0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Analisis Drainase Kota Tegal 2016

The document is a report on drainage analysis for an area in Tegal City using SWMM. It includes maps of the subcatchment areas and drainage network. Input data tables provide subcatchment parameters, node/junction elevations and dimensions, and rainfall data. Graphs show the surface runoff hydrographs for each subcatchment. Water depth and flow rate profiles along drainage pipes are presented, identifying one pipe (J.DC31-O.DC31) as having insufficient capacity. Maximum flows, depths and flooding at junctions are tabulated. The conclusion recommends enlarging the undersized pipe to adequately convey flows.

Diunggah oleh

David Christian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Analisis Drainase Kota Tegal 2016

The document is a report on drainage analysis for an area in Tegal City using SWMM. It includes maps of the subcatchment areas and drainage network. Input data tables provide subcatchment parameters, node/junction elevations and dimensions, and rainfall data. Graphs show the surface runoff hydrographs for each subcatchment. Water depth and flow rate profiles along drainage pipes are presented, identifying one pipe (J.DC31-O.DC31) as having insufficient capacity. Maximum flows, depths and flooding at junctions are tabulated. The conclusion recommends enlarging the undersized pipe to adequately convey flows.

Diunggah oleh

David Christian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.

Test Drainase Perkotaan 29 Juni 2016

David Christian Mahardhika


15.B1.0085

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK


UNIKA SOEGIJAPRANATA
SEMARANG
2018
1. Peta Kawasan di Kota Tegal
Berikut ini peta sebuah kawasan di Kota Tegal dengan pembagian Subcatchment dan sistem
jaringan saluran drainase yang ada:
2. Data Input SWMM
Berikut ini data masukan yang digunakan dalam penganalisisan:
Tabel Outlet Sub Kawasan
Sub DAS Outlet Sub DAS Outlet Sub DAS Outlet
S.DC11 J.DC11 S.DC21 J.DC20 S.DC31 J.DC31
S.DC12 J.DC12 S.DC22 J.DC21 S.DC32 J.DC32
S.DC13 O.DC11 S.DC23 J.DC22 S.DC33 J.DC33
S.DC24 J.DC23 S.DC34 J.DC34
S.DC25 J.DC21 S.DC35 [Link].31
S.DC26 J.DC23
S.DC27 [Link].21
Tabel Junction (Node)
Elev
Node Outlet Node Elev (m) Outlet Node Elev (m) Outlet
(m)
J.DC11 1.998 1.00 J.DC20 1.277 0.90 J.DC31 0.810 0.80
J.DC12 1.827 1.00 J.DC21 1.257 0.90 J.DC32 0.766 0.80
0.DC11 1.655 1.00 J.DC22 1.218 0.90 J.DC33 0.712 0.90
J.DC23 1.188 0.90 J.DC34 0.648 0.90
O.DC21 1.145 0.90 O.DC31 0.579 0.90

Tabel Conduit
Cond Dari Ke Lebar (m) DaDCm (m)
C.DC11 J.DC11 J.DC12 0.70 1.00
C.DC12 J.DC12 O.DC11 0.70 1.00
C.DC20 J.DC20 J.DC21 1.00 0.90
C.DC21 J.DC21 J.DC22 1.20 0.90
C.DC22 J.DC22 J.DC23 1.20 0.90
C.DC23 J.DC23 O.DC21 1.20 0.90
C.DC31 J.DC31 J.DC32 1.00 0.80
C.DC32 J.DC32 J.DC33 1.00 0.80
C.DC33 J.DC33 J.DC34 1.20 0.90
C.DC34 J.DC34 O.DC31 1.50 0.90
Tabel Data Hujan

Data asumsi
% Slope = 0.5 %Zero-Imperv = 25
% Imperv = 25 PemodeDCn dengan Modified Horton
N-Imperv = 0.01 Area = auto (sesuai peta)
N-Perv = 0.1 Conduit length = auto (sesuai peta)
Dstore-Imperv = 0.05 Conduit Geometry = Rectangular_Open
Dstore-Perv = 0.05
Subcatchment Width
Sub DAS Width (m) Sub DAS Width (m) Sub DAS Width (m)
S.DC11 187 S.DC21 230 S.DC31 146
S.DC12 242 S.DC22 130 S.DC32 217
S.DC13 97 S.DC23 137 S.DC33 173
S.DC24 251 S.DC34 224
S.DC25 167 S.DC35 354
S.DC26 229
S.DC27 260

3. Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Masing-Masing Subcatchment


 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC11

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC12

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC13


 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC21

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC22

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC23

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC24


 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC25

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC26

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC27

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC31

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC32


 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC33

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC34

 Hidrograf Aliran Limpasan Permukaan Subcatchment S.DC35


Dari tabel dan grafik hidrograf aliran limpasan DC langsung diketahui bahwa runoff terbesar
terjadi pada jam ke 3 dengan peak runoff terbesar 0.96 pada Subcatchment S.DC35.

4. Profil Muka Air Saluran Drainase


 Profil Muka Air dari Junction J.DC11 sampai Outfall O.DC11

Kapasitas saluran dari Junction J.DC11 sampai Outfall O.DC11 cukup memadai ditunjukan
dengan muka air saluran tidak melebihi kedalaman saluran.
 Profil Muka Air dari Junction J.DC20 sampai Outfall O.DC21

Kapasitas saluran dari Junction J.DC20 sampai Outfall O.DC21 cukup memadai ditunjukan
dengan muka air saluran tidak melebihi kedalaman saluran.
 Profil Muka Air dari Junction J.DC31 sampai Outfall O.DC31

Kapasitas saluran dari Junction J.DC31 sampai Outfall O.DC31 kurang memadai ditunjukan
dengan sebagian muka air saluran memenuhi kedalaman saluran.
5. Informasi Aliran di Masing-Masing Junction
 Kedalaman muka air di masing – masing junction

Dari tabel di atas diketahui kedalaman muka air maksimum sebesar 0.90. Kedalaman muka air ini
sama dengan kedalaman saluran. Hal ini menunjukan bahwa saluran kurang memadai untuk dapat
menampung kapasitas air yang ada.
 Debit aliran air di masing – masing junction

Dari tabel di atas diketahui bahwa debit aliran air maksimum sebesar 1,929 m3/s pada Outfall
O.DC31.
 Banjir pada masing – masing junction

Dari tabel di atas diketahui nilai maksimum banjir sebesar 0,105 m3/s pada Junction J.DC23
 Debit yang diterima outfall

Dari tabel diketahui bahwa debit yang diterima outfall terbesar pada outfall O.DC31 dengan debit
sebesar 1,929 m3/s

6. Kesimpulan
 Debit puncak aliran limpasan DCngsung terjadi pada jam ke 3 dengan peak runoff terbesar
0,96.
 Dari gambar profil muka air diketahui bahwa saluran J.DC31 – O.DC31 kurang memadai
untuk menampung aliran air yang ada. Oleh karena itu, saluran perlu diperdalam untuk
dapat menampung aliran air yang ada.
 Debit aliran maksimum sebesar 1,929 m3/s pada outfall O.DC31.

Anda mungkin juga menyukai