatakan kematian dan memberikan
penjelasan pada keluarga;
9. Tim Code Blue membuat Laporan Resusitasi di Rekam Medis.
UNIT TERKAIT Semua Unit Pelayanan