SISTEM CODE BLUE
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
RSU PKU
MUHAMMADIYAH 1/8
DELANGGU
Ditetapkan :
STANDAR
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) dr. Muhamad Ma’mun Sukri. MPH
Direktur
PENGETIAN Code Blue System merupakan strategi pencegahan kejadian henti jantung, aktivasi
sistem emergency dan resusitasi kegawatan dan kejadian henti jantung di rumah
sakit, yang melibatkan seluruh komponen sumber daya manusia (medis dan non
medis), sarana (peralatan dan obat-obatan), sistem (SOP) serta mekanisme kontrol
dan evaluasi.
Sistem ini termasuk aktivasi sistem kegawatdaruratan di rumah sakit dengan 1
nomor telepon aktivasi code blue ( no telepon 114) yang langsung terhubung dengan
tim medis dengan kemampuan bantuan hidup lanjut.
TUJUAN 1. Mengenali kegawatan dan mencegah kejadian henti jantung di rumah sakit
2. Menjamin resusitasi yang optimal pada pasien dengan kegawatan
3. Menjamin tindakan bantuan hidup dasar dan lanjut dilakukan secara cepat
dan efektif pada korban henti jantung
4. Perawatan paska henti jantung yang optimal.
KEBIJAKAN
1. Pasien henti napas atau henti jantung (terutama kasus-kasus di mana angka
harapan keberhasilan tindakan resusitasi jantung paru tinggi (reversible)
KRITERIA
AKTIVASI TIM 2. Pasien kritis atau potensial kritis (obstruksi jalan napas, jika RR > 36 kali
SEKUNDER atau < 5 kali/menit, jika Nadi > 140 kali/menit atau < 40 kali/menit, Jika
tekanan darah sistole > 220 mmHg atau < 80 mmHg, Penurunan kesadaran
dan Kejang.
1. Untuk pasien henti jantung. Petugas pertama kali yang menemukan
(medis/non medis) harus segera memberikan pertolongan bantuan hidup
dasar sesuai dengan SPO. Respon time untuk tim sekunder yang membawa
peralatan lengkap termasuk defibrillator adalah segera dengan maksimal 5
menit terhitung sejak adanya panggilan code blue sekunder.
RESPON WAKTU
2. Untuk pasien dengan kegawatan medis. Respon tim untuk tim sekunder
adalah segera dengan maksimal 5 menit sejak adanya panggilan code blue
sekunder.
SISTEM CODE BLUE
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
RSU PKU
MUHAMMADIYAH 2/8
DELANGGU
a. Pengorganisasian tim code blue
Tim code blue di RS Muhammadiyah Delanggu terbagi atas:
1. Tim code blue satu yaitu tim code blue yang bertanggung jawab
terhadap area Satu.
2. Tim code blue dua yaitu tim code blue yang bertanggung jawab
terhadap area dua.
3. Tim code blue tiga yaitu tim code blue yang bertanggung jawab
terhadap area tiga.
Tim code blue terdiri dari:
1. Ketua tim code blue yaitu satu orang dokter spesialis anestesi
2. Anggota tim code blue yang terdiri dari satu orang dokter dan satu
orang perawat.
Struktur tim code blue di RS Muhammadiyah Delanggu adalah sebagai
berikut:
1. Ketua tim kode blue
Ketua tim kode blue adalah dokter spesialis anestesi.
Kualifikasi:
- memiliki SIP yang masih berlaku
- Memiliki kewenangan klinis dalam hal kewarganegaraan
media.
2. Anggota tim code blue
Anggota tim code blue terdiri dari:
a. Dokter: dokter jaga ruangan atau dokter jaga instalasi perawatan
intensif (IPI) atau dokter poli umum
Kualifikasi:
- Memiliki SIP yang masih berlaku
- Memiliki setifikat ATLS dan ACLS
- Memiliki kewenangan klinis dalam hal kegawatdaruratan
medis.
b. Perawat: perawat IPI atau perawat UPPA atau perawat insalasi
gawat darurat (IGD).
Kualifikasi:
- Memiliiki SIP yang masih berlaku
- Memiliki sertifikat BTCLS atau PPGD
- Memiliki kewenangan klinis dalam hal kegawatdaruratan
medis.
b. Uraian tugas tim code blue
1. Ketua tim code blue
a. Memimpin pelaksanaan code blue di area RS Muhammadiyah
Delanggu meliputi, meliputi:
Shift pagi (jam 07.00-14.00 WIB):
- Ketua tim code blue di semua area adalah dokter spesialis
anaestesi yang sedang bertugas jaga shif pagi
SISTEM CODE BLUE
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
RSU PKU
MUHAMMADIYAH 3/8
DELANGGU
Shift sore (jam 14.00-20.00 WIB)
- Ketua tim code blue di semua area adalah dokter spesialis
anestesi yang sedang bertugas jaga pada shift sore.
Shift malam (jam 2.00-07.00WIB)
- Ketua tim code blue di semua area adalah dokter spesialis
anestesi yang sedang bertugas jaga pada shift malam.
b. Memimpin pelaksanaan resusitasi jantung paru (RJP)
c. Menentukan tindak lanjut pasca resusitasi
d. Melakukan koordinasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan
(DPJP).
e. Sebagai pengambil keputusan dalam kondisi emergensi atau kondisi
jika DPJP tidak ada di tempat atau sulit dihubungi.
f. Melakukan edukasi dengan keluarga pasien.
g. Melakukan koordinasi dengan bagian pelayanan medis dan
keperawatan terkait jadwal jaga tim code blue.
h. Melakukan koordinasi dengan bagian /unit yang lain untuk
pelaksanaan code blue, misalnya dengan farmasi untuk pengadaan
obat dan alat kesehatan (alkes) emergensi.
i. Bekerjasama dengan diklat RS Muhammadiyah Delanggu dalam
meningkatkan kualitas tim code blue.
2. Anggota tim code blue
a. Dokter:
Shift pagi (jam 07.00-14.00 WIB):
- Dokter pelaksana code blue di area satu adalah dokter jaga
ruangan shift pagi.
- Dokter pelaksana code blue di area dua adalah dokter jaga
ruangan shift pagi.
- Dokter pelaksana code blue di area tiga adalah dokter jaga
poli umum.
Shift sore (jam 14.00-20.00 WIB)
- Dokter pelaksana code blue di area satu dan tiga adalah
dokter jaga ruangan shift sore.
- Dokter pelaksana code blue di area dua adalah dokter jaga
ruangan shift sore.
Shift malam (jam 20.00-07.00 WIB)
- Dokter pelaksana code blue di area satu dan tiga adalah
dokter jaga ruanganI shift malam.
- Dokter pelaksana code blue di area dua adalah dokter jaga
ruangan shift malam.
b. Perawat
Shift pagi (jam 07.00-14.00 WIB)
- Perawat pelaksana code blue di area satu adalah perawat
jaga IGD shift pagi.
- Perawat pelaksana code blue di area dua adalah perawat
jaga IPI shift pagi.
- Perawat pelaksana code blue di area tiga adalah perawat
jaga UPPA shift pagi.
Shift sore (jam 14.00-20.00 WIB):
SISTEM CODE BLUE
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
RSU PKU
MUHAMMADIYAH 4/8
DELANGGU
- Perawat pelaksana code blue di area satu adalah perawat
jaga IGD shift sore.
- Perawat pelaksana code blue di area dua adalah perawat
jaga IPI shift sore.
- Perawat pelaksana code blue di area tiga adalah perawat
jaga UPPA shift sore.
Shift malam (jam 20.00-07.00 WIB) :
- Perawat pelaksana code blue di area satu adalah perawat
jaga IGD shift malam.
- Perawat pelaksana code blue di area dua adalah perawat
jaga IPI shift malam.
- Perawat pelaksana code blue di area tiga adalah perawat
jaga IGD shift malam.
c. Anggota tim code blue segera mengambil alih tindakan resusitasi
yang sedang berjalan dan melanjutkan tahapan resusitasi jantung
paru, meliputi :
Dokter pelaksana code blue bertugas:
1. Berkoordinasi dengan perawat ruangan satu atau first responder
dalam hal :
Mempertahankan kepatenan jalan nafas (airway):
- Tekan dahi angkat dahu (head tilt – chin ) bila tidak ada
trauma.
- Mendorong rahang bawah (jaw trust) bila ada trauma
- Pemasangan oropharyngeal airway
- Persiapan pemasangan endotracheal tube
Bertanggung jawab terhadap keadequatan pernafasan
pasien (breathing).
- Memberikan bantuan pernafasan melalui bag-valve-mask
- Memberikan oksigen sesuai kebutuhan pasien
Perawat pelaksana code blue bertugas :
1. Bertanggung jawab terhadap sirkulasi (circulation) pasien
Memasang monitor EKG/defibrillator
Monitoring tekanan darah dan nadi
2. Bertanggung jawab membawa “resusitasi kit”
3. Bertanggung jawab dalam persiapan pemasangan defibrillator
4. Bertanggung jawab dalam penggunaan obat – obatan emergensi
5. Bertanggung jawab terhadap penggunaan peralatan emergensi
termasuk defibrillator
6. Bertanggung jawab terhadap dokumentasi
SISTEM CODE BLUE
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
RSU PKU 5/8
MUHAMMADIYAH
DELANGGU
c. ALUR/SISTEM EARLY WARNING DAN CODE BLUE DEWASA
(gambar 4 )
Langkah-langkah Early Warning System di bangsal
perawatan.
1) Pada pasien yang stabil di bangsal (parameter putih (skor 0)), maka
monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala setiap 12 jam, adanya
perubahan parameter fisiologis dan keluhan pasien akan selalu di monitor
dan di evaluasi
2) Apabila terjadi penurunan kondisi pasien, maka lakukan pemeriksaan tanda
vital secara menyeluruh meliputi 7 parameter yaitu laju pernapasan, saturasi
oksigen, penggunaan suplementasi O2, tekanan darah sisolik, temperatur,
laju jantung dan kesadaran.
3) Tentukan skor pasien, apakah skor 1-4 (resiko rendah), jika ya, maka
respon selanjutnya adalah, assessment segera oleh perawat senior (response
time maksimal 5 menit), eskalasi perawatan (manajemen nyeri, demam,
terapi oksigen dll), jika diperlukan assessment oleh dokter jaga (residen
senior)
jika tidak, langkah selanjutnya....
4) Apakah skor 5-6 (resiko sedang) jika ya, maka respon selanjutnya adalah
assessment segera oleh dokter jaga bangsal (residen senior) dengan response
time maksimal 5 menit , eskalasi perawatan dan terapi, dan tingkatkan
frekuensi monitoring, minimal setiap 1 jam (pindahkan ke area yang
sesuai/area dengan fasilitas bed side monitor (HCU)).
jika tidak, langkah selanjutnya...
5) Apakah skor > 7 (resiko tinggi), jika ya, maka respon selanjutnya adalah
lakukan resusitasi dan monitoring secara kontinyu, aktivasi tim medis reaksi
cepat (telepon 114 ), jika waktu telah memungkinkan panggil dokter jaga
bangsal dan konsultasikan ke dokter penanggung jawab pasien (DPJP)
jika tidak, langkah selanjutnya..
6) Apakah pasien mengalami henti jantung (nadi karotis tidak teraba), jika ya
lakukan RJP (Resusitasi Jantung dan Paru) dengan high quality, ambil troli
emergency termasuk defibrilator. Panggil/aktivasi henti jantung ke nomor
telepon 114 . Penerima telepon (tim medis reaksi cepat/TMRC) akan
menganalisis informasi dan mengaktifkan tim henti jantung terdekat untuk
menuju lokasi (response time maksimal 5 menit). Tim medis reaksi cepat
segera menuju lokasi kejadian henti jantung.
7) Manajemen paska resusitasi, tentukan Level of care pasien (LOC),
transport ke area yang sesuai
Pasien dengan LOC (0) yaitu pasien dengan kondisi stabil dilakukan
perawatan di bangsal umum.
Pasien dengan LOC (1) yaitu pasien dengan potensial penurunan kondisi
tetapi masih cukup stabil dilakukan perawatan di bangsal umum
dengan pengawasan khusus dari tim spesialis.
SISTEM CODE BLUE
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
RSU PKU
MUHAMMADIYAH 6/8
DELANGGU
Pasien dengan LOC (2) pasien yang memerlukan observasi ketat dan
intervensi termasuk support untuk single organ dilakukan perawatan di
HCU (High Care Unit)
Pasien dengan LOC (3) yaitu pasien dengan support pernapasan lanjut
atau support pernapasan dasar dengan sekurang-kurangnya support 2
organ sistem lainnya dilakukan perawatan di bangsal perawatan
intensif.
Pasien dengan problem stadium terminal/DNR (do not
resuscitate) dilakukan perawatan lanjutan di ruang paliatif.
Keterangan:
Penentuan resiko pasien dan aktivasi/assessment termasuk pemanggilan tim medis
reaksi cepat termasuk kegawatan lain yang tidak tercantum dalam parameter
fisiologis di atas (misal low urine output, chest pain, obstruksi jalan napas yang
mengancam jiwa, kejang dll), dan keputusan klinis dilakukan oleh tim yang
melakukan assessment pasien.
d. RUANG LINGKUP
Sistem respon cepat code blue dibentuk untu memastikan bahwa semua kondisi
cardiac/respiratory arrest tertangani dengan resusitasi dan stabilisasi sesegera
mungkin. System respon terbagi dalam dua tahap, yaitu:
1. Respon awal (responder pertama) berasal dari petugas rumah sakit baik
medis maupun non medis yang berada disekitar korban.
2. Respon kedua (responder kedua) berasal dari tim code blue
Adapun area penanganan cardiac/respiratory arrest di RS Muhammadiyah
Delanggu terbagi atas:
1. Area satu yaitu seluruh area satu RS Muhammadiyah Delanggu, yaitu:
Bangsal aminah A,B,C dan area sekitarnya
Bangsal vk , kby dan area sekitarnya
Isntalasi rawat jalan (poliklink) depan dan area sekitarnya
Instalasi rekam medis dan area sekitarnya
Area pintu 1,halaman parkir depan dan front office
Instalasi gizi , laundry dan sekitarnya
Instalasi farmasi dan area sekitarya
Instalasi laboratorium dan sekitarnya
Instalasi radiologi dan area sekitarnya
Offiece lantai 2, aula lantai 3 dan area sekitarnya
Ruang logistic lantai 2 dan area sekitarnya
2. Area dua yaitu seluruh area lantai dua dan lantai tiga di RS Muhammadiyah
Delanggu
Instalasi rawat jalan (poliklinik) belakang dan area sekitarnya
farmasi klinis belakang dan area sekitarnya
SISTEM CODE BLUE
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
RSU PKU
MUHAMMADIYAH 7/8
DELANGGU
Ruang rawat inap lantai 1( AD, HAMKA AR ,HD, BB 1)dan area
sekitarnya
Ruang rawat inap lantai 2( BB2) dan area sekitarnya
3. Area tiga yaitu diluar area satu dan dua, yaitu meliputi:
Halaman belakang RS Muhammadiyah Delanggu
Parker belakang RS Muhammadiyah Delanggu
Ruang kantor kendaraan dan ambulan RS Muhammadiyah Delanggu
Kanntor IPRS RS PKU Muhammadiyah Delanggu
Koperasi dan café RS Muhammadiyah Delanggu
Instalasi pembuangan air limbah (IPAL)
e. ALUR AKTIVASI TIM MEDIS REAKSI CEPAT (tim Sekunder)
OPSI 1 : Aktivasi kegawatan medis
Apabila terjadi kondisi dengan kegawatan medis, maka langkah-langkah yang harus
dilakukan sebagai berikut:
1) Petugas primer menjumpai skor EWS > 7 atau salah satu kriteria blue skor,
panggil bantuan petugas lain , lakukan resusitasi, buka jalan napas, berikan
oksigen, pasang/pastikan iv line lancar.
2) Minta petugas lain untuk mengaktifkan code blue 114 (dengan kegawatan
medis) dan mengambil troli emergency terdekat.
3) Telepon diterima oleh anggota Tim Medis Reaksi Cepat (Tim sekunder),
dilakukan analisis terhadap informasi yang masuk (kondisi pasien, lokasi dll).
4) Koordinasi dan instruksi resusitasi oleh tim sekunder ke tim primer
5) Tim medis reaksi cepat segera datang (response maksimal 10 menit)
6) Dilakukan resusitasi secara optimal oleh Tim Medis Reaksi Cepat dan
petugas primer
7) Paska resusitasi pasien ditentukan level perawatannya (Level of Care) dan
dilakukan transport jika telah memenuhi kelayakan transport baik kondisi
pasien, peralatan dan obat-obatan dan kesiapan area yang akan dituju.
8) Mengisi lembar rekam medik resusitasi code blue secara lengkap
9) Informasikan/konsultasikan ke DPJP
SISTEM CODE BLUE
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
RSU PKU
MUHAMMADIYAH 8/8
DELANGGU
PROSEDUR
OPSI 2 : Aktivasi henti jantung/henti napas
Apabila terjadi kondisi henti napas dan henti jantung, maka langkah-langkah yang
harus dilakukan sebagai berikut:
1) Petugas primer (yang pertama kali menjumpai kondisi henti jantung)
meminta bantuan penolong lain dan melakukan RJP dengan kualitas tinggi
2) Minta penolong lain untuk mengaktifkan code blue 114 (dengan henti
jantung) dan mengambil troli emergency terdekat.
3) Telepon diterima oleh anggota Tim Medis Reaksi Cepat (Tim Sekunder),
dilakukan analisis terhadap informasi yang masuk (kondisi pasien, lokasi dll).
4) Tim sekunder harus merespon dan datang ke pasien dalam waktu kurang
dari 5 menit (response time maksimal 5 menit)
5) Resusitasi dilakukan secara adekuat oleh tim primer dan tim sekunder
6) Paska resusitasi pasien ditentukan level perawatannya (Level of Care) dan
dilakukan transport jika telah memenuhi kelayakan transport baik kondisi
pasien, peralatan dan obat-obatan dan kesiapan area yang akan dituju.
7) Mengisi lembar rekam medik resusitasi code blue secara lengkap
Informasikan/konsultasikan ke DPJP
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Kamar
Operasi