Rencana Pengelolaan dan Pemantauan RKL-RPL
Rencana Pengelolaan dan Pemantauan RKL-RPL
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan Dokumen Rencana Pengelolaan
Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) pembangunan Rumah Sakit
New Yogyakarta International Hospital. Dokumen ini merupakan salah satu dari tiga
Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Meskipun banyak hambatan
yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikan tugas ini
tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada dosen mata kuliah dan asisten dosen
yang telah membantu dan membimbing kami dalam mengerjakan tugas ini. Saya juga
mengucapkan terimakasih kepada teman-teman kelompok yang juga sudah memberi
kontribusi dalam penyusunan dokumen ini.
Penyusun menyadari bahwa dalam menyusun tugas ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna sempurnanya tugas besar ini. Penyusun berharap semoga laporan ini bisa
bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Pimpinan Proyek
Farid Hanafi
iii
DAFTAR ISI
BAB I .................................................................................................................................... 1
BAB II ................................................................................................................................... 5
BAB IV ............................................................................................................................... 32
BAB V ................................................................................................................................. 33
iv
DAFTAR TABEL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap kegiatan pembangunan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak perlu
menyusun dokumen analisis dampak termasuk di dalamnya adalah dokumen Rencana
Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Upaya
pengelolaan lingkungan merupakan suatu upaya minimalisasi dan/atau mengeliminasi
perubahan yang bersifat negatif dari setiap kegiatan serta untuk memaksimalkan perubahan
positif yang muncul akibat dari adanya kegiatan pembangunan. Pelaksanaan pengelolaan
lingkungan pada setiap rencana atau usaha bertujuan untuk mewujudkan program
pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
Tindak lanjut dari pengelolaan lingkungan hidup adalah pengawasan dan
mengevaluasi pencapaian pelaksanaan program untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup
meliputi kebijaksanaan penataan, pemeliharaan, dan pemulihan guna mencapai optimalisasi
dampak positif dan minimalisasi dampak negatif yang terjadi akibat pembangunan rumah
sakit New Yogyakarta International Hospital (NYIH). Kegiatan ini merupakan upaya
pemantauan terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak penting dan telah
dikelola oleh pemrakarsa rencana kegiatan. Pemantauan lingkungan hidup dapat digunakan
untuk memahami fenomena-fenomena yang terjadi baik dari tingkat proyek, kawasan,
maupun regional tergantung dari skala dampak yang terjadi. Pemantauan lingkungan
dilakukan secara terus-menerus, sistematis, dan terencana.
Pemantauan lingkungan merupakan upaya untuk memperoleh data kondisi lingkungan
hidup secara periodik. Pemantauan dilakukan terhadap komponen lingkungan yang relevan
digunakan sebagai indikator dalam mengevaluasi penataan (compliance), kecenderungan
(trendline), dan tingkat krisis (critical level) dari suatu pengelolaan lingkungan hidup.
Pemrakarsa memiliki komitmen terhadap konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah
lingkungan secara terus-menerus agar kegiatan dapat memberikan keuntungan terhadap
pihak terkait.
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan
Lingkungan (RPL) dibuat sebagai pedoman bagi Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan
Koperasi Kabupaten Sleman selaku pemrakarsa pembangunan New Yogyakarta
International Hospital dalam mengelola dan memantau lingkungan hidup. RKL-RPL ini
1
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
memuat upaya untuk menangani dampak dan komponen lingkungan hidup yang terkena
dampak sebagaimana yang dievaluasi dalam dokumen ANDAL.
2
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
3
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
pemanfaatan sumber daya alam dilaksanakan berdasarkan daya dukung dan daya
tampung lingkungan hidup dengan memperhatikan hal berikut:
1) Keberlanjutan proses dan fungsi lingkungan hidup.
2) Keberlanjutan produktivitas lingkungan hidup.
3) Keselamatan, mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan ketiga uraian diatas diperlukan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan
dalam melakukan pemanfaatan sumber daya alam, arah investasi, orientasi pengembangan
teknologi dan perubahan institusi yang dapat dirumuskan dalam visi-misi perusahaan,
program dan kebijakan lingkungan hidup suatu institusi yang menjadi suatu usaha dan/atau
kegiatan.
4
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
BAB II
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (RKL)
Dalam RKL ini akan diuraikan bentuk-bentuk pengelolaan lingkungan hidup yang
dilakukan atas dampak yang ditimbulkan dalam rangka untuk menghindari, mencegah,
meminimalisasi, dan mengendalikan dampak negatif dan meningkatkan dampak positif.
Uraian tentang hal-hal tersebut disajikan secara singkat dan jelas dalam bentuk matriks atau
tabel yang berisi pengelolaan terhadap dampak yang ditimbulkan dengan menyampaikan
elemen-elemen seperti:
1. Dampak lingkungan (dampak penting dan dampak lingkungan hidup lainnya).
2. Sumber dampak (dampak penting dan dampak lingkungan hidup lainnya).
3. Indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup.
4. Bentuk pengelolaan lingkungan hidup.
5. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup.
6. Periode pengelolaan lingkungan hidup.
7. Institusi pengelolaan lingkungan hidup.
Dampak yang timbul dari kegiatan pembangunan proyek New Yogyakarta
International Hospital bersifat positif dan negatif maka perlu diperhatikan lebih jauh.
Rencana Pengelolaan Lingkungan hidup (RKL) disesuaikan dengan tahapan rencana
kegiatan yaitu tahapan pra-konstruksi, tahap konstruksi dan tahap operasi. Adapun kegiatan
yang akan dikelola adalah: Munculnya keresahan masyarakat, Adanya peluang usaha,
Munculnya timbulan sampah, Munculnya gangguan kesehatan masyarakat, Penurunan
kualitas air sungai, Penurunan kualitas dan kuantitas air tanah, Kecelakaan kerja, Adanya
kerusakan jalan, Penurunan kualitas udara, Meningkatnya kebisingan, Hilangnya flora darat,
Limbah B3.
Matriks rencana pengelolaan lingkungan hidup disajikan pada tabel 2.1. Rincian
perencanaan pengelolaan lingkungan hidup terdapat pada tabel berikut:
5
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
6
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
7
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
8
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
9
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
10
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
11
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
12
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
13
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
14
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
15
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
16
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
17
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
18
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
19
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
BAB III
RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) memuat secara singkat dan jelas
rencana pemantauan lingkungan yang disajikan dalam bentuk matriks untuk dampak yang
ditimbulkan oleh rencana kegiatan. Matriks ini berisi elemen-elemen sebagai berikut:
1. Dampak lingkungan yang dipantau, terdiri dari jenis dampak yang terjadi, komponen
lingkungan yang terkena dampak, indikator/parameter yang dipantau dan sumber
dampak.
2. Bentuk pemantauan lingkungan hidup yang terdiri dari metode pengumpulan dan analisis
data, lokasi pemantauan, waktu dan frekuensi pemantauan.
3. Institusi pemantauan lingkungan hidup.
Pada bagian ini akan diuraikan secara singkat dan jelas rencana pemantauan dalam
bentuk tabel akibat dari dampak yang ditimbulkan. Beberapa dampak penting yang akan
dipantau meliputi dampak yang diprakirakan muncul pada tahap prakonstruksi, konstruksi,
dan operasional rumah sakit. Kegiatan yang akan dipantau adalah: Munculnya keresahan
masyarakat, peluang usaha, timbulan sampah, gangguan kesehatan masyarakat, Penurunan
kualitas air sungai, Penurunan kualitas dan kuantitas air tanah, Kecelakaan kerja, Adanya
kerusakan jalan, Penurunan kualitas udara, Meningkatnya kebisingan, Hilangnya flora darat,
dan Adanya limbah B3.
Matriks rencana pemantauan lingkungan hidup dapat dilihat pada tabel 3.1. Rincian
perencanaan pemantauan lingkungan hidup terdapat pada tabel berikut:
20
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
PRAKONSTRUKSI
PENGADAAN LAHAN
Jangka waktu
Badan Badan
pemantauan
- Pengumpulan data dilakukan Lingkungan Lingkungan
pada tahap pra- Pengelola New
melalui observasi dan Area New Hidup Hidup
Kegiatan kontruksi dan Yogyakarta
Keresahan Berkurangnya keresahan wawancara Yogyakarta Kabupaten Kabupaten
1 Pengadaan frekuensi
Masyarakat masyarakat akibat pengadaan lahan - Analisis data dilakukan secara International International
Lahan pemantauan Sleman, Badan Sleman, Badan
komparatif dan deskriptif Hospital Hospital
sekali selama Lingkungan Lingkungan
kualitatif
tahap pra- Hidup DIY Hidup DIY
kontruksi
KONSTRUKSI
REKRUITMEN TENAGA KERJA
Badan Badan
Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup
Kabupaten Kabupaten
Sleman, Badan Sleman, Badan
- Pengumpulan data sekunder
Lingkungan Lingkungan
dari HRD PT. New
Area New Pada tahap Pengelola New Hidup DIY, Hidup DIY,
Jumlah dan proporsi tenaga kerja Yogyakarta Internasional
Peluang Rekruitmen Yogyakarta kontruksi, setiap Yogyakarta Dinas Sosial, Dinas Sosial,
1 lokal yang dapat diserap pada Hospital
Usaha Tenaga Kerja International 6 (enam) bulan International Tenaga Kerja, Tenaga Kerja,
tahapan konstruksi kegiatan - Analisis data dilakukan secara Hospital sekali Hospital dan dan
komparatif dan deskriptif
Transmigrasi Transmigrasi
kualitatif
Kabupaten Kabupaten
Sleman Sleman
Pemerintah Pemerintah
Kecamatan Kecamatan
Gamping Gamping
OPERASIONAL BASECAMP
- Melakukan sampling sampah
Badan Badan
- Pengumpulan data sekunder
Indikator keberhasilan pengelolaan Lingkungan Lingkungan
adalah timbulan sampah yang dari pengelola sampah PT. Area New Pada tahap Pengelola New
Hidup Hidup
Timbulan dihasilkan dari kegiatan operasional Operasional New Yogyakarta Internasional Yogyakarta kontruksi, setiap Yogyakarta
1 Kabupaten Kabupaten
Sampah basecamp tidak bercampur sesuai Basecamp Hospital International 6 (enam) bulan International
Sleman, Badan Sleman, Badan
dengan UU No 18 tahun 2018 - Analisis data dilakukan secara Hospital sekali Hospital
tentang Pengelolaan Sampah Lingkungan Lingkungan
komparatif dan deskriptif
Hidup DIY Hidup DIY
kualitatif
21
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
a) Sungai yang
lokasinya berdekatan
- Melakukan pengukuran secara dengan lokasi
proyek seperti
langsung di lapangan dan Badan Badan
Sungai Konteng
Kualitas badan air sungai di bawah analisis laboraturium. Metode pada titik: Lingkungan Lingkungan
Pengecekan Pengelola New
Penurunan baku mutu ([Link]) yang diatur Operasional menggunakan acuan SNI yang 7°48'22.21"S Hidup Hidup
dilakukan Yogyakarta
2 Kualitas Air oleh Pergub. DIY nomor 20 Basecamp sesuai 110°17'51.97"E Kabupaten Kabupaten
selama sebulan International
Sungai tahun 2008, Golongan II tentang - Metode pemantauan dilakukan 7°48'28.73"S
sekali Sleman, Badan Sleman, Badan
110°17'44.59"E Hospital
Baku Mutu Air di Provinsi DIY dengan cara melakukan Lingkungan Lingkungan
observasi kondisi septic tank 7°48'34.67"S Hidup DIY Hidup DIY
110°17'47.40"E
dan dianalisa secara deskriptif
b) Septic tank yang
diletakkan pada
lokasi proyek
- Pengumpulan data dilakukan
Badan Badan
dengan pencatatan Sumur pantau yang
di letakkan di dua Lingkungan Lingkungan
Penurunan penggunaan air tanah serta Pengecekan Pengelola New
Tidak terjadi penurunan kualitas Operasional lokasi yang berbeda Hidup Hidup
Kualitas dan pengamatan dan pendataan dilakukan Yogyakarta
3 dan kuantitas air tanah pada area Basecamp 7°48'25.82"S Kabupaten Kabupaten
Kuantitas Air terkait keluhan warga selama sebulan International
pembangunan 110°17'53.91"E Sleman, Badan Sleman, Badan
Tanah mengenai penurunan kuantitas sekali Hospital
7°48'35.45"S Lingkungan Lingkungan
air tanah dan dianalisa secara 110°17'43.79"E Hidup DIY Hidup DIY
deskriptif
MOBILISASI ALAT BERAT DAN MATERIAL
Area konstruksi
Pengukuran
- Metode pemantauan dilakukan rumah sakit
Kebisingan tidak melebihi baku dilakukan tiga
dengan pengukuran dilakukan. Badan Badan
mutu yang disyaratkan yaitu yang bulan sekali
kebisingan langsung Pengukuran Lingkungan Lingkungan
tertera pada Peraturan Gubernur selama proses Pengelola New
menggunakan sound level dilakukan berjarak Hidup Hidup
DIY N0.40 Tahun 2017 tentang Mobilisasi Alat konstruksi Yogyakarta
Peningkatan meter. Dengan menganalisa beberapa meter dari Kabupaten Kabupaten
1 Baku Tingkat Kebisingan. Baku Berat dan berlangsung,
Kebisingan dari sumber bergerak dan sumber (dalam area International
mutu ideal yang diperkenankan Material pada saat Sleman, Badan Sleman, Badan
sumber tak bergerak. konstruksi) dan di Hospital
idealnya 70dB. Secara spesifik potensi Lingkungan Lingkungan
- Analisis dilakukan oleh area sekitar
untuk kegiatan rumah sakit sebesar gangguan Hidup DIY Hidup DIY
konsruksi (beberapa
50dB. lembaga terakreditasi kebisingan
puluh meter dari
tertinggi terjadi.
sumber).
Jl. Nasional 3 di
Pengelola New Dinas Dinas
Jenis kerusakan jalan yang terjadi Mobilisasi Alat Metode pemantauan dilakukan depan New Pemantauan
Kerusakan Yogyakarta Perhubungan Perhubungan
2 akbiat mobilisasi alat berat, seperti Berat dan dengan cara observasi dan Yogyakarta selama
Jalan International Kabupaten Kabupaten
jalan ambes, berlubang, dll. Material metode perhitungan Bina Marga. International seminggu sekali
Hospital Sleman Sleman
Hospital
22
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
Badan Badan
Lingkungan Lingkungan
Mobilisasi Alat Masyarakat sekitar Pengelola New
Gangguan Berkurangnya kasus Pemantauan Hidup Hidup
berat dan Inspeksi atau pemantauan New Yogyakarta Yogyakarta
3 Kesehatan penyakit akibat selama sebulan Kabupaten Kabupaten
Material lapangan International International
Masyarakat Debu / Gas serta Getaran sekali Sleman, Badan Sleman, Badan
Hospital Hospital
Lingkungan Lingkungan
Hidup DIY Hidup DIY
Jangka waktu
Badan Badan
- Pengumpulan data dilakukan pemantauan
pada tahap Lingkungan Lingkungan
melalui observasi dan Masyarakat sekitar Pengelola New
Berkurangnya keresahan Mobilisasi Alat kontruksi dan Hidup Hidup
Keresahan wawancara New Yogyakarta Yogyakarta
4 masyarakat terhadap mobilisasi alat Berat dan frekuensi Kabupaten Kabupaten
Masyarakat - Analisis data dilakukan secara International International
berat dan material Material pemantauan Sleman, Badan Sleman, Badan
komparatif dan deskriptif Hospital Hospital
sekali selama Lingkungan Lingkungan
kualitatif tahap pra- Hidup DIY Hidup DIY
kontruksi
LAND CLEARING
- Pengumpulan data dilakukan
Badan Badan
dengan pencatatan Sumur pantau yang
di letakkan di dua Lingkungan Lingkungan
Penurunan penggunaan air tanah serta Pengecekan Pengelola New
Tidak terjadi penurunan kualitas Pembersihan lokasi yang berbeda Hidup Hidup
Kualitas dan pengamatan dan pendataan dilakukan Yogyakarta
1 dan kuantitas air tanah pada area Lahan 7°48'25.82"S Kabupaten Kabupaten
Kuantitas Air terkait keluhan warga selama sebulan International
pembangunan 110°17'53.91"E Sleman, Badan Sleman, Badan
Tanah mengenai penurunan kuantitas sekali Hospital
7°48'35.45"S Lingkungan Lingkungan
air tanah dan dianalisa secara 110°17'43.79"E Hidup DIY Hidup DIY
deskriptif
Kualitas udara ambien tidak
melebihi baku mutu sesuai dengan Lokasi pengukuran
- Metode pemantauan dilakukan Badan Badan
Keputsan Gubernur DIY No.153 dilakukan di 5 titik,
dengan cara sampling kualitas yaitu berada di area Pemantauan Lingkungan Lingkungan
tahun 2002 tentang Baku Mutu Pengelola New
Penurunan udara ambien sesuai dengan konstruksi (dekat dilakukan tiga Hidup Hidup
Udara Ambien Daerah dengan baku Pembersihan Yogyakarta
2 Kualitas mutu parameter yang dipantau Keputusan Gubernur DIY dengan sumber), dan bulan sekali Kabupaten Kabupaten
Lahan International
Udara untuk BMUA primer yaitu : no. 153 tahun 2002 Analisis di lakukan di sekitar selama kegiatan Sleman, Badan Sleman, Badan
area konstruksi konstruksi Hospital
setiap parameter dilakukan Lingkungan Lingkungan
- SO2 : 365 (µg/m3) oleh lembaga terakreditasi (beberapa puluh Hidup DIY Hidup DIY
- NO2: 150 (µg/m3 ) meter dari sumber).
- Partikel debu : 150 (µg/m3 )
Badan Badan
Area New Pemantauan Pengelola New
Metode pengumpulan data Lingkungan Lingkungan
Hijaunya kembali kawasan Pembersihan Yogyakarta selama tahap Yogyakarta
3 Flora Darat keanekaragaman hayati yang Hidup Hidup
pembangunan rumah sakit Lahan International pembersihan International
hilang akibat pembersihan lahan. Kabupaten Kabupaten
Hospital lahan Hospital
Sleman, Badan Sleman, Badan
23
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
Lingkungan Lingkungan
Hidup DIY Hidup DIY
24
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
OPERASI
REKRUITMEN TENAGA KERJA OPERASIONAL
- Pengumpulan data sekunder Badan Badan
dari HRD PT. New Area sekitar Rumah Lingkungan Lingkungan
Pada tahap Pengelola New
Jumlah dan proposi usaha yang Rekruitmen Yogyakarta Internasional Sakit New Hidup Hidup
Peluang operasi, setiap 6 Yogyakarta
1 dapat diserap pada tahap operasi Tenaga Kerja Hospital Yogyakarta Kabupaten Kabupaten
Usaha (enam) bulan International
kegiatan Operasional - Analisis data dilakukan secara International Sleman, Badan Sleman, Badan
sekali Hospital
komparatif dan deskriptif Hospital Lingkungan Lingkungan
kualitatif Hidup DIY Hidup DIY
OPERASIONAL RUMAH SAKIT
Badan Badan
Area sekitar Rumah Lingkungan Lingkungan
Gangguan Penyebaran penyakit Pemantauan Pengelola New
Sakit New Hidup Hidup
Kesehatan serta timbulnya sumber- sumber Operasional dilakukan Yogyakarta
1 Pemantauan Lapangan Yogyakarta Kabupaten Kabupaten
Masyarakat penyakit dari kegiatan-kegiatan Rumah Sakit selama enam International
International Sleman, Badan Sleman, Badan
Rumah sakit bulan sekali Hospital
Hospital Lingkungan Lingkungan
Hidup DIY Hidup DIY
Badan Badan
Keselamatan Lingkungan Lingkungan
Resiko Kecelakaan atau Pengamatan di lapangan Area Rumah Sakit Pemantauan Pengelola New
dan Hidup Hidup
peningkatan angka Operasional langsung terkait ada tidaknya New Yogyakarta dilakukan Yogyakarta
2 Kesehatan Kabupaten Kabupaten
kecelakaan kerja di Rumah Sakit Pekerja yang menggunakan APD International selama International
Kerja Hospital seminggu sekali Sleman, Badan Sleman, Badan
Rumah Sakit secara lengkap Hospital
Lingkungan Lingkungan
Hidup DIY Hidup DIY
Penyimpanan limbah B3 rumah
sakit sudah sesuai dengan Permen
Badan Badan
LHK No 56 Tahun 2015 Tentang - Pengumpulan dan analisis data
untuk menghitung jumlah Lingkungan Lingkungan
cara dan persyaratan teknis Area Rumah Sakit Pada tahap Pengelola New
Timbulan timbulan limbah B3 yang Hidup Hidup
pengelolaan Limbah B3 dari Operasional New Yogyakarta operasi, setiap 6 Yogyakarta
3 Limbah B3 dihasilkan dilakukan Kabupaten Kabupaten
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit International (enam) bulan International
berdasarkan jumlah tempat Sleman, Badan Sleman, Badan
mulai dari kemasan, warna Hospital sekali Hospital
tidur dan rata rata limbah Lingkungan Lingkungan
kemasan, simbol dan label, serta medis per tempat tidur. Hidup DIY Hidup DIY
masa penyimpanan.
No Penyimpanan Keterangan
25
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
1. Warna
kemasan:
e. Merah Limbah
f. Kuning Radioaktif
Limbah
infeksius dan
g. Ungu limbah
h. Cokelat patologis
Limbah
Sitotoksik
Limbah
bahan kimia
kedaluasrsa,
tumpahan,
atau sisa
kemasan,
dan limbah
farmasi
2. Simbol dan Sesuai
label dengan
peraturan
26
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
No Penyimpanan Keterangan
3. Lama simpan
limbah:
c. Untuk Untuk
limbah temperatur
infeksius, lebih besar
benda dari 00C
tajam, dan disimpan
patologis paling lama
d. Untuk 2 hari.
limbah Untuk
bahan temperatur
kimia sama
kedaluarsa dengan atau
, lebih kecil
tumpahan, dari 00C
atau sisa paling lama
kemasan, 90 hari.
radioaktif,
farmasi, Untuk
sitotoksik,
limbah b3 -
peralatan yang
medis dihasilkan
yang sebesar 50
memiliki kg per hari
kandungan atau lebih
logam paling lama
berat penyimpana
tinggi, dan
n 90 hari.
tabung gasUntuk
atau limbah b3
kontiner yang
bertekanandihasilkan
kurang dari
50 kg per
hari untuk
limbah b3
kategori 1
lama
penyimpana
n 180 hari.
Kualitas udara ambien tidak - Metode pemantauan dilakukan Lokasi pengukuran Pemantauan Badan Badan
Penurunan melebihi baku mutu sesuai dengan Operasional dengan cara sampling kualitas dilakukan di 5 titik, dilakukan tiga Pengelola New
4 kualitas udara Lingkungan Lingkungan
Keputsan Gubernur DIY No.153 Rumah Sakit udara ambien sesuai dengan yaitu berada di area bulan sekali Yogyakarta
konstruksi (dekat selama kegiatan Hidup Hidup
tahun 2002 tentang Baku Mutu Keputusan Gubernur DIY no.
27
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
Udara Ambien Daerah dengan baku 153 tahun 2002 Analisis setiap dengan sumber), dan operasional International Kabupaten Kabupaten
mutu parameter yang dipantau parameter dilakukan oleh di lakukan di sekitar rumah sakit Hospital Sleman, Badan Sleman, Badan
untuk BMUA primer yaitu : lembaga terakreditasi area konstruksi berlangsung Lingkungan Lingkungan
(beberapa puluh
- SO2 : 365 (µg/m3) Hidup DIY Hidup DIY
meter dari sumber).
- NO2: 150 (µg/m3 )
- Partikel debu : 150 (µg/m3 )
Indikator keberhasilan pengelolaan
adalah timbulan sampah yang
dihasilkan dari kegiatan operasional
Rumah Sakit terkelolanya sampah- - Melakukan sampling sampah Badan Badan
sampah yang berasal dari Rumah - Pengumpulan data sekunder
Sakit terkelola sesuai dengan UU Lingkungan Lingkungan
dari pengelola sampah PT. Area Rumah Sakit Pengelola New
No 18 tahun 2018 tentang Pengecekan Hidup Hidup
Timbulan Operasional New Yogyakarta New Yogyakarta Yogyakarta
5 pengelolaan sampah perkotaan selama enam Kabupaten Kabupaten
Sampah Rumah Sakit Internasional Hospital International International
sehingga bisa mereduksi sampah bulan sekali Sleman, Badan Sleman, Badan
- Analisis data dilakukan Hospital Hospital
yang di kirim ke TPA dan Lingkungan Lingkungan
Keputusan Menteri Keehatan secara komparatif dan
Hidup DIY Hidup DIY
Republik Indonesa Nomor : deskriptif kualitatif
1204/Menkes/SK/X/2004 tentang
persyaratan pengelolaan limbah
padat rumah sakit.
Sungai yang
- Melakukan pengukuran secara lokasinya berdekatan
langsung di lapangan dan dengan lokasi Badan Badan
Kualitas badan air sungai di bawah analisis laboraturium. Metode proyek seperti Lingkungan Lingkungan
Sungai Konteng Pengecekan Pengelola New
Penurunan baku mutu ([Link]) yang diatur Operasional menggunakan acuan SNI yang Hidup Hidup
pada titik: dilakukan Yogyakarta
6 Kualitas Air oleh Pergub. DIY nomor 20 Rumah Sakit sesuai Kabupaten Kabupaten
7°48'22.21"S selama sebulan International
Sungai tahun 2008, Golongan II tentang - Metode pemantauan dilakukan 110°17'51.97"E sekali Sleman, Badan Sleman, Badan
Hospital
Baku Mutu Air di Provinsi DIY dengan cara melakukan 7°48'28.73"S Lingkungan Lingkungan
observasi kondisi septic tank 110°17'44.59"E Hidup DIY Hidup DIY
dan dianalisa secara deskriptif 7°48'34.67"S
110°17'47.40"E
- Pengumpulan data dilakukan
Badan Badan
dengan pencatatan Sumur pantau yang
di letakkan di dua Lingkungan Lingkungan
Penurunan penggunaan air tanah serta Pengecekan Pengelola New
Tidak terjadi penurunan kualitas Operasional lokasi yang berbeda Hidup Hidup
Kualitas dan pengamatan dan pendataan dilakukan Yogyakarta
7 dan kuantitas air tanah pada area Rumah Sakit 7°48'25.82"S Kabupaten Kabupaten
Kuantitas Air terkait keluhan warga selama sebulan International
pembangunan 110°17'53.91"E Sleman, Badan Sleman, Badan
Tanah mengenai penurunan kuantitas sekali Hospital
7°48'35.45"S Lingkungan Lingkungan
air tanah dan dianalisa secara 110°17'43.79"E Hidup DIY Hidup DIY
deskriptif
OPERASIONAL INSINERATOR
28
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
Badan Badan
- Melakukan pengawasan saat
Gangguan kesehatan Area sekitar Rumah Lingkungan Lingkungan
Gangguan menjalankan Insinerator dan Pemantauan Pengelola New
akibat penyebaran asap Sakit New Hidup Hidup
Kesehatan Operasional pemantauan lapangan dilakukan Yogyakarta
1 dari ruang pembakaran Yogyakarta Kabupaten Kabupaten
Masyarakat Insinerator terhadap kelengkapan APD selama enam International
dan adanya protes dari International Sleman, Badan Sleman, Badan
yang digunakan saat bulan sekali Hospital
warga Hospital Lingkungan Lingkungan
insinerator dioperasikan
Hidup DIY Hidup DIY
Badan Badan
- Pengumpulan data dilakukan
Area sekitar Rumah Pemantauan Lingkungan Lingkungan
melalui observasi dan Pengelola New
Berkurangnya kersesahan Operasional Sakit New dilakukan enam Hidup Hidup
Keresahan wawancara Yogyakarta
2 masyarakat terhadap asap dari Insinerator Yogyakarta bulan sekali Kabupaten Kabupaten
Masyarakat - Analisis data dilakukan International
pembakaran incenarator International selama kegiatan Sleman, Badan Sleman, Badan
secara komparatif dan Hospital operasional Hospital
Lingkungan Lingkungan
deskriptif kualitatif
Hidup DIY Hidup DIY
Kualitas udara ambien tidak
Lokasi pemantauan
melebihi baku mutu sesuai dengan - Metode pemantauan dilakukan pada 5
Keputsan Gubernur DIY No.153 Badan Badan
dilakukan dengan cara titik, yaitu pada
tahun 2002 tentang Baku Mutu Pemantauan Lingkungan Lingkungan
sampling kualitas udara cerobong emisi Pengelola New
Penurunan Udara Ambien Daerah dengan baku dilakukan tiga Hidup Hidup
Operasional ambien sesuai dengan insenerator dengan Yogyakarta
3 Kualitas mutu parameter yang dipantau bulan sekali Kabupaten Kabupaten
Insinerator jarak masing-masing
Udara untuk BMUA primer yaitu : Keputusan Gubernur DIY selama kegiatan International
titik yang berbeda. Sleman, Badan Sleman, Badan
no. 153 tahun 2002 Analisis incenerator Hospital
Lokasi pemantauan Lingkungan Lingkungan
- SO2 : 365 (µg/m3) setiap parameter dilakukan berlagsung.
berdasarkan dengan Hidup DIY Hidup DIY
- NO2: 150 (µg/m3) oleh lembaga terakreditasi arah pergerakan asap
- Partikel debu : 150 (µg/m3) dari cerobong.
Pengoperasian insinerator sudah
sesuai dengan Permen LHK No 56
Tahun 2015 Tentang cara dan
persyaratan teknis pengelolaan
Badan Badan
Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Pengumpulan dan analisis Pemantauan
Area sekitar Lingkungan Lingkungan
Kesehatan data untuk menghitung dilakukan setiap Pengelola New
insenerator Rumah Hidup Hidup
N Kriteria Keterangan jumlah timbulan limbah B3 hari selama Yogyakarta
Timbulan Operasional Sakit New Kabupaten Kabupaten
4 o. yang dihasilkan dilakukan kegiatan
limbah B3 Insenerator Yogyakarta International
berdasarkan jumlah tempat operasional Sleman, Badan Sleman, Badan
1. Efisiensi 90% International Hospital
tidur dan rata rata limbah rumah sakit Lingkungan Lingkungan
pembakara Hospital
medis per tempat tidur. berlangsung. Hidup DIY Hidup DIY
2. Temperatur
: 8000C
a. Ruang 10000C
bakar
utama
29
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
b. Ruang
bakar
kedua
3. Alat Wet scrubber
pengendalia dan
n sejenisnya
pencemaran
4. Cerobong Ketinggian
cerobong 14 m
(empat belas
meter)
terhitung dari
permukaan
tanah atau 1,5
(satu koma
lima) kali
bangunan
tertinggi, jika
terdapat
bangunan yang
memiliki
ketinggian
lebih dari 14 m
(empat belas
meter) dalam
radius 50 m
(lima puluh
meter) dari
insinerator.
Dan dilengkapi
dengan fasilitas
pendukung
lainnya.
30
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
No Jenis Metode Pengumpulan & Waktu &
Indikator/ Parameter Sumber Lokasi Pantau Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dampak Analisis Data Frekuensi
No Kriteria Keterangan
4. Bahan Berupa
limbah B3 polychlorina
yang diolah ted
biphenyls,
atau yang
menghasilka
n
polychlorina
ted -
dibenzofuran
s dan/atau
polychlorina
ted dibenzo-
pdioxins
Limbah
sitotoksik
dengan suku
minimal
12000C
31
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
BAB IV
JUMLAH DAN JENIS IZIN PPLH
32
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan New Yogyakarta International Hospital
BAB V
PERNYATAAN KOMITMEN PELAKSANAAN RKL RPL
Ngaglik, Sleman.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
Farid Hanafi
33